cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN WADAH BERTEKSTUR ALAM MELALUI TEKNIK PRINTING UNTUK BINAAN RPTRA DHARMA SUCI, PLUIT Henny Hidajat; Aprilia K.Streit; Ika Resmika Andelina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.20770

Abstract

In order to boost creativity, imagination, color recognition and nature sensitivity of  children educated at RPTRA Dharma Suci, Pluit, as well as improving ideas to develop working program for its officers, DKV Faculty of Bunda Mulia University held a workshop "Making Natural Textured Folders through Printing Techniques'' introducing printing art for creating useful objects. Through this training, hoped that children would achieve better motivation to love nature, and applied nature into interesting works of art. This Community Service applies a workshop method in  activities, started by making stationery folders, leaf printing workshops, and finger print workshops describing animals and plants in a natural environment. Instructors explained understanding of art and design in general, printing techniques, color mixing, benefits, variety of leaves and importance of keeping the environment, especially plants, continued by demonstration of making stationery folders, leaf prints and fingerprints, followed by participants. Best printout is selected to be pasted to the finished stationery folders. As a result of the training, participants gained inspiration and ability to develop their creativity using printing techniques utilizing objects that were around them like leaves or even their own fingers with coloring material that were easy to find like crayons, watercolors or poster paints. They can use the printout as decoration of the stationery folders. For the officers, this workshop enriched their idea to develop a working program because it is easy to implement and apply simple materials and tools. ABSTRAK Guna mengasah kreativitas, imajinasi, pengenalan warna dan pemahaman anak-anak binaan RPTRA Dharma Suci, Pluit, serta meningkatkan materi binaan bagi pengurusnya, maka Prodi DKV Universitas Bunda Mulia mengadakan pelatihan bertema “Pembuatan Wadah Bertekstur Alam Melalui Teknik Printing” untuk memperkenalkan seni mencetak guna menghasilkan benda-benda bermanfaat. Melalui pelatihan ini diharapkan anak-anak binaan memiliki motivasi lebih baik untuk mencintai dan melestarikan alam, yaitu melalui gagasan bahwa tanaman dapat diabadikan dan diterapkan menjadi karya seni yang menarik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini  menerapkan metode workshop luring yang terbagi tiga bagian, yaitu pembuatan wadah stationery, workshop cetak daun, dan workshop fingerprint mengangkat bentuk hewan dan tumbuhan di lingkungan alam. Pada setiap bagian, instruktur memberikan penjelasan materi, seperti pengertian seni dan desain secara umum, teknik cetak, pencampuran warna, manfaat dan ragam jenis warna, bentuk dan tekstur daun serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama tumbuh-tumbuhan. Dilanjutkan penjelasan dan peragaan membuat wadah stationery maupun cetakan daun dan fingerprint yang langsung diikuti oleh partisipasi para peserta. Hasil cetak terbaik dipilih untuk ditempelkan pada wadah stationery yang sudah dibuat. Sebagai hasil pelatihan, para peserta memperoleh inspirasi dan kemampuan untuk mengembangkan kreativitasnya menggunakan teknik cetak memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar mereka seperti daun atau bahkan jari mereka sendiri dengan pewarna yang juga mudah ditemukan seperti krayon, cat air atau cat poster. Hasil cetaknya mereka manfaatkan sebagai dekorasi pada wadah stationery. Bagi para pengurus, workshop ini memperkaya gagasan dalam menyusun program kerja karena kegiatan ini mudah dilaksanakan dan menggunakan bahan serta alat yang sangat sederhana
PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN UMKM BERBASIS DIGITAL KHAIRINA NATSIR; Alfredo Marthen Waani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.20964

