cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL" : 10 Documents clear
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PEREMAJA SULFUR TERHADAP SIFAT FISIK ASPAL DAUR ULANG: Analysis the Effect of Sulfur Rejuvenated Material of the Physical Properties of Recycled Aspalt Puspita Sari, Ardhya; Wahyudi, Mudji; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan manusia untuk melakukan mobilitas dirinya dalam melangsungkan kehidupan sehari-hari, penggunaan fasilitas pendukung maupun sarana dan prasarana fisik transportasi semakin meningkat. Jalan merupakan salah satu di antara sebagian faktor yang sangat vital sebagai infrastruktur pendukung untuk memperlancar kesehatan perekonomian. Pemeliharaan konvensional jalan dengan cara overlay dianggap tidak efektif dan efisien. Oleh karena itu diperlukan inovasi untuk mencari alternatif metode pembangunan yang lebih efektif. Salah satu metode untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menggunakan metode daur ulang aspal dengan penambahan peremaja. Metode tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali sifat-sifat fisik aspal lama yang telah aus. Penelitian ini menggunakan sulfur sebagai bahan peremaja untuk mencampur aspal aus yang didapat dari limbah garukan perkerasan Jalan Bung Karno, Mataram . Presentase yang digunakan dalam penambahan sulfur adalah 2%, 4%, 6% dan 8% dari berat aspal. Hasil penelitian menunjukkan penambahan peremaja sulfur dapat meningkatkan sifat fisik aspal berupa sifat adhesi dan kohesinya. Sifat durabilitas aspal tidak meningkat karena tidak semua pengujian yang mempengaruhi sifat ini mengalami kenaikan. Aspal dengan penambahan sulfur ini lebih cepat mengalami penuaan dan pengerasan oleh karena itu dapat dikatakan aspal ini memiliki durabilitas yang rendah.
KARAKTERISTIK CAMPURAN ASBUTON DENGAN PENAMBAHAN KEROSENE: Characteristics of the Mixture Containing Buton Granular Asphalt with the Addition of Kerosene Yuniarti, Ratna
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala dari penggunaan asbuton adalah aspal pada asbuton terletak dalam rongga antara mineral yang tidak mudah keluar dan mencair.Karena itu, pada asbuton butiran perlu ditambahkan dengan bahan pelunak (modifier) yang berfungsi agar aspal tersebut dapat keluar dan mengikat partikel-partikel agregat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik campuran asbuton akibat penambahan keroseneagar diperoleh campuran asbuton dengan kinerja yang optimum. Prosentase kerosene yang ditambahkan adalah 0%, 5%, 10% dan 15% terhadap berat asbuton butiran. Parameter yang digunakan untuk menguji kualitas campuran adalah rongga di antara mineral agregat (voids in the mineral aggregate = VMA), ronggadalamcampuran (voids in mix = VIM), rongga yang diselimutiaspal (voids filled with asphalt = VFA), stabilitas, kelelehan, dan Marshall Quotient. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan 10% kerosene terhadap asbuton butiran menghasilkan VMA sebesar 16,04%, VIM sebesar 3,56%, VFB sebesar 77,82%, stabilitas Marshall sebesar 2160,4 kg, flow sebesar 3,4 mm dan Marshall Quotient sebesar 644,4 kg/mm. Ditinjau dari persyaratan asphalt concrete-wearing course, hasil pengujian yang diperoleh telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
EVALUASI KELAYAKAN TARIF ANGKUTAN PENYEBERANGAN (PELAYARAN RAKYAT) DI KAWASAN WISATA GILI PEMENANG LOMBOK UTARA: Feasibility Evaluation of Freight Rates (Traditional Shipping) in the Tourist Area of Pemenang in Northern Lombok Rohani, Rohani; Hasyim, Hasyim; Ainuddin, Nurun
