cover
Contact Name
Miftahus Surur
Contact Email
surur.miftah99@gmail.com
Phone
+6285258173692
Journal Mail Official
edusaintek@stkippgri-situbondo.ac.id
Editorial Address
Jalan Argopuro Gg. VII Mimbaan Panji Situbondo 68322 Telp. (0338) 4591781 Hp. 085258173692
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : 1858005X     EISSN : 26553392     DOI : -
Jurnal pendidikan sains dan teknologi diterbitkan oleh STKIP PGRI Situbondo sebagai wadah bagi civitas akademika STKIP PGRI Situbondo serta kalangan guru, dosen, peneliti, praktisi dan pemerhati pendidikan yang peduli terhadap perkembangan penelitian tentang Teknologi pembelajaran, Media Pembelajaran, Pendidikan Virtual, Perangkat lunak pendidikan, Teknologi digital dalam pendidikan, Pembelajaran Multimedia, ELearning ,Massive Open Online Course (MOOC), Rapid Learning.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 4 (2024)" : 45 Documents clear
PERAN GURU KELAS PADA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DALAM PEMBENTUKAN NILAI MORAL PESERTA DIDIK DI SD NEGERI LARANGAN BANYUMAS Utami, Dwi Setia; Mareza, Lia; Hakim, Mujibul
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.958

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Larangan Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru kelas pada pelaksanaan layanan bimbingan konseling dalam pembentukan nilai moral peserta didik serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan nilai moral peserta didik di SD Negeri Larangan Banyumas. Di SD Negeri Larangan Banyumas Moral peserta didik sudah baik, namun masih ada beberapa peserta didik yang moralnya kurang baik. Hal ini dilihat dari penggunaan bahasa yang kurang sopan dan tidak baik. Untuk mengatasi peserta didik dengan moral yang kurang baik, maka guru memberikan layanan bimbingan konseling. Peran guru, 1. Guru sebagai pengajar, di SD Negeri Larangan selalu memberikan ilmu baru untuk dapat dipelajari dan diterapkan oleh peserta didik salah satunya dengan memberikan ilmu agama untuk meyakini adanya Tuhan dan selalu beribadah kepadaNya. 2. Guru sebagai pembimbing, di SD Negeri Larangan pada saat mengajar selalu memberikan bimbingan kepada peserta didik baik pada saat pembelajaran maupun di luar jam pembelajaran. 3. Guru sebagai penasehat, guru menasehati peserta didik untuk selalu disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. 4. Guru sebagai motivator, guru selalu memberikan motivasi, guru dapat menganalisis motif-motif yang melatarbelakangi peserta didik agar bergairah dan aktif belajar. Faktor pendukung dari penelitian ini yaitu kepala sekolah dan orang tua peserta didik yang ikut berpartisipasi sehingga bimbingan konseling berjalan lancar. Faktor penghambat yang dihadapi guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan konseling yaitu karakter peserta didik yang berbeda-beda, waktu pelaksanaan bimbingan, dan tingkat pemahaman peserta didik dalam menyerap. Penelitian yang telah dilakukan peneliti menggunakan penelitian kualitatif. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling serta teknik pengumpulan informasi pada penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
PERANCANGAN ULANG UI/UX DESAIN WEBSITE AESIA DENGAN METODE DESIGN THINKING Wibisono, Yusuf Akbar
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1130

Abstract

The State Asset Management Agency (LMAN) has the purpose and function of providing asset management services (especially property) to the public, both government, private, and the wider community in a fast, precise, optimal, and accountable manner. This service is accessed through the LMAN website called AESIA (property solution). Along with the rapid development of technology, LMAN always strives for optimal service through its website. For this reason, LMAN conducts UI/UX re-design on the website as a form of optimizing information services regarding asset management to the public. The UI/UX redesign of the AESIA LMAN website aims to identify user needs so as to produce a website that is simpler, informative, flexible, and easily accessible by users. Then designed using the Design Thinking method, involving the empathy, define, ideate, prototype, and testing stages. The results of the UI/UX redesign testing will show the suitability of AESIA's website user needs. With the results of this test, it can be concluded that the redesign of the UI/UX design of the AESIA website successfully meets the needs of users based on the criteria that have been submitted by users. This confirms that the redesigned UI/UX design of the AESIA website can be used well, understood, and accessed easily by users.
ANALISIS PROYEKSI INFRASTRUKTUR PERSAMPAHAN DI KECAMATAN SOMBA OPU, KABUPATEN GOWA Soehartono, Annisya Alifvia; Kultsum, Ummu; Amaliah, Rizkiyah
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1241

