cover
Contact Name
Afidhatul Masruroh
Contact Email
jrp@unisma.ac.id
Phone
+6281216108530
Journal Mail Official
afidhatul.m@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
ISSN : 27237451     EISSN : 27237443     DOI : 10.33474
Core Subject : Science, Social,
REKASATWA Jurnal Ilmiah Peternakan adalah jurnal ilmiah bidang peternakan yang diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Jurnal ini sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian terapan dan hasil pemikiran konseptual dalam ilmu dan pengetahuan peternakan. Fokus dan bidang dalam jurnal ini adalah 1) aspek Bioreproduksi, 2)Bioteknologi Pakan, 3) Produksi Ternak, 4) Nutrisi Pakan, 5) Kesehatan Ternak, 6) Teknologi Hasil Ternak dan 7) Sosial Ekonomi Ternak. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil pemikirian konseptual dan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan dunia peternakan.
Articles 97 Documents
POTENSI DAN PERMASALAHAN SEKTOR PERTANIAN DAN PETERNAKAN DI KECAMATAN GOLEWA BARAT Christianus Ngiso Bhae; Jean Nihana Manalu; Wihelmina Loda
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 3, No 2 (2021): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v3i2.13956

Abstract

 Kecamatan Golewa Barat yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 18.327 Jiwa dengan luas wilayah 94.21 Km2merupakan daerah yang masih berstatus daerah berkembang (BPS Kabupaten Ngada 2018). Status daerah berkembang yang dimiliki oleh daerah ini didukung dengan tingkat rataan nilai Indeks Pembangunan Desa (IPD) dari setiap desa yang hanya mencapai 50% sehingga masih terdapat status daerah tidak mandiri dan tertinggal (BAPPENAS 2014 dalam Kemendesa 2017).  Potensi beberapa sektor yang dimiliki oleh  Kecamatan Golewa Barat dapat menambah perekonomian lokal. Perekonomian lokal terdiri dari dua sektor, yaitu basis dan non-basis.Sektor basis yaitu kegiatan perekonomian dapat memasarkan barang dan jasa ke luar batas daerah perekonomian, sedangkan sektor non-basis hanya dapat menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat di wilayah daerah tersebut.Kemajuan sektor basis pada suatu daerah dapat menunjang perkembangan suatu daerah (Glasson 1977 dalam Hartarto 2016).Dukungan pemerintah daerah, sektor wisata dan aspirasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang sangat dibutuhkan dalam menciptakan pembangunan daerah yang mensejahterakan masyarakat (Kusdiana et al. 2007; Monica et al. 2017). 
PEMANFAATAN DAUN KATUK (Sauropus androgynus) TERHADAP KUALITAS TELUR KONSUMSI DI CV. ZAFA ANUGRAH MANDIRI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Hendra Rizki Hand; Julinda Romauli Manullang; Taufan Purwokusumaning Daru
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 3, No 2 (2021): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v3i2.13623

Abstract

Ayam petelur dibudidayakan khusus untuk menghasilkkan telur secara komersial. Seiring bertambahnya usia ayam kualitas telur yang dihasilkan mengalami penurunan. Telur merupakan bahan pangan hasil hewani yang mudah rusak dan mudah menurun kualitasnya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas telur adalah dengan menambahkan Feed additive dalam pakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk terhadap kualitas eksterior dan kualitas interior pada telur ayam konsumsi. Penelitian dilaksanakan di peternakan ayam petelur CV. Zafa Anugrah Mandiri dan Laboratoriun Nutrisi Ternak pada bulan November sampai Desember 2020. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Faktor tunggal dalam penelitian ini adalah konsentrasi tepung daun katuk dalam pakan. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata tekecil (BNT) pada taraf 5 %. Penelitian ini menunjukan hasil yang berbeda tidak nyata pada bobot telur, indeks telur, berat jenis telur, indeks kuning telur, indeks putih telur dan Haugh Unit akan tetapi berpengaruh nyata pada tebal kerabang dan pH telur. Nilai bobot telur yang dihasilkan memiliki rataan 62,36 – 63,85, nilai indeks telur memiliki rataan 74,21- 77,76, nilai berat jenis yang dihasilkan yaitu 1,09 – 1,15, indeks kuning telur meiliki nilai rataan 0,43 – 0,45, nilai indeks putih telur memiliki rata – rata 0,12 – 0,13 dan nilai Haugh Unit 92,90 – 95,59, adapun untuk nilai kerabang telur 0,38 – 0,44, untuk nilai pH dalam penelitian ini adalah 6,60 – 6,85. Dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan tepung daun katuk dalam pakan memberikan pengaruh terhadap penambahan ketebalan kerabang dan nilai pH telur.  
FENOTIPE BOBOT BADAN DAN UKURAN TUBUH ENTOG (Cairina moschata) DIDASARKAN PADA JENIS KELAMIN YANG BERBEDA Rina Yulianda Ningsih; Hening Pratidina; Jenni Cahyaning Putri; Ardyah Ramadhina Irsanti Putri
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 4, No 1 (2022): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i1.15690

