cover
Contact Name
Dina Elisabeth Latumahina
Contact Email
dina.latumahina@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dina.latumahina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No. 5, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Indonesia, 65301
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Missio Ecclesiae
ISSN : 20865368     EISSN : 27218198     DOI : -
Missio Ecclesiae adalah jurnal open access yang menerbitkan artikel tentang praktek, teori, dan penelitian dalam bidang teologi, misiologi, konseling pastoral, kepemimpinan Kristen, pendidikan Kristen, dan filsafat agama melalui metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kriteria publikasi jurnal ini didasarkan pada standar etika yang tinggi dan kekakuan metodologi dan kesimpulan yang dilaporkan.
Articles 147 Documents
Nilai Dan Otoritas Firman Tuhan Menurut Kitab Mazmur 19 Bagi Kehidupan Para Hamba Tuhan Maria Hanie E.
Missio Ecclesiae Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.191

Abstract

Taurat, yakni Firman Allah, merupakan landasan hidup umat Tuhan. Dualoh batu berisi ringkasan dari semua perintah dan ketetapan Tuhan yang diberikan kepada Musa, bagi umat Tuhan. Dua loh batu itu kemudian disimpan dalam tabut perjanjian, yang selalu diletakkan di ruang Maha Kudus, kemah pertemuan atau di Bait Allah. Disebut “kemah pertemuan” atau Bait Allah karena merupakan tempat di mana Allah ingin bersekutu dengan umat-Nya. Dalam sejarah bangsa Israel, ternyata mereka sering mendukakan hati Tuhan, dengan mengabaikan atau menyimpang dari Firman Tuhan, yang berdampak dalam kehidupan yang tidak berkenan kepada Tuhan, baik secara spiritual, moral, dan praktis. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bahwa Firman Allah memiliki nilai dan otoritas tinggi dalam hidup orang percaya. Dan metode penelitian yang penulis pakai adalah eksegetis terhadap teks Mazmur 19, dan untuk mendapat data konkrit tetang kehidupan orang percaya dalam kaitannya dengan Firman Tuhan, maka penulis menyebarkan angket, dengan sembilan pertanyaan terbuka dan satu pertanyaan tertutup
Kritik Yesus Terhadap Rabi (Guru) Yahudi Berdasarkan Analisis Eksegetis Atas Kecaman Yesus Terhadap Ahli-Ahli Taurat Dan Orang-Orang Farisi Dalam Matius 23: 1-12 Erikson SM
Missio Ecclesiae Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.192

Abstract

Yesus sering berselisih dengan para rabi orang Yahudi, Kaum Tuarat dan Farisi menentang Yesus karena Dia menyatakan ajaran dan tindakannya berbeda dari para rabi lainnya. Mengenai pendidikan dan pelatihan formal Yesus sebagai rabi untuk menjadi pengajaran di Bait Allah, adat atau tradisi dalam mengajar orang Yahudi bagi komunitas Yahudi pada waktu itu, juga menjadi persoalan. Oleh sebab itu topik ini sangat menarik untuk diteliti. Metode penelitian yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif kajian pustaka. Peneliti akan mencari referensi dan hasil penelitian relevan yang kemudian akan diolah untuk menjadi suatu jawaban mengenai permasalahan ini. Dengan penelitian ini ditemukan bahwa Yesus sebagai seorang rabi) menyampaikan kritiknya terhadap orang Farisi dan ahli Taurat (berdasarkan Matius 23:1-12), meliputi masalah: nilai/posisi ahli Taurat dan orang Farisi- sebagai rabi, integritas, dan otoritas Yesus sebagai Rabbi sejati, sehingga Yesus mengutuk Ahli Taurat dan Orang Farisi.
PERAN PERAN PASTORAL KONSELING YANG BERDAMPAK BAGI PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DEWASA MUDA Christo Calvaneoza; Yanto Hermanto
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i1.183

