cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6282277137173
Journal Mail Official
jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190 Surat Elektronik : jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27164861     EISSN : 27163997     DOI : https://doi.org/10.46576/rjpkm
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 958 Documents
Pelatihan Branding Produk bagi Pelaku UMKM Kelurahan Lebung Gajah Kota Palembang Hendra Dikesuma; Dona Marcelina; Alfiarini Alfiarini; Robi Yanto; Ahmadi Ahmadi; Deni Apriadi
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4019

Abstract

Saat ini, UMKM dalam melakukan pemasaran dan promosi bisnis menghadapi tantangan dan permasalahan. Dimana konsumen modern lebih cenderung melihat informasi produk berdasarkan brand dari suatu produk. Mereka lebih suka melihat kemasan yang menarik dari suatu produk. Sehingga, promosi produk banyak dilakukan pada promosi harga yang mengakibatkan kehilangan peluang dalam meningkatkan jumlah pelanggan. Melalui kegiatan pelatihan desain logo dan kemasan produk bagi pelaku UMKM menggunakan coreldraw merupakan solusi yang ideal untuk UMKM yang ingin mengatasi berbagai permasalahan pemasaran dan memanfaatkan potensi branding produk melalui logo dan kemasan yang menarik. Dengan fitur desain terbaik ditawarkan oleh coreldraw, UMKM dapat menciptakan logo dan kemasan sebagai branding memperkuat merek usaha, dan lebih kompetitif dalam dunia bisnis yang sejenis. tim pengabdian melakukan survey kepada pelaku UMKM, sesuai dengan hasil survey 86,6% pelaku UMKM menilai pelatihan branding produk dengan membuat logo dan kemasan produk sangat bermanfaat dan membantu dalam melakukan strategi promosi terhadap produk UMKM.
Pelatihan Komunikasi Digital untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Digital Generasi Z Besti Rohana Simbolon; Prietsaweny Riris T Simamora; Helen Vanhurk Sriwati Ningsih Sitorus; Emmelia Arihta Ginting; Elok Perwirawati; Rita Vinoilia Aruan; Viserman Laia; Elia Endo Alfredo Munthe
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4376

Abstract

Komunikasi digital yang sehat dilakukan untuk memperkuat kemampuan masyarakat Indonesia dalam empat pilar literasi digital, yaitu keterampilan digital, keamanan digital, budaya digital, dan etika digital. Tujuan pelatihan ini untuk mengajak siswa terlatih membuat konten bermanfaat pada media sosialnya. Metodologi yang digunakan dalam melaksanakan program ini adalah: a) Focus Group Discussion (FGD) dengan siswa SMA Free Metodist; b) metode ceramah dan format tanya jawab melalui narasi lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa SMA Free Metodist; c) memberikan tugas praktek komunikasi digital dalam rangka mendukung pemilu 2024 yaitu membuat video bagi penyelenggara pemilu untuk melaksanakan pemilu secara damai dan kondusif dengan durasi 2-3 menit; d) melakukan evaluasi dengan menilai setiap postingan kelompok siswa di media sosial dan memilih 3 pemenangnya. Berdasarkan pelatihan dan hasil tugas yang telah diberikan, dapat disimpulkan bahwa:1). Siswa/siswi yang mendapat tugas berupa publikasi komunikasi digital di Tiktok telah memahami pentingnya komunikasi digital yang positif dan dapat membuat video tentang pesan Pemilu 2024 agar terlaksana dengan penuh tanggung jawab. 2). Siswa memahami bahwa mereka harus waspada terhadap pesan-pesan yang mereka buat dan ambil dari media sosial serta mengetahui cara menghadapinya agar indeks keamanan digital yang rendah dapat ditingkatkan. 3). Ada 3 kelompok yang mendapatkan hadiah dari 8 kelompok siswa yang membuat publikasi pesan Pemilu di media social TikTok. Saran, pelatihan komunikasi digital, selayaknya dilaksanakan dalam kegiatan sekolah, dengan pemberian tugas sekolah terkait keterampilan literasi digital yang berkaitan dengan mata pelajarannya agar empat pilar literasi digital seperti yang diharapkan pemerintah semakin meningkat setiap tahunnya
Edukasi Pengenalan Dasar Web Design di SMAK 7 Penabur Jakarta Eugenius Kau Suni; Stephen Aprius Sutresno; Henoch Juli Christanto; Gilberto Dennis G E Sidabutar
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4333

