cover
Contact Name
Dina Elisabeth Latumahina
Contact Email
dina.latumahina@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dina.latumahina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No. 5, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Indonesia, 65301
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Missio Ecclesiae
ISSN : 20865368     EISSN : 27218198     DOI : -
Missio Ecclesiae adalah jurnal open access yang menerbitkan artikel tentang praktek, teori, dan penelitian dalam bidang teologi, misiologi, konseling pastoral, kepemimpinan Kristen, pendidikan Kristen, dan filsafat agama melalui metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kriteria publikasi jurnal ini didasarkan pada standar etika yang tinggi dan kekakuan metodologi dan kesimpulan yang dilaporkan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2024): April" : 6 Documents clear
Yesus sebagai Potret Ideal Gembala Masa Kini: Suatu Studi Biblis-Teologis atas Teks Yohanes 10:11 Blegur, Romelus; Kasipka, Enos; Kotte, Yohanis
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.224

Abstract

Gembala merupakan figur utama dalam organisasi gereja, sebab seluk beluk kemajuan maupun kemunduran gereja secara organisatoris ditentukan oleh peran dan fungsi gembala sebagai pemimpinnya. Karena itu status sebagai gembala menuntut pertanggungjawaban yang besar pula. Hal itu jugalah yang dipraktekkan oleh Yesus ketika Ia hadir di dunia dan berhadapan dengan kondisi domba-domba gembalaan-Nya. Yesus menunjukkan peran yang sempurna tentang apa dan bagaimana menjadi gembala, karena itu gembala masa kini harus bercermin pada-Nya. Terkait itu, maka tujuan penelitian ini adalah menemukan figur Yesus sebagai potret ideal gembala yang tampak tidak umum dalam praktek penggembalaan masa kini. Hal tersebut penting bagi gembala masa kini untuk memahami dan mendalami peran dan fungsinya dengan baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan adalan metode hermeneutik atau penafsiran Alkitab guna menemukan makna teks yang diteliti sehubungan dengan pokok penelitian. Teks yang diteiti adalah Yohanes 10:11. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa gembala yang ideal adalah, Berlandas Pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Dasar Penggembalaan, rela berkorban, Setia dan Taat Terhadap Panggilan, tidak mencari kepentingan sendiri. Prinsip inilah yang dijalankan secara radikal oleh Yesus dan menjadi potret ideal bagi praksis gembala masa kini.
Tinjauan Teologis Terhadap Doktrin Soteriologi Hyper Grace Saragih, Febri Ando Pratama
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.225

Abstract

Konsep keselamatan (Soteriologi) dalam teologi Kristen merupakan suatu pengajaran yang krusial. Berdasarkan kajian hermeneutika, ada beberapa teori atau konsep yang berkaitan dengan Soteriologi yang ikut memberi warna dalam kajian teologi tentang doktrin keselamatan. Salah satunya adalah Hyper Grace, yang menempatkan posisi kasih karunia di posisi yang sangat tinggi, tetapi mengabaikan tanggung jawab orang percaya yang sudah diselamatkan. Tulisan ini akan mengkaji dan meninjau asumsi-asumsi dasar kelompok Hyper Grace tentang doktrin keselamatan, sehingga dapat menyajikan konsep keselamatan yang benar menurut pandangan Alkitab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ajaran Hyper Grace ini memberikan pemahaman-pemahaman yang keliru, tidak alkitabiah, dan berakhir pada penyesatan terhadap analisanya kepada doktrin keselamatan, khususnya mengenai respon atau tanggung jawab manusia setelah diselamatkan. Hal ini disebabkan karena kajian hermeneutika kelompok Hyper Grace yang keliru dalam menafsirkan teks-teks kasih karunia dan keselamatan. Gereja dan orang percaya harus berhati-hati dengan konsep ini, supaya tidak jatuh ke dalam penyesatan mengenai doktrin keselamatan.
Sinergitas Penyataan Allah dan Respon Orang Percaya Beribadah: Kajian Biblis Roma 12:1 Jefferson, Charles Leonard; Talahatu, Samuel
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.243