Abstract

Masa dewasa muda adalah masa penuh dengan masalah, ketegangan emosional, isolasi sosial, komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas. Dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dialami, kurangnya pemahaman jemaat dewasa muda akan pastoral konseling. Sehingga saat jemaat dewasa muda menghadapi masalah cenderung menyimpan masalahnya sendiri daripada datang ke pastoral konseling. Hal inilah yang mempengaruhi pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda. Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini yaitu metode pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik penulisan penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka. Teknik ini digunakan karena penelitian ini merupakan sebuah kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah yang berhubungan dengan peran konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda. Peran pastoral konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda sangat penting dan berharga bagi fase perkembangan seseorang, oleh sebab itu setiap individu diharapkan mampu melaksanakan tugas perkembang tersebut dengan baik. Ada pun beberapa strategi konseling pastoral dalam menumbuhkan rohani jemaat dewasa muda yaitu: konseling melalui kelompok sebaya dan melalui mentoring yang berkelanjutan. Jadi peran pastoral konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda adalah mampu mengarakan konseli terhadap perkembangan dan peningkatan kemampuan individu dalam mencapai tugas perkembangannya dengan baik. Ketika tercapai dengan baik perkembangannya tersebut maka diharapkan jemaat dewasa muda dapat menjadi mengerti dalam menangani permasalahan yang dihadapi selanjutnya. Young adulthood is a time full of problems, emotional tension, social isolation, commitment and dependence, changing values, creativity. In dealing with the various problems experienced, the young adult congregation lacks understanding of pastoral counseling. So that when young adult congregations face problems they tend to keep their problems to themselves rather than coming to pastoral counseling. This is what affects the spiritual growth of the young adult congregation. The method used in carrying out this research is a qualitative approach method. While the research writing technique used is literature study. This technique is used because this research is a theoretical study, references and scientific literature related to the role of counseling on the spiritual growth of young adult congregations. expected to be able to carry out this development task well. There are also several pastoral counseling strategies in growing the young adult congregation spiritually, namely: counseling through peer groups and through ongoing mentoring. So the role of pastoral counseling on the spiritual growth of the young adult congregation is to be able to guide the counselee towards the development and improvement of individual abilities in achieving their developmental tasks properly. When these developments are achieved well, it is hoped that the young adult congregation will be able to understand in dealing with the problems that will be faced next.
Penginjilan Dan Pertumbuhan Gereja Di Provinsi Yogyakarta Janes Sinaga; Deddy Panjaitan; Juita Lusiana Sinambela
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.184

Abstract

Diidentifikasi masalah mengapa pertumbuhan gereja lambat yaitu karena kurangnya keterlibatan anggota. Hal ini terjadi karena kurangnya dorongan dan pelatihan jemaat untuk melayani. Kemudian kurangnya strategi dan inovasi dalam penginjilan. Adapun maksud dan tujuan penulis melakukan makalah ini adalah sebagai berikut: Agar anggota GMAHK boleh memiliki tingkat pemahamanakan pentingnya pertumbuhan gereja secara kuantitas dan kualitas. Agar anggota memiliki pemahaman yang benar tentang pentingnya peranan anggota dalam pertumbuhan gereja. Agar para anggota terlibat aktif dalam penginjilan supaya banyak jiwa yang diselamatkan. Metode Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, dengan menganalisa data-data yang diperoleh dari daftar Pustaka sehingga mengasilkan penelitian kepada pertumbuhan gereja. Gereja yang sehat adalah gereja yang bertumbuh. Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang mengalami pertumbuhan atau peningkatan, baik secara kualitas ataupun secara kuantitas. Secara kualitas, pertumbuhan gereja dapat dilihat dari peningkatan kerohanian anggota jemaat gereja. Sedangkan secara kuantitas, pertumbuhan gereja dapat dilihat dari pertambahan jumlah keanggotaan gereja. Gereja yang sehat itu diawali dari pertumbuhan secara kualitas yang menuju kepada pertumbuhan secara kuantitas. Pertumbuhan Gereja dan Penginjilan secara khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta perlu dihadirkan satu strategi. Dimana dimulai dari kebangunan rohani, doa yang sungguh-sungguh. Melatih anggota jemaat untuk menginjil dan mengutus mereka. Gereja harus memberitakan Injil supaya bertumbuh dan bertambah, kalau tidak gereja akan hilang.
KAJIAN TERHADAP MODEL TRAUMA HEALING PENDETA TERHADAP ANAK KELUARGA KORBAN PEMBUNUHAN TERORIS DI DESA KALEMAGO, POSO Yuyun Agnes Kiding Allo; Orin Devisa
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i1.190

