cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 232 Documents
Pengembangan Formula Sediaan Patch Ekstrak Propolis Tetragonula sp. Menggunakan Metode Simplex Lattice Design Maulira, Dinda Ayu; Pratiwi, Eskarani Tri; Hajrin, Wahida; Ridwan, Sucilawaty
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35926

Abstract

Propolis mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi pada konsentrasi 5%. Flavonoid memiliki permeabilitas rendah pada kulit, sehingga diformulasikan dalam bentuk patch. Pembuatan patch memerlukan HPMC dan PVP sebagai polimer untuk menjaga kualitas fisik patch. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi konsentrasi polimer pada patch dengan kandungan ekstrak propolis. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi propolis menggunakan etanol 70% dengan metode maserasi dan dilanjutkan dengan uji kualitatif flavonoid. Untuk proses optimasi, digunakan metode simplex lattice design (SLD) dengan variabel yang dioptimalkan yaitu konsentrasi HPMC dan PVP. Parameter respon yang dievaluasi yaitu sifat fisik meliputi pH, ketebalan, ketahanan lipat, dan daya serap kelembapan. Formula optimum  dievaluasi sifat fisik seperti sebelumnya dengan tambahan uji organoleptis dan keseragaman bobot. Kemudian, formula optimum diverifikasi menggunakan analisis statistik one sample t-test pada perangkat lunak SPSS versi 25 dengan nilai P > 0,05. Hasil penelitian didapatkan rendemen ekstrak sebesar 43,54% dan positif mengandung flavonoid. Berdasarkan metode SLD diperoleh formula optimum dengan konsentrasi HPMC 6% dan PVP 1%. Patch formula optimum memiliki tekstur yang halus, berwarna jernih kekuningan, dan beraroma khas propolis. Verifikasi formula optimum menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna antara respon percobaan dan respon prediksi dengan nilai pH 4,92±0,015; ketebalan 0,218±0,003 mm; ketahanan lipat 343±2,00 dan daya serap kelembapan 5,26±0,047%. Formula patch optimum yang mengandung HPMC 6% dan PVP 1% menghasilkan karakteristik fisik yang baik dan hasil verifikasi yang menunjukkan kesesuaian antara respon prediksi dan hasil percobaan.
Potensi Kombinasi Ekstrak Binahong (Anredera cordifolia) dan Jeruk Purut (Citrus hystrix) dalam Sediaan Lotion Tabir Surya: Kajian Aktivitas Antioksidan dan Nilai SPF Aziz, Yaya Sulthon; Nurdiana, Della Resa Resa; Putra, Kevin Arya Endar; Andari, Susilowati; Handayani, Tatik
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35856

Abstract

Kulit rentan terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV) yang memicu stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan memformulasi dan mengevaluasi sediaan lotion kombinasi ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia) dan minyak kulit jeruk purut (Citrus hystrix ) sebagai tabir surya dengan menguji aktivitas antioksidan dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Ekstrak daun binahong diperoleh dengan maserasi, sedangkan minyak jeruk purut dengan destilasi. Formulasi lotion dibuat dalam beberapa variasi konsentrasi kombinasi. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas, tipe emulsi, iritasi, serta uji aktivitas antioksidan (IC50) dan nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil evaluasi fisikokimia menunjukkan bahwa sediaan lotion yang diformulasikan umumnya memenuhi persyaratan, memiliki tipe emulsi minyak dalam air, dan tidak mengiritasi kulit, meskipun uji homogenitas pada satu penelitian menunjukkan hasil yang belum memenuhi syarat. Hasil utama penelitian mengungkap bahwa formula 2 menunjukkan potensi terbaik dengan nilai antioksidan IC50  sebesar 8,81 ppm (kategori sangat kuat) dan nilai SPF 4,4 (kategori moderate). Penelitian membuktikan bahwa kombinasi ekstrak daun binahong dan minyak jeruk purut berpotensi diformulasikan menjadi lotion tabir surya yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF, dengan variasi konsentrasi mempengaruhi efektivitasnya.
Kualitas Komunikasi Tenaga Kefarmasian Kepada Pasien Dalam Pelayanan Non Resep di Apotek Wilayah Sesetan Denpasar Suwantara, I Putu Tangkas; Antari, Ni Putu Udayana; Megawati, Fitria; Agustini, Ni Putu Dewi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.31699

