cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+62271-858172
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Indonesia
ISSN : 20865562     EISSN : 25797824     DOI : https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.320
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles 367 Documents
Pengaruh media edukasi audiovisual terhadap perilaku ibu dalam menghitung gerakan janin Alfiya Fauzani, Marsya; Widiawati, Ida; Ulfah Fatimah, Yulia; Karjatin, Atin
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i1.1309

Abstract

Perbedaan antara penggunaan swaddling dan nesting terhadap kualitas tidur neonatus Dwi Agussafutri, Wahyu; Bumi Pangesti, Christiani
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i1.1314

Abstract

Kejadian depresi postpartum dan kaitannya dengan dukungan suami dan KDRT Permata Rachim, Dyan; Yanis, Amel; Muhammad, Syamel
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1465

Abstract

Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan gangguan emosional yang diakibatkan oleh mekanisme koping yang tidak memadai selama periode postpartum. Jika tidak ditangani, depresi dapat meningkatkan risiko suicide maupun infanticide. Kejadian depresi postpartum sering kali dikaitkan dengan rendahnya dukungan dari suami dan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang keduanya dapat memperburuk kondisi psikologis ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya depresi postpartum dan hubungannya dengan dukungan suami dan KDRT. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang dari Juni 2023 hingga Mei 2024. Sampel penelitian terdiri dari 152 ibu dengan bayi antara 4 minggu dan 6 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, dan analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian depresi postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang sebesar 24,3%. Selain itu, ditemukan hubungan yang signifikan antara depresi postpartum dengan dukungan suami (nilai p 0,000) dan juga ditemukan hubungan yang signifikan antara depresi postpartum dengan kekerasan dalam rumah tangga (nilai p 0,000). Kesimpulan: Temuan ini menggarisbawahi hubungan yang signifikan antara depresi postpartum dan faktor-faktor seperti dukungan suami dan KDRT. Temuan ini menyoroti pentingnya hubungan suami istri yang suportif dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dalam mengurangi kejadian depresi postpartum
Analisis faktor- faktor yang berhubungan dengan unmet need KB pada wanita usia subur Dzatun Nitaqin, Asma; Nurhajjah, Siti; Rifa Karmia, Hudila
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1470

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah penduduk dapat berdampak pada kualitas hidup manusia terutama masalah pada kesehatan ibu serta anak. Masalah yang muncul dalam hal kependudukan adalah angka kematian ibu. Faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah penduduk adalah penurunan dalam pemakaian kontrasepsi yaitu unmet need  KB. Wanita yang berada dalam usia subur dan tidak memakai alat kontrasepsi memiliki kemungkinan untuk hamil dan bisa menghadapi masalah selama kehamilan, melahirkan dan setelah melahirkan. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi faktor yang terkait dengan kebutuhan KB yang belum terpenuhi di kalangan wanita dalam masa subur. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 111 responden wanita usia subur dengan unmet need KB yang diambil dengan cara purposive sampling di Puskesmas Nanggalo Padang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner serta dianalisis dengan uji Chi Square dan Analisa Regresi Logistik. Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa usia (p=0,007), pengetahuan (p=0,003), Akses Informasi (p=0,005), Akses Fasilitas Kesehatan (p=0,648), Dukungan Suami (p=0,007), Peran Bidan (p=0,003).Dari analisis multivariat, faktor yang paling signifikan terkait unmet need KB adalah peran bidan dengan nilai Odds Ratio tertinggi mencapai 3.594. Kesimpulan: Terdapat keterkaitan antara usia, tingkat pengetahuan, akses informasi, dukungan dari pasangan, serta kontribusi peran bidan terhadap unmet need KB dan faktor yang paling dominan adalah peran bidan.
Differences in the effectiveness of baby massage and baby gym on the development of babies aged 3 – 6 months Setyo Iswati, Retno; Sasmita, Dita; Hubaedah, Annah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1461

