cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PERSYARATAN DALAM PENENTUAN HAK ASUH Ida Kurnia; Alexander Sutomo; Cliff Geraldio
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.18609

Abstract

Marriage is an important event in human life. The purpose of marriage is to have children and live happily. However, it is not uncommon for marriages to end in divorce. Divorce that occurs in the household will eventually win custody of the child. In determining custody, the judge gives a verdict on who is more worthy to take care of the child, namely who is considered more entitled and more capable. In the court's decision with custody cases with various conditions in the family, the court's decision prioritizes child custody to the mother, noting that the child is still under 12 years old and the mother does not experience psychological disorders. The child custody decision can also fall to the father if the mother has shortcomings such as mental disabilities or other things related to psychological. Custody of the child can be separated from both parents if the parent is not able to take care of, educate, and care for the child. Bad habits of the child's parents can eliminate custody of the child from him. Law No. 35 of 2014 on child protection regulates all matters related to children with the main purpose of maintaining the rights of the child. The rights of a child have arisen from the time he is in the womb until he is an adult and is considered not a child anymore if he has entered into the marriage in accordance with the Civil Code and marriage law. Children should be taken care of, educated, well cared for, and given knowledge to be able to support their future better because children are the next generation of the nation ABSTRAK; Perkawinan merupakan peristiwa penting dalam hidup manusia. Tujuan dari perkawinan salah satunya memiliki anak dan hidup bahagia. Namun tidak jarang perkawinan dapat berakhir dengan perceraian. Perceraian yang terjadi dalam rumah tangga pada akhirnya akan merebutkan hak asuh atas anak. Dalam penentuan hak asuh hakim memberikan putusan siapa yang lebih layak untuk mengurus anak, yaitu siapa yang dianggap lebih berhak dan lebih mampu. Dalam putusan pengadilan dengan perkara hak asuh dengan berbagai macam kondisi dalam keluarga, putusan pengadilan lebih mengutamakan hak asuh anak jatuh kepada ibunya, dengan catatan apabila anak tersebut masih dibawah 12 tahun dan sang ibu tidak menggalami gangguan dalam psikologis. Putusan hak asuh anak juga dapat jatuh kepada sang ayah apabila sang ibu memiliki kekurangan seperti cacat mental atau hal-hal lain yang berkaitan dengan psikologis. Hak asuh anak dapat lepas dari kedua orang tuanya apabila orang tua tersebut tidak mampu mengurus, mendidik, serta mengasuh anaknya. Kebiasaan buruk dari orang tua sang anak dapat menghilangkan hak asuh atas anak dari dirinya. Undang-undang  No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak mengatur segala hal yang berkaitan dengan anak dengan tujuan utama menjaga hak dari sang anak. Hak seorang anak sudah timbul sejak ada di dalam kandungan sampai ia dewasa dan di anggap bukan anak-anak lagi apabila ia telah mengsungkan perkawinan hal ini sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan Undang-undang Perkawinan. Anak semestinya dijaga, dididik , dirawat dengan baik, serta diberi pengetahuan agar mampu menunjang masa depannya lebih baik karena anak merupakan generasi penerus bangsa
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP SISWA SMKN 1 LELEA KABUPATEN INDRAMAYU DALAM MENGATASI STRES PERKEMBANGAN MASA REMAJA Denrich Suryadi; Julyarno Chandra; Mikaella Audrey; Natasya Alodia; Cyindy Mulapoa; Andini Dwininta
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18629

