cover
Contact Name
M ALI RUSDI
Contact Email
saojurnal@iainpare.ac.id
Phone
+6285257099481
Journal Mail Official
islamulhaq@iainpare.ac.id
Editorial Address
Kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Insitut Agama Islam Negeri ( IAIN) Parepare --- Jalan Amal Bakti No.8, Soreang Kota Parepare, Sulawesi Selatan 91131
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
ISSN : 19795572     EISSN : 25416480     DOI : https://doi.org/10.35905/kur.
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan is a scientific journal focuses on Islam, Education, Culture and Moslem Societies issues. It was firstly published at 2008 by IAIN Parepare (formerly STAIN Parepare) and available online since 2016. We inviteScholars, Writers, Teachers and Students to publish their original research paper, twice a year, in June and December. Each volume focus on specific theme to meet distinct and relevant topics. Our journal has been accredited by Arjuna Ristekdikti since August 2019 e-ISSN 2541-6480 ISSN 1979-5572
Articles 223 Documents
INOVASI PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Tanwir, Tanwir; Said, Hamdanah
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 11 No 2 (2018): Pendidikan Agama Islam berbasis Teknologi Informasi (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.522 KB) | DOI: 10.35905/kur.v11i2.729

Abstract

The study was aimed to: 1) describing the Islamic Education teachers? performance on SMA in Pare­pare City; 2). describing the Senior Hight School Students? learning outcomes in Pare­pare City; 3). Determining whether or not there was an influence of Islamic Education teachers? performance on the Senioe Hight Schools students? learning outcomes in Parepare City. The result of the study revealed that: 1) the Islamic Education teachers? performance of Senior Hight Schools in Pare­pare City was in good category; 2) the students? learning outcomes of Islamic Education tended to be in good category, 3) there was a significant influence of Islamic Education teachers? performance on the Senior High Schools students? learning outcomes in Parepare City. The study had implication: 1) the Islamic Education teachers realized the importance of a teacher working professionally, having high performance both in learning plan, learning implementation and evaluating the students? learning outcomes, which can lead to the hight achievement of learning outcomes as well, 2) there was a concrete evidence of the implementation of education and learning practices in Senior High Schools which was necessary to be constantly improved.
COPPO LALABATA TANETE: PERSPEKTIF BUMI HAK MILIK TRADISIONAL KERAJAAN TOMPO BULU MATAJANG KABUPATEN BARRU Zaenong, Andi M. Anwar
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.146 KB)

Abstract

Coppo? wilayah berbudaya di Tanete, di sana tempatnya istana Saoraja La Pinceng; selain fungsinya kediaman Raja, juga tempatnya setiap Pemangku Kerajaan dinobatkan. Coppo? salah satu peninggalan sejarah; secara kultural Coppo? diwarisi keturunan Pemangku Arung Tompo Bulu Matajang. Coppo adalah tanah Arajang bahasa Bugis, namun sejak 1960 di tangan Koperasi Tujuh lahannya berubah dikuasai masyarakat seluas 20 ha. Di atas lahan tersebut, akta kepemilikannya di Land Rante tercatat an. Dg Pasolong, seperti halnya kepemilikan di atas tanah berdiri Istana La Pinceng Kerajaan Balusu an. Dg Parani. Hubungan antara kedua pemilik di atas silzilahnya terkait antara Tanete, Soppeng dan Barru; Dg. Pasolong dan Dg. Parani; keduanya pemilik tanah Ornament, yang pekarangan Saoraja  di  Kabupaten Barru; La Pinceng di Coppo? Kerajaan Tanete, La Pinceng di Bulu Dua Kerajaan Balusu. Di Coppo? disebut Ale? Bola, di Bulu Dua disebut Jongke Bola. Dengan demikian, antara keduanya terkait di dalam satu lembaga, sehingga institusinya digelar Rumah Tangga Kembar Dua. Balusu dan Kiru-Kiru di Soppeng Riaja dalam kekerabatannya diumpamakan Lego-lego?na dan Dare?-dare?na, serta Jongke? na Tanete  
AKULTURASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM TRADISI MERARIQ MELALUI POLA KOMUNIKASI TOKOH AGAMA DI LOMBOK TIMUR Ferdiansyah, Daeng Sani
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.23 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i1.775

