cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 211 Documents
Molecular Docking Study of Flavonoid Compounds in The Guava Leaves (Psidium Guajava L.) Which Has Potential as Anti-Inflammatory COX-2 Inhibitors Dina Ahsana; Andika Andika; Siti Nashihah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.5487

Abstract

ABSTRAKInflamasi yang bersifat progresif cenderung akan merusak dan menimbulkan beberapa permasalahan dalam tubuh. Enzim COX-2 merupakan salah satu mediator yang berkontribusi besar dalam terjadinya inflamasi progresif. Penelitian secara eksperimental daun jambu biji (Psidium guajava L.) terbukti memiliki aktivitas anti-inflamasi diduga karena banyak terkandung senyawa flavonoid, namun masih belum ada penelitian aktivitasnya terhadap penghambatan COX-2 selektif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi senyawa flavonoid memiliki aktivitas anti-inflamasi penghambat COX-2 selektif menggunakan uji penambatan molekul. Metode: 31 senyawa flavonoid daun jambu biji didapat dari studi literatur beberapa penelitian in-vitro dan kode protein ID: 6COX yang digunakan pada penelitian penambatan molekular ini dilakukan energi minimisasi terlebih dahulu. Selanjutnya digunakan software docking Autodock4 dengan metode semi-flexible dan Lamarckian Genetic Algorithm (LGA). Semua senyawa flavonoid juga dilakukan prediksi Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Ekskresi, Toksisitas (ADMET). Hasil: secara keseluruhan diperoleh semua 31 senyawa uji flavonoid daun jambu biji berpotensi sebagai inhibitor COX-2 dan beberapa senyawa uji diantaranya memiliki nilai docking ∆G terbaik yang berasal dari Epicatechin-3-O-Gallate sebesar -9,31 kcal/mol, disusul oleh Gallocatechin sebesar -8,97 kcal/mol serta Tamarixetin -8,83 kcal/mol. Residu asam amino SER 353, TYR 385, SER 530, GLN 192 dan ARG 120 juga banyak berkontibusi dalam terbentuknya ikatan hidrogen. Kesimpulan: Epicatechin-3-O-Gallate merupakan senyawa uji yang memiliki potensi besar sebagai anti-inflamasi inhibitor COX-2 selektif karena memiliki kekuatan dan kestabilan ikatan yang tinggi dengan energi docking terendah saat ditambatkan pada protein target. Kata kunci: Penambatan Molekuler; Autodock4; Psidium guajava L; Antiinflamasi Inhibitor ; COX-2; Flavonoid.ABSTRACTProgressive inflammation tends to damage and cause several problems in the body. The COX-2 enzyme is one of the mediators that have a significant contribution to progressive inflammation. Experimental study, guava leaves (Psidium guajava L.), have anti-inflammatory activity, presumably because they contain many flavonoid compounds. However, the lack of those research on their action against selective COX-2 inhibition. The purpose of this study is to determine the potential for flavonoid compounds to have anti-inflammatory activity of selective COX-2 inhibitors using molecular docking. Method: 31 flavonoids compound of guava leaves found on some literature studies of a systematic literature review and protein code ID: 6COX used on this molecular docking study by applying minimization energy at first. Next, using Autodock4 docking software with semi-flexible and Lamarckian Genetic Algorithm (LGA) methods. All flavonoid compounds also used screening Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, Toxicity (ADMET) prediction. Results: Overall results obtained that all 31 compounds of guava leaf flavonoids can potentially be COX-2 inhibitors. One of them has the best docking value with ∆G from Epicatechin-3-O-Gallate of -9.31 kcal/mol is high than the Gallocatechin of -8.97 kcal/mol and -8.83 kcal/mol Tamarixetin. The amino acid residues SER 353, TYR 385, SER 530, GLN 192, and ARG 120 contributed significantly to form hydrogen bonds. Conclusions: Epicatechin-3-O-Gallate has significant potential as an anti-inflammatory selective COX-2 inhibitor because it has high bond strength and stability with the lowest energy binding when attached to the target protein.Keyword: Molecular Docking; Autodock4; Psidium guajava L; Inhibitor Anti-inflammatory; COX-2; Flavonoids.
Uji Aktivitas Hair Tonic Madu Kombinasi Ekstrak Daun Seledri (Apium Graveolens Linn) Terhadap Pertumbuhan Rambut Kelinci Jantan Dzun Haryadi Ittiqo; Putri Jeniti; Melati Permata Hati; Baiq Nurbaety; Abdul Rahman Wahid
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7406

