cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6282277137173
Journal Mail Official
jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190 Surat Elektronik : jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27164861     EISSN : 27163997     DOI : https://doi.org/10.46576/rjpkm
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 958 Documents
PENINGKATAN LITERASI DALAM PELATIHAN FOTOGRAFI PADA KOMUNITAS DALEM PASINAON WONOGIRI Risky Chairani Putri; Adi Putra Suryawardhana; Unik Dian Cahyawati
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3844

Abstract

Pemberdayaan masyarakat salah satunya diwujudkan dengan meningkatkan literasi di masyarakat. Peningkatan literasi tidak hanya dipahami dalam lingkup kemampuan membaca dan menulis saja, tetapi juga kemampuan berbahasa dan berkarya atau berperilaku kreatif. Pengabdian ini bertujuan untuk ikut serta dalam pemberdayaan masyarakat terutama dalam peningkatan literasi sebagai bagian dari pendidikan yang merata dan pelestarian seni budaya. Dalem Pasinaon sebagai mitra dalam pengabdian masyarakat ini yaitu sebuah komunitas yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat khususnya literasi membaca memerlukan stimulus keilmuan lainnya seperti fotografi. Kemampuan fotografi diperlukan dalam giat literasi karena fotografi saat ini tidak hanya sebagai alat dokumentasi tetapi juga sebagai media komunikasi untuk menyampaikan ide atau gagasan tertentu. Hal ini selaras dengan kegiatan komunitas Dalem Pasinaon yang fokus pada peningkatan literasi masyarakat dan pelestarian seni dan budaya khususnya budaya Jawa. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga kegiatan yaitu pembuatan modul, pelatihan fotografi berupa pemaparan materi dan evaluasi. Hal yang diperoleh dari pengabdian masyarakat ini yaitu terlaksananya pelatihan fotografi dengan baik dan mencapai sasaran yang dibuktikan dengan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan dan hasil praktik fotografi yang cukup baik dalam menyusun komposisi dan mengeksekusi sebuah foto
PEMBERDAYAAN GENERASI MILENIAL DALAM KELOMPOK NELAYAN MELALUI MANAJEMEN PENGOLAHAN LIMBAH TANGKAP MENJADI PRODUK EKONOMI KREATIF Veny Puspita; Risnita Tri Utami; Sintia Safrianti; Yudisky Yudisky; Adam Suhanto
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3659

Abstract

Kehidupan nelayan selalu identik dengan kesan kumuh dan kemiskinan. Kekumuhan itu disebabkan belum adanya manajemen pengolahan limbah yang baik. Limbah hasil tangkap nelayan sering dibuang disekitar pemukiman. Selain itu ikan-ikan kecil hasil tangkapan nelayan hanya dijual murah atau hanya dijadikan ikan asin. Kehidupan nelayan sangat bergantung dengan hasil laut, pada saat cuaca sedang tidak memungkinkan kelaut, maka para nelayan ini sering tidak memiliki penghasilan. Keberadaan kelompok nelayan sebagai wadah sekaligus rumah bagi komunitas nelayan seharusnya menjadi sarana penting untuk membentuk relasi sosial sesama nelayan dan meningkatkan kemampuan/pengetahuan nelayan. Keberadaan generasi milenial terbanyak menjadi bonus demografi yang bisa menjadi motor penggerak perekonomian nelayan. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pemberdayaan peran generasi milenial dalam kelompok nelayan melalui manajemen pengolahan limbah hasil tangkap menjadi produk ekonomi kreatif. Dengan adanya kegiatan ini masalah lingkungan kumuh akan teratasi dengan baik, selain itu dengan adanya produk ekonomi kreatif  yang dihasilkan dan dibentuk kelompok usaha bersama (KUBE) serta koperasi yang terintegrasi digital marketing akan  memberikan kekuatan ekonomi kelompok nelayan “Sejahtera Bengkulu” sebagai mitra, dengan jumlah 23 orang anggota nelayan dari kalangan generasi milenial.  Kegiatan ini mencakup pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan metode pendekatan Partisifatory Action Riset (PAR). Hasil kegiatan ini: (1) tersedianya Sumber daya terampil dalam pengolahan limbah hasil tangkap menjadi produk ekonomi kreatif. (2) Produk kreatif hasil olahan limbah (3) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) (4) Koperasi (5) Integrasi digital marketing
MENINGKATKAN GIZI DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT MBAWI MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN ABON IKAN BANDENG Yuliadi Yuliadi; Nora Dery Sofya; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Herpan Syafil Harahap; I Wayan Joniarta; Koko Hermanto
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.4115

