cover
Contact Name
Dina Elisabeth Latumahina
Contact Email
dina.latumahina@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dina.latumahina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No. 5, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Indonesia, 65301
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Missio Ecclesiae
ISSN : 20865368     EISSN : 27218198     DOI : -
Missio Ecclesiae adalah jurnal open access yang menerbitkan artikel tentang praktek, teori, dan penelitian dalam bidang teologi, misiologi, konseling pastoral, kepemimpinan Kristen, pendidikan Kristen, dan filsafat agama melalui metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kriteria publikasi jurnal ini didasarkan pada standar etika yang tinggi dan kekakuan metodologi dan kesimpulan yang dilaporkan.
Articles 147 Documents
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace) Sry Novita Tondang
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i2.203

Abstract

Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “membuat”. Pacifisme adalah komitmen terhadap pengusahaan perdamaian. Namun, karena banyaknya variasi makna dari istilah “perdamaian” itu sendiri, pacifisme didefinisikan secara sederhana sebagai “ideologi anti-perang” atau sebagai komitmen terhadap “anti-kekerasan”. Dalam kaitan dengan melawan kekerasan, pacifisme dalam hal ini mencakup pandangan tentang penolakan akan kekerasan dan penggunaan kekerasan dalam keadaan apapun. Penolakan akan kekerasan ini sendiri bukan berarti sikap diam atau pasif menerima kekerasan tanpa perlawanan (non resistance), tetapi bertindak tanpa kekerasan (non violence).  Dalam tulisan ini akan ditinjau bagaimana pacifisme Kristen yang bepusat pada Yesus Kristus berpengaruh terhadap adanya perdamaian. Pacifisme dalam kekristenan sejatinya adalah suatu bentuk perlawananan terhadap kesenjangan, ketidakadilan dan mengupayakan agar kedamaian dan kesejahteraan hadir di setiap bidang kehidupan. Sebagaimana manusia berdosa yang telah dahulu mengalami pendamaian atau reconciliation dari Yesus Kristus, demikianlah hendaknya hal tersebut disadari sebagai wujud iman umat Kristen sebagai pembawa perdamaian di kehidupannya. Oleh karena itu hidup tanpa kekerasan merupakan suatu tindakan agar tidak muncul kekerasan-kekerasan selanjutnya yang dapat merusak kerukunan umat beragama. Dengan pilihan jalan tanpa kekerasan, berarti bukan mengandalkan senjata dan manipulasi politik sesaat, melainkan justru dengan kerelaan untuk membungkus senjata, mengandalkan diri pada budi luhur, dan kebijaksaan yang membawa pembebasan struktural maupun personal, sebagai upaya untuk menegakkan nilai-nilai warga dunia yaitu kemerdekaan, kesaudaraan, keadilan sosial dan kerakyatan.
Pengaruh Kualitas Pengajaran, Kualitas Pelayanan akademik dan Lingkungan Belajar Virtual pada Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana dalam Perkuliahan Daring Grace Manaransyah; Agus Rahman; Ike Kusdyah Rachmawaty
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i2.205

Abstract

Penting bagi perguruan tinggi untuk memperhatikan kepuasan pengguna jasa pendidikan karena hal ini berkontribusi besar pada kemajuan perguruan tinggi. Kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran daring dipengaruhi oleh kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik, dan lingkungan belajar. Mahasiswa yang merasa puas dengan ketiga faktor antara lain kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik, dan lingkungan belajar cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian yang perlu diisi, terutama dalam hal mengukur pengaruh masing-masing faktor secara lebih spesifik dan menyeluruh, serta mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pengajaran terhadap kepuasan mahasiswa, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan belajar terhadap kepuasan mahasiswa, (4) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik dan lingkungan belajar secara bersamaan terhadap kepuasan mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausalitas dengan pendekatan penelitian metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 119 mahasiswa pasca sarjana dengan sampel yang digunakan adalah 30 mahasiswa pasca sarjana. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji instrumen, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kualitas pengajaran berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan mahasiswa, (2) Kualitas pelayanan akademik secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa, (3) Lingkungan belajar secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa, dan (4) Kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik dan lingkungan belajar secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa.
Analisis Dampak Perilaku Minum Tuak/Thockh Pada Remaja Usia 12-18 Tahun Di Desa Kaera Padangsul Alor-NTT Wilianus Illu; Sulaiman Sulaiman; Olivia Masihoru
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i2.207

