cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+62271-858172
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Indonesia
ISSN : 20865562     EISSN : 25797824     DOI : https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.320
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles 367 Documents
HUBUNGAN MINAT MASUK PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN DENGAN PRESTASI BELAJAR KONSEP KEBIDANAN Siti Maesaroh
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.953 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v5i1.85

Abstract

Keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri peserta didik, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat masuk Prodi DIII Kebidanan dengan prestasi belajar Konsep kebidanan pada mahasiswa Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, analisa data menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan menggunakan SPSS. Hubungan antara minat masuk prodi DIII Kebidanan dengan prestasi belajar konsep kebidanan mempunyai koefisien korelasi sebesar 0,615 dengan nilai signifikansi 0,000 (
HUBUNGAN ANTARA SIKAP PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DENGAN MINAT DETEKSI DINI MENGGUNAKAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT PADA WANITA USIA SUBUR DI RW IV DESA CANGKOL MOJOLABAN SUKOHARJO TAHUN 2015 Anin Nur Sholihah; Etik Sulistyorini
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.411 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.117

Abstract

HUBUNGAN ANTARA SIKAP PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DENGAN MINAT DETEKSI DINI MENGGUNAKAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT PADA WANITA USIA SUBUR DI RW IV DESA CANGKOL MOJOLABAN SUKOHARJO TAHUN 2015. Pada tahun 2013 diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Tingginya kasus kanker serviks disebabkan oleh sikap wanita usia subur (WUS) dalam pencegahan yang kurang serta minat deteksi dini yang kurang, karena deteksi dini kanker serviks masih dianggap tabu di masyarakat. Hal ini berdampak keterlambatan untuk terdeteksi, sehingga kanker serviks diketahui sudah masuk stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sikap pencegahan kanker serviks dengan minat deteksi dini menggunakan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua wanita usia subur di RW IV Desa Cangkol pada bulan April 2015 sebanyak 183 WUS. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling, sampel yang diambil 92 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data univariat menggunakan rentang skala dan analisis data bivariat menggunakan Kendall’s Tau. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil analisis univariat sikap pencegahan kanker serviks baik sebesar 61 orang (66,1%) dan sikap cukup 31 orang (33,7%). Minat tinggi dalam deteksi dini menggunakan inspeksi visual asam asetat sebanyak 58 orang (63%) dan minat sedang sebanyak 34 orang (37%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai z hitung (11, 96) > z tabel (1,96). Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara sikap pencegahan kanker serviks dengan minat deteksi dini menggunakan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di RW IV Desa Cangkol Mojolaban Sukoharjo tahun 2015. Kata kunci: Sikap, Minat, Kanker Serviks, Inpeksi Visual Asam Asetat, Wanita
STUDI DESKRIPTIF KEJADIAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU KLATEN TAHUN 2016 Catur Setyorini; Anita Dewi Lieskusumastuti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2017): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.32 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v8i2.20

Abstract

Latar Belakang: Studi Deskriptif Kejadian Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Tahun 2016. BBLR adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir. BBLR sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak negara, karena dianggap  menjadi  salah  satu  faktor  penyebab kematian bayi. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran kejadian bayi dengan BBLR di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten Tahun 2016.Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Subjek Penelitian adalah seluruh bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2016 sebanyak 178 responden. Alat pengumpulan data menggunakan master tabel. Analisis data dengan analisis univariate menggunakan rumus distribusi frekuensi.Hasil: Penelitian bayi dengan berat badan lahir rendah berdasarkan karakteristik ibu sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 136 responden (76,40%), berdasar paritas sebagian besar adalah multipara sebanyak 99 responden (55,62%), sebagian besar usia kehamilan 37-42 minggu sebanyak 95 responden (53,37%), dan sebagian besar bayi BBLR berjenis kelamin laki-laki sebanyak 92 responden (51,69%). Simpulan: sebagian besar bayi dengan BBLR di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2016 lahir pada ibu usia 20-35 tahun, paritas multipara, usia kehamilan 37-42 minggu dan bayi berjenis kelamin laki-laki.Kata Kunci: Kejadian Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENYIMPANGAN MENTAL EMOSI ANAK USIA 36- 72 BULAN DI PG-TK TERPADU GABUGAN TANON SRAGEN TAHUN 2013 Lukluk Nur Aini; Anita Dewi Lieskusumastuti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2014): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.444 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v5i2.184

