cover
Contact Name
Febry Ichwan Butsi
Contact Email
ichwan.butzi@gmail.com
Phone
+6283161745174
Journal Mail Official
ejurnal@stikpmedan.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi "Pembangunan" Jalan Sisingamangaraja No. 84 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
ISSN : -     EISSN : 26227290     DOI : -
Jurnal Communique ini memuat artikel ilmiah yang berasal dari hasil penenelitian dan kajian komunikasi. Kajian ini berasal dari berbagai macam cakupan yakni kajian media , jurnalisme, humas, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran, dan kajian yang relevan dengan ilmu komunikasi. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yakni pada bulan April, dan Otober.
Articles 172 Documents
ANALISIS ISI KONTEN POST AKUN INSTAGRAM @MENANTEA.TOKO DALAM MEMBANGUN ENGAGEMENT FOLLOWERS Fransiska Regina Felin; Riski Damastuti
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.122

Abstract

Memasuki era industri 4.0 berdampak pada semakin banyak munculnya industri dari berbagai bidang termasuk food & beverages. Industri-industri tersebut memiliki akun bisnis Instagram sebagai alat pemasaran media sosial mereka dan untuk membangun engagement followers. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik konten post yang diciptakan akun Instagram @menantea.toko dalamembangun engagement followers dan mengetahui sejauh mana tahapan engagement yang telah diraih @menantea.toko. Menantea adalah bisnis dalam bidang food & beverages yang memanfaatkan Instagram untuk menjalin interaksi dengan pelanggan. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode penelitian analisis isi kuantitatif terhadap unggahan feed Instagram @menantea.toko pada tahun 2021 dengan jumlah keseluruhan 154 unggahan. Konten postingan @menantea.toko menjadi unit analisis dalam penelitian ini yang kemudian dibagi menjadi beberapa dimensi diantaranya jenis konten post, karakteristik pesan caption, bentuk konten post, konten visual, konten visual warna, hashtag, mention dan tag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @menantea.toko berhasil sampai pada tahap tertinggi engagement yaitu kolaborasi. Dalam membangun engagement followers, @menantea toko mengelola konten post dengan memerhatikan visual konten dan memanfaatkan fitur Instagram caption, hashtag dan tag.
MITOLOGI VAKSINASI PRESIDEN JOKOWI DALAM TEKS FOTO INFOGRAFIS DI DUA SITUS BERITA ONLINE Ari Cahyo Nugroho; Ahmad Mulyana; Farid Hamid Umarella
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.123

Abstract

Seiring laju penyebaran pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia mulai menggunakan jenis vaksin Sinovac per Januari 2021 untuk digunakan dalam program vaksninasi nasional. Akibat kontroversi penggunaan vaksin Sinovac, Presiden Jokowi bersedia tampil sebagai orang pertama yang menerima penyuntikan vaksin Sinovac. Kajian ini bertujuan menyibak makna denotatif, konotatif, dan mitos seperti apa yang sesungguhnya terkandung dalam teks foto infografis presiden dalam proses vaksinasi tahap 1 dan tahap 2 di Istana Negara. Studi ini menggunakan paradigma kritis, jenis penelitian kualitatif, metode analisis semiotik, objek kajian dua situs media online dan subjek kajian teks foto Infografis vaksinasi presiden. Studi ini menyimpulkan terdapat tanda-tanda semiotik pada teks foto infografis vaksinasi presiden: mitos ‘citra positif’ (merakyat, sederhana, informal, santai, penuh perhatian, melayani, inklusif, humble, toleran, dan akomodatif) sekaligus penonjolan posisi presiden sebagai aktor utama yang melatari seluruh narasi teks foto infografis.
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH DENGAN ATLET MENEMBAK CLUB BRAWIJAYA SC DALAM MENINGKATKAN PRESTASI PADA KEJUARAAN NASIONAL “ANTAR CLUB 2022” DI TENGAH PANDEMI COVID-19 ERA NEW NORMAL Berliana Laily Rizmayanti; Kusnarto Kusnarto
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.125