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ukuran tubuh ternak entog yang didasarkan pada jenis kelamin yang berbeda di Desa Srengat Kabupaten Blitar. Materi yang digunakan pada penelitian yaitu 20 ekor ternak entog jantan dan betina. Metode yang digunakan yaitu metode deksriptif  dan uji T tidak berpasangan dalam menganalisis variabel. Variabel yang diamati yaitu bobot badan, panjang shank dan panjang paruh. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenotipe bobot badan, ukuran panjang shank serta panjang paruh pada entog jantan berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan entog betina. Entog jantan memiliki bobot badan, panjang shank dan panjang paruh yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan entog betina. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bobot badan entog betina sangat nyata lebih rendah 1,98%-3,52% dibanding entog jantan. Pada pengukuran panjang shank entog betina sangat nyata lebih rendah 5,55% -7,38% dibanding dengan entog jantan. Begitu pula pada pengukuran panjang paruh entog betina sangat nyata lebih rendah 4,95-6,52% dibanding dengan entog jantan 
PERBANDINGAN SIFAT KUANTITATIF DAN KUALITATIF AYAM KAMPUNG BETINA DI MALANG DAN DI KLATEN Arif Adi Nugroho; Erni Cahya Utami; Ardyah Rahmadhina Irsani Putri
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 4, No 1 (2022): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i1.15691

Abstract

Penelitian ini memfokuskan identitas sifat kuantitatif dan kualitatif pada ayam kampung di Kabupaten Malang dan Kabupaten Klaten. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data dari peternak ayam kampung dengan sampel 5 ekor di setiap daerah. Sifat kualitatif yang diamati meliputi warna bulu, bentuk jengger, dan warna shank. Sifat kuantitatif yang diamati berupa bobot badan, panjang shank, dan panjang sayap. Dari hasil pengamatan sifat kualitatif dan kuantitatif antara ayam kampung di daerah Klaten dan Malang memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Hal tersebut karena variasi genetik dan faktor lingkungan dari masing-masing daerah. Ayam kampung dari Klaten dan Malang memiliki rentang berat badan antara 1,7 kg hingga 2 kg. Panjang shank ayam kampung dari daerah Klaten dan Malang memiliki rentang panjang shank yang sama yaitu 7 cm hingga 10 cm. Panjang sayap ayam kampung di Klaten dan Malang memiliki rentang panjang sayap dari 8 cm hingga 13 cm. Warna Shanks ayam kampung di daerah Klaten dan Malang rata - rata memiliki warna kuning, jenis jengger di antara kedua daerah tersebut adalah jenis Rose, Bulu ayam kampung antara di Klaten dan Malang mayoritas berwarna hitam, coklat polos, coklat bergaris hitam. Variasi sifat kuantitatif dan kualitatif ayam kampung ditemukan antar daerah di Indonesia khusunya di Malang Jawa Timur dan Klaten Jawa Tengah. Variasi tersebut menjadi ciri khas sifat ayam kampung pada daerahnya. 
PERBANDINGAN SIFAT KUALITATIF AYAM ARAB GOLD DAN SILVER DI DESA PURWODADI, RINGINREJO, KEDIRI Ardyah Ramadhina Irsani Putri; Ahmad Shodiq; Restu Aditya Pratama; Sirojul Munir
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 4, No 1 (2022): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i1.15703