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah dan keragaman sampah. Sampah menjadi salah satu tantangan sekaligus ancaman bagi keberlanjutan kota. Degradasi kualitas lingkungan salah satunya dipicu oleh sampah yang tidak terkelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proyeksi penduduk dan laju timbulan sampah yang dihasilkan, sehingga dapat memprediksi kebutuhan infrastruktur persampahan di masa mendatang serta menguraikan konsep pengembangan TPS eksisting menjadi TPS 3R. Metode analisis yang digunakan berupa sintesa kajian literatur, proyeksi jumlah penduduk, proyeksi timbulan sampah, serta proyeksi kebutuhan infrastruktur persampahan. Kondisi eksisting terdapat 19 titik TPS, 24 kontainer sampah, dan 31 alat angkut yang digunakan dalam proses pengangkutan/pewadahan sampah dari sumbernya. Pertumbuhan jumlah penduduk Kecamatan Somba Opu mencapai 3,36% (BPS, 2018), seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka terjadi fenomena peningkatan laju timbulan sampah. Penyediaan kebutuhan infrastruktur persampahan tidak dapat membantu mengurangi sampah sepenuhnya, perlu adanya konsep pengembangan TPS 3R di Kecamatan Somba Opu. Hal ini dapat terwujud apabila masyarakat turut serta berpartisipasi demi keberlanjutan TPS 3R agar dapat mengurangi sampah sesuai dengan target pemerintah Kabupaten Gowa.
KARAKTERISTIK BIOKOMPOSIT SERAT KELAPA BERPENGUAT UNSATURATED POLYESTER RESIN DENGAN PENAMBAHAN GUGUS SILANE Marcella, Putri Andi; Fahmy, Putri Nadya; Mulana, Farid; RCL, Nasrullah
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i2.1247

Abstract

Natural fibers are an alternative to synthetic materials that can be used as fillers in biocomposites due to their inherent biodegradability so that it has the potential to be put to good use. In this study, biocomposites were made using raw materials from natural waste, namely coconut fibers. These fibers are combined with unsaturated polyester resin. The addition of these functional groups can be done by using a coupling agent, it useful for strengthening the bond between the matrix and filler. The coconut fibre treatment process involved applying silane at various concentrations, either directly to the fibres or to the unsaturated polyester resin, using different methods to optimize adhesion. The samples will be analyze using Fourier Transform Infra-Red (FTIR) to determine their functional groups and physical properties analysis using predetermined standards. The addition of silane coupling agent makes the composite fibre-matrix interaction stronger, as indicated by the appearance of new peaks in the FTIR spectra. Furthermore, the results demonstrate that its inclusion can increase the density of composites across various treatments.
UI/UX IMPLEMENTASI METODE HALAQAH PADA APLIKASI QURAN TAHFIDZ Fajarini, Dianingtyas; Haryono, Kholid
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1259

Abstract

The activity of memorizing the Al-Qur’an is now increasing in popularity among society. There are various methods used in the process of memorizing the Al-Qur'an, one of which is the halaqah method. This method facilitates interaction between teachers and students, making it very suitable for application in educational institutions or communities such as Islamic boarding schools, tahfidz schools, community tahfidz groups in mosques. However, challenges arise when a teacher has to manage many students in one halaqah, making this method less efficient for large groups. This problem opens up opportunities for developing halaqah into an online format through the Quran application for memorization. This research aims to make it easier for teachers accompanying the memorization process to monitor the memorization progress of their group members. This research uses the UX Process and Methodology method to develop an application prototype. The prototype results were tested and reviewed by 11 Al-Qur'an memorizers as participants to ensure the application design met needs. Testing techniques and measuring tools use Usability Testing and Importance Performance Analysis (IPA) to measure the level of ease of use and user acceptance of the application. The test results showed a positive response from respondents with a usability score of 71.2, which indicated that the application design was considered quite easy to use, intuitive and efficient. This research also shows that the IPA method and usability testing using Mission Usability Testing (MIUS) have succeeded in showing user behavior towards the resulting design so that it is easy to identify design positions that need to be adjusted and improved.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR VIRUS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK FASE E SMA Maharani, Annisa; Fuadiyah, Sa’diatul
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1263

