cover
Contact Name
Galuh Pradian Y
Contact Email
jubitar.fik@unik-kediri.ac.id
Phone
+628113033977
Journal Mail Official
galuhpradian@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
http://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jubitar/index
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bidan Pintar (JuBiTar)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27213536     EISSN : 27213544     DOI : 10.30737/jubitar.v1i1.746
Jurnal Bidan Pintar adalah jurnal yang dipublikasikan oleh prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri. Publikasi jurnal kebidanan yang memuat tulisan ilmiah hasil- hasil penelitian maupun kajian kesehatan di bidang ilmu kebidanan. Malalui wahana ini peneliti dan praktisi dalam bidang kebidanan dapat membagikan ilmu yang kuasi dan didapatkan dari hasil penelitian. Yang meliputi : Kesehatan Ibu - Kehamilan - Persalinan - Nifas Kesehatan Anak (Neonatus, Nayi, Anak dibawah 5 tahun) Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi - Kesehatan Reproduksi Remaja - Masa antara dan masa pra konsepsi - Kesehatan pra menopause - Wanita usia subur
Articles 151 Documents
HUBUNGAN PENGALAMAN PERSALINAN DENGAN BONDING ATTACHMENT IBU DAN BAYI PADA MASA NIFAS Siswi Wulandari; Bram Mustiko Utomo; Weni Tri Purnani
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7523

Abstract

Abstrak Pengalaman persalinan merupakan salah satu aspek penting dalam asuhan kebidanan karena dapat memengaruhi adaptasi psikologis ibu pada masa nifas, termasuk pembentukan bonding attachment ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengalaman persalinan dengan bonding attachment ibu dan bayi pada masa nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 ibu nifas yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober–November 2025 menggunakan kuesioner karakteristik responden, Birth Satisfaction Scale-Revised (BSS-R) untuk mengukur pengalaman persalinan, dan Mother-Infant Bonding Scale (MIBS) untuk mengukur bonding attachment ibu dan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengalaman persalinan positif dan bonding attachment yang baik. Ibu dengan pengalaman persalinan positif cenderung memiliki bonding attachment yang lebih baik dibandingkan ibu dengan pengalaman persalinan negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman persalinan berhubungan dengan kualitas ikatan emosional awal antara ibu dan bayi pada masa nifas. Oleh karena itu, asuhan persalinan yang berpusat pada perempuan perlu diperkuat untuk mendukung pengalaman persalinan yang positif dan pembentukan bonding attachment yang optimal.   Kata kunci : pengalaman persalinan, bonding attachment, ibu nifas.
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM : SUATU KAJIAN LITERATUR Ayuning Tias Budi Lestari; Chanty Yunie Hartiningrum
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7527

Abstract

Abstrak Involusi uteri merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum. Proses ini dimulai segera setelah plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus. Apabila terjadi kegagalan involusi uterus untuk kembali pada keadaan tidak hamil maka akan menyebabkan sub involusi. Sub involusi uteri merupakan kondisi dimana uterus gagal untuk mengikuti pola normal involusi sehingga proses uterus untuk mengecil menjadi terhambat yang ditandai terjadinya perdarahan yang akan dapat menyebabkan kematian ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan suatu kajian literatur mengenai faktor apa yang mempengaruhi involusi uterus pada ibu post partum. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk mengetahui  faktor-faktor yang mempengaruhi involusi uterus pada ibu post partum. Hasil yang diperoleh dari penelusuran berbagai kajian pustaka terkait identifikasi faktor yang mempengaruhi keberhasilan involusi uteri diantaranya faktor status gizi, senam nifas, inisiasi menyusui dini (IMD), dan mobilisasi dini. Keempat faktor tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan involusi uterus. Kata Kunci : Involusi Uteri, Post Partum, Sub Involusi
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP KEJADIAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU NIFAS Mariyatul Qiftiyah; selvi eka okta fiana
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7529

Abstract

Abstrak   Postpartum blues merupakan gangguan emosional sementara yang umum dialami ibu setelah melahirkan. Gejalanya meliputi rasa sedih, mudah tersinggung, cemas, dan tangisan tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental ibu, keberhasilan menyusui, serta ikatan ibu dan bayi. Data WHO menunjukkan 70–80% ibu di dunia mengalami postpartum blues, sedangkan di Indonesia prevalensinya mencapai 57%. Hal ini menegaskan perlunya intervensi efektif yang dapat diterapkan secara sederhana. Salah satu metode non-farmakologis yang potensial adalah terapi tertawa, karena mampu menstimulasi pelepasan endorfin, menekan kadar kortisol, serta memperbaiki suasana hati. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi tertawa terhadap kejadian postpartum blues pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Soko. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 16 responden yang dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori ringan hingga sedang. Setelah terapi, terjadi penurunan skor EPDS secara signifikan, dengan nilai uji Wilcoxon p = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa terapi tertawa efektif menurunkan postpartum blues dan dapat diimplementasikan bidan sebagai intervensi sederhana, murah, serta aman dalam pelayanan kebidanan. Kata kunci : Terapi Tertawa, Postpartum blues, Ibu Nifas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI MASA MENOPAUSE Erda Restya Agustin; Anik Nuridayanti; Neta Ayu Andera; Lailaturohmah Lailaturohmah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7538