Abstract

Sebagian besar lembaga pendidikan telah melakukan upaya nyata untuk memajukan kecerdasan bangsa dengan menerapkan penggunaan teknologi khususnya komputer dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu sekolah ternama yaitu SMAK 7 Penabur Jakarta telah menerapkan teknologi dalam proses pengajarannya sesuai dengan visi dan misi sekolah. Pada tanggal 9 dan 10 November 2023 sekolah tersebut menggelar kegiatan Workshop IT Camp yang dimana salah satu dosen dari prodi Sistem Informasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) ikut berpartisipasi sebagai narasumber. Melihat latarbelakang para peserta kegiatan yang tidak rata tentang pengetahuan komputer khususnya kemampuan dalam pembuatan program yang masih cukup rendah, maka narasumber memilih materi pengenalan dasar web design, karena materi ini bersifat fundamental dan tidak terlalu terkait dengan kode program. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan baru terkait pembuatan web sederhana dengan memperhatikan unsur-unsur dari web design dan dapat melatih meningkatkan imajinasi dan kreativitas dalam membuat tampilan aplikasi web yang baik bagi peserta didik di SMAK 7 Penabur Jakarta. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Narasumber berhasil melaksanakan kegiatan edukasi pengenalan dasar web design di SMAK 7 Penabur Jakarta yang dihadiri oleh 21 peserta siswa-siswi SMA dari kelas X, XI, dan XII dengan baik dan tanpa kendala yang serius. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan nilai post-test mengalami peningkatan sebesar 26,7% dibanding nilai pre-test, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa peserta masih dapat memahami materi yang diberikan oleh narasumber
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Peduli Sampah Melalui Pemanfaatan Bank Sampah Wiryoasri Zenita Afifah Fitriyani; Eny Rachmawati; Nidya Rizkawati; Adil Abdillah
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4388

Abstract

Kasus sampah ini muncul karena kurangnya kesadaran masyarakat penghasil sampah, karena Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga, Mulai dari memilah, meyimpan, mengelola, dan membuang pada tempatnya. Permasalahan yang terjadi yaitu masyarakat kurang memiliki kesadaran dalam mengelola sampah, sehingga masih banyak sampah menumpuk di bantaran sungai, maupun didepan masing-masing rumah warga, sehingga seringkali membakar sampah tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan, masyarakat juga kurang memahami fungsi bank sampah yang ada didaerahnya, sehingga tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi pentingnya kesadaran masyarakat terhadap peran bank sampah Wiryoasri. Metode yang digunakan yaitu terdiri dari tiga step antara lain step persiapan, step pelaksanaan, dan step evaluasi. Adapun hasil pengabdian masyarakat ini yaitu pada step persiapan dilakukan survey pendahuluan, serta wawancara langsung dengan salah satu warga dan sekretaris desa Mojowiryo untuk menggali permasalahan. Pada step pelaksanaan dilakukan kegiatan sosialisasi dan tanya jawab agar menambah wawasan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat. Pada akhir kegiatan adalah step evaluasi dan pemberian saran dan masukan kepada perangkat desa dan pengurus bank sampah agar bank sampah Wiryoasri dapat kembali aktif. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan kesadaran untuk memanfaatkan bank sampah didaerahnya
Pelatihan Pijat Bayi Pada Kader Posyandu Dusun Duku, Desa Jampidan, Banguntapan, Bantul Ester Ratnaningsih; Listia Dwi Febriati; Aan Ika Sugathot; Zahrah Zakiyah
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4311

Abstract

Global developmental delay merupakan kondisi di mana ada keterlambatan dalam dua atau lebih area perkembangan. Salah satu upaya untuk mencegah global developmental delay pada anak balita dengan melakukan stimulasi pijat bayi. Hanya 30% kader posyandu di Dusun Duku yang mengetahui tentang pijat bayi. Tujuan program adalah untuk memberikan pelatihan pijat bayi bagi kader, guna meningkatkan pengetahuan kader dalam memijat bayi, sehingga ilmu ini akan ditransfer ke ibu yang memiliki balita. Program dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Metode yang digunakan demonstrasi. Hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang pijat bayi. Dari 0% pengetahuan baik menjadi 88,5% pengetahuan baik pada 26 kader posyandu yang hadir. Implikasi program ini dengan pendampingan posyandu pada bulan September 2023, kader melakukan konseling pijat bayi pada anggota posyandu. Pelatihan kader diharapkan dapat dilakukan dengan materi yang menarik dan belum dikuasai oleh kader posyandu
Implementasi Aplikasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru untuk Mendukung Kurikulum Merdeka. Rahmi Ramadhani; Abdul Meizar; Titim Eliawati; Nuraini Sri Bina; Hida Ratu Nisa
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4406

