cover
Contact Name
Anas Yuliadi Nurdin
Contact Email
kaderabahasa@gmail.com
Phone
+6281356666626
Journal Mail Official
anasmanado@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Sulut, Jalan Diponegoro nomor 25, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Kadera Bahasa
ISSN : 20884850     EISSN : 26232049     DOI : -
Kadera Bahasa is a journal that publishes results of research in language and literature studies, including theoretical linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral tradition, philology, semiotics, pure literature, applied literature, interdisciplinary literature, also literature and identity politics. Kadera Bahasa is published twice a year, on April and Agust. All published articles have gone through the review process by well-read editors. Kadera Bahasa is published by Balai Bahasa Sulawesi Utara, Indonesia.
Articles 103 Documents
VARIASI LEKSIKAL BAHASA BALI DI DESA SEKARTAJI, NUSA PENIDA: KAJIAN DIALEK SOSIAL Nyoman Sutrisna; Ni Made Dhanawaty; Anak Agung Putu Putra
Kadera Bahasa Vol 13, No 1 (2021): KABA Vol 13 No. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i1.199

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu bagaimana variasi leksikal bahasa Bali di Desa Sekartaji dan bagaimana tingkat variasinya berdasarkan variabel status sosial dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi kebahasaan di Desa Sekartaji melalui pendeskripsian variasi leksikal dan perhitungan tingkat variasi berdasarkan variabel tersebut. Dalam pengambilan data diterapkan metode pupuan lapangan dengan langsung turun ke lapangan melakukan interaksi dengan informan sesuai dengan variabel yang telah ditentukan. Sementara dalam analisis data, digunakan metode padan. Dari hasil analisis, ditemukan adanya variasi leksikal pada sebelas medan makna, yaitu keadaan alam, kata sifat, kata tugas, kata kerja, pakaian, binatang dan bagiannya, tanaman dan bagiannya, peralatan, rumah dan bagiannya, sistem kekerabatan, dan bagian tubuh. Dilihat dari tingkat variasinya perbedaan tertinggi, yaitu 28% (beda wicara) ditemukan pada perbandingan penutur usia tua dengan usia dewasa pada status tinggi, sedangkan perbandingan terendah, yaitu 8% (tidak ada beda) ditemukan pada perbandingan penutur dewasa dengan muda pada status tinggi.
TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM FILM PENDEK "TILIK" (KAJIAN PRAGMATIK) Muhamad Agus Prasetyo
Kadera Bahasa Vol 13, No 2 (2021): KABA Vol 13 No. 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i2.231

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan maksud tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam film pendek berjudul “Tilik”. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tindak tutur perlokusi dalam film pendek “Tilik”. Objek kajian dalam penelitian ini berupa dialog tokoh yang dituturkan oleh para pemain film pendek “Tilik”. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat 7 bentuk tindak tutur perlokusi yang ditemukan dalam film “Tilik”, meliputi tindak tutur perlokusi membuat mitra tutur tahu sebanyak 9 tuturan, membuat mitra tutur berpikir tentang sebanyak 7 tuturan, menjengkelkan sebanyak 5 tuturan, membujuk sebanyak 4 tuturan, menyenangkan sebanyak 1 tuturan, menakuti sebanyak 5 tuturan, dan mempermalukan sebanyak 2 tuturan; (2) setiap bentuk tindak tutur perlokusi yang telah ditemukan memiliki maksud tersendiri sesuai dengan situasi tutur. Berdasarkan hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemunculan bentuk tindak tutur perlokusi membuat mitra tutur tahu cukup dominan dengan maksud pemberian informasi baru kepada mitra tutur yang merupakan salah satu bentuk tujuan gosip. Hal ini menunjukkan bahwa gosip dapat dikatakan memiliki sisi positif untuk menambah pengetahuan baru. Meskipun pengetahuan tersebut perlu diperiksa kebenarannya.
COMMON SENSE DALAM NOVEL PUYA KE PUYA KARYA FAISAL ODDANG Imarafsah Mutianingtyas
Kadera Bahasa Vol 13, No 1 (2021): KABA Vol 13 No. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i1.173