Abstract

Abstrak  Masa menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang ditandai dengan berhentinya menstruasi. Transisi ini seringkali disertai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis. Kesiapan perempuan dalam menghadapi masa menopause sangat krusial untuk memastikan kualitas hidup yang baik. Penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan ini terus berkembang, mencakup aspek pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan perempuan pra-menopause dalam menghadapi masa menopause di RT 4 Desa Ngadiluwih Kediri. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 32 perempuan berusia 40-55 tahun yang belum menopause atau dalam fase pra-menopause dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan statistik uji chi-square.Berdasarkan hasil uji Chi-Square pada ketiga variabel independen, yaitu pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan kesiapan menghadapi menopause (p > 0,05). Meskipun demikian, secara deskriptif ketiga variabel tersebut menunjukkan kecenderungan positif terhadap kesiapan menghadapi menopause, sehingga tetap memiliki peran penting dalam aspek edukatif dan psikososial.. Kata kunci: Perempuan, menopause, kesiapan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) TERHADAP  SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) Neta Ayu Andera; Erda Restiya Agustin; Lailaturohmah Lailaturohmah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7539

Abstract

Abstrak Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) merupakan salah satu gangguan endokrin yang cukup sering terjadi pada wanita usia subur (WUS), dengan prevalensi sekitar 6–10%, dan kerap tidak terdiagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh  pendidikan kesehatan reproduksi mengenai PCOS terhadap sikap wanita subur. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan  rancangan one group  pretest-postest. Populasi  penelitian ini adalah Wanita Usia Subur yang berjumllah 20  WUS. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon signed Rank Test.. Hasil ujii setelah diberikan intervensi  pendidikan kesehatan tentang Polycystic ovary syndrome  menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan  tentang PCOS terhadap sikap WUS  (P-value =0,000<a =0,05). Pendiidkan kesehatan  terbukti mampu meningkatkan sikap WUS  terhadap pentingnya informasi mengenai PCOS.   Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap , Wanita Usia Subur.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG MENARCH PADA SISWA PEREMPUAN Putri Retno Wijaya; Mega Revangga Putra
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7541

Abstract

Abstrak Menarche atau Menstruasi pertama kali biasanya dialami oleh perempuan sekitar usia 10 tahun, namun bisa juga lebih dini atau lebih lambat. Menstruasi menandakan bahwa seorang perempuan sudah mampu untuk menghasilkan keturunan dan tentunya hal ini sangat diharapkan oleh semua perempuan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang Menarche pada Siswi kelas 5 dan 6 di SD Negri 2 Campurejo Kecamatan Mojoroto. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan teknik Total Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 34 responden. Dengan instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 34 responden didapatkan Gambaran Pengetahuan Tentang Menarche Pada Siswi Kelas 5 dan 6 di SD Negri 2 Campurejo Kecamatan Mojoroto memiliki kriteria baik sebanyak 19 responden (55,8%). Pengetahuan tentang Menarche sangat penting untuk anak atau siswi yang berusia sekitar 10 sampai 12 tahun agar disaat menghadapi menstruasi untuk pertama kalinya tidak akan mengalami kecemasan, kekawatiran dan ketakutan.   Kata kunci : Menarche, Menstruasi, Pengetahuan, Siswi SD
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI JASMINE TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID REMAJA PUTRI Khofidhotur Rofiah; Betanuari Sabda Nirwana; Erike Yunicha Viridula; Mayasari Putri Ardela; Ida Tri Wahyuni
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7542

Abstract

Abstrak Nyeri haid atau dismenorea yang terjadi pada remaja dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan dalam penelitian mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi jasmine pada intensitas nyeri haid Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan the one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menerapkan kriteria sebanyak 32 responden. Pengumpulan data dengan pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (62,5%) dan sebagian besar responden tidak mengalami nyeri sebanyak 22 responden (68,75%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (62,5%) sebelum pemberian aromaterapi jasmine dan sebagian besar responden tidak mengalami nyeri sebanyak 22 responden (68,75%) setelah pemberian aromaterapi jasmine. Negative rank menunjukkan bahwa dari 32 responden, 30 responden mengalami penurunan tingkat nyeri haid, ties menunjukkan 2 responden tidak mengalami penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian aromaterapi jasmine. Hasil uji Wilcoxon diperoleh hasil p-value = 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan aromaterapi jasmine efektif untuk menurunkan intensitas nyeri haid Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri Tahun 2026.   Kata Kunci: Aromaterapi Jasmine, Disminorea, Remaja Putri
PENGARUH PEMBERIAN JUS KURMA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Ida Tri Wahyuni; Fauzia Laili; Darmining Darmining; Siti Hajrianti; Desvina Ariani
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7543