Abstract

Dalam melakukan pelayanan kefarmasian, tenaga kefarmasian wajib melakukan komunikasi yang efektif dan efisien. Komunikasi yang baik dapat mengoptimalkan efek terapi yang diterima pasien. Dengan kata lain, komunikasi yang baik merupakan parameter keberhasilan dalam sebuah interaksi atau dinyatakan sebagai kualitas yang efektif, sedangkan kualitas yang buruk menandakan ketidakefektifan dalam komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kualitas komunikasi tenaga kefarmasian kepada pasien dalam pelayanan non resep di Apotek wilayah Sesetan Denpasar. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, dimana pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan teknik purposive sampling terhadap 200 sampel. Data penelitian ini disajikan dalam bentuk persentase untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat kualitas komunikasi. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 dimensi, yaitu clarity, humble, audible, emphaty, dan respect. Dari 5 dimensi yang dianalisis, diperoleh hasil yang menunjukkan hasil diatas 80% pada masing-masing dimensi, dengan rata-rata total dimensi 81,3% yang artinya komunikasi telah dilakukan oleh Petugas Kefarmasian di Apotek Wilayah Sesetan Denpasar sudah sangat baik.
Efektivitas Konseling Dengan Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Pasien dan Kepatuhan Mengonsumsi Obat Antihipertensi di Puskesmas Olak Kemang Pondawinata, Marizki; Sadli, Nurul Kamilah; Astuti, Novia Tri; Chandra, M. Tri Firia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.36968

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama dengan tingkat pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi yang rendah sehingga berdampak pada kurang optimalnya pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas konseling dengan media audiovisual terhadap pengetahuan pasien dan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest pada 100 pasien hipertensi yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner HK-LS untuk menilai pengetahuan dan MMAS-8 untuk menilai kepatuhan. Intervensi dilakukan melalui pemutaran video edukasi selama 5-10 menit yang dilanjutkan dengan diskusi singkat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bermakna skor pengetahuan dari 13,80 menjadi 20,20 dan peningkatan skor kepatuhan dari 4,38 menjadi 6,85 setelah intervensi. Proporsi pasien dengan kategori pengetahuan dan kepatuhan rendah juga menurun secara signifikan (p<0,05). Konseling dengan media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat antihipertensi.
Hubungan Pemberian N-Acetylcysteine Terhadap Risiko Terjadinya Hepatotoksisitas Pada Pasien Pengguna Obat Anti Tuberkulosis di RSUD Pasar Rebo Sari, Dini Permata; Fitriyani, Yuni Arsita; Amirulah, Fajar Arsita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35299

Abstract

Hepatotoksisitas adalah salah satu efek samping yang serius dari pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT), khususnya yang melibatkan isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana N-Acetylcysteine (NAC) dapat mengurangi risiko hepatotoksisitas pada pasien TBC yang menerima terapi OAT di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini non eksperimental analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Metode ini digunakan untuk melihat hubungan N-Acetylcysteine dalam menurunkan risiko hepatotoksisitas pada pasien TBC yang menjalani terapi di RSUD Pasar Rebo. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kadar SGOT (p=0,001) dan SGPT (p=0,004) antara kelompok yang diberikan N-Acetylcystein dan yang tidak. Selain itu, ditemukan pula hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan efektivitas N-Acetylcystein (SGOT p=0,038; SGPT p=0,019), tetapi tidak ada hubungan yang signifikan dengan usia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan N-Acetylcysteine terbukti efektif dalam mengurangi risiko hepatotoksisitas yang disebabkan oleh terapi OAT.
Kajian Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat Pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Seberang Padang Kota Padang Ramadhani, Putri; Sakinah, Sakinah; Adriani, Syifa; Damayanti, Nurul; Hijriani, Nursela
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37320

Abstract

Sistem imun, dan khususnya sel darah putih, merupakan target dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS)," merupakan sekumpulan gejala dan indikator penyakit yang terkait dengan melemahnya sistem imun yang disebabkan oleh infeksi HIV. Obat antiretroviral sangat penting untuk pengobatan HIV/AIDS. Namun demikian, interaksi obat dapat terjadi jika banyak obat dikonsumsi secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan interaksi obat di antara pasien HIV/AIDS di Puskesmas Seberang Padang, Kota Padang, dan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan obat dan frekuensi interaksi obat di antara pasien tersebut. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional, pengumpulan data prospektif, dan strategi pengambilan sampel terbatas waktu, penelitian ini memberikan hasil analitis tanpa melakukan eksperimen. Berdasarkan data yang diperoleh, jenis interaksi yang paling umum adalah farmakokinetik, dan insiden interaksi tertinggi berada pada kategori sedang yaitu 96,92%. Dalam penelitian ini, 119 pasien HIV/AIDS memiliki 26,37% kejadian yang berpotensi menyebabkan interaksi obat. Di Puskesmas Seberang Padang, terdapat hubungan linier positif yang signifikan (r=0,618) antara jumlah interaksi obat dan jumlah penggunaan obat oleh pasien HIV/AIDS, menurut analisis statistik. Nilai p 0,000, kurang dari tingkat sig. 0,05.
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Pioglitazone Dibandingkan Glimepiride Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Wilayah Kota Mataram Zhahara, Kholida; Nugraheni, Diesty Anita; Mafruhah, Okti Ratna
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35915

