cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 261 Documents
Efektivitas Antihipertensi Jamu Hitenfit pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar yang Diinduksi Prednison dan NaCl 2,5% Muhammad Nurul Hasanudin; Huda Nur Arifin; Meki Pranata; Muhammad Alfian; Mochamad Luqni Maulana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40283

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jamu Hitenfit yang mengandung ekstrak daun salam, seledri, tempuyung, meniran, dan pegagan secara empiris digunakan sebagai antihipertensi, namun belum dievaluasi secara pra-klinis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas antihipertensi Jamu Hitenfit pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi hipertensi. Penelitian menggunakan rancangan pre-post test control design dengan enam kelompok. Hipertensi diinduksi menggunakan kombinasi prednison (18 mg/100 mL) dan NaCl 2,5% selama 7 hari. Kelompok perlakuan menerima Jamu Hitenfit dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB dua kali sehari selama 7 hari, sedangkan captopril digunakan sebagai kontrol positif. Tekanan darah diukur menggunakan Non-Invasive Blood Pressure CODA sebelum induksi, setelah induksi, dan setelah terapi. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dilanjutkan uji post-hoc LSD. Hasil menunjukkan bahwa induksi meningkatkan tekanan darah sistolik hingga 141–147 mmHg. Jamu Hitenfit secara signifikan menurunkan tekanan darah dibandingkan kontrol negatif (p<0,05), dengan penurunan sistolik sebesar 27,4%, 26,1%, dan 23,7% pada dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB. Efektivitas ketiga dosis tidak berbeda bermakna dibandingkan captopril (p>0,05). Jamu Hitenfit pada dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB efektif menurunkan tekanan darah pada tikus hipertensi serta dosis 400 mg/70 kgBB sebagai dosis optimal.
Analisis Potensi Kelakai (Stenochlaena palustris) Terhadap Penyakit Retinopati Diabetik Melalui Network pharmacology Sofi Agustia Putri; Andika Andika; Nurul Fajeriyati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39520

Abstract

Retinopati Diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular diabetes yang menjadi penyebab utama kebutaan pada pasien diabetes mellitus di dunia. Kelakai (Stenochlaena palustris) secara literatur diketahui memiliki potensi aktivitas anti-diabetes, namun mekanisme molekulernya sebagai anti-retinopati diabetik belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder Kelakai yang secara prediksi memiliki irisan dengan protein-protein terkait Retinopati Diabetik, menganalisis pola protein-protein interaction (PPI) dan pathway yang terlibat dalam patogenesis retinopati diabetik. Metode penelitian menggunakan studi komputasi in silico network pharmacology  menggunakan  berbagai online tools, dan database diantaranya TargetNET, SEA, DisGeNET, OMIM, GeneCards, TTD, STRING-DB, ShinyGO, Cytoscape dan CytoHubba. Hasil penelitian mengidentifikasi 15 senyawa aktif dengan 139 protein irisan terkait retinopati diabetik. Analisis PPI menunjukkan signifikansi tinggi (p-value < 1,0×10⁻¹⁶), dilanjutkan analisis topologi menggunakan metode Maximal Clique Centrality (MCC) yang mengidentifikasi 10 protein kunci, termasuk IL6, STAT3, AKT1, dan NFKB1. Pengayaan KEGG menunjukkan peran penting AGE-RAGE signaling pathway (FDR = 1,36×10⁻¹³). Temuan ini menunjukkan bahwa Kelakai (Stenochlaena palustris) memiliki relevansi farmakologis terhadap retinopati diabetik melalui mekanisme multi-target yang melibatkan modulasi AGE-RAGE signaling pathway.
Pengaruh Polaritas Pelarut terhadap Profil Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kamboja Putih (Plumeria alba L.) Anita Dwi Puspitasari; Amira Sri Wulandari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.38463