Abstract

Abstrak Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah dengan mengonsumsi jus kurma yang kaya zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di Pondok Pesantren Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di Pondok Pesantren Kota Kediri dengan sampel sebanyak 16 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan Hb meter (Easy Touch) sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 14 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian jus kurma sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin <12 gr/dl yaitu sebanyak 14 responden (87,5%). Setelah diberikan jus kurma, sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal ≥12 gr/dl yaitu 13 responden (81,3%). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pemberian jus kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian jus kurma efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri sehingga dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis dalam pencegahan anemia. Kata Kunci: Anemia, hemoglobin, remaja putri, jus kurma, zat besi
PENGARUH PENYULUHAN SKRINING PRANIKAH DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SKRINING PRANIKAH Alfika Awatiszahro; Betanuari Sabda Nirwana; Khofidhotur Rofiah; Dessy Lutfiasari; Huda Rohmawati; Rahma Kusuma Dewi; Sri Inti; Nara Lintan Mega Puspita
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7544

Abstract

Abstrak   Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan angka yang tinggi, di mana sekitar 81% remaja perempuan dan 84% remaja laki-laki mengaku pernah berpacaran. Akibat pacarana akan meningkatkan resiko pernikahan dini. Tahun 2023 angka dispensasi nikah di kabupaten Kediri ada 429 anak yang rata-rata disebabkan oleh kehamilan di luar nikah. Data pernikahan dini di Indonesia menunjukkan tren penurunan secara nasional menjadi 5,9% pada 2024, namun masih tergolong tinggi dengan Indonesia berada di peringkat ke-4 di dunia menurut data UNICEF 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan dengan media video terkait dengan skrining pranikah guna mempersiapkan remaja dalam pernikahan sehingga tidak melakukan tindakan yang membahayakan dan merugikan kesehatan remaja. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Ngasem Kabupaten kediri. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dan didapatakan jumlah responden 35. Responden dilakukan pretes dengan menggunakan kuesioner kemudian diberi penyuluhan menggunakan media video skrining pranikah kemudian dilakukan posttest. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon karena data berdistribuso tidak normal. Hasil uji statistic diadaptkan p value 0.000 lebih kecil dari 0.05 artinya ada pengaruh media penyuluahan video terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penyuluhan media video tehadap peningkatan pengetahuan remaja tentang skrining pranikah. Video ini dapat digunakan untuk memberikan edukasi terhadap remaja secara lebih luas agar mereka terhindar dari perilaku yang membahayakan kesehatan seperti pacarana yang tidak sehat, seks pranikah hingga pernikahan dini.   Kata kunci : remaja, skrining pranikah, penyuluhan , video  
PENGARUH PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU NIFAS DAN MENYUSUI OLEH KADER KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN STUNTING Anna Septina Andarini; Dwi Margareta Andini
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7546

Abstract

Abstrak Di Indonesia stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama,  dapat dikondisikan sebagai gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dan praktik perawatan yang tepat selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemberdayaan kelompok ibu nifas dan menyusui oleh kader kesehatan merupakan strategi intervensi yang dinilai efektif di tingkat komunitas. Penelitian mempunyai tujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi pemberdayaan kelompok ibu nifas dan menyusui oleh kader kesehatan terhadap tingkat pengetahuan mereka mengenai stunting. Penelitian yang digunakan desain quasi-experimentl dengan pendekatan  pre test dan post test pada kelompok intervensi tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah 30 ibu nifas dan menyusui di wilayah Posyandu Desa Tulungrejo. Intervensi berupa serangkaian kegiatan penyuluhan, demonstrasi gizi, dan diskusi kelompok yang dilakukan oleh kader terlatih selama empat minggu. Data pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-test dengan tingkat signifikansi 0,005. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pengetahuan ibu setelah intervensi pemberdayaan (rata-rata skor pre-test: 65,5; rata-rata skor post test: 85,2; p-value < 0,001). Sebagian besar responden mengalami peningkatan pengrtahuan dari ketegori cukup menjadi tinggi. Pemberdayaan kelompok ibu nifas dan menyusui oleh kader kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang stunting dan pencegahannya. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya nasional percepatan penurunan stunting   Kata Kunci: Pemberdayaan Ibu, Kader Kesehatan, Pengetahuan, Stunting, Ibu Nifas dan Menyusui