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan pelayaran rakyat di kawasan wisata Gili Kecamatan Pemenang adalah angkutan penyeberangan yang beroperasi di Kabupaten Lombok Utara yaitu lintas Bangsal - Gili Air, Gili Meno, dan Gili Terawangan. Dalam operasi awalnya, angkutan ini menggunakan tarif yang telah ditetapkan oleh Koperasi Angkutan Laut ”Karya Bahari” di Bangsal. Tarif tersebut dirasakan kurang memadai jika dibandingkan dengan biaya operasional, apalagi akhir-akhir ini terjadi kenaikan harga diberbagai sektor. Sehubungan dengan masalah di atas, penelitian ini dilakukan dengan target untuk menghasilkan suatu landasan kebijakan dalam pengaturan penetapan tarif angkutan umum khususnya Angkutan pelayaran rakyat dengan mengevaluasi tarif yang berlaku saat ini. Tarif yang diterapkan sekarang apakah layak jika ditinjau dari sisi kemauan (willingness to pay) dan kemampuan membayar (ability to pay) masyarakat pengguna angkutan penyeberangan. Untuk mencapai target di atas, disusun tujuan khusus yaitu untuk mengetahui kemauan membayar (willingness to pay) dan kemampuan membayar (ability to pay), dan kemudian menentukan kelayakan tarif berdasarkan ATP dan WTP. Metode yang akan dipakai untuk mengetahui kemampuan membayar (ability to pay/ATP) adalah dengan metode Household Budget sedangkan untuk mengetahui kemauan membayar (willingness to pay/WTP) adalah dengan metode persepsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan membayar (ability to pay) masyarakat pengguna angkutan penyeberangan yang melebihi tarif yang berlaku dari Bangsal menuju Gili Air sebesar 89,47%, ke Gili Meno 90,9% , yang ke Gili Trawangan 85,71%. Kemauan membayar (willingness to pay) masyarakat pengguna angkutan penyeberangan yang melebihi tarif dari Bangsal menuju Gili Air sebesar 78,94%, ke Gili Meno 68,18% dan yang ke Gili Trawangan 58,24%. Lintas Bangsal – Gili Air ATP rata-rata Rp 34.278,2/pnp, WTP rata-rata adalah Rp 10.210,53/pnp, lintas Bangsal – Gili Meno ATP rata-rata adalah Rp 30.098,5/pnp, WTP rata-rata Rp 16.000/pnp, lintas Bangsal – Gili Trawangan ATP rata-rata adalah Rp 22.351,1/pnp, dan WTP rata-rata Rp13.505,5/pnp.ATP dan WTP yang melebihi tarif cukup tinggi (lebih dari 50%), begitu juga ATP dan WTP rata-rata lebih besar dari tarif resmi yang berlaku, maka dapat disimpulkan bahwa tarif yang diterapkan sekarang masih layak jika ditinjau dari sisi kemampuan membayar (ATP) dan kemauan membayar (WTP) masyarakat pengguna angkutan penyeberangan.
NERACA AIR WADUK SUNGAI PAKU TERHADAP KEBUTUHAN AIR BAKU BAGI MASYARAKAT: Water Balance of Paku River Reservoir to Standart Water Needs for the People Mudjiatko, Mudjiatko; Satria Agus, Andika
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk sungai Paku merupakan waduk yang terbentuk akibat dari pembendungan pada sungai Paku yang awalnya diperuntukkan sebagai sumber air tanaman 830 Ha lahan produktif di DI Sungai Paku. Alih fungsi lahan menjadi kolam dan kebun kelapa sawit menyebabkan lahan produktif berkurang menjadi 373 Ha. Wacana waduk sebagai sumber air baku bagi masyarakat muncul akibat sudah tidak maksimalnya pemanfaatan sumber air pada waduk. Bathimetri waduk dilakukan untuk mendapatkan lengkung kapasitas waduk. Pengukuran debit keluar juga dilakukan untuk mengetahui besarnya pengurangan air waduk. Air masuk ke dalam waduk selain bersumber dari hujan dalam bentuk debit andalan dengan metode F.J. Mock dan menghasilkan debit andalan maksimum terjadi pada bulan April sebesar 2,5217 m3/detik dan minimum pada bulan Desember sebesar 0,7150 m3/detik. Disamping itu jumlah air baku masyarakat dihitung dari jumlah penduduk 3 desa di sekitar waduk tahun 2015 yang menghasilkan kebutuhan air sebesar 0.0066 m3/detik. Dari Analisis neraca air memperlihatkan bahwa terjadi defisit air pada bulan Agustus sebesar 0,1087 m3/detik dengan volume kekurangan sebesar 291,124.914 m3. Sedangkan dari nilai kapasitas tampungan hidup yang ada pada waduk ini sebesar 2,497,988.579 m3 mampu menutupi kekurangan air yang terjadi dan dapat digunakan sebagai sumber air baku bagi masyarakat.