Abstract

The author raised this title starting from the problem where there children who are families of victims of terrorist killings in Kalemago Village, Poso who are traumatized must be helped in the right way. In this case, the Pastor carries out her role as a counselor to help these children so they can recover from the trauma experienced by carrying out the trauma healing process. This research wants to find out how the results of the trauma healingmodel used by the Pastor in Kalemago Village in carrying out therapy for children in the village are. This research is a descriptive qualitative research. Research data is data collected by the author through the interview stage as well as through the observation stage conducted by the author as the research location. The research data was obtained by interview method which then went through the process of reduction, presentation and drawing conclusions. He results of this study indicate that the trauma healing model used is play therapy where this model is appropriate but the results are not optimal because the trauma recovery process takes a long time and is gradual, while the pastor only does this therapy three times in a period of two months.
KAJIAN DOGMATIS TENTANG PEMAHAMAN ANGGOTA JEMAAT BUNTU PAYUNG KLASIS MENGKENDEK UTARA MENGENAI KONSEP IMAMAT AM RAJANI MENURUT PANDANGAN CALVIN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESETARAAN JABATAN PELAYANAN Patasik, Harif
Missio Ecclesiae Vol 12 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i1.194

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai di dalam penulisan jurnal ini adalah melalui jurnal ini penulis hendak memaparkan bagaimana pemahaman jemaat mengenai imamat am rajani dan bagaimana implikasinya bagi kesetaraan jabatan pelayanan yang ada di Jemaat Buntu Payung. Di dalam tulisan ini, metode penelitian yang penulis gunakan ialah metode kualitatif. Metode ini merupakan sebuah metode penelitian yang bertujuan untuk memahami pemahaman jemaat tersebut. Selain itu, penulis juga menggunakan kajian pustaka dan melakukan studi literature. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut,penulis dapat menyimpulkan bahwa pada dasarnya sebagian warga jemaat kurang memahami apa sebenarnya itu imamat am dan rajani, tetapi warga jemaat sudah mengetahui mengenai jabatan jabata gerejawi yang ada di dalam sebuah gereja. Pendapat calvin pun mengambil bagian di dalam masalah imamat am rajani yang mana berkaitan juga dengan jabatan gerejawi. Karena gereja Toraja masuk ke dalam system presbiterial sinodal maka jabatan pelayanan harus setara di dalam lingkup gereja .
Gereja Metaverse dan Aspek Kosmis dari Sang Anak Domba: Tinjauan Kritis Gereja Metaverse berdasarkan Aspek Kosmis dari Anak Domba yang Terdapat dalam Wahyu Pasal 5 Jammes Takaliuang; Gerald Moratua Siregar
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i1.200

Abstract

The metaverse Church is a virtual reality church that exists to respond to the demands of these days work culture that is all digital, instant, individualistic, practical, and pragmatic. For the reason of effectiveness and time efficiency, some church members today seem to be starting to shift from conventional models of worship to the virtual church model. But, is virtual reality church theologically correct? This article will discuss the advantages and disadvantages of virtual church reality based on the theological foundations found in The Book of Revelation chapter 5 which contains the cosmic aspect of Christ. This article uses two research methodologies, namely the qualitative literature research method and the biblical interpretation methodology. Through this writing, readers are expected to be able to understand some of the advantages and disadvantages of virtual reality churches.
PERSEPSI GEMBALA MENGENAI GEMBALA JEMAAT Samuel Talahatu
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i1.201