Abstract

Akulturasi antara Islam dan budaya lokal dalam banyak hal yang menjadi perhatian khusus terutama dikalangan masyarakat muslim. Sinkretis antara dua entitas tersebut yang terakomodasi dalam kearifan lokal ketika dikontekstualisasikan yang tentu akan memuat makna-makna secara universal, sehingga masih diakui dan dijalani oleh kelompok masyarakat. Maka oleh karena itu, studi ini mengenai tradisi merariq masyarakat suku Sasak di Desa Padamara dengan muatan nilai-nilai Islam di dalamnya melalui pola komunikasi tokoh agama untuk mengakulturasi nilai-nilai Islam pada tradisi merariq untuk membentuk tatanan sosial yang berdasarkan ajaran Islam. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana proses akulturasi budaya Islam dalam tradisi merariq yang terjadi pada masyarakat di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur-NTB ? dan bagaimana pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq masyarakat di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur-NTB ? Tujuannya untuk mengetahui proses akulturasi budaya Islam pada tradisi merariq dan pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq.Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi komunikasi dengan jenis kualitatif. Teknik yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa proses akulturasi budaya Islam pada tradisi merariq melalui adanya pengaruh dari Hindu-Bali, adanya penghormatan kaum laki-laki terhadap kaum perempuan, sedangkan implementasi nilai-nilai Islam pada tradisi merariq melalui akidah, syari?at dan akhlak, sedangkan unsur-unsur Islam pada tradisi dari kedua mempelai yang menikah, wali nikah, saksi, akad nikah secara agama dan adat, dan mahar, dan sedangkan nilai-nilai Islam yang ada pada tradisi merariq antara lain perintah menikah, larangan berzina, sedekah, gotong royong, silaturrahim, memelihara martabat wanita, tanggung jawab suami, manusia sebagai khalifah dan membangun rasa kekeluargaan. Adapun pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq menggunakan dua media yaitu budaya, organisasi pemuda dan masyarakat, sedangkan bentuk aktivitas tokoh agama dalam melakukan komunikasi melalui komunikasi secara interpersonal, publik dan organisasi, dan sedangkan aktivitas komunikasi pada tradisi merariq, yaitu situasi komunikatif, pristiwa komunikatif, tindakan komunikatif.
THE CRISIS OF INTOLERANCE AND PRIMORDIALISM IN THE NAME OF RELIGION IN INDONESIA : A CASE STUDY OF PILKADA DKI JAKARTA AT 2017 Mahyuddin, Mahyuddin
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The dynamic of politics in Jakarta was a politics incident that got attention from public (Ahok Case). Public sphere were not only loaded by physical violences but also various violences on the language level. This study aimed to grasp the phenomenon of political society behavior, particularly in social media by employing phenomenology-hermeneutics. The research interpreted variety of political behavior based on both intolerance and primordialism in action or representation of politic among supporters of  The Governor of DKI Jakarta candidates. This study revealed that the representation of society behavior in public sphere and social media has been filled by violence intersecting with religion. These indications represented a social reality where violence in sign level (speech, writing, visual) had been covered by negative connotation. In this general election, public sphere were full of intolerance and primordialism so that political interaction and communication was filled by social friction and political conflict on those who had different choice and view.
MENCEGAH KECURANGAN DALAM TRANSAKSI ONLINE DENGAN MENGADAPTASIKAN KONSEP SIRI DAN PACCE Arief, Muhammad; Amiruddin, Muhammad Majdy; Haq, Islamul; Hasanuddin, Hasanuddin; Ilham, Muhammad; Syatar, Abdul
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.933 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i1.799

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, adalah bagaimana mengurangi transaksi penipuan dengan mengadaptasi konsep siri 'na pacce'. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data dari penelitian ini adalah data primer dalam bentuk wawancara langsung dengan beberapa informan dan subjek dalam bentuk data dari lokasi penelitian. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, dokumentasi dan rekaman. Kemudian, teknik pengolahan dan analisis data adalah analisis kualitatif dengan membangun kesimpulan dengan tahapan pengumpulan data, analisis data triangulasi dan penarikan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan Lempu dan ada tongeng teradaptasikan 'dalam dimensi akuntabilitas yang merupakan kunci dalam mengurangi penipuan. Dengan nilai ada 'ada tongeng (kebenaran). Pelaksanaan transaksi online sesuai dengan niat kata dan perbuatan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Hal ini bisa dilihat dari proses penawaran, pemenesanan, pembayaran dan proses pengantaran.
MODAL SOSIAL DAN INTEGRASI SOSIAL: ASIMILASI DAN AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT K., Abd. Halim; Mahyuddin, Mahyuddin
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.721 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i2.1104