Abstract

Peran pelatih sangat dibutuhkan demi meningkatkan rasa percaya diri dalam mencapai prestasi saat mengikuti perlombaan Nasional di tengah pandemi Covid-19 era new normal. Pelatih sebagai seorang pemimpin harus bisa meningkatkan rasa percaya diri atlet untuk mencapai prestasi. Penelitian ini membahas peran komunikasi interpersonal yang efektif antara pelatih dan atlet dalam peningkatan prestasi pada saat kejuaraan Nasional di tengah pandemi Covid-19 era new normal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bagaimana peran komunikasi interpersonal pelatih dengan atlet olahraga menembak club Brawijaya SC dalam meningkatkan prestasi pada kejuaraan nasional “Antar Club 2022” di tengah pandemi Covid-19 era new normal. Teori yang digunakan peneliti adalah Teori Pandangan Humanistik (Devito). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Data peneliti merupakan data wawancara mendalam dengan lima informan yang ditentukan berdasarkan purposive sampling. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa pentingnya sikap keterbukaan pelatih saat latihan maupun lomba, adanya sikap empati pelatih untuk atlet lebih mendapat perhatian, sikap mendukung yang sangat membantu dalam peningkatan prestasi atlet, pentingnya sikap positif dalam program latihan atlet untuk meningkatkan prestasi, dan pentingnya sikap kesetaraan pelatih kepada seluruh atlet di tengah pandemi Covid-19 era new normal.
PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN PERILAKU MEROKOK Raras Sutatminingsih; Iskandar Zulkarnain
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.126

Abstract

Kegiatan psikoedukasi pencegahan perilaku merokok ini bertujuan agar warga sekolah, khususnya siswa-siswa dan guru-guru tidak lagi merokok dan mencegah siswa-siswa dan guru-guru yang lain untuk merokok. Hal ini dilataberlakangi oleh perilaku merokok yang masih didapati dilakukan oleh anak-anak, remaja, orang dewasa dan orang tua. Bahkan perilaku itu masih dijumpai di lingkungan sekolah, walaupun dilakukan secara sembunyi- sembunyi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka sangat perlu dilakukan upaya pencegahan dan penyelesaian bagi warga sekolah agar siswa-siswa dan guru-guru tidak lagi merokok dan mencegah siswa-siswa dan guru-guru yang lain untuk merokok. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melakukan kegiatan Psikoedukasi Pencegahan Perilaku Merokok, menayangkan video pencegahan perilaku merokok, Pelatihan Komunikasi Asertif Pencegahan Perilaku Merokok poster dan banner pencegahan perilaku merokok. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Perguruan Al-Azhar Medan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian Psikoedukasi Pencegahan Perilaku Merokok ini adalah bahwa Psikoedukasi pencegahan perilaku merokok ini dapat meningkatkan pemahaman siswa SMA Al Azhar Medan tentang kandungan rokok, dampak fisik, dampak psikologis, dan penyebab seseorang berperilaku merokok. Oleh karena itu, kegiatan ini dimungkinkan akan dapat mencegah perilaku merokok pada mereka.
PENGARUH PUBLISITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT PADA PARTAI BERKARYA DI KOTA MEDAN MENGHADAPI PEMILU TAHUN 2019 Asmara, Muhammad Zikri; Butsi, Febry Ichwan
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v5i1.127

Abstract

Menjelang Pemilihan Umum tahun 2019 di Indonesia, semua partai politik berlomba-lomba untuk mendapatkan pendukung dan pengikut yang salah satunya adalah melalui publisitas. Partai Berkarya adalah satu dari 16 Partai Politik Nasional yang ikut dalam Pemilihan Umum tersebut, namun kiprahnya belum dirasakan masyarakat dan elektabilitasnya masih sangat rendah. Penulis membuat penelitian ini untuk melihat pengaruh publisitas Partai Berkarya di kota Medan terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat pada Partai Berkarya di kota Medan. Tujuan penelitian ini menganalisis tingkat publisitas, melihat tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap Partai Berkarya di kota Medan, dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif korelasional. Subjek penelitian adalah masyarakat pemilih yang berada di 3 kecamatan yang ditetapkan sebagai area sampel yakni Medan Marelan, Medan Tuntungan dan Medan Selayang. Responden ditetapkan 100 orang menggunakan purposive dan accidental sampling dengan kriteria yang telah ditetapkan sesuai Undang-Undang Pemilu tahun 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat publisitas Partai Berkarya di kota Medan berada dalam kategori sedang, tingkat pengetahuan masyarakat tinggi, dan sikap masyarakat pada Partai berkarya di kota Medan kurang positif. Hasil penelitian dan analisis juga menunjukkan terdapat pengaruh publisitas terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat pada Partai Berkarya di kota Medan, yakni mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap pengetahuan masyarakat dan pengaruh yang sedang atau moderat terhadap sikap masyarakat pada Partai Berkarya di kota Medan.
REPRESENTASI CULTURAL BRANDING IKLAN SHOPEE: KAJIAN ANALISIS SEMIOTIKA Annisa Humaira; Nursapiah Harahap; Muhammad Faishal
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.128