Abstract

Daun kamboja putih (Plumeria alba L.) mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Kadar senyawa tersebut dipengaruhi oleh jenis pelarut ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fitokimia (kadar fenolik, flavonoid, dan tanin total) serta aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70%, etanol 96%, metanol, dan etil asetat daun kamboja putih. Serbuk daun diekstraksi dengan metode maserasi. Kadar senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin total diukur secara spektrofotometri, sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode ABTS. Data dianalisis secara statistik. Profil fitokimia menunjukkan kadar fenolik total berturut-turut sebesar 72,56; 89,30; 220,48; dan 108,65 mgGAE/gram ekstrak untuk etanol 70%, etanol 96%, metanol, dan etil asetat. Kadar flavonoid total berturut-turut 1,62; 3,89; 10,51; dan 7,64 mgQE/gram ekstrak, sedangkan kadar tanin total 37,71; 42,14; 43,25; dan 99,02 mgTAE/gram ekstrak. Aktivitas antioksidan (IC50) ekstrak etanol 70%, etanol 96%, metanol, dan etil asetat berturut-turut 95,37; 85,31; 58,87; dan 73,59 µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan pelarut mempengaruhi profil fitokimia dan aktivitas antioksidan. Ekstrak metanol memberikan kadar fenolik (220,48 mgGAE/gram ekstrak) dan flavonoid total (10,51 mgQE/gram ekstrak) tertinggi yang berkorelasi dengan aktivitas antioksidan terbaik (IC50 58,87 µg/mL). Pelarut etil asetat paling optimal untuk mengekstrak tanin (99,02 mgTAE/gram ekstrak) dari daun kamboja putih.
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Sikap Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat di Dusun Wage Desa Batujai Kabupaten Lombok Tengah Nurul Aulia Hidayati; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Cyntiya Rahmawati; Yuli Fitriana; Aprilian Syaifullah Wisnu Nugroho; Taufan Hari Sugara
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.37261

Abstract

Obat tradisional merupakan ramuan berbahan alam yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan obat tradisional masih banyak dijumpai di wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Wage Desa Batujai Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap penggunaan obat tradisional pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (58%), cukup (41%), dan kurang (1%). Sikap responden didominasi kategori negatif (55%). Hasil uji Rank Spearmank didapatkan nilai p value < 0,1 (0,000) dan kekuatan korelasi sebesar R = -0,378.  Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan korelasi cukup, yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan responden, maka sikap terhadap penggunaan obat tradisional cenderung semakin kritis. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan penggunaan obat tradisional yang rasional, aman, dan berbasis informasi yang tepat.
Uji Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Face Mist Berbasis Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Yani&#039; Qoriati; Akhmad Al-bari; Nawafila Februyani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40081

Abstract

Kulit rentan mengalami kerusakan yang diakibatkan paparan radikal bebas yang dapat mengakibatkan stres oksidatif dan penuaan dini sehingga diperlukan antioksidan dalam sediaan topikal. Salah satu tanaman yang memiliki potensi antioksidan alami yaitu tapak dara (Catharanthus roseus L.) karena mengandung flavonoid, fenolik, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi ekstrak daun tapak dara pada sediaan face mist dengan menguji karakteristik fisik dan tingkat aktivitas antioksidannya. Ekstrak didapat dengan ekstraksi ultrasonik menggunakan pelarut etanol 70% dan diformulasikan dalam tiga konsentrasi ekstrak yaitu 0,5, 1, dan 1,5 gram. Evaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya semprot, waktu kering, homogenitas, kelembapan kulit, bobot jenis, viskositas, dan aktivitas antioksidan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan sediaan face mist dengan pH 4,6–5,0, daya semprot 5,3–7 cm, waktu kering kurang dari 5 menit, dan homogen. Formula F3 memberikan peningkatan kelembapan kulit tertinggi sebesar 60% serta aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 108,10 ppm. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak tapak dara meningkatkan aktivitas antioksidan sediaan face mist.
Pemanfaatan Isolat Katekin dari Gambir (Uncaria Gambir Roxb.) pada Essence Sheet Mask: Kajian Stabilitas, Antioksidan dan Cemaran Mikroba Sediaan Yola Desnera Putri; Retty Azka Djumar Danawiria; Hesti Riasari; Adit Andriyannto
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolat katekin dari gambir (Uncaria gambir Roxb.) merupakan golongan polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi melalui kemampuan menetralisir radikal bebas ROS. Dalam upaya memanfaatkan bioaktivitasnya, isolat katekin diformulasikan sebagai essence sheet mask yang mendukung penetrasi transdermal optimal untuk mengatasi penuaan dini, hiperpigmentasi, dan stres oksidatif jaringan kulit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengkarakterisasi essence sheet mask berbasis katekin untuk aplikasi topikal inovatif, meliputi aktivitas antioksidan metode DPPH, stabilitas sediaan, cemaran mikroba (ALT dan AKK), serta penetapan kadar isolat katekin dalam sediaan essense sheet mask. Sediaan dibuat dalam dua formula, (F1, F2; rasio basis 2:1). Hasil uji DPPH menunjukkan nilai IC₅₀ asam askorbat sebesar 3,879 ppm dan isolat katekin 3,010 ppm. Setelah diformulasikan, aktivitas antioksidan isolat katekin menurun menjadi 64,066 ppm (F1) dan 50,565 ppm (F2), yang menunjukkan pengaruh matriks sediaan terhadap aktivitas bioaktif. Uji cemaran mikroba menunjukkan nilai ALT dan AKK berada di bawah batas maksimum (<10³), serta tidak terdeteksi Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Formulasi F1 dengan xanthan gum 0,2% menunjukkan stabilitas fisik yang optimal dan nilai IC₅₀ sebesar 96,049 ppm setelah penyimpanan 28 hari, serta kemampuan mempertahankan kadar zat aktif lebih baik dibandingkan F2. Dengan demikian, sediaan ini memenuhi standar stabilitas fisik dan mikrobiologis yang berpotensi sebagai alternatif antioksidan topikal.
Karakterisasi Senyawa Aktif Antioksidan Fraksi Tongkol Jagung Ketan (Zea mays ceratina) Terhadap Perbedaan Polaritas Pelarut Yuyun Febriani; Muhammad Yasykuri Zikrillah; Ajeng Pitaloka; Puspawan Hariadi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.37113

