cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 203 Documents
Analisis Regresi Berganda pada Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Burnout Syndrome pada Perawat Jiwa di Yogyakarta Mulyanti, Mulyanti; Abdilah, Yanuar Lutfhi; Fadilah, Tania Yan; Prananda, Laura; Oktaviani, Vegy; Ediyono, Suryo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 1 (2024): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i1.211

Abstract

Jumlah perawat jiwa di Indonesia masih sedikit dan tidak seb&ing dengan peningkatan terjadinya gangguan jiwa yang saat ini terjadi di masyarakat. Tanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan serta adanya tuntutan pekerjaan dapat menjadi stressor sehingga akan menyebabkan terjadinya kejenuhan (burnout syndrome). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya burnout syndrome pada perawat jiwa. Penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan crossectional. Sebanyak 109 perawat jiwa menjadi sampel penelitian. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden penelitian, 35–45 tahun, perempuan, sudah menikah, berpendidikan D3 Keperawatan, masa kerja lebih dari 15 tahun, spiritual well being dalam kategori sedang, beban kerja sedang, dukungan keluarga baik, burnout syndrome kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan persamaan regresi yaitu Y = 60,668 – 0,477X1 + 0,75X2 – 0,345X3 – 0,539X4 – 0,188X5 + e. Pada hasil pengujian asumsi klasik didapatkan data terdistribusi normal, data linear, tidak ada gejala multikolinearitas dan autokorelasi. Urutan variabel yang paling berpengaruh adalah dukungan sosial (-0,539), masa kerja (0,477), beban kerja (-0,345), dukungan keluarga (-0,188), spiritual well being (0,75). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,146 yang artinya variabel independent mampu menjelaskan variabel dependent sejumlah 14,6%, sedangkan 85,4% dipengaruhi oleh faktor lain.
Pemberian Akupresur pada Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III Rini, Sulistyo Dewi Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 1 (2024): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i1.214

Abstract

Bersamaan dengan pertumbuhan rahim selama trimester III, terjadi pergeseran pusat gravitasi ke bagian depan. Nyeri punggung adalah suatu kondisi yang umum terjadi selama masa kehamilan. Teknik akupresur merupakan suatu metode penyembuhan yang melibatkan tekanan, pijatan, dan urutan pada berbagai bagian tubuh dengan tujuan mengaktifkan sirkulasi energi vital, sehingga dapat membantu mengurangi keluhan nyeri pada bagian bawah punggung. Tujuan penelitian mengkaji pengaruh akupresur terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Desain pre eksperimental dengan pre-test dan post-test. Populasi dan sampel sebanyak 32 ibu hamil trimester III di BPM Ny.”F” dan BPM “D” dengan menggunakan total sampling. Hasil sebelum perlakuan hampir seluruhnya responden nyeri sedang 26 responden (81,2%) dan sesudah perlakuan hampir seluruhnya responden nyeri ringan 26 responden (81,2%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ = 0,000 (α = 0,05), artinya teknik akupresur dapat menurunkan tingkat keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian akupresur dapat menurunkan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III karena dapat meningkatkan produksi hormon endorfin dapat menyebabkan sensasi kenyamanan dan menghalangi respon nyeri yang mencapai otak, sehingga mengurangi intensitas nyeri pada punggung.
Efektivitas Hydrotherapy terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Diabetes Melitus Tipe 2 Akut Fauziyah, Ulfatul; Oktaviana, Maulida Nurfazriah; Nuzula, Firdawsyi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 1 (2024): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i1.215