Abstract

ABSTRAKSeledri adalah tanaman yang memiliki efek terhadap pertumbuhan rambut, selain seledri madu telah banyak diketahui sebagai bahan alami yang berguna untuk merawat dan menyehatkan kulit kepala serta rambut karena kandungan madu sendiri kaya akan antioksidan yang penting bagi kesehatan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hair tonic madu kombinasi ektrak seledri terhadap pertumbuhan rambut kelinci serta uji mutu fisik hair tonic. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan hewan uji kelinci jantan jenis New Zealand dengan variasi konsentrasi dosis seledri dan madu untuk Formula A (5% : 15%), Formula B (10% : 10%), Formula C (15% : 15%), kontrol normal (tanpa perlakuan), kontrol negatif (bahan tambahan), dan kontrol positif (sediaan hair tonic mengandung minoxidil 2%). Uji mutu fisik meliputi organoleptis dan uji pH. Pengukuran pertumbuhan rambut dilakukan pengamatan selama 14 hari. Data hasil pengukuran panjang dan berat rambut diuji statistik dengan metode uji Anova . Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan hair tonic kombinasi ekstrak daun seledri dan madu memenuhi syarat PH dan menghasilkan warna, bau, dan kejernian yang stabil selama penyimpanan. Kombinasi ekstrak daun seledri dan madu yang memiliki potensi paling tinggi terhadap pertumbuhan rambut kelinci adalah formula B, dengan perbandingan konsentrasi ekstrak 10% dan madu 10% dan tidak ada perbedaan yang signifikan (p<0,05) dengan kelompok positif . Kesimpulan pada penelitian ini adalah Hair tonic kombinasi ekstrak daun seledri dan madu memenuhi kriteria syarat Mutu Fisik dan Formula B memiliki potensi  paling tinggi dan sama besar dengan kontrol positif terhadap aktivitas pertumbuhan rambut kelinci. Kata kunci : Hair Tonic; Seledri; Madu; Pertumbuhan Rambut.ASBTRACTCelery is a plant that has an effect on hair growth, in addition to celery honey has been widely known as a natural ingredient that is useful for treating and nourishing the scalp and hair because the content of honey itself is rich in antioxidants that are important for hair health. This study aims to determine the hair tonic activity of honey celery extract combination on rabbit hair growth and to test the physical quality of hair tonic.The design of this study was experimental using test animals of New Zealand male rabbits with various concentrations of celery and honey doses for Formula A (5%: 15%), Formula B (10%: 10%), Formula C (15%: 15%) , normal control (without treatment), negative control (additional ingredients), and positive control (hair tonic preparations containing 2% minoxidil). Physical properties test include organoleptic and pH test. Measurement of hair growth was observed for 14 days. The results of measurement of hair length and weight were tested statistically by the Anova test method. The results showed that the hair tonic preparation of a combination of celery leaf extract and honey met the pH requirements and produced stable color, odor, and clarity during storage. The combination of celery leaf extract and honey which has the highest potential for rabbit hair growth is formula B, with a ratio of 10% extract concentration and 10% honey and there is no significant difference (p<0.05) with the positive group. The conclusion of this study is that the hair tonic combination of celery leaf extract and honey meets the criteria for Physical Quality and Formula B has the highest potential and is as large as a positive control on rabbit hair growth activityKeywords : Hair Tonic; Celery; Honey; Hair Growth Activity.
Penetapan Kadar Tanin Ekstrak Daun Pagoda (Clerodendrum Paniculantum) Dengan Metode Spektrofotometri Visible Dan Titrasi Permanganometri Elly Mulyani; Herlina Herlina; Kurnia Suci
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7034

