cover
Contact Name
Eko Supraptono
Contact Email
eko@i-rpp.com
Phone
-
Journal Mail Official
eko@i-rpp.com
Editorial Address
Jl. Sampangan Baru IV B / 9 A, SEMARANG, Jawa Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
ISSN : 25410385     EISSN : 25410393     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal acts as a medium of publication the result of research covering the learning innovation theme from the elementary to higher education level. The journal also acts as a medium of disseminating research thought conducted by teachers and lecturers. In substance, the articles published in the journal are projected to inspire circles of education in conducting innovation in the teaching and learning process.
Articles 243 Documents
UPAYA MENINGKATKAN PEMANFAATAN REFERENSI PERPUSTAKAAN MELALUI CLASSROOM READING PROGRAM DI SD NEGERI MANGUNHARJO
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkaitan dengan pemanfaatan referensi perpustakaan oleh siswa, kondisi objektif di SD Negeri Mangunharjo belum memiliki gedung perpustakaan, menyebabkan minimnya tingkat minat baca siswa. Seiring proses renovasi gedung perpustakaan, melalui supervisi akademik kepala sekolah mencanangkan Classroom Reading Program guna mengentaskan rendahnya minat baca siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sebagai tempat referensi pustaka oleh guru dan siswa SD Negeri Mangunharjo. Penelitian dilakukan dengan instrumen penilaian berupa observasi, angket, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, yang pada setiap siklusnya terdiri atas, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian prasiklus classroom reading program rata-rata 64,88% dan 63,68% untuk guru dan siswa. Setelah siklus I rata-rata 75,60% dan 73,42% untuk guru dan siswa. Setelah siklus II rata-rata 80,95% dan 80,96% untuk guru dan siswa. Sehingga, penerapan Classroom Reading Program melalui supervisi akademik efektif dalam meningkatkan minat baca siswa di SD Negeri Mangunharjo. Manfaat teoritis penelitian ini adalah menambah teori dan mengembangkan ilmu, serta sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya mengenai Classroom Reading Program. Sedangkan manfaat praktis penelitian ini bagi siswa adalah menambah motivasi dan bagi guru adalah membantu mengoptimalkan kinerja guru.
UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA DESCRIPTIVE TEXT MELALUI MEDIA BUATAN MINI DICTIONARY
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Subyek penelitian adalah siswa siswi kelas 7B. Mereka merupakan siswa yang baru mengenal mata pelajaran bahasa Inggris. Sehingga mereka masih kesulitan dalam penguasaan kosa kata bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan dua siklus, setiap siklus dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komperatif yaitu membandingkan keaktifan dan hasil belajar kondisi awal, keaktifan dan hasil belajar setelah siklus 1, serta keaktifan dan hasil belajar setelah siklus 2. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi kenaikan penguasaan dan hasil belajar siswa setelah diberi tindakan melalui media buatan Mini Dictionary yaitu dari nilai ketuntasan pada kondisi awal hanya 20% meningkat menjadi 85%. Ini berarti mengalami kenaikan setelah diberi tindakan sebesar 65%. Sedangkan data kualitatif menunjukkan bahwa keaktifan siswa dari kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2 juga terjadi kenaikan sebesar20% meningkat menjadi 60%. Ini berarti mengalami kenaikan sebesar 40%.
PENERAPAN PENDEKATAN SUPERVISI KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus kajian dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimanakah perkembangan proses supervisi kolaboratif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di SD Negeri Soko Kecamatan Glagah? 2) Bagaimanakah peningkatan kompetensi profesional guru di SD Negeri Soko Kecamatan Glagah setelah diterapkan pendekatan supervisi kolaboratif? Sumber data berasal dari guru SD Negeri Soko Kecamatan Glagah yang berjumlah 8 orang guru. Teknik pengumpulan data melalui hasil tes formatif yang dilakukan. Secara garis besar penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan dalam proses pengkajian berdaur (PTS) yaitu meliputi : perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif, selanjutnya dikonsultasikan dengan kriteria keberhasilan untuk mengetahui tuntas dan tidaknya belajar. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kompetensi profesional guru di SD Negeri Soko Kecamatan Glagah dari pra-siklus ke siklus 1. Rata-rata kompetensi profesional guru pada pra-siklus sebesar 53,28 dengan kriteria kurang dan pada siklus 1 sebesar 70,28 dengan kriteria cukup. Kompetensi profesional guru juga mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata kompetensi profesional guru pada siklus 2 sebesar 85,28 dengan kriteria baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru di SD Negeri Soko Kecamatan Glagah dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan supervisi kolaboratif.