Abstract

MSMEs have been proven to play a vital role in the Indonesian economy. The number of MSMEs in Indonesia is currently 64.13 million, occupying a portion of 99.92 percent of the total business sector in Indonesia. MSMEs also contribute very significantly to GDP, reaching 60.5 percent, and the supply of labor is 96.9 percent of the total national labor absorption. Nowadays the government is paying great attention to the development of MSMEs by promoting digitalization programs. Supported by various conveniences and facilities provided by the government, MSME players are expected benefit from technological advances as well as possible in accordance with their business needs. In the accounting field, the SI APIK application is available, which is a digital-based application managed by Bank Indonesia that can be used by MSMEs to manage and record their business transactions. This community service activity partners with MSME actors in RW 09, Kelapadua Village, Tangerang City. So far, MSME entrepreneurs, especially in the Tangerang area, have not used many digital applications, even though using digital applications will help MSMEs to record activity transactions easily and also provide reporting facilities. Good reporting from MSMEs in accordance with the provisions will provide benefits for the MSMEs themselves such as for monitoring business development and for accessing capital from banks. Service activities carried out are trying to answer partner problems. Based on the conditions experienced by partners, training has been carried out for MSME actors on the use of the APIK SI application for recording transactions and reporting business activities. The activity was carried out on Saturday, October 29 2022 in Kelapadua Village, Tangerang. The number of participants present was 20 people. ABSTRAKUMKM sudah terbukti sebagai pengemban peran vital dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia saat ini sebesar 64.13 juta menempati porsi 99.92 persen dari total sektor usaha di Indonesia. UMKM juga berkontribusi sangat signifikan terhadap PDB yaitu mencapai 60,5%, dan penyediaan tenaga kerja sebesar 96,9% dari total serapan tenaga kerja nasional. Saat ini pemerintah memberikan perhatian yang besar bagi perkembangan UMKM dengan penggalakan program digitalisasi. Dengan didukung oleh berbagai kemudahan dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah pelaku UMKM seyogyanya mendapatkan manfaat dari kemajuan teknologi sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Di bidang akuntansi tersedia aplikasi SI APIK, yaitu sebuah aplikasi berbasis digital yang dikelola oleh Bank Indonesia yang dapat dipergunakan oleh UMKM untuk mengelola dan mencatat transaksi bisnisnya. Kegiatan Pengabdian ini bermitra dengan pelaku UMKM di RW 09, Kelurahan Kelapadua, Kota Tangerang. Selama ini banyak UMKM, khususnya di daerah Tangerang yang belum mengetahui dan menggunakan aplikasi digital, padahal dengan penggunaan aplikasi digital akan membantu UMKM untuk mencatat transaksi kegiatan dengan mudah dan juga menyediakan fasilitas pelaporan. Pelaporan yang baik dari UMKM yang sesuai dengan ketentuan akan memberikan manfaat bagi UMKM itu sendiri seperti untuk memonitoring perkembangan usaha dan untuk mengakses permodalan dari bank. Kegiatan Pengabdian yang dilakukan adalah berusaha untuk menjawab permasalahan mitra. Berdasarkan kepada kondisi yang dialami oleh mitra maka telah dilakukan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang penggunaan aplikasi SI APIK untuk pencatatan transaksi dan pelaporan aktivitas usaha. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2022 di Kelurahan Kelapadua, Tangerang. Jumlah peserta yang hadir adalah 20 orang.
PERANAN CONTENT CREATOR DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PADA SANGGAR KREATIVITAS BOMBI JAKARTA Amelia; Hendro Lukman; Sriwati
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.21021

