cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 261 Documents
Efektivitas Penggunaan Obat Antikanker Pada Pasien Kanker Serviks di RSUP Fatmawati Tahun 2024 Fajar Amirulah; Azmi Annisa Islamyah; Dini Sari; Farisa Luthfiana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37368

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya cakupan deteksi dini dan keterlambatan diagnosis sehingga efektivitas terapi antikanker menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan obat antikanker berdasarkan respons klinis pada pasien kanker serviks rawat inap di RSUP Fatmawati tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan desain cross-sectional, menggunakan data dari 156 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemoterapi kombinasi paklitaksel dan sisplatin merupakan jenis terapi yang paling banyak digunakan. Respons klinis terbanyak adalah respons parsial (56,41%) dan respons lengkap (18,59%), menunjukkan efektivitas terapi berdasarkan dominasi respons klinis positif dibandingkan progresi penyakit. Progresi penyakit terjadi pada 17,95% pasien dan penyakit stabil pada 7,05%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya stadium kanker yang memiliki hubungan signifikan terhadap respons klinis (p = 0,017). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi antikanker yang digunakan cukup efektif, terutama pada pasien dengan stadium awal. Pemilihan terapi yang tepat dan deteksi dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker serviks
Perbandingan Kadar Tablet Parasetamol-Kafein Dengan Metode SSE dan Zero Crossing Dalam Pelarut NaOH dan Akuades Ni Ketut Anggun Damayanti; Mulan Gevika Amara Putri; Ni Komang Tria Pradnyani Dewi; Ida Bagus Ketut Widnyana Yoga; Tambunan, Matthew Valentino
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.36075

Abstract

Metode Simple Simultaneous Equation (SSE) dan Zero Crossing (ZC) pada spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menentukan kadar parasetamol dan kafein dalam tablet kombinasi dengan pelarut NaOH 0,1 N dan akuades. Penelitian ini bertujuan membandingkan kedua metode serta pengaruh pelarut terhadap hasil kadar. Penentuan panjang gelombang maksimum (λmaks) dilakukan pada 243 nm dan 273 nm untuk akuades, serta 257 nm dan 272 nm untuk NaOH 0,1 N. Hasil menunjukkan pelarut NaOH 0,1 N menghasilkan kadar parasetamol sebesar 100,9% dan kafein 99,7% pada metode SSE, sedangkan pada metode ZC kadar parasetamol 103,5% dan kafein 102,6%. Pada pelarut akuades, kadar parasetamol dan kafein berturut-turut sebesar 94,8% dan 97,0% dengan SSE serta 95,6% dan 97,4% dengan ZC. Metode ZC menghasilkan kadar lebih tinggi dibandingkan SSE, dan pelarut NaOH 0,1 N memberikan hasil kadar lebih besar dibandingkan akuades. Kedua metode menunjukkan linearitas tinggi (R² > 0,995) dan presisi baik (RSD < 2%), sehingga dapat digunakan untuk analisis simultan parasetamol dan kafein secara cepat dan ekonomis.
Identifikasi dan Kuantifikasi Asam Vanilat dan Skopoletin Ekstrak Etanol Daun Ginggiang (Leea aequata L.) dengan Metode KCKT-FT Purwaniati Purwaniati; Muhammad Ihsan Arhammudin; Winasih Rachmawati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.38665