Abstract

Penelitian ini berusaha menjelaskan praktik common sense dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang, dengan menggunakan teori common sense Gramsci. Gramsci mengembangkan budaya hegemonik dengan menggunakan ideologi daripada kekerasan, kekuatan ekonomi, atau persuasi. Budaya hegemoni menyebarkan nilai dan normanya sendiri sehingga menjadi common sense dan dengan demikian mempertahankan status quo kaum borjuis. Kaum borjuasi, yang dalam konteks novel tersebut adalah perusahaan tambang nikel, berupaya mengeksploitasi tanah adat dengan rasionalisasi pertumbuhan ekonomi kapitalis. Namun, terjadi pro dan kontra antarwarga sehingga peneliti tertarik untuk mengungkap praktik common sense yang ada dalam lingkungan tersebut. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya praktik common sense oleh perusahaan tambang terhadap masyarakat adat, khususnya terhadap tokoh Allu yang seolah-olah menerima keberadaan tambang, tetapi ia justru terjebak karena ia juga terlibat dalam kasus jual-beli mayat bayi dengan motif ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan kajian kesusastraan Indonesia dan menambah wawasan perihal praktik common sense yang terjadi di lingkungan sebagaimana dikisahkan dalam fiksi.
IMPLIKATUR KONVERSASIONAL DALAM KOMIK SI JUKI KARYA FAZA MEONK: ANALISIS PRAGMATIK GRICEAN Riqko Nur Ardi Windayanto; Inas Alimaturrahmah; Alifnisla Firdausi Putuwarsi
Kadera Bahasa Vol 13, No 2 (2021): KABA Vol 13 No. 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaparkan bentuk-bentuk implikatur konversasional pada verbalitas dalam komik Si Juki karya Faza Meonk. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik menurut perspektif Grice. Implikatur konversasional atau penyimpangan terhadap maksim kerja sama (kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara) terdiri atas implikatur deklaratif, asertif, ekspresif, direktif, dan komisif. Komik ini dipilih sebagai objek material karena mengandung konstruksi-konstruksi verbal yang menunjukkan implikatur dalam komik. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian ialah tuturan-tuturan yang mengandung implikatur yang terdapat dalam sumber data, yaitu komik Si Juki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implikatur deklaratif meliputi tuturantuturan yang bermaksud melarang pergi, melarang merokok, dan mengumpat; (2) implikatur asertif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud menegaskan dan menyalahkan kebijakan pemerintah, menyindir kemacetan Jakarta, serta mengkritik perokok sembarangan; (3) implikatur ekspresif meliputi tuturan-tuturan yang menyiratkan ekspresi keheranan, kekecewaan terhadap pemerintah, dan kekesalan; (4) implikatur direktif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud meragukan dan mempertanyakan peringatan, menantang orang lain, dan menuntut seseorang menyelesaikan kewajibannya; (5) implikatur komisif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud menyatakan kesanggupan, menawarkan bantuan, dan menerima ajakan. Tuturan-tuturan dalam komik menyimpang dari maksim kerja sama yang terdiri atas maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Penelitian ini memperlihatkan bahwa penyimpangan dalam suatu tuturan bukanlah kesalahan berbahasa karena secara pragmatis, penyimpangan mengimplikasikan berbagai maksud yang ditujukan penutur kepada petutur sehingga menimbulkan terjadinya bentuk-bentuk implikatur konversasional dalam komik.
TAGAR #GHOSTING SEBAGAI REPRESENTASI KONTEN TIKTOK: ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK Sisi Rosida
Kadera Bahasa Vol 13, No 2 (2021): KABA Vol 13 No. 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i2.232

Abstract

Aplikasi TikTok sebagai media komunikasi representatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tagar #ghosting sebagai kritik sosial dan mengkaji asumsi ideologis masyarakat digital, sebagaimana yang direpresentasikan dalam konten beranda (FYP). Mewujudkan hal tersebut, penelitian ini menggunakan studi deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis tokoh Teun A. Van Dijk mengkaji tiga dimensi, yaitu: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Masalah penelitian, meliputi: bagaimana tagar #ghosting direpresentasikan sebagai konten TikTok. Hasil penelitian, menemukan #ghosting sebagai media kritik sosial dalam konteks hubungan percintaan. Selain itu, dimensi teks mewakili wacana #ghosting pada berita Kaesang Pangarep yang dikabarkan menghilang, menghentikan seluruh komunikasi secara tiba-tiba kepada kekasihnya, Felicia Tissue, setelah 5 tahun bersama. Fenomena ghosting membentuk corak dari paradigma: dimensi kognisi sosial sebagai citra diri Kaesang yang dominan cenderung mempunyai tujuan tertentu untuk memperoleh keinginan khusus dan dimensi konteks sosial sebagai budaya masyarakat digital sebagai kritik penolakan. Kebermanfaatan penelitian menjawab eksistensi masyarakat demokratis di sosial media menanggapi isu ghosting.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAWAI DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TKIT AL-BUKHORI CIBITUNG BEKASI TAHUN 2020 Aldika Rohmatunnisa
Kadera Bahasa Vol 13, No 1 (2021): KABA Vol 13 No. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i1.154