Abstract

Produksi jagung yang tinggi di NTB (Nusa Tenggara Barat) menimbulkanlimbah yang tinggi berupa tongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan antioksidan pada fraksi-fraksi tongkol jagung ketanuntuk mengetahui tingkatan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH sebagai model radikal bebas.Metode penelitian dilakukan melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi selama tiga hari kemudian difraksinasi dengan tiga pelarut yang polaritasnya berbeda yaitu n-heksan, etil asetat dan butanol. Uji bercak noda dilakukan sebagai uji kualitatif untuk mengetahui fraksi mana saja yang memiliki kandungan antioksidan sebelum masuk ke uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Visibel. Untuk uji kuantitatif aktivitas antioksidan dilakukan pada panjang gelombang 516,40 nm. Sampel yang digunakan adalah lima varian konsentrasi yaitu 2,5 ppm; 5 ppm; 7,5 ppm; 10 ppm dan20 ppm pada semua fraksi dan standar dengan marker (kuarsetin). Hasil absorbansi dari setiap konsentrasi fraksi dan standar kuarsetin, dihitung nilai pensentase inhibisi dan IC50 dengan regresi linear. Hasil pengujian aktivitas antioksidan didapatkan untuk standar kuasetin, fraksi butanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan secara berturut-turut 2,354 ppm; 3,740 ppm; 8,937 ppm dan 7,625 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa semua fraksi memiliki nilai IC50 mendekati standar kuarsetin dan pelarut butanol memberikan hasil terbesar dalam aktivitasnya sebagai antioksidan.
Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh terhadap Profil Senyawa Kurkumin pada Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) di Desa Nunsaen Kabupaten Kupang Pricilia Rilyn Restifanny Marolly; Muntasir Muntasir; Nurul Fatmawati Pua Upa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40336