Abstract

Ibadah merupakan suatu aktifitas religious yang mencerminkan intimasi seseorang dengan Allah yang disembahnya. Hal ini merupakan konsepsi umum dari pluralitas agama yang ada di dunia. Ibadah sering dipahami secara umum sebagai kegiatan agamawi setiap agama kepada Tuhan yang disembahnya. Dalam konteks ke-Kristenan sendiri ibadah juga dianggap sebagai kegiatan agamawi yang harus dilakukan oleh setiap umat Kristen baik secara komunal maupun secara personal. Akibatnya kegiatan ibadah Kristen terkesan hanyalah seremonial dan formalitas belaka. Melalui penelitian ini, peneliti ingin menemukan persepsi biblis (Alkitabiah) dengan memaparkan hakikat Ibadah dalam perspektif Roma 12:1 untuk menjelaskan sinergitas penyataan Allah dan respon manusia dalam konteks ibadahnya. Peneliti menggunakan metode Exegetis dengan pendekatan kualitatif, dengan menganalisis konteks dan teks Roma 12:1 agar memahami makna yang mendalam terkait penyataan Allah dan respon manusia beribadah.  Berdasarkan hasil exegetis, Peneliti menemukan konsep dasar Paulus mengenai Ibadah, yang di dalamnya memiliki sinergitas antara penyataan Allah dan respon manusia beribadah melalui 1) Ibadah merupakan inisiatif dan kehendak Allah; 2) Ibadah adalah Persembahan Diri Manusia Sebagai Respon kepada Allah. Jadi, penyataan Allah yang dimulai dari inisiatif dan kehendak Allah dan respon manusia sama-sama berperan penting untuk mewujudkan ibadah yang berkenan di hadapan Allah.
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Menghadapi Anak Nakal pada Usia 12-14 Tahun Jikwa, Jefri; Sirait, Junio Richson; Zalukhu, Rosneli; Sinaga, Rahman Rionaldo; Anggelica, Thonaria Liffani
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.244

Abstract

Guru Sekolah Minggu memiliki peran penting dalam membentuk generasi pada keluarga, gereja, dan negara. Anak Sekolah Minggu seringkali diabaikan oleh Gereja. Gereja banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan jemaat-jemaat yang sudah dewasa. Tujuan penelitian ini hendak menemukan peran guru Sekolah Minggu dalam menghadapi anak nakal pada usia 12-14 Tahun. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil temuan bahwa peran guru Sekolah Minggu adalah: Pertama, dalam praktek mengajar dan membina, guru Sekolah Minggu harus menciptakan suasana yang baru dengan memunculkan kreativitas dalam kegiatan Sekolah Minggu. Kedua, guru Sekolah Minggu harus lebih memahami setiap kepribadian anak yang berbeda-beda dan ada baiknya untuk mengadakan pembinaan atau konseling di luar kegiatan Sekolah Minggu jika mereka memiliki permasalahan. Ketiga, guru Sekolah Minggu harus mengajar dengan penuh kasih dan kesabaran serta tidak membeda-bedakan.
Kontribusi Psikologi Pendidikan Bagi Mentor dan Tutor di Pusat Pengembangan Anak “Dorkas” (PPA) Gereja Misi Injili Indonesia “Tesalonika” Batu Masihoru, Olivia
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.249

Abstract

Pengetahuan atau pemahaman mengenai psikologi pendidikan harus menjadi kebutuhan yang mendasar bagi para pendidik. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pengembangan Anak “Dorkas” Batu dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman para mentor dan tutor mengenai pengetahuan psikologi pendidikan serta problematika yang dialami dalam pelayanan di PPA “Dorkas” terkait dengan proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yakni melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi dengan para mentor dan tutor, serta pengurus PPA “Dorkas”. Analisa data menunjukkan bahwa sebagian besar mentor dan tutor belum pernah belajar psikologi pendidikan sehingga pemahaman mengenai psikologi pendidikan belum secara mendalam. Menurut para mentor dan tutor di PPA “Dorkas”, psikologi pendidikan penting untuk dipelajari dan bermanfaat dalam pelayanan anak di PPA “Dorkas” karena memperlengkapi para mentor dan tutor untuk lebih memahami anak-anak yang dilayani. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk para mentor dan tutor perlu mempelajari pengetahuan ini melalui buku-buku, internet juga mengikuti seminar pendidikan yang berkaitan dengan psikologi pendidikan.
Dari Petrus ke Guru Sekolah Minggu: Panggilan untuk Menggembalakan Anak Berdasarkan Yohanes 21:15-17 Pandu, Imanuel Yunus; Gea, Matilda Yurdita; Gea, Leniwan Darmawati
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.317

Abstract

Secara fungsional tugas penggembalaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pendeta, melainkan dapat diperankan oleh semua orang percaya, termasuk di dalamnya guru sekolah minggu. Peran guru sekolah minggu penting, sebab melalui mereka anak-anak memperoleh bimbingan untuk bertumbuh dalam iman. Sehubungan dengan itu, penelitian ini mengkaji tentang peran guru sekolah minggu sebagai gembala anak yang mengacu pada Yohanes 21:15-17. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran gembala bagi domba-domba sebagaimana yang tampak dalam undangan Yesus kepada Petrus dan korelasinya dengan pelayanan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis teks Alkitab dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "domba-domba" Yesus merujuk pada anak-anak yang harus dibimbing dalam iman. Guru Sekolah Minggu sebagai penerima amanat penggembalaan bertanggung jawab untuk merawat dan mengarahkan anak-anak kepada Tuhan dengan kasih dan pengajaran. Penggembalaan ini diterapkan dengan pendekatan yang meneladani Yesus sebagai Gembala Agung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru Sekolah Minggu sangat penting dalam membentuk pertumbuhan rohani anak-anak, yang melibatkan seluruh umat percaya dalam menjalankan amanat Yesus untuk menggembalakan umat-Nya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6