Abstract

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan saat ini di negara Indonesia. Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehataan bangsa, sebab anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Sehingga masalah kesehatan anak menjadi prioritas agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu dari masalah anak secara psikologis adalah masalah mental emosional yang dapat megakibatkan gangguan emosi dan mental yang tidak sehat dimana salah satu faktor penyebabnya adalah pola asuh orangtua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan penyimpangan mental emosi pada anak pusia 36 sampai 72 bulan di Playgroup dan TK Terpadu Gabugan Tanon Sragen Tahun 2013. Desain penelitian ini adalah studi survei analitik dengan pendekatan cross secsional. Penelitian ini menggunakan Subyek penelitian yaitu seluruh orangtua murid usia 36 sampai 72 bulan. Dengan menggunakan alat ukur kuesioner, KMME, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan Chi-square. Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas orangtua mempunyai pola asuh demokratis sebanyak 20 responden ( 66,7%) dan mayoritas anak tidak mengalami masalah mental emosional sebanyak 18 anak (60%). Serta uji Chi Square diperoleh X2 hitung(22,500) > X2 tabel (5,591), ρ (0,000)< α (0,05), serta cotingensi coefisient 0,655. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan penyimpangan mental emosi anak usia 36 sampai 72 bulan di Playgroup dan TK Terpadu Gabugan Tanon Sragen Tahun 2013 Kata Kunci : pola asuh orang tua, penyimpangan mental emosi anak, Anak Usia 36 sampai 72 bulan.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI KLINIK HARAPAN BUNDA SAWIT BOYOLALI Catur Setyorini; Anita Dewi Lieskusumastuti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.468 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.251

Abstract

Latar Belakang : Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relative murah dan aman. Adapun efek samping kontrasepsi suntik yang tersering adalah permasalahan berat badan. Meskipun penyebab pertambahan berat badan tidak jelas. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan lama pemakaian KB suntik dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik di Klinik Harapan Bunda Sawit Boyolali tahun 2018. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada semua akseptor KB suntik di Klinik Harapan Bunda Sawit Boyolali pada Bulan Maret-April 2018. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 51 akseptor KB suntik, pengumpulan data menggunakan lembar pengumpul data, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil : Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berusia >35 tahun sebanyak 26 responden (50,9%), mayoritas responden berpendidikan menengah (SMA) sebanyak 29 responden (56,8%), mayoritas pekerjaan responden swasta sebanyak 22 responden (43,1%), mayoritas responden adalah multipara sebanyak 41 responden (80%), mayoritas responden menggunakan suntik KB ≥ 12 bulan sebanyak 43 responden (84%), mayoritas responden mengalami peningkatan berat badan sebanyak 29 responden (57%), hasil perhitungan statistik uji chi square diketahui X2 hitung 7,729 dengan p-value 0,670. Dimana nilai p > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan lama pemakaian KB suntik dengan peningkatan berat badan. Simpulan : tidak ada hubungan lama pemakaian KB suntik dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik di Klinik Harapan Bunda Sawit Boyolali
GAMBARAN PERILAKU BIDAN DALAM KUNJUNGAN NIFAS DI PUSKESMAS JENAR KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2012 Angesti Nugraheni; Ayunita Hapsari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 4, No 1 (2013): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.34 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v4i1.76

Abstract

GAMBARAN PERILAKU BIDAN DALAM KUNJUNGAN NIFAS DI PUSKESMAS JENAR KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2012. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Asuhan masa nifas pada bidan pada setiap kunjungan sangat diperlukan karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran perilaku bidan dalam kunjungan nifas di Puskesmas Jenar Kabupaten Sragen Tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan crosss sectional. Populasi penelitian adalah semua bidan yang bekerja di Puskesmas Jenar pada bulan Juni minggu I-III tahun 2012 yaitu 15 bidan. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu 11 responden. Alat pengumpulan data menggunakan checklist. Analisa datanya menggunakan analisis deskriptif. Dari penelitian diperoleh data responden mayoritas yang melakukan kunjungan nifas berperilaku tidak baik. Berdasarkan karakteristik umur responden mayoritas berusia 31-40 tahun sejumlah 6 responden (54,55%), berdasarkan pendidikan mayoritas responden berpendidikan D3 sejumlah 8 responden (72,73%). Perilaku responden dalam kunjungan nifas mayoritas berperilaku tidak baik, yang meliputi anamnesa sejumlah 9 responden (81,82%), pemeriksaan fisik sejumlah 4 responden (36,36%), dan konseling sejumlah 6 responden (54,55%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bidan berperilaku tidak baik dalam melakukan kunjungan nifas di Puskesmas Jenar Kabupaten Sragen. Kata kunci: Perilaku, Bidan, KunjunganNifas
DAMPAK ANEMIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BAYI BBLR DI PUSKESMAS MUSUK I KECAMATAN MUSUK BOYOLALI TAHUN 2018 Sri Suparti; Ani Nur Fauziah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 11, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.414 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v11i1.334

