cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 261 Documents
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Terhadap Outcome Terapi dan Biaya Obat pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di RSUD Kabupaten Bekasi Cece - Susantara; Hadi Sunaryo; Siti Fauziyah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40111

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan dimana terapi yang digunakan salah satunya yaitu antibiotik yang tepat dan rasional. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan peningkatan angka resistensi bakteri, memperpanjang durasi perawatan di rumah sakit, meningkatkan biaya pengobatan, serta menurunkan outcome terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat inap serta mendeskripsikan outcome terapi dan biaya obat berdasarkan ketepatan penggunaan antibiotik. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap data rekam medis pasien periode Januari–Desember 2024. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan secara kuantitatif melalui metode ATC/DDD dan DU90%, serta secara kualitatif melalui metode Gyssens. Sampel penelitian sebanyak 173 pasien. Hasil menunjukkan bahwa antibiotik yang paling sering digunakan adalah ceftriaxone, dengan angka penggunaan mencapai 70,43 DDD/100 patient-days dan total penggunaan antibiotik sebesar 97,05 DDD/100 patient-days. Evaluasi Gyssens menunjukkan penggunaan antibiotik rasional sebesar 62,36%. Pasien dengan penggunaan antibiotik rasional memiliki outcome terapi membaik lebih tinggi (70%) dibandingkan penggunaan tidak rasional (39,68%), serta biaya pengobatan yang lebih rendah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan antibiotik yang rasional memberikan gambaran outcome terapi yang lebih baik dan biaya pengobatan yang lebih rendah pada pasien penumonia rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi.
Potensi Seskuiterpen Lakton dari Vernonia amygdalina sebagai Inhibitor JAK1 pada Kanker Payudara Overekspresi HER-2 Hanifah Sabrina; Denny Satria
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39217

Abstract

Jalur pensinyalan JAK/STAT memiliki peran penting dalam perkembangan kanker payudara yang menunjukkan overekspresi HER-2, yaitu tipe yang lebih agresif dan berkaitan dengan prognosis yang buruk serta ketahanan terhadap terapi. Penelitian ini menerapkan metode in silico untuk menyelidiki kapasitas senyawa seskuiterpen lakton dari Vernonia amygdalina sebagai penghambat JAK1. Sebanyak lima belas senyawa dianalisis dengan menggunakan Molecular docking dan simulasi Molecular Dynamics (MD) selama 100 ns. Validasi dari proses docking menunjukkan hasil yang memuaskan dengan nilai RMSD sebesar 0,616 Å. Vernolepin ditentukan sebagai senyawa utama karena memiliki afinitas pengikatan yang lebih baik dibandingkan dengan ruxolitinib (-8,2 kcal/mol) dan berinteraksi dengan residu-residu penting seperti Val889 dan Phe958. Hasil dari simulasi MD mengindikasikan bahwa kompleks JAK1-Vernolepin lebih stabil jika dibandingkan dengan ruxolitinib, terlihat dari nilai RMSD yang rendah (0,2-0,4 Å), RMSF yang konsisten, struktur yang kompak (Rg), nilai SASA yang stabil, serta rata-rata sekitar lima ikatan hidrogen. Analisis MM-PBSA juga menunjukkan bahwa energi pengikatan yang diperoleh lebih tinggi (105,82 kJ/mol). Temuan ini menegaskan bahwa vernolepin berpotensi menjadi kandidat sebagai inhibitor JAK1 untuk mengatasi ketahanan dalam kasus kanker payudara overekspresi HER-2.
Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sidorejo Lampung Timur Ni Nyoman Indri Angelita; Ervina Damayanti; Muhammad Iqbal; M. Fitra Wardhana Sayoeti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.37225

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 termasuk penyakit kronis dengan kebutuhan pengelolaan jangka panjang agar hasil terapi optimal. Namun, kepatuhan pasien dalam minum obat masih tergolong rendah akibat kurangnya pemahaman mengenai penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kepatuhan minum obat sebelum dan setelah pemberian pelayanan informasi obat (PIO) serta menganalisis pengaruh intervensi terhadap perubahan kepatuhan dan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sidorejo, Lampung Timur. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest pada 35 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan melalui Pelayanan Informasi Obat (PIO) menggunakan media leaflet. Tingkat kepatuhan dinilai menggunakan instrumen Morisky Medication Adherence Scale-8, sedangkan parameter klinis diukur melalui pemeriksaan gula darah sewaktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian Pelayanan Informasi Obat (PIO) berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus tipe 2, ditandai dengan peningkatan proporsi pasien patuh dari 9% menjadi 24% (p < 0,05). Selain itu, rata-rata kadar gula darah sewaktu menurun secara signifikan dari 225,3 mg/dL menjadi 199,97 mg/dL setelah intervensi (p < 0,05). Pemberian Pelayanan Informasi Obat (PIO) terbukti efektif dan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Sidorejo, Lampung Timur.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Ocimum basilicum var. sativum L. pada Mouthwash Serbuk Instan terhadap Daya Hambat Streptococcus mutans secara in vitro Suci Afsari Ramadani; Yani’ Qoriati; Ainu Zuhriyah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40360

