cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
ANALISIS FAKTOR SUKU BUNGA DAN JUMLAH UANG BEREDAR YANG BERPENGARUH TERHADAP HARGA SAHAM SEKTOR PERBANKAN Rozak, Abdul
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.947 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1880

Abstract

The purpose of this study is to analyze the interest rate and money supply factors on the fluctuations in shares price of state-owned banks listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2011-2015. The research method used is descriptive and verificative explanatory research. Empirically, the results of the study indicate that the Bank Indonesia interest rate (BI-rate) and the circulation of money as a result of the amount of lending to the public have had a significant impact on the fluctuations in share prices of state banks. T test result shows that if the interest rate increases by 1 unit assuming the other variables are fixed, it will increase the stock price by 1,352. Then if the value of the money supply increases by 1 unit assuming the other variables are fixed, it will increase the stock price by 67,737. Meanwhile, ANOVA test results with a significance level of 0.000 obtained the calculated F value of 54.15> from the F crit of 3.16. Thus together the interest rates and money supply variables have a significant effect on stock prices in the banking sector. The implications of this study will provide the public with a broad understanding and conducive investment climate regarding the existence of a major factor in influencing macro price volatility.ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini yakni melakukan analisis faktor suku bunga dan jumlah uang beredar terhadap gejolak harga saham perbankan persero yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011–2015. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan deskriptif dan verifikatif. Secara empiris, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga Bank Indonesia(BI-rate) dan beredarnya uang sebagai akibat jumlah penyaluran kredit kepada masyarakat telah memberikan dampak signifikan terhadap gejolak harga saham perbankan persero. Hasil uji t menunjukkan bahwa apabila nilai tingkat suku bunga meningkat 1 satuan dengan asumsi variabel lain adalah tetap, maka akan meningkatkan harga saham sebesar 1.352. Kemudian jika nilai jumlah uang beredar meningkat 1 satuan dengan asumsi variabel lain adalah tetap, maka akan meningkatkan harga saham sebesar 67.737. Sementara hasil uji ANOVA dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 diperoleh nilai F hitung sebesar 54.15 > dari F tabel sebesar 3.16. Dengan demikian secara bersama-sama variabel tingkat suku bunga dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap harga saham sektor perbankan persero. Implikasi dari penelitian ini akan memberikan pemahaman yang luas serta iklim investasi yang kondusif kepada masyarakat mengenai adanya faktor utama dalam mempengaruhi volatilitas harga saham secara makro.
PSIKOEDUKASI MENGENAI DAMPAK BULLYING DAN CARA MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA REMAJA Grace Amin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.922 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8058

