cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PERHITUNGAN REFLUX PADA KOLOM III STASIUN DISTILASI DI PT X LUMAJANG Artika, Dian Islamiati; Sudarminto, Hadi Priya; Wahyudi, Fajar
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.477

Abstract

Bahan yang digunakan berasal dari tetes tebu dari pabrik gula yang ada di Lumajang, proses pembuatan alkohol menggunakan metode distilasi sehingga menghasilkan produk alkohol yang diinginkan kadarnya (96,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka reflux dan untuk mengetahui nilai koreksi reflux actual sesuai dengan nilai reflux yang disarankan referensi. Nilai reflux harus diketahui agar dapat mengoptimalkan kinerja alat tersebut agar proses dapat berjalan dengan hasil akhir yang maksimal tanpa harus membuang energi dan produk yang berlebih. Kondisi proses reflux pada PT X Lumajang didapatkan dari produk atas kolom 3 stasiun distilasi dengan input etanol 795 kg/jam, air 4.505 kg/jam dan steam 830 kg/jam dengan keluaran atas yaitu etanol 511,66 kg/jam, air 8,34 kg/jam dan keluaran bawah 5.600 kg/jam dan less sebesar 10 kg/jam. R optimum berkisar 1,2 – 1,5 Rmin, berdasarkan penelitian yang dilakukan nilai reflux yang dihasilkan pada kolom 3 stasiun distilasi PT X Lumajang yaitu 4,29 didapatkan dari Ln/D dengan Ln sebesar 49,6 dan D sebesar 11,57. Rm sebesar 1,4 didapatkan dari xD/Rm+1 yang mana xD sebesar 96% dan Rm+1 sebesar 2,4. R optimum sebesar 1,68 didapatkan dari 1,2 x Rm yang mana Rm sebesar 1,4 dan didapatkan koreksi reflux aktual sebesar 1,55. Pengaruh reflux terhadap jumlah dan konsentrasi distilat yang dihasilkan pada stasiun distilasi adalah apabila nilai reflux semakin tinggi maka jumlah distilat yang dihasilkan semakin sedikit akan tetapi konsentrasinya tinggi begitu pula sebaliknya.
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU KAPUR TERHADAP NILAI TURBIDITY NIRA TEBU DALAM PEMBUATAN GULA PASIR Milaniyah, Inun; Chrisnandari, Rosita Dwi; Setyawan, Kristian Dony
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.376

Abstract

Kebutuhan gula pasir semakin tinggi seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia. Oleh karena itu industri gula berusaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas yang baik. Gula pasir dapat dikatakan baik apabila selama proses pembuatan tidak terjadi browning sehingga produk gula pasir berwarna putih. Browning terjadi jika selama proses pembuatan gula pasir, nira tebu memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi. Untuk menghindari proses browning maka industri gula melakukan perlakuan terhadap nira tebu dengan proses defekasi atau penambahan susu kapur ke dalam nira tebu hingga pH tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan susu kapur terhadap nilai turbidity nira tebu. Penelitian dilakukan dengan memasak nira mentah tebu dari stasiun gilingan Pabrik Gula Wonolangan sebanyak 500 mL hingga suhu 75oC, kemudian ditambah dengan susu kapur hingga variasi pH campuran nira dan susu kapur mencapai 8,5 ; 8,6 ; 8,8 dan 9,0 lalu dipanaskan kembali hingga suhu ±105oC. Hasil penelitian menunjukkan campuran nira tebu dan susu kapur dengan pH 8,9 memiliki nilai turbidity terendah yaitu sebesar 599,37 NTU. Pada pH 8,9 susu kapur yang ditambahkan sebanyak ±4,2 mL. Selain itu, dapat diketahui nilai turbidity tertinggi adalah di pH 8,8 dan 9 yaitu masing-masing 1526,34 dan 1485,33 NTU.
PENGARUH JUMLAH MASSA UMPAN SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR PADA PROSES PIROLISIS Nasywa, Jazilah; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.500

