cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 181 Documents
PEMBERLAKUAN HUKUM SYARIAT BAGI WARGA NON MUSLIM DI DAERAH NANGROE ACEH DARUSSALAM (PERSPEKTIF ISLAM DAN HAM) Juwita, Dwi Runjani
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3827.463 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2348

Abstract

Perdebatan mengenai pemberlakuan hukum syariat bagi non- muslim di Aceh merupakan masalah yang mendatangkan banyak reaksi dari masyarakat. Pro dan kontra mengenai masalah tersebut tetap menjadi perbincangan yang serius di kalangan ahli hukum, kriminolog, tokoh agama, dan aktivis HAM. Sejak syariat Islam secara kaffah dideklarasikan pada tahun 2001, banyak sekali kritikan dan kecaman yang dilontarkan terhadap pemerintah daerah. Apalagi ketika hukum syariat tersebut diberlakukan bagi warga non- muslim yang melakukan pelanggaran terhadap tindak pidana atau jarimah Kata Kunci: HAM, Hukum Syar’i, Non Muslim
ISTIFHAM DALAM AL-QUR’AN: STUDI ANALISA BALAGHAH Nurdiyanto, Ade Nurdiyanto
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3966.231 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2349

Abstract

Uslub istifham dalam ilmu ma'ani memiliki makna-makna tertentu mengikuti siyaq atau konteks kalimat. Istifham yang dipahami dengan mencari pengetahuan tentang sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui mengandung pengertian bahwa sebuah pertanyaan diberikan hanya untuk mencari tahu dari orang yang ditanya. Akan tetapi, bila ditinjau dari ilmu ma'ani, tidak semua fungsi istifham menunjukkan arti mencari tahu, namun dapat berarti perintah (amr) yang tergolong uslub thalab  serta makna-makna yang lainnya. Sehingga hal ini menjadi titik permasalahan tersendiri. Ada beberapa hal cukup menguntungkan, ketika Al-Qur’an menggunakan redaksi istifham seperti itu, pertama, Al-Qur’an dengan demikian mengakomodir persoalan-persoalan mendasar yang itu menjadi ganjalan di sebagian besar manusia kala itu. Kedua, sebuah pembuktian bahwa Al-Qur’an adalah ajaran Tuhan yang menyentuh ranah imanensi, sampai-sampai harus menjawab hal-hal yang—menurut sebagian manusia—adalah remeh. Ketiga, pembuktian bahwasanya Al-Qur’an adalah ajaran Tuhan yang peduli dengan manusia, bukan ajaran yang betul-betul lepas.  Kata Kunci: Istifham, Balaghah, Bahasa Arab
ARGUMEN A PORTIORI (MAFHUM MUWAFAQAH) DAN ARGUMEN A CONTRARIO (MAFHUM MUKHALAFAH) (SEBUAH STUDI PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DENGAN HUKUM POSITIF) Mahsun, Mahsun Mahsun
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2908.694 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2350

Abstract

ABSTRAK 
GENDERISASI DALAM TERJEMAHAN QUR’AN A REFORMIST TRANSLATION: STUDI PERBANDINGAN Alindah, Lutfiyah Alindah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5044.581 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2351

Abstract

Penerjemahan adalah proses panjang antara teks, pengarang teks (bahasa sumber) dan pembaca (penerjemah). Ketiganya memiliki jaringan yang tidak pernah terputus dan pada akhirnya berimplikasi pada makna sebuah teks. Hal yang sama juga terjadi pada al-Qur’an. Walaupun al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang selalu terjaga kesuciannya, tidak demikian halnya dengan makna yang terkandung dalam al-Qur’an. Teks al-Qur’an yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris ataupun ke dalam bahasa Indonesia tentu saja telah melahirkan variasi antara teks sumber dengan teks-teks terjemahannya. Variasi dalam sebuah teks merupakan salah aspek yang berkaitan dengan makna. Salah satu variasi yang terjadi dalam penerjemahan adalah penerjemahan gender yang erat kaitannya dengan kajian budaya. Terjemahan Qur’an A Reformist Translation masih berada pada standar ekuivalensi dalam proses penerjemahannya. Hal tersebut bisa dilihat perbandingan variasi antara terjemahan Qur’an A Reformist Translation dengan versi terhemahan Yusuf Ali dan versi Kemenag yakni 3:4:0. Akan tetapi, yang membedakan antara terjemahan Qur’an A Reformist Translation dengan versi-versi yang lain adalah pilihan makna yang dipakai yakni cenderung pada pemakaian akar kata dan lebih mengedepankan pada kesetaraan gender (gender equality). Kata Kunci: Al-Qur’an, Gender, Terjemah
HAK CIPTA DALAM EKONOMI ISLAM Cholifah, Umi Cholifah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3744.737 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2352