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pendidikan nasional yang memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan belajar siswa yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Integrasi teknologi dalam pendidikan merupakan poin utama dalam mendukung pemenuhan belajar siswa sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Namun, integrasi teknologi dalam pendidikan belum optimal dilakukan, khususnya yang disesuaikan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Integrasi teknologi yang belum optimal disebabkan karena rendahnya keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi pembelajaran berdiferensiasi yang mendukung Kurikulum Merdeka. Merujuk permasalahan tersebut, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru menggunakan aplikasi pembelajaran berdiferensiasi. Aplikasi pembelajaran berdiferensiasi yang digunakan merupakan aplikasi yang dikembangkan dan disesuaikan dengan komponen pembelajaran berdiferensiasi. Mitra kegiatan merupakan guru-guru di SMP Swasta Letjen Jamin Ginting's Berastagi yang berjumlah 20 orang. Metode pelaksananaan kegiatan dilakukan dengan tiga cara, yakni sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan. Angket keterampilan digunakan baik sebelum pelaksanaan kegiatan dan setelah pelaksanaan kegiatan dan dievaluasi serta dijabarkan secara kuantitatif. Evaluasi angket menghasilkan temuan dimana terdapat peningkatan keterampilan mengajar guru dengan menggunakan aplikasi pembelajaran berdiferensiasi sebesar 75,16% (kategori Baik). Berdasarkan hasil analisis, maka kegiatan penerapan aplikasi pembelajaran berdiferensiasi direkomendasikan untuk dilanjutkan dalam skala yang lebih luas melalui kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Gambar Teknik Bagi UMKM Binaan LPB YDBA Tarikolot Neilinda Aisa; Heri Sudarmaji
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4228

Abstract

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) merupakan salah satu pelaksana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra International Tbk. YDBA memberikan program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan untuk mendorong UMKM menuju kemandirian melalui Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB). Salah satu LPB yang dimiliki YDBA adalah LPB Tarikolot yang membina 70 UMKM dimana yang aktif dalam program pembinaan hanya tinggal 40 UMKM yang bergerak di sector manufaktur. Berdasarkan tinjauan langsung dari tim LPB Tarikolot, saat ini UMKM perlu melakukan pengembangan desain produk dan salah satu kompetensi yang dibutuhkan untuk pengembangan desain adalah gambar teknik. Maka dari itu tim Dosen dan mahasiswa Prodi TPM Politeknik Atra mengadakan PkM berupa pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi gambar teknik bagi UMKM binaan LPB YDBA Tarikolot. Pelatihan diadakan 1 kali dan Pendampingan dilaksanakan sebanyak 3kali. Pelatihan dihadiri 8 peserta yang berasal dari 6 UMKM Binaan LPB Tarikolot. Hasil evaluasi pelatihan, prosentase kepuasan pada kegiatan pelatihan sebesar 3.76 dan kepuasan pada narasumber sebesar 3.93 dari skala 4. Awalnya tidak semua UMKM memiliki aplikasi gambar teknik tapi pada pendampingan ketiga, semua UMKM sudah memiliki aplikasi gambar teknik. Dari sini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pendampingan bisa membuat UMKM menjadi lebih baik dalam hal penyediaan aplikasi yang mampu mendukung kinerja karyawan dalam melakukan pengembangan desain produk
Pemberdayaan PLKB dan PPKBD melalui Pelatihan KIE/Konseling dalam Rangka Meningkatkan Keikutsertaan KB di Kabupaten Mamuju Erna Amin; Ajeng Hayuning Tiyas; Yulianti Anwar
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4068

Abstract

Tingginya jumlah penduduk di Indonesia salah satu sebabnya adalah tingginya Total Fertility Rate (TFR). Sedangkan penyebab tingginya TFR adalah Contraceptive Prevalence Rate yang rendah salah satunya di Kabupaten Mamuju dengan presentase CPR sebesar 49,15% pada tahun 2021. Perlu adanya penguatan pemberdayaan kader khususnya PLKB (Petugas Lapangan KB) sebagai garda terdepan yang mempunyai peran penting dalam memberikan pemahaman, pengetahuan melalui KIE kepada masyarakat tentang pentingnya mengikuti program KB. Tujuan kegiatan PkM  ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan PLKB dan PPKBD dalam melakukan KIE/konseling KB sehingga dapat meningkatkan cakupan keikutsertaan KB pada PUS di Kabupaten Mamuju. Mitra dan sasaran kegiatan ini yaitu Kepala Dinas PPKB, PLKB, PPKBD, dan pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Mamuju. Kegiatan PkM dilakukan dengan memberikan pelatihan KIE/konseling KB untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PLKB dalam melakukan KIE, serta pendampingan PLKB melalui pemberian ABPK berupa RODA KLOP, dan pemantauan penjaringan calon akseptor KB sampai mendapatkan pelayanan sesuai dengan target. Hasil yang dicapai yaitu peningkatan pemahaman PLKB dalam melakukan KIE/Konseling dengan rata-rata nilai posttest sebesar 75.
Pendampingan Manajemen Untuk Peningkatan Produkivitas UMKM Produsen Bawang Goreng Di Karangawen Demak Vikha Indira Asri; Dina Lusianti; Akh. Sokhibi
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4334