Abstract

One of the differences between the Merdeka Curriculum and the 2013 Curriculum is the making of teaching modules. Teaching modules, also known as lesson plans, have more complete components compared to the lesson plans in the 2013 Curriculum. In the Merdeka Curriculum, students are required to be active in learning and can think critically. Thus, the Problem Based Learning (PBL) model is a learning model that helps students understand the material. This PBL model helps learners actively investigate information about reasons and potential solutions to problems in everyday life. The research method used was distributing questionnaires to 34 Phase F students and conducting interviews with one of the biology teachers at SMAN 5 Padang, with qualitative data collection analyzed using descriptive analysis. The results of the analysis showed that as many as 94% of students chose virus material as material that was difficult to understand because as many as 88% of students considered the material to be memorized, 74% chose material that could not be observed directly and as many as 64% of students chose because there were too many terms that caused students' understanding of virus material to be quite low. For this reason, it is necessary to develop a virus teaching module based on Problem Based Learning (PBL) for Phase E SMA. Salah satu perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 adalah pembuatan modul ajar. Modul ajar atau dikenal dengan RPP ini memiliki komponen yang lebih lengkap jika dibandingkan RPP yang ada di Kurikulum 2013. Pada Kurikulum Merdeka, peserta didik diharuskan untuk aktif dalam belajar dan dapat berpikir kritis. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang membantu peserta didik dalam memahami materi. Model PBL ini membantu peserta didik secara aktif menyelidiki informasi tentang alasan dan solusi potensial untuk masalah dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan yaitu menyebarkan angket kepada 34 peserta didik Fase F dan melakukan wawancara kepada salah satu guru biologi di SMA Negeri 5 Padang, dengan pengumpulan data kualitatif yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 94% didik memilih materi virus sebagai materi yang sulit dipahami karena sebanyak 88% peserta didik menganggap materi bersifat hafalan, 74% memilih materi tidak dapat diamati secara langsung dan sebanyak 64% peserta didik memilih karena terlalu banyak istilah yang menyebabkan pemahaman peserta didik terhadap materi virus cukup rendah. Untuk itu diperlukan pengembangan modul ajar virus berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Fase E SMA.
IMPLEMENTASI SUPERVISI DI BALAI BESAR GURU PENGGERAK (BBGP) JAWA BARAT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Yoseptry, Ricky; Wahyu, Agus; Suprayoga, Hari; Indah Juniati, Nur; Fatimah, Siti; Nurhayati, Yeti; Rahman, Abdul; Adzania, Nesa Halimah
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1288

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia agar berkualitas. Salah satu strategi yang dilakukan yaitu dengan membentuk Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) berdasarkan Permendikbudristek No.14 Tahun 2022. BBGP dibentuk dengan peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Fokus utama BBGP Jawa Barat adalah mengembangkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan serta meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat. Untuk memastikan keterlaksanaan program BBGP dapat berjalan sesuai dengan regulasi, dilakukan program supervisi oleh satuan pengawasan internal (SPI). Supervisi merupakan hal penting guna menjaga kualitas kerja dalam memenuhi tujuan organisasi. Tujuan penelitian ini untuk untuk mendapatkan gambaran implementasi supervisi di BBGP Jabar dalam meningkatkan mutu Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Kesimpulan umum penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang manajemen supervisi di BBGP Jabar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Simpulan khusus penilitian ini: Perencanaan supervisi dilakukan dengan adanya rapat koordinasi tim SPI dan adanya program kerja. Pengorganisasian supervisi yaitu ditugaskannya tim SPI oleh Kepala BBGP yang terdiri dari Ketua, sekretaris dan anggota SPI. Pelaksanaan supervisi di BBGP Jabar berjalan sesuai dengan tujuan yaitu dalam rangka pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja BBGP Jabar. Pengawasan program dilakukan tim SPI, terhadap keterlaksanaan program BBGP Jabar.
IMPLEMENTASI SUPERVISI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (P3TK) Yoseptry, Ricky; Islam, Anshori Daulatul; Kusnadi, Andini Anggraeni; Timorochmadi, Ferry; Nurdini, Khamisah; Robiah, Siti; Marisan, Susan; Maulana, Yana
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1289