Abstract

Ginggiang (Leea aequata L.) merupakan tanaman yang digunakan secara empirik untuk pengobatan maupun pengawetan produk pangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode analisis kromatografi cair kinerja tinggi fase terbalik (KCKT-FT) untuk identifikasi dan kuantifikasi asam vanilat dan skopoletin dalam ekstrak etanol daun ginggiang. Sampelyang digunakan adalah ekstrak etanol daun ginggiang tanpa dekolorisasi (EE) dan ekstrak etanol daun ginggiang yang telah didekolorisasi dengan karbon aktif serbuk (ED). Metode dikembangkan melalui optimasi kondisi kromatografi, uji kesesuaian sistem, dan validasi metode analisis. Hasil menunjukkan bahwa metode memenuhi kriteria validasi (spesifisitas, linearitas dengan R² > 0,999, presisi dengan %RSD < 2%, dan akurasi 85-88%). Kadar asam vanilat pada EE dan ED masing-masing adalah 0,0124±0,0010% dan 0,0125±0,0012%, sedangkan kadar skopoletin meningkat dari 0,0099±0,0008% (EE) menjadi 0,0189±0,0011% (ED). Dekolorisasi menunjukkan adanya perubahan profil marker dalam ekstrak, berupa pemekatan kadar skopoletin. Metode KCKT-FT yang dikembangkan terbukti valid dan dapat digunakan untuk analisis asam vanilat dan skopoletin secara simultan.
Eksplorasi Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dalam Bentuk Kombucha sebagai Bahan Aktif Antioksidan dalam Masker Gel Peel-Off Yayan Rizikiyan; Ine Suharyani; Sabina Mutiara Sani; Candra Lingga; Lela Sulastri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40167

Abstract

Polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor dan limbah industri dapat meningkatkan efek radikal bebas, yang menyebabkan kerusakan kulit. Efek negatif tersebut dapat dicegah dengan upaya perawatan kulit, salah satunya menggunakan kosmetik alami yang memiliki efek antioksidan. Bunga telang adalah bahan alami yang dikenal karena aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa metabolit skunder dalam kombucha bunga telang (KBT) dan membuat formulasi masker gel peel-off  yang memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Konsentrasi KBT yang digunakan adalah 5%; 7,5%; dan 10%. Studi ini bertujuan untuk menilai aktivitas antioksidan dari masker gel peel-off  KBT menggunakan uji DPPH dan untuk mengidentifikasi formulasi yang optimum. Uji DPPH digunakan untuk menilai kapasitas sampel dalam menghambat radikal bebas DPPH. Formulasi tersebut kemudian dievaluasi melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, serta analisis viskositas dan sifat alir. Aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan spektrofotometer UV–Vis. Hasil karakterisasi dari masker gel peel-off KBT memenuhi semua persyaratan parameter uji, sehingga dapat dikatakan memiliki karakteristik yang baik. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 sebesar 58,06 ppm untuk Formula 1; 55,56 ppm untuk Formula 2, dan 46,18 ppm untuk Formula 3.
Analisis Hubungan Faktor Sosiodemografi Terhadap Tingkat Pengetahuan Efek Samping Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Jakarta Utara Ani Pahriyani; Numlil Khaira Rusdi; Maifitrianti Maifitrianti; Tuti Wiyati; Diah Angguni Putri; Auliatul Mawaddah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39302

Abstract

Efek samping obat merupakan salah satu permasalahan yang timbul pada penggunaanjangka panjang seperti obat antihipertensi. Pengetahuan mengenai efek samping sangat penting untuk mendukung keberhasilan pengobatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan pasien hipertensi mengenai efek samping obat captopril atau amlodipin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional di dua puskesmas wilayah Jakarta Utara. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan efek samping obat berupa pengetahuan umum dan pengetahuan khusus (captopril atau amlodipin). Jumlah responden sebanyak 257 terdiri dari 69 pengguna captopril dan 188 pengguna amlodipin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang efek samping captopril yaitu pengetahuan kategori baik sebesar 20,3%, cukup 52,2%, dan kurang 27,5%; sedangkan pada amlodipin memiliki pengetahuan baik sebesar 21,8%, cukup 41%, dan kurang 37,2%. Faktor pendidikan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan efek samping obat (p=0,000), sedangkan faktor lain seperti usia, durasi penyakit, jenis kelamin, dan pekerjaan tidak memiliki pengaruh terhadap pengetahuan (p>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien hipertensi mengenai efek samping obat antihipertensi masih tergolong rendah dan pendidikan merupakan faktor utama yang mempengaruhi pengetahuan.
Analisis Cemaran Mikroba Susu Kedelai Pedagang Kaki Lima di Kasin, Malang dengan Metode ALT Naura Destivia Fikrotul Aulia; Muhammad Hasan Wattiheluw
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.38040

