cover
Contact Name
AKBAR ALFA
Contact Email
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Phone
+628122742652
Journal Mail Official
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Editorial Address
Kantor BAPPEDA Kabuapaten Indragiri Hilir Jl. Akasia no. 1 Tembilahan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SELODANG MAYANG
ISSN : 24427845     EISSN : 26203332     DOI : https://doi.org/10.47521/selodangmayang
Jurnal “SELODANG MAYANG” menerima artikel ilmiah mengenai hasil penelitian, tinjauan hasil-hasil penelitian, methodology dan pendekatan-pendekatan baru dalam penelitian yang berkaitan dengan Ekonomi, Industri, Pembangunan Infrastruktur, Teknologi, Energi, Sosial, Budaya, Lingkungan, Pertanian, Kesehatan, Pendidikan, Kemaritiman dan lain-lain. Tema sentral yang diutamakan adalah tentang Innovasi di bidang Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan DMIJ Plus Terintegrasi yang erat kaitannya dengan pembangunan dan pengembangan di Kabupaten Indragiri Hilir.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 319 Documents
PENGARUH CITRA MEREK DAN PRODUK HIJAU TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI WORD OF MOUTH PADA KONSUMEN PRODUK EIGER DI KOTA PEKANBARU Syarifah Alya Fajrina; Zulkarnain Zulkarnain; Rika Promalessy
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.572

Abstract

This study is motivated by growing consumer awareness of environmental and sustainability issues; however, a gap remains between attitudes and behavior, known as the green attitude–behavior gap. Consumers with high environmental concern do not necessarily purchase green products. In this context, Eiger, an Indonesian outdoor brand, has developed environmentally friendly products and strengthened its brand image through innovation and sustainability campaigns. Nevertheless, the relatively low contribution of green product sales indicates that a strong brand image does not directly guarantee purchasing decisions. Therefore, word of mouth (WOM) is considered a potential factor bridging this relationship. This study aims to analyze the influence of brand image and green products on purchasing decisions, both directly and indirectly through WOM as a mediating variable among Eiger consumers in Pekanbaru City. A quantitative approach with a causal research design was employed using purposive sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS. The results indicate that brand image and green products have positive and significant effects on WOM and purchasing decisions. WOM also mediates the effects of both variables on purchasing decisions. These findings highlight the importance of consumer communication, education, and sustainability-value communication in strengthening green marketing strategies and encouraging sustainable green product purchases through trust, social recommendations, and consumer understanding. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, namun masih terdapat kesenjangan antara sikap dan perilaku (green attitude–behavior gap). Konsumen yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi belum tentu melakukan pembelian produk hijau. Dalam konteks ini, Eiger sebagai merek outdoor lokal Indonesia telah mengembangkan produk ramah lingkungan dan membangun citra merek melalui inovasi serta kampanye keberlanjutan. Namun, kontribusi penjualan produk hijau yang masih relatif rendah menunjukkan bahwa citra merek yang kuat belum secara langsung menjamin keputusan pembelian. Oleh karena itu, word of mouth (WOM) dipandang berpotensi menjembatani hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh citra merek dan produk hijau terhadap keputusan pembelian, baik secara langsung maupun melalui WOM sebagai variabel mediasi pada konsumen Eiger di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan produk hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap WOM serta keputusan pembelian. WOM juga terbukti memediasi pengaruh keduanya terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi antarkonsumen, edukasi, serta penyampaian nilai keberlanjutan dalam memperkuat strategi pemasaran hijau dan mendorong pembelian produk hijau secara berkelanjutan melalui kepercayaan, rekomendasi sosial, dan pemahaman konsumen.
PENGARUH ENVIRONMENTAL, SOCIAL & GOVERNANCE (ESG) DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN INDIKATOR UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2024 Alisya Hidayati; Edyanus Herman Halim; Kamaliah Kamaliah
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.573

