Al-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan
Fokus Jurnal AL-MAIYYAH adalah mengintegrasikan isu-isu gender ke berbagai kalangan, khusususnya bagi pihak-pihak yang konsern dalam mengkaji, meneliti dan melakukan gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan pada berbagai dimensi kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan. Sub tema yang terkait dengan gender dalam isu agama, pendidikan, hukum, politik, psikologi, sosiologi, sejarah, budaya dan bahasa.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH"
:
14 Documents
clear
THE POWER OF EMAK-EMAK: PEREMPUAN DALAM PUSARAN KAMPANYE POLITIK PEMILIHAN PRESIDEN 2019
Mahyuddin, Mahyuddin;
Mustary, Emilia;
Nisar, Nisar
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (628.539 KB)
|
DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.688
Penelitian ini menggambarkan militansi yang ditunjukkan perempuan dalam pemilihan presiden 2019 di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi salah satu bentuk dari partisipasi politik perempuan dalam pemilihan presiden 2019. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah analisa wacana kritis (Critical Discourse of Analysis-CDA) dalam konstruksi slogan the power of emak-emak. Penulis mengeksplorasi rangkaian tindakan politik kelompok ibu-ibu yang terampil memproduksi teks lagu unik dan kampanye politik menarik sebagai perwujudan dukungan kepada salah satu calon presiden. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam prosesi demokrasi tahun 2019 kian terlihat nyata dengan melibatkan diri dalam kampanye kreatif bersama, melakukan kontrol bagi jalannya pemerintahan, serta menyuarakan kemerdekaan kaum perempuan dalam memilih pemimpin. Serangkain aktivitas politik tersebut satu sisi merupakan wujud fase kematangan berdemokrasi, namun di sisi lain suara kaum perempuan tersebut tidak bisa lepas dari kepentingan kekuasaan kelompok oposisi.
AURAT DAN PAKAIAN PEREMPUAN
Mukhtar S., Muhammad;
Mardia, Mardia
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.195 KB)
|
DOI: 10.35905/al-maiyyah.v12i2.690
Isu aurat dan pakaian adalah masalah kontekstual-historis. Ini berarti bahwa batas aurat dan bagaimana tatacara berpakaian adalah masalah budaya lokal. Perkembangan budaya juga mempengaruhi konsepsi nilai dalam tindakan dan pola interaksi masing-masing anggota masyarakat. Berbagai masalah justru bermunculan di masyarakat yang memunculkan opini pro dan kontra terkait dengan masalah alat aurat dan pakaian wanita, khususnya masalah pembatasan aurat pada wanita dan hukum untuk menutupnya, kriteria pakaian atau pakaian yang digunakan untuk menutupinya. Terkait dengan aurat dan pakaian perempuan terdapat beberapa ketentuan, yaitu, pertama, seorang perempuan tidak boleh menampakkan auratnya (aurat besar) kecuali di hadapan suaminya; kedua,batasan minimal pakaian perempuan yang berlaku secara umum adalah menutup aurat bagian atas (al-juyub al-?ulwiyyah), yaitu daerah payudara dan bawah ketiak, dan menutup aurat bagian bawah (al-juyub as-sufliyah), bentuk berpakaian semacam ini bukan yang harus diperlakukan dalam melakukan interaksi sosial dalam masyarakat, tetapi dituntut untuk berpakaian sopan sesuai dengan etika, moral, dan adat masyarakat setempat; ketiga, Alqur?an dan sunnah secara pasti melarang segala aktivitas baik pasif maupun aktif yang dilakukan seseorang bila diduga dapat menimbulkan ransangan birahi kepada lawan jenisnya. Keempat, QS. An-Nur ayat 31 dan QS. Al-Ahzab ayat 59 merupakan tuntunan etika dan moral dalam berpakaian bagi perempuan agar mereka terhindar dari gangguan sosial ketika mereka keluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya.