KURVA INTENSITY DURATION FREQUENCY (IDF) DAN DEPTH AREA DURATION (DAD) UNTUK KOTA PRAYA: The Curve of Intensity Duration Frequency (IDF) and Depth Area Duration (DAD) for Town of Praya Irwan, Irwan; Salehudin, Salehudin; Saidah, Humairo
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Praya merupakan kota yang sedang berkembang dan melakukan pembangunan infrastuktur. Untuk wilayah yang sedang berkembang dan melakukan pembangunan infarstruktur kota yang perlu diperhatikan adalah dalam aspek pembangunan bangunan air, agar tidak terjadi banjir dan musibah-musibah lain yang tidak diharapkan. Perhitungan kedalan hujan dan debit banjir rencana dengan metode rasional untuk perancangan bangunan hidraulik memerlukan data kedalaman hujan dalam durasi dengan luas daerah tertentu dan intensitas hujan dalam durasi dengan periode ulang tertentu yang dapat diperoleh dari kurva Intesity-Duration-Frenquency (IDF) dan Depth-Area-Duration (DAD). Dalam pembuatan kurva IDF, perhitungan intensitas hujan tiap-tiap kala ulang digunakan rumus Mononobe. Sedangkan dalam pembuatan kurva DAD perhitungan luas-kedalaman tiap-tiap periode didapat dari peta isohyet. Hasil dari analisis ini menunjukan bahwa besarnya nilai Intensitas-Duration-Frequency (IDF) dengan durasi 30 menit beradasarkan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun diperoleh intensitas hujan berturut-turut adalah: I2 = 44,234 mm/jam, I5 =57,934 mm/jam, I10 = 66,785 mm/jam dan I25 = 77,809 mm/jam. Sedangkan besarnya nilai kurva DAD untuk luasan 40 km2 dengan durasi 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam nilai hujan rata-rata maksimum berturut-turut adalah 79,62 mm, 84,22 mm, 82,76 mm dan 82,76 mm.
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG J (IRMA UTAMA) RSU PROVINSI NTB MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE: Cost and Time Control on Construction Project of NTB Province Public Hospital’s J Building (Irna Utama) using Earned Value Method Warka, I Gede Putu; Handayani, Teti; Asmina, Diana
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi memerlukan tindakan pengendalian dari segi biaya dan waktu. Metode Earned value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Metode Earned value memadukan tiga unsur yaitu jadwal, biaya dan presentasi kerja. Analisa Earned Value ini akan diterapkan pada proyek Pembangunan Gedung J (irna utama) RSU Provinsi NTB. Sebelum dilakukan tindakan pengendalian biaya dan waktu, perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja proyek adalah metode Earned Value. Kinerja proyek dianalisa berdasarkan indeks performansi biaya dan waktu. Perhitungan didasarkan pada nilai Planned Value, nilai Earned Value dan nilai Actual Cost. Pengontrolan performa atau kinerja proyek ditinjau dari minggu ke-17 hingga minggu ke-21. Hasil analisa pada minggu ke-21 menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan dan biaya yang dikeluarkan lebih rendah dari biaya yang dianggarkan, yang ditunjukkan dengan nilai SPI sampai dengan minggu ke-21 ini adalah 1,171415809 ( SPI > 1 ) dan CPI = 1,0557959 ( CPI > 1 ).Jika performa proyek tetap seperti ini, maka akan terjadi penyimpangan positif dari segi waktu dan biaya pada proyek tersebut.