Abstract

Tuak/thockh is an alcoholic drink in the village of Kaera-Padangsul. Tuak is believed by the Padangsul people to be a heritage from their ancestors that must be preserved. The aim of this research is to determine the causes and impacts of consuming alcoholic drinks such as palm wine by teenagers aged 12-18 years. This research uses a qualitative-descriptive method which is carried out by researchers, through and within the method steps. One of them is that the researcher conducted field research in mid-September-October 2023. The researcher conducted in-depth observations and interviews with 5 (five) informants. Researchers found results that show that the main problem in teenagers aged 12-18 years consuming palm wine is caused by family/parental, cultural, economic, social, health, educational and spiritual factors. This has a significant impact on their education, namely they do not continue their education (drop out of school). Damages physical health such as coughing up blood, lung disease. Fights with friends, even with his biological parents, has no self-confidence, talks a lot, is lazy at work. Don't pray, don't go to places of worship, and don't read the holy books. Starting from this basis, all elements within the Kaera Padangsul village community need to network and work together to assist in the development of teenagers aged 12-18 years, so that the future of teenagers at that age can be achieved in accordance with their dreams and their lives. will be better and more prosperous.
Yesus Kristus Sebagai Wahyu Terakhir Allah Dalam Konteks Kitab Ibrani 1:1-4 Erikson SM; Leyna Christin Nainggolan; Soneta Sang Surya Siahaan; Timothy Amin RK
Missio Ecclesiae Vol. 12 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v12i2.209

Abstract

Penelitian ini berusaha menjawab tentang sosok Yesus Kristus yang diyakini orang-orang percaya (Kristen) tentang iman mereka yang meyakini seutuhnya bahwa Yesus Kristus (Sang Logos) itu adalah wahyu terakhir Allah, yang mana sebelumnya di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, Allah telah berbicara kepada umat-Nya lewat perantaraan nabi-nabi-Nya kepada Israel. Dan di zaman akhir inilah, Allah berbicara lewat perantaraan Anak-Nya yang diutus ke dalam dunia untuk menggenapi seluruh kitab Perjanjian Lama. Maksud tujuan Yesus Kristus sebagai sebuah penggenapan dari karya Allah untuk keselamatan umat manusia dari kengerian kekal Di dalam sejarah keselamatan manusia, sejak manusia pertama yang diciptakan TUHAN jatuh ke dalam dosa, manusia seharusnya menerima upahnya yaitu mati kekal karena pelanggaran atau ketidaktaatan Adam dan Hawa saat itu (Kejadian 2:17). Tetapi inisiatif Allahlah yang merencanakan keselamatan bagi manusia hingga saat ini (Kejadian 3:21).  Penggenapan itu dengan mengutus Yesus Kristus yang adalah inkarnasi Allah turun ke dalam dunia, masuk dalam sejarah umat manusia. Yesus Kristus berperan sebagai Juruselamat manusia bahkan dikatakan satu-satunya jalan menuju ke Sorga (Yohanes 4:16). Tidak ada seorangpun, pemuka agama manapun, pendiri agama manapun yang dapat melakukan hal ini. Pribadi kedua dari Allah Trinitas inilah yang menjelma menjadi manusia bernama Yesus Kristus, sesuai dengan yang dikatakan kitab suci sebagai Juruselamat manusia. Yesus Kristus menggenapi semua pemberitaan nabi-nabi dalam keseluruhan kitab Perjanjian Lama, mulai dari kitab Taurat, kitab nabi besar dan nabi kecil, artinya sebagai wahyu terakhir atau pernyataan Allah yang final bagi keselamatan umat manusia. Dikatakan sebagai wahyu terakhir karena nubuatan kitab suci mengatakan demikian, dan dipertegas lagi oleh penulis kitab Ibrani bahwa pada zaman akhir, Allah berbicara kepada manusia lewat perantaraan Anak-Nya (Ibrani 1:2).
Yesus sebagai Potret Ideal Gembala Masa Kini: Suatu Studi Biblis-Teologis atas Teks Yohanes 10:11 Blegur, Romelus; Kasipka, Enos; Kotte, Yohanis
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.224