Abstract

Bullying is deliberate aggressive action, using an imbalance of strength physically or mentally by hurting physical, verbal, or emotional / psychological forms repeatedly. In the last decade, cases of bullying in Indonesia continue to increase and if not handled properly will increasingly have a negative impact on the development of the children of the nation's next generation. Bullying does not only affect children who are bullied but can also affect children who bully, children who witness bullying. Some of the effects of bullying include anxiety, depression, and low self-esteem. The purpose of community engagement is to socialize the impact of bullying and how to increase self-esteem to adolescents. Through psychoeducation programs in adolescents such as schools and teenagers religious communities in the Cikarang - Bekasi region, young people gain an in-depth understanding of bullying, its effects and how to increase their confidence. Through this psychoeducation, teenagers understand the understanding, types and effects of bullying both short term and long term so they promise to resist bullying starting from themselves. Teenagers learn that humans are social beings who need each other. They learn about the meaning of diversity and bhineka tunggal ika and try to implement it in their next lives by respecting the differences in their environment. These teenagers learn to respect themselves more, see the positive things that God has given them. They try to always believe in themselves that they are perfect and valuable beings in God's eyes so that even though the environment around them may not appreciate, they can still see positive things in themselvesABSTRAK:Bullying adalah tindakan agresif yang disengaja, menggunakan ketidakseimbangan kekuatan secara fisik atau mental dengan cara menyakiti bentuk fisik, verbal, atau emosional/ psikologis secara berulang – ulang. Dalam satu decade terakhir, kasus bullying di Indonesia terus meningkat dan bila tidak ditangani dengan baik akan semakin berdampak negative bagi perkembangan anak – anak generasi penerus bangsa. Tindakan bullying tidak hanya berdampak pada anak yang di-bully tetapi juga dapat berdampak pada anak yang mem-bully, anak yang menyaksikan bullying. Beberapa dampak bullying diantaranya kecemasan, depresi, serta rendahnya harga diri (self-esteem). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan dampak bullying serta cara meningkatkan self-esteem kepada para remaja. Melalui program psikoedukasi di lingkungan remaja seperti sekolah maupun komunitas keagamaan remaja wilayah Cikarang – Bekasi, para remaja mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bullying, dampaknya serta bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri mereka. Melalui psikoedukasi ini, para remaja memahami pengertian, jenis serta dampak bullying baik jangka pendek maupun jangka panjang sehingga mereka berjanji untuk bersikap menolak bullying mulai dari diri mereka sendiri. Para remaja belajar bahwa manusia adalah mahluk social yang saling membutuhkan. Mereka belajar tentang makna keberagaman dan Bhineka Tunggal Ika serta berusaha mengimplementasikannya dalam kehidupan mereka selanjutnya dengan cara menghargai perbedaan yang ada di lingkungannya. Remaja ini belajar untuk lebih menghargai diri mereka, melihat hal positif yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. Mereka mencoba untuk selalu menanamkan dalam diri bahwa mereka adalah mahluk yang sempurna dan berharga di mata Tuhan sehingga walaupun lingkungan di sekitar mereka mungkin tidak menghargai, mereka tetap dapat melihat hal positif dalam diri mereka.
PERWUJUDAN RANCANG BENTUK GEDUNG DENGAN KONSEP HYBRID PADA KANTOR RUKUN WARGA 015 KELURAHAN PLUIT, KECAMATAN PENJARINGAN Trisno, Rudy; Lianto, Fermanto; Rilatupa, James
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.617 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4314

Abstract

Kemajuan teknologi digital menyebabkan manusia bersifat individualisme khususnya golongan menengah ke atas, maka diperlukan suatu wadah untuk warga berkumpul. Universitas Tarumanagara dengan kegiatan di bidang pengabdian pada masyarakat bersedia membantu mewujudkan rancangan bentuk gedung dengan tidak menyimpang dari isu tadi. Pada pembuatan rancangan perlu dipikirkan bagaimana wadah ini menjadi aktif dan bermanfaat bagi warga dan juga pengurus warga. Metode yang digunakan adalah: Pertama, mengumpulkan kebutuhan ruang dari pemangku jabatan, kemudian mengkaji konsep Hybrid dan Symbiosis pada bangunannya; Kedua, konsep ini dapat diaplikasikan pada bangunan yang dirancangan; Ketiga, setelah itu dibuatkan gambar prarencanan dan pelaksanaannya. Temuan dalam penelitian ini adalah mengekspresikan bentuk sesuai dengan konsep hybrid untuk dilaksanakan di lapangan. Sehingga rancangan ini dapat digunakan pada kantor-kantor RW lainnya, khususnya daerah Pluit
PSIKOEDUKASI PADA PETUGAS PANTI: VALUES DALAM PENANGGULANGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA Soetikno, Naomi; Tirta, Stella; Apryanggun, Desti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.982 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1885