Abstract

SMKN 1 Lelea, which is located in area of Nagrak, Taman Sari Village, consists of 1,461 students who live in theLelea sub-district, Indramayu district. Counseling teacher team that handles the students of SMKN 1 needs help toprovide education about dealing with adolescent stress related to academic problems, personal/family problems andadolescent problems in general. The purpose of this PKM program is to provide psychoeducation about the stress ofadolescent development and how to deal with stress ef ectively. The current target of PKM is for students of SMKN 1Lelea class X, amounting to 461 people. The Project MBKM group in the Village that helps SMKN 1 Leleaconducted a survey on February 23, 2022 and designed two activities, namely psychoeducational activities on howstudents are able to cope with various stresses faced during adolescent development on March 21, 2022 andcounseling activities. peer group for class X students of SMKN 1 Lelea who need personal counseling which willtake place on March 24-30, 2022. The result of this activity is an increase in knowledge about stress, its impact andpractical ways of dealing with stress on adolescent development in students of SMKN 1 Lelea class X who areattended by 130 participants. While peer counseling activities were also attended by 17 students with feedback in theform of feeling calmer. relieved, happy, more motivated, less stressed, more able to introspect, open to problems andfeelings, increase knowledge, and get more support from the counseling process. ABSTRAK: SMKN 1 Lelea yang terletak di dusun Nagrak, Desa Taman Sari memiliki 1.461 siswa yang berdomisili dikecamatan Lelea kabupaten Indramayu. Tim guru BK SMKN 1 Lelea membutuhkan bantuan untuk memberikanedukasi mengenai penanganan stres remaja terkait dengan masalah akademik, masalah pribadi/keluarga dan masalahremaja pada umumnya. Tujuan program PKM ini untuk memberikan psikoedukasi mengenai stres perkembanganmasa remaja dan cara efektif mengatasi stres. Sasaran PKM saat ini pada siswa SMKN 1 Lelea kelas X yangberjumlah 461 orang. Kelompok MBKM Proyek di Desa yang membantu SMKN 1 Lelea telah melakukan surveipada tanggal 23 Februari 2022 dan merancang dua buah kegiatan yaitu kegiatan psikoedukasi mengenai bagaimanacara siswa/i mampu mengatasi berbagai stres yang dihadapi dalam masa perkembangan remaja pada tanggal 21Maret 2022 dan kegiatan konseling sebaya bagi siswa kelas X SMKN 1 Lelea yang membutuhkan konseling secarapribadi yang berlangsung pada tanggal 24-30 Maret 2022. Hasil kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuanmengenai stres, dampak dan cara praktis mengatasi stres perkembangan remaja pada siswa/i SMKN 1 Lelea kelas Xyang diikuti oleh 130 orang peserta. Hasil pre-test dan post-test untuk menunjukkan perbedaan pengaruh informasidalam seminar terlihat perubahan yang signifikan. Sedangkan kegiatan konseling sebaya juga diikuti oleh 17 orangsiswa dengan umpan balik berupa perasaan lebih tenang. lega, senang, lebih termotivasi, tidak tertekan, lebihmampu introspeksi diri, terbuka dengan masalah dan perasaan, menambah pengetahuan, dan mendapatkan lebihbanyak dukungan dari proses konseling tersebut.
PEMANFAATAN MIKROHIDRO UNTUK KEMANDIRIAN ENERGI LISTRIK BAGI WARGA DESA TAMANSARI BANYUWANGI Muhammad Fuad Alharis; Dedy Hidayat Kusuma
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18742

