cover
Contact Name
Galuh Pradian Y
Contact Email
jubitar.fik@unik-kediri.ac.id
Phone
+628113033977
Journal Mail Official
galuhpradian@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
http://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jubitar/index
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bidan Pintar (JuBiTar)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27213536     EISSN : 27213544     DOI : 10.30737/jubitar.v1i1.746
Jurnal Bidan Pintar adalah jurnal yang dipublikasikan oleh prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri. Publikasi jurnal kebidanan yang memuat tulisan ilmiah hasil- hasil penelitian maupun kajian kesehatan di bidang ilmu kebidanan. Malalui wahana ini peneliti dan praktisi dalam bidang kebidanan dapat membagikan ilmu yang kuasi dan didapatkan dari hasil penelitian. Yang meliputi : Kesehatan Ibu - Kehamilan - Persalinan - Nifas Kesehatan Anak (Neonatus, Nayi, Anak dibawah 5 tahun) Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi - Kesehatan Reproduksi Remaja - Masa antara dan masa pra konsepsi - Kesehatan pra menopause - Wanita usia subur
Articles 151 Documents
PENGEMBANGAN SKOR RISIKO KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL BERBASIS ANC Suginah Suginah; Yudied Agung Mirasa; Eko Winarti
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7457

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan skor risiko Kurang Energi Kronik pada ibu hamil berbasis data antenatal care sebagai alat skrining praktis di layanan primer. Penelitian menggunakan desain analitik potong lintang berbasis data sekunder dengan total sampling seluruh ibu hamil yang memiliki catatan pemeriksaan lengkap, kemudian dilakukan pemodelan prediksi untuk menyusun skor dan mengevaluasi kemanfaatannya sebagai alat klasifikasi risiko. Hasil menunjukkan skor risiko dapat dibentuk dari kombinasi faktor maternal yang tersedia pada pencatatan rutin, sehingga mampu membedakan kelompok ibu hamil berisiko dan tidak berisiko secara lebih terarah dibanding penilaian tunggal. Skor yang dihasilkan juga menunjukkan kinerja skrining yang memadai untuk kebutuhan layanan, sehingga dapat membantu petugas menentukan prioritas edukasi gizi, pemantauan status gizi, dan tindak lanjut pada ibu dengan risiko lebih tinggi. Temuan ini penting karena penapisan risiko yang terstandardisasi berbasis data antenatal care memungkinkan deteksi lebih dini dan pengambilan keputusan yang lebih konsisten, terutama pada fasilitas dengan sumber daya terbatas. Kesimpulannya, skor risiko yang dikembangkan berpotensi menjadi alat bantu keputusan sederhana untuk memperkuat pencegahan Kurang Energi Kronik pada ibu hamil melalui penajaman sasaran intervensi, peningkatan kualitas pemantauan, dan optimalisasi tindak lanjut dalam pelayanan antenatal care. Kata kunci: Kurang Energi Kronik; ibu hamil; antenatal care; skor risiko; skrining gizi
ANALISIS PERAN KADER POSYANDU KESEHATAN DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING Linros Tanu; Kristina E.T Labho; Hendrika Ika; Dafrosa Luni
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7465

Abstract

Abstrak Stunting di Indonesia adalah masalah yang serius dan membutuhkan kerja sama dari berbagai sektor. Stunting menjadi isu utama terkait gizi buruk pada anak-anak di negara ini. Stunting terjadi karena kurangnya asupan nutrisi yang terus-menerus selama seribu hari pertama kehidupan anak, saat yang sangat penting dan biasanya sering mengalami penyakit, sehingga menunjukkan bahwa tinggi badan anak tidak sesuai standar. Dari hasil survei kesehatan di Indonesia (SKI) tahun 2023, angka stunting di Indonesia adalah 21,5%. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, angka stunting mencapai 37,9%. Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki angka stunting tertinggi di Nusa Tenggara Timur. Upaya yang dilakukan antara lain dengan memperkuat peran kader kesehatan di posyandu. Tujuan dari studi ini adalah untuk meneliti peran kader kesehatan di posyandu dalam upaya mencegah stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan literatur dengan mengumpulkan informasi dari artikel ilmiah. Peran kader dalam upaya pencegahan stunting dimulai sebelum, selama, dan setelah posyandu berlangsung. Sebelum posyandu, kader bertugas memberi informasi mengenai jadwal pelaksanaan posyandu, mempersiapkan tempat dan perlengkapan. Di meja kedua, kader melakukan pengukuran antropometri, lalu dilanjutkan di meja ketiga untuk mencatat hasil pengukuran di KMS pada buku KIA dan buku register posyandu. Di meja keempat, kader memberikan penyuluhan serta konseling terkait gizi seimbang. Di meja kelima, kader memberikan makanan tambahan dan mendistribusikan vitamin A.   Kata Kunci: stunting, kader, Posyandu
FAKTOR-FAKTOR PENENTU DIARE PADA ANAK BALITA DI INDONESIA: BERDASARKAN BUKTI DARI SURVEI DEMOGRAFI KESEHATAN Ade Saputra Nasution; Yayuk Sri Rahayu; Galuh Pradian Yanuaringsih
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7466