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam tanaman obat yang salah satunya adalah tanaman pagoda (Clerodenrum paniculantum). Daun Pagoda (Clerodenrum paniculantum) mengandung senyawa  flavanoid, terpenoid, tanin, alkaloid, sterol dan glikosida. Uji identifikasi tanin dari ekstrak daun pagoda penelitian (Hafiz dkk, 2016) dan (Fitriana, 2018) menjelaskan bahwa daun pagoda positif mengandung senyawa tanin yang belum diketahui kadarnya. Oleh karena itu, peneliti melakukan penetapan kadar tanin pada daun pagoda(Clerodenrum paniculantum). Daun pagoda yang telah dikeringkan di estraksi secara maserasi dengan mengunakan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif menggunakan preaksi warna FeCl3 1% dan uji kuantitatif mengunakan dua metode yaitu Spektrofotometri Visibel dan titrasi permanganometri. Hasil dari kualitatif dengan menambahkan FeCl3 terjadi perubahan warna biru kehitaman menunjukan bahwa ekstrak daun pagoda pmengandung tanin. Hasil dari uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri Visibel didapat kadar tanin yaitu 4,146% (15 ppm), 5,546% (20 ppm) dan 7,598% (30 ppm). Sedangakan menggunakan metode permanganometri didapatkan kadar rata-rata yaitu 0,443%. Kata kunci : Clerodendrum paniculantum; Tanin; Spektrofotometri Visibel; Permanganometri.ABSTRACTIndonesia is a country that has a variety of medicinal plants, one of which is the pagoda plant (Clerodenrum paniculantum). Pagoda leaves (Clerodenrum paniculantum) contain flavonoid compounds, terpenoids, tannins, alkaloids, sterols and glycosides. The tannin identification test from the research pagoda leaf extract (Hafiz et al, 2016) and (Fitriana, 2018) explained that the positive pagoda leaf contained an unknown level of tannin compounds. Therefore, the researchers determined the levels of tannins in pagoda (Clerodenrum paniculantum) leaves. The dried pagoda leaves were extracted by maceration using 96% ethanol solvent and then qualitative and quantitative tests were carried out. The qualitative test used 1% FeCl3 color reaction and the quantitative test used two methods, namely visible spectrophotometry and permanganometric titration. The results of the qualitative by adding FeCl3 there was a blue-black color change indicating that the pagoda leaf extract contains tannins. The results of the quantitative test using visible spectrophotometry obtained tannin levels of 4.146% (15 ppm), 5.546% (20 ppm) and 7.598% (30 ppm). While using the permanganometry method, the average level was 0.443%Keywords : Clerodendrum paniculantum; Tannins; Visible spectrophotometry; Permanganometric.
Identifikasi Senyawa Hidrokuinon Dan Merkuri Pada Sediaan Whitening Body Lotion Yang Beredar Di Klinik Kecantikan Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Cyntiya Rahmawati; Emy Darwati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7023

Abstract

ABSTRAKLotion adalah sediaan kosmetik golongan emolien (pelembut) yang mengandung air lebih banyak. Sediaan ini memiliki beberapa sifat, yaitu sebagai sumber pelembab bagi kulit, memiliki lapisan minyak yang hampir sama dengan sebum. Hidroquinon (Hq) termasuk golongan senyawa fenol yang bersifat larut dalam air Senyawa ini digunakan sebagai bahan pemutih dan pencegahan pigmentasi yang bekerja menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam penggelapan kulit, Merkuri adalah Merkuri (Hg) / air raksa termasuk logam berat berbahaya  yang biasanya merkuri terdapat pada kosmetik yang digunakan untuk memucatkan flek pada kulit. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan apakah terdapat senyawa hidroquinon dan mekuri pada sediaan whitening body lotion di klinik kecantikan Kota Mataram dengan menggunakan metode uji reaksi warna dan metode titrasi sirimetri, setelah dilakukannya penelitian didapatkan hasil bahwa kosmetik khususnya whitening body lotion di klinik kecantikan Kota Mataram mengandung hidroquinon dan merkuri, namun untuk kadar hidroquinon masih di bawah batas tertentu yaitu dibawah 2 %. Setelah dilakukannya penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan whitening body lotion yang didapakan dari beberapa klinik kecantikan di Kota Mataram dengan 3 macam sampel 1 sampel dianataranya positif mengandung hidroquinon dan 2 sampel lainnya positif mengandung merkuri. Kata kunci : Hidroquinon; Merkuri; Whitening Body Lotion; Titrasi sirimetri.ABSTRACTLotions are cosmetic preparations of the emollient group (softeners) that contain more water. This preparation has several properties, namely as a source of moisturizer for the skin, has almost the same oil layer as sebum. Hydroquinone (Hq) belongs to the class of phenol compounds that are soluble in the water This compound is used as a bleaching and pigmentation prevention that works to inhibit the enzyme tyrosinase that plays a role in skin darkening, Mercury is Mercury (Hg) / mercury including harmful heavy metals that are usually mercury found in cosmetics used to pronounce spots on the skin. This study was conducted to determine whether there are hydroquinone and mercury compounds in whitening body lotion preparations in Mataram city beauty clinics using color reaction test methods and perimetric titration methods after the study obtained results that cosmetics, especially whitening body lotion in Mataram city beauty clinics contain hydroquinone and mercury, but for hydroquinone, levels are still below a certain limit of below 2%. After the study, it can be concluded that the preparation of whitening body lotion obtained from several beauty clinics in Mataram City with 3 kinds of samples 1 sample of which is positive contains hydroquinone and 2 other samples positive contains mercury.Keywords : Hydroquinone; Mercury; Whitening Body Lotion; Sirimetric titration.
Efektifitas Antibakteri Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Siti Fatimah; Yuliana Prasetyaningsih; Ratih Widi Astuti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7233

