cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta" : 7 Documents clear
Karakterisasi dan Pengaruh Senyawa Antibakteri Streptomyces spp. dalam Menghambat Pertumbuhan Vibrio cholerae Andani, Ajeng Putri Retno; Oedjijono, Oedjijono; Ryandini, Dini
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Streptomyces spp. yang diisolasi dari sedimen mangrove dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae, mengetahui kekuatan senyawa antibakteri yang dihasilkan oleh Streptomyces spp. terhadap V. cholerae, dan mengetahui karakteristik dari senyawa antibakteri yang dihasilkan oleh Streptomyces spp. Tahap penelitian meliputi penapisan isolat bakteri Streptomyces spp. (SA34, SA37, SA40, SAE4034) yang menghambat V. cholerae, produksi senyawa antibakteri, uji aktivitas antibakteri dengan metode Kirby Bauer, penentuan nilai MIC (%), pemisahan senyawa antibakteri dengan metode TLC, uji fitokimia, uji bioautografi, uji aktivitas senyawa antibakteri pada variasi suhu (40oC, 60oC. 80oC, 100oC) dan pH (2, 4, 6, 9), serta uji konfirmasi karakter bakteri. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penapisan menunjukkan bahwa penghambatan terhadap pertumbuhan V. cholerae tertinggi ditunjukkan oleh isolat SAE4034. Ekstrak kasar mampu menghambat V. cholerae dengan diameter zona hambat 11,5-17,5 mm; nilai MIC 30%, dan menghasilkan senyawa bioaktif dengan nilai Rf berkisar antara 0,31-0,70. Senyawa yang mampu menghambat memiliki nilai Rf 0,43 dan senyawa tersebut termasuk golongan alkaloid. Perlakuan suhu 40oC tetap tinggi dengan zona hambat 14 mm dan aktivitas penghambatannya menurun sejalan dengan perlakuan suhu yang lebih tinggi sampai 100oC. Perlakuan pH 6 menunjukkan aktivitas penghambatan tertinggi dengan zona hambat 16 mm, sebaliknya pada pH 2, 4, dan 9 aktivitas antibakteri ekstrak kasar menurun.
Potensi Fungi Asal Air Sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas sebagai Biodegradasi Pestisida Ayunda, Batari Citra; Dewi, Ratna Stia; Sastranegara, Moh Husein
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.4732

Abstract

Pestisida merupakan zat kimia yang digunakan oleh bidang pertanian untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Namun, kehadiran pestisida memiliki dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan manusia, dan organisme yang hidup di sekitar tempat yang terpapar pestisida secara jangka panjang. Pada lahan pertanian, penggunaan pestisida menyebabkan residu pestisida terakumulasi di air sungai. Sehingga hanya organisme tertentu saja yang dapat bertahan hidup, salah satunya fungi. Penelitian menggunakan air sungai yang diambil sebagai sampel dan dilakukan isolasi untuk mendapatkan fungi yang berpotensi untuk mendegradasi pestisida. Uji potensi fungi dilakukan dengan penanaman fungi hasil isolasi dan pemurnian ke campuran media PDA (Potato Dextrose Agar) dan klorpirifos, pengukuran diamater koloni yang tumbuh pada media tersebut, dan identifikasi fungi sampai tahap genus yang memiliki potensi besar dalam mendegradasi pestisida. Lokasi pengambilan sampel berada di enam titik stasiun Sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas. Lokasi analisis sampel berada di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah memperoleh isolat fungi dari sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas, mendeteksi kemampuan fungi dalam mendegradasi pestisida, dan mengetahui genus isolat terbaik dalam mendegradasi pestisida. Isolat fungi yang diperoleh dari keenam stasiun Sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas terdiri dari 25 isolat yaitu F1, F2, F3, F4, F5, F6, F7, F8, F9, F10, F11, F12, F13, F14, F15, F16, F17, F18, F19, F20, F21, F22, F23, F24, dan F25. Isolat fungi asal Sungai Mengaji dan Prukut Kabupaten Banyumas yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendegradasi pestisida antara lain F12, F21, F24, dan F25. Genus isolat terbaik dalam mendegradasi pestisida setelah dilakukan identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis adalah Trichoderma sp.
Species Diversity of Understorey Vegetation in Pinewood (Pinus merkusii) Forest in RPH Sempor, BKPH North Gombong Ramadhan, Anang Yanuar; Sudiana, Eming; Widodo, Pudji
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.5767