Abstract

The pressure to enhance firm value (PBV) creates a dilemma for Indonesian manufacturing firms following OJK Regulation No. 51/2017, which mandates Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosures, often viewed as cost centers. Furthermore, traditional financial metrics are deemed inaccurate, necessitating an Economic Value Added (EVA) approach. Addressing the existing research gap, this quantitative study aims to examine the effects of ESG disclosure and EVA on Firm Value, with Firm Size as a moderating variable. Using purposive sampling, 23 manufacturing companies listed on the IDX for the 2021–2024 period were selected (92 observations). Secondary data from the IDX and Refinitiv LSEG were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) based on a Fixed Effect Model with robust standard errors. The results indicate a good model fit (Prob > F = 0.0078; ( ) = 4.10%). Partially, ESG disclosure has no effect on Firm Value, whereas EVA shows a significant positive effect. Furthermore, Firm Size fails to moderate the ESG-firm value relationship but significantly attenuates the positive impact of EVA on Firm Value. This implies that investors hold higher return expectations for larger-scale corporations. Management is advised to optimize capital costs and improve ESG disclosure quality. Tuntutan peningkatan nilai perusahaan (PBV) memicu dilema bagi sektor manufaktur di Indonesia setelah regulasi POJK No. 51/2017 mewajibkan pengungkapan Environmental, Social, Governance (ESG), yang sering kali dianggap sebagai cost center. Di sisi lain, metrik keuangan tradisional dinilai kurang akurat sehingga diperlukan pendekatan Economic Value Added (EVA). Mengatasi research gap yang ada, penelitian kuantitatif ini bertujuan menguji pengaruh pengungkapan ESG dan EVA terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan (Firm Size) sebagai variabel moderasi. Melalui metode purposive sampling, diperoleh 23 perusahaan manufaktur di BEI periode 2021–2024 (92 observasi). Data sekunder diperoleh dari BEI dan Refinitiv LSEG, lalu dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) berbasis Fixed Effect Model dengan robust standard error. Hasil penelitian menunjukkan model fit (Prob > F = 0,0078; ( ) = 4,10%). Secara parsial, pengungkapan ESG tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, sedangkan EVA berpengaruh positif dan signifikan. Lebih lanjut, Ukuran Perusahaan tidak mampu memoderasi hubungan ESG terhadap nilai perusahaan, namun terbukti memoderasi dan melemahkan pengaruh positif EVA terhadap Nilai Perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor menetapkan standar ekspektasi keuntungan yang lebih tinggi pada korporasi skala besar. Manajemen disarankan beralih fokus pada efisiensi biaya modal dan kualitas pengungkapan ESG.
PENGARUH PROFITABILITAS, UMUR PERUSAHAAN DAN PROCEEDS TERHADAP UNDERPRICING SAHAM IPO DENGAN PEMODERASI REPUTASI UNDERWRITER PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN DI INDONESIA PERIODE 2020–2024 Zatyra Annisa; Kamaliah Kamaliah; Edyanus Herman Halim
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.574

Abstract

This study aims to examine the effect of profitability (Return on Equity/ROE), firm age, and proceeds on IPO underpricing, with underwriter reputation as a moderating variable. This research uses a quantitative approach with secondary data from non-financial companies conducting Initial Public Offerings on the Indonesia Stock Exchange during 2020–2024. Data were analyzed using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that ROE and firm age do not have a significant effect on underpricing, indicating that investors do not primarily rely on financial performance or company experience in IPO decisions. In contrast, proceeds have a significant negative effect on underpricing, meaning that larger offering sizes reduce the level of underpricing. Furthermore, underwriter reputation moderates the relationship between ROE and proceeds on underpricing, but does not moderate firm age. These findings indicate that underpricing is more influenced by offering size and underwriter credibility than by internal firm characteristics. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas (Return on Equity/ROE), umur perusahaan, dan proceeds terhadap underpricing saham IPO dengan reputasi underwriter sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder perusahaan nonkeuangan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE dan umur perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing, yang mengindikasikan bahwa investor tidak menjadikan kinerja keuangan dan pengalaman perusahaan sebagai faktor utama. Sebaliknya, proceeds berpengaruh signifikan negatif terhadap underpricing, yang berarti semakin besar dana yang dihimpun, maka semakin rendah tingkat underpricing. Reputasi underwriter mampu memoderasi hubungan ROE dan proceeds terhadap underpricing, namun tidak pada umur perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa underpricing lebih dipengaruhi oleh ukuran penawaran dan kredibilitas underwriter dibandingkan dengan karakteristik internal perusahaan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI KOPERTIS WILAYAH X Rahmi Rahmi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.575