Abstract

The development of information technology enters people's daily lives, increasing activities with growing digitalization. One model of digitization is social media which is used to communicate as well as for promotion and marketing. Social media requires content creators. Content creators are urgently needed by business owners to support them in promoting their business products, one of which is "Sanggar Kreasi Bombi" ("Sanggar y"). A content creator is a material maker on social media who shares information that can inspire, entertain and provide information to the public. The role of content creators has increased during the Covid-19 pandemic, which companies really need, because they are able to increase brand awareness of these products or companies, including in the education sector. The purpose of this Community Service activity is to measure the role of content creators in creating brand awareness in "Sanggar". The implementation is still in a Covid-19 pandemic condition even though it is not in an emergency status. Data collection was carried out face-to-face and online to obtain information on the condition of "Sanggar". The survey results show that 93% are satisfied with the “Sangga” infrastructure and 76.5% brand awareness of “Sanggar”. Based on observations and surveys, 44 videos and 4 posters have been created to increase brand awareness which contain learning methods, activities and promotions to increase "Sanggar" brand awareness. want to create brand awareness for both the product and the company itself. Content creators must understand information technology, creative and management strategies ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi memasuki kehidupan masyarakat sehari-hari, meningkatkan kegiatan dengan digitalisasi semakin berkembang. Salah satu model digitalisasi adalah sosial media yang digunakan untuk berkomunikasi juga untuk promosi dan pemasaran. Dalam hal sosial media membutuhkan content creator. Content creator sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha untuk mendukung dalam mempromosikan produk usahanya, salah satunya adalah Sanggar Kreativitas Bombi (“Sanggar”).  Content creator adalah seorang pembuat materi di media sosial yang memberikan informasi yang dapat menginspirasi, menghibur, dan memberikan informasi kepada masyarakat. Peranan konten creator semakin meningkat pada masa pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan oleh perusahaan, karena mampu meningkatkan brand awareness terhadap produk atau perusahaan tersebut, termasuk pada bidang pendidikan. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini untuk mengukur peranan content creator untuk menciptakan brand awareness pada” Sanggar”. Pelaksanaan masih kondisi pandemic Covid-19 walaupun tidak berstatus darurat. Pengambilan data dilakukan secara tatap muka dan daring untuk mendapatkan informasi keadaan “Sanggar”, Untuk mendapatkan masukan harapan orang tua menggunakan kuesioner dengan menggunakan google form dengan pertanyaan fasilitas “sanggar” dan “brand awareness “Sanggar”. Hasil survei menunjukkan 93% puas dengan infrastruktur “Sanggar” dan 76.5% brand awareness terhadap “Sangal” . Berdasarkan observasi dan survey, telah dibuat konten untuk meningkatkan brand awareness sebanyak 44 video dan 4 poster yang isinya cara pembelajaran, kegiatan yang maupun promosi untuk meningkatkan brand awareness “Sanggar”. Implikasi dari kegiatan ini, bahwa content creator suatu pekerjaan yang tidak akhirnya selama perusahaan ingin menciptakan brand awareness baik untuk produk maupun perusahaan itu sendiri. Content creator harus memahami teknologi informasi, creative dan strategi manajemen
PELATIHAN PEMBUATAN ZONA LAMBUNG PERAHU IKAN FIBERGLASS SKALA KECIL PADA DESA PABEAN UDIK KECAMATAN INDRAMAYU Amir Marasabessy; Fajri Ashfi Rayhan; Fakhri Akbar Ayub; Wiwin Sulistyawati; Rusdy Hatuwe
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.21875

Abstract

Fishermen group from Pabean Udik village, Indramayu, have problems with the maintenance of wooden boat hulls. Limitations of wood resources and the management of ships owned by skippers are a source of problems for fishermen in the Pabean Udik village. The objective of this project is to provide education and training for the manufacture of small-scale fiberglass fish boat hull for fishermen in Pabean Udik village. Iit was an effort to empower the fishing village community of Pabean Udik village to be able to make fiberglass fishing boats independently, as well as a transition from using fishing boats made of wood to fiberglass. The methods used were semi-permanent moulded and hand laid-up. In this case, the mat and roving layers are laminated using a hand brush or roll brush. This activity process involved a team of lecturers, students of Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, practitioners and 10 fishermen from the village of Pabean Udik.The results of this work were the hull products of small-scale fish boats made of fiberglass with dimensions of length (P) = 1.0 m, width (B) = 0.5 m, and height (H) = 0.3 m. The conclusion of this study was that the fishing community of Pabean Udik village got new insights into the manufacture of fiberglass-based fishing boats. Therefore, in the future, the fishing community of Pabean Udik village can produce their own fishing boats with fiberglass.
PELATIHAN PENGGUNAAN SISTEM PAKAN TERNAK AYAM DENGAN TEKNOLOGI PINTAR UNTUK UMKM DI SEKITAR REST AREA 72 A Henry Candra; Iveline Anne Marie; Susan Sulaiman; Suhartati Agoes; Muhammad Daffa Alrifqi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.23362

