cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 181 Documents
KOMPETENSI HAKIM PENGADILAN AGAMA PONOROGO DI BIDANG EKONOMI SYARIAH Muh. Maksum
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2095.348 KB)

Abstract

Berbagai opini terlontar kepada para hakim Pengadilan Agama atas kemampuan dan kapabilitasnya dalam menangani perkara ekonomi syariah. Walaupun para hakim Pengadilan Agama rata-rata sarjana syariah tapi banyak yang menganggap kemampunnya masih rendah di banding dengan perkara-perkara bidang perkawinan, waris, wasiat dan hibah. Bukti dari anggapan tersebut adalah sangat sedikitnya kasus ekonomi syariah yang diselesaikan di Pengadilan Agama, walaupun kewenangan tersebut telah ditetapkan sejak tahun 2006. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti ingin mengetahui kompetensi para hakim Pengadilan Agama Ponorogo dalam bidang ekonomi syariah, dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana kompetensi hukum formil hakim Pengadilan Agama Ponorogo di bidang ekonomi syariah? (2) Bagaimana kompetensi hukum materiil hakim Pengadilan Agama Ponorogo di bidang ekonomi syariah?Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa (1) Hakim Pengadilan Agama Ponorogo cukup berkompeten dalam hukum formil ekonomi syariah,karena penyelesaiannya sama dengan perkara-perkara perdata lain di luar perkawinan, seperti waris, wasiat dan hibah. (2) Kompetensi hakim Pengadilan Agama dalam hukum materiil ekonomi syariahmasih dalam skala cukup, mengingat walaupun dari segi SDM mumpuni tetapi dari pengetahuan KHES, aplikasi dan praktek tentang penyelesaian sengketa ekonomi syariah masih kurang.Kata Kunci: Kompetensi, Hakim, Pengadilan Agama dan Ekonomi Syariah.
SOSOK ULUL ALBAB DALAM DINAMISASI HUKUM ISLAM Anis Hidayatul Imtihanah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1951.052 KB)

Abstract

Keberadaan ayat mutasyabih dalam Al-Qur’an merupakan salah satu wujud isyarat Allah kepada manusia untuk “berfikir”. Karena mutasyabih adalah istilah yang merujuk kepada ayat yang bersifat globlal dan sulit dipahami, yang membutuhkan takwil dan rincian. Menginterpretasi dan memahami ayat mutasyabih adalah aktivitas yang hanya bisa dilakukan oleh sebagaian kecil orang. Dalam hal ini sosok ulul albab dirasa memiliki kapasitas untuk melakukan suatu penelusuran hukum yang melampaui teks- teks normatif, inilah yang disebut dengan aktivitas penelusuran yang sifatnya adalah ekstratekstual (the venture beyond the text). Dikatakan bahwa ulul albab adalah juga merupakan sosok intelektual. Kaum intelektual sendiri berarti orang- orang yang mempunyai atau menunjukkan kemampuan nalar (reasoning power) yang baik, yang tertarik pada hal- hal rohani (things of mind). Upaya seperti itu akan senantiasa menjadi pendorong bagi kaum muslimin untuk terus menerus menggali berbagai ilmu menurut batas kesanggupannya dalam memahami ayat-ayat mutasyabih. Dengan demikian diharapkan akan dapat terhindar dari sikap taklid dan ikut- ikutan dalam tradisi hukum Islam. Kata Kunci: Ulul albab, mutasyabih, Semantik, Hukum Islam
PEMBELAJARAN MORAL, ETIKA, DAN KARAKTER MELALUI KARYA SASTRA Farida Yufarlina Rosita
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.776 KB)