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan tentang peran modal sosial dalam proses pengintegrasian masyarakat multi etnis. Diskursus masyarakat multikultural penting ditelaah karena perbedaan dalam masyarakat memiliki potensi yang besar terjadinya disintegrasi sosial. Namun demikian, kehidupan masyarakat yang memiliki keragaman budaya tidak selamanya terjadi ketidaksatupaduan. Kearifan masyarakat sebagai modal sosial dapat memfasilitasi kerekatan sosial sehingga mereka hidup dalam harmoni sosial. Tipe penelitian ini adalah dekriptif kualitatif yang menggambarkan integrasi sosial lintas etnik dengan mengambil tempat di Wonomulyo, Polewali Mandar Sulawesi Barat, salah satu provinsi di Indonesia. Tehnik Pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan  dilakukan dengan purposive sampling dan teori yang digunakan adalah modal sosial yang dikembangkan oleh Robert Putnam dan Pierre Boudieau. Teori ini menjelaskan modal sosial dengan mempelajari habitus sosial masyarakat lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial masyarakat lokal memiliki peran dalam proses integrasi masyarakat yang berbeda secara etnik dan budaya. Hasilnya adalah kelompok-kelompok etnik terintegrasi dengan baik yang ditandai dengan hubungan sosial di antara mereka dalam keadaan yang stabil dan terikat erat dalam integrasi kelompok. Kemudian, keseimbangan antarkelompok menciptakan asimilisasi dan akulturasi budaya dalam masyarakat. Kelompok etnis bekerja sama satu sama lain dalam lingkup kehidupan sosial secara luas dan tidak ditemukan konflik sosial di antara mereka.
TALASSA KAMASE-MASE DAN ZUHUD: TITIK TEMU KEDEKATAN PADA TUHAN DALAM BINGKAI PASANG RI KAJANG DAN ILMU TASAWUF Amin, Sitti Jamilah
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.895 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i1.1199

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pasang ri Kajang sebagai kitab suci bagi masyarakat adat Ammatoa, suku kajang memiliki kepercayaan tersendiri tentang kitab suci tersebut, suku Kajang meyakini bahwa Tuhan menurunkan firman-Nya kepada manusia sejumlah 40 (empat puluh) juz, 30 (tiga puluh) juz untuk orang lain (dalam hal yang dimaksud adalah nabi Muhammad), dan 10 (sepuluh) juz nya lagi tertuang dalam Pasang ri Kajang yang diturunkan untuk Ammatoa.Masyarakat Ammatoa tidak menganggap pasang sebagai suatu agama atau sebagai suatu sistem kepercayaan, cakupan pasang lebih luas dari itu. Sistem kepercayaan yang dianut pada masyarakat Ammatoa dinamakan Patuntung.  Ajaran patuntung sendiri merupakan  bagian yang tidak terpisahkan dari Pasang ri Kajang. Sebagaimana kearifan lokal lainnya yang berkembang pada masyarakat umum, Pasang memuat berbagai ajaran leluhur yang subtansinya adalah menuntun manusia untuk berbuat baik, hidup jujur dan sederhana
AL-DA'WAH WA AL-SYUYU'IYYAH FI INDUNISIYYA Arsyad, Abd. Rahim
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.914 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i1.1200