Abstract

The purpose of this study is to assess the effectiveness of the implementation of the Government Internal Control System (SPIP) at Kopertis Region X. This study is descriptive in nature and employs a qualitative approach. To assess the effectiveness of the implementation of the government internal control system, it is necessary to test the implementation of the SPIP elements, which consist of the control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. The results of the testing of the SPIP elements were compared and analyzed against the achievement of SPIP objectives, namely the reliability of financial reporting, compliance with applicable and relevant regulations, and operational effectiveness, thereby yielding conclusions regarding the effectiveness of SPIP implementation at Kopertis Region X. Based on the analysis of the implementation of the government internal control system at Kopertis Region X, which is at an inadequate level and inconsistent with Government Regulation No. 60 of 2008, the objectives of SPIP—namely the reliability of financial reporting, compliance with applicable regulations, and operational effectiveness—have not yet been fully realized as intended. Thus, it can be concluded that the implementation of the Government Internal Control System (SPIP) at Kopertis Region X has not been carried out effectively. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Kopertis Wilayah X. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk menilai efektivitas pelaksanaan sistem pengendalian intern pemerintah, perlu dilakukan pengujian terhadap penerapan unsur-unsur SPIP yang terdiri atas lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Hasil pengujian terhadap unsur-unsur SPIP tersebut kemudian dibandingkan dan dianalisis berdasarkan pencapaian tujuan SPIP, yaitu keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan relevan, serta efektivitas operasional. Dengan demikian, dapat diperoleh kesimpulan mengenai efektivitas pelaksanaan SPIP pada Kopertis Wilayah X. Berdasarkan hasil analisis terhadap pelaksanaan sistem pengendalian intern pemerintah pada Kopertis Wilayah X yang masih berada pada tingkat kurang memadai dan belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, tujuan SPIP, yaitu keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, dan efektivitas operasional, belum sepenuhnya tercapai sebagaimana yang diharapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Kopertis Wilayah X belum dilaksanakan secara efektif.
ANALISIS PENANAMAN KARAKTER MELALUI NILAI PANCASILA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS III SD NEGERI 010 BATHIN SOLAPAN Shofyatun Mulia; Mardia Hayati
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.581

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers in instilling Pancasila character values through Pancasila Education learning among third-grade students at SD Negeri 010 Bathin Solapan, Bengkalis Regency. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation and interviews. The results show that teachers have three main roles: serving as role models, motivators, and developers of students’ personalities. As role models, teachers demonstrate behaviors reflecting religious values, politeness, discipline, responsibility, and humanity. As motivators, teachers provide encouragement, appreciation, and support to enhance students’ self-confidence and enthusiasm for learning. As developers of students’ personalities, teachers help cultivate honesty, independence, responsibility, self-confidence, and respect for others. Character formation is implemented through learning activities, exemplary behavior, habituation, and collaborative activities. Supporting factors include teacher role modeling, positive school habituation, and parental support, while inhibiting factors include environmental influences, media, peer relationships, and limited synergy between schools and families. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter Pancasila melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila pada peserta didik kelas III SD Negeri 010 Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai teladan, motivator, dan pengembang kepribadian peserta didik. Sebagai teladan, guru memberikan contoh perilaku yang mencerminkan nilai religius, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemanusiaan. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, apresiasi, dan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri serta semangat belajar peserta didik. Sebagai pengembang kepribadian, guru membantu membentuk sikap jujur, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, dan menghargai orang lain. Penanaman karakter dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, dan kegiatan kolaboratif. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru, pembiasaan positif, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya berupa pengaruh lingkungan, media, pergaulan, dan kurangnya sinergi sekolah dengan keluarga.
PENGARUH EFISIENSI BIAYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANDAN BUAH SEGAR (TBS) PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. TH INDO PLANTATIONS PERIODE 2023-2025 Zulkarnain Zulkarnain; Ranti Melasari; Rosliana Rosliana; Ira Gustina
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.604