Abstract

Gembala merupakan figur utama dalam organisasi gereja, sebab seluk beluk kemajuan maupun kemunduran gereja secara organisatoris ditentukan oleh peran dan fungsi gembala sebagai pemimpinnya. Karena itu status sebagai gembala menuntut pertanggungjawaban yang besar pula. Hal itu jugalah yang dipraktekkan oleh Yesus ketika Ia hadir di dunia dan berhadapan dengan kondisi domba-domba gembalaan-Nya. Yesus menunjukkan peran yang sempurna tentang apa dan bagaimana menjadi gembala, karena itu gembala masa kini harus bercermin pada-Nya. Terkait itu, maka tujuan penelitian ini adalah menemukan figur Yesus sebagai potret ideal gembala yang tampak tidak umum dalam praktek penggembalaan masa kini. Hal tersebut penting bagi gembala masa kini untuk memahami dan mendalami peran dan fungsinya dengan baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan adalan metode hermeneutik atau penafsiran Alkitab guna menemukan makna teks yang diteliti sehubungan dengan pokok penelitian. Teks yang diteiti adalah Yohanes 10:11. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa gembala yang ideal adalah, Berlandas Pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Dasar Penggembalaan, rela berkorban, Setia dan Taat Terhadap Panggilan, tidak mencari kepentingan sendiri. Prinsip inilah yang dijalankan secara radikal oleh Yesus dan menjadi potret ideal bagi praksis gembala masa kini.
Tinjauan Teologis Terhadap Doktrin Soteriologi Hyper Grace Saragih, Febri Ando Pratama
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.225

Abstract

Konsep keselamatan (Soteriologi) dalam teologi Kristen merupakan suatu pengajaran yang krusial. Berdasarkan kajian hermeneutika, ada beberapa teori atau konsep yang berkaitan dengan Soteriologi yang ikut memberi warna dalam kajian teologi tentang doktrin keselamatan. Salah satunya adalah Hyper Grace, yang menempatkan posisi kasih karunia di posisi yang sangat tinggi, tetapi mengabaikan tanggung jawab orang percaya yang sudah diselamatkan. Tulisan ini akan mengkaji dan meninjau asumsi-asumsi dasar kelompok Hyper Grace tentang doktrin keselamatan, sehingga dapat menyajikan konsep keselamatan yang benar menurut pandangan Alkitab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ajaran Hyper Grace ini memberikan pemahaman-pemahaman yang keliru, tidak alkitabiah, dan berakhir pada penyesatan terhadap analisanya kepada doktrin keselamatan, khususnya mengenai respon atau tanggung jawab manusia setelah diselamatkan. Hal ini disebabkan karena kajian hermeneutika kelompok Hyper Grace yang keliru dalam menafsirkan teks-teks kasih karunia dan keselamatan. Gereja dan orang percaya harus berhati-hati dengan konsep ini, supaya tidak jatuh ke dalam penyesatan mengenai doktrin keselamatan.
Sinergitas Penyataan Allah dan Respon Orang Percaya Beribadah: Kajian Biblis Roma 12:1 Jefferson, Charles Leonard; Talahatu, Samuel
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.243

Abstract

Ibadah merupakan suatu aktifitas religious yang mencerminkan intimasi seseorang dengan Allah yang disembahnya. Hal ini merupakan konsepsi umum dari pluralitas agama yang ada di dunia. Ibadah sering dipahami secara umum sebagai kegiatan agamawi setiap agama kepada Tuhan yang disembahnya. Dalam konteks ke-Kristenan sendiri ibadah juga dianggap sebagai kegiatan agamawi yang harus dilakukan oleh setiap umat Kristen baik secara komunal maupun secara personal. Akibatnya kegiatan ibadah Kristen terkesan hanyalah seremonial dan formalitas belaka. Melalui penelitian ini, peneliti ingin menemukan persepsi biblis (Alkitabiah) dengan memaparkan hakikat Ibadah dalam perspektif Roma 12:1 untuk menjelaskan sinergitas penyataan Allah dan respon manusia dalam konteks ibadahnya. Peneliti menggunakan metode Exegetis dengan pendekatan kualitatif, dengan menganalisis konteks dan teks Roma 12:1 agar memahami makna yang mendalam terkait penyataan Allah dan respon manusia beribadah.  Berdasarkan hasil exegetis, Peneliti menemukan konsep dasar Paulus mengenai Ibadah, yang di dalamnya memiliki sinergitas antara penyataan Allah dan respon manusia beribadah melalui 1) Ibadah merupakan inisiatif dan kehendak Allah; 2) Ibadah adalah Persembahan Diri Manusia Sebagai Respon kepada Allah. Jadi, penyataan Allah yang dimulai dari inisiatif dan kehendak Allah dan respon manusia sama-sama berperan penting untuk mewujudkan ibadah yang berkenan di hadapan Allah.
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Menghadapi Anak Nakal pada Usia 12-14 Tahun Jikwa, Jefri; Sirait, Junio Richson; Zalukhu, Rosneli; Sinaga, Rahman Rionaldo; Anggelica, Thonaria Liffani
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.244

