cover
Contact Name
Dina Elisabeth Latumahina
Contact Email
dina.latumahina@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dina.latumahina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No. 5, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Indonesia, 65301
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Missio Ecclesiae
ISSN : 20865368     EISSN : 27218198     DOI : -
Missio Ecclesiae adalah jurnal open access yang menerbitkan artikel tentang praktek, teori, dan penelitian dalam bidang teologi, misiologi, konseling pastoral, kepemimpinan Kristen, pendidikan Kristen, dan filsafat agama melalui metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kriteria publikasi jurnal ini didasarkan pada standar etika yang tinggi dan kekakuan metodologi dan kesimpulan yang dilaporkan.
Articles 147 Documents
Desain Modul Pembentukan Karakter Bagi Mahasiswa STT Ebenhaezer Tanjung Enim, Sumatera Selatan Rahayun, Nita; Kaseke, Fanny YM
Missio Ecclesiae Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i1.333

Abstract

Pembentukan karakter mahasiswa di STT Ebenhaezer Tanjung Enim merupakan salah satu hal penting untuk kesiapan mahasiswa melayani setelah menyelesaikan pendidikan. Untuk itu perlu adanya upaya serius membentuk mahasiswa. Belum tersedianya panduan lengkap berupa modul pembentukan, mengakibatkan dalam menjalankan tugas sebagai pembina belum ada keseragaman model pemberlakuan pembentukan tersebut bagi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan modul pembentukan karakter mahasiswa di STT Ebenhaezer Tanjung Enim. Adapun metode penelitian kombinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Sequential Exploratory, di mana peneliti lebih dulu mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif kemudian barulah mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah research and development level 1,  yaitu metode yang digunakan untuk membuat rancangan produk. Berdasarkan analisis data kualitatif dan kuantitatif, maka diperoleh hasil yaitu: Rancangan isi modul tentang konsep karakter Kristen, Rancangan isi modul mengenai pembentukan karakter mahasiswa di perguruan tinggi, dan Rancangan isi modul tentang fase identifikasi, pembelajaran dan penerapan nilai saat pembentukan di perguruan tinggi.
Jejak Misi Calvin: Melampaui Kata, Menggerakkan Dunia Sibagariang, Julius Stefanus; Hutapea, Bona; Simorangkir, Maykel
Missio Ecclesiae Vol 14 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i2.388

Abstract

Pemikiran John Calvin (1509–1564) dikenal luas dalam bidang dogmatika dan etika, namun kontribusinya terhadap misi Gereja lintas budaya kerap dipandang kontroversial. Sejumlah kritik, seperti dari Gustav Warneck dan Kenneth Scott Latourette, menyebut bahwa teologi Calvin cenderung menghambat semangat misi dan penginjilan lintas budaya. Namun, kajian-kajian terbaru mulai menunjukkan bahwa pemahaman ini perlu ditinjau ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali dimensi misioner dalam kehidupan dan pemikiran teologis Calvin, serta relevansinya bagi misi Gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis-teologis melalui studi kepustakaan. Literatur-literatur diperoleh dari karya-karya Calvin, termasuk Institutes of the Christian Religion, khotbah, surat pribadi, dan dokumen Consistory Gereja Jenewa. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi, analisis historis-kritis, dan sintesis teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun tidak mengembangkan model misi formal seperti dalam misiologi modern, teologi Calvin secara implisit memiliki landasan misioner yang kuat. Pemahaman Calvin tentang kedaulatan Allah, pemilihan, dan pengutusan Gereja justru mendorong penginjilan aktif. Praktik pengutusan penginjil dari Gereja Jenewa ke wilayah-wilayah lain di Eropa menjadi bukti konkret perhatian Calvin terhadap mandat misi. Dengan demikian, pemikiran Calvin dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teologi misi yang berakar pada Kitab Suci dan kontekstual bagi tantangan Gereja masa kini.
Inkarnasi Yesus Sebagai Paradigma Kepemimpinan Gereja Awuy, Alfina Aprilla; Tombeng, Ineke Marlien
Missio Ecclesiae Vol 14 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i2.404

Abstract

Church leadership is often reduced to structural or administrative aspects, whereas theologically it is a calling to embody the love, power, and character of Christ among His people. This study is grounded in the theology of incarnation, particularly John Calvin’s perspective within the Reformed theological framework, which emphasizes that Jesus Christ, as God who became human, is the ultimate model of leadership. The aim of this research is to formulate a church leadership paradigm rooted in incarnational principles, enabling church leaders to serve with humility, solidarity, and transformative impact. The research method employed is a literature study with a theological-doctrinal approach, examining biblical sources, Calvin’s works, and contemporary literature on Christian leadership. The findings reveal that incarnational leadership requires the leader’s full engagement with the congregation, willingness to empathize with their struggles, and commitment to holistic restoration. This paradigm is relevant not only to pastoral ministry but also as a model for church leadership amid today’s complex challenges. Thus, church leadership grounded in the example of Jesus’ incarnation can foster authentic, edifying, and transformative ministry for the spiritual and social renewal of the congregation.
Keselarasan Misi Allah Dengan Prinsip Deep Ecology Arne Naess Dalam Pengelolaan Perkebunan Marentek, Cantika Eunike; Lumentut, Finarsi
Missio Ecclesiae Vol 14 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i2.408