Abstract

Rest Area 72 A, in collaboration with the surrounding Micro Small and Medium Enterprises (MSME) community, manages chicken farms using the Open Cage concept. The chickens are allowed to roam in the field, which is bounded by a fence so that the chickens can actively move around the field. However, feeding chickens that are done manually causes problems and constraints because it  takes up time and effort; in addition, the chickens that roam everywhere at the time of feeding cause farmers to experience difficulties in distributing food, so the process of feeding chickens becomes hampered and risky. Therefore, a solution is proposed using a chicken feeding system with smart technology, which is relatively easier, efficient, safe, and scheduled. In this Community Service activity, training and demonstrations on using a smart feeder system were conducted for chicken farmers in Rest Area 72 A. The training is carried out by demonstrating how to operate the system and allowing participants to try it. The smart feeder system was realized using Arduino microcontroller technology with remote monitoring and control using the node MCU-based Internet of Things IOT with a monitoring application and control using smartphone Applications. The participants can understand well the application of this smart animal feed system to their chicken farms. Their understanding was measured by a questionnaire which showed that the knowledge and absorption of the participants before and after the training increased for the Good category from 80.00% to 86.67%.   ABSTRAK Rest Area 72 A bekerja sama dengan masyarakat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitarnya mengelola peternakan ayam dengan menggunakan konsep Kandang Terbuka di mana ayam-ayam dibiarkan berkeliaran di lapangan yang dibatasi pagar sehingga ayam tersebut dapat aktif bergerak di sekitar lapangan. Akan tetapi pemberian pakan ayam yang dilakukan secara manual menimbulkan masalah dan kendala karena menyita waktu dan tenaga, selain itu ayam-ayam yang berkeliaran di mana-mana pada saat pemberian makan mengakibatkan peternak mengalami kesulitan dalam mendistribusikan makanan sehingga proses pemberian pakan ayam menjadi terhambat dan berisiko. Oleh karena itu diusulkan solusi menggunakan sistem pakan ternak ayam menggunakan teknologi pintar yang relatif lebih mudah, efisien, aman, dan terjadwal. Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pelatihan dan demonstrasi penggunaan sistem pakan ternak pintar kepada peternak ayam di wilayah Rest Area 72 A. Pelatihan dilakukan dengan mendemonstrasikan cara pengoperasian alat dan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mencobanya. Sistem pakan ternak pintar direalisasi dengan menggunakan teknologi mikrokontroler Arduino dengan pemantauan dan kendali jarak jauh menggunakan Internet of Thing IOT berbasis nodeMCU dengan aplikasi pemantauan dan pengendalian menggunakan Aplikasi pada telepon pintar. Peserta pelatihan dapat memahami dengan baik penerapan sistem pakan ternak pintar ini pada peternakan ayam mereka. Pemahaman peserta diukur dengan kuesioner yang memberikan hasil bahwa pengetahuan dan penyerapan peserta sebelum dan sesudah pelatihan meningkat untuk kategori Baik dari 80,00% menjadi 86,67%
PEMBERDAYAAN UMKM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA UMKM IWAPI RANTING SAWANGAN Suharyati; Tati Handayani; Kery Utami
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.23778