Abstract

Penggunaan gawai pada anak usia prasekolah tengah meningkat di Indonesia. Penggunaan gawai yang meningkat akan berdampak terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai dengan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah di TKIT Al-Bukhori Cibitung Bekasi. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penulis mengambil jumlah sampel tiga responden dan dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditemukan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan gawai dengan keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah. Bagi orang tua, lebih memperhatikan dan mendampingi anak saat menggunakan gawai. Perlu ketegasan dari orang tua dalam memberikan batasan intensitas penggunaan gawai oleh anak, agar anak tidak hanya terfokus kepada gawai dan dapat membagi waktunya untuk berkomunikasi dengan orang sekitarnya.
FITUR BUDAYA MELAYU BENGKALIS DALAM SASTRA LISAN YUNG DOLAH Fatmahwati Adnan
Kadera Bahasa Vol 13, No 2 (2021): KABA Vol 13 No. 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i2.197

Abstract

Fokus utama kajian ini ialah fitur budaya Melayu Bengkalis dalam cerita Yung Dolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fitur-fitur budaya yang terkandung dalam cerita Yung Dolah. Urgensi penelitian ialah mengetahui muatan simbolik yang terkandung dalam cerita Yung Dolah, sebab sastra lisan ini tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan tetapi juga merefleksikan karakter, sosial, dan budaya masyarakat. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif. Data yang diperoleh dipaparkan, dianalisis, dan dijelaskan sehingga ditemukan makna fitur budaya yang terkandung dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis semiotika yang dilakukan terhadap cerita Yung Dolah mengungkap fiturfitur budaya yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan hasil analisis fitur budaya yang terkandung di dalam cerita Yung Dolah dapat dikemukakan bahwa cerita Yung Dolah menjadi wadah bagi bahasa lokal untuk eksis (ada dan berkembang); sistem pengetahuan ditransmisikan secara lisan dan terpola; orang Melayu Bengkalis merupakan masyarakat komunal yang memiliki ikatan emosional dan hubungan sosial yang baik; realitas sosial orang Melayu Bengkalis diproyeksikan dalam cerita Yung Dolah secara lugas; cerita Yung Dolah juga mengandung respons terhadap perubahan yang menunjukkan adanya resistansi sosial; dan cerita Yung Dolah merepresentasikan kritik terhadap karakter dan perilaku, baik yang ditujukan pada diri sendiri (orang Melayu) maupun pada etnis atau kelompok lain.
SEJARAH POLITIK TIMOR TIMUR DALAM NOVEL ORANG-ORANG OETIMU KARYA FELIX K. NESI: KAJIAN NEW HISTORICISM Fatma Eka Safira
Kadera Bahasa Vol 13, No 2 (2021): KABA Vol 13 No. 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i2.234

Abstract

Karya sastra dianggap sebagai media kritis bagi pengarang untuk menampilkan gagasan dan narasi sejarah yang dimuat dalam novel. Gagasan kritis dalam konflik yang dihadirkan pada novel tentunya menjadi bagian penting dalam memahami konstansi sejarah lokal, khususnya sejarah politik Timor Timur. Novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi menggambarkan kondisi yang terjadi di Timor Timur, khususnya daerah Oetimu. Penelitian ini menggunakan kajian New Historicism, yaitu menyejajarkan teks sastra dengan teks nonsastra. Prosedur penelitian ini meliputi: (1) teknik pembacaan paralel, yaitu melakukan pembacaan teks sastra dengan teks nonsastra; (2) analisis dilakukan dengan penyajian data dan pembahasan. Analisis yang digunakan dengan mengkaji novel Orang-Orang Oetimu dan disejajarkan dengan teks-teks nonsastra yang berkaitan dengan peristiwa sejarah yang terdapat di dalamnya. Hasil analisis yaitu masa penjajahan Belanda, Portugis, dan Jepang, perebutan kekuasaan wilayah Timor Timur pada September 1975 yang disebut Operasi Seroja, yaitu pasukan khusus Indonesia di bawah pemerintahan Soeharto. Peristiwa-peristiwa pemberontakan, perebutan kekuasaan, kefanatikan tiga faksi (UDT, Apodeti, dan Fretilin), saling menuduh komunis, deklarasi sepihak Fretilin, persekutuan UDT dengan Indonesia, penolakan putusan tewasnya lima wartawan asing, swasembada pangan dan diskriminasi pangan, penangkapan Xanana Gusmão, Pelanggaran HAM yang dilakukan militer Indonesia terhadap warga lokal Timor Timur yang digambarkan di dalam cerita.
ANALISIS WACANA KRITIS LIRIK LAGU “IT’S OKAY TO BE LEBAY” OLEH BTX DALAM IKLAN GOJEK Kalpika Cahya Buana
Kadera Bahasa Vol 13, No 1 (2021): KABA Vol 13 No. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i1.159