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat kualitatif pada ayam arab gold dan silver di Desa Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel 20 ekor ayam arab betina gold dan 20 ekor ayam arab betina silver dari 5 peternak. Sifat kualitatif yang diteliti adalah warna bulu leher, warna paruh, warna shank, warna kulit, dan bentuk jengger. Hasil penelitian menunjukkan terdapat persamaan dan perbedaan antara ayam arab gold dan silver. Persamaan dan perbedaan ini didasari oleh perbedaan genetik dari masing-masing jenis ayam. Persamaan ayam arab gold dan silver terdapat pada warna kulit, warna shank, bentuk jengger dan warna paruh, sedangkan perbedaan terdapat pada warna bulu leher. Secara fenotip ayam arab gold bulu berwarna coklat, kulit berwarna puith, paruh dan shank berwarna hitam, bentuk jengger tunggal (90%) dan pea (10%). Sedangkan ayam arab silver memiliki bulu dan kulit berwarna putih, paruh dan shank berwarna hitam, bentuk jengger tunggal (70%) dan pea (30%).  
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT DAN PERSENTASE KARKAS BROILER Rasbawati Rasbawati; Almahdali Almahdali; Munir Munir
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 4, No 1 (2022): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i1.15749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun papaya dalam air minum terhadap berat dan persentase karkas broiler. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan ekstrak daun papaya dalam air minum masing-masing P0 (sebagai kontrol), P1 (30 ml/liter air), P2 (50 ml/liter air), P3 (70 ml/liter air). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit terdiri dari 5 ekor broiler sehingga total pengamatan sebanyak 60 ekor broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ekstrak daun papaya dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat karkas broiler. Berat karkas tertinggi dari semua perlakuan ditunjukkan perlakuan  P3 (penambahan ekstrak daun papaya 70 ml/liter air) yaitu sebesar 1450,53 gr. Perlakuan pemberian ekstrak daun papaya dalam air minum berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap persentasi karkas ayam broiler. Persentase karkas tertinggi dari semua perlakuan ditunjukkan perlakuan  P3 (penambahan ekstrak daun papaya 70 ml/liter air) yaitu sebesar  76,71%. Perlakuan terbaik pada penelitian ditunjukkan perlakuan ditunjukkan perlakuan P3 (70 ml ekstrak daun papaya / liter air).
IDENTIFIKASI SIFAT KUANTITATIF DAN KUALITATIF KAMBING BOERKA DI UPT. AGRI SCIENCE TECHNOPARK UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN Nur Khasanah; Wardoyo Wardoyo; Ratna Kumala Dewi
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 4, No 1 (2022): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i1.14341

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kuantitatif dan kualitatif Kambing Boerka di UPT.Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan. Materi yang digunakan adalah Kambing Boerka Betina F1 sebanyak 4 ekor, dan Kambing Boerka Jantan F1 sebanyak 11 ekor, berumur 3-6 bulan. Data kuantitatif meliputi panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada, dan bobot badan pada Kambing Boerka yang dianalisa dengan menghitung nilai rata-rata dan standart deviasi pada setiap sifat yang diamati. Data kualitatif dianalisis dengan metode pengamatan ciri-ciri tubuh ternak seperti bentuk kepala, bentuk hidung, bentuk telinga, warna bulu dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian pada sifat kuantitatif berupa bobot badan, lingkar dada, panjang badan, dan tinggi pundak pada Kambing Boerka jantan memiliki nilai lebih tinggi dibanding Kambing Boerka betina. Pada sifat kualitatif yakni memiliki ciri-ciri bertanduk sebesar 86,7%, telinga menjuntai kebawah sebesar 93,3%, garis muka datar sebesar 53,3%, warna bulu tubuh depan, tengah, dan belakang berwarna putih polos sebesar 100%. 
KEANDALAN (RELIABILITY) DAN DAYA TANGGAP (RESPONSIVENESS) PADA KINERJA PELAYANAN DI SHOWROOM MBC Ahmad Kamal; Rusni Fitri Y Rusman; Sitti Sohrah
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 4, No 1 (2022): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i1.14602