PENGEMBANGAN UNIT PRODUKSI PADA LAYANAN TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala yang dihadapi sekolah dalam pelaksanaan program unit produksi adalah masalah sarana prasarana yang kurang memadai, sumber daya manusia yang mengelola program unit produksi sangat minim, komitmen kepala sekolah yang kurang dan kerjasama antara dunia kerja dengan sekolah masih kurang, penelitian ini dibatasi pada masalah pengelolaan Unit Produksi di SMK N 1 Warungasem program keahlian teknik dan bisnis sepeda motor, meliputi : Aspek pengelolaan SDM, layanan konsumen, strategi pemasaran dan pengelolaan keuangan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan Unit Produksi Teknik dan Bisnis Sepeda Motor di SMK Negeri 1 Warungasem. Responden dalam penelitian ini adalah pimpinan sekolah, pengelola unit produksi, guru, dan siswa. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan data deskriptif kuantitatif. Aspek pengelolaan SDM diperoleh hasil penilaian angket nilai rata-rata sebesar 44,4 atau 84,2%, Aspek layanan konsumen diperoleh hasil penilaian angket nilai rata-rata sebesar 79,4 atau 83,6%. Ini menyatakan kedua Aspek sudah sangat baik. Sementara Aspek strategi pemasaran diperoleh hasil penilaian angket nilai rata-rata sebesar 15,3 atau 76,5%, ini berarti baik. Aspek pengelolaan keuangan diperoleh hasil cukup baik dengan penilaian angket nilai rata-rata sebesar 20 atau 66,7%.
PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING MENINGKATKAN MOTIVASI PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI ERA PANDEMI
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Manusia tanpa belajar akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang tidak lain juga merupakan produk kegiatan berpikir manusia pendahulunya. Sebagian besar model pembelajaran yang digunakan adalah on line, sedangkan pada pembelajaran on line siswa cenderung pasif karena sistem pembelajarannya dengan metode ceramah. Salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru adalah Pembelajaran   Project Based Learning). Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran   Project Based Learning. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 63 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 68  % dan siklus 3 mencapai 73  %, dan  secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil  belajar siswa kelas XII L2 dengan ketuntasan mencapai 100 %, dengan demikian penerapan model pembelajaran Project Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar pembuatan bel cerdas cermat  di SMK Negeri 3  Jayapura.
UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN IPA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya untuk meningkatkan ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dengan metode yang efektif. Metode demonstrasi dirasa cocok untuk pembelajaran IPA yang sering menggunakan berbagai percobaan untuk menyampakan materi pelajaran. Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA dan memberi gambaran kepada masyarakat terhadap keefektifan metode demonstrasi dalam pembelajaran IPA. Penelitian dilakukan dengan megggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan hasil dari penelitian,. Penguasaan materi pembelajaran meningkat dari rata-rata 70,17 pada data awal menjadi 70,93 pada Siklus I Sedangkan tingkat ketuntasan belajar meningkat dari semula hanya 47% pada data awal  menjadi 53% pada Siklus I, terjadi peningkatan sebesar 23% pada Siklus I dan rata-rata pada Siklus II dari 78,07,sedangkan tingkat ketuntasan Siklus II sebesar 100%, meningkat 47 %  pada siklus II. Berdasarkan hasil dan pembahasan di dalam penelitian, metode demonstrasi dapat meningkatkan ketuntasan belajar dala mata pelajaran IPA.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYUSUNAN BEST PRACTICE MELALUI KEGIATAN TUTOR SEBAYA DENGAN PENDAMPINGAN BAGI GURU
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan Best Practice. Untuk mengetahui efektivitas penerapan dengan pendampingan, peneliti mengobservasi langsung kegiatan guru dalam Best Practice. Peneliti menggunakan instrumen dokumen portofolio guru dan lembar observasi pelaksanaan Best Practice, sedangkan untuk laporan Best Practice adalah dokumen laporan Best Practice. Hasil penelitian tindakan sekolah dengan melaksanakan Tutor Sebaya Penyusunan Best Practice dalam pendampingan adalah sebagai berikut, Siklus I (satu) sebagai Perencanaan Best Practice, terdapat 1 dari 8 guru yang memiliki kriteria baik. Dalam melaksanakan Best Practice, terdapat 1 dari 8 guru yang memiliki kriteria baik. Dalam membuat Laporan Best Practice, terdapat 4 dari 8 guru yang memiliki kriteria baik. Siklus II hasil pelaksanaan Penelitian tindakan sekolah dengan pendampingan sebagai berikut: dalam perencanaan Best Practice, terdapat 5 dari 8 guru yang memiliki kriteria baik. Dalam melaksanakan Best Practice, terdapat 5 dari 8 guru yang memiliki kriteria baik. Dalam membuat Laporan Best Practice, terdapat 6 dari 8 guru yang memiliki kriteria baik. Maka dapat disimpulkan, dalam penelitian tindakan ini, dari 8 guru hampir semuanya mampu melaksanakan pembuatan Best Practice dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil pendampingan pembuatan karya ilmiah dari pemahaman, perencanaan, pelaksanaan sampai menyusun laporan.
PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA SMA NEGERI 1 KOTA CIREBON
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepercayaan diri merupakan aspek yang sangat penting bagi seseorang untuk dapat mengembangkan potensinya. Jika seseorang memiliki bekal kepercayaan diri yang baik, maka individu tersabut akan dapat mengembangkan potensinya dengan lebih maksimal. Dalam hal ini dilakukan penelitian kepada 10 siswa kelas X MIPA 7 SMA Negeri 1 Kota Cirebon untuk pembentukan kepercayaan diri siswa dengan layanan bimbingan kelompok. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui kepercayaan diri siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok, mengetahui kepercayaan diri siswa setelah diberikan layanan bimbingan kelompok, dan mengetahui apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan mencapai standar ideal. Peningkatan kepercayaan diri bertambah 74% masuk dalam kategori kepercayaan diri tinggi, dan anggota yang mempunyai kepercayaan diri rendah prosentase peningkatan kepercayaan diri bertambah 69% masuk dalam kategori kepercayaan diri tinggi. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dapat membentuk kepercayaan diri siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “CIRC” POKOK BAHASAN IMAN KEPADA KITAB ALLAH
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dikatakan berhasil ketika siswa dapat memahami apa yang telah diterimanya. Penggunaan model pembelajaran tidak hanya membantu guru dalam mengajar tetapi juga memudahkan siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Hasil observasi awal di UPTD SPF SMP Negeri 2 Gunung Meriah diperoleh data bahwa siswa kelas IX-2 masih memiliki masalah dengan aktivitas dan hasil belajar untuk bidang studi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Ketuntasan belajar siswa masih rendah sebesar 53% dengan 10 siswa saja yang tuntas belajar, sehingga aktivitas belajar siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition. Penelitian ini dilakukan di UPTD SPF SMP Negeri 2 Gunung Meriah, dengan subjek penelitian adalah kelas IX-2 yang berjumlah 19 siswa, terdiri 13 laki-laki dan 6 perempuan. Penelitian ini dilaksanan dalam 2 siklus, di mana setiap siklusnya melaksanakan proses perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi/tindak lanjut. Pada Siklus I, diperoleh rata-rata nilai siswa sebesar 86,58 dengan ketuntasan belajar klasikalnya adalah 74% (14 siswa tuntas dan 5 siswa belum tuntas).
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASE LEARNING MELALUI IN HOUSE TRAINING
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 7, No 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dengan Model Pembelajaran Problem Base Learning. Subjek penelitian ini adalah semua guru di SDN Bubakan yaitu sebanyak 8 orang , sedangkan objek penelitiannya Model Pembelajaran Problem Base Learning melalui In House Traning Penelitian ini termasuk penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan pada semester I   tahun pelajaran 2021/2022. Di SDN Bubakan Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Adapun kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah guru mampu meningkatkan Model Pembelajaran Problem Base Learning, menggunakan berbagai media, memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran serta pembelajaran menyenangkan. Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila masing masing indikator telah tercapai sebesar 80%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan pembelajaran Model Pembelajaran Problem Base Learning pada siklus I yaitu 50% guru menguasai pembelajaran Model Pembelajaran Problem Base Learning, 37,5% guru mampu menggunakan media pembelajaran sebagai sumber belajar; 62,5% guru mampu memanfaatkan lingkungan sebagai media,  33,33% siswa terlibat aktif dalam pembelajaran,. Pada siklus II yaitu 87,50% guru menguasai pembelajaran Model Pembelajaran Problem Base Learning, 75% guru mampu menggunakan media pembelajaran sebagai sumber belajar; 87,50% guru mampu memanfaatkan lingkungan sebagai media,  90% siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.