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) have a significant role in the Indonesian economy. According to Bappenas, MSMEs play an important role in providing employment, contributing to the country's GDP, and providing a safety net for low-income people to engage in productive economic activities. Given the significant role of MSMEs in the Indonesian economy, their empowerment is very important. However, MSMEs in the Sawangan Permai area face several problems, including low performance, a lack of an entrepreneurial mindset, and inadequate business planning. To overcome this problem, community service activities were carried out for 27 MSMEs assisted by IWAPI Sawangan branch in the form of empowering MSMEs through the application of an entrepreneurial mindset and business planning as an effort to improve MSME performance, as well as providing training in making quality aloe vera-based beverage products. The main objective of this community service activity is to empower a group of MSMEs in the micro sector by increasing their entrepreneurial mindset and business planning to be more innovative, proactive, risk-taking and competitive. From the results of the test given in the form of a questionnaire, the knowledge and skills of the partners in applying the entrepreneurial mindset were 86.0%, an understanding of business planning was 85.5%, an understanding of social media marketing was 70.4%, and increased knowledge and skills in make innovative and quality products by 76.3%. The results of this community service greatly contribute to efforts to improve the performance of IWAPI-assisted MSMEs in the Sawangan area ABSTRAK Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Menurut Bappenas, UMKM berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja, berkontribusi terhadap PDB negara, dan menyediakan jaring pengaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif. Mengingat peran UMKM yang signifikan dalam perekonomian Indonesia, pemberdayaan mereka menjadi sangat penting. Namun, UMKM di wilayah Sawangan Permai menghadapi beberapa masalah, antara lain kinerja yang masih rendah, pola pikir kewirausahaan yang kurang, dan perencanaan bisnis yang kurang memadai. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap 27 UMKM binaan IWAPI ranting Sawangan berupa pemberdayaan UMKM melalui penerapan pola pikir kewirausahaan dan perencanaan usaha sebagai upaya meningkatkan kinerja UMKM, serta memberikan pelatihan pembuatan produk minuman berbahan dasar lidah buaya yang berkualitas. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan sekelompok UMKM sektor mikro dengan meningkatkan pola pikir kewirausahaan dan perencanaan usaha yang lebih inovatif, proaktif, berani mengambil risiko, dan kompetitif. Dari hasil test yang diberikan berupa kuesioner, menghasilkan pengetahuan dan keterampilan para mitra dalam menerapkan pola pikir wirausaha sebesar 86,0%, pemahaman mengenai perencanaan bisnis sebesar 85,5% pemahaman mengenai pemasaran media sosial 70,4%, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat produk yang inovatif dan berkualitas sebesar 76,3%. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini sangat berkontribusi dalam upaya peningkatan kinerja UMKM binaan IWAPI di wilayah Sawangan
PETA KARTUN UNTUK PETA KAMPUNG WISATA EDUKASI LINGKUNGAN STUDI KASUS RW 11 PEKAYON JAYA BEKASI SELATAN KOTA BEKASI Samsu Hendra Siwi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.23887

Abstract

The success of RW 11 in the ProKlim and KBA programs as an environment with the Main category towards the Sustainable category in the ProKlim program, immediately demands improvements in various sectors. The Proklim program is a program related to climate change. RW 11 is an example of an urban village area in the form of housing with various environmental care activities by residents. RW 11 made a road map to become an environmental education tourism village. Various instruments are needed to support this success, one of which is a guide for guests/visitors when visiting the RW 11 area for study, comparative studies, or other activities related to the environment. Maps are very important as guides for educational tour routes in this region. RW 11 submitted a request to make a tourist map for this purpose with an attractive, funny, informative, and communicative appearance. The method used is data collection on areas with potential and tourist destination points, interviewing community leaders, and then making a draft map in consultation with partners until the map is printed on board media which is installed at the location points. Maps are posted at points that are easy to see as information as tour guides when visiting RW 11. Cartoons are images that contain information that is humorously communicated to readers. Cartoons can also be used as images on maps that inform about points of interest at tourist sites which are made interesting, funny but informative and communicative. Therefore, as an educational tourism destination, RW 11 needs to make a tourist map like this. The result of this PKM is the creation of a tourist map with cartoon images posted at two location points at the RW 11 intersection. ABSTRAK Keberhasilan RW 11 dalam program ProKlim dan KBA sebagai lingkungan dengan kategori Utama menuju kategori Lestari pada program ProKlim, serta merta menuntut pembenahan berbagai sektor. Program Proklim merupakan program terkait dengan perubahan iklim. RW 11 menjadi contoh sebuah wilayah perkampungan kota yang berupa perumahan dengan berbagai aktivitas peduli lingkungan oleh warga. RW 11 membuat road map menjadi kampung wisata edukasi lingkungan. Perlu berbagai instrumen yang menunjang keberhasilan tersebut salah satunya adalah pengarah bagi tamu/pengunjung bila berkunjung di wilayah RW 11 untuk belajar, studi banding atau kegiatan lainnya yang terkait dengan lingkungan. Peta menjadi hal sangat penting sebagai pengarah rute tour edukasi di wilayah ini. RW 11 mengajukan permohonan pembuatan peta wisata untuk keperluan  tersebut dengan tampilan menarik, lucu, informatif dan komunikatif. Metoda yang pakai adalah pendataan wilayah dengan potensi dan titik-titik lokasi tujuan wisata, wawancara tokoh masyarakat kemudian pembuatan draft peta yang dikonsultasikan dengan mitra hingga dibuatkan pencetakan peta pada media papan yang dipasang di titik-titik lokasi.  Peta dipasang di titik-titik yang mudah dilihat sebagai informasi sebagai panduan tour bila berkunjung di RW 11. Kartun merupakan gambar yang berkonten informasi yang dikomunikasikan kepada pembaca dengan cara humor. Kartun juga dapat dipakai sebagai gambar pada peta yang menginformasikan tentang titik-titik tujuan pada lokasi wisata yang dibuat menarik, lucu namun informatif dan komunikatif. Oleh karena itu, sebagai tujuan wisata edukatif, RW 11 perlu membuat peta wisata seperti ini. Hasil dari PKM ini adalah pembuatan peta wisata dengan gambar kartun yang dipasang di dua titik lokasi di perempatan RW 11.
PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN TEKNOLOGI PERTANIAN PINTAR BAGI UMKM BIDANG PERTANIAN Kiki Prawiroredjo; Engelin Shinta dewi Julian; Deiny Mardian W; Nora Azmi; Zulfikar
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.23217