Abstract

Hak cipta dari sudut pandang Islam merupakan bagian dari hak milik yang dikategorikan huquq maliyyah (hak kekayaan) sehingga berlaku padanya ketentuan- ketentuan tentang harta dan juga perlindungan terhadapnya. Hak cipta juga memiliki lapangan tersendiri dalam sifat hak individualis dan sosialisnya dengan adanya pembatasan terhadap masa/ waktunya. Namun, selayaknya mal yang dapat difungsikan dalam objek akad, maka ciptaan yang memiliki hak haruslah ciptaan yang bersifat halal. Hak cipta memiliki pengaruh terhadap ekonomi Islam karena secara prinsip dan implementasi ia telah dilindungi oleh Undang- undang Hak Cipta Nomor 19 tahun 2002 untuk dikomersilkan sehingga memberikan manfaat bagi pencipta maupun pemegang haknya. Kata Kunci:Hak Cipta, Ekonomi Islam
KRITIK EPISTIMOLOGI NALAR ARAB MUHAMMAD ABED AL-JABIRI Khairina, Arini Izzati
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3679.749 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2353

Abstract

Muhammad Abed Al-Jabiri adalah tokoh filsafat epistimologi yang concern terhadap kajian kritik epistimologi nalar Arab. Al-Jabiri  menganggap epistimologi nalar Arab sebagai sebagai “titik kunci” untuk memasuki semesta peradaban Arab yang membentuk secara keseluruhan bangunan keislaman yang berkembang, bukan hanya di wilayah Arab, tetapi seluruh dunia.  Dari asumsi epitimologis ini, al-Jabiri melakukan anilis-analisi historis, yang memungkinkan terbentuknya nalar bayani, ‘irfani dan burhani beserta seluruh rangakain yang terjalin di dalamnya. Ia membagi epistimologi kebudayaan nalar Arab menjadi tiga yaitu bayani, irfani dan burhani.                                    Kata Kunci: Kritik, Nalar, Bayani, Burhani, Irfani.
GANGGUAN PSIKOGENIK ORANG “ALAY” Hermawan, Nur Fadly
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3880.731 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2635

Abstract

Abstrak: Gangguan psikogenik adalah variasi cara berbahasa yang normal, yang merupakan ungkapan dari gangguan di bidang mental. Modalitas mental yang terungkap oleh cara berbicara sebagian besar ditentukan oleh nada, intonasi, dan intensitas suara, lafal, dan pilihan kata. Ujaran yang berirama lancar atau tersendat-sendat dapat juga mencerminkan sikap mental si pembicara. Berdasarkan hasil analisis, bahasa alay tidak memiliki keberaturan. Bahasa alay cenderung mempalatalisasikan fonem [s], dan merubah fonem [r] menjadi fonem [l] ataupun [y]. ini menandakan bahwa bahasa alay cenderung seperti bahasa anak kecil atau bahasa bayi yang mengalami kesulitan dalam menyebutkan fonem [r] dan [s]. dengan kecenderungan tersebut itu menunjukkan bahwa bahasa itu ingin memperlihatkan kemanjaan bagi penuturnya. Para penutur yang menggunakan bahasa alay dapat dikatakan mengalami gangguan psikogenik khususnya berbicara manja, karena dengan menggunakan bahasa alay seseorang itu disadari maupun tidak, dia ingin mencari perhatian orang lain.   Kata Kunci: Gangguan Psikogenik, Bahasa Alay, Orang Alay
SEJARAH PERKAMUSAN BAHASA ARAB DI INDONESIA Busro, Muh. Muh.
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3815.676 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2636

Abstract

Abstrak: Saat ini terdapat berbagai ragam karya leksikografi yang berkembang di Indonesia, baik itu termasuk kamus ekabahasa maupun dwibahasa untuk menjelaskan makna bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia, seperti Jepang, Perancis, Italia, Mandarin, Inggris, Arab, Spanyol dan lain- lain. Demikian pula dengan kamus Arab-Indonesia, kamus yang sejarah kemunculannya diawali oleh kamus Arab-Melayu. Adapun beberapa faktor yang menjadi dasar penyusunan kamus bahasa Arab adalah mayoritas bangsa Arab masih ummy (buta huruf), tradisi nomadisme dan perang, kemudian kebiasaan mereka yang lebih senang dengan bahasa lisan. Sejarah perkamusan bahasa Arab di Indonesia diawali oleh tiga kamus pemula yaitu, Kamus Al Inarah Al Tahzibiyah, Kamus Idris Al Marbawi, dan Kamus al Zahabi. Selanjutnya diikuti oleh munculnya kamus Arab-Indonesia yang baru antara lain Kamus Indonesia-Arab Al Kalali, Kamus Al Munawwir, dan Kamus Berbasis Teknologi.Kata Kunci: Sejarah kamus, Bahasa Arab, Indonesia.
علم الصرف: نشأته وتطوره Nafi'i, Wildan Wildan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.456 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2637