Abstract

Abstrak Diare tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, karena angka kesakitan dan kematiannya yang tinggi. Tingginya kejadian diare disebabkan oleh faktor sosiodemografis, lingkungan, dan perilaku, salah satunya adalah jenis kelamin, usia balita, sumber air minum, jenis jamban, dan pemberian larutan rehidrasi oral (ORS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak di bawah lima tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (PJS). Jumlah sampel yang diperoleh adalah 1237 anak di bawah lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ORS mempengaruhi kejadian diare (AOR = 12,243; 95% CI = 2,752 – 54,477). ORS diberikan untuk mengganti elektrolit dan cairan dalam tubuh yang keluar saat diare. Disarankan bagi orang tua balita untuk lebih memperhatikan kebersihan peralatan makan yang digunakan balita dan lingkungan yang sesuai untuk aktivitas balita.   Kata kunci: Diare, IDHS, Balita, Di bawah lima tahun
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITAK MEIRNA EKA FITRIASNANI; Fithri Rif'atul Himmah; Mayasari Putri Ardela; Rahma Kusuma Dewi
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7467

Abstract

Abstrak Stunting   adalah   masalah   tumbuh   kembang   anak   yang  ditandai   dengan tinggi badan anak yang tidak bertambah  signifikan sesuai dengan usianya. Menurut   data   survey   Status   Gizi   Balita   Indonesia    (SSGBI)   di   tahun   2021 prevalensi  stunting  di Kabupaten  Tuban  masih  berada  pada  angka  25,1 % . (Dinkes  Kabupaten  Tuban,  2021). Tujuan: Menganalisis Hubungan Riwayat Status   Gizi   lbu    Hamil dengan  Kejadian  Stunting pada Balita  di Wilayah  Kerja  Puskesmas Bancar. Metode: Penelititan      ini     menggunakan      metode      analitik      retrospektif     yang menggunakan   data  primer  dan  sekunder.   Populasi  dalam  penelitian   ini  adalah semua  balita  di  wilayah  kerja  Puskesmas   Bancar  dengan  jumlah   sampel  yang digunakan  sebesar   149  responden.  Dengan  tekhnik  pengambilan   sampel  secara simple random sampling.  Variable  yang diukur adalh riwayat  status gizi ibu hamil dengan kejadian  stunting pada balita dengan menggunakan uji analitik  chi square. Hasil: Hasil  uji statistic  chi square nilai kemaknaan  p  :     0,000  dengan  taraf signifikan  p = < α  (α =0,005)  dapat  disimpulkan  bahwa  hasil penelitian  tersebut  menunjukkan terdapat hubungan  antara riwayat  status gizi ibu hamil dengan kejadian  stunting pada balita di wilayah kerja Puskesms  Bancar  Kabupaten  Tuban Tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat  status gizi ibu hamil dengan kejadian  stunting pada balita di wilayah kerja Puskesms  Bancar  Kabupaten  Tuban. Kata kunci : Stunting ; Status Gizi Ibu Hamil ; Balita
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER (2-3 TAHUN) Huda Rohmawati; Weni Tri Purnani; Darmining Darmining
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7471