Abstract

Aspek penekanan dalam pengajaran sastra adalah orientasinya pada pengembangan karakter siswa, di samping manfaatnya secara estetis. Penekanan tersebut sudah seharusnya pula menjadi bagian terpenting di dalam pembelajaran sastra yang meliputi empat ranah keterampilan bersastra, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran sastra memberikan peluang yang potensial di dalam  pengembangan pendidikan karakter   di samping pengalaman-pengalaman estetis itu sendiri. Pengintegrasian pendidikan karakter, moral, dan etika dalam setiap matapelajaran yang ada dapat dilakukan, termasuk dalam matapelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Karya sastra yang merupakan salah satu materi yang termasuk dalam matapelajaran ini dapat dijadikan sebagai media, wahana pembelajaran etika, moral, dan karakter meskipun tidak lantas karya sastra dijadikan sebagai kitab etika dan moral.  Kata Kunci: Pembelajaran Moral, Etika, Karakter, Karya Sastra
EKSISTENSI PASAR TRADISONAL DALAM MENGHADAPI PASAR MODERN DI ERA MODERNISASI Agus Toni
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.824 KB)

Abstract

Di era globalisasi setiap negara dituntut untuk dapat melakukan evolusi progresif khususnya di bidang ekonomi. Ekonomi dalam suatu negara adalah simbol atas identitas maju, berkembang dan tertinggalnya suatu negara. Indonesia sebagai negara berkembang bekerja keras untuk mengejar ketertinggalannya atas negara maju dalam hal ekonomi. Persaingan pasar bebas dan munculnya pasar modern menjadi realita yang harus dihadapi oleh mereka yang mengatasnamakan sebagai pengelola pasar tradisional. Munculnya pasar modern akan menjadi momok penghalang terhadap kontinuitas peredaran pasar tradisional apabila tidak ada intervensi pemerintah. Namun demikian sikap apatis  yang diusung oleh mereka yang mengatasnamakan pelaku pasar modern menjadi langkah awal terkodifikasinya sebuah pranata hukum sebagai landasan legal formal dan sekaligus sebagai guide untuk menjalankan misinya. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk melegalkan pasar modern dengan tanpa mengikis dan menghilangkan pasar tradisional. Jika tidak diantisipasi maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik internal antara gologan the have dan the have not. Pedoman berbangsa dan bernegara yang dianut oleh warga negara Indonesia adalah Pancasila dan Undang-Undang 1945. Aturan yang telah dirumuskan tersebut menjadi pijakan dan sekaligus sebagai legalitas atas pengambilan kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan setiap masalah. Dengan mengesampingkan keberadaan sistem kapitalis-liberalis dan sosialis-komunis yang selalu kontradiktif maka peraturan yang dibangun seyogyanya dapat memberi keadilan bagi pelaku pasar tradisional maupun pelaku pasar moderrn dan berwawasan bangsa Indonesia. Kata Kunci: Pasar Tradsional, Pasar Modern
BILINGUALISME DAN ALIH KODE Muh. Busro
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.051 KB)

Abstract

Dalam masyarakat yang memiliki dua bahasa atau lebih berpotensi terjadinya peralihan bahasa dari satu ke yang lain. Proses peralihan inilah yang disebut dengan alih kode. Proses alih kode dapat terjadi apabila dalam sebuah kelompok mempunyai minimal dua bahasa. Munculnya fenomena ini tentunya tidak terlepas dari adanya kontak bahasa dan kondisi sosial masyarakat atau pun kelompok yang multikultural. Dalam praktiknya, munculnya alih kode sendiri menjadi menarik, hal ini disebabkan karena alih kode yang dilakukan individu bilingual memiliki beragam alasan kenapa mereka melakukan hal ini. Dalam kaitannya sebuah masyarakat bilingual dengan peristiwa alih kode, kita dapat memahami bahwa di sana terjadi interaksi sosial dan interaksi kebahasaan. Kemudian bilingualisme dan alih kode ini dirasa menarik untuk dibahas. Maka dalam tulisan ini penulis akan membahas tentang bilingualisme dan alih kode. Kata Kunci: Bilingualisme, Alih Kode
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN DI PERGURUAN TINGGI ISLAM (Studi Analisis Potret Kesetaraan Gender di STAIN Ponorogo) Erma Millati Faizah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.963 KB)