Abstract

Artikel ini membahas keselarasan antara Misi Allah Dengan Prinsip Deep Ecology Arne Naess dalam konteks pengelolaan perkebunan, khususnya di wilayah Modoinding. Realitas penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan telah menyebabkan degradasi tanah, pencemaran air, serta ketergantungan ekosistem terhadap bahan kimia, sehingga menimbulkan krisis lingkungan yang serius. Prinsip Deep Ecology menegaskan bahwa seluruh ciptaan memiliki nilai intrinsik, dan manusia tidak berhak mengeksploitasi alam hanya demi kepentingan pribadi. Perspektif ini sejalan dengan mandat teologis yakni, mengusahakan dan memelihara Bumi (Kejadian 2:15) hal tersebut diyakini sebagai bagian dari Misi Allah yang pertama bagi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk melihat dampak penggunaan pupuk anorganik serta alternatif yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya integrasi antara iman, ilmu, dan praktik ekologis agar pengelolaan perkebunan tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan pemeliharaan ekosistem. Gereja, pemerintah, dan semua orang perlu berkolaborasi dalam memberikan pendidikan ekologis, menyediakan dukungan bagi praktik ramah lingkungan, dan membangun kesadaran bahwa merawat Bumi adalah bagian dari Misi Allah bagi semua ciptaan-Nya.
Kepemimpinan Transformasional dalam Gereja Oikoumene: Sebuah Kajian Teologis atas Tantangan Kemajemukan Hutagaol, Alberth Prima
Missio Ecclesiae Vol 14 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i2.411

Abstract

Artikel ini membahas kepemimpinan transformasional dalam gereja oikoumene sebagai jawaban atas tantangan kemajemukan doktrin, tradisi liturgi, dan identitas denominasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menganalisis sumber-sumber primer berupa Alkitab, dokumen gereja oikoumene, dan literatur teologi kepemimpinan, serta sumber sekunder dari studi akademik terkait kepemimpinan transformasional dan pluralitas. Analisis isi (content analysis) digunakan untuk menemukan relevansi teologis dan implikasi praktis dari kepemimpinan transformasional dalam konteks oikumenis. Hasil kajian menunjukkan bahwa model kepemimpinan ini memiliki landasan teologis yang kuat, selaras dengan teladan Yesus Kristus yang mengedepankan kasih, kerendahan hati, dan rekonsiliasi. Lebih jauh, kepemimpinan transformasional terbukti mampu membangun visi profetis, memotivasi komunitas iman, serta memberdayakan umat untuk mengelola perbedaan secara konstruktif. Implikasi praktisnya, gereja dituntut untuk mengembangkan paradigma kepemimpinan yang transformatif dan dialogis, sehingga dapat memperkokoh kesatuan di tengah keragaman.
Injil dan Keadilan Gender: Kritik Teologis terhadap Pendidikan Kristen yang Androsentris Sihombing, Sahat Lambok
Missio Ecclesiae Vol 14 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i2.412

Abstract

Penelitian ini mengkaji dominasi androsentris dalam Pendidikan Kristen yang secara historis mempertahankan struktur patriarkal dan menyingkirkan pengalaman perempuan dari ruang teologis. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dan pendekatan teologis-kritis serta hermeneutika, penelitian ini menemukan bahwa bias gender muncul dalam kurikulum, buku ajar, dan praktik pedagogis yang masih berpusat pada pengalaman laki-laki. Melalui analisis hermeneutis terhadap teks-teks Alkitab tentang penciptaan, dosa, dan pelayanan Yesus, penelitian ini menegaskan bahwa Injil menuntut kesetaraan dan transformasi relasional dalam pendidikan. Sintesis teologis yang dihasilkan menegaskan perlunya pembaruan kurikulum dan pedagogi yang berlandaskan prinsip keadilan gender dan nilai-nilai Kerajaan Allah untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan transformatif.
Digital Homiletics: Teologi dan Praktik Khotbah Online di Era Pasca-Pandemi Bang, Alelang Deprolius
Missio Ecclesiae Vol 14 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i2.415

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi gereja ke ruang digital, sehingga khotbah hadir tidak hanya dalam pertemuan fisik tetapi juga melalui media online. Perubahan ini membuka peluang untuk memperluas jangkauan Injil sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga otentisitas teologis dan spiritualitas khotbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep homiletika digital sebagai kerangka teoretis dan praktis dalam memahami serta mengarahkan khotbah di era pasca-pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis teologis-praktis melalui integrasi tradisi homiletika klasik dan dinamika komunikasi digital. Hasil penelitian menegaskan bahwa khotbah digital bukan sekadar adaptasi teknis, melainkan pewartaan yang berakar pada prinsip teologi Kristen: kesetiaan pada Injil, transformasi hidup, dan partisipasi komunitas. Temuan ini menyoroti pentingnya model khotbah online yang interaktif, kontekstual, dan sensitif terhadap budaya digital, tetapi tetap menjaga identitas liturgis. Kesimpulannya, homiletika digital dapat menjadi sarana vital bagi gereja dalam mewartakan Injil secara kreatif, otentik, dan relevan.