Abstract

Showroom Maiwa Breeding Center merupakan suatu perusahaan yang menyediakan pelayanan pemesanan jasa atau produk peternakan secara offline maupun secara online, melayani dan menyampaikan informasi ke pelanggan mengenai produk – produk peternakan yang ada di showroom MBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keandalan (reliability) dan daya tanggap (responsiveness) kinerja pelayanan showroom pada konsumen offline dan online Maiwa Breeding Center (MBC). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2021 sampai dengan Mei 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah konsumen showroom yang diperoleh pada bulan November sampai Desember dengan jumlah populasi 115 konsumen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling dan terdapat 45 konsumen yang di jadikan sampel. Pengumpulan data di lakukan melalui obeservasi, wawancara dengan bantuan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu Importance Performance Analisys (IPA). Hasil penelitian mengenai kinerja pelayanan showroom pada konsumen offline dan online maiwa breeding center (MBC) bahwa pada pelayanan offline dan pelayanan online berada pada kategori baik atau terdapat pada kuadran B (Pertahankan).
EVALUASI KINERJA REPRODUKSI KAMBING JAWARANDU BETINA KELAHIRAN KEMBAR DI KELURAHAN LEMPAKE KECAMATAN SAMARINDA UTARA Hazizah, Nur; Rahmatullah, Surya Nur; Ibrahim, Ibrahim
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 4 No. 2 (2022): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i2.15803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas kambing Jawarandu Betina berdasarkan lama siklus birahi, angka kawin per kebuntingan (S/C), dan jarak waktu dari saat induk beranak hingga saat beranak berikutnya (kidding interval). Penelitian ini dilaksanakan di peternakan kambing yang ada di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu merupakan teknik pengambilan sampel dengan kriteria tertentu dan ditetapkan secara sengaja. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif lalu diambil kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah siklus birahi 22 hari, nilai S/C normal yaitu 2 kali dengan Kidding Interval 208 hari, dan litter size sebesar 2. Kinerja reproduksi kambing Jawarandu betina yang lahir kembar cukup baik yang dapat diartikan bahwa potensi reproduksi dapat dicapai secara maksimal.
KANDUNGAN MINERAL SAPI BALI BUNTING DAN TIDAK BUNTING DI WILAYAH PESISIR DESA SANTAN ILIR KECAMATAN MARANGKAYU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Sukarno, Rachmad; Indana, Khoiru; Manullang, Julinda Romauli
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 4 No. 2 (2022): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i2.15988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kandungan mineral kalsium, magnesium, natrium, tembaga, dan zinc pada serum darah sapi Bali yang dipelihara di wilayah pesisir Desa Santan Ilir Kecamatan Marangkayu. Sampel berupa serum darah dari 3 ekor sapi bunting, 3 ekor sapi tidak bunting dan 3 ekor sapi dara yang dipelihara secara ekstensif. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kandungan mineral Ca sapi bunting (12,30 mg/L), sapi tidak bunting (11,51 mg/L), dan sapi dara (11,61 mg/L). Rata-rata kandungan Mg sapi bunting (13,73 mg/L), sapi tidak bunting (11,65 mg/L), dan sapi dara (10,65 mg/L). Rata-rata kandungan Na pada sapi bunting (96,08 mg/L), sapi tidak bunting (111 mg/L), dan sapi dara (98,07 mg/L). Rata-rata kandungan Cu sapi bunting (25,15 mg/L), sapi tidak bunting (13,02 mg/L), dan sapi  dara (6,10 mg/L). Rata-rata kandungan Zn sapi bunting (29,65 mg/L), sapi tidak bunting (27,72 mg/L), dan sapi dara (32,72 mg/L). dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mineral Ca, Mg, Na, Cu, dan Zn pada sapi bunting, tidak bunting, dan dara yang dipelihara di wilayah pesisir memiliki hasil yang berbeda, berada pada taraf normal, dibawah normal, dan diatas normal dari standar kebutuhan mineral meter.

Page 6 of 10 | Total Record : 97