Abstract

Suatu organisasi bisa sukses tergantung dari sumber daya manusia dalam mengelola organisasi. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas pada suatu organisasi atau lembaga pendidikan perlu dilakukan pengembangan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menjamin kualitas sumber daya manusia yaitu pemberian bimbingan dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif sebagaimana layaknya seorang pegawai suatu lembaga pendidikan. Kegiatan supervisi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan. Kegiatan pengawasan dilaksanakan secara sistematis oleh atasan sebagai pengawas agar seluruh pegawai dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan supervisi terhadap kinerja pegawai pada Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3TK) Dinas Pendidikan Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi Penelitian ini dilakukan pada Dinas Pendidikan Kota Bandung pada Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3TK). Hasil penelitian implemantasi supervisi terhadap kinerja pegawai pada Bidang P3TK meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Implementasi supervisi dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3TK) Dinas Pendidikan Kota Bandung, Umumnya telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan sehingga dapat meningkatkan Kinerja pegawai sesuai dengan tugas pokok fungsinya masing-masing.
IMPLEMENTASI SUPERVISI PENDIDIKAN TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH DASAR Sari, Rianti Garvita; Yoseptry, Ricky; Hendarsyah, Jelita Dewanty; Fakhrudin, M Y; Kusmawati, Nenden Noer; Wibowo, Ferry; Maryam, Maryam; Premeilani, Premeilani
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1291

Abstract

Kepala sekolah memiliki peranan sebagai supervisor dengan merencanakan dan menjalankan program supervisi pendidikan seperti, melaksanakan supervisi kepada guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat serta dapat mengevaluasi hasil supervisi pendidikan yang telah dilakukan agar adanya peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik melalui supervisi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi supervisi pendidikan dengan menggunakan penelitian kualitatif untuk memperoleh gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta- fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki guna mengumpulkan data-data yang diperlukan. Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan staf TU di SDN 036 Ujungberung, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan supervisi akademik dilakukan oleh kepala sekolah setiap satu semester sekali, kepala sekolah juga bertindak sebagai koordinator, pemimpin, konsultan, dan evaluator. (2) Kompetensi guru ditandai dengan penerapan indikator kompetensi pedagogik, yang mencakup karakteristik siswa, materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum, teori, modul ajar, rencana pelaksanaan pembelajaran, silabus, penguasaan proses pembelajaran dengan teknologi, refleksi, penilaian, dan evaluasi. (3) Hasil implementasi menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi pendidikan dalam meningkatkan kompetensi guru telah berjalan dengan baik, hal ini didukung dengan adanya hasil rekapan penilaian supervisi Pendidikan di SDN 036 Ujungberung Kota Bandung.
SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMPN 2 MARGAHAYU KABUPATEN BANDUNG Yoseptry, Ricky; Suhandi, Andi; Widiawati, Lilis; Dalina, Lina; Wikarso, Moh Idris; Widyastuti, Rina; Wandani, Wandani
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1292

Abstract

Pelaksanaan pengawasan di lembaga pendidikan sekolah bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran di sekolah dan memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah harus melakukan pengawasan dengan baik dan benar sesuai dengan prinsip-prinsip pengawasan serta teknik dan pendekatan yang sesuai agar dapat meningkatkan kinerja guru dalam menerapkan inovasi pembelajaran bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMPN 2 Margahayu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Penelitian dilakukan di SMPN 2 Margahayu Kabupaten Bandung yang terletak di Jl. Kopo sayati Gg. Nata 1. Berdasarkan hasil temuan penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru bisa dilakukan dengan supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah melalui manajemen POAC yaitu: planing, organising, actuating dan evaluating. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Supervisi akademik kepala sekolah sudah dilaksanakan sesuai dengan prisnsip manajemen yaitu melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.