Abstract

Background: Infant development involves increasing abilities, skills and increasingly complex body functions including gross motor skills, fine motor skills, speech and language skills. Based on WHO data in 2023, the prevalence of infants with developmental disorders in developing countries is 95%. Efforts to prevent growth and development delays include baby massage and baby gym. Baby massage increases the release of beta endorphins and catecholamine hormones which can trigger brain development and function, while baby gym increases beta endorphins and trains muscle strength and coordination in infants. Objective: to determine the difference between giving baby massage and baby gym on the development of infants aged 3-6 months. Method: This study was conducted at the Mekarsari Posyandu. The research design was a Quasi Experiment Design with a Two Group Pretest-Posttest Design. The population of infants aged 3-6 months was 34 respondents, with a puposive sampling technique. Respondents were divided into 2 treatment groups. The research instrument used an observation sheet and the Denver II format. Data analysis using the Mann-Whitney U test. Research Results: In the baby massage group before the intervention, most of the development assessments were in the suspect category (53%) and after the intervention in the normal category (47.1%). In the baby gym group before the intervention, most of the development assessments were in the suspect category (64.7%) and after the intervention in the normal category (64.7%). The results of the Mann Whitney T-test ρ-value 0.454>0.05. Conclusion: There is no significant difference between the provision of baby massage and baby gym on the development of babies aged 3-6 months because both showed an increase in development assessments. Baby massage and baby gym stimulation can improve the development of babies aged 3-6 months
Pengembangan phantom maternity development (mandeh) sebagai media edukasi dalam praktikum antenatal care Fadjri Nilakesuma, Nur; Susilawati, Dewi; Mushariyadi, Fery
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1466

Abstract

Latar belakang: Kegiatan laboratorium bertujuan untuk meningkatkan sikap, keterampilan, dan kreativitas mahasiswa dalam bidang pendidikan tenaga kesehatan. Namun, ketidakcukupan jumlah phantom yang mahal ini mengakibatkan siswa harus saling bergiliran memakainya. Tujuan: Penelitian ini menyusun dan menguji Phantom Mandeh melalui pengukuran tinggi fundus, pemeriksaan Leopold, serta kemampuan mendengarkan detak jantung janin. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan lima tahap yang berasal dari modifikasi desain yang diciptakan oleh Borg dan Gall. Lima tahap yang diterapkan terdiri dari Tahap I (studi literatur), Tahap II (proses pengembangan produk), Tahap III (validasi oleh ahli), Tahap IV (revisi produk dan hasil akhir), serta Tahap V (uji produk). Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata 4 untuk konteks relevansi phantom dengan tujuan praktikum, 3,87 untuk desain phantom yang menarik, kemudahan penggunaan phantom memperoleh rata-rata 4, sedangkan nilai rata-rata untuk teknik pemeriksaan palpasi dan auskultasi masing-masing adalah 3,9 dan rata-rata untuk ukuran phantom 3,7. Kesimpulan: Phantom MANDEH telah dirancang sebagai alat pembelajaran untuk mengukur ketinggian fundus, melakukan pemeriksaan Leopold, dan mengecek denyut jantung janin. Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan oleh para ahli dan mahasiswa, diperoleh phantom yang relevan dengan pembelajaran dan cocok untuk digunakan dalam praktikum antenatal care di laboratorium.
Analisis tingkat kepuasan responden terhadap inovasi alat pena bicara untuk edukasi pencegahan stunting Suparmi, Suparmi; Salikun, Salikun; Ngadiyono, Ngadiyono
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1471

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah permasalahan yang masih dihadapi oleh dunia global termasuk Indonesia. Seiring dengan jumlah tenaga kesehatan yang tidak merata, beberapa daerah kurang mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal. Agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara merata dengan bantuan kader kesehatan, maka inovasi media edukasi kesehatan perlu dilakukan.  Penelitian ini membuat media edukasi pena bicara dengan booklet materi stunting yang dapat mengeluarkan audio dari booklet materi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan responden terhadap pena bicara. Metode: Metode analisis tingkat kepuasan menggunakan PIECES terdiri dari penilaian Performance, Information, Economy, Control, Efficiency dan Service. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas pada kuesioner menggunakan software SPSS 25. Teknik pengambilan sampel ada purposive sampling. Sampel adalah sebanyak 44 orang mahasiswa profesi kebidanan, Poltekkes Kemenkes Semarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan kuesioner adalah valid, karena memiliki nilai r hitung lebih dari r tabel (0,2973) dengan signifikansi 5% dan valid karena nilai Cronbach’s alpha lebih dari r tabel (0,2973). Sedangkan nilai tingkat kepuasan adalah 4.815 dengan kategori Puas. Kesimpulan: Responden merasa puas dengan inovasi media edukasi stunting pena bicara. Diharapkan pena bicara dapat digunakan oleh tenaga kesehatan dan kader kesehatan sebagai media alternatif edukasi stunting.
Dilema seksual akseptor KB suntik DMPA: kajian korelasional terhadap fungsi seksual Satriyandari, Yekti; Mahmudah, Nurul
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1462