Abstract

Adolescence is a period of transition to adulthood, however, often teenagers choose to to behave aggressively. Adolescent aggression behavior is also influenced by their values. Teaching fundamental humanity values can be provided by the environment most familiar with teenagers, which is the family. Partners, who are social care workers from Marsudi Putra Handayani orphanage, have an important role in providing assistance to children and young people who have problems with the law. If the children and adolescents live together with the orphanage staff, teaching values can also be done by the orphanage staff. This can be done by providing psychoeducation through counseling and focused group discussion (FGD) to the orphanage workers. The results achieved from psychoeducation is that workers now possess knowledge about the values that exist in adolescents living at the orphanage and know effective ways of communicating with adolescents in order to teach valuesABSTRAK: Masa remaja merupakan masa transisi menuju kedewasaan, hanya saja seringkali remaja melakukan pengambilan keputusan berperilaku agresi. Perilaku agresi remaja dipengaruhi pula oleh nilai-nilai (values) yang dimilikinya. Penanaman nilai-nilai dasar kemanusiaan (values) dapat diberikan oleh lingkungan yang sehari-hari bersama dengan remaja, yaitu keluarga. Pada mitra, yang merupakan petugas panti sosial Marsudi Putra Handayani, memiliki peranan yang penting dalam melakukan pendampingan kepada anak dan remaja yang bermasalah dengan hukum. Dengan kondisi anak dan remaja tersebut tinggal bersama dengan petugas panti, maka penanaman values juga dapat dilakukan oleh petugas panti. Metode pelaksanaan penanaman values adalah dengan memberikan psikoedukasi dengan penyuluhan dan focused group discussion (FGD) kepada petugas panti. Hasil yang dicapai dari psikoedukasi adalah petugas memiliki pengetahuan mengenai values yang ada pada remaja yang ditangani di panti dan mendapatkan cara-cara yang efektif dalam berkomunikasi dengan remaja untuk menanamkan values.
PELATIHAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MEJA SAJI BERBAHAN BESI NAKO DAN KAYU LAPIS MENGGUNAKAN METODE PENGELASAN KEPADA PERMUDHITA UNTUK FASILITAS PASRAMAN KERTAJAYA TANGERANG I Wayan Sukania; Lamto Widodo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.37 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.7995

Abstract

Observations in Pasraman Kertajaya Tangerang showed that the need for a table is very urgent. Whenever there is a religious event, it is always busy with making a serving table from a school bench. Of course, the appearance is not good. Therefore, the manager of Pasraman welcomed the idea of making the serving table. To bridge the need for an improved design and product design skills, especially serving tables and efforts to improve the skills of using iron welding equipment and wood processing equipment by Permudhita, and to meet the needs of a serving table at Pasraman Kertajaya Tangerang, it is felt very necessary to hold this PKM activity. PKM activities are divided into 2 sessions namely design theory sessions and practical sessions. The first session was in the form of a brief theory regarding the stages of product design especially the serving table. The first session resulted in several serving table designs and was selected for the best practice material. While the second session was a direct practice of making a serving table using equipment that was provided at the training venue. The absorption of knowledge and skills is measured by the questionnaire. The initial questionnaire is to find out the initial ability and the final questionnaire to know the additional ability of the participants. The result turned out to be an increase in the insights and skills of the participants. Based on the results of the initial questionnaire about 60% of the participants had the ability to match the questions on the questionnaire. However, after the practice of knowledge and skills, the participants changed to 100% of the questions in the questionnaire. To the instructor's guide in training, all participants said that it was easy to understand. In connection with the addition of technical knowledge of the participants after the training, it was found that an average of 81% of the technical knowledge of the participants increasedABSTRAK:Pengamatan di Pasraman Kertajaya Tangerang menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap meja saji sangat mendesak. Setiap ada acara keagamaan selalu disibukkan dengan membuat meja saji dari bangku sekolah yang disusun. Tentu penampilan kurang baik. Oleh karena itu pengelola pasraman menyambut sangat baik ide pembuatan meja saji tersebut. Untuk menjembatani adanya kebutuhan akan peningkatan ketrampilan mendisain dan merancang produk khususnya meja saji serta usaha peningkatan keterampilan menggunakan peralatan pengelasan besi dan peralatan pengolah kayu oleh  para Permudhita, serta untuk memenuhi adanya kebutuhan meja saji di Pasraman Kertajaya Tangerang maka dirasakan sangat perlu menyelenggarakan kegiatan PKM ini. Kegiatan PKM dibagi kedalam 2 sesi yaitu sesi teori perancangan dan sesi latihan atau praktik. Sesi pertama berupa teori singkat mengenai tahapan perancangan produk khususnya meja saji. Sesi pertama menghasilkan beberapa disain meja saji dan selanjunya dipilih yang ternaik untuk materi praktik. Sedangkan sesi kedua adalah praktik langsung membuat meja saji menggunakan peralatan yang telah disediakan di tempat pelatihan.  Daya serap ilmu dan keterampilan diukur dengan kuisioner. Kuisioner  awal untuk mengetahui kemampuan awal dan kuisioner akhir uantuk mengetahui tambahan kemampuan para peserta. Hasilnya ternyata ada peningkatan wawasan dan keterampilan dari para peserta. Berdasarkan hasil kuisioner awal sekitar  60%  para peserta memiliki kemampuan sesuai dengan pertanyaan pada kuisioner. Namun setelah praktik pengetahuan dan keterampilan peserta berubah mejadi 100 % terhadapat pertanyaan pada kuisioner. Terhadap panduan instruktur dalam pelatihan, semua peserta mengatakan mudah dipahami. Berkaitan dengan adanya penambahan pengetahuan teknik para peserta setelah pelatihan, diketahui bahwa rata-rata 81% pengetahuan teknik para peserta bertambah
WORKSHOP PERHITUNGAN, PEMOTONGAN, PEMUNGUTAN DAN PELAPORAN PAJAK PPH PASAL 21 DAN 23 UNTUK APARATUR DESA (PADA 20 DESA DI KECAMATAN KARANGPAWITAN KABUPATEN GARUT) Rahayu, Sri; Kurnia, Kurnia; Dillak, Vaya J.; Shodiq, Nugraha M.R.
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.417 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4329