Abstract

The Food and Agriculture Organization (FAO) predicts that by 2050 the world's population will reach 9.1 billion. That means agricultural production must increase by 70% in that year to meet the food needs of the population. Based on data from the official Cigelam village website, it is known that the number of farmers is 161 people or 2.34% of the total population of Cigelam village. Based on a field survey that was conducted in August 2022 in Cigelam village, there are smallholder farms that grow chili, corn and other fruit trees. Farmers water the plants at certain hours manually by turning on the water pump without seeing whether the plants are short of water or not. The problem faced by farmers/planters in Cigelam village is that they plant crops in areas with hot and temperate zones so that the plants need to pay more attention to soil moisture. This Community Service Program introduces smart agricultural technology or smart farming to farmers in the village of Cigelam which can increase the quality and quantity of agricultural products in a smart way. The implementation method used is to provide counseling about smart farming and demonstrations of automatic plant sprinklers based on soil moisture. From the answers to the evaluation of the implementation of the activities by the training participants it was found that the usefulness of the activities and the materials provided received good and very good scores of 92%. It is hoped that the benefits of this counseling can be spread again to other farmers and implemented. Food and Agriculture Organization (FAO)/Organisasi Pangan dan Pertanian memprediksi bahwa pada tahun 2050 jumlah penduduk dunia akan mencapai 9,1 milyar. Itu berarti produksi pertanian harus meningkat sebesar 70% pada tahun tersebut demi mencukupi kebutuhan pangan penduduk. Berdasarkan data dari website resmi desa Cigelam diketahui jumlah petani/pekebun adalah 161 orang atau 2,34% dari jumlah penduduk desa Cigelam. Berdasarkan survey di lapangan yang sudah dilakukan pada bulan Agustus 2022 di desa Cigelam terdapat pertanian rakyat yang menanam pohon cabai, jagung, maupun pohon buah-buahan lainnya. Petani menyiram tanaman mereka pada jam tertentu secara manual dengan menyalakan pompa air tanpa melihat apakah tanaman sedang kekurangan air atau tidak. Permasalahan yang dihadapi para petani/pekebun di desa Cigelam yaitu mereka menanam tanaman di daerah yang berzona panas dan sedang sehingga tanaman perlu lebih diperhatikan kelembaban tanahnya. Program Pengabdian kepada Masyarakat kali ini memperkenalkan teknologi pertanian pintar atau smart farming kepada para petani dan pekebun penduduk di desa Cigelam yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian secara pintar. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang pertanian pintar dan demonstrasi alat penyiram tanaman otomatis berdasarkan kelembaban tanah. Dari jawaban evaluasi pelaksanaan kegiatan oleh peserta pelatihan diketahui bahwa kebermanfaatan kegiatan dan materi yang diberikan mendapat nilai baik dan sangat baik sebesar 92%. Dirahapkan manfaat dari penyuluhan ini dapat disebarkan lagi ke petani lain dan diimplementasikan.
SURVEI PENGUKURAN STATUS GIZI BALITA DAN POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI RPTRA MANDALA KELURAHAN TOMANG JAKARTA BARAT Wiyarni Pambudi; Fransiska Farah; Alexander Halim Santoso; Bruce Edbert; Dea Angelina; Nurlita Safna Septianti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.20544