Abstract

Understorey plant is a type of basic vegetation under forest stands except for saplings. Understorey vegetation includes grasses, herbs, shrubs, and ferns. The presence of understorey vegetation can be used as an indicator of forest conditions and is expected to reduce disturbances to the forest. The purpose of this research is to determine the diversity and the dominance of understorey species under the pinewood stands based on pine ages in RPH Sempor, BKPH North Gombong. This research was conducted using a survey method and systematic sampling techniques at two different age groups pinewood forest of RPH Sempor, BKPH North Gombong. The result showed that the total understorey species found were 34 species from 21 families. The understorey species number found at the 25 years of pine forest was 22 species found and at the 45 years, there were 17 species. Based on the research that has been done, it can be concluded that the younger the age of pine stand, the more understorey species number. Evenness of the understorey species at two different ages of pine stand in RPH Sempor is evenly distributed, so there are no dominant species. The physicochemical factors measurement result showed that the canopy cover affected the temperature and humidity level, thus affecting the number of understorey individuals and the species number in each stand.
IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN BENIH IKAN NILEM GUNUNG (Osteochilus hasselti Valenciennes, 1842) BERDASARKAN MORFOLOGI Yuninta, Ramadhanola; Bhagawati, Dian; Setiyono, Eko
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.6438

Abstract

Ikan nilem (Osteochilus hasselti) merupakan salah satu jenis ikan dari Family Cyprinidae yang hidup di air tawar dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Pertumbuhan ikan nilem gunung yang lebih lambat dan warna tubuh yang mencolok dibandingkan ikan nilem jenis lain membuat ikan ini semakin jarang dibudidayakan. Hal tersebut membuat ikan ini semakin sulit diperoleh. Budidaya tunggal kelamin (monosex) menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi dan dapat digunakan sebagai upaya pelestariannya. Kegiatan tersebut memerlukan pengetahuan jenis kelamin sejak ukuran benih, karena tidak semua spesies ikan memiliki seksual dimorfisme. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah karakter morfologi, meristik, dan truss morphometrics dapat digunakan untuk membedakan jenis kelamin benih ikan nilem gunung serta karakter spesifik apa yang dapat membedakan benih ikan nilem gunung jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengambilan sampel purposive random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 55 ekor. Sampel yang didapatkan diamati performa morfologi, meristik, dan truss morphometrics. Data performa morfologi dan meristik yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, sementara data hasil pengukuran truss morphometric diubah menjadi nilai rasio yang dibagi dengan panjang standar kemudian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Mann Whitney. Hasil dari pengamatan performa morfologi dan meristik tidak menunjukkan adanya perbedaan jenis kelamin benih ikan nilem gunung, sementara hasil pengukuran truss morphometrics menunjukkan bahwa terdapat satu karakter truss yang membedakan antara benih ikan nilem gunung jantan dan betina yaitu pada jarak D4 (pangkal sirip ekor bagian atas-pangkal sirip ekor bagian bawah) atau tinggi pangkal ekor. Berdasarkan hasil rata-rata pengukuran truss morphometrics pada jarak D4, didapatkan bahwa jarak D4 pada benih ikan nilem gunung betina lebih tinggi daripada benih ikan nilem gunung jantan.
Pengaruh pH dan Waktu Inkubasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Metabolit Sekunder Miselium Lentinula edodes Amelia, Aurora Pradipta; Ekowati, Nuraeni; Ratnaningtyas, Nuniek Ina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.7266