Abstract

Guru Sekolah Minggu memiliki peran penting dalam membentuk generasi pada keluarga, gereja, dan negara. Anak Sekolah Minggu seringkali diabaikan oleh Gereja. Gereja banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan jemaat-jemaat yang sudah dewasa. Tujuan penelitian ini hendak menemukan peran guru Sekolah Minggu dalam menghadapi anak nakal pada usia 12-14 Tahun. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil temuan bahwa peran guru Sekolah Minggu adalah: Pertama, dalam praktek mengajar dan membina, guru Sekolah Minggu harus menciptakan suasana yang baru dengan memunculkan kreativitas dalam kegiatan Sekolah Minggu. Kedua, guru Sekolah Minggu harus lebih memahami setiap kepribadian anak yang berbeda-beda dan ada baiknya untuk mengadakan pembinaan atau konseling di luar kegiatan Sekolah Minggu jika mereka memiliki permasalahan. Ketiga, guru Sekolah Minggu harus mengajar dengan penuh kasih dan kesabaran serta tidak membeda-bedakan.
Kontribusi Psikologi Pendidikan Bagi Mentor dan Tutor di Pusat Pengembangan Anak “Dorkas” (PPA) Gereja Misi Injili Indonesia “Tesalonika” Batu Masihoru, Olivia
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.249

Abstract

Pengetahuan atau pemahaman mengenai psikologi pendidikan harus menjadi kebutuhan yang mendasar bagi para pendidik. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pengembangan Anak “Dorkas” Batu dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman para mentor dan tutor mengenai pengetahuan psikologi pendidikan serta problematika yang dialami dalam pelayanan di PPA “Dorkas” terkait dengan proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yakni melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi dengan para mentor dan tutor, serta pengurus PPA “Dorkas”. Analisa data menunjukkan bahwa sebagian besar mentor dan tutor belum pernah belajar psikologi pendidikan sehingga pemahaman mengenai psikologi pendidikan belum secara mendalam. Menurut para mentor dan tutor di PPA “Dorkas”, psikologi pendidikan penting untuk dipelajari dan bermanfaat dalam pelayanan anak di PPA “Dorkas” karena memperlengkapi para mentor dan tutor untuk lebih memahami anak-anak yang dilayani. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk para mentor dan tutor perlu mempelajari pengetahuan ini melalui buku-buku, internet juga mengikuti seminar pendidikan yang berkaitan dengan psikologi pendidikan.
Prinsip-Prinsip Teologis dalam Menghadapi Ajaran Sesat: Belajar dari Kitab Kolose 2:16-23; 3:1-4 Pardede, Rio Janto; Waruwu, Kapuni
Missio Ecclesiae Vol 13 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i2.255

Abstract

Pemahaman Teologi sangat penting dimiliki oleh orang Kristen untuk menjawab persoalan atau bertumbuhnya ajaran-ajaran sesat. Tidak dapat dipungkiri bahwa ajaran sesat juga menghikuti perkembangan zaman yang juga menyesatkan orang-orang yang memiliki pemahaman teologi yang dangkal. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisi teks adalah metode konten analisis. Berdasarkan hasil penelitian analisis isi maka ditemukan prinsip-prinsip teologis dalam menghadapi ajaran sesat berdasarkan kitab Kolose 2: 16-23; 3: 1-4 adalah Firman Allah mengajar kepada setiap orang percaya dalam kitab Kolose pada khususnya, bahwa konsep “Pikirkanlah perkara yang di atas” adalah suatu hal yang sangat serius berhubungan dengan prinsip-prinsip Ilahi yang telah di kerjakan oleh Kristus. Hal ini menangkis segala ajaran sesat yang berkembang dan meneguhkan iman kita kepada Tuhan Yesus karena kita sudah di bangkitkan bersama dengan Kristus, dan kita telah di sembunyikan oleh Yesus di dalam Allah.