Abstract

The term "pastor" is popular in Christianity in general and the church in particular. In general, this term refers to someone who has the status of a priest. There are also differences in the understanding of this term among priests. Some agree more with the mention of pastors and there are also congregational pastors. The researcher wants to take the perception of pastors in the Pentecostal Church in Indonesia, the Kesamben congregation regarding "the pastor of the congregation". The aim is to gain knowledge about the perceptions of the priests on the subject. The research method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The descriptive method is a research method that is used to describe problems that occur in the present or are ongoing, aiming to describe what should have happened when the research was carried out (Nana Sudjana and Ibrahim, 1989:64). From the results of the research it was found that the congregational pastor is someone who is chosen by God and is called to lead God's people through assignments to local church organizations. A pastor has great duties and responsibilities, namely always being close to the congregation, providing spiritual food, and helping them. The pastor must also always pray for the congregation, forbid the word of God and set an example at all times. Pastors also have to look for lost congregations or leave worship hours. Directing those who are lost on the right path, counseling troubled congregations, and also being able to be a good friend to get to know the congregation more closely. The pastor of the church also faces big challenges because of the requirements of the congregation with its multiple problems. Researchers also found ways to carry out shepherding duties, starting from establishing a vision and mission, creating a work program, recruiting support staff, and visiting and praying at any time.
Keterlibatan Keluarga Dalam Pendidikan Karakter Mengampuni Pada Anak Usia Muda Ade Efra Anugrah
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i2.195

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada tinjauan pendidikan agama dalam keluarga sebagai landasan karakter mengampuni pada usia muda. Hal ini dilakukan karena semakin banyaknya kasus bunuh diri, lari dari rumah, narkoba, seks bebas di kalangan muda-mudi. Terjadinya kasus-kasus tersebut dilatarbelakangi pendidikan agama dalam keluarga yang tidak memadai dan hubungan keluarga yang tidak harmonis. Akhirnya anak-anak dalam usia muda terikat pada amarah dan dendam yang dibalaskan dengan merusak diri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif dan model interaktif. Hasil ditemukan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendidik anak mengampuni sesuai Firman Tuhan sangat mempengaruhi perkembangan karakter anak diusia muda. Pada usia muda anak- anak dapat bersosialisasi dengan baik dan dapat menerima dan mengampuni kesalahan atau kekurangan keluarga dan teman-teman.
Homiletika Fenomenologis: Pewartaan Firman Tuhan Dalam Keseharian Umat Yustus Adipati
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i2.202

Abstract

Pewartaan Firman Tuhan melalui keseharian umat merupakan ranah dari kegiatan teologi praktis. Dalam ilmu homiletika, bahwa keberadaan teks-teks kitab suci, selalu membutuhkan kesadaran teologis melalui dialog dengan pengalaman hidup. Melalui pendekatan fenomenologis ini, bahwa dalam pewartaan Firman Tuhan lebih dekat dengan pengalaman keseharian hidup umat. Masalah yang muncul dalam artikel ini adalah bagaimana memperlakukan homili yang mampu menjaga nilai-nilai utama teks-teks kitab suci yang memuat pengalaman pribadi bersama Tuhan di keseharian umat, dan bagaimana pewartaan Firman dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai utama bagi keseharian umat. Pendekatan Homiletika Fenomenologis tentu dapat menjadikan pewartaan Firman Tuhan ini nyata di tengah-tengah realita hidup umat, sebagai intervensi Tuhan, dan kesatuan iman, serta tanggungjawab dengan evangelisasi baru. Metode penulisan dalam artikel ini adalah melalui kajian pustaka.