KINERJA KOLOM KAYU HOLLOW LAMINASI PADA BERBAGAI VARIASI LUAS LUBANG: Performance of Hollow Laminated Timber Columns at Various Opening Area Saputra, Arrijal; Sugiartha, I Wayan; Rofaida, Aryani
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan ukuran kayu saat ini menyebabkan masalah tersendiri dalam hal memenuhi kayu sebagai bahan struktural. Pemanfaatan kayu laminasi dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan kayu solid dengan dimensi besar sebagai bahan struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau kapasitas tekan kolom kayu hollow sejajar arah serat dengan memvariasikan luas lubang dan menyamakan momen inersia pada jenis kolom pendek. Pengujian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanis kayu yakni pengujian kadar air, berat jenis, kuat tekan sejajar serat, dan kuat lekat. Adapun variasi luas lubang kolom kayu hollow yang digunakan dalam pengujian yakni 40%, 30%, 20%, dan solid dengan dimensi 15/15 cm. Kemudian pengujian kolom kayu dilakukan menggunakan alat Hidraulic jack dengan kapasitas 50 ton. Pembebanan menggunakan jenis beban statis jangka pendek dan sejajar serat batang dengan asumsi perletakan sendi-sendi. Pembacaan pembebanan dilakukan secara mekanis dan dilakukan setiap kenaikan 1 ton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil persentase luas lubang maka semakin besar kapasitas pembebanan yang diterima oleh kolom dengan nilai rata-rata setiap prosentase luas lubang 40%, 30%, 20% dan solid berturut-turut yakni 266,667 KN, 303,333 KN, 350,00 KN, dan 376,667 KN. Pola keruntuhan yang terjadi pada kolom kayu hollow dan solid adalah keruntuhan tekan atau keruntuhan material (crushimg failure).
ANALISIS KARAKTERISTIK CURAH HUJAN UNTUK PENDUGAAN DEBIT PUNCAK DENGAN METODE RASIONAL DI MATARAM: Analysis of Characteristics Rainfall for Peak Discharge Estimation With Rational Method in Mataram Bagus Budianto, Muhammad; Yasa, I Wayan; Hanifah, Lilik
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep hidrologi sederhana dalam suatu sistem DAS (daerah aliran sungai) digambarkan dengan adanya hubungan antara masukan, proses dan luaran. Hujan adalah komponen utama dalam sistem tersebut yaitu sebagai masukan dalam sistem, sedangkan luaran dari sistem adalah berupa aliran. Aliran air dipengaruhi karakteristik hujan yaitu kedalaman hujan, durasi hujan, intensitas hujan dan frekuensi hujan. Intensitas hujan erat kaitannya dengan durasi dan frekuensi. Ketiga karakter hujan tersebut dapat digambarkan dalam grafik intensity-duration- frequency (IDF). Kurva IDF ini dapat digunakan untuk menghitung debit banjir rencana dengan menggunakan metode rasional. Dari hasil analisis yang telah dilakukan pola distribusi curah hujan yang cocok adalah log pearson type III, kemudian curah hujan rancangan untuk periode ulang 1, 2, 5, 10, 25, 50, 100 dan 200 berturut-turut adalah sebesar 41,46 mm, 67,36 mm, 96,43 mm, 122,03 mm, 162,96 mm, 200,79 mm, 245,86 mm dan 299,78 mm. Berdasarkan tata guna lahan yang ada pada tahun 2011 besarnya koefisien aliran (C) adalah 0,504, sedangkan dari data teknis DAS Unus untuk analisis waktu konsentrasi adalah 6,29 jam. Dan besaran debit puncak banjir untuk kala ulang 1, 2, 5, 10, 25, 50, 100 dan 200 berturut-turut adalah 23,10 m3/dt, 37,53 m3/dt, 53,73 m3/dt, 67,99 m3/dt, 90,80 m3/dt, 111,87 m3/dt, 136,99 m3/dt, 167,03 m3/dt.