Abstract

Susu kedelai adalah minuman berbasis tumbuhan yang populer di kalangan masyarakat. Namun, produk yang dibuat secara tradisional oleh pedagang kecil yang tidak memiliki merek berisiko terkena cemaran mikroba disebabkan oleh kurangnya penerapan kebersihan dan sanitasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pencemaran mikroba pada susu kedelai tanpa merek yang dijual oleh pedagang di wilayah Kasin, Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) untuk menilai seberapa sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen di laboratorium. Sampel susu kedelai diambil dengan cara aseptik, kemudian diuji menggunakan teknik pengenceran bertingkat dan metode pour plate pada media Plate Count Agar. Hasil penelitian menunjukkan nilai ALT untuk sampel susu kedelai sebesar 1,5 × 10⁴ CFU/mL, yang berada di bawah batas maksimum bakteri sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa susu kedelai tanpa merek yang diproduksi oleh pedagang kecil secara tradisional masih memenuhi standar keamanan pangan dari sudut pandang mikrobiologis. Inovasi dari penelitian ini adalah pada analisis kualitas mikrobiologis susu kedelai tanpa merek di tingkat pedagang tradisional kecil, sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang keamanan produk yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat, serta menekankan pentingnya penerapan praktik kebersihan dan sanitasi yang baik dalam produksi makanan tradisional.
Pemanfaatan Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) dalam Sediaan Moisturizer Gel sebagai Agen Anti-Aging Wulan Nurkholidatunnisa; Fajar Setiawan; Lusi Nurdianti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40126

Abstract

Penuaan kulit dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk radikal bebas yang mempercepat kerusakan kulit. Antioksidan alami dapat digunakan untuk membantu mencegah penuaan dini. Biji kopi robusta (Coffea canephora) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta, memformulasikannya sebagai agen anti-aging dalam sediaan moisturizer gel, serta mengevaluasi karakteristik fisik dan efektivitas sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl untuk menentukan nilai IC50. Sediaan moisturizer gel dibuat dalam empat formula, yaitu F0, F1, F2, dan F3 dengan variasi konsentrasi ekstrak 0%; 0,5%; 1%; dan 1,5%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, iritasi, hedonik, stabilitas, dan kelembaban kulit. Pengujian yang dilakukan menunjukkan adanya aktivitas antioksidan kuat pada ekstrak biji kopi robusta dengan nilai IC50 sebesar 46,76 ppm dan mampu diformulasikan menjadi sediaan moisturizer gel yang homogen, stabil, tidak menimbulkan iritasi, serta mampu meningkatkan kelembaban kulit. Oleh karena itu, ekstrak biji kopi robusta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komponen bioaktif anti-aging pada formulasi moisturizer gel.
Pengembangan Serum Anti Jerawat Kombinasi Tea Tree Oil dan Lysate Lactobacillus plantarum : Evaluasi Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antibakteri Elasari Dwi Pratiwi; Alfina Damayanti; Djati Wulan Kusumo
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39862