Abstract

Manajemen perguruan tinggi merupakan kemampuan mengelola perguruan tinggi secara integral dan menyeluruh. Tiga kewajiban yang dimiliki perguruan tinggi berupa pendidikan, penelitian (riset) dan pengabdian kepada masyarakat yang mana dikenal dengan tri dharma perguruan tinggi. Inilah yang membedakan Perguruan tinggi dengan sekolah atau madrasah pada umumnya. penelitian ini bertujuan untuk memotret realitas obyektif di lembaga pendidikan, maka analisis yang digunakan adalah analisis institusional yang ditopang oleh analisis individual. Perangkat teoritis yang dijadikan sebagai pisau analisis untuk membaca data adalah teori-teori gender. Terutama meneropong responsifitas gender di kalangan civitas akademika. Manajemen responsif gender ini digunakan sebagai alat baca untuk melihat keretakan yang terjadi antara teori dengan praktek. Bisa jadi secara konseptual, manajemen ini sudah cukup bagus, tapi karena nilai-nilai netralitas gender dan konservatisme wacana yang mengeram dalam nir-sadar masing-masing individu, maka relasi gender yang terjadi menunjukkan subordinasi terhadap perempuan, hingga kesenjangan antara teori dan praktekpun tak dapat dihindari lagi.Kata Kunci: Manajemen, Kepemimpinan dan Gender
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH AKHLAK DALAM KITAB SIMTHU AL-DURAR KARYA AL-HABIB AL-‘ALLAMAH ‘ALI BIN MUHAMMAD BIN HUSAINAL-HABSHI Fata Asyrofi Yahya
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.754 KB)

Abstract

Kedudukan akidah sangat sentral dan fundamental, karena menjadi azas dan sekaligus sangkutan atau berkaitan dengan segala sesuatu dalam Islam. Pendidikan akidah bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan sehingga memberikan komitmen diri yang kokoh. Oleh karena itu pendidikan akidah dijadikan sebagai soko guru utama untuk bangunan pendidikan Islam. Sedangkan pendidikan akhlak berperan untuk mengawal dan memandu perjalanan hidup manusia agar selamat dunia dan akhirat. Kitab Simthu al-Durar merupakan salah satu jenis kitab maulid, yaitu kitab yang berisi shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sejarah hidup, akhlak serta sifat-sifat mulia nabi Muhammad SAW. Secara substantif isinya sama dengan kitab maulid yang sudah ada, seperti ad-Diba’i dan al-Barzanji. Nilai-nilai pendidikan akidah yang terdapat dalam Simthu al-Durar meliputi tiga aspek yaitu tentang nubuwat, ruhaniyat dan sam’iyyat. Sedangkan nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam Simthu al-Durar antara lain: akhlak terhadap Allah SWT, akhlak terhadap Rasulullah SAW, akhlak pribadi dan akhlak terhadap masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Akidah Akhlak, Kitab Simthu al-Durar. 
LATAR BELAKANG FILOSOFIS PENCATATAN PERKAWINAN Ainun Yudhistira
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.558 KB)

Abstract

Pencatatan perkawinan bagi sebagian masyarakat tampaknya masih perlu disosialisasikan. Boleh jadi hal ini adalah sebagai akibat pemahaman yang fiqih sentris, yang dalam kitab-kitab fiqih hampir tidak pernah dibicarakan tentang pencatatan perkawinan, yang sejalan dengan situasi dan kondisi waktu fiqih itu ditulis. Praktik pemerintah mengatur tentang pencatatan ini adalah sesuai dengan epistemologi hukum Islam dengan metode istishlahi atau maslahat. Meskipun secara formal tidak ada ketentuan ayat atau sunah yang memerintahkan pencatatan, namun kandungan maslahatnya sejalan dengan tindakan syara’ yang ingin mewujudkan kemaslahatan bagi manusia. Oleh karena itu, dalam Kompilasi Hukum Islam menegaskan bahwa perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan akta nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikah. Adapun perkawinan yang tidak dicatat sesuai dengan ketentuan yang telah diterapkan, maka perkawinan tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum  dan perlindungan hukum dari negara.Kata Kunci: Akta Nikah, Pencatatan Perkawinan
ISLAM SEBAGAI BUDAYA DAN ISLAM SEBAGAI IDEOLOGI (Kajian Historis Islam di Masyarakat Jawa) Muhammad Mas'ud
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.14 KB)