Abstract

Streptococcus mutans berperan dalam karies melalui produksi asam dan biofilm. Penelitian ini menganalisis pengaruh ekstrak etanol Ocimum basilicum var. sativum L. 8%, 10%, dan 12% dalam mouthwash serbuk instan terhadap mutu fisik dan daya hambat Streptococcus mutans. Empat formula, yaitu F0, F1, F2, dan F3, dievaluasi secara organoleptik, homogenitas, pH, waktu alir, sedimentasi, serta diameter zona hambat dengan difusi sumuran. Seluruh formula homogen dan memiliki pH 6,30-6,73 sesuai ISO 16408:2015. Peningkatan kadar ekstrak memperpanjang waktu alir dan meningkatkan sedimentasi. Zona hambat F1, F2, dan F3 masing-masing 12,50 ± 2,65; 18,37 ± 1,94; dan 19,83 ± 1,34 mm, sedangkan F0 tidak menghambat. One-way ANOVA membuktikan adanya pengaruh bermakna terhadap daya hambat (p<0,001). Formula F3 menghasilkan aktivitas numerik tertinggi, tetapi F2 merupakan formula paling seimbang karena tidak berbeda bermakna dari F3 serta memiliki waktu alir dan sedimentasi lebih rendah.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) terhadap Mutu Fisik dan Stabilitas Sediaan Body Butter Devi Mardiyanti; Willi Wahyu Timur; Niktya Natasya
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39571

Abstract

Centella asiatica dikenal menghasilkan senyawa bioaktif yang memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan kulit, sehingga menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk digunakan sebagai bahan aktif dalam formulasi body butter. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak Centella asiatica terhadap karakteristik fisik dan stabilitas formulasi body butter. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 96%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Formulasi body butter disiapkan dengan tiga konsentrasi ekstrak yang berbeda: 0,15; 0,25; dan 0,5%. Parameter evaluasi kualitas fisik meliputi sifat organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya oles, kelengketan, dan jenis emulsi. Pengujian stabilitas fisik dilakukan menggunakan metode uji stabilitas dipercepat dengan enam siklus pada suhu 4 °C dan 40 °C. Analisis data dilakukan menggunakan One-Way ANOVA dan uji Kruskal–Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik semua formula relatif seragam. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada pH, viskositas, daya oles, dan daya rekat pada semua formula tersebut (p > 0,05). Selama uji stabilitas dipercepat terdapat perubahan yang signifikan pada pH, viskositas, dan daya oles, tetapi daya rekat tetap stabil (p > 0,05). Semua parameter memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Perubahan konsentrasi ekstrak tidak secara signifikan mempengaruhi karakteristik fisik sediaan, meskipun perubahan warna secara organoleptik diamati selama penyimpanan dipercepat.
Analisis In Vitro Daya Hambat Minyak Atsiri Bunga Tanjung (Mimusops elengi L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae Siti Hawa Ananda; Nur Ainah; Dwi Rizki Febrianti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.38655

Abstract

Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri patogen utama penyebab pneumonia dengan tingkat resistensi antibiotik yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Bunga tanjung (Mimusops elengi L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri bunga tanjung terhadap S. pneumoniae ATCC 49619 dan K. pneumoniae ATCC 13883 menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Ceftriaxone digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C, kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa terpenoid dalam minyak atsiri bunga tanjung. Analisis daya hambat antibakteri menunjukkan terbentuknya zona hambat terhadap kedua bakteri uji dengan kategori sedang hingga kuat. Analisis statistik menunjukkan seluruh konsentrasi berbeda signifikan dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05). Konsentrasi 20–30% dinyatakan paling efektif karena tidak menunjukkan perbedaan signifikan satu sama lain terhadap kedua bakteri uji.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat di Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang Ingenida Hadning; Dwiana Ferda Oktavia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40166

Abstract

Ketidaktepatan penggunaan antibiotik masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian karena dapat berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang memengaruhi penggunaan antibiotik secara rasional adalah tingkat pengetahuan masyarakat terkait indikasi penggunaan, dosis yang sesuai, lama terapi, serta konsekuensi penghentian pengobatan sebelum terapi dinyatakan selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungantingkat pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan dalam penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh masyaraka yang melakukan pemeriksaan di puskesmas wilayah Kecamatan Comal, sampel yang digunakan100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan responden dalam penggunaan antibiotik. Penelitian menunjukkan hasil 52% responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan 65% memiliki tingkat kepatuhan tinggi. Uji Spearman’s Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik (p < 0,001). Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, semakin baik kepatuhannya dalam menggunakan antibiotik sesuai anjuran.
Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Daun Flacourtia rukam Zoll & Moritzi Pada Tikus yang Diinduksi Gentamisin: Kajian SGPT, SGOT, Albumin, Bilirubin Total dan Direct Hayati Hayati; Elly Wardani; Muhammad Asyraf Pakaja; Melanie Melanie; Wiwid Sri Wulandari; Vera Ladeska
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39389