Abstract

Tamansari Village is one of the best tourist villages in Banyuwangi Regency which has interesting tourism potential such as natural springs of Sendang Seruni, cool air, homestay, views of Mount Ijen, rice fields with frequent terrace systems. The development of tourism activities in Tamansari Village revives the economy of its workers who were previously dominated as rough and farm laborers. However, there are still some residents of Tamansari Village who are still below the poverty line where to meet their electricity needs they still have to share or rent to their neighbors who are more capable. In addition, local trade activities and citizen mobility are minimal due to minimal electric lighting. Through community service activities of Banyuwangi State Polytechnic, solutions for the use of micro-hydro by utilizing river flow are applied. The implementation starts from a field survey to measure the potential of micro-hydro, design micro-hydro devices, manufacturing, installation, and testing micro-hydro devices, and continue with electrical installations in housing for underprivileged residents. From the results of this activity, one micro-hydro device can generate up to 200-Watt power supply and support five housing estates with a load of 10 LED lamps 4 Watt per house. These can replace electricity rental costs so that electricity rental expenses can be diverted to meet other household needs. ABSTRAK Desa Tamansari merupakan salah satu desa wisata terbaik di Kabupaten Banyuwangi yang memiliki potensi wisata yang menarik seperti mata air alami Sendang Seruni, udara yang sejuk, penginapan lokal, pemandangan Gunung Ijen, persawahan dengan sistem teras sering. Perkembangan wisata yang beraneka ragam di Desa Tamansari perlahan menghidupkan perekonomian warganya yang sebelumnya di dominasi sebagai pekerja kasar dan buruh tani. Tetapi masih ada beberapa warga Desa Tamansari yang masih berada di bawah garis kemiskinan dimana untuk memenuhi kebutuhan listrik masih harus berbagi atau menyewa pada tetangga sekitar yang lebih mampu. Selain itu, kegiatan perdagangan lokal dan mobilitas warga sangatlah minim karena penerangan listrik yang minim. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Banyuwangi diterapkan solusi pemakaian mikrohidro dengan memanfaatkan aliran sungai dari Sendang Seruni yang mengalir di sepanjang jalan Desa Tamansari. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dimulai dari kegiatan survei lapangan untuk menentukan lokasi pemasangan mikrohidro dan mengukur potensi mikrohidro di lokasi tersebut. Dari hasil pengukuran potensi mikrohidro dilakukan sebagai dasar dalam mendesain perangkat mikrohidro. Selanjutnya dilakukan pembuatan perangkat mikrohidro, melakukan pemasangan, dan pengujian di lokasi yang ditentukan. Dari hasil pengukuran menggunakan Watt meter didapatkan daya yang dihasilkan oleh satu perangkat mikrohidro mencapai 200 Watt. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan instalasi listrik di perumahan warga kurang mampu yang berdekatan aliran sungai. Dari hasil kegiatan ini, disimpulkan bahwa penggunaan satu perangkat mikrohidro dapat menerangi lima perumahan dengan beban 10 lampu LED 4 Watt per rumah dan dapat menggantikan biaya sewa listrik sehingga pengeluaran sewa listrik dapat dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang lainnya.  
PSIKOEDUKASI PENDIDIKAN SEKSUAL SEBAGAI BAGIAN DARI MENGENALI SEKSUALITAS SECARA SEHAT BAGI REMAJA Debora Basaria; Maria Theresia Kelly; Priska Maharani Setiawati
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.18763

