cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENYULUHAN GOOD PARENTING MELALUI MEDIA DARING DALAM UPAYA MENCEGAH ANAK DARI KEJAHATAN PREDATOR SEKSUAL Tundjung Herning Sitabuana; Dixon Sanjaya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18372

Abstract

The State of Indonesia guarantees the protection of all and the entire Indonesian nation based on the Preamble to1945 Constitution of Republic Indonesia. Children are one of the people who need to be protected as the nextgeneration of Indonesian. However, in fact, based on the KemenPPA Symphony data, until 2021 there are still10,332 cases of children related to sexual violence. Therefore, the community as a partner of the government toprovide protection to children from all forms of sexual violence, especially those that occur in online media today,needs to be given counseling related to good parenting. This PKM activity was carried out with the stages of survey,lecture, and Q&A to the community in RT 001/RW 006, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, West Jakarta City. Thedevelopment of sexual crimes through online media is growing very rapidly with various forms such as chatting,direct massage, and videos to make seductions to threats to victims. The results achieved from this PKM activity arethat the community has an understanding of good parenting patterns, the community play an strategic role inbuilding democratic, warm, open, participatory communication with children. As a conclusion from this activity,parents have a central position to be able to guide, direct, educate, set an example, nurture, and mature children in asafe and conducive community environment to eradicate and avoid the dangers of predators of sexual crimes inonline media. Various forms of similar socialization activities need to be carried out consistently.   ABSTRAK: Negara Indonesia menjamin dan memastikan perlindungan terhadap keamanan dan keselamatan bangsa Indonesiasebagai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Anak merupakan salah satu yangperlu diberikan perlindungan sebagai insan generasi penerus bangsa Indonesia. Namun kenyataannya, berdasarkandata SIMFONI KemenPPA, sampai dengan tahun 2021 masih terdapat 10.332 kasus terkait anak yang berhubungandengan kekerasan seksual. Oleh karena itu, masyarakat sebagai mitra pemerintah untuk melakukan pencegahan danperlindungan hukum pada anak terhadap predator seksual yang terjadi di media daring dewasa ini perlu diberikanpenyuluhan terkait dengan pola pengasuhan yang baik (good parenting). Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengantahapan Survei, ceramah, dan Q&A kepada masyarakat RT 001/RW 006, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, KotaJakarta Barat. Perkembangan kejahatan seksual melalui media daring berkembang dengan sangat pesat denganberbagai bentuk seperti chatting, direct massage, maupun video untuk melakukan rayuan hingga ancaman terhadapkorban. Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini, meningkatkan dan menambah pemahaman masyarakat mengenaipola pengasuhan yang baik, masyarakat mau berperan aktif untuk membangun komunikasi yang demokratis,kehangatan, keterbukaan, dan partisipatif dengan anak. Sebagai kesimpulan dari kegiatan ini bahwa orang tuamemiliki posisi sentral untuk mampu membimbing, mengarahkan, mendidik, memberikan teladan, memelihara,hingga mendewasakan anak dalam lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif untuk memberantas danmenghindar dari bahaya predator kejahatan seksual di media daring. Oleh karena itu, berbagai bentuk kegiatansosialisasi serupa perlu untuk terus dilaksanakan secara konsisten.
KAMPANYE KOMUNIKASI LINGKUNGAN MELALUI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DI PANTI ASUHAN AISYIYAH, JAKARTA Wulan Purnama Sari; shinta Octavia; Jennifer Lauren
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18395

Abstract

The issue of cleanliness and waste is one of the problems that is still an obstacle for Indonesia. Indonesia produces 34 million tons of heap of waste per year and the largest amount is occupied by food waste at 40.1% and wood, twigs and leaf waste by 13.8%. Based on its nature, waste is divided into three types, namely organic waste, inorganic waste, and toxic waste. Organic waste is waste that easily decomposes, such as food scraps, vegetables, dry leaves, and others. Organic waste itself can be processed into compost through the composting process. However, in Indonesia, people still have low awareness in terms of waste management, so that it has a bad impact on the environment. On the basis of increasing public awareness regarding environmental cleanliness and waste management, the team conducted PKM activities regarding processing organic waste into compost. This PKM activity was carried out with partners from the Aisyiyah Orphanage, which is located in Jakarta, and had never received any lessons on how to make compost. The target of this PKM activity is to increase awareness of the younger generation, orphanage children about keeping the environment clean and how to manage waste. PKM activities are carried out through the manufacture of compost, this composting activity is the beginning of an environmental communication campaign program. PKM activities were carried out through socialization and were divided into two meetings. The first meeting conducted socialization and practice of making compost. In the second meeting, there was a quiz about the environment and growing plants from compost that had been made from the previous meeting.ABSTRAK:Persoalan mengenai kebersihan dan sampah merupakan salah satu persoalan yang masih menjadi kendala bagi Indonesia. Indonesia menghasilkan 34 juta ton timbunan sampah per tahun dan jumlah terbanyak ditempati oleh sampah sisa makanan sebesar 40,1% dan sampah kayu, ranting, dan daun sebesar 13,8%. Berdasarkan sifatnya sampah dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah beracun. Sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun kering, dan lainnya. Sampah organik sendiri dapat diolah menjadi pupuk kompos melalui proses pengomposan. Namun di Indonesia, masyarakat masih memiliki kesadaran yang rendah dalam hal pengelolaan sampah, sehingga berdampak buruk pada lingkungan. Atas dasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah tim melakukan kegiatan PKM mengenai pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan mitra Panti Asuhan Aisyiyah, yang berlokasi di Jakarta, dan belum pernah mendapatkan pembelajaran bagaimana cara membuat pupuk kompos. Target dari adanya kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, anak-anak panti mengenai menjaga kebersihan lingkungan dan cara mengelola sampah. Kegiatan PKM dilakukan melalui pembuatan pupuk kompos, kegiatan pembuatan pupuk kompos ini menjadi awal sebuah program kampanye komunikasi lingkungan. Kegiatan PKM dilakukan melalui sosialisasi dan dibagi ke dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan sosialisasi dan praktek pembuatan pupuk kompos. Pertemuan kedua dilakukan kuis cerdas cermat tentang lingkungan dan menanam tanaman dari pupuk kompos yang sudah dibuat dari pertemuan sebelumnya
PENERAPAN DIGITAL MARKETING MELALUI TEKNIK COPYWRITING DAN SEO BAGI UMKM Dicky Supriatna; Julisar Surjadi; Deasy Ariyanti Rahayuningsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18400

Abstract

In today's technological era, digital marketing is one of the keys to business success. The implementation of digital marketing includes copywriting and Search Engine Optimization (SEO) techniques. The implementation of this service activity provides training for MSME actors to know, understand, and be able to practice information technology for digital marketing activities. Starting from preliminary interviews with MSME managing partners, several main problems were identified in their business marketing, namely first, insight into digital marketing, second, techniques to increase online sales, third, increasing product reputation, and fourth, improving product packaging and presentation quality. According to the needs of the participants, this training explains digital marketing, as well as conveys two techniques in digital marketing, namely copywriting and Search Engine Optimization (SEO). The stages of implementing Community Service are first, knowledge of digital marketing, second, understanding of copywriting, and third, the practice of implementing SEO in the participants' online business. In the main activity of implementing SEO techniques, participants were trained to use the Google Keyword Planner analysis tool. This training uses lectures, tutorials, discussion, and practice methods. This service implementation activity was carried out during the pandemic so the delivery of training activity material was carried out using Zoom media. Evaluation of the results of the activities was carried out through question and answer with the participants. As a result of this activity, it is hoped that MSME participants have started to apply Search Engine Optimization techniques to run their businessesABSTRAK:Di era teknologi saat ini, pemasaran digital menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis. Penerapan pemasaran digital diantaranya melalui teknik copywriting dan Search Engine Optimization (SEO). Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar mengetahui, memahami, dan mampu mempraktekkan teknologi informasi untuk kegiatan pemasaran secara digital. Berawal dari wawancara pendahuluan terhadap mitra pengelola UMKM, teridentifikasi beberapa masalah utama dalam pemasaran bisnis mereka yakni pertama, wawasan tentang pemasaran digital, kedua, teknik menaikkan penjualan secara online, ketiga, menaikkan reputasi produk, dan keempat, meningkatkan kualitas kemasan dan penyajian produk. Sesuai kebutuhan peserta tersebut, pelatihan ini membekali penjelasan tentang digital marketing, serta menyampaikan dua teknik didalam digital marketing yaitu copywriting dan SEO. Tahapan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu pertama, pengetahuan tentang digital marketing, kedua, pemahaman copywriting, dan ketiga, praktik menerapkan SEO dalam bisnis online para peserta. Pada kegiatan utama penerapan teknik SEO, peserta dilatih untuk memanfaatkan alat bantu analisis Google Keyword Planner. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, tutorial, diskusi, dan praktik. Kegiatan pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dalam masa pandemik sehingga penyampaian materi kegiatan pelatihan dilakukan dengan menggunakan media Zoom. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan melalui tanya-jawab dengan peserta. Hasil dari kegiatan ini diharapkan para peserta UMKM sudah mulai menerapkan teknik Search Engine Optimization untuk menjalankan usaha mereka.
PSIKOEDUKASI KETANGGUHAN ANTI PENIPUAN WARGA DUSUN TEGAL BEDUG KECAMATAN LELEA KABUPATEN INDRAMAYU Rizky Syahputra Harahap; Naomi Soetikno
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18409

Abstract

Fraud in Tegal Bedug Hamlet occurred several times, such as fraud in the form of fraudulent investments, the departure of illegal migrant workers and there was also hypnosis-based fraud. Lack of knowledge of anti-fraud toughness makes them not aware of the impact and how to overcome it if fraud occurs. Often people in rural areas do not find out more about the modus operandi of fraud, they always believe in lucrative things because of economic and job demands. Psychoeducation is used to benefit the people of Dusun Tegal Bedug in terms of providing education and mental strength in the future. Implementation of the anti-fraud resilience program counseling as a form of psychoeducational activity provided to community participants in collaboration with Tegal Bedug Hamlet, Indramayu. To see the benefits of the anti-fraud resilience program to the community, we give the pre-test and post-test and an interviews also were conducted after the activity. The results obtained indicate that community participants benefit from information about resilience in fraud, reduced victims, and increased curiosity about the characteristics of fraud. This program also has benefits as a mental psychoeducational activity for the community as an effort to improve the quality of life in rural communities ABSTRAK:Penipuan di Dusun Tegal Bedug terjadi beberapa kali, seperti penipuan yang berupa investasi bodong, pemberangkatan TKI ilegal dan ada juga penipuan berbasis Hipnotis. Kurangnya pengetahuan akan ketangguhan anti penipuan membuat mereka tidak mengetahui dampak dan cara penanggulangan apabila terjadinya penipuan. Seringkali masyarakat di pedesaan tidak mencari tahu lebih lanjut modus modus penipuan, mereka selalu percaya kepada hal yang menggiurkan karena faktor tuntutan ekonomi dan pekerjaan. Psikoedukasi digunakan untuk memberi manfaat bagi masyarakat Dusun Tegal Bedug dalam hal memberi edukasi dan juga kekuatan mental kedepannya. Pelaksanaan penyuluhan program ketangguhan anti penipuan sebagai salah satu bentuk kegiatan psikoedukasi yang diberikan kepada partisipan masyarakat yang bekerjasama dengan Dusun Tegal Bedug, Indramayu. Untuk melihat manfaat dari program ketangguhan anti penipuan pada masyarakat, dilakukan pemberian tes sebelum dan sesudah kegiatan serta wawancara setelah kegiatan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa para partisipan masyarakat mendapatkan manfaat informasi mengenai ketangguhan dalam penipuan, berkurangnya korban, dan meningkatnya keingintahuan mengenai ciri-ciri penipuan. Program ini juga memiliki manfaat sebagai kegiatan psikoedukasi mental kepada mayarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas kehiadupan di masyarakat desa
PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI DUSUN GIRANG, INDRAMAYU Untung Subroto; Sonia Halimatu Sa’diyah; Katzuko Angelica Natalie Koropit; Gustina Tjioe; Timothy Leonardo; Shafa Nur Ramadani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18416

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) is a program of the Ministry of Education that requires students to carry out activities outside of campus. One of the programs of ered is a village project. As a sixth semester student who is currently running the MBKM program, training for youth in Girang Hamlet, Indramayu Regency, West Java, was carried out by students from the Psychology Faculty of Tarumanagara University. After conducting a survey on teenagers in Girang hamlet, the problem that most teenagers feel is the problem of self-confidence. Self confidence is a belief in one's own abilities that are inherent in a person. Confidence is also an important aspect for adolescents in developing their potential. Based on these findings, training activities were formed aimed at increasing the self-confidence of adolescents in Girang Hamlet. This series of training activities was carried out for seven days, which consisted of delivering material, drawing, and giving test kitsaccording to the needs of youth in Girang Hamlet. The training was carried out on 31 teenagers who had an age range of 13-18 years with 13 males and 18 females. Based on the results of interviews conducted with the participants after attending the training for seven meetings, they felt the benefits, namely there was an increase in self-confidence in the participants because they felt they knew themselves better, including their strengths and weaknesses. ABSTRAK: Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah program kementerian Pendidikan yang mengharuskan mahasiswa melakukan kegiatan di luar kampus. Salah satu program yang ditawarkan adalah proyek di desa. Sebagai mahasiswa semester enam yang saat ini menjalankan program MBKM ini, maka dilaksanakanlah pelatihan untuk para remaja di Dusun Girang Kabupaten Indramayu Jawa Barat oleh mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Setelah melakukan survei pada remaja di dusun Girang, maka masalah yang paling banyak dirasakan oleh para remaja adalah masalah kepercayaan diri. Percaya diri merupakan suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri yang melekat pada diri seseorang. Percaya diri juga menjadi salah satu aspek penting bagi remaja dalam mengembangkan potensi dirinya. Berdasarkan temuan inilah maka di bentuk kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri remaja di Dusun Girang. Rangkaian kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama tujuh hari, yang terdiri dari penyampaian materi, menggambar, dan pemberian alat tes yang sesuai dengan kebutuhan remaja di Dusun Girang. Pelatihan dilakukan pada 31 remaja yang memiliki rentang usia antara 13-18 tahun dengan jumlah laki-laki sebanyak 13 orang dan perempuan sebanyak 18 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada para peserta setelah mengikuti pelatihan selama tujuh kali pertemuan, mereka merasakan manfaat yaitu terdapat peningkatan rasa percaya diri pada peserta karena merasa lebih mengenal diri mereka termasuk kelebihan dan kekurangan.
PELATIHAN SISTEM PENJURNALAN PERUSAHAAN DAGANG BAGI PESERTA DIDIK KELAS XI SMA RICCI 1 Rousilita Suhendah; Angela Raisa; Imelda Rani; Justine Evangeline; Jesslyn Amanda
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18419

Abstract

  Ricci's Catholic High School is a high school that has A accreditation in West Jakarta. The school vision is for every graduate student to become human with the best character, culture, and faith-based on Christian values and Matteo Ricci's Spirituality. This school held additional activities (extracurricular) to study accounting more deeply for realizing this vision. The Untar team gives the workshop for 1st Ricci's students about the journaling system in the Merchandising company. Accounting training on journaling in trading companies is crucial because if there is no proper recording and calculation of inventory, it will cause losses. Companies don't have only them in the warehouse, but they have them in transit that has not arrived at the company's warehouse. Therefore, inventory accounting becomes very important. Companies must consider the number of merchandising inventory so that the company does not store large or small amounts of them so that it is unable to meet market demand. The results of the evaluation of Community service activities carried out by the Untar team responded that these activities could continue to be carried out and run for participants in different classes and other times. The evaluation results also explain that activities will carry out face-to-face. The evaluation results indicate that the activities can continue in other Community service activities with different materials and participants. SMA  Katolik Ricci I adalah sekolah  menengah  atas yang berakreditasi  A di Jakarta Barat. SMA Katolik Ricci 1 memiliki visi agar  setiap  lulusan  siswa  dan  siswinya   menjadi  orang yang memiliki karakter   unggul,   budaya   dan iman,  berdasarkan nilai-nilai  spiritual Kristiani dan Matteo  Ricci.  Sekolah ini menyelenggarakan kegiatan  ekstrakurikuler bagi siswa-siswinya untuk  mempelajari    akuntansi   lebih mendalam untuk mencapai visi tersebut.   Regu PKM  Untar  mengadakan    pelatihan   akuntansi   untuk  siswa  siswi  SMA  Katolik  Ricci  I  tentang sistem penjurnalan    perusahaan    dagang.    Pelatihan   akuntansi    mengenai   penjurnalan    pada   perusahaan    dagang adalah sesuatu yang krusial, karena  jika perusahaan tidak membuat catatan dan  menghitung persediaan dengan benar, maka perusahaan akan mendapatkan kerugian.   Perusahaan memiliki bukan hanya persediaan   yang  terdapat di gudang   saja, namun termasuk persediaan   barang yang  masih  dalam  perjalanan, belum  sampai di tempat tujuan yaitu gudang   perusahaan.   Perusahaan harus mepertimbangkan jumlah persediaan  supaya perusahaan dapat  menyimpan   persediaan dalam   jurnJah   optimal sehingga   perusahaan dapat memenuhi permintaan pasar akan produk perusahaan. HasiJ evaluasi  mengenai  kegiatan  PKM  yang dilakukan  oleh regu PKM Untar  mernperoleh umpan balik dan apresiasi dari mitra PKM yaitu bahwa  kegiatan  ini dapat terus  dilakukan  pada waktu lain untuk peserta murid-murid kelas yang berbeda. HasiJ evaluasi juga  menjelaskan bahwa  pelaksanaan kegiatan  PKM dapat dilakukan secara tatap muka.  Dari hasil evaluasi tersebut   memberikan   indikasi bahwa  penyelenggaraan kegiatan   PKM  yang dilakukan   oleh  regu PKM dapat  diteruskan   dan dilanjutkan  dengan  materi yang berbeda  dan peserta  yang berbeda. 
PERENCANAAN AREA HIJAU DI PINGGIRAN SALURAN INDUK PERUMAHAN Yunita Ardianti Sabtalistia; Ione Susanto; Vanessa Raharja
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18428

Abstract

Banten Indah Permai Housing, Unyur, Serang, Banten is one of the housing estates in the city of Serang. Thehousing has a main canal that is quite large with a fairly heavy flow of water. However, unfortunately on theoutskirts of the main canal overgrown with weeds and shrubs that are not maintained. In addition, there is noretaining wall in the main canal. Based on these problems, this PKM aims to design planning drawings whichinclude site plan drawings, sections, and 3D perspectives. The implementation method is carried out in 3 stages for6 months. The first stage is to conduct a field survey (site measurement) and coordinate with partners (BIP housingdeveloper) and several Housing residents regarding green area design concepts and ideas. The second stage is tosubmit designs in the form of working drawings and 3D perspectives to partners. In the second stage, partnersprovide input or ideas for design improvements proposed by the PKM team. The third stage is the submission of theresults of the green area design by the PKM team to partners. The construction of park benches, children's playareas, sports areas, jogging tracks, rocky paths for reflection, retaining walls, park benches, and parks on theoutskirts of the main canal is expected to provide a place for residents to socialize and create fun activities forresidents. in the morning or evening.ABSTRAK Perumahan Banten Indah Permai, Unyur, Serang, Banten merupakan salah satu perumahan yang ada di kota Serang.Perumahan tersebut mempunyai saluran induk yang cukup besar dengan aliran air cukup deras. Namun, sayangnyadi pinggiran saluran induk tersebut ditumbuhi tanaman liar dan semak belukar yang tidak terawat. Selain itu tidakada dinding penahan tanah pada saluran induk tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut maka PKM ini bertujuanuntuk membuat desain gambar perencanaan yang meliputi gambar site plan, potongan, dan perspektif 3D. Metodepelaksanaan dilakukan dalam 3 tahap selama 6 bulan. Tahap pertama adalah melakukan survei lapangan(pengukuran lokasi tapak) dan berkoordinasi dengan mitra (pengembang perumahan BIP) dan beberapa wargaPerumahan mengenai konsep dan ide desain area hijau. Tahap kedua adalah melakukan pengajuan desain berupagambar kerja dan perspektif 3D kepada mitra. Dalam tahap kedua, mitra memberikan masukan atau ide untukperbaikan desain yang diajukan tim PKM. Tahap ketiga adalah penyerahan hasil desain area hijau oleh tim PKMkepada mitra. Pembuatan bangku-bangku taman, area bermain anak, area olahraga, jogging track, jalan berbatuuntuk refleksi, dinding penahan tanah, bangku-bangku taman, dan taman di pinggiran saluran induk diharapkanmampu memberikan wadah sebagai tempat bersosialisasi warga dan menciptakan kegiatan menyenangkan bagiwarga pada saat pagi atau sore hari.
PENYELESAIAN MASALAH HUKUM PIDANA DI DESA SUKAHARJA , BOGOR, JAWA BARAT Yunan Prasetyo Kurniawan; Kunthi Tridewiyanti; Muhammad Soleh Bagja; Theo Andreas; Salwa Ummu Fazya; Annisa Fitri; Henri Christian Pattinaja
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18462

Abstract

The problem of criminal law is a problem that does not escape people's lives, both rural and urban, including thepeople of Sukaharja Village, Bogor, West Java. They feel anxious because theft is rampant in their village area,children are addicted to playing gadgets causing unwanted consequences for parents such as trying drugs andvictims of cyberbullying, as well as the fear felt by witnesses, especially in buying and selling land. Therefore, theFaculty of Law, University of Pancasila in collaboration with Sukaharja Village held legal counseling which aims toprovide a way out for people who continue to experience problems related to criminal law, such as ensuring thatwitnesses will get legal protection who need not be afraid of things that are wrong with them. bad enough totraumatize them. In this activity, what is felt by the community in the field of criminal law is jointly discussed, thentried to provide a solution by lecturers in the field of criminal law. In overcoming gadget addiction to children,village heads can build shared playgrounds so that children can play outside the house with parental supervisionand the government can provide free tourist support so that children can learn from the natural environmentnaturally together with their parents. In addition, witnesses should be treated like humans who should not be chaseduntil they are traumatized when they become witnesses and not ask questions that intimidate witnesses, both in termsof buying and selling land and other cases.   ABSTRAK: Problema hukum pidana merupakan masalah yang tidak luput dalam kehidupan masyarakat, baik desa maupun kota,tidak terkecuali masyarakat Desa Sukaharja, Bogor, Jawa Barat. Mereka merasa keresahan sebab pencurianmerajalela di daerah desa mereka, anak-anak yang kecanduan bermain gadget sehingga timbul akibat yang tidakdiinginkan oleh orang tua seperti mencoba narkoba dan korban cyberbullying, serta ketakutan yang dirasakan olehsaksi, terutama dalam jual beli tanah. Oleh karena itu, Fakultas Hukum Universitas Pancasila bekerja sama denganDesa Sukaharja mengadakan penyuluhan hukum yang bertujuan untuk memberikan pandangan jalan keluar bagimasyarakat yang terus mengalami permasalah terkait hukum pidana, seperti meyakinkan bahwa saksi akanmendapatkan perlindungan hukum yang tidak perlu takut akan hal- hal yang buruk sehingga timbul trauma bagimereka. Dalam kegiatan ini, apa yang dirasakan masyarakat di bidang hukum pidana secara bersama-samadidiskusikan, kemudian mencoba memberikan jalan keluarnya oleh para dosen bidang hukum pidana. Dalammengatasi kecanduan gadget terhadap anak, kepala desa dapat membangun taman bermain bersama agar anak-anakdapat bermain di luar rumah dengan pengawasan orang tua serta pemerintah dapat memberikan dukungan tempatwisata gratis agar anak-anak dapat belajar dari lingkungan alam secara alami bersama dengan orang tua. Di sampingitu, para saksi seharusnya dilakukan seperti manusia yang tidak sepatutnya sampai dikejar-kejar hingga membuatrasa trauma ketika menjadi saksi serta tidak memberikan pertanyaan yang mengintimidasi saksi, baik dalam hal jualbeli tanah maupun kasus lainnya.
PENERAPAN SELF LOVE SEBAGAI BAGIAN DARI PENCEGAHAN REMAJA MENAMPILKAN PERILAKU NEGATIF DI LINGKUNGAN Debora Basaria; Lia Martha Indriana; Metta Dewi Satyagraha; Natha nia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18501

Abstract

Teenagers in the digitalization era have become very close to the digital age, especially in the use of smartphones.Problems that can be found in teenagers are problems in an unhealthy relationship, dependence on gadgets,depression, and other mental health problems. One of the causes adolescents tend to have the potential to experienceor carry out negative behavior is detrimental to themselves, the lack of self-love. Self-love is an appreciation ofoneself that is dynamic and is grown from actions that support physical, psychological, and spiritual growth.Introduction and application of self-love to adolescents in Mino Martani Cilacap, Central Java, under the support ofthe YSBS (Yayasan Sosial Bina Sejahtera). The youth who take part in this PKM has an age range of 11-27 yearsand aims to help them to love themselves to avoid negative behavior that can damage them. The activity lasts for 2days on 6-7 November 2021 online via the Zoom platform. The application of self-love on the first day was carriedout in the form of providing psychoeducation containing material about self-love and training in metta meditationtechniques which were attended by 7 teenagers. On the second day, the application of self-love was carried out inthe form of screening the film Mulan and discussing the film as well as analyzing the individual condition using theSWOT technique which was attended by 5 teenagers. The post-test results were obtained from 10 teenagers. It isknown that the teenagers who are involved in this activity seem to love themselves, which is characterized byself-respect behavior, good self-confidence, and the desire to be able to control the desire to use smartphones. ABSTRAK Remaja pada era digitalisasi telah menjadi sangat dekat dengan dunia digital khususnya dalam penggunaansmartphone. Permasalahan yang sering ditemukan pada remaja saat ini diantaranya, permasalahan dalam hubunganpercintaan yang tidak sehat, ketergantungan pada gadget, depresi, hingga masalah gangguan kesehatan mentallainnya. Salah satu penyebab remaja cenderung berpotensi mengalami atau melakukan perilaku negatif yangmerugikan diri mereka adalah kurangnya self- love pada diri sendiri. Self-love adalah suatu apresiasi terhadap dirisendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, danspiritual. Pengenalan dan penerapan self- love pada remaja di Mino Martani Cilacap, Jawa Tengah di bawahdukungan YSBS (Yayasan Sosial Bina Sejahtera). Remaja yang mengikuti PKM ini memiliki rentang usia 11-27tahun dan bertujuan membantu para remaja untuk dapat mencintai diri mereka sendiri dan menghindari mereka dariperilaku negatif yang dapat merusak diri mereka sendiri. Kegiatan berlangsung selama 2 hari pada 6-7 November2021 secara daring melalui media platform zoom. Penerapan pengenalan self-love pada hari pertama dilakukandalam bentuk pemberian psikoedukasi berisikan materi tentang self- love dan pelatihan teknik meditasi metta yangdiikuti oleh 7 remaja. Pada hari kedua, penerapan self-love dilakukan dalam bentuk penayangan film Mulan dandiskusi dari film tersebut serta melakukan analisa kondisi diri dengan teknik SWOT yang diikuti oleh 5 remaja.Hasil post-test didapatkan dari 10 remaja diketahui bahwa remaja yang terlibat dalam kegiatan ini terlihat lebihmencintai diri sendiri yang ditandai dengan adanya perilaku menghargai diri, kepercayaan diri yang baik dankeinginan untuk dapat mengontrol keinginan pada penggunaan smartphone.
UPAYA PENGENDALIAN INFEKSI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA PASIEN DAN KELUARGA DI RUMAH SAKIT X Serri Hutahaean; Nourmayansa Vidya Anggraini
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.18578

Abstract

Infections caused by health services are called Healthcare-Associated Infections (HAIs). HAIs are infections in patients that occur during hospitalization. They can also occur in other health care facilities when they are not in the incubation period, and there is no infection. It also includes infections in the hospital, but this appears when the patient returns home. This infection also occurs in hospital staff because it relates to their work and the health service process. In the ward at RS X, it was found that infections were still often found. In addition, there is still a lack of effort in controlling infection, especially in terms of wearing masks in the hospital. It is still often found that patients and their families do not wear masks or do not wear masks correctly. The purpose of this activity is to make efforts to control and prevent infection in patients and families so that the process of transmitting disease can be prevented. In addition, there is also education regarding the correct and proper use of removing and disposing of masks. The results after the intervention showed an increase in the presentation of the positive patient. The family knowledge about the use of masks is from 54% to 100%, then an increase in the presentation of positive actions using masks from 54% to 90.1%. It is recommended for nurses to be more assertive in reprimanding patients and families who do not use masks. In addition, it is also necessary to paste posters in every room. This can raise awareness of the importance of using masks in infection control. ABSTRAK: Infeksi yang disebabkan oleh pelayanan kesehatan disebut Healthcare-Associated Infections (HAIs). HAIs adalah infeksi pada pasien yang terjadi selama rawat inap. Mereka juga dapat terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan lain ketika mereka tidak dalam masa inkubasi, dan tidak ada infeksi. Ini juga termasuk infeksi di rumah sakit, tetapi ini muncul ketika pasien kembali ke rumah. Infeksi ini juga terjadi pada staf rumah sakit karena berkaitan dengan pekerjaannya dan proses pelayanan kesehatan. Di bangsal RS X ditemukan masih sering ditemukan infeksi. Selain itu, masih kurangnya upaya pengendalian infeksi terutama dalam hal pemakaian masker di rumah sakit. Masih sering ditemukan pasien dan keluarganya tidak memakai masker atau tidak memakai masker dengan benar. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan upaya pengendalian dan pencegahan infeksi pada pasien dan keluarga sehingga proses penularan penyakit dapat dicegah. Selain itu, ada juga edukasi tentang cara melepas dan membuang masker yang benar dan benar. Hasil setelah intervensi menunjukkan peningkatan presentasi pasien positif. Pengetahuan keluarga tentang penggunaan masker dari 54% menjadi 100%, kemudian terjadi peningkatan penyajian tindakan positif menggunakan masker dari 54% menjadi 90,1%. Disarankan kepada perawat agar lebih tegas dalam menegur pasien dan keluarga yang tidak menggunakan masker. Selain itu, perlu juga menempelkan poster di setiap ruangan. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan masker dalam pengendalian infeksi.