Abstract

This study aims to determine and analyze the effect of cost efficiency on the productivity of Fresh Fruit Bunches (FFB) at PT. TH Indo Plantations Kebun Cendana during the 2023–2025 period. The research employed a quantitative method using secondary data consisting of monthly FFB production and operational cost records. The sample was selected through purposive sampling based on the availability of complete and well-documented data. Data analysis was conducted using simple linear regression with the assistance of SPSS version 22. The results indicate that cost efficiency has a significant effect on FFB productivity, as evidenced by a significance value of 0.000, which is lower than 0.05. The regression equation shows a negative relationship between cost efficiency and FFB productivity. Furthermore, the coefficient of determination (R²) of 0.713 indicates that cost efficiency explains 71.3% of the variation in FFB productivity, while the remaining 28.7% is influenced by other factors outside the scope of this study. Therefore, cost efficiency plays an important role in supporting the improvement of FFB productivity at PT. TH Indo Plantations Kebun Cendana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh efisiensi biaya terhadap produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) pada PT. TH Indo Plantations Kebun Cendana periode 2023–2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa data bulanan produksi TBS dan biaya operasional selama periode penelitian. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan ketersediaan data yang lengkap dan terdokumentasi dengan baik. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi biaya berpengaruh signifikan terhadap produktivitas TBS dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Persamaan regresi yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan negatif antara efisiensi biaya dan produktivitas TBS. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,713 menunjukkan bahwa efisiensi biaya mampu menjelaskan variasi produktivitas TBS sebesar 71,3%, sedangkan sisanya sebesar 28,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, efisiensi biaya merupakan faktor yang berperan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas TBS pada PT. TH Indo Plantations Kebun Cendana.
PENGUATAN TATA KELOLA KELEMBAGAAN DATA SPASIAL DAERAH: STRATEGI OPTIMALISASI PEMANFAATAN PLATFORM INHIL SATU PETA (INSAP) DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rio Aditya Yulizen
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.606

Abstract

Indragiri Hilir Regency already has its map. A WebGIS platform called Inhil Satu Peta (INSAP) has been developed, complete with a mobile application accessible from the palm of one's hand. Yet a good map does not automatically mean trustworthy data. That is the core problem this paper seeks to address. Spatial data produced by various Regional Government Organizations (OPD) in Inhil is inconsistent, not regularly updated, and not yet reliable enough to serve as a basis for development decision-making. The author argues that the cause is not inadequate technology, but the absence of clear rules: who is responsible for which data, who updates it and when, and who has the authority to coordinate across OPDs. Without that clarity, no matter how sophisticated the platform, it will remain empty or filled with untrustworthy data. The issuance of Joint Circular Letter Number 2 of 2026 by the Geospatial Information Agency, the Ministry of National Development Planning/Bappenas, and the Ministry of Home Affairs opens up a concrete opportunity: Bapperida has been officially designated as the Regional Geospatial Data Coordinator, with a compliance deadline of January 2027. If seized properly, this opportunity could become a turning point for spatial data governance in Inhil. Using the Urgency-Seriousness-Growth (USG) scoring method to determine priority problems and Bardach's (2012) policy evaluation criteria to test three alternative solutions, this paper recommends one simple but decisive step: issuing a Regent's Decision on the Regional Spatial Data Coordination Team, accompanied by a Regent's Regulation on Spatial Data Standards and Governance. This step proves to be the most feasible technically, fiscally, politically, and administratively, as it can begin with existing capacity without waiting for a lengthy bureaucratic restructuring. Keywords: spatial data governance; One Data Indonesia; INSAP; regional institutions; Indragiri Hilir. Kabupaten Indragiri Hilir sudah punya petanya. Platform WebGIS bernama Inhil Satu Peta (INSAP) telah dikembangkan, lengkap dengan aplikasi mobile yang bisa diakses dari genggaman tangan. Namun peta yang bagus tidak otomatis berarti data yang bisa dipercaya. Itulah inti persoalan yang coba dijawab tulisan ini. Data spasial yang diproduksi berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Inhil tidak seragam, tidak diperbarui secara teratur, dan belum cukup andal untuk dijadikan pijakan pengambilan keputusan pembangunan. Penulis berargumen bahwa penyebabnya bukan teknologi yang kurang canggih, melainkan ketiadaan aturan yang jelas: siapa bertanggung jawab atas data apa, siapa memutakhirkan kapan, dan siapa berwenang mengomandoi koordinasi lintas OPD. Tanpa kejelasan itu, platform secanggih apa pun akan tetap kosong atau terisi data yang tidak bisa dipercaya. Terbitnya Surat Edaran Bersama Badan Informasi Geospasial, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2026 membuka peluang yang konkret: Bapperida resmi ditunjuk sebagai Pembina Data Geospasial Daerah, dengan tenggat penyesuaian Januari 2027. Peluang ini, apabila dimanfaatkan dengan tepat, bisa menjadi titik balik bagi tata kelola data spasial di Inhil. Dengan menggunakan metode skoring Urgency-Seriousness-Growth (USG) untuk menetapkan masalah prioritas dan kriteria evaluasi kebijakan Bardach (2012) untuk menguji tiga alternatif solusi, tulisan ini merekomendasikan satu langkah yang sederhana namun menentukan: menetapkan Keputusan Bupati tentang Tim Koordinasi Data Spasial Daerah, disertai Peraturan Bupati tentang Standar dan Tata Kelola Data Spasial. Langkah ini terbukti paling layak secara teknis, fiskal, politik, dan administratif karena bisa dimulai dengan kapasitas yang sudah ada tanpa perlu menunggu restrukturisasi birokrasi yang memakan waktu panjang. Kata kunci: tata kelola data spasial; Satu Data Indonesia; INSAP; kelembagaan daerah; Indragiri Hilir.
KEBIJAKAN OPTIMALISASI CSR/TJSLBU MELALUI SKEMA ONE COMPANY ONE ROAD SEGMENT (OCORS) UNTUK PENINGKATAN KEMANTAPAN JALAN DAERAH DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rika Juwita
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.608