Abstract

Abstrak: Shorof telah menjadi bagian dari ilmu linguistic Arab yang mempelajari tentang struktur kata dan perubahan-perubahan yang terjadi padanya. Pada pertengahan abad pertama Hijriyah, shorof tumbuh bersama ilmu nahwu, sebagai  satu macam ilmu bahasa. Selanjutnya ilmu shorof berkembang sendiri secara terpisah dari ilmu nahwu. Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga abad ke empat belas Hijriyah, hingga linguistic Arab klasik bertemu dengan ilmu linguistic modern dari Barat. Maka muncullah banyak kemiripan antara istilah pada linguistic Arab klasik dengan linguistic modern. Banyak kaidah-kaidah dalam linguistic modern yang mempengaruhi kaidah ilmu linguistic Arab klasik. Dalam ilmu shorof klasik diketahui bahwa kalam dibagi menjadi tiga: ism, fi’il, dan huruf. Sedangkan para linguis modern membaginya dalam: isim (kata benda), sifat, fi’il (kata kerja), kata ganti, imbuhan, keterangan (waktu dan tempat), dan kata penghubung. Para linguis modern menganggap metodologi ilmu shorof klasik masih tumpang tindih dalam klasifikasi kalam dan batasannya. Sedangkan linguis Arab klasik memandang bahwa metodologi shorof modern masih rancu dan tak lain hal tersebut hanya akan mempersulit  pembelajar bahasa dalam mempelajarinya   Kata Kunci: Shorof, Pertumbuhan, Perkembangan, Ilmu Shorof Klasik, Ilmu                        Shorof Modern.
UPAYA MASYARAKAT DALAM MEMBINA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KELURAHAN BANGSAL KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI Makhmudah, Siti Siti
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.423 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2638

Abstract

Abstrak: Dalam kehidupan sosial keagamaan di masyarakat Kelurahan Bangsal adalah suatau hal yang sangat diperlukan untuk menyangkut tentang nilai atau keyakinan yang tertanam dalam diri setiap individu. Kerukunan umat beragama merupakan bagian penting dari kerukunan nasional, sehingga akan menjadi faktor-faktor pendukung apabila kerukunan umat beragama maupun kerukunan nasional terus untuk ditingkatkan, dan akan menjadi faktor-faktor penghambat apabila kerukunan umat beragama maupun kerukunan nasional tidak dapat ditingkatkan dengan baik dan benar. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian riset lapangan, menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian ini adalah bersifat deskriptif (gambaran). Hasil penelitian ini mengungkapkan: 1) Kehidupan sosial keagamaan di masyarakat Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri sangatlah baik. Masyarakat memandang bahwa kegiatan sosial keagamaan yang seringkali dilakukan oleh masyarakat adalah semata-mata hanya untuk ingin mendapatkan kerukunan, kedamaian dan kesadaran masyarakat untuk saling bekerjasama dan bergotong royong dalam bidang apapun, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya, serta dalam hal sosial keagamaan dan peribadatan. (2) Upaya dalam membina kerukunan antar umat beragama yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Bangsal, adalah: (a) Kesadaran untuk saling bergotong royong dalam membangun tempat-tempat peribadatan. (b) Kesadaran masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain. (c) Apabila bertemu dengan masyarakat yang non muslim maupun berbeda agama, maka saling kenal-mengenal, bertatap muka, dan bersilaturrahmi diantara satu sama lain tanpa memandang agama. (d) Melakukan hal baik terhadap anggota masyarakat yang sedang merayakan Hari Raya pada hari-hari besar keagamaan. (e) Kalau misalkan ada tetangga ataupun anggota masyarakat yang sedang tertimpa musibah, maka turut berduka cita dan berbela sungkawa. (f) Membiasakan diri untuk berdiskusi dan bertukar pikiran terhadap sesama umat beragama secara kultural. (g) Selalu mengadakan kegiatan bersama pada hari-hari tertentu. (3) Faktor-faktor yang menjadi pendukung upaya masyarakat dalam membina kerukunan antar umat beragama di Kelurahan Bangsal, adalah: (a) Adanya organisasi FKUB-PAUB & PK (Forum Kerukunan Umat Beragama-Paguyuban Antar Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan) sekaligus dukungan dari Pemerintah. (b) Adanya sikap saling menghormati dan menghargai di antara sesama pemeluk agama. (c) Kesadaran masyarakat untuk hidup bersama. (d) Sikap pluralitas dan toleransi antar umat beragama. (e) Sikap untuk saling bergotong royong dan bekerja sama. Sedangkan faktor-faktor penghambatnya adalah: (a) Karena ingin menang sendiri. (b) Merasa ajarannya paling benar. (c) Tidak suka bergaul dengan masyarakat sekitar. (d) Terjadinya pertentangan diantara sesama umat beragama. (e) Terjadinya percekcokan dan saling curiga diantara sesama umat beragama. (f) Sering terjadi teror di mana saja.Kata kunci: Upaya, Masyarakat, Kerukunan Antar Umat Beragama

Page 5 of 19 | Total Record : 181