Abstract

ABSTRAKAda banyak kasus resistensi bakteri karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Ini akan menyebabkan meluasnya resistensi. Staphylococcus aureus telah diketahui resisten terhadap antibiotik golongan penisilin. Oleh karena itu perlu dilakukan pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan-bahan alami. Daun pegagan (Centella asiatica) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, fenol, saponin dan steroid yang bersifat antibakteri karena dapat merusak dinding sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri ekstrak daun pegagan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode difusi cara cakram. Daun pegagan diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 90% sebagai pelarut. Ekstrak pegagan yang telah dibuat kemudian diencerkan menggunakan aquades steril pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%. Kontrol positif menggunakan amphicilin 10 µg dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun pegagan  dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% memiliki rata-rata diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus sebesar 15 mm, 17,6 mm, 20 mm, 21,6 mm, dan 25 mm. Kontrol positif (ampicilin 10 µg) sebesar 40 mm dan kontrol negatif (aquades steril ) sebesar 0 mm. Ekstrak pegagan pada konsentrasi 60%, 80% dan 100% efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sedangkan konsentrasi 20% dan 40% tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureusKata kunci : Efektifitas; Ekstrak daun pegagan; Staphylococcus aureus.ABSTRACTThere are many cases of bacterial resistance due to inappropriate use of antibiotics. This will cause widespread resistance. Staphylococcus aureus has been known to be resistant to penicillin class antibiotics. Therefore it is necessary to do alternative medicine using natural ingredients. Pegagan (Centella asiatica) leaves contain active compounds such as flavonoids, tannins, phenol, saponins and steroid which are antibacterial because they can damage bacterial cell walls. This study aims to determine the antibacterial effectiveness of pegagan leaf extract against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This type of research is an experimental study with the disc diffusion method. Pegagan leaves were extracted by maceration method using 90% ethanol as solvent. The pegagan extract that had been made was then diluted using sterile distilled water at concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, 100%. Positive control used 10 µg amphicillin and negative control used sterile distilled water. The results showed that the pegagan leaf extract with concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100% had an average diameter of the inhibition zone against Staphylococcus aureus of 15 mm, 17.6 mm, 20 mm, 21.6 mm, and 25 mm. The positive control (ampicillin 10 µg) was 40 mm and the negative control (sterile distilled water) was 0 mm. Pegagan extract at concentrations of 60%, 80% and 100% was effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria, while concentrations of 20% and 40% were not effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria.Keywords : effective; pegagan leaf extract; Staphylococcus aureus.
Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Gel Hand Sanitizer Minyak Atsiri Jeruk Kalamansi (Citrus macrocarpa Bunge) Aina Fatkhil Haque; Betna Dewi; Lena Hartati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7032