Abstract

Pemanfaatan sekam padi di Indonesia sampai saat ini masih rendah. Padahal kandungan pada limbah sekam padi seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang cukup tinggi dapat menghasilkan asap cair melalui proses pirolisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah massa umpan sekam padi terhadap kualitas asap cair pada proses pirolisis. Pembuatan asap cair dilakukan di dalam reaktor pirolisis dengan kapasitas 5 kg. Sekam padi kering yang ukurannya sudah dikecilkan hingga kurang lebih 100 mesh. Variasi jumlah massa umpan yang digunakan adalah 250 g, 500 g, 750 g, dan 1000 g. Proses pirolisis dilakukan selama 30 menit dengan suhu ±400oC. Produk asap yang keluar dari reaktor pirolisis akan melewati kondensor tingkat atas dan kondensor tingkat bawah terlebih dahulu, kemudian hasil kondensasi akan ditampung sebagai asap cair. Hasil analisis yang dilakukan pada asap cair tersebut menunjukkan bahwa perbedaan jumlah massa umpan sekam padi memberi pengaruh nyata terhadap densitas, pH, dan yield. Jumlah massa umpan 250 g memberikan kualitas asap cair terbaik yang sesuai dengan standar mutu asap cair Jepang di antara jumlah massa umpan lainnya, dengan nilai densitas yang didapatkan adalah 1,0638 g/mL, pH sebesar 3, dan yield sebesar 31%.
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI PPSDM MIGAS CEPU Paniklan, Vastu Kayhan Sang; Ardiansyah, Septian Dicky; Prayitno, Prayitno; Kusuma, Rieza Mahendra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.311

Abstract

Salah satu IPAL yang berada di PPSDM Migas Cepu yaitu berupa unit American Petroleum Institue (API) dan Corrugated Plate Interceptor (CPI) merupakan alat pengolah limbah cair yang proses kerjanya yaitu pemisahan berdasarkan berat jenis. IPAL tersebut sudah beroperasi sejak tahun 1897. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kinerja dari unit API dan CPI, efektifitasnya dalam mengolah limbah cair yang berada di PPSDM Migas Cepu dengan cara mengguji parameter yaitu BOD, COD dan amonia pada air limbah di bagian influent dan effluent dari API dan CPI. Hasil penelitian pada outlet API 2 mengalami penurunan dan masih dalam ambang batas baku mutu yang ditetapkan dan penurunan setiap parameter Amonia 10%, BOD 30% dan COD 10%.
STUDI LITERATUR KEMAMPUAN DAN KARAKTERISASI ADSORBEN DARI LUMPUR LAPINDO Nugroho, Ganang Setyo; Arief, Muchammad Syafi’; Widiono, Bambang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.427

Abstract

Kegiatan eksplorasi gas alam yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas menyebabkan semburan lumpur panas Lapindo sejak 29 Mei 2006 hingga saat ini masih menimbulkan beberapa permasalahan. Sehingga, diharapkan dengan adanya pemanfaatan lumpur Lapindo dapat mengurangi dampak negatif lumpur Lapindo terhadap lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi lumpur Lapindo sendiri. Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan karakteristik lumpur Lapindo jika digunakan sebagai adsorben. Berdasarkan hasil studi literatur disimpulkan bahwa lumpur Lapindo berpeluang dimanfaatkan sebagai adsorben karena didominasi kandungan SiO2 sebesar 44,8%-53,4%, diikuti oleh Fe2O3, dan Al2O3. Aktivasi kimia dan fisika dapat meningkatkan kemampuan lumpur Lapindo sebagai adsorben dengan adanya kenaikan rasio jumlah SiO2/Al2O3 dari (2 – 3) : 1 menjadi (5 – 6) : 1. Serta hasil analisis BET menunjukkan adanya kenaikan luas area permukaan dari 37,289 m2/g menuju 116,953 m2/g, dan diameter pori dari 6,45 nm menuju 22,15 nm. Adsorben lumpur Lapindo memiliki kemampuan terbaik mengadsorpsi ion logam Ni sebesar 98,31%, zat warna reaktif sebesar 98,07%, serta menurunkan kadar COD dan BOD sebesar 98,04% dan 43,41%.
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER TIPE DOUBLE PIPE PADA PROSES PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT DENGAN TAMBAHAN SARI CUCUMBER DAN KAPASITAS 6300 TON/ TAHUN Damayanti , Novia; Hendrawati, Nanik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.379

Abstract

Kebutuhan sabun mandi di era pandemi mengalami kenaikan yang signifikan. Peningkatan kapasitas produksi ataupun pembangunan pabrik baru diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam perancangan pabrik sabun adalah perhitungan Heat Exchanger. Dalam pembuatan sabun menggunakan proses trigliserida dibutuhkan pemanasan awal bahan. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban reaktor dan memudahkan proses saponifikasi terjadi didalam reaktor saat proses reaksi berlangsung. Selain itu, pemanas yang digunakan harus di desain terlebih dahulu agar layak digunakan dan dapat mengurangi biaya pemeliharaan di masa depan. Desain alat ini akan didasarkan pada studi literatur dan perhitungan manual menggunakan Ms. Excel . Proses pemanasan dilakukan dengan suhu bahan masuk Heat Exchanger sebesar 30◦C hingga suhu keluar dari