Abstract

Pemahaman umum yang berkembang di kalangan umat Islam bahwa Islam adalah agama yang universal dan komprehensif yang meliputi berbagai bidang. Meskipun penjelasannya ada yang bersifat rinci dan global. Oleh sebab itu, Islam disebut juga sebagai agama yang “hadir di mana-mana” (omnipresence). Ajaran Islam yang demikian telah mendorong umatnya untuk mengerahkan segala daya dan upaya bagi kebaikan dan kesejahteraan umat manusia, termasuk dalam pengembangan kebudayaan dan ideologi. Upaya-upaya tersebut kemudian telah menghasilkan suatu prestasi peradaban baru yang tinggi yang dikenal dengan “peradaban Islam” yang dalam sejarahnya telah memberikan andil yang cukup besar bagi kemajuan peradaban dunia. Kata Kunci: Islam, Budaya, Ideologi
PENERAPAN MANAJEMEN ZAKAT DENGAN SISTEM REVOLVING FUND MODELS SEBAGAI UPAYA EFEKTIFITAS PENYALURAN ZAKAT PRODUKTIF (STUDI PADA LEMBAGA MANAJEMEN INFAQ MADIUN) Ningrum, Ririn Tri Puspita
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3832.291 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2347

Abstract

Penelitian ini  dilatarbelakangi  oleh  fakta bahwa  lembaga zakat  sebagai  salah  satu bentuk lembaga ekonomi umat memiliki peran yang sangat besar dalam menyelesaikan masalah kemiskinan serta menguatkan ekonomi umat. Hal tersebut dapat dilakukan oleh lembaga zakat dengan mendistribusikan zakat baik bersifat konsumtif maupun produktif. Namun dalam pelaksanaanya, pendistribusian zakat konsumtif maupun produktif tersebut memiliki banyak perbedaan misalnya adalah terkait penerapan manajemen dalam menentukan karekteristik penerima zakat (mustahiq). Khusus untuk zakat produktif, pemberian zakat jenis ini merupakan sebuah upaya untuk memberdayakan  mustahiq  agar  lebih  produktif,  mandiri  dan  mampu meningkatkan  kehidupannya  melalui  potensi  yang masih  dimilikinya.  Sebagai salah satu lembaga ekonomi umat, LMI Madiun juga memegang peranan penting dalam hal penguatan umat dengan cara memberikan zakat produktif kepada para mustahiq. Namun demikian, dalam memberikan zakat produktif tersebut, LMI Madiun harus berpedoman pada manajemen zakat agar zakat produktif bisa didistribusikan tepat sasaran dan efektif sehingga tujuan pemberdayaan dan ekonomi ummat dapat terealisasi. Adapun pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini untuk ditemukan jawabannya antara lain terkait bagaimana penerapan manajemen zakat produktif dengan sistem revolving fund models dalam rangka penguatan ekonomi mustahiq yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiundan bagaimana efektifitas penyaluran zakat produktif dengan sistem revolving fund models sebagai upaya penguatan ekonomi mustahiq pada Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiun. Penelitian merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan normatif empiris. Hasil dari penelitian ini antara lain: pertama, penerapan manajemen zakat produktif dengan sistem revolving fund models dalam rangka penguatan ekonomi mustahiq yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiun belumlah optimal. Kedua, efektifitas penyaluran zakat produktif dengan sistem revolving fund models sebagai upaya penguatan ekonomi mustahiq pada Lembagan Manajemen Infaq (LMI) Madiun sudah cukup efektif karena telah mampu memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) mustahiq  seperti  menambah  jumlah  pendapatan,  meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan kecukupan pangan.  Kata Kunci: Manajemen Zakat Produktif, Revolving Fund Models, LMI Madiun, Penguatan Ekonomi Mustahiq

Page 4 of 19 | Total Record : 181