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) untuk membuat sediaan gel hand sanitizer.  Proses pembuatan sediaan gel hand sanitizer Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) menggunakan variasi konsentrasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) 0%, 1%, 2%, dan 4%, basis yang digunakan sebagai gelling agent yaitu carbomer, dan dilakukan evaluasi sediaan yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) dapat dibuat sediaan gel hand sanitizer dan perbedaan konsentrasi dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan gel hand sanitizer yang meliputi konsistensi dan bau gel hand sanitizer. Dari keempat formula F0 0%, F1 1%, F2 2%, dan F3 4% sediaan yang paling baik adalah F3 dengan konsentrasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) 4% v/vKata kunci : Jeruk Kalamansi; Sediaan gel; Handsanitizer; Minyak Atsiri; Anti Bakteri. ABSTRACTThis review plans to decide the capacity of Kalamansi Orange Peel Essential Oil (Citrus microcarpa Bunge) to make hand sanitizer gel arrangements. The process of making hand sanitizer gel preparations of Kalamansi Orange Peel Essential Oil (Citrus microcarpa Bunge) using a concentration variety of Kalamansi Orange Peel Essential Oil (Citrus microcarpa Bunge) 1%, 2%, 4%, the base used as a gelling agent is carbomer, and an assessment was done. Arrangements which incorporate organoleptic test, pH test, Viscosity test, Dispersion test, adhesion test, and homogeneity test. The outcomes showed that Kalamansi Orange Peel Essential Oil (Citrus microcarpa Bunge) could be made into hand sanitizer gel arrangements and contrasts in focus could influence the actual properties of hand sanitizer gel arrangements which incorporated the consistency and scent of the hand sanitizer gel. Of the four equations F0 0%, F1 1%, F2 2%, dan F3 4%, the best arrangement is F3 with a concentration of 4% v/v Kalamansi Orange Peel Essential Oil (Citrus microcarpa Bunge).Keywords : Calamansi; Gel; Handsanitizer; Essential Oil; Antibacterial.
Faktor Rasionalitas Swamedikasi Suplemen Yang Mengandung Vitamin C Di Kota Denpasar Ni Putu Aryati Suryaningsih; Gde Palguna Reganata; Ayunda Deva Rinata
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.6440

Abstract

ABSTRAKProvinsi Bali pada bulan September 2020, memecahkan rekor tertinggi penambahan kasus harian Coronavirus Disease (COVID-19). Peningkatan pandemik menyebabkan penggunaan suplemen yang mengandung VItamin C meningkat secara signifikan. Penggunaan VItamin C masih sangat tinggi dan penelitian ini masih sangat terbatas. Penggunaan VItamin C yang meningkat dan tidak sesuai kebutuhan tubuh menyebabkan penggunaan vitamin tersebut tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui   faktor apa saja yang mempengaruhi responden dalam swamedikasi suplemen yang mengandung VItamin C. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan Rancangan penelitian cross-sectional pada masyarakat kota Denpasar periode Januari- Juni 2021. Hasil penelitian di dapat responden terbanyak dalam swamedikasi di Usia Remaja Akhir sebanyak 49,5% terlihat paling banyak di Denpasar Barat terbanyak sebesar 31,4 %, dengan Jenis kelamin perempuan sebanyak 68,6 %. Tingkat pendidikan tinggi paling banyak sebesar 51,4 %  dengan Jenis suplemen Enervon C sebanyak 41% dan sumber Informasi terbanyak dari Tenaga Kesehatan sebanyak 41,9%. Faktor yang mempengaruhi rasionalitas swamedikasi adalah tingkat pendidikan dan sumber informasi dengan p = 0,001 dan p=0,009Kata kunci : Rasionalitas; Swamedikasi; Suplemen; Vitamin C.ABSTRACTProvince Bali in September 2020, the highest daily addition of cases of Coronavirus Disease (COVID-19).The increase in pandemic caused the use of supplements containing VItamin C significantly. The use of VItamin C is still very high and this research is very limited. The Increase use of  VItamin C and does not match the body’s needs causes the use  of this vitamin to be irational. This research aims to factors influence of respondents in swamedication supplements containing VItamin C.  This study is a quantitative descriptive with a cross-sectional approaches in Denpasar for the January-June 2021 period. In this study, the late teen as much as 49,5% was seen the most, the West Denpasar area was the most at 31,4%, with female as 68.6%. The highest level of higher education as 51,4% with Enervon C supplements as much as 41%, and the largest sources of information is from Health Workers as much as 41,9%. Factors that influences the rationality in swamedication are the evel of education and sources of information with p=0,001 and p=0,009.Keywords : Rationality; Swamedication; Suplement; Vitamin C 
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Batang Tanaman Ungu (Graptophylum pictum (L.) Griff) Kabupaten Takalar Menggunakan Pereaksi DPPH Secara Spektrofotometri Visibel Andi Indrawati; Suherman Baharuddin; Herlina Kahar
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7213

