cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 181 Documents
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 ASEMBAGUS Hadi, Samsul Samsul
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.076 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2639

Abstract

Abstrak: Sehubungan dengan Pengembangan konsep dasar dan terapan Pendidikan Agama Islam ke depan, ada dua hal penting. Pertama, Mengclearkan Pendidikan Agama Islam sebagai konsep dasar dan terapan. Konsep dasar Pendidikan Agama Islam yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah merupakan ajaran normatif, sehingga ketika mengkaji Pendidikan Agama Islam di Indonesia berarti mengkaji terapan ajaran normatif tentang Pendidikan di Indonesia, yang Kedua, mengenai fokus kajian dan pengembangannya. Ini penting diclearkan guna memberikan potret nuansa yang lebih jelas akan kelangsungan Pendidikan Agama Islam, sehingga umat kreatif, sering melakukan eksperimen gagasan-gagasan, dan bias mendesain institusi Pendidikan yang bermutu bagi Pengembangan pendidikan Islam ke depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and development (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk Pendidikan. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Asembagus dengan sumber data adanya semua unsur-unsur yang terkait dengan desain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam Teknik pengumpulan datanya adalah: Metode Observasi, Wawancara (interview) dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah panduan desain pembelajaran dengan model CTL pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP kelas VII. Media yang digunakan antara lain: Buku Pelajaran Pendidikan Agama Islam, LKS Pendidikan Agama Islam. Evaluasinya dengan tes tulis, ulangan harian yang dilakukan diakhir pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan menentukan Langkah-Langkah : Studi pendahuluan, Perencanaan,Mengembangkan Produk Awal, uji coba awal, Revisi untuk menyusun produk utama, Uji lapangan utama, Revisi untuk menyusun produk operasional,Uji coba untuk produk operasional, Revisi produk Final, Desiminasi dan Implementasi produk hasil Pengembangan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menyiapkan desain pembelajaran dengan model CTL pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pelaksanaan Pengembangan desain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VII SMP Negeri 2 Asembagus dikembangkan dalam empat tahap, yakni : 1) Melakukan analisis kebutuhan (need assasemen), 2) merancang dan mengembangkan produk awal dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan desain  pembelajaran dan unsur-unsur desain pembelajaran, 3) melakukan uji coba lapangan, tetapi sebelum melakuka uji coba, produk divalidasi oleh ahli, 4) evaluasi dan revisi desain pembelajaran. Hasil pengembangan ini dapat dijadikan acuan dan rujukan dalam proses mendesain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran pendidikan agama Islam kelas VII SMP Negeri 2 Asembagus semester satu khususnya dan sekolah SMP Negeri maupun swasta lainya yang memiliki karakteristik yang sama pada umumnya.    Pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan satu produk bahan pembelajaran, yang berjudul, “panduan desain pembelajaran dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya kelas VII. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, desain   pembelajaran ini secara umum sudah baik. Berdasarkan tanggapan dan penilaian yang telah dilakukan dapat simpulkan bahwa desain pembelajaran ini dapat membantu dan memudahkan guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Perhitungan SPSS 16.0 dengan  uji t tehadap rata-rata skor awal (pretest) dan uji akhir (post test) kelas eksperimen dan kontrol menguatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran model CTL dengan pembelajaran  model lama. Dari hasil pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Asembagus tentang bagaimana mendesain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah guru memberikan pertanyaan yang mangaitkan dengan dunia nyata siswa atau dengan melakukan praktik secara langsung. Dengan penelitian ini guru tidak lagi menerapkan pembelajaran yang bisa bikin bosan siswa.Kata Kunci: Pengembangan, Desain Pembelajaran, Model CTL, Pendidikan Agama Islam
INSTRUMEN PENILAIAN MUFRADÄ€T Kuswoyo, Kuswoyo Kuswoyo
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.045 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2640

Abstract

Abstrak: Penilaian merupakan bagian dari evaluasi dan salah satu tahapan guna mengetahui kemampuan siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran mufradāt adalah salah satu pembelajaran yang dilakukan dalam mencapai kemampuan bahasa Arab, yang selanjutnya dilakukan evaluasi berupa penilaian untuk melihat keberhasilan pembelajaan tersebut. Jenis penilaian dapat menggunakan tes dan non tes, dalam melakukan tes supaya akurat dibutukan alat tes atau instrumen tes yang baik, dalam hal ini yaitu dapat mengukur kemampuan mufradāt para siswa. Pembahasan lebih jelas dalam tulisan ini akan dibahas tentang konsep mufradāt, tingkatan tes, tingkat kesulitan tes, indikator penilaian mufradāt dan instrumen penilaian mufradāt.Kata Kunci: Mufradāt, Instrumen, Tes
PENGAJARAN KOMUNIKATIF KONTEKSTUAL DALAM KONTEKS PERENCANAAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Suryani, Tina Zulfa
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3729.328 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2641