Abstract

Hati merupakan organ tempat terjadinya aktivitas metabolisme sehingga rentas terhadap kerusakan oksidatif. Ekstrak metanol daun pucuk Rukam diketahui mengandung flavonoid apigenin yang bersifat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki aktivitas hepatoprotektor ekstrak etanol  daun pucuk rukamdiukur  kadar SGPT, SGOT, albumin, bilirubin total dan direct. pada tikus putih jantan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan 30 ekor tikus putih jantan yang terbagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu: kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif yang diinduksi gentamisin dengan dosis 80 mg/kgBB, kelompok kontrol positif yang diberi Legalon® dengan dosis 273,55 mg/kgBB, dan kelompok perlakuan uji dengan dosis I, II dan III berturut-turut  100, 200 dan 400 mg/kgBB. Pengukuran kadar SGPT, SGOT, albumin, bilirubin dilakukan menggunakan spektrofotometer veteriner. Analisis data  menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil uji analisis SGPT menunjukkan bahwa dosis III (42,4±6,10 U/L) tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (46,2±2.86 U/L), sedangkan dosis I (16.6±4.03 U/L) dan dosis II  (27±2.91 U/L) berbeda bermakna dengan kontrol posistif (46,2±2.86 U/L), untuk SGOT: dosis 1 (83.4±8.76 U/L) dan dosis II (73.2±4.02 U/L) tidak berbeda bermakna dengan kontrol posistif (66.0±5.70 U/L), untuk albumin: dosis 1 (3.29±0.22 g/dL) dan dosis II (3.25±0.51 g/dL) tidak berbeda bermakna dengan kontrol posistif (3.95±0.45 g/dL), untuk bilirubin totall: dosis 1 (0.46±0.04 mg/dL) dan dosis II (0.48±0.05 mg/dL) dan untuk bilirubin direct: dosis 1  (0.25±0.06 mg/dL) dan dosis II (0.29±0.04 mg/dL) tidak berbeda bermakna dengan kontrol posistif (0.21±0.06 mg/dL). Kesimpulan bahwa ekstrak etanol 70% daun pucuk Rukam dosis 100 mg/kgBB memiliki aktivitas hepatoprotektor tertinggi.
Regulasi dan Peran Apoteker Dalam Menjamin Keamanan Obat Pada Apotek Online (E-Pharmacy) : Review Hidayatullah Hidayatullah; Tri Mayasari; Elis Susilawati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.37951

Abstract

Digital health transformation has led to rapid growth in e-pharmacy, but it has also created security gaps due to the slower development of regulatory infrastructure compared to the pace of technological innovation. This study aims to analyze the integration of policies, the strategic role of pharmacists, and medication safety assurance within the digital ecosystem using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Following the PRISMA protocol, the research synthesizes 27 relevant articles from global and national databases over the past seven years. The analysis reveals a critical gap between technological innovation and regulatory frameworks, which increases the risk of counterfeit drug circulation. The success of the system heavily depends on the synchronization of the Pharmaceutical Electronic System (PSEF) regulations, standardization of telepharmacy protocols, and the use of automated verification technologies to reduce medication errors. This study highlights that pharmacists must transform into digital gatekeepers by integrating a digital ethics framework and AI-based decision support systems. This transformation is essential to ensure patient safety in an anonymous, cross-border e-commerce environment. In conclusion, strengthening the professional role and implementing adaptive regulations are necessary to address future challenges in pharmacy.
Identifikasi Potentially Inappropriate Medication pada Pasien Geriatri Menggunakan Kriteria Beers 2023 dan STOPP Versi 3 Gumilar Pratama; Sri Wahyuningsih; Suryani Suryani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39186

Abstract

Lanjut usia (≥60 tahun) rentan mengalami penurunan fungsi organ dan penyakit degeneratif yang meningkatkan penggunaan banyak obat (polifarmasi), sehingga berisiko mengalami Potentially Inappropriate Medication (PIM) dan Adverse Drug Reactions (ADR). Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik pasien geriatri serta kejadian PIM berdasarkan kriteria Beers dan STOPP pada pasien dengan hipertensi, diabetes melitus, dan/atau dislipidemia di RS TK.II 03.01.05 Dustira Kota Cimahi. Penelitian retrospektif dilakukan terhadap 126 rekam medis periode Juli 2023–Agustus 2024. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (58,73%), berusia 60–69 tahun (38,89%), didiagnosis hipertensi (47,62%), dan menggunakan 1–4 obat (49,20%). Berdasarkan kriteria Beers maupun STOPP, PIM paling banyak ditemukan pada golongan sulfonilurea, terutama glimepirid dan gliklazid, baik pada awal terapi maupun bulan ke-3.