Abstract

Sesuai dengan PP 47 tahun 2015 dan PP 43 tahun 2014 tentang Desa dan merujuk pada pasal 81 mengenaipenghasilan tetap aparat desa dimana penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa dianggarkan dalamAPB Desa yang bersumber dari ADD, serta pengalokasian ADD untuk penghasilan tetap kepala desa danperangkat desa menggunakan perhitungan tertentu. Jumlah nilai yang dicatat adalah sebesar jumlah pajak yangdipungutnya yang dihitung dari nilai transaksi. Untuk penyetoran pajak ke kas negara dicatat sebesar nilai suratsetoran pajak (SSP) yang dibuatnya. Dalam hal pelaksanaan kegiatan-kegiatan di atas yang terkait denganperpajakan memerlukan pengetahuan sesuai dengan undang-undang yang berlaku, mengingat adanya permintaandari kecamatan yang telah melalukan kerjasama sebagai mitra dan belum meratanya aparatur desa yang dilihatdari pengetahuan dan juga pendidikan maka para desa memerlukan pengetahuan dalam pengelolaan pajaktersebut. Pada program pengabdian ini diberikan pelatihan bagi para bendahara dan Sekretaris Desa tentangperhitungan, pemotongan, pemungutan dan pelaporan pajak khususnya PPh pasal 21 dan 23. Sebagai luaran dariprogram pengabdian ini adalah para pengurus desa dapat memahami pengelolaan serta pertanggungjawabanberkenaan dengan pajak pada desanya masing-masing. Dari hasil kuesioner kepuasan atas pelaksanaan terlihatprogram ini sangat bermanfaat, dan dari hasil uji beda menggambarkan perbedaan antara pengetahuan danpemahaman sebelum dan setelah pelatihan. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagaibentuk tridharma perguruan tinggi.
KOMUNIKASI UNTUK MENGASAH POTENSI ANAK (Pengabdian Kepada Masyarakat di RPTRA Mandala Tomang) Susanto, Eko Harry; Erdiansyah, Rezi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.935 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4334