Abstract

Mbawi merupakan salah satu desa di Kabupaten Dompu, NTB yang memiliki potensi perikanan berlimpah, baik dari laut maupun tambak. Namun demikian, potensi tersebut belum dioptimalkan oleh masyarakat, hasil tangkapan ikan masih diperjualbelikan dalam bentuk segar dengan harga murah. Jadi, potensi yang dimiliki belum mampu menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, akan dilakukan pendampingan terutama kepada ibu rumah tangga yang banyak mempunyai waktu luang untuk meningkatkan nilai jual produk ikan dengan mengolahnya menjadi abon. Juga mitra yang lain yaitu karang taruna yang selama ini belum banyak berkegiatan, yang diharapkan dapat membantu para ibu untuk pengembangan usaha. Ikan yang dipilih adalah ikan bandeng yang jumlah produksinya terbanyak, dan diolah menjadi abon karena produk ini awet dalam waktu yang cukup lama. Pelatihan yang diberikan sudah menggunakan teknologi tepat guna seperti mesin cold storage, mesin peniris minyak, mesin penggoreng, dan mesin pencacah daging ikan. Evaluasi hasil pelatihan menunjukkan bahwa 91,3% mitra mengalami peningkatan pengetahuan  adanya peningkatan jumlah warga yang faham tentang gizi yang terkandung dalam ikan bandeng, dan sebanyak 90,9% mitra mengalami peningkatan kemampuan membuat abon ikan bandeng. Selain itu, peserta sangat paham dengan pelatihan yang telah dilakukan diberikan, baik materi maupun praktiknya. Analisis Harga menunjukan bahwa ikan bandeng segar 5 kg seharga Rp. 140.000,- setelah diolah menjadi abon memperoleh keuntungan sebesar Rp. 206729,05,-
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI BAWANG MERAH DI DESA TANAH BARA, KECAMATAN GUNUNG MERIAH-ACEH SINGKIL Sri Handayani; Ariana Ariana; Aswin Nasution; Bagio Bagio; Teuku Muhammad Syauqi
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3761

Abstract

Pengembangan bawang merah dalam sektor pertanian masih menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam meningkatkan ekonomi penduduk Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. Tujuan utama dari upaya pemberdayaan ini adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada warga mengenai praktik pertanian yang efektif dan benar. Dalam proses pemberdayaan, metode yang diterapkan adalah PRA (Partisipatory Rural Appraisal) untuk melibatkan kelompok sasaran secara aktif. Penyuluhan disampaikan di dalam ruangan dan di lapangan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam kegiatan budidaya bawang merah, serta tindakan kolektif pemberdayaan secara langsung yaitu tindakan percontohan atau praktek lapangan yang melibatkan semua kelompok tani untuk terlibat secara bersama-sama agar dapat memahami langsung prosesnya, yang dilanjutkan dengan menganalisis iklim dalam menetapkan waktu tanam. Selain itu, kelompok tani juga diajarkan pembukuan sederhana, Sehingga petani dapat mengetahui secara pasti usaha tani yang dikerjakan memperoleh keuntungan atau sebaliknya mengalami kerugian. Dengan pemberdayaan ini kelompok tani lebih terarah dan mampu meningkatkan kemampuan anggota kemampuan kelompok tani dalam mengelola usaha tani sehingga meminimlakan gagal panen dan meningkatkan meningkatkan ekonomi kelompok tani bawang merah
PEMBUATAN DAN PELATIHAN APLIKASI BRACKET PERTANDINGAN MUAYTHAI DI PENGURUS PROVINSI MUAYTHAI KALIMANTAN SELATAN Hegen Dadang Prayoga; As`ary Ramadhan; Andi Kasandrawali; Kholik Setiawan
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3515

Abstract

Pengurus Provinsi MuayThai Indonesia Kalimantan Selatan yang menjadi mitra kami mengalami kesulitan dalam membuat rancangan skema pertandingan atau disebut juga bracket pertandingan secara efektif dan efisien yang dapat digunakan dalam pertandingan olahraga muaythai berbasis aplikasi. Rancangan yang tidak efektif dan efisien berpengaruh secara signifikan terhadap keuangan penyelenggara pertandingan, individu dan tim yang berpatisipasi dan juga masalah yang menyangkut kepentingan pribadi bagi para penggemar pertandingan. Oleh karena itu di dalam kegiatan PKM ini yang menjadi perioritas solusi dari permasalahan mitra adalah membangun sebuah aplikasi yang dapat digunakan dalam membuat bracket pertandingan muaythai disertai dengan pelatihan penggunaan aplikasi tersebut. Cara yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi adalah dengan menggunakan model prototipe dengan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dan pengukuran untuk menguji aplikasi menggunakan instrument kuesioner System Usability Scale (SUS). Hasil pengabdian berdasarkan pengujian usability dengan nilai score avrg 82.5 termasuk dalam Grade A yang menandakan penerimaan responden terhadap efektifitas, efisiensi dan kepuasan yang dirasakan dalam menggunakan aplikasi sudah dapat diterima dengan baik (Acceptable)
SOSIALISASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA MENCEGAH SOCIAL MEDIA ADDICTION PADA SISWA SDN 3 PARAS BOYOLALI Silvina Nur Anisa; Nuril Eka Wahyudha; Septi Wulandari; Akbar Fadhillah Alifianto; Supriyadi Santosa; Sri Hartini; Dwi Imroatus Sholikah
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.4006