Abstract

Kata kunci: Lentinula edodes, metabolit sekunder, pH, waktu inkubasi.
Keanekaragaman Genus Larva Nyamuk dan Karakteristik tempat Perkembangbiakannya di Sepanjang Selokan Jalan Bandar Raya Kota Bengkulu Singkam, Abdul Rahman; Dayana, Mustika Elmi; Miftahussalimah, Pingkan Luthfiyyah; Kurniawati, Meina Elsa Putri; Latifah, Dina Utfatul; Apriansyah, Dendy
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.10168

Abstract

Kawasan Bandar Raya Kota Bengkulu merupakan daerah pemukiman padat warga yang memiliki selokan sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga. Hal tersebut menyebabkan banyaknya genangan air pada tempat tersebut yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam genus nyamuk dan karakteristik tempat perkembangbiakan untuk setiap genus yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2022 dengan lokasi pengambilan sampel pada tujuh lokasi berbeda di sepanjang Jalan Bandar Raya, Kota Bengkulu. Pengamatan sampel dilakukan di Laboratorium Pembelajaran Biologi Universitas Bengkulu. Penelitian dilakukan secara observasial dengan metode deskriptif. Larva nyamuk yang ditemukan di kawasan Jalan Bandar Raya Kota Bengkulu berasal dari 4 genus yang berbeda, yakni, Aedes, Anopheles, Culex, dan Chironomus. Larva terbanyak yang ditemukan berasal dari genus Culex, sedangkan genus Anopheles merupakan larva yang paling sedikit ditemukan. Selokan bengkel dengan karakteristik berupa selokan yang tidak terlalu dalam, air pada selokan tidak mengalir, warna air tempat perindukan gelap, dan adanya limbah bengkel yang dibuang ke selokan menjadi tempat terbanyak ditemukan genus larva nyamuk, yakni genus Culex, Aedes dan Anopheles. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi karakteristik tempat perkembangbiakan jentik nyamuk guna mencegah penyebarannya.
Perkembangan Morfologi Serbuk Sari Passiflora vitifolia Kunth. Berdasarkan Tahap Antesis Bunga Widyasari, Adristi Shafa; Aryani, Riska Desi; Lestari, Sri; Palupi, Dian; Sukarsa, Sukarsa
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.10215

Abstract

Serbuk sari merupakan salah satu karakter khas dan unik yang dimiliki oleh setiap tumbuhan berbunga. Serbuk sari dapat dijadikan sebagai salah satu karakter dalam menentukan klasifikasi tumbuhan karena memiliki karakter morfologi berbeda pada setiap bunga dan pada tahap perkembangan bunganya (antesis). Proses perkembangan atau mekarnya bunga dapat berpengaruh pada perkembangan morfologi terhadap pembentukan serbuk sari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan morfologi serbuk sari Passiflora vitifolia Kunth. berdasarkan tahapan antesis bunga. Penelitian menggunakan serbuk sari dari 3 tahap antesis bunga: tahap 1 berupa kuncup ukuran 2 – 3 cm, tahap 2 berupa kuncup ukuran 5 – 8 cm dan tahap 3 bunga mekar sempurna. Hasil penelitian menunjukkan serbuk sari pada setiap tahap mekarnya bunga memiliki perbedaan karakter morfologi. Serbuk sari pada tahap 1 memiliki bentuk bikonkaf dengan warna hijau, sedangkan serbuk sari pada tahap 2 dan 3 memiliki bentuk bulat dengan warna coklat. Serbuk sari P. vitifolia memiliki tipe monad dan ornamentasi reticulate. Pada tahap 3 sebagian serbuk sari sudah terbentuk tabung serbuk sari (pollen tube).

Page 1 of 1 | Total Record : 7