Abstract

Kunyit (Curcuma longa L.) mengandung kurkumin sebagai senyawa bioaktif utama dengan berbagai aktivitas farmakologis. Kandungan kurkumin dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya ketiggian tempat tumbuh. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh ketinggian tanam terhadap profil senyawa kurkumin dan menentukan zona ketinggian yang menghasilkan kandungan kurkumin optimal pada rimpang kunyit. Desain penelitian observasional komparatif dengan pendekatan survei lapangan. Sampel adalah rimpang kunyit zona rendah (540,14 mdpl), zona menengah (689,53 mdpl) dan zona tinggi (871,19 mdpl). Metode analisis yang digunakan adalah TLC dan HPLC dengan detektor UV pada panjang gelombang 425 nm. Analisis data menggunakan uji One-Way ANOVA dan Tukey HSD. Hasil TLC diperoleh nilai Rf berkisar antara 0,88-0,94 mendekati standar (0,94). Hasil HPLC menunjukkan kandungan kurkumin tertinggi di zona tinggi (32,62 mg/g), zona menengah (21,84 mg/g) dan zona rendah (19,35 mg/g). Hasil uji One-Way ANOVA menemukan perbedaan signifikan. Uji Tukey HSD menemukan perbedaan signifikan antara zona tinggi dan zona rendah serta menengah, sedangkan zona rendah dan menengah tidak signifikan. Variasi ketinggian tempat tumbuh terbukti berpengaruh signifikan terhadap profil senyawa kurkumin pada rimpang kunyit di Desa Nunsaen, Kabupaten Kupang, di mana semakin tinggi lokasi penanaman, kadar kurkumin yang dihasilkan cenderung meningkat. Di antara tiga zona yang diteliti, zona tinggi (871,19 mdpl) terbukti menghasilkan kadar kurkumin paling tinggi dan optimal. Dataran tinggi di Desa Nunsaen direkomendasikan sebagai lokasi budidaya strategis untuk menghasilkan kunyit dengan kualitas bioaktif terbaik.
Uji Stabilitas Formula Masker Gel Peel-off Kombinasi Kitosan dan Niacinamide Terhadap Cutibacterium acnes Fadhillathul Nurliawati; Taufik Hidayat; Lusi Nurdianti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.39525

Abstract

Acne vulgaris merupakan masalah kulit yang sering dikaitkan dengan pertumbuhan Cutibacterium acnes, sehingga diperlukan sediaan antijerawat yang efektif dan stabil. Penelitian ini bertujuan memformulasikan masker gel peel-off kombinasi kitosan dan niacinamide serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan aktivitas antibakterinya secara in vitro. Penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar. Formula dibuat dengan kitosan 3% dan variasi konsentrasi niacinamide 2, 3, dan 4%, kemudian dievaluasi melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, reologi, waktu kering, stabilitas, efektivitas antibakteri, hedonik, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula (F0, F1, F2 dan F3) memenuhi persyaratan fisikokimia dan tetap stabil selama pengujian stabilitas. Uji hedonik menunjukkan tingkat penerimaan yang baik oleh panelis, sedangkan uji iritasi menunjukkan sediaan relatif aman untuk penggunaan topikal. Aktivitas antibakteri dengan zona hambat berturut -turut pada formula F1(3,73 ± 1,00 mm); F2 (4,80 ± 1,22 mm), dan F3 (5,37 mm ± 1,48 mm) dengan aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh formula F3. Kombinasi kitosan dan niacinamide berpotensi dikembangkan sebagai sediaan antijerawat meskipun aktivitas antibakterinya masih kategori lemah.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetik Terhadap Luaran Klinis Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Umbulharjo I Meidina Fitrianti; Siwi Padmasari; Margarita Krishna Setiawati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.38639

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Keberhasilan penatalaksanaan DM sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, yang berdampak langsung pada luaran klinis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik dengan luaran klinis pasien DM tipe 2 di Puskesmas Umbulharjo I. Rancangan penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan teknik purposive sampling pada 98 pasien. Data sosiodemografi diperoleh melalui wawancara dan rekam medis, tingkat kepatuhan diukur menggunakan instrumen ProMAS, sedangkan luaran klinis dinilai melalui kadar Gula Darah Sewaktu (GDS). Analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (62,2%), berusia 46–65 tahun (51%), berpendidikan terakhir SMA (36,7%), tidak bekerja (61,2%), telah terdiagnosis DM ≥5 tahun (53,1%), menggunakan pengobatan tunggal (71,4%), serta memiliki penyakit penyerta (69,4%). Tingkat kepatuhan berada pada katogori Sedang-Tinggi (43,9%) dan luaran klinis pada kategori terkontrol (56,1%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik dengan luaran klinis (p=0,000 dengan r=-0,588).