Abstract

ABSTRAKAntioksidan adalah suatu sistem pertahanan dalam tubuh yang berguna untuk menangkal kerusakan sel tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas. Berbagai kajian mengenai tanaman Graptophyllum pictum (L.) Griff dalam hal antioksidan, maka dalam penelitian ini akan dikembangkan pengujiannya sebagai antioksidan pada bagian batang dari tanaman Graptophyllum pictum (L.) Griff ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan ada tidaknya aktivitas antioksidan pada ekstrak batang tanaman daun Ungu (Graptophylum pictum (L.) Griff) Kabupaten Takalar dengan menggunakan pereaksi DPPH secara Spektrofotometri Visibel. Ekstrak batang tanaman daun Ungu dibuat dengan seri konsentrasi 50, 75, 100, 125 dan 150 ppm sedangkan vitamin C sebagai pembanding dibuat dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Tiap seri konsentrasi ditambahkan DPPH 40 ppm dan diinkubasi selama 30 menit, lalu diukur absorbansinya menggunakan pektrofotometri Visibel pada panjang gelombang 516.30 nm. Nilai IC50 yang diperoleh dari ekstrak batang tanaman daun Ungu sebesar 198,186 ppm sedangkan nilai IC50 vitamin C sebesar 2,819 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang tanaman ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) kabupaten Takalar memiliki aktivitas antioksidan lemah yang berada pada kisaran IC50 antara 151-200 ppm. Kata kunci : Antioksidan; Graptophylum pictum (L.) Griff; DPPH;  Spektrofotometri Visibel; IC50.ABSTRACTAntioxidants are a defense system in the body that is useful to ward off damage to body cells caused by free radicals. Various studies regarding the Graptophyllum pictum (L.) Griff plant in terms of antioxidants, so in this study will be developed as an antioxidant test on the stem of this Graptophyllum pictum (L.) Griff plant. This study aims to determine and determine the presence or absence of antioxidant activity in the stem extract of the purple leaf plant (Graptophylum pictum (L.) Griff) Takalar Regency using DPPH reagent by Visible Spectrophotometry. Purple leaf plant stem extracts were made with concentrations of 50, 75, 100, 125 and 150 ppm while vitamin C as a comparison was made with concentrations of 2, 4, 6, 8, and 10 ppm. Each concentration series was added with 40 ppm DPPH and incubated for 30 minutes, then the absorbance was measured using Visible Spectrophotometry at a wavelength of 516.30 nm. The IC50 value obtained from the stem extract of the Purple leaf plant was 198.186 ppm while the IC50 value for vitamin C was 2.819 ppm. The results showed that the stem extract of the purple plant (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Takalar Regency had weak antioxidant activity in the IC50 range of 151-200 ppm.Keywords: Antioxidants; Graptophylum pictum (L.) Griff; DPPH;Visible Spectrophotometry; IC50.
Gambaran Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Kelurahan Pagesangan Lingkungan Bebidas Tentang Covid-19 Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Anna Pradiningsih; Nur Fauziah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.6655