Abstract

The onset of puberty marks the adolescent period. During this period, adolescents will experience hormonal changes related to the maturity of their reproductive organs. The rapid development of technology makes it easy for adolescents to learn about sex. However, there is a challenge behind convenience in this digital era. Many individuals often misuse the internet as a place to commit crimes, one of which is the crime of illegal content, including pornography. Adolescents have the potential to get inaccurate information and endanger their development by accessing the internet without their parent's assistance. Discussion about sex is taboo, so it is rarely discussed in family or school. Not all adolescents live with their parents; many live in orphanages due to many factors. One of the orphanages, Al-Fatih, located in Palembang, stated that they had difficulties properly understanding the sex of children entering their teens to avoid negative behavior. The provision of psychoeducation on sexual education for adolescents at the Al-Fatih Orphanage was carried out on November 6, 2021, involving 12 teenagers aged 11-17. Psychoeducation is carried out as seminars by providing material about sexuality in adolescents, film discussions, and coping strategies. The post-test results show that adolescents have a better understanding of their sexuality at this time of puberty and understand maintaining and protecting their bodies ABSTRAK: Periode remaja ditandai oleh munculnya pubertas. Pada periode tersebut, remaja akan mengalami perubahan hormon yang berkaitan dengan kematangan organ reproduksi mereka. Perkembangan teknologi yang pesat memberikan kemudahan bagi remaja untuk mencari tahu segala hal tentang seks. Remaja berpotensi mendapatkan informasi yang tidak tepat dan membahayakan perkembangan mereka mengakses internet jika tanpa adanya pendampingan dari orang tua. Namun, dibalik kemudahan di era digital ini terdapat sebuah tantangan tersendiri, di mana banyaknya oknum yang sering kali menyalahgunakan media internet sebagai tempat untuk melakukan tindak kriminalitas, salah satu nya seperti kriminalitas konten ilegal yang meliputi pornografi. Pembahasan mengenai seks masih tabu sehingga jarang dibahas dalam keluarga maupun sekolah. Tidak semua remaja tinggal bersama orangtua, cukup banyak remaja yang tinggal di panti asuhan. Salah satu panti asuhan, Al-Fatih di Palembang, memiliki kendala dalam memberikan pemahaman mengenai seks secara tepat pada anak yang memasuki usia remaja agar terhindar dari perilaku negatif. Solusi berupa pemberian psikoedukasi pendidikan seksual pada remaja di Panti Asuhan Al-Fatih dilaksanakan tanggal 6 November 2021. Peserta terdiri dari 12 remaja berusia 11-17 tahun. Psikoedukasi mengambil bentuk berupa pemberian seminar, diskusi film, serta cara strategi coping. Berdasarkan hasil dari post-test menunjukkan remaja memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai seksualitas mereka dan memiliki pemahaman dalam menjaga dan melindungi tubuh dan diri mereka
PENGUATAN PENGASUHAN DIGITAL ORANG TUA DALAM KOMUNITAS BERBASIS KEAGAMAAN Bonar Hutapea
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18921

Abstract

The use of technology involve internet connection has allegedly become like a 'double-edged sword’ namely as anextraordinary social and learning tool in supporting the development of the potential, talents, and interests ofchildren and adolescence include psychosocial maturity, and at the same time, full of potential dangers, including:is the overuse and risk of exposure to inappropriate digital media content. Without proper parental support andguidance, the chances of children being exposed to this danger increase. However, this can cause tension anddistress between parent and child. This intervention aims to encourage parents to increase positive parenting tosupport the use of digital technology to be more beneficial. The intervention method was designed and appliedbased on psychoeducation which emphasizes awareness, practical attention, exploring and finding alternativesolutions within a small community-based and andragogic participatory approach to 31 parents in an ethnic-basedreligious community in Bekasi. Results of quantitative and qualitative evaluations following the quasi-experimentalmodel found an increase in parenting digital skills in parents and also better parent-child relationships. In otherwords, parental support and guidance to children through digital parenting skills strengthens and reduces tension inparent-child relationships as another positive impact. The result and limitations of this intervention were discussed,in terms of implications and design modifications. ABSTRAK: Penggunaan teknologi termasuk koneksi internet telah menjadi seperti ‘pedang bermata dua’ yakni sebagaiperangkat sosial dan pembelajaran yang luar biasa dalam mendukung pengembangan potensi, bakat dan minat anakdan remaja termasuk kematangan psikososial, dan pada saat yang sama, penuh dengan potensi bahaya, di antaranyaadalah penggunaan yang berlebihan dan resiko terpapar konten media digital yang tak pantas. Tanpa dukungan danbimbingan orang tua yang tepat, kemungkinan anak-anak terkena bahaya ini meningkat. Namun hal ini dapatmenyebabkan ketegangan dan kesusahan antara orang tua dan anak. Tujuan intervensi ini adalah mendorong paraorang tua untuk meningkatkan pengasuhan positif demi mendukung penggunaan teknologi digital yang lebihbermanfaat. Metode intervensi dirancang berbasis psikoe-dukasi yang menekankan pada kesadaran, perhatianpraktis, mengeksplorasi dan menemukan alternatif solusi dengan pendekatan partisipatoris berbasis komunitas kecildan andragogik terhadap 31 orangtua dalam komunitas keagamaan berbasis kesukuan di Bekasi. Dari hasil evaluasisecara kuantitatif maupun kualitatif yang mengikuti model eksperimentasi kuasi ditemukan peningkatan kecakapanpengasuhan digital pada orang tua dan juga relasi orangtua-anak yang lebih baik. Dengan kata lain, dukungan danbimbingan orangtua kepada anak melalui keterampilan pengasuhan digital menguat dan berkurangnya ketegangandalam relasi orang tua-anak sebagai dampak positif lainnya. Hasil dan keterbatasan pelaksanaan intervensi inidibahas dalam rangka implikasi dan modifikasi rancangan.
INTERVENSI PSIKOLOGIS UNTUK MENGATASI BULLYING DI DUSUN TEGAL BEDUG, TAMANSARI, LELEA, INDRAMAYU, JAWA BARAT Agoes Dariyo; Maria Ivana Putri; Zhillan Faranihaq; Shekinah Glory Panjaitan; Agung Valerama
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18972