Abstract

The Environmental Community Service (PKM) activity at RPTRA Mandala, Tomang Village, West Jakarta, was carried out in June 2022 in the form of checking the nutritional status of toddlers and counseling with the aim of increasing public awareness in stunting prevention efforts. Abdimas was followed by mothers and caregivers (grandmothers/aunts) of 123 toddlers living in RW 1-16, Tomang Village. The history of infant feeding showed that 64% were exclusively breastfed, and 86% started complementary feeding at the age of 6 months, with a pattern of 78% eating regularly (3-4 times per day), and 59% consuming snacks irregularly (more than 2 times per day). Anthropometric examination found 56% of children under five with normal BW/U, 67% normal BW/U, and 54% normal BW/TB. Gender of children under five had a significant relationship with BB/TB (p=0.026; PR=1.9) but not significant for BB/U (p=0.065; PR=1.4) and TB/U (p=0.057; PR= 1,2). Exclusive breastfeeding was significantly associated with BW/U (p=0.028; PR=1.9) and BW/TB (p=0.045: PR=1.5), but not significant for TB/U (p=0.081; PR= 4.1). Timely complementary feeding showed a significant relationship with BW/U (p= 0.043; PR=3), TB/U (p<0.001; PR=2.4), and BW/TB (p=0.048; PR=1.6). Giving the main MPASI menu regularly 3-4 times per day had a significant relationship with BW/U (p=0.07; PR=4.2), but not significantly with TB/U (p=0.301; PR=1.7 ) and BB/TB (p=0,203; PR=3,3). The practice of irregular snacks, exceeding the recommendation of 1-2 times per day, showed a significant relationship with body weight (p<0.001; PR=1.1), TB/U (p<0.001; PR=2.1), and BW/TB (p=0.002; PR=2,3). Feeding infants and children is proven to determine the nutritional status of toddlers, special attention needs to be given to improving the practice of snacking for toddlers. ABSTRAK: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Lingkungan di RPTRA Mandala, Kelurahan Tomang, JakartaBarat, dilaksanakan pada bulan Juni 2022 dalam bentuk pemeriksaan status gizi balita dan penyuluhan dengantujuan peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Abdimas diikuti oleh ibu dan pengasuh(nenek/bibi) dari 123 balita yang tinggal di RW 1-16 Kelurahan Tomang. Riwayat pemberian makan bayimenunjukkan 64% mendapat ASI eksklusif, dan 86% mulai diberikan MPASI saat usia 6 bulan, dengan pola 78%makan secara teratur (3-4 kali per hari), dan 59% mengonsumsi makanan selingan secara tidak teratur (lebih dari 2kali per hari). Pemeriksaan antropometri menemukan 56% balita dengan BB/U normal, 67% TB/U normal, dan 54%BB/TB normal. Jenis kelamin balita memiliki hubungan bermakna dengan BB/TB (p=0,026; PR=1,9) namun tidakbermakna untuk BB/U (p=0,065; PR=1,4) dan TB/U (p=0,057; PR=1,2). ASI eksklusif berhubungan secarabermakna dengan BB/U (p=0,028; PR=1,9) dan BB/TB (p=0,045: PR=1,5), namun tidak bermakna untuk TB/U(p=0,081; PR=4,1). MPASI tepat waktu menunjukkan hubungan bermakna dengan BB/U (p= 0,043; PR=3), TB/U(p<0,001; PR=2,4), dan BB/TB (p=0,048; PR=1,6). Pemberian menu MPASI utama yang teratur 3-4 kali per harimemiliki hubungan bermakna dengan BB/U (p=0,07; PR=4,2), namun tidak bermakna dengan TB/U (p=0,301;PR=1,7) dan BB/TB (p=0,203; PR=3,3). Praktik makanan selingan tidak teratur, melebihi rekomendasi 1-2 kali perhari, menunjukkan hubungan bermakna dengan BB/U (p<0,001; PR=1,1), TB/U (p<0,001; PR=2,1), dan BB/TB(p=0,002; PR=2,3). Pemberian makan bayi dan anak menentukan status gizi balita, perhatian khusus perlu diberikanuntuk perbaikan praktik makanan selingan untuk balita.
PENDIDIKAN SEKSUAL PADA SISWA DI SEKOLAH BUDI MULIA, BOGOR Sari Mariyati Dewi Nataprawira; Triyana Sari; Alya Dwiana; Susilodinata Halim
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13615