Abstract

ABSTRAKCoronavirus Disease-19 (COVID-19) menjadi peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat secara umum dan telah menarik perhatian dunia. Pengetahuan masyarakat mengenai pandemi COVID-19 yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya mencegah penularan COVID-19 penting untuk diterapkan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat kelurahan Pagesangan lingkungan Bebidas tentang COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif teknik consecutive sampling dengan menggunakan pendekatan  cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan sampel yang didapatkan berjumlah 100 responden di kelurahan Pagesangan lingkungan Bebidas. Hasil penelitian masyarakat yang pengetahuannya baik sebanyak 66%, cukup sebanyak 28% dan pengetahuan kurang sebanyak 6% dan masyarakat yang perilakunya baik sebanyak 66%, cukup sebanyak 31% dan perilaku buruk sebanyak 3%. Kesimpulannya menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 ada pada kategori baik dengan rata-rata 82% dan perilaku masyarakat tentang COVID-19 ada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 81,17%. Kata kunci : Pengetahuan; Perilaku; COVID-19; Masyarakat; Pagesangan.ABSTRACTCoronavirus Disease-19 (COVID-19) is a worldwide event that poses a hazard to public health. In order to prevent the spread of COVID-19, it is critical to increase public awareness about the pandemic as well as clean and healthy living habits. The goal of the study was to establish the community's degree of knowledge and behavior towards COVID-19 in the Pagesangan, Bebidas area. This is a descriptive observational study that uses a cross sectional method and uses a successive sampling technique. The sample for this study was 100 people from Pagesangan village in the Bebidas neighborhood, and the method employed was a questionnaire. According to the findings, persons with good knowledge account for 66%, adequate knowledge for 28%, and lack of knowledge for 6%, whereas those with good behavior account for 66%, adequate knowledge for 31%, and bad behavior account for 3%. The results demonstrate that public awareness of COVID-19 is good, with an average score of 82%, and public behavior toward COVID-19 is also positive, with an average score of 81.17%.Keywords : Knowledge; Behavior; COVID-19; Society; Pagesangan.
Uji Aktivitas Antibakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli Terhadap Senyawa Sintesis Difeniltin (IV) Metil Ditiokarbamat Mukhlis Sanuddin; Armini Hadriyati; Indah Permata Sari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7030

Abstract

ABSTRAKSenyawa organotimah (IV) ditiokarbamat ini telah banyak digunakan dalam bidang farmasi dan kedokteran dan digunakan sebagai antibakteri, atikanker. dan sebagai antijamur. Senyawa. ini berhasil disintesis. dengan tujuan untuk mencari gambaran struktur. dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan  Escherichia coli. Senyawa ini disintesis dengan metode in situ yaitu dengan penambahan metil amina (0.02 mol) + karbon disulfida (0.02 mol) + logam difeniltin (IV) diklorida (0.01 mol), dan menghasilkan serbuk sebanyak 1.9 g dilakukan identifikasi menggunakan FTIR, 1H NMR, dan 13C NMR. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram dan menggunakan media NA (Nutrient Agar). Hasil penelitian dari senyawa sintesis menggunakan FTIR diperoleh gugus (C-N), (C-S), (C=N), (C=C), (C-H). Hasil pengukuran dari 1H NMR diperoleh δ 2,34 (CH3) dan δ 7.29 – 8,32 (aromatik). Hasil 13C NMR diperoleh δ 11.17 – 20.32 (CH3), δ 128.12 – 142.71 (C aromatik) dan δ 51.03 – 57.39 (CH2), dan hasil pengujian aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 90 ppm dapat dikategorikan sangat kuat dalam aktivitas antibakteri. .Kesimpulan senyawa ini berhasil disintesis dan dikarakterisasi dengan gambaran struktur dan senyawa kompleks ini mempunyai aktivitas sebagai agen antibakteri. dengan kategori sangat kuat. Kata kunci : Antibakteri; FTIR; NMR; Organotimah (IV) ditiokarbamat.ABSTRACTThis organotin (IV) dithiocarbamate compound has been widely used in the pharmaceutical and medical fields and is used as an anticancer, antibacterial and antifungal. This compound was successfully synthesized with the aim of finding an overview of the structure and antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. This compound was synthesized by the in situ method by adding methyl amine (0.02 mol) + carbon disulfide (0.02 mol) + metal diphenyltin (IV) dichloride (0.01 mol), and producing a powder of 1.9 g was identified using FTIR, 1H NMR, and 13C NMR. Antibacterial activity testing was carried out using the paper disc diffusion method and using NA (Nutrient Agar) media. The results of the research of synthetic compounds using FTIR obtained groups (C-N), (C-S), (C=N), (C=C), (C-H). The measurement results of 1H NMR obtained 2.34 (CH3) and 7.29 – 8.32 (aromatic). The results of 13C NMR obtained 11.17 – 20.32 (CH3), 128.12 – 142.71 (C aromatic) and 51.03 – 57.39 (CH2), and the results of antibacterial activity test with a concentration of 90 ppm can be categorized as very strong in antibacterial activity. In conclusion, this compound was succesfully synthesized and caracterized by its structure description and this complex compound has activity as an antibacterial agent with a very strong category.Keywords : Antibacterial; FTIR; NMR; Organotimah (IV) ditiocarbamate.

Page 6 of 22 | Total Record : 211