ANALISIS PERBEDAAN RATA-RATA INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER DI JAWA TIMUR
Khaerun Nisa
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.52 KB)
|
DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.691
Tulisan ini mengkaji mengenai uji perbedaan rata-rata indeks pemberdayaan gender pada Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Timur periode tahun 2010-2015. Penelitian ini bertujuan untuk dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah terkait di Provinsi Jawa Timur untuk mendeteksi Kota/Kabupaten yang memiliki nilai indeks pemberdayaan gender yang rendah dan mengidentifikasi indikator-indikator pembentuk yang menjadi penyebab rendahnya nilai indeks pemberdayaan gender di daerah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan indeks pemberdayaan gender pada Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Timur periode tahun 2010-2015 mengalami perbaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pencapaian peran wanita dalam politik dan ekonomi serta dalam pengambilan keputusan semakin membaik dari waktu kewaktu. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa kesenjangan antara penduduk laki-laki dan perempuan bahwa masih terjadi pada Kota/Kabupaten di JawaTimur.
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA AL-FITYAN SCHOOL GOWA DITINJAU DARI GENDER
Aras, Andi;
Arifin, Sartika;
Zahrawati B, Fawziah
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (685.555 KB)
|
DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.695
Pemecahan masalah adalah tingkatan berpikir tertinggi yang dibutuhkan siswa dalam belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari perspektif gender. Subjek penelitian terdiri dari empat siswa SMAIT Al-Fityan School Gowa kelas X pada tahun pelajaran 2018/2019, yang terdiri dua siswa laki-laki dan dua siswa perempuan. Tahap penelitian dimulai dengan pemilihan subjek penelitian yang ditentukan berdasarkan tes kemampuan pemecahan masalah yang setara. Setelah pemilihan subjek, selanjutnya pemberian tugas pemecahan masalah, persamaan kuadrat, dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dengan wawancara dua kali yaitu memberi tes kepada siswa yang berbeda tetapi memiliki kemampuan yang sama dan jenis kelamin yang sama sehingga menghasilkan data yang konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa laki-laki berdasarkan langka Polya: 1) memahami masalah, 2) perencanaan penyelesaian, 3) menyelesaikan masalah, dan 4) melihat kembali jawaban.
BUDAYA PATRIARKI DAN AKSES PEREMPUAN DALAM PENDIDIKAN
Nursaptini, Nursaptini;
Sobri, Muhammad;
Sutisna, Deni;
Syazali, Muhammad;
Widodo, Arif
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.314 KB)
|
DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.698
Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan budaya patriarki dan akses perempuan dalam pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka yang berasal dari berbagai sumber seperti dari buku, jurnal, laporan dan data dari Badan Pusat Statistik. Hasil kajian ini adalah budaya patriarki sudah melekat dalam masyarakat yang menganggap bahwa yang harus mendapatkan pendidikan yang utama adalah anak laki-laki. Hal ini menyebabkan akses perempuan untuk mengenyam pendidikan terhambat karena masalah kultur yang ada dalam masyarakat. Keadaan ini dapat dilihat berdasarkan data persentase melek huruf untuk perempuan berjumlah 83,42 sedangkan laki-laki 91,86. Data ini juga didukung data Index Pembangunan Manusia laki-laki mencapai 75,43 sementara Index Pembangunan Manusia perempuan sebesar 68,63. Data ini menunjukkan tingkat pendidikan perempuan terutama pada pendidikan tinggi rendah. Realitas ini tentunya bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional yang tidak membedakan akses pendidikan berdasarkan jenis kelamin semuanya berhak mendapatkan pendidikan.
THE BASIC PRINCIPLE OF THE MAN TO ISLAMIC VIEW
Musyarif, Musyarif;
Ahdar, Ahdar
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (502.079 KB)
|
DOI: 10.35905/al-maiyyah.v12i2.699
The concept of man according to the Qur'an is understood by paying attention to the words that each man is pointing at the meaning of Bechar, insane, and al - nas. God used the concept of Bechar in the Qur'an 37 times, the concept of Bechar is always connected to the biological properties of human origin such as clay or dry plate, the human eating and drinking, Bechar is just a creature being) static like animals. The word insan is mentioned in the Qur'an as much as 65 times. The concept of insane is always connected to the insane concept of psychological or spiritual nature of man as a creature who thinks, bear the mandate and given knowledge ( al - Ahzab : 72 ), human beings are becoming (becoming) and continues to move forward towards perfection. Said Al - Nas called 240 times, the concept of al - Nas refer to all human beings are social or collective.