Abstract

Abstrak: Salah satu tugas guru dalam pembelajaran adalah menciptakan pembelajaran yang efektif. Karena dengan tercapainya pembelajaran yang efektif akan menghasilkan lulusan yang bermutu. Dan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif ini diperlukan perencanaan yang optimal. Perencanaan yang optimal ini akan terwujud apabila guru memahami betul terkait prinsip- prinsip perencanaan pembelajaran. Aspek perencanaan ini mencakup berbagai komponen pembelajaran yakni mencakup aspek berbagai instrument pembelajaran, di antaranya adalah perencanaan dalam model pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai merupakan salah satu aspek yang berpengaruh dalm menciptakan mutu lulusan. Model pembelajaran komunikatif kontektual dipandang sebagai salah satu model yang sesuai dalam pembelajaran bahasa arab. Mengingat pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang memperhatikan prinsip belajar bahasa yakni mencakup aspek: (1) kebermaknaan  (meaningfull) dalam setiap bentuk bahasa yang dipelajari, (2)  bentuk, ragam dan makna bahasa sangat terkait dengan situasi dan konteks berbahasa.Kata kunci: Perencanaan Pembelajaran, Model Pembelajaran, Model Pembelajaran Komunikatif Kontekstual
EPISTEMOLOGI BARAT DAN ISLAM Agus Agus Toni
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2076.771 KB)

Abstract

Abstrak: Sebagai agama yang memiliki dimensi keilmuan yang universal, Islam harus dipahami dari segala aspek dengan tanpa meninggalkan esensi-esensi yang terkandung didalamnya. Kejumudan dalam berpikir akan berkonsekwensi terhadap pengkristalan hukum sehingga tidak mampu mengakomodir setiap peristiwa-peristiwa yang hadir kemudian. Dalam relevansinya dengan perkembangan zaman, Islam harus mampu mengikuti arah dan tujuan perkembangan tersebut. Keberadaan Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin harus mampu diapliasikan dalam konteks yang lebih universal dan komperhensif. Pemahaman yang bernuansa indoktrinasi sedikit demi sedikit untuk ditinggalkan, sehingga pola pikir generasi muslim yang akan datang mampu membangun secara kreatif hukum yang relevan tanpa meninggalkan hukum yang sudah ada sebagai bahan komparatif dan dasarnya. Ilmu harus dipahami sebagai kebutuhan prioritas dalam kehidupan muslim di era modern ini. Baik al-Qur’an maupun hadits memberikan sebuah gambaran tentang pentingnya ilmu yang berimplikasi pada pengetahuan dalam kehidupan manusia baik dalam hubungannya dengan Allah, manusi maupun alam. Tanpa Ilmu manusia tidak akan memperoleh keutamaan hidup baik dimata Allah maupun dimata manuisia. Pemahaman secara esensial terhadap ajaran agama Islam khususnya yang mengatur terntang hukum menjadi suatu syarat tersendiri agar tercipta elastisitas dalam berpikir.Adanya perbedaan geografis dan ‘adat menjadi inspiratif untuk munculnya ilmu baru khusunya dalam konteks hukum. Dengan demikian Islam dapat dipandang sebagai Agama yang konsisten dengan tujuan awalanya yaitu solih likuli zaman wa makan.Kata Kunci: Epistemologi, Barat, Islam.
HUKUM SUMPAH BAGI ORANG YANG MELIHAT HILAL KURANG DARI DUA DERAJAT Nihayaturrohmah, Nihayaturrohmah Nihayaturohmah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2314.93 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v1i1.2766

Abstract

AbstrakKontroversi penetapan hilal awal bulan menjadi problematika yang tak berkesudahan bagi ummat Islam baik masa ulama klasik hingga ulama kontemporer saat ini. Problem tersebut biasanya menjadi klimaks yang berujung pada pertikaian antar kelompok agama ketika datang bulan puasa dan terutama penetapan hari raya Idul Fitri. Metodologi penetapan awal bulan yang berbeda antar berbagai kelompok agama Islam, antara hisab dan ru’yat menjadi pokok permasalahan tersebut. Dalam metodologi ru’yat sendiri juga tidak terlepas dari perbedaan pendapat mengenai beberapa hal seperti derajat imkan ru’yat dan terutama kesaksian dan sumpah orang yang melihat adanya bulan baru. Kertas kerja ini akan membahas mengenai hukum sumpah bagi saksi yang melihat hilal kurang dari dua derajat.  Kata Kunci: Sumpah, Hilal, Imkan ru’yat.
KONSEP KEMISKINAN DAN PARAMETERNYA DI INDONESIA; STUDI ANALISIS PERSPEKTIF FIQH Juwita, Dwi Runjani
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2232.216 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v1i1.2767