Abstract

Diabetes Mellitus menjadi hambatan metabolisme kronis yang diidentifikasikan bertambahnya glukosa akibat insufisisensi fungsi insulin, hal ini disebabkan oleh defisiensi penerapan insulin oleh Langerhans beta cells kelenjar pankreas kurang tanggapnya sel tubuh terhadap insulin. Hydrotherapy termasuk metode perawatan dan penyembuhan yang hanya minum air putih hangat. Terapi minum air putih hangat dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur selama 7 hari. Penelitian dilakukan secara quasi experiment dengan pendekatan control group design with pre test and post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan kriteria inklusi dan esklusi. Terapi diberikan selama 7 hari. Pengaturan kadar gula darah menggunakan glucometer. Data berdistribusi tidak normal sehingga menggunakan uji Wilcoxon pada analisa bivariat untuk mengetahui efektivitas Hydrotherapy terhadap penurunan gula dalam darah pada Diabetes Mellitus digunakan secara statistic dengan nilai P < 0,05. Hasil uji didapatkan ada pengaruh Hydrotherapy terhadap penurunan kadar gula darah pada Diabetes Mellitus dengan hasil < 0,001. Berdasarkan hasil penelitian terdapat penurunan terhadap kadar gula dengan terapi minum air putih hangat, sehingga minum air hangat bisa diterapkan menjadi salah satu terapi penurunan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus.
Motivasi dan Kepuasan Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Padang Bulan Kota Medan Hasibuan, Indah Doanita; Harahap, Jesi Wanda; Rahmawati, Nurul; Hasibuan, Ira Sri Mawarni; Laoli, Ananda Nurmairani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 1 (2024): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i1.216

Abstract

Motivasi karyawan dan kepuasan kerja merupakan aspek penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Para profesional layanan kesehatan harus melakukan yang terbaik sebagai pemimpin layanan kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dan memastikan kepuasan terhadap pekerjaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi dan kepuasan kerja tenaga medis di Puskesmas Padang Bulan serta mengidentifikasi faktor utama penyebab motivasi dan ketidakpuasan karyawan. Penelitian ini memakai metode pendekatan kualitatif deskriptif dikarenakan tujuan penelitian ini merupakan untuk mendeskripsikan ataupun mendapatkan data ataupun informasi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive, untuk memperoleh data yang diperlukan, maka teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan penelitian motivasi karyawan berada dalam kondisi baik, hal ini disebabkan faktor- faktor yang menjadi motivasi kerja terkait gaji yang sesuai, lingkungan, dan fasilitas yang sudah terpenuhi sehingga meningkatkan motivasi kinerja karyawan di puskesmas Padang Bulan. Sedangkan kepuasan kerja karyawan terdapat pengaruh positif dan signifikan yang disebabkan adanya rasa keharmonisan terhadap sesama karyawan, adanya pengawasan serta adanya peluang kemajuan bagi karyawan yang berkinerja tinggi. Faktor terpenting memotivasi petugas layanan kesehatan adalah kepuasan kebutuhan mereka akan gaji yang memadai, lingkungan kerja yang memadai, dan kondisi kerja yang memadai. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja antara lain hubungan kerja yang harmonis antara karyawan dan timnya, pengawasan yang suportif dan konstruktif dari atasan, serta peluang kemajuan bagi karyawan yang berkinerja tinggi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Umum dengan Pencegahan Luka Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus Amelya, Ferdiana; Sudaryanto, Agus
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 1 (2024): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i1.219

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. International Diabetic Federation (IDF) menyatakan Indonesia menjadi negara yang masuk dalam 5 besar dengan penderita diabetes terbesar, rata-rata usia yang menderita penyakit terebut antara 20-79 tahun. Kurangnya pendidikan kesehatan dan pengetahuan tentang perilaku yang dapat mencegah terjadinya diabetes menjadi salah satu penyebab tingginya penderita diabetes di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan luka diabetik pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan mengambil beberapa artikel menggunakan media online seperti PubMed, Google Schoolar, dan Science Direct, serta metode dalam seleksi artikel berdasar PRISMA. Proses penyortiran menggunakan metode “boolean searching” dengan penambahan kata AND atau OR. Proses pencarian dan seleksi artikel dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris sehingga didapatkan 5 artikel sebagai bahan dalam studi ini dengan 6 tahun (2019-2024) sebagai batasan waktu publikasi. Berdasarkan review, hasil yang didapatkan dari 5 artikel disebutkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan pendidikan kesehatan dengan perilaku pencegahan terjadinya luka diabetik. Pengetahuan seseorang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilakunya, sehingga penyakit dan potensi komplikasinya dapat dicegah atau dihindari.
Analisis Peran Kader Kesehatan terhadap Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Kediri Nurcahyanti, Febrina Dwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 1 (2024): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i1.220