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease requires long-term therapy, which can result in high medical costs. This study aims to analyze the cost-effectiveness of oral antidiabetic therapy with pioglitazone compared with glimepiride in type 2 diabetes mellitus outpatients at RSI Siti Hajar Mataram and RSUD H. Moh. Roeslan Kota Mataram from the hospital perspective. This research is an observational method with a cross-sectional design. Data were collected with retrospective and concurrent from medical record and treatment cost data of patients from May-Auguts 2025. Data analysis using the average cost-effectiveness ratio (ACER). The subject of this study is type 2 diabetes mellitus outpatients who met the inclusion and exclusion criteria, with patients received pioglitazone monotherapy and combination is 119 patients, while 133 patients received monotherapy and combination of glimepiride. The result showed that pioglitazone monotherapy could achieve a higher therapeutic target (80,82%) and had lower ACER value Rp 7.867,80 than the glimepiride. While the combination therapy of glimepiride-metformin could achieve a higher therapeutic target (78,57%) and had lower ACER value Rp 5.404,50 than the combination of pioglitazone-metformin. The conclusion of this study pioglitazone monotherapy is perceived to be more cost-effective than glimepiride, while the combination of glimepiride-metformin is perceived to be more cost-effective than combination of pioglitazone-metformin.
Analisis Hubungan Kepatuhan Suplementasi Tablet Besi Dengan Karakteristik Ibu Melahirkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Wonosari Yogyakarta Herlina, Tetie; Prillia, Wiwi Kustio; Amukti, Danang Prasetyaning; Suminingtyas, Ifa Aris; Kusumawardani, Nurul
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.34945

Abstract

Low birth weight (LBW) is a leading cause of neonatal mortality, especially in developing countries. Previous studies have not comprehensively assessed the role of maternal adherence to iron tablet consumption, gestational age, maternal age, and anemia status. This study aims to analyze the relationship between adherence to iron tablet consumption and the characteristics of mothers who gave birth LBW at Wonosari Regional Hospital, Yogyakarta. This is a retrospective analytical study with a cross-sectional design on 47 pregnant women who gave birth  LBW between October 2024 and March 2025. Data collection involved the use of an adherence questionnaire to assess adherence to iron supplementation, as well as secondary data obtained from patient medical records. Statistical analysis was performed using the chi-square test to determine the relationship between variables. The results showed no statistically significant association between adherence to iron supplementation (p=0.74), maternal age (p=0.34), or anemia status (p=0.36) with LBW. However, there was a strong and statistically significant association between gestational age and LBW (p < 0.001), which showed that preterm birth is a major risk factor for LBW. In conclusion, gestational age was significantly associated with LBW, while adherence to iron supplementation, maternal age, and anemia status were not. Preventing preterm birth should be a primary focus in strategies aimed at reducing the incidence of LBW.
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Pada Pneumonia Anak di RSUD Klungkung Oviani, Gusti Ayu; Aprianti, Pande Made Ayu; Gayatri, Ni Putu Ayu Deviana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37068

Abstract

Community-acquired pneumonia (CAP) merupakan salah satu penyebab kematian utama pada anak-anak diseluruh dunia. Antibiotik merupakan terapi utama pada pneumonia dan diperlukan studi farmakoekonomi dengan metode cost effectiveness analysis (CEA) untuk membandingkan biaya pengobatan dengan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya antibiotik tunggal Seftriakson dan antibiotik kombinasi Ampisilin+Gentamisin pada pasien pneumonia anak di instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Klungkung. Pengumpulan data secara retrospektif menggunakan rekam medis. Data biaya menggunakan biaya rumah sakit (healthcare perspective) dan biaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) (payer perspective). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar menerima terapi kombinasi (78,4%), dengan terbanyak kombinasi ampisilin dan gentamisin (52,8%). Nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) berdasarkan payer perspective menunjukkan Kelompok tunggal adalah sebesar Rp 1.162.081/hari, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kelompok kombinasi yang bernilai Rp 1.100.689/hari. Perspektif healthcare provider, Kelompok tunggal memiliki ACER lebih rendah yang bernilai Rp 908.449/hari dibandingkan Kelompok kombinasi yang bernilai Rp 906.053/hari. Nilai Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) dari perspektif payer adalah Rp 609.551 /hari dan perspektif healthcare nilai ICER Rp 886.880 /hari. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dari efektivitas biaya dan efektivitas terapi. Kelompok terapi tunggal memiliki ACER payer sedikit lebih tinggi, tetapi memiliki nilai ICER yang lebih rendah dan LOS yang lebih cepat dibandingkan kelompok terapi kombinasi.
Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Apoteker Pada Penggunaan Obat Halal di Kabupaten Sleman Lasiama, Nabila; Yogananda, Amrina Amalia; Faizah, Nurul
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35344

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim mewajibkan produk yang beredar memiliki sertifikasi halal, sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Apoteker sebagai tenaga kesehatan berperan penting dalam memastikan penggunaan obat halal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan apoteker terhadap perilaku penggunaan obat halal di Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan kuesioner sebagai instrumen utama. Sebanyak 100 apoteker dipilih melalui purposive sampling. Hasil menunjukkan 89% responden memiliki pengetahuan “baik” tentang obat halal, sementara perilaku penggunaan obat halal berada pada kategori “cukup” sebesar 62%. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai r = 0,605 dan P = 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan apoteker dengan perilaku penggunaan obat halal.