Abstract

Kinerja pemerintah daerah merupakan indikator kunci dalam menilai kualitas pelayanan publik dan implementasi prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru berdasarkan persepsi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data survei persepsi masyarakat yang dianalisis melalui tabulasi dan interpretasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kinerja pelayanan publik, kinerja instansi pelayanan, tata kelola layanan, dan kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru secara umum didominasi oleh penilaian positif. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian serius, terutama kinerja pemerintah pada sektor ekonomi dan infrastruktur. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Kota Pekanbaru tidak hanya mempertahankan capaian positif pada sektor pelayanan publik dasar, tetapi juga memperkuat tata kelola kebijakan ekonomi dan infrastruktur serta meningkatkan komunikasi publik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh masyarakat. Kinerja pemerintah daerah merupakan indikator kunci dalam menilai kualitas pelayanan publik dan implementasi prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru berdasarkan persepsi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data survei persepsi masyarakat yang dianalisis melalui tabulasi dan interpretasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kinerja pelayanan publik, kinerja instansi pelayanan, tata kelola layanan, dan kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru secara umum didominasi oleh penilaian positif. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian serius, terutama kinerja pemerintah pada sektor ekonomi dan infrastruktur. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Kota Pekanbaru tidak hanya mempertahankan capaian positif pada sektor pelayanan publik dasar, tetapi juga memperkuat tata kelola kebijakan ekonomi dan infrastruktur serta meningkatkan komunikasi publik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh masyarakat.
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA UMKM EXPRESSIVE COFFEE DI KOTA TEMBILAHAN R. Hendi Prastia Putra; Ranti Melasari; Rosliana Rosliana
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.612

Abstract

This study aims to analyze the application of standard cost accounting as a tool for controlling production costs at Expressive Coffee, a micro, small, and medium enterprise (MSME) in Tembilahan City. The research employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through direct interviews and observations with the owner of Expressive Coffee. The analysis covers three components of production costs: raw material costs, direct labor costs, and factory overhead costs for the period January to December 2024. The results show that the standard cost per cup amounts to Rp 6,370, consisting of raw material cost of Rp 5,366, direct labor cost of Rp 648, and factory overhead cost of Rp 356, with a gross profit margin of 68.2% from the selling price of Rp 20,000 per cup. Variance analysis indicates that almost all months show favorable variances in all three cost components. However, unfavorable variances occurred in April due to a sharp increase in shipping costs prior to Eid al-Fitr and high production volume, as well as in December for overhead costs due to equipment maintenance expenses. This research concludes that the application of standard cost accounting is effective as a production cost control tool and can provide useful information for management decision-making at Expressive Coffee. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi pada UMKM Expressive Coffee di Kota Tembilahan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung dengan pemilik Expressive Coffee. Analisis mencakup tiga komponen biaya produksi yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik untuk periode Januari hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya standar per cup adalah sebesar Rp 6.370, yang terdiri dari biaya bahan baku Rp 5.366, biaya tenaga kerja langsung Rp 648, dan biaya overhead pabrik Rp 356, dengan laba kotor standar sebesar 68,2% dari harga jual Rp 20.000 per cup. Analisis varians menunjukkan bahwa hampir seluruh bulan mencatat selisih yang menguntungkan (favorable) pada ketiga komponen biaya tersebut. Namun terdapat selisih tidak menguntungkan (unfavorable) pada bulan April akibat kenaikan ongkos kirim menjelang Hari Raya Idul Fitri dan tingginya volume produksi, serta pada bulan Desember untuk biaya overhead akibat biaya pemeliharaan mesin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan akuntansi biaya standar efektif sebagai alat pengendalian biaya produksi dan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan manajemen di Expressive Coffee.

Filter by Year

2016 2026