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. It is characterized by development of secondary sexual organs, changes in emotions and ways of thinking. It confused them and caused great curiosity. Itcan be fulfilled quickly through social media and close friends, because its the easiest sources to get, but can lead to risky sexual behavior. Budi Mulia Public High School Bogor has pretty much students and requires appropiatesexual education to prevent risky sexual behavior. The principal of Budi Mulia High School in collaboration with Faculty of Medicine, Tarumanagara University, held awareness in sexual education, specifically, adolescentpersonal health care. Method: This program was held on June 8–9, 2021 at 9–10 AM using Zoom meeting. Participants were grouped by gender, each group is given knowledge about sexual education. Results: Thisprogram was attended by 311 participants, from 15–19 years old, most othem received sexual education (93.9%) from parents/teachers/religious seminars (59.5%). From 91 participants who filled out pre-test, most of themthought that sexual education was important for health (96.7%), taught them to be responsible (96.7%), and able to make decisions about sexual behavior (85.7%). These results increase in the post-test. This indicates that continuingsexual education for adolescents is important. Suggestion: Sexual education needs to be held continuously according to the stages of human sexual development. Education to parents and teachers also important to remove taboos and myths in society. Capability to find proper information in cyberspace is very important. ABSTRAKLatar Belakang: Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Masa ini ditandai dengan terjadinya perkembangan organ seksual sekunder, perubahan emosi dan pola pikir. Perubahan ini membingungkan sehinggamenimbulkan rasa ingin tahu yang besar. Hal tersebut dapat dipenuhi denga cepat melalui media sosial dan teman, karena informasi yang paling mudah didapatkan, namun dapat menimbulkan perilaku seksual berisiko. Sekolah Menengah Umum Budi Mulia Bogor memiliki jumlah siswa yang cukup banyak dan memerlukan informasi pendidikan seksual yang tepat untuk mencegah perilaku seksual berisiko. Pimpinan SMU Budi Mulia bekerjasama dengan FK Universitas Tarumanagara mengadakan penyuluhan pendidikan seksual sebagai bagian dari pemeliharaan kesehatan pribadi remaja. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 8–9 Juni 2021 pukul 09.00–10.00 WIB melalui aplikasi zoom meeting. Peserta dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan diberikan pengetahuan mengenai pendidikan seksual. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 311 peserta, usia 15–19 tahun, mayoritas pernah mendapatkan pendidikan seksual (93,9%) dari orang tua/guru/seminar keagamaan (59,5%). Dari 91 peserta yang mengisi pre-test, sebagian besar  berpendapat bahwa pendidikan seksual penting untuk kesehatan (96,7%), mengajarkan mereka bertanggungjawab (96,7%), dan dapat mengambil keputusan akan perilaku seksual (85,7%). Hasil tersebut meningkat pada post test. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan seksual yang  berkelanjutan bagi remaja. Saran: Pendidikan seksual perlu diadakan terus menerus sesuai tahapan perkembangan seksual manusia. Pendidikan kepada orangtua dan guru juga penting untuk menghilangkan tabu dan mitos di masyarakat.  Kemampuan untuk mencari informasi yang tepat di dunia maya juga sangat penting