Abstract

Ketidakoptimalnya perkembangan otak dan terhambatnya pertumbuhan pertumbuhan mental maupun motorik merupakan salah satu dampak dari stunting, bukan hanya itu stunting juga dapat meningkatkan resiko terjadinya angka kesakitan maupun kematian bagi balita, oleh sebab itu maka kejadian stunting sangat perlu untuk dicegah, sehingga diperlukan peran pihak yang bisa rutin untuk mendampingi dan mengingatkan ibu balita untuk tindakan pencegah terjadinya stunting, maka dari itu peran seorang kader sangat diperlukan karena kader merupakan pihak pertama yang bersinggungan langsung dengan masyarakat khususnya ibu balita, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran seorang kader kesehatan terhadap upaya pencegahan stunting pada balitanya. penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan google form sebagai instrumennya dan analisis dilakukan dengan uji chi square. Sampel dalam penelitian ini adalah kader kesehatan yang khusus menangani balita yang bekerja di wilayah kerja PKM Kabupaten Kediri sebanyak 114 orang, Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa pendidikan, motivasi, pengetahuan, fasilitas yang dimiliki kader berperan penting terhadap upaya kader kesehatan untuk melakukan pencegahan stunting sedangkan pelatihan tidak berpengariuh terhadap upaya pencegahan stunting.
Hubungan dukungan Teman Sebaya dan Kesehatan Fisik dengan Kualitas Hidup Lansia di UPT Dinas Sosial Glenmore Banyuwangi Haswita, Haswita; Kurniawan, Setyo; Safitri, Nuryani Dian
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 1 (2024): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i1.222

Abstract

Lanjut usia sangat membutuhkan dukungan sosial untuk menunjang kehidupannya, terutama lanjut usia yang tidak hidup bareng bersama keluarga dan berakhir di UPT Dinas sosial. Hal ini tentu saja mengurangi dukungan sosial yang diterima lansia dari anggota keluarganya. Selanjutnya masalah kesehatan fisik dengan perubahan postur tubuh yang dialami lansia dapat menimbulkan masalah sosial dan kesehatan. Kedua faktor tersebut mempengaruhi kualitas hidup bagi lansia dalam menjalankan kehidupannya. Penelitian ini termasuk ke dalam kuantitatif riset, dengan metode analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cros sectional. Jumlah sampel yang digunakan 57 lansia dengan teknik purposive sampling. Instrumen riset menggunakan kuesioner dukungan teman sebaya, kesehatan fisik dan kualitas hidup untuk mengukur kualitas hidup, Analisa data uji statistik chi square. Hasil uji korelasi dukungan teman sebaya dengan kualitas hidup didapatkan bahwa taraf signifikan nilai (p) (2-tailed) sebesar 0.004, artinya ada H0 ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat hubungan yang signifikan. Dan hasil uji korelasi lainnya didapatkan bahwa taraf signifikan nilai (p) (2-tailed) sebesar 0.073, artinya ada H0 diterima dan Ha ditolak maka tidak ada hubungan kesehatan fisik dengan kualitas hidup. Harapannya lansia yang tinggal di dinas sosial dapat berkembang dengan baik dari segi dukungan teman sebaya, kesehatan fisiknya, serta kulitas hidupnya, agar para lansia tetap dalam kondisi yang lebih baik.
Pengaruh Teknik Slow Deep Breathing terhadap Tekanan Darah pada Wanita Menopause di Dusun Malangsari Kalibaru Hurrin, Ulfi; Satiti, Nantiya Pupuh; Oktaviana, Maulida Nurfazriah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 2 (2024): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i2.223