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang penggunaannya terus meningkat. Namun, penggunaan jangka panjang DMPA dapat menimbulkan berbagai efek samping, termasuk gangguan menstruasi, peningkatan berat badan, perubahan mood, penurunan densitas tulang, dan penurunan fungsi seksual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika seksual pada akseptor KB suntik DMPA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan di PMB Sri Wahtini Kalasan. Sampel diperoleh melalui teknik quota sampling dengan jumlah 44 responden. Kriteria inklusi: akseptor KB suntik DMPA minimal 1 tahun, tidak memiliki penyakit kronis, memiliki suami, dan tinggal serumah. Variabel yang diteliti meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, lama menikah, lama penggunaan KB, serta problematika seksual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan analisis data dengan Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia >30 tahun, dan sebanyak 34 responden mengalami disfungsi seksual. Namun secara umum, tidak ditemukan masalah seksual yang signifikan pada akseptor KB suntik DMPA. Kesimpulan: Penggunaan KB DMPA perlu dipertimbangkan ulang pada ibu dengan risiko gangguan seksual. Pemilihan alat kontrasepsi alternatif dapat membantu mengurangi potensi dampak negatif terhadap fungsi seksual
Pekerjaan dan gravida mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil di Puskesmas Mpunda Kota Bima Jannah, Bayti; Septiana Pratiwi, Cesa; Mamnuah, Mamnuah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1467

Abstract

Latar Belakang: Ibu hamil yang mengalami stres dapat mempengaruhi perilaku terkait kesehatan mereka, yang pada gilirannya dapat membahayakan kesehatan dan perkembangan anak-anak dalam jangka panjang. Ketika tingkat stres seorang ibu meningkat selama kehamilan, hal itu dapat memengaruhi aliran darah anak yang belum lahir, membuat bayi menjadi hiperaktif dan meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan atau autisme. Variabel psikologis, fisiologis, sosial, dan sosio-demografis termasuk di antara yang dapat menyebabkan stres pada wanita hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pekerjaan dan gravida mempengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil. Metode: Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan teknik consecutive sampling pada 53 wanita hamil yang pergi ke Puskesmas Mpunda untuk perawatan antenatal. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang mengukur karakteristik responden dan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Tingkat kecemasan berbeda secara signifikan antara wanita yang tidak bekerja (p = 0,018) dan ibu hamil dengan status gravida (p = 0,043). Kesimpulan: Kecemasan ibu hamil dipengaruhi oleh status pekerjaan ibu yang tidak bekerja dan status multigravida pada ibu hamil di Puskesmas Mpunda Kota Bima.
Hubungan kejadian Body Dysmorphic Disorder (BDD) dengan status gizi dan pengalaman remaja dalam pengelolaan berat badan: A Scoping Review Afri Juliandari, Kriska; Wuri Astuti, Andari; Khotimah, Siti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1472

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase transisi menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada tahap ini, perhatian terhadap penampilan meningkat, sehingga citra tubuh berperan penting dalam membentuk kepercayaan diri. Ketidakpuasan terhadap tubuh dapat mendorong remaja melakukan pengelolaan berat badan yang tidak sehat, seperti diet ekstrem, yang berdampak pada status gizi. Salah satu gangguan yang muncul akibat ketidakpuasan tubuh adalah Body Dysmorphic Disorder (BDD), yaitu kecemasan berlebihan terhadap kekurangan fisik yang sebenarnya tidak nyata. Remaja dengan BDD berisiko mengalami stres, gangguan sosial, masalah kesehatan mental dan gizi. Tujuan: Memetakan bukti mengenai hubungan kejadian BDD dengan status gizi dan pengalaman remaja dalam mengelola berat badan. Metode: Menggunakan metode scoping review berdasarkan kerangka PCC dan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan melalui ScienceDirect, PubMed, Cochrane Library, dan Google Scholar. Seleksi artikel menggunakan Prisma Flowchart dan critical appraisal menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil: Dari 422 artikel, diperoleh 15 artikel yang relevan. Hasil kajian mengidentifikasi tujuh tema utama yaitu faktor risiko, gejala, dampak BDD, strategi, motivasi dan informasi pengelolaan berat badan serta hubungan BDD dengan status gizi. Simpulan: BDD dipengaruhi oleh berbagai faktor dan berdampak pada kesehatan mental serta status gizi. Pengelolaan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.