Abstract

Mengasah potensi anak dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris merupakah hal penting saat ini.Berdasarkan data Jakarta Open Data menunjukan masih banyak terdapat anak-anak yang tidak mendapatkanpendidikan, salah satunya di Jakarta Barat. Oleh sebab itu Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagaraberkesempatan memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada anak-anak di lingkuanan Ruang Terbuka Ramah Anak(RPTRA) Mandala di Tomang Jakarta Barat. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdiankepada masyarakat ini adalah dengan observasi langsung untuk menjaring informasi kepada pengelola RPTRAterkait kebutuh apa yang diharapkan untuk mengisi kegiatan tersebut. Dari hasil diskusi tersebut pelatihan bahasaInggris sangat dibutuhkan RPTRA saat ini. Sehubungan dengan hal tersebut Tim PKM Fikom Untar merancangkegiatan dengan bekerjasama dengan mahasiswa Fikom Untar. Hasilnya adalah anak-anak di lingkuang RPTRAdapat mengetahui dan menggunakan bahasa Inggris pada level mendasar, dan anak-anak mampu memupukkeberanian untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris.
PENGELOLAAN PERILAKU SISWA OLEH GURU DI SEKOLAH TUNAS HARAPAN NUSANTARA BEKASI JAWA BARAT Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.714 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1890

Abstract

Teachers have an important role in improving education of students in schools. However, teachers often deal with the fact that students behave in a way that is not supportive towards effective teaching and learning process such as disturbing peers during studying, making noise in the classroom, being disorderly and lacking discipline in learning. For this reason, teachers need to be equipped with the knowledge and skills to manage the behavior of uncooperative students. As many as 24 elementary and middle school teachers from Tunas Harapan Nusantara Bekasi school were provided with strategies to manage student behavior in schools to create effective learning conditions.Through lecture, group work and independent work, the teachers are able to explore the potential of the students, so that students’ uncooperative behavior can be directed to positive things. The result is that teachers become skilled at dealing with and managing student behavior in class, teachers have effective strategies to direct students to become diligent learners. The output is the competence of teachers in applying models of student behavior management in schools.ABSTRAK: Guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendidikan peserta didik di sekolah. Namun guru kerap berhadapan dengan kenyataan bahwa para siswa memiliki perilaku yang tidak mendukung terciptanya proses belajar mengajar secara efektif seperti misalnya suka mengganggu teman siswa sewaktu belajar, membuat keributan di kelas, tidak tertib dan kurang disiplin dalam belajar. Untuk itu guru perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan mengelola perilaku siswa-siswa yang tidak mendukung tersebut. Sebanyak 24 orang guru SD dan SMP di sekolah Tunas Harapan Nusantara Bekasi didampingi bagaimana strategi mengelola perilaku siswa di sekolah agar tercipta kondisi belajar yang efektif. Dengan metode ceramah, kerja kelompok dan kerja mandiri para guru dimampukan menggali potensi yang dimiliki oleh siswa sehingga perilaku siswa yang kurang mendukung pembelajaran bisa diarahkan ke hal-hal positif. Hasil akhirnya adalah para guru menjadi terampil menghadapi dan mengelola perilaku siswa di kelas dan memiliki strategi efektif untuk mengarahkan siswa menjadi pembelajar yang tekun. Luarannya adalah kompetensi para guru dalam menerapkan model-model pengelolaan perilaku siswa di sekolah.
DETEKSI DINI DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERJADINYA DIABETES MELLITUS DI DESA GANDUL CINERE Andri Pramono; Retno Yulianti; Nanang Nasrulloh
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.801 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8002