Abstract

UMKM merupakan salah satu pilar dari perekonomian Indonesia yang dapat bertahan pada masa krisis moneter dan pandemic Covid 19. Namun, meski demikian masih terdapat UMKM yang belum berdaya saing. Hal ini dikarenakan salah satunya oleh tingkat produktivitas yang tidak terpenuhi, antara lain dipengaruhi oleh keterampilan tenaga kerja dan penggunaan alat tradisional atau manual. Mitra pengabdian ini berjumlah satu UMKM yang bernama UMKM Letisya Shop di Karangawen Demak Jateng, yang merupakan produsen bawang goreng dengan kendala yang sama, yaitu produktivitas yang tidak terpenuhi karena masih menggunakan alat pemotong bawang merah manual atau pisau, dan kendala pemasaran yang masih tradisional. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pendampingan manajemen pada proses produksi dan pemasaran. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendampingan dan pelatihan serta pendekatan ergonomi. Pendekatan pendampingan dan pelatihan digunakan dalam peningkatan produktivitas dan peningkatan penjualan. Pendekatan ergonomi digunakan untuk menilai postur atau posisi kerja karyawan pengiris bawang merah dan mendesain mesin pengiris bawang merah. Hasil Pendampingan manajemen dari tim Universitas Muria Kudus atas masalah tidak terpenuhinya produktivitas dan pemasaran Mitra tersebut diatas dilakukan dengan pemberian alat pengiris bawang yang ergonomis guna dapat memberikan kenyamanan bagi karyawan sehingga meningkatkan produksi jumlah bawang yang diiris dengan lebih rapi dan ketebalan yang presisi. Selain itu, pendampingan pemasaran dilakukan pada aspek digital marketing untuk memperluas jangkauan pemasarannya. Sehingga dengan jumlah konsumen yang lebih luas, maka produktivitas akan meningkat. Sebelum dilakukan pendampingan, pengirisan bawang masih manual dan cakupan pemasaran hanya di Demak. Setelah dilakukan pendampingan, Mitra menggunakan mesin pengiris sehingga lebih efisien dan lebih produktif. Mitra juga memiliki perluasan pasar hingga Semarang, Kudus, dan Pati
Diversifikasi Pangan Berbahan Kelapa (Cocos Nucifera L.) Pendukung Ketahanan Pangan di Teluk Pakedai, Kubu Raya Eko Sri Wahyuni; Titin Titin; Afandi Afandi; Kurnia Ningsih; Anisyah Yuniarti; Hayatul Fajri; Andi Besse Tenriawaru; Dea Fitri Natasya; Linda Rahmawati
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4275

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan merupakan salah satu komoditas yang terdapat di kecamatan Teluk Pakedai. Kelapa dikenal sebagai tanaman multifungsi yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai olahan pangan maupun non pangan, mulai dari batang, buah, hingga daunnya. Demi menjaga ketahanan pangan di suatu daerah, diperlukan adanya tembusan ide untuk diversifikasi bahan pangan menjadi produk yang lebih menarik dan ramah lingkungan. Maka dari itu, dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di salah satu kecamatan Teluk Pakedai, yaitu Desa Selat Remis yang melibatkan anggota PKK Desa sebanyak 21 orang. Pada kegiatan tersebut, dilakukan penyuluhan dan pelatihan kepada anggota PKK Desa mengenai pemanfaatan bahan pangan menjadi produk-produk berkualitas dan ramah lingkungan. Produk yang dihasilkan dari kegiatan PKM ini adalah manisan kelapa, telur dadar kelapa parut, dan media tanam dari sabut kelapa. Setelah produk dan kerajinan dibuat, dilakukan pengisian angket evaluasi oleh peserta. Berdasarkan hasil pengisian angket pada aspek Perasaan Senang, dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan memberikan perasaan senang kepada peserta. Pada aspek Keinginan, peserta kegiatan memiliki keinginan untuk menerapkan pembuatan produk-produk yang telah dikenalkan oleh tim pelaksana dalam kehidupan sehari-hari dan memanfaatkannya sebagai ide usaha. Pada aspek Perhatian, dapat disimpulkan bahwa peserta memperhatikan setiap tahap dalam kegiatan yang dilaksanakan. Pada aspek Kebutuhan, dapat disimpulkan bahwa peserta memiliki kebutuhan terhadap kegiatan yang dilakukan guna menambah ilmu. Pada aspek harapan, dapat disimpulkan bahwa harapan peserta setelah mengikuti kegiatan ini dapat mendorong pemanfaatan komoditas di daerah sendiri cukup tinggi