Abstract

AbstrakIslam memerintahkan keadilan dalam seluruh persoalan yang berhubungan dengan masyaraka, termasuk di dalamnya keadilan ekonomi. Dalam literatur Islam, banyak kata untuk menyebut keberadaan kondisi umat yang tidak berdaya secara ekonomi. Kata-kata tersebut antara lain al-sail, al-mahrum, al-faqir dan al-miskin. Di Indonesia pada dasarnya konsep kemiskinannya sangat berkembang. Konsep ini lebih menunjuk kepada mereka yang mempunyai keterbatasan hidup meliputi keterbatasan penghasilan, keterbatasan pemilikan, keterbatasan tempat tinggal, keterbatasan ketrampilan, keterbatasan pendidikan, tingkat kesehatan yang rendah, kehidupan normatif, dan keterbatasan sosial. Akan tetapi konsep kemiskinan yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik dan BKKBN adalah konsep ekonomi di mana kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi kehidupan yang serba kekurangan yang dialami seseorang seingga tidak mampu memenuhi kehidupan dasar (basic needs) yang layak minimal bagi kehidupannya. Apa yang dilakukan oleh Kementerian Wakaf dan Zakat Malaysia dan Yayasan Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) dengan memasukkan komponen basic need, pendidikan, kesehatan dan transportasi sebagai alat ukur kemiskinan merupakan usaha cerdas untuk menerapkan konsep dan standar kemiskinan model fiqh dalam konteks negaranya masing-masing. Kata Kunci: Konsep Kemiskinan, Parameter Kemiskinan,
MEMAKNAI ISLAM DENGAN PENDEKATAN NORMATIF Shaifudin, Arif
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.177 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v5i1.3023

Abstract

Abstrak: Islam bukan hanya sekedar agama, karena terdapat banyak dimensi yang melekat pada Islam seperti dimensi keimanan, akal pikiran, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan hidup, sejarah, sampai pada kehidupan rumah tangga sekalipun. Keluasan cakupannya inilah yang menjadikan Islam dapat merangkul semua perbedaan yang sudah menjadi realitas dari dinamika sosial-masayarakat. Tidak dibenarkan memaknai Islam dengan hanya menggunakan satu pendekatan saja, namun diperlukan pendekatan lain agar Islam dapat meresap dan sekaligus menjadi solusi atas setiap problematika yang muncul di ranah kehidupan umat manusia. Memaknai Islam hanya sebagai agama (normatif) sebenarnya justru mempersempit ruang gerak Islam itu sendiri untuk dapat masuk dalam setiap dimensinya dan bahkan dapat menjadikan Islam sumber konflik yang memicu gesekan di antara masyarakat seperti sekarang ini. Kata Kunci: Islam, Pendekatan Normatif
MEMBANGUN PARADIGMA KRITIS TEKSTUALIS MENUJU HISTORIS SOSIALIS DALAM ISLAM Toni, Agus
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.006 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v5i1.3024

Abstract

Abstrak: Islam sebagai agama yang universal memiliki nilai elasitisas dalam memahami konteks yang selalu berkembang. Nilai tersebut merupakan wujud kaidah al-Islam sholih likulli zaman wa makan. Interpretasi yang berseberangan antar ulama’ terhadap suatu ayat menjadi bagian kazanah pengetahuan yang harus diapresiasi. Hadirnya hukum-hukum yang termaktub dalm teks sebagai konsekuensi historis peradaban dan tradisi yang hadir dan berkembang. Oleh karena itu pemahaman paradigma dalam interpretasi dengan mengedepankan nilai konteksstual lebih dapat diterima oleh komunitas sosial dari pada intimidasi konteksstual oleh tekstual. Kata kunci: Paradigma, Elastisitas, Historis, Tekstual, Kontekstual
Fiqh Lingkungan Hidup dalam Perspektif Islam Juwita, Dwi Runjani
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.787 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v5i1.3025

Abstract

Abstrak: Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk selalu menjaga keseimbangan, keserasian dan keharmonisan dalam berbagai bidang kehidupan. Secara khusus bentuk keseimbangan dan keserasian yang harus dijaga oleh umat Islam adalah hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam/lingkungan. Lingkungan adalah karunia Allah yang diberikan kepada manusia unuk mengelolanya dan memanfaatkannya dengan baik. Dalam Al-Qur’an secara eksplisit dinyatakan bahwa segala bentuk kerusakan yang ada pada bumi ini adalah akibat dari ulah manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk menangani masalah ini, maka diperlukan suatu rumusan fiqh yang dapat memberikan pencerahan dan paradigma baru serta dapat menjawab tantangan-tantangan yang muncul dalam masyarakat. Kata kunci: Fiqh, Lingkungan Hidup
Revitalisasi Fungsi Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi Komunitas Muslim Marjinal di Desa Klepu Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo Chusna, Aliba'ul
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.776 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v5i1.3026

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif yang dilaksanakan oleh Tim Pendampingan STAIN Ponorogo di desa Klepu Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo. Desa ini merupakan pusat kristenisasi di wilayah Ponorogo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan singkong sebagai komoditi utama yang dimiliki daerah. Dari kegiatan ini diharapkan kristenisasi yang menjadikan factor ekonomi sebagai senjata utama dapat diminimalisir. Pendekatan yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah action reseach melalui metode Participatory Rapid Apprasial (PRA). Program ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 5 dan 6 Nopember 2016, yang meliputi yang diisi dengan berbagai macam materi dan kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat, baik dari segi ilmu ekonomi maupun syariat Islam. Kata kunci: Revitalisasi, Masjid, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Page 6 of 19 | Total Record : 181