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit yang cukup berbahaya sampai mendapat julukan “Silent Killer” dikarenakan mampu menyerang setiap orang tanpa adanya indikasi yang timbul pada tubuh sehingga menyebabkan badan terasa fit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Menopause sering dihubungkan dengan terjadinya resiko peningkatan tekanan darah serta cardiovascular disease (CVD). Menopause umumnya dialami pada rentang usia 45-55 tahun. Penurunan jumlah estrogen pada wanita menopause mengakibatkan pembuluh atrial mengeras, sehingga beresiko meningkatkan tekanan darah. Salah satu terapi nonfarmakologis pada hipertensi yang bisa dilakukan latihan relaksasi, salah satu jenisnya adalah teknik latihan slow deep breathing. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh teknik slow deep breathing terhadap tekanan darah pada wanita menopause. Metode penelitian pre- experiment design dengan rancangan one group pretest-postest. Jumlah sampel 50 orang dipilih melalui purposive sampling dan instrumen yang digunakan ialah sphygmomanometer, stetoskop, lembar observasi serta SOP slow deep breathing. Analisis data yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Hasil menunjukkan P. Value dari nilai tekanan darah systolic maupun nilai diastolic sebelum serta sesudah perlakuan yakini 0.000, yang mana > 0.05 sehingga, dapat diartikan terdapat pengaruh yang signifikan tehadap tekanan darah wanita menopause sesudah dilakukan teknik slow deep breathing. Kesimpulannya, teknik slow deep breathing dapat mempengaruhi tekanan darah pada wanita menopause. Penelitian lebih lanjut disarankan agar dapat menambahkan kelompok kontrol pada penelitian selanjutnya untuk mengurangi bias.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Sikap Bidan dalam Mengatasi Gangguan Neuromusculoskeletal pada Ibu Hamil Prafitri, Lia Dwi; Ersila, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 2 (2024): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i2.224

Abstract

Gangguan neuromusculoskeletal dapat menimbulkan permasalahan pada ibu hamil seperti kerusakan saraf dan pembuluh darah pada bagian leher, bahu, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan tumit. Apabila gangguan neuromusculoskeletal tidak teratasi dengan baik maka ibu hamil akan mengalami gangguan rasa nyaman yang menyebabkan stress, insomnia, dan gangguan tidur serta permasalahan pada gangguan pernafasan. Sikap bidan sebagai pemberi asuhan kehamilan dalam mengatasi gangguan neuromusculoskeletal sangat penting dalam memberikan kenyamanan dan keamanan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan sikap bidan dalam pencegahan gangguan neuromusculoskeletal pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan jenis penelitian analitik menggunakan pendekatan kuantitatif. Tehnik pengambilan sampel dengan proporsional random sampling sejumlah 100 bidan. Peneliti melakukan wawancara tertutup menggunakan kuesioner dengan google formulir. Analisa data menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan sikap bidan dalam mengatasi gangguan neuromusculoskeletal yaitu status pernikahan (p value 0,002), tempat kerja (p value 0,008), dan motivasi (p value 0,012). Sedangkan faktor status kepegawaian (p value 0,807) dan masa kerja (p value 0,566) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan sikap bidan dalam mengatasi gangguan neuromuscu oskeletal. Kekuatan hubungan dari hasil nilai OR dari yang terbesar adalah motivasi (OR 4,431), tempat kerja (OR 3,821), dan status pernikahan (OR 3,263). Nilai OR terbesar adalah motivasi, sehingga faktor yang paling dominan terhadap sikap bidan dalam mengatasi gangguan neuromusculoskeletal pada ibu hamil adalah motivasi. Bidan diharapkan dapat selalu memberikan sikap yang baik pada saat memberikan asuhan kehamilan sebagai upaya dalam mencegah dan mengatasi gangguan neuromusculoskeletal.
Effectiveness of Slow Deep Breathing Therapy Against Emesis Gravidarum Permatasari, Ineke; Nuraini, Lutfi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 2 (2024): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i2.225

Abstract

Emesis gravidarum is a normal symptom experienced by most pregnant women. This condition is common in early pregnancy, especially in the first week to the third month of pregnancy. The aim of this research is to find out how effective slow deep breathing therapy is for pregnant women with emesis gravidarum, quantitative research using experimental methods, using a quasi research design. experiment with a One Group Pretest-Posttest Design research design, the population in this study were all pregnant women in the Independent Practice Midwives in the Glenmore Region in 2023, totaling 30 respondents, with a classification of respondents based on age who experienced emesis gravidarum, most of whom were 25-33 years old, namely 19 respondents (63.30), most of whom had completed high school, namely 20 respondents (66.70%), most of whom worked as housewives, namely 24 respondents (80.00%). Frequency distribution of levels of nausea and vomiting before implementing slow deep breathing therapy at BPM Puspitarini, A.Md. Keb Glenmore Banyuwangi, namely 16 (53.30%) respondents with mild nausea and vomiting criteria and 14 (46.70%) respondents with nausea criteria moderate vomiting.The pre-test and post-test showed a significant relationship with p value = 0 <0.05 N = 30 It can be concluded that there is an effect of applying slow deep breathing therapy (independent) on pregnant women with emesis gravidarum.