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) patients in Indonesia are ranked fourth in Asia and seventh in the world. In Depok, 15% of Depok residents suffer from DM. Low knowledge of the dangers and management of DM disease nutrition, as well as lack of early detection of DM disease, contributes to the severity and complications of the disease. This activity aims to reduce the prevalence and severity of DM in Gandul in a preventive way. The target audience in this activity is elderly women members of the Anggrek Bulan Gandul Posbindu and Posbindu Delima Senja, Gandul, Cinere. The implementation of this activity uses counseling and question and answer methods. Then monthly blood sugar detection is carried out monthly, and measurements of abdominal circumference and body weight to see symptoms of obesity. The enthusiasm of the participants was quite good seen from the presence of the participants who came. Early detection is done regularly per month and found 2 (2 of 34 mothers) elderly mothers of Posbindu Anggrek Bulan and 4 elderly mothers in Posbindu Delima Senja (4 out of 30 mothers), who have type 2 diabetes. Knowledge about DM was measured by questionnaire. The results of the questionnaire showed 3 people (10%) with good results, 4 people (13.3%) with sufficient results, and 23 people (76.67%) with poor results after counseling. This activity should be a routine monthly activity and measurement of understanding is carried out with a questionnaire after giving the material, as well as making a DM booklet for elderly DM patients so that they can re-read the material providedABSTRAK; Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia menduduki peringkat keempat terbesar di Asia dan peringkat ketujuh di dunia. Di kota depok, sebanyak 15% penduduk kota Depok menderita DM. Pengetahuan yang rendah tentang bahaya dan tatalaksana nutrisi penyakit DM, serta kurangnya deteksi dini penyakit DM, memberikan kontribusi keparahan dan komplikasi penyakit. Kegiatan ini bertujuan mengurangi tingkat prevalensi dan keparahan DM di Gandul dengan cara preventif. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu lansia anggota posbindu Anggrek Bulan Gandul dan posbindu Delima Senja, Gandul, Cinere. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab. Kemudian diadakan deteksi gula darah secara berkala perbulan, dan pengukuran lingkar perut dan berat badan untuk melihat gejala obesitas. Antusiasme dari para peserta cukup baik dilihat dari kehadiran peserta yang datang. Deteksi dini dilakukan secara berkala per bulan dan didapatkan 2 (2 dari 34 ibu-ibu) ibu-ibu lansia Posbindu Anggrek Bulan  dan 4 ibu-ibu lansa di Posbindu Delima Senja (4 dari 30 ibu-ibu), telah mengidap DM tipe 2. Pengetahuan tentang DM diukur dengan kuesioner. Hasil kuesioner memperlihatkan 3 orang (10%) dengan hasil yang baik, 4 orang (13,3%) dengan hasil cukup, dan 23 orang (76,67%)  dengan hasil buruk setelah penyuluhan. Kegiatan ini sebaiknya menjadi kegiatan rutin bulanan dan diadakan pengukuran pemahaman dengan kuesioner setelah pemberian materi, serta pembuatan booklet DM untuk para pasien DM lansia, agar dapat membaca kembali materi yang diberikan.
PELATIHAN MEMBUAT TAHU YANG SEHAT PADA WKRI PAROKI ST. MARIA FATIMA, SENTUL CITY, BOGOR Barus, Tati; Wulandari, Yasinta Ratna Esti; Hutagalung, Rory Anthony; Gunawan, Agustin Wydia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.607 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4339

Abstract

Tahu merupakan makanan tradisional Indonesia yang memiliki banyak keunggulan sebagai bahan pangan dan prosespembuatannya sangat sederhana. Namun demikian, pengetahuan masyarakat tentang tahu dan cara membuat tahu yangsehat masih rendah. Oleh sebab itu, pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuanmasyarakat tentang tahu sebagai makanan yang sehat dan cara pembuatan nya. Kegiatan pengabdian dilakukan padawarga WKRI Paroki St. Maria Fatima, Sentul City, Bogor 16810 dengan menggunakan metode penyuluhan,demonstrasi, dan pendampingan. Monitoring dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta dalammemproduksi tahu sehat. Persepsi peserta tentang tahu dievaluasi melalui metode survei dan peningkatan pengetahuandiukur melalui test (pretest dan post test). Hasil penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan berhasil meningkatkanketerampilan peserta yang terlihat dari keberhasilan peserta dalam mengikuti prosedur pembuatan tahu. Hasil tersebutjuga diperkuat oleh hasil monitoring dimana seluruh peserta berhasil membuat tahu yang sehat. Hasil surveimenunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang tahu sehat dan peningkatan motivasi peserta dalammemproduksi tahu sehat secara mandiri. Penilaian peserta tentang jalannya kegiatan pengabdian sangat baik terutamadalam meningkatkan pengetahuan (89% menyatakan sangat setuju dan sisanya setuju). Kemampuan fasilitator dalammenyampaikan materi juga dinilai baik oleh peserta (53% menyatakan sangat setuju dan sisanya setuju). Sebagaitindak lanjut peserta menyatakan bahwa mereka akan membagikan pengetahuan kepada teman dan keluarga. Salahsatu bukti nyata dari keberhasilan pelatihan ini ialah salah satu peserta yang menjadi pengusaha tahu.