Abstract

Latar Belakang :Status gizi ibu hamil akan berdampak pada ibu dan janin. Dampak pada ibu antara lain mengalami Kurang Energi Kronik, anemia gizi ibu hamil, bersalin dan nifas. Pada janin akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan antara lain cacat tabung saraf pada janin. Kasus kematian bayi di kabupaten Boyolali tahun 2017 sebanyak 135 kasus ( AKB 9,0/1000 KH), Penyebab kematian bayi karena Berat badan Lahir Rendah sebesar 26,5%, Kematian bayi di puskesmas Musuk I tahun 2017 sebanyak 5 kasus, 2 diantaranya disebabkan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia ibu hamil terhadap kejadian bayi BBLR di puskesmas Musuk I tahun 2018. Metode :Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan retrospektif.Penelitian ini menggunakan subyek penelitian karena semua populasi diambil untuk diteliti yaitu semua ibu yang melahirkan BBLR sebanyak 23 orang..Alat pengumpul data berupa master table.Menggunakan data sekunder bersumber dari rekam medik persalinan dan kehamilan. Hasil :Kasus BBLR di puskesmas Musuk I periode bulan Januari – Juni 2018 sebanyak 23 kasus,dengan rincian 17 kasus (73,91% ) bayi BBLR dan 6 kasus ( 26,09% ) BBLSR. Ibu yang melahirkan BBLR mayoritas mengalami anemia kehamilan sebanyak 17 responden ( 73,91% ), yang tidak mengalami anemia sebanyak 6 responden ( 26,09% ).Terdapat hubungan antara anemia ibu hamil terhadap kejadian bayi BBLR dibuktikan dengan uji chi square pada taraf signifikasi 0,050 didapatkan nilai Asymp. Sig.(2-sided) = 0,037 < dari signifikasi 0,050. Hubungan tingkat sedang dengan hasil coefisien correlation sebesar 0,50. Simpulan:Ada dampak anemia ibu hamil terhadap kejadian bayi berat badan lahirrendah di puskesmas Musuk I tahun 2018
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BIDAN DALAM PENCEGAHAN INFEKSI PADA PERTOLONGAN PERSALINAN DI TINGKAT PUSKESMAS KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2013 Mardianti Mardianti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.718 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.108

Abstract

Latar belakang: Infeksi merupakan salahsatu penyebab Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia. Tindakan pencegahan infeksi merupakan bagian esensial dari asuhan lengkap yang diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir yang dilaksanakan secara rutin pada saat menolong persalinan dan kelahiran. Bidan sebagai ujung tombak layanan kebidanan di masyarakat bertanggung jawab mencegah penularan infeksi baik pada diri sendiri maupun oranglain saat melakukan pertolongan persalinan. Kejadian kematian karena infeksi pada neonatal di kabupaten Karawang tahun 2012 adalah 3 kasus (1,86%) ini menunjukkan peningkatan dari tahun 2011 yaitu 1 kasus (0,9%), seluruhnya terjadi pada neonatus, tidak ada kematian ibu karena infeksi (Laporan tahunan Dinas kesehatan Karawang, 2012). Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi karena paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung beberapa saat setelah kelahiran dan penyebab kematian neonatal yang tertinggi adalah karena infeksi 56 % (Sarimawar, 2010). Kejadian infeksi yang ada di kabupaten Karawang terdapat pada Puskesmas Teluk Jambe dengan persentase infeksi 1,24% dan Puskesmas Sukatani 0,62%. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpatuhan bidan dalam melaksanakan pencegahan infeksi saat melakukan pertolongan persalinan di Puskesmas Teluk Jambe dan Puskesmas Sukatani kabupaten Karawang tahun 2013. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan crossectional dan studi kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah bidan yang ada di Puskesmas Sukatani dan Puskesmas Teluk Jambe yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat (distribusi frekuensi, analisis bivariat (uji kai kuadrat), dan analisis multivariat (uji regresi logistik). Hasil Penelitian: Hasil analisis diperoleh bahwa kepatuhan bidan dalam pencegahan infeksi pada pertolongan persalinan sebanyak 42,9%, sebagian besar bidan berpendidikan diploma rendah (91,4%), usia sebagian besar Nonproduktif (54,3%), pengetahuan kurang (94,3%), bidan yang memiliki sikap kurang (77,1%), keyakinan bidan tidak baik dengan pencegahan infeksi (80%), bidan paham tentang SOP (57,1%), bidan tidak memperoleh dukungan teman (51,4%), sebagian besar bidan yang memiliki beban kerja tidak baik (62,9%), yang menyatakan tidak ada supervisi (51,4)%. Semua variabel dianalisa uji kaikuadrat, tidak mempunyai hubungan bermakna terhadap kepatuhan bidan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuha bidan adalah supervisi dengan nilai OR=3,714 setelah dikontrol oleh variabel dukungan teman. Kata kunci : Kepatuhan bidan, Pencegahan infeksi, Persalinan
HUBUNGAN MOTIVASI, KECEMASAN, KONDISI FISIK, PERANAN ORANG TUA DAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA Barto Mansyah; Supriandi Supriandi; Greiny Arisani
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2017): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.314 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v8i2.11