ANALISIS KONDISI HIDROOCEANOGRAFI LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN BANDAR INTERNASIONAL KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA: Hidrooceanography Analysis of the Site Plan Development of Kayangan International Port at North Lombok District Srikus Saptaningtyas, Rini; Sulistyowati, Tri
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selat Lombok terletak pada Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) memiliki posisi strategis, karena menjadi alternatif jalur pelayaran internasional setelah Selat Malaka yang saat ini sangat sibuk. Sebagian besar, yaitu 90% barang perdagangan antar negara diangkut dengan kapal laut. Lebih dari 40% melintasi perairan Indonesia. Rencana pembangunan Bandar Internasional Kayangan merupakan salah usaha untuk mendukung rencana pembangunan “Kota Bandar Dunia” di Kabupaten Lombok Utara. Bandar internasional Kayangan diharapkan dapat dilayari oleh kapal-kapal “extra large”, di atas 300 ribu DWT bahkan kapal-kapal yang mencapai 1,2 juta DWT dan diperlukan kedalaman minimal 50 meter. Analisis kondisi hidrooceanografi lokasi rencana pembangunan bandar internasional Kayangan dilakukan pada 2 (dua) lokasi yaitu Sedutan dan Sigundi. Data-data primer diperoleh melalui kegiatan survey pengukuran antara lain : (1). topografi dan bathimetri; (2). pasang surut; (3). arus; (4) angin dan gelombang. Sehingga dengan studi ini dapat diketahui kondisi lokasi rencana pembangunan bandar internasional Kayangan memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan. Berdasarkan hasil survey pengukuran topografi dan bathimetri diketahui bahwa pada perairan kawasan Pantai Kayangan kearah laut lepas di lokasi Sedutan pada jarak dari pantai 300 m kedalamannya 60 m, sedangkan di lokasi Sigundi dengan jarak dari pantai 400 m, memiliki kedalaman mencapai 60 m. Dari pengamatan kondisi pasang surut diketahui bahwa gelombang pasang tertinggi 3,314 m. Angin dominan pada bulan Desember-Maret adalah dari arah utara dengan kecepatan dominan di atas 15 knot dan pada bulan April-November arah angin dominan dari arah Selatan dengan kecepatan dominan di atas 9-12 knot. Gelombang dominan adalah dari arah barat dengan tinggi gelombang dominan 0.2-0.4 m dan tinggi gelombang maksimum 1.78 m. Sehingga berdasarkan kondisi hidrooceanografis, lokasi rencana pembangunan bandar internasional Kayangan memenuhi persyaratan teknis untuk dilalui kapal-kapal besar berukuran 300 ribu – 1,2 juta DWT.
PENGARUH SISTEM PEMBAYARAN TERHADAP CASH FLOW OPTIMAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PENGADILAN NEGERI PRAYA: The Influence of Payment System Addition on the Optimum Cash Flow of Construction Project of Praya Country Courthouse Wirahman, Lalu; Warka, I Gede Putu; Apriliana, Ayu
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembayaran yang diterima kontraktor sangat mempengaruhi cash flow dalam suatu proyek. Cash flow proyek harus diatur dengan teliti agar mengetahui keadaan keuangan proyek pada saat periode tertentu. Tidak jarang kontraktor mengalami hambatan likuidasi, karena tidak mengatur cash flow dengan baik. Dimana kontraktor cenderung berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Penentuan sistem pembayaran yang tepat dapat memberikan keuntungan maksimum bagi kontraktor. Tujuannya adalah untuk mengetahui sistem pembayaran yang baik, besar keuntungan dan dana yang harus disiapkan kontraktor untuk membiayai proyek, maka dilakukan penelitian pada Proyek Pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Praya. Metode yang digunakan yaitu dengan membuat perhitungan RAP proyek sendiri. Kemudian dilakukan perhitungan cash flow dengan beberapa variasi sistem pembayaran berdasarkan RAP dan penjadwalan proyek. Dari hasil perhitungan cash flow dapat diketahui besarnya keuntungan proyek dan besarnya dana yang harus disiapkan kontraktor terlebih dahulu / overdraft untuk mendanai proyek. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sistem pembayaran yang memberikan profit maksimum adalah sistem pembayaran termin progress dengan uang muka menghasilkan profit sebesar 23,006% dan overdraft sebesar Rp 172.901.154,- untuk membiayai proyek. Karena berdasarkan hasil perhitungan cash flow proyek, sistem pembayaran termin progress dengan uang muka menghasilkan overdraft negatif yang lebih kecil. Sehingga dana yang disediakan kontraktor lebih kecil dan bisa lebih menguntungkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10