Abstract

Akselerasi digitalisasi berdampak pada meningkatnya pengguna internet yang sejalan dengan meningkatnya pengguna media sosial, termasuk anak-anak. Siswa SDN 3 Paras 85% telah memiliki dan menggunakan media sosial. Namun, siswa-siswi ini belum memahami dampak dari penggunaan media sosial. Salah satu cara untuk mencegah kecanduan adalah dengan memberikan edukasi tentang pengaruh negatif penggunaan gadget pada anak SD. Kegiatan ini dilakukan melalui Sosialisasi Penggunaan Media Sosial dalam Upaya Mencegah Social Media Addiction Pada Siswa SDN 3 Paras. Dalam kegiatan ini, Tim KKN Kelompok 1 UBY membagi dalam (4) sesi. Pertama, pemateri memaparkan materi tentang media sosial dan dampaknya mulai dari pengertian media sosial, apa saja media sosial itu, pengaruh penggunaan media sosial, serta upaya pencegahan kecanduan dari penggunaan media sosial. Kedua, pengadaan sesi tanya jawab untuk mengetahui pemahaman siswa terkait media sosial untuk menguji tingkat pemahaman siswa. Ketiga, pengadaan games untuk menghibur siswa. Keempat, evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa-siswi SDN 3 Paras memahami dampak negatif dari penggunaan media sosial. Kegiatan ini memperoleh tanggapan yang baik dari siswa-siswa serta guru di SDN 3 Paras. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa-siswa dapat menyebutkan jenis-jenis media sosial, dampak yang dialami jika terlalu sering menggunakan gadget dan bermain media sosial sehingga dari kegiatan ini diharapkan siswa-siswi lebih bijak dan lebih selektif dalam mengakses media sosial
PELATIHAN ASERTIF UNTUK MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK AUTIS SPECTRUM DISORDER DENGAN GANGGUAN KOMUNIKASI SOSIAL Firdaus Firdaus; Wia Septia; Salsabila Hanifa; Femi Earnestly
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3929

Abstract

Pembelajaran psikososial yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan mental yang dipunyai oleh anak autis sangatlah penting dilakukan diantaranya pengetahuan seks dan kekerasan atau penyimpangan. Seiring perkembanagan fisik mereka yang mendekati remaja, pemberian informasi yang lugas dan bisa dimengerti sesuai kategori mareka akan membawa mereka menuju perkembangan yang baik. Sekolah SLB Autis Mitra Ananda menyiapkan anak didiknya melakukan pelatihan asertif untuk mengantisipasi perkembangan yang terjadi. Oleh karna itu, Tim Dosen STIKes Mercubaktijaya Padang telah mengadakan kegiatan pengabdian kepada anak didik Sekolah SLB Autis Mitra Ananda berupa pelatiahan asertif untuk mencegah kekerasan seksual pada anak autis spectrum disorder dengan kondisi gannguan komunikasi social dengan presentasi bergambar, gerak lagu dan praktek langsung yang mengandung unsur asertif. Pelatihan pengetahuan yang diberikan terdiri dari building rapport, target prilaku, edukasi seks PP, BB dan ISR, edukasi seks IAS dan CM, Non-verbal asertif dan Verbal Asertif. Perbandingan hasil angket pengetahuan awal dibandingkan dengan hasil angket akhir adalah 27.87% pada awal tes menjadi 72.13% pada tes akhir. Peserta didik merasakan pengetahuan yang meningkat setelah diberikan pelatihan asertif dan mereka lebih memahami tindakan pencegahan kekerasan seksual yang mudah dicerna.
PELATIHAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEREJA BERBASIS ANDROID PADA GIA PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Henoch Juli Christanto; Stephen Aprius Sutresno; Julius Victor Manuel Bata; Denny Jean Cross Sihombing; Pijar Karisma Prihanto; Dominikus Vieri Tegar Linestyo
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3707