Abstract

Shopee merupakan suatu web jual beli ataupun dapat diucap marketplace online dalam spesial sediakan transaksi jual beli benda, Shopee juga tergolong sering mengadakan sebuah diskon yang cukup besar dan juga dengan melakukan sebuah strategi promosi dengan mendatangkan ikon pada iklannya Rumusan masalahnya menjelaskan bagaimana analisis semiotika representasi cultural branding iklan shopee dari tampilan desain 3 iklan shopee selama 3 bulan terakhir ditahun 2020.Tujuan penelitian ini bagaimana analisis semiotika representasi cultural branding iklan shopee dari tampilan desain 3 iklan shopee selama 3 bulan terakhir ditahun 2020. Penelitian ini bermanfaat menambah kajian representasi cultural branding iklan shopee dari tampilan desain 3 iklan shopee selama 3 bulan terakhir ditahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis semiotika roland barthes. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi cultural branding iklan shopee dari masing-masing tampilan desain ke-3 iklan Shopee yaitu diantaranya Iklan shopee 10.10 Brands Festival, 11.11 Big Sale Versi Tukul Arwana, 12.12 Birthday SaleVersi Stray Kids di media sosial Youtube masing-masing berdurasi 30 detik secara desain visual, sangat kreatif pengambilan konsep, pemilihan alur cerita selalu mudah untuk dipahami walaupun dengan metode unrational (tidak rasional) yang tidak biasa (anti mainstream)sehingga dapat menarik perhatian khalayak dan pastinya akan meningkatkan minat konsumsi berbelanja online seperti promo-promo yang ditawarkan di shopee apalagi dimasa Covid-19 yang masih merebak bukan lagi fungsinya sebagai tempat berbelanja saja tapi marketplace belanja online masa kini sudah menjadi kebudayaan atau gaya hidup baru serta sudah menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat manapun. Representasi cultural branding iklan shopee dari masing-masing tampilan desain 3 iklan shopee selama 3 bulan terakhir ditahun 2020 tersebut terlihat dari tanda dan makna yang ditelaah melalui teori semiotika Roland Barthes.
DONASI RAME-RAME : ANALISIS MEDIA SIBER KITABISA.COM Fera Tri Susilawaty; La Ode Herman Halika
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.129

Abstract

Era digital membawa banyak perubahan dalam tatanan hidup manusia. Salah satunya adalah budaya berdonasi. Hadirnya platform crowdfunding Kitabisa.com menjadikan donasi dengan hanya sekali klik, donasi langsung dapat tersalurkan. Data tahun 2020 dari website Kitabisa.com menyebutkan lebih dari 6 juta orang melakukan donasi pada platform ini. Pada riset ini, bertujuan untuk menggambarkan bagaimana platform digital membentuk sebuah budaya pengumpulan donasi yang melibatkan banyak masyarakat digital dengan gaya dan trend yang baru yakni dengan berdonasi digital. Metode riset yang digunakan yaitu metode etnografi virtual yakni metode penelitian kualitatif yang merupakan penyesuaian dari beberapa karakteristik khusus pada etnografi tradisional yang memiliki bertujuan untuk mengkaji budaya dan praktek-prakteknya yang ada dalam komunikasi berbasis teks melalui media komputer. Riset ini juga menggunakan analisis media siber (AMS) yaitu tataran level ruang media, dokumen media, objek media dan pengalaman. Melalui analisis media siber, Kitabisa.com memiliki karakteristik platform yang menarik, mudah dan persuasif. Menarik secara tampilan, fitur-fitur yang mudah, persuasif melalui sapaan, teks dan foto yang digunakan serta fitur share yang dapat ditautkan pada sosial media lain sehingga mengajak para calon donatur untuk berdonasi. Keywords: donasi; kitabisa.com; crowfunding; media siber
REPRESENTASI FEMINISME EMILY COOPER DALAM SERIAL “EMILY IN PARIS” DI NETFLIX Suprapti Indah Putri; Austin E.A Tumengkol; Citra Purwa Mentari
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v4i2.131