Abstract

?? ????? ????? ?? ????????? ???? ?????????? ????? ????? ????? ?? ??????? ??? ?? ????? ?????? ????????? . ???? ???? ?????? ????? ??????? ????? ????? ???????? ???? ????? ?? ???? ????? ?? ??????? ???? ?????? ??? ??????? ????????? ?????? ?? ??? ????? ?????? ???? ???? ?????? ?????? ?????? ????? ?? ???????? . ?????? ????? ???????? ????? ???? ???? ??? ?????? ?????? ???? ????? ????? ?????? ????????? ???????? ??? ????? ???????? ?????? ??? ????????? ???????? ?????????? ????????? ????? ?????? ???????? ???????? ???????? ?????? .  ??? ????? ?????? ????????? ?? ????? ???? ???????? ?????????? ??????? ??????? ?????????? ???? ???? ??????? ???????? ??? ???? ??????? ??? " ???? ???? " ???? ???? ??? ???? ???? ?????? ???????? ????? ??????? ????????? ?? ????? ????????? ??? ?? ??? ???????? ???? ????? ??????? ?????????????? ????????? ?? ?????? ???? ???????? ???????? ?? ??? ??????? ????????? ?? ??????? ??????? .???? ??? ?? ??? ????????? ?????? ??? ?? ?? ????????? ?????? ??????????????? ?? 17 ????? 1945 ?? ????? ?????? ???????? ???????? ??? ??????? ??? ???? ??? ???????? ?????? ?? ????? ???? ?? ???? ??? ???????? ????? ????? ??? ??? ?????? ?????????? ???????? .??? ???????? ?? ????????? ?? ???? ????? ??????? ??? ???????? ???????? ?? ?? ????????? ????????? ???????? ???? ?????? ?? ????? ????? ???? ????? ????? ????? ???????? ?????? ??? ???? ?? ?????? ??? ??? ?????? ????? ???? ???????? ??????? ???? ????? ????? ?????? ???????? ??? ????? ??? ??? ????? ???? ???? ????? ?????? .
GENDER DALAM TINJAUAN SUFISME SEBAGAI KONSEP KESETARAAN FEMINIM DAN MASKULIN MELALUI PENDEKATAN SPIRITUAL Jalil, Abdul; Azis, St. Aminah
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.347 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i2.1217

Abstract

The perfection of every human being can be achieved if he is able to harmonize the properties of Jalal and Jamal in himself harmoniously, while the perfection of human beings is achieved if men and women can integrate themselves in a harmonious whole both in the narrow sense (marriage) and in the broad sense , namely the occurrence of harmonious relations between men and women in various aspects of life. The concept of masculine and feminine is not necessary and should not be opposed because both are equally important and equally noble. Thus the Sufis give an esoteric interpretation so that they must be fixated on their spiritual increase in God without having to look at His masculine and feminine sides of God, they concentrate on reaching His Jalal and Jamal God together. When they have reached a high spiritual level, they are truly sincere to God so that in all their actions and behavior there is not the slightest spark of worldly interest as is characteristic of humans in general. Functional relations as the basis of humanity "wa? ala ar-rijal ?alaihinna darajah" is for men equals above women and when both are united it will become a real human, and the elaboration of both is the perfection of reaching perfection.
BUDAYA PIMALI DALAM JUAL BELI PADA MASYARAKAT PATTAE Syarif, Suryadi; Bedong, M. Ali Rusdi; Zaenong, A. M. Anwar
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.724 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i2.1218

Abstract

This research aims to describe pamali in trading of Pattae society. This study used descriptive qualitative method. Data was collected by observation, interview, and documentation. The findings showed that pamali culture in trading of Pattae society is a legacy from ancestors that descended from generation to generation. It is a belief that is never done and has become a habit of society. However, some people do not trust the tradition any more because they think it is not in accordance with this era and it also makes people difficult to carry out trading activities.

Page 7 of 23 | Total Record : 223


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2025): Kuriositas: Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 18 No 1 (2025): Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 17 No 2 (2024): Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 17 No 1 (2024): Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 16 No 2 (2023): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan (Sinta 3) Vol 16 No 1 (2023): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan (Sinta 3) Vol 15 No 2 (2022): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan (Sinta 3) Vol 15 No 1 (2022): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan (Sinta 3) Vol 14 No 2 (2021): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 14 No 1 (2021): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 13 No 2 (2020): THE MODERATION OF RELIGION (SINTA 4) Vol 13 No 1 (2020): THE MODERATION OF RELIGION (SINTA 4) Vol 12 No 2 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (sinta 4) Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4) Vol 11 No 2 (2018): Pendidikan Agama Islam berbasis Teknologi Informasi (Sinta 4) Vol 11 No 1 (2018): Pendidikan Agama Islam berbasis Teknologi Informasi (Sinta 4) Vol 10 No 2 (2017): Pemikiran Islam dan Hubungannya dengan Budaya Nusantara Vol 10 No 1 (2017): Pemikiran Islam dan Hubungannya dengan Budaya Nusantara Vol 9 No 2 (2016): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 9 No 1 (2016): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 8 No 2 (2015): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 8 No 1 (2015): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan More Issue