Abstract

Rendahnya prestasi belajar berdampak terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) lulusan tersebut. Rendahnya prestasi belajar merupakan faktor yang menjadi sorotan dunia pendidikan. Rendahnya prestasi belajar bukan hanya semata-mata disebabkan oleh kurangnya kecerdasan tetapi banyak siswa yang telah memiliki kecerdasan dan motivasi tinggi namun prestasi belajarnya menurun. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kecemasan dalam menghadapi tes dan pelajaran serta keadaan psikologi dan lingkungan belajar siswa yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.1Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara Motivasi Belajar, Kecemasan, Kondisi Fisik, Peranan Orang Tua dan Persepsi Terhadap Lingkungan Belajar dengan prestasi belajar Mahasiswa di Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya. Metoda Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik menggunakan pendekatan studi Cross Sectional, Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis untuk mengetahui resiko variabel independen terhadap variabel dependen dengan menghitung nilai Prevalence Odd Ratio (POR) dan 95% Confidence Interval (CI).Dari hasil analisis pada variabel motivasi belajar  diperoleh nilai p value sebesar 0,001, maka secara statistik dapat disimpulkan bahwa faktor motivasi belajar mempunyai hubungan yang signifikan terhadap prestasi belajar karena p value < α (0,05) dengan nilai OR sebesar 4,263. Faktor kecemasan didapatkan nilai p value sebesar 0,005 maka secara statistik sisimpulkan hubungan yang signifikan terhadap prestasi belajar karena p value < α (0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan prestasi belajar dengan nilai OR sebesar 3,202. Dari hasil analisis diatas didapatkan p value sebesar 0,049, maka secara statistik faktor kondisi fisik mempunyai hubungan yang signifikan terhadap prestasi belajar karena p < α (0,05) dengan nilai OR sebesar 2,249. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi, kecemasan dan kondisi fisik dengan prestasi belajar.Kata Kunci          : Motivasi, Kecemasan, Kondisi Fisik, Peranan Orang Tua,Persepsi Lingkungan belajar, Prestasi Belajar.
KARAKTERISTIK IBU MEYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI Danik Riawati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2017): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.996 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v8i1.163

Abstract

Menyusui merupakan cara pemberian makanan secara langsung dengan cara memberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya dari payudara ibu. ASI merupakan makanan alami dan mempererat hubungan batin antara ibu dan anaknya. Tujuan penenlitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu meyusui dalam pemberian ASI. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu meyusui di wilayah Kelurahan Mojosonggo, Jebres, Surakarta yaitu sebanyak 39 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling aksidental. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Alat pengumpulan data menggunakan lembar master tabel. Analisa data menggunakan univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian: didapatkan bahwa rata-rata usia ibu menyusui berumur 21-35 tahun sebanyak 27 responden (69,2%), berumur >35 tahun sebanyak 7 responden (17,9%) dan yang berumur ≤20 tahun sebanyak 5 responden (12,8%). Pendidikan rata-rata SMA sebanyak 16 responden (41%), SMP sebanyak 15 responden (38,5%), SD sebanyak 7 responden, (17,9%), dan yang tidak sekolah 1 responden (2,6%). Rata-rata ibu menyusui sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 30 responden (76,9%), bekerja sebagai karyawan swasta 6 responden (15,4%), wiraswasta 2 responden (5,1%), dan sebagai buruh 1 orang (2,6%). Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar ibu menyusui memberikan ASI eksklusif yaitu sebanyak 35 responden (90%) dan yang menyusui tidak eksklusif sebanyak 4 responden (10%). Kata kunci: Karakteristik, Ibu Menyusui, Pemberian ASI

Page 5 of 37 | Total Record : 367