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengungkap maksud yang hendak disampaikan dalam lirik lagu “It’s Okay To Be Lebay” dengan cara mendeskripsikan struktur serta makna dari liriknya. Lagu “It’s Okay To Be Lebay” merupakan lagu yang dibuat untuk iklan Gojek sehingga lagu ini menarik untuk dapat diketahui keterkaitan di antara keduanya melalui analisis wacana dalam liriknya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat sebagai teknik pengumpulan data yang digunakan. Teori analisis wacana model Van Dijk digunakan sebagai teknik analisis datanya. Berdasarkan hasil serta simpulan dari penelitian yang telah dilakukan, tema yang diangkat dalam lagu ini adalah menjaga kebersihan, khususnya kebersihan diri sendiri agar terhindar dari paparan virus Covid-19. Tema ini menjadikan bentuk iklan Gojek menjadi unik karena selain mengiklankan layanan produk juga sebagai ajakan untuk selalu menjaga kebersihan, seperti selalu mencuci tangan dan menggunakan masker. Kemudian kognisi sosial yang ada lebih mengarah pada menjaga kebersihan itu merupakan salah satu hal penting untuk dapat mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Sedangkan untuk konteks sosialnya adalah lagu ini diciptakan berdasarkan pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini.
SENYAPAN DALAM WAWANCARA JAMES CORDEN KEPADA KAl PENN DAN BETTY WHITE SUATU ANALISIS PSIKOLINGUISTIK Giovanna Ester Gabriella Lombogia; Djeinnie Imbang
Kadera Bahasa Vol 14, No 2 (2022): KABA Vol 14 No. 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v14i2.255

Abstract

AbstractAnalysis of "Senyapan Dalam Wawancara James Corden Kepada Kal Penn Dan Betty White Suatu Analisis Psikolinguistik" is a linguistic learning with a psycholinguistic point of view. The writer took the host, guest stars, and audience in the talk show the late late show with James Corden which aired on January 13th, 2016 and, February 4th, 2021 as the object of research. To support this research, the writer uses the theory from Fox Tree (1995) and Bortfeld, et al (2001). This study aims to find out what types of pauses and what are the causes that found in those videos of interview. The author uses a descriptive qualitative method, to look for the types of pauses, classifying the forms of pauses, looking for causes, and summarizing the results obtained. The result of this research is that all types of pauses which are silent pauses and filled pauses are found in the interview. All kinds of causes also found in the interviews.AbstrakAnalisis tentang “Senyapan Dalam Wawancara James Corden Kepada Kal Penn Dan Betty White Suatu Analisis Psikolinguistik” merupakan pembelajaran linguistik dengan sudut pandang psikolinguistik. Penulis mengambil pembawa acara, bintang tamu, dan penonton yang berpartisipasi dalam gelar wicara the late late show with James corden yang ditayangkan pada tanggal 13 januari 2016, dan 4 februari 2021 sebagai obyek penelitian. Untuk mendukung penelitian ini, maka penulis memakai teori dari Fox Tree (1995) dan Bortfeld,dkk (2001). Penelitian ini bertujuan untuk mencari apa saja jenis-jenis senyapan dan apa yang menjadi penyebabnya yang ditemukan dalam vidio wawancara. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu meng unduh video gelar wicara yang dibutuhkan, mentranskrip percakapan dalam bentuk tulisan, mencari jenis-jenis ketidakfasihan berbicara, mengklasifikasikan bentuk ketidakfasihan berbicara, mencari penyebabnya, dan merangkum hasil yang didapatkan. Hasil dari peneltiian ini ialah di temukan semua jenis senyapan yaitu senyapan diam dan senyapan terisi dan ditemukan juga semua jenis penyebab senyapan di dalam wawancara.

Page 9 of 11 | Total Record : 103