Abstract

Abstrak Anak usia 2-3 tahun umumnya masih sering kencing bila tidur atau berak di celana sehingga pada pengasuhan perlu diajarkan toilet training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kemampuan toilet training anak. Penelitian ini termasuk penelitian analitik kuantitatif. Sampel sebanyak 38 responden, menggunakan tehnik total populasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden pola asuhnya termasuk kategori demokratis yaitu sebanyak 25 responden (65,8%), sebagian besar responden kemampuan toilet trainingnya termasuk aktif yaitu sebanyak 12 responden (65,8%). Hasil uji statistic menggunakan korelasi Spearman Rank didapatkan p value = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima sehingga ada hubungan antara pola asuh dengan kemampuan toilet training pada anak usia toddler (2-3 tahun). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola asuh yang tepat diperlukan untuk menunjang kemampuan toilet training. Diharapkan agar ibu memilih pola asuh demokratis terhadap anak mengingat pola asuh ini paling berpengaruh terhadap kemampuan toilet training.   Kata kunci : Pola Asuh, Kemampuan Toilet Training, Anak Usia Toddler (2-3 Tahun)
PENGARUH YOGA PADA IBU POSTPARTUM TERHADAP KUALITAS HIDUP Erna Rahmawati
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7478

Abstract

Abstrak Umumnya ibu postpartum akan mengalami adaptasi baik secara fisiologis maupun psikologis yang bisa mengubah kualitas hidup serta mempengaruhi kondisi psikologis ibu postpartum.Hal itu dipengaruhi oleh perubahan jasmaniz,peran baru dan tanggung jawab sebagai orang tua baru.Slah satu terapi yang tepat digunakan pada ibu postpartum untuk mengatasi ketidaknyamanan dan menaikkan kmakmuran baik secara jasmani maupun pisikologis maka kegiatan yoga postparum ini baik dilakukan. Penelitian ini mempunyai arah untuk melihat apakah ada pengaruh melakukan yoga pada ibu postpartum dengan kualitas hidup di PMB Ririt.Pada Penelitian ini menggunakan teknik quasy-eksperimental  dengan  rancangan  pretest-posttest  control  group  design.Sample pada penelitian ini sebanyak 30 ibu postpartum yang dibagi menjadi due kelompok perlakukan da kelopok yang tidak mendapatkan pelakukan.Dependen T-test dilakukanpada analisa data dengan nilai signifikan α < 0,05. Dari penelitian ini diperoleh hasil ibu postpartum yang melaksanakan yoga kualitas hidupnya mengalami peningkatan jka dibandingkan dengan kelompok ibu postpartum yang tidak melakukan yoga.   Kata kunci : Yoga,Kualitas hidup,ibu postpartum.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN REFLEK SUCKING PADA BAYI BARU LAHIR Eko Sri Wulaningtyas; Dhewi Nurahmawati; Pingkan Listia Putri
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7491

Abstract

Abstrak Kemampuan sucking pada bayi sangat dipengaruhi oleh usia gestasi dan berat badan lahir, bayi yang lahir premature cenderung memiliki refleks yang belum optimal. Gangguan pada refleks sucking dihari pertama kehidupan dapat mempengaruhi kemampuan menghisap sejak dini dan menghambat asupan nutrisi yang diterima oleh bayi secara langsung.Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara berat badan lahir dengan reflek sucking pada bayi baru lahir. Metode penelitian dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 100 bayi baru lahir. Data dikumpulkan dengan menggunakan checklist dan dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square.Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan reflek sucking pada bayi baru lahir. Diharapkan dengan hasil ini maka perawatan ibu hamil lebih diperhatikan terutama dalam pemantauan Berat badan didalam kandungan serta pemenuhan nutrisi Kata kunci : Bayi baru lahir, berat badan, Reeflek sucking
HUBUNGAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PROLONGED FASE LATEN Siti Alisa Maulidiyah; Eko Sri Wulaningtyas; Dhewi Nurahmawati
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7492

Abstract

Abstrak Paritas merupakan salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kemajuan persalinan, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas ibu bersalin dengan kejadian prolonged fase laten di RS Tk IV DKT Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan retrospektif melalui data rekam medis. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2025-Juni 2025 dengan teknik total sampling sebanyak 151 ibu bersalin tahun 2024. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan sebagian besar ibu berusia 20–30 tahun (70,86%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (42,38%). Distribusi paritas menunjukkan nulipara 53 responden (37,10%), primipara 49 responden (31,45%), dan multipara 49 responden (31,45%). Kejadian prolonged fase laten ditemukan pada 48 responden (31,78%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,931 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu bersalin dengan kejadian prolonged fase laten. Kesimpulan: Paritas ibu bersalin tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian prolonged fase laten. Kondisi tersebut dapat terjadi pada semua kelompok paritas dan kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kekuatan kontraksi uterus, kondisi serviks, faktor janin, serta kondisi psikologis ibu.   Kata kunci : paritas, persalinan, prolonged fase laten, ibu bersalin.  
LITERATURE RIVIEW: PERAWATAN LUKAPERINEUM PADA IBU NIFAS Mulazimah Mulazimah; Entin Srihadi Yanti; Ardina Rezky Noeraini; Nabila Delya Putri
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7493

Abstract

Abstrak Masa nifas merupakan periode kritis yang ditandai dengan perubahan fisiologis dan psikologis ibu, salah satunya terkait proses penyembuhan luka perineum. Di Indonesia, sekitar 66–85% ibu yang melahirkan pervaginam mengalami robekan perineum, baik akibat episiotomi maupun robekan spontan (Yuliyantika & Heryanto, 2025). Luka yang tidak dirawat optimal berisiko menimbulkan nyeri berkepanjangan, infeksi, gangguan aktivitas, hingga menurunkan kualitas hidup ibu (Herlina et al., 2023). Penelitian ini bertujuan meninjau efektivitas berbagai metode perawatan luka perineum pada ibu nifas berdasarkan hasil penelitian terkini. Penelitian menggunakan desain literature review dengan menelaah artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2014–2024 melalui database PubMed, Science Direct, Google Scholar, dan Portal Garuda. Kriteria inklusi mencakup penelitian eksperimental atau quasi-eksperimental yang membandingkan minimal dua metode perawatan luka perineum dan melaporkan luaran penyembuhan luka, tingkat nyeri, atau risiko infeksi, sedangkan artikel review, editorial, dan laporan kasus dieksklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa intervensi tradisional berbasis herbal seperti daun sirih, binahong, bunga telang, dan madu terbukti mempercepat regenerasi jaringan melalui efek antiinflamasi dan antibakteri (Gusnimar et al., 2021; Dewi, 2024), sementara metode modern seperti perawatan luka bersih dan kering, penggunaan antiseptik, serta teknik moist wound healing efektif menurunkan risiko infeksi (Rohmawati, 2023). Asupan nutrisi tinggi protein, misalnya ikan gabus dan putih telur, juga mempercepat penyembuhan melalui stimulasi pembentukan kolagen (Yuliana & Fauziah, 2021). Dengan demikian, perawatan luka perineum membutuhkan pendekatan komprehensif yang memadukan metode tradisional berbasis bukti dengan praktik modern untuk mempercepat pemulihan, mengurangi risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup ibu nifas. Kata kunci : Perawatan, Luka Perinium, Ibu Nifas
EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN IBU MELALUI EDUKASI GIZI DALAM PENCEGAHAN STUNTING BADUTA Novita Tri Rahayu; Avin Alvani Tresna Ambari; Aditya Nugraha
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7511

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronik yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Ibu sebagai pengasuh utama memegang peran kunci dalam pemenuhan gizi baduta selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Hasil studi pendahuluan di Desa Cintaraja menunjukkan 60% ibu baduta memiliki pengetahuan gizi yang kurang dan 52% belum menerapkan praktik pemberian makan sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan menggambarkan efektivitas pemberdayaan ibu melalui edukasi gizi terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan stunting pada baduta di Desa Cintaraja. Desain penelitian menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test yang dilaksanakan pada November 2025. Sebanyak 25 ibu yang memiliki baduta usia 0–23 bulan.  Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan kriteria inklusi ibu yang mengikuti program edukasi gizi di posyandu Desa Cintaraja. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan skor pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi gizi (α = 0,05). Terdapat peningkatan bermakna pada skor pengetahuan ibu (pre: 52,4 ± 9,1 → post: 79,6 ± 7,3) dan skor sikap (pre: 60,8 ± 8,4, post: 82,3 ± 6,7). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 pada pengetahuan dan p = 0,001 pada sikap, keduanya signifikan (p < 0,05). Praktik pemberian makan yang sesuai meningkat dari 40% menjadi 72%.  Pemberdayaan ibu melalui edukasi gizi terbukti efektif meningkatkan kapasitas ibu dalam pencegahan stunting baduta di Desa Cintaraja. Edukasi gizi terstruktur perlu diintegrasikan ke dalam kegiatan posyandu rutin dan kader kesehatan perlu dilatih sebagai fasilitator gizi di tingkat desa.   Kata kunci: pemberdayaan ibu, edukasi gizi, stunting, baduta, pencegahan