Abstract

Jerawat masih menjadi keluhan kulit yang banyak dialami oleh masyarakat, terutama disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Tea Tree Oil dan lysate Lactobacillus plantarum memiliki kemampuan antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri patogen, termasuk S. aureus. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri dari sediaan serum yang mengandung kombinasi Tea Tree Oil dan lysate Lactobacillus Plantarum. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan 4 formula serum F0 (0% : 1%),F1 (1% : 1%),F2 (2,5% : 1%). Evaluasi karakteristik fisik melalui pengujian organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan homogenitas. Metode difusi cakram digunakan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri sediaan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Penelitian membuktikan bahwa keempat formula memenuhi karakteristik fisik yang sesuai dengan spesifikasi sediaan topikal. Analisis data pada F1, F2, dan F3, rata rata zona hambat yg dihasilkan yaitu 6,56±0,08 mm; 9,06±0,08 mm; 12,60±0,46 mm, artinya semakin tinggi konsentrasi Tea Tree Oil yang digunakan, aktivitas antibakteri yang dihasilkan juga semakin besar. Formula F3 dengan kandungan Tea Tree Oil 5% menunjukkan daerah hambatan yang tertinggi yaitu 12,60mm terhadap pertumbuhan S. aureus dan tergolong dalam aktivitas kuat.
Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis dengan Anemia yang Mendapat Terapi Epoetin Alfa: Studi Cross-Sectional Menggunakan Instrumen EQ-5D-5L Ahmad Aldi Kurniawan; Woro Supadmi; Joko Sudibyo; Tri Murti Andayani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39096

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) pada pasien hemodialisis sering disertai anemia yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin, kualitas hidup dan menganalisis hubungan kadar hemoglobin (Hb) dengan kualitas hidup setelah pemberian epoetin alfa. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 130 pasien hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Pengumpulan data dilakukan selama tiga bulan pemberian epoetin alfa. Data pasien dan pemeriksaan hemoglobin diperoleh dari rekam medis , sedangkan data kualitas hidup diukur menggunakan EQ-5D-5L dan EQ-VAS. Data dianalisis menggunakan analisis Mann–Whitney, Kruskal–Wallis, dan regresi linear berganda (p<0,05). Hasil menunjukkan  bahwa 88,5% belum mencapai target Hb.  Sedangkan nilai rata-rata utility index sebesar 0,48±0,27 dan EQ-VAS 64,50±11,68, menggambarkan kualitas hidup kategori sedang. Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar Hb dengan kualitas hidup, baik pada utility index (p=0,361) maupun EQ-VAS (p=0,758). Analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan baik dari nilai utilitas maupun dengan skor EQ-VAS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien hemodialisis bersifat multidimensional. Belum menunjukkan bahwa kadar Hb berkaitan dengan kualitas hidup. Oleh karena itu, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi hubungan antara pencapaian Hb dan kualitas hidup secara lebih komprehensif.
Pengaruh Pemberian Infundasi Sarang Burung Walet (Aerodramus Fuciphaga) terhadap Luka Bakar Derajat II-A pada Kelinci Baiq Leny Nopitasari; Muhammad Shivam Hadi; Nursela Hijriani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.35512

Abstract

Luka bakar derajat II-A merupakan salah satu cedera kulit yang ditandai dengan kerusakan pada lapisan epidermis. Sarang burung walet (Aerodramus fuciphaga) dikenal memiliki kandungan bioaktif yang memiliki potensi mendukung proses regenerasi jaringan serta mempercepat epitelisasi. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh infundasi sarang burung walet terhadap penyembuhan luka bakar derajat II-A pada model hewan kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian eksperimental ini dilakukan pada bulan Oktober–November 2024 dengan membandingkan kelompok perlakuan infundasi dua kali sehari dan tiga kali sehari dengan kontrol positif (silver sulfadiazine) serta kontrol negatif (aquades). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dengan infundasi tiga kali sehari memiliki tingkat penyembuhan tertinggi (37,5%), diikuti oleh kelompok infundasi dua kali sehari (25%), kelompok silver sulfadiazine (20%), dan kelompok kontrol negatif (17,5%). Meskipun analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan antar kelompok, hasil tersebut tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pemberian ekstrak sarang burung walet 2 kali sehari dan 3 kali sehari menunjukkan tren penurunan diameter luka bakar derajat II-A yang lebih baik dibandingkan kontrol aquadest dan Silver Sulfadiazine hingga hari ke-12, dengan persentase penyembuhan tertinggi pada sarang burung walet 3 kali sehari (37,5%).