Abstract

Gereja Isa Almasih Jemaat Purwodadi dengan jumlah jemaat yang terus bertambah dan kegiatan ibadah yang beragam, menimbulkan tantangan bagi pengurus gereja dalam mengelola semua aspek administrasi dan penjadwalan dengan efisien. Kebutuhan data yang ada juga semakin meningkat, sehingga menjadi susah untuk bisa dikelola secara konvensional. Sistem Informasi Gereja Isa Almasih Jemaat Purwodadi adalah solusi tepat untuk membantu gereja mengelola semua aspek terkait dengan ibadah, seperti jadwal kegiatan, pelayanan jemaat, manajemen keuangan, dan dokumentasi ibadah. Upaya penerapan sistem tersebut membutuhkan suatu pelatihan untuk memperkenalkan sistem dan melihat tingkat pemahaman, keahlian, dan keterampilan pengurus gereja serta anggota jemaat terkait sistem informasi gereja. Kegiatan pelatihan dilakukan secara luring di Gereja Isa Almasaih Jemaat Purwodadi Kabupaten Grobogan pada tanggal 1 Juli 2023 yang dihadiri jemaat dan pengurus gereja dengan total 20 orang. Kegiatan berjalan lancar dengan hasil yang menunjukkan sistem dapat diterapkan dengan baik dan dapat mengatasi permasalahan informasi dan administrasi gereja yang terbukti dari hasil angket responden. Secara keseluruhan peserta puas dan akan menggunakan sistem informasi gereja
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR Tuminah Tuminah; Endang Solichin; Karolin Margret Natasa; Irawan Prastomo; Anni Christiani
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3845

Abstract

Pengelolaan sampah adalah salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengelola perkotaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karena ekonomi berkembang, taraf kehidupan penduduk juga meningkat.  Seperti yang terjadi di BTN Bisma, yang terletak di kecamatan Ngabang kabupaten Landak, hanya ada satu bak sampah besar berbentuk bak truk yang digunakan setiap minggu. Permasalahan penanganan sampah yang masih kurang serius ini yang menjadikan tim pengabdi melakukan pengabdian ini.  Dengan mempertimbangkan situasi ini, kelompok pengabdi memutuskan untuk mengolah sampah rumah tangga warga BTN Bisma untuk digunakan sebagai pupuk organik cair (POC). Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah rumah tangga diolah menjadi pupuk organik cair.  Mahasiswa Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kelompok Tani Bisma Asri, dan ibu-ibu warga BTN Bisma Residence melakukan kegiatan ini dalam kerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan kabupaten Landak serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Secara umum, tujuan dari pengabdian ini adalah: (1) meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mitra dengan cara memberikan pelatihan tentang cara mengubah sampah organik menjadi pupuk cair organik; dan (2) menyediakan sarana pembuatan pupuk organik cair dan mitra mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) pengetahuan mitra meningkat sebesar 57, 9% dibuktikan hasil pre test dan post test. (2) Keterampilan mitra meningkat 100% dibuktikan dengan hasil observasi. (3) Tersedianya sarana pembuatan POC dan berdasarkan hasil pendampingan selama dua bulan dan dua minggu dan hasil evaluasi, mitra mampu memproduksi POC secara mandiri
PENDAMPINGAN PEREMPUAN SINGLE PARENT KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PASCA COVID 19 Nurhimmi Falahiyati; Armanila Armanila; Qori Rizqiah H Kalingga
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3665

Abstract

Angka kekerasan dalam rumah tangga begitu tinggi di indonesia. Terlebih ketika pandemi covid 19 melanda, kondisi keuangan yang memburuk, isolasi dan intensitas pertemuan yang tinggi semakin memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan domestik ini berdampak paling besar pada perempuan dan anak. Dampak yang dihasilkannya dapat merusak masa depan suatu bangsa, hal ini disebabkan ibu yang mendidik dan membesarkan anak-anak sebagai generasi penerus yang berpotensi terganggu kesehatannya, baik fisik dan mentalnya. Potensi kekerasan juga berlanjut dari ibu ke anak-anak sebagai akibat trauma yang dialaminya. Sebagian perempuan yang mengalami kekerasan memilih untuk bercerai. Akibat dari keputusannya ini menjadikannya single parent yang bertanggung jawab menafkahi anak-anaknya. Kegiatan ini bermitra dengan Perwiritan Ar-Rahmah di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan beberapa rangkaian kegiatan berupa penyuluhan dan pendampingan hukum, penyuluhan parenting, serta konseling baik pribadi dan kelompok. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum mitra, meningkatkan pengetahuan terkait parenting dan kesehatan mental akibat trauma dari kekerasan yang dialami. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, masyarakat memiliki pemahaman terkait dampak dan perlindungan dari kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi. Pengetahuan terkait parenting dan pola asuh anak juga meningkat, termasuk penyembuhan mental dan trauma atas kekerasan yang dialami.