Abstract

Bullying is behavior that is carried out by a person or group of people with the aim of hurting the heart, feelings, orphysically of another person. Bullying can be done by anyone who causes feelings of resentment, disappointment, orhurt to be felt in the victim of bullying which usually occurs due to appearance and family economic factors. Theperpetrators of bullying that occurred in the hamlets of Tegal Bedug, Tamansari, Lelea, Indramayu, West Java weremostly found in children and the victims of this bullying behavior were also children. In order to overcome theseproblems, psychological intervention ef orts were carried out 7 times meeting sessions for perpetrators and victimsof bullying which aim to provide basic knowledge about the meaning and causes of bullying, as well ascharacteristics and steps to overcome bullying behavior for perpetrators and victims of bullying Participants in thisactivity is a student of SD Negeri 02 Tamansari grade 5-6 aged 11-13 years who is a perpetrator and victim ofbullying behavior. The measuring instrument used to determine the ef ectiveness of the psychological interventionprogram is a questionnaire given before (pre-test) and after the activity (post-test). The results of the psychologicalintervention showed that the perpetrators of bullying were able to provide cognitive understanding and could reducetheir bullying behavior. Victims of bullying are also increasingly assertive in defending themselves, fighting back, orsaying the right thing to the bully. ABSTRAK: Perundungan merupakan perilaku yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan untukmenyakiti hati, perasaan, atau fisik orang lain. Perundungan dapat dilakukan oleh siapa pun yang menyebabkanmunculnya perasaan dendam, kecewa, atau sakit hati pada korban perundungan yang biasanya terjadi dikarenakanpenampilan dan faktor ekonomi keluarga. Pelaku perundungan yang terjadi di dusun Tegal Bedug, Tamansari, Lelea,Indramayu, Jawa Barat banyak ditemukan pada anak-anak dan korban dari perilaku perundungan tersebut pun jugaanak-anak. Ternyata anak-anak yang menjadi pelaku perundungan maupun korban perundungan adalah anak-anakyang orang tuanya meninggalkan dusunnya. Guna untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan upayaintervensi psikologis 7 kali sesi pertemuan terhadap pelaku maupun korban perundungan yang bertujuan untukmemberikan pengetahuan dasar mengenai pengertian dan sebab perundungan, serta karakteristik danlangkah-langkah mengatasi perilaku perundungan untuk pelaku dan korban perundungan Partisipan dalam kegiatanini merupakan siswa SD Negeri 02 Tamansari kelas 5-6 yang berusia 11-13 tahun yang menjadi pelaku dan korbanperilaku perundungan. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui efektivitas program intervensi psikologis adalahkuesioner yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah kegiatan (post-test). Hasil intervensi psikologismenunjukkan bahwa pelaku perundungan mampu memberikan pemahaman kognitif dan dapat menurunkan perilakuperundungannya. Korban perundungan juga semakin bersikap asertif untuk membela diri, melawan, ataumengatakan hal yang benar terhadap pelaku perundungan.
RUANG PUBLIK DARAT DI KAMPUNG APUNG, JAKARTA BARAT Petra Yonathan; Gerald Alexander; Damicia Tangyong; Fermanto Lianto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.19246