Abstract

Banyak Film yang mengangkat tema feminisme, dimana perempuan diwujudkan dalam sosok yang mandiri namun menemui berbagai kendala di masyarakat. Seperti karakter Emily Cooper dalam serial Emily in Paris yang tayang sejak 2020 lalu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendefinisikan level realitas feminisme Emily Cooper dalam serial Emily in Paris, untuk menjelaskan level representasi feminisme Emily dan untuk menjelaskan level ideologi feminisme Emily. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika John Fiske yang di dalamnya terdapat tiga level analisis yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi analisis teks serta studi literatur/kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama Serial Emily in Paris, Emily Cooper memiliki empat kategori feminisme yang mana kategori tersebut dibuat berdasarkan konsep feminisme yaitu feminisme dalam pengambilan keputusan, feminisme dalam konsep percaya diri, feminisme dalam intelektualitas, dan feminisme dalam kemandirian. Berdasarkan pengamatan peneliti, empat kategori feminisme yang dibuat berdasarkan konsep feminisme ke-empatnya memiliki andil yang sama. Tidak hanya satu kategori yang terlihat atau yang tampak berperan, semua kategori memiliki peran yang sama rata. Berdasarkan teori yang digunakan, teori semiotika John Fiske pada level realitas peneliti menggunakan kode penampilan, tata rias, kostum, perilaku, cara bicara, lingkungan dan ekspresi untuk menganalisis sequence dari serial Emily in Paris. Pada level representasi peneliti menggunakan teknik pengambilan gambar, suara dan dialog. Sedangkan pada level ideologi, ideologi yang direpresentasikan Emily adalah ideologi feminisme.
BUDAYA KOREAN WAVE SEBAGAI KOMODITAS INDUSTRI MEDIA INDONESIA Mahardika Mahardika; Eni Maryani; Edwin Rizal
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.132

Abstract

Korean Wave sebagai fenomena globalisasi budaya menjadi sebuah istilah yang dipergunakan untuk menjelaskan penyebaran budaya Korea dalam berbagai bidang kebudayaan. Produk-produk kebudayaan yang ditawarkan oleh Korea Selatan adalah berupa film, drama Korea, musik pop Korea (K-Pop), mode fashion, bahasa Korea, kuliner, teknologi, dan sub-kebudayaan lainnya yang memiliki unsur budaya Korea di dalamnya. Salah satu dampak dari hadirnya Korean Wave adalah dominasi konten kebudayaan pada berbagai negara di dunia dan salah satunya adalah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti mengenai komoditas budaya dalam konteks Korean Wave dan eksistensi budaya pada industri media di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif analisis studi literatur untuk memaparkan kajian mengenai Korean Wave, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penelitian terkait Korean Wave. Pertama adalah komoditas kebudayaan Korea yang hadir secara trans-nasional mengalami ekspansi besar seiring berjalannya waktu dalam konteks komoditas budaya. Kedua adalah masuknya konten kebudayaan Korea pada industri media Indonesia dipandang menjadi sebuah imperialisme budaya yang berimplikasi pada penyesuaian konten-konten lokal di Indonesia. Ketiga adalah mengenai strategi serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penetrasi Korean Wave dalam konteks global. Korean Wave dipandang menjadi sebuah produk komoditas budaya oleh Korea Selatan untuk berdiplomasi sesuai dengan Teori Soft Power. Diplomasi budaya ini menjadi upaya yang dilakukan oleh Korea Selatan dalam rangka nation branding.
KOMPETENSI WARTAWAN DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME DI WASPADA ONLINE Austin Ernest Antariksa Tumengkol; Suprapti Indah Putri; Fachril Syahputra
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v4i1.133

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil penelitian dari peneliti untuk mencapai sebuah kajian untuk memperoleh sebuah fakta dari objek yang diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian terhadap judul ‘Kompetensi Wartawan Dalam Meningkatkan Profesionalisme di Waspada Online’. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran wartawan dalam menerapkan profesionalisme khususnya di Waspada Online. Penelitian ini tentang peran wartawan berkompetensi mengimplementasikan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan demikian, kita dapat melihat hasil Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang sudah diperoleh untuk diterapkan di dunia kewartawanan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian secara kualitatif deskriptif melalui prosedur-prosedur yang dilakukan dengan cara penelitian langsung ke objek penelitian dengan tahapan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data yang dihasilkan melalui penelitian untuk dapat disimpulkan sebagai hasil penelitian terhadap 5 (lima) informan yang sudah ditentukan sesuai kriteria yang ditetapkan, yakni 3 (tiga) orang wartawan yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), 1 (satu) orang Redaktur Pelaksana serta 1 (satu) orang Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Sumatera Utara. Seorang wartawan harus paham dan taat pada Kode Etik Jurnalis (KEJ). Karena itu, wartawan harus memahami kaidah-kaidah profesionalisme sesuai bidangnya. Dengan kata lain, wartawan adalah seorang profesional dan sudah seharusnya mengikuti kaidah atau Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik dalam memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik guna menegakkan integritas dan profesionalisme. Berdasarkan kaidah-kaidah profesionalisme wartawan, maka dalam memberitakan suatu perisitiwa atau kejadian, pers dituntut untuk memberitakan secara berimbang. Hasil penelitian ini nantinya mampu dijadikan sebuah referensi untuk melihat secara langsung kriteria wartawan yang berkompetensi dalam melakukan tugas jurnalistik secara profesionalisme di tengah-tengah masyarakat.

Page 6 of 18 | Total Record : 172