KARAKTERISTIK IBU DAN POLA ASUH PRAKTEK PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK USIA BAWAH DUA TAHUN
Nurlan, Fausiah;
Atika, Nur;
Ulfia, Wiwik
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (574.006 KB)
|
DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.700
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan antara karateristik responden terhadap praktek pemberian makanan anak usia bawah dua tahun pada wilayah kerja Puskesmas Binamu Kec. Binamu Kab. Jeneponto. Penelitian ini merupakan studi potong lintang dengan penarikan sampel secara random sederhana. Sampel adalah ibu anak usia bawah dua tahun berjumlah 136 ibu. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung kepada responden. Uji hipotesis yang dilakukan menggunkan uji statistic Chi Square, dengan ?= 0,05 dan koefisien ? (phi). Hasi penelitian diketahui karateristik pendidikan ibu (p=0,030) dan pendapatan rumah tangga (p=0,002) berhubungan dengan praktek pemberian makanan pada anak usia bawah dua tahun. Sementara itu tidak ditemukan keterkaitan pekerjaan ibu (p=0.514) dan jumlah anggota keluarga (p=0,692)terhadap praktek pemberan makanan anak usia bawah dua tahun. Disarankan agar meningkatkan penyuluhan tentang praktek pemberian makan yang benar pada anak khususnya pada jumlah dan frekuensi makanan yang diberikan, selain itu informasi gizi yang diberikan tidak hanya pada ibu tetapi juga pada orang disekitar ibu.
The Power of Emak-Emak: Perempuan dalam Pusaran Kampanye Politik Pemilihan Presiden 2019
Mahyuddin, Mahyuddin;
Mustary, Emilia;
Nisar, Nisar
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.688
This research describe the militancy shown by women in the presidential election at 2019 in Indonesia. This paper aimed to explore women's political participation in presidential elections at 2019. The research approach used Critical Discourse Analysis (CDA) in the construction of the power of emak-emak (motherhood). The author explored a series of political actions by a group of mothers who were skilled at producing unique song texts and interesting political campaigns as an expression of support for one of the candidates. These findings indicated that the role of women in current general election was increasingly apparent by involved joining creative campaigns, controling government policies, and giving voice of women`s independence. One side of the political activities is a form of democratic maturity phase, but on the other hand cannot be separated from the power and authority relation of the opposition groups.
Aurat dan Pakaian Perempuan
Mukhtar S., Muhammad;
Mardia, Mardia
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35905/al-maiyyah.v12i2.690
The issue of nakedness and clothing is a contextual-historical problem. This means that the limits of genitalia and how to dress is a matter of local culture. The development of a culture also influences the conception of values in the actions and interaction patterns of each of its members. Various problems actually arise in society that give rise to pro and contra opinions related to the issue of genitalia and women's clothing, especially the issue of limitation of genitalia on women and the law to close it, clothing or clothing criteria used to cover it. Regarding women's clothing, there are a number of provisions. Firstly, a woman must not reveal her nakedness (large nakedness) except in front of her husband. Secondly, the minimum limitation of women's clothing that generally applies is to close the upper intimate area, namely the breast and underarm area, and cover the lower intimate area. This form of dress is not something that should be treated in social interaction in society, but is demanded to dress in accordance with the ethics, morals, and customs of the community. Thirdly, the Qur'an and Sunnah definitely prohibit all activities, both passive and active, if someone is suspected can cause sexual arousal to the opposite sex. Fourth, QS. An-Nur verses 31 and QS. Al-Ahzab verse 59 is an ethical and moral guidance in dressing for women so that they avoid social disturbances when they leave the house to meet their needs.
Analisis Perbedaan Rata-Rata Indeks Pemberdayaan Gender di Jawa Timur
Khaerun Nisa
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.691
This paper examines the average difference test of the gender empowerment index in the City / Regency in East Java Province in the period 2010-2015. This study aims to be used as a reference for the relevant government in East Java Province to detect cities / regencies that have a low gender empowerment index value and identify forming indicators that are the cause of the low value of the gender empowerment index in the area. The results of this study indicate that the development of the gender empowerment index in the City / Regency in East Java Province in the period 2010-2015 has improved. This indicates that the achievement of the role of women in politics and the economy and in making decisions from time to time is getting better. Although it cannot be denied that there are still gaps between the male and female population in the City / Regency in East Java.