Abstract

From the past until now, urban kampong is often ignored and neglected from the landscape of a city. When viewed physically, the urban kampong is generally known as a settlement that grows in an urban area without any infrastructure planning and urban economic network. Even so, the urban kampong is a residential area in urban areas. The identity of the urban kampong is determined mainly by the activities carried out by its residents. Similar conditions were found in Kampung Apung, Jakarta. A long history, from the construction of warehousing and industry to the elevation of the road as high as 2m, has resulted in the surface of Kampung Apung being lower than Jalan Kapuk Raya. This is supported by the record of land subsidence in Kapuk Village which can reach 3m in 2025. This condition causes the floating village to be inundated with dirty water as high as 1.5 m – 2 m throughout the year. Forcing residents to live in high density, but on the one hand, it is difficult to meet their daily needs to the lack of facilities and public spaces for the community. The Public Space is an example of how the water space, which is the passive space of Kampung Apung can be used for children's play and study space. The Public Space explores the science of simple construction on water through a combination of architectural design and local craftsmanship. Built-in a collaborative and participatory way with many parties so they can learn together and foster a sense of ownership of the results being fought for. Through Participatory Action Research methods, it is hoped that the results of a Public Space Development project can impact the people of Kampung Apung, especially as a place for children to play now and in the future. ABSTRAK: Dari dulu hingga kini, kampung kota sering kali tidak dianggap dan terabaikan dari lanskap sebuah kota. Jika dilihat secara fisik, kampung kota secara umum diketahui sebagai suatu permukiman yang tumbuh di kawasan urban tanpa adanya perencanaan infrastruktur dan jaringan ekonomi kota. Meskipun begitu, Kampung kota yang merupakan kawasan permukiman di perkotaan, identitas yang dimiliki kampung kota sangat ditentukan oleh aktivitas yang dilakukan penghuninya. Kondisi serupa ditemukan di Kampung Apung Jakarta. Sejarah yang panjang mulai dari pembangunan pergudangan dan industri sampai dengan peninggian jalan setinggi 2m, mengakibatkan permukaan Kampung Apung menjadi lebih rendah daripada Jalan Kapuk Raya. Hal ini didukung dengan rekor penurunan muka tanah di Kelurahan Kapuk yang dapat mencapai 3m pada tahun 2025. Kondisi tersebut mengakibatkan Kampung Apung tergenang air kotor setinggi 1,5 m – 2 m sepanjang tahunnya. Memaksa warga untuk tinggal dengan kepadatan tinggi namun di satu sisi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari, hingga minimnya fasilitas dan ruang ruang publik masyarakatnya. Ruang Publik Darat menjadi contoh bagaimana ruang air yang menjadi ruang pasif Kampung Apung dapat dimanfaatkan untuk ruang bermain dan belajar anak-anak. Ruang Publik Darat mengeksplorasi ilmu konstruksi sederhana di atas air melalui gabungan desain arsitektur dan ketukangan lokal warga setempat. Dibangun dengan cara yang kolaboratif dan partisipatif dengan banyak pihak sehingga dapat secara bersama-sama belajar serta menumbukan rasa kepemilikan akan hasil yang diperjuangkan. Melalui metode Participatory Action Research diharapkan hasil dari sebuah proyek Pembangunan Ruang Publik Darat dapat memberikan dampak bagi masyarakat Kampung Apung, terutama sebagai tempat bermain anak-anak di masa sekarang dan yang akan datang.
Cover Vol.5 No.1 MEI 2022 Cover Vol.5 No.1 MEI 2022
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vol.5 No.1 MEI 2022
DAFTAR ISI Vol.5 No.1 MEI 2022 Daftar Isi Vol.5 No.1 MEI 2022
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI Vol.5 No.1 MEI 2022
DAFTAR REDAKSI Vol.5 No.1 MEI 2022 Daftar Redaksi Vol.5 No.1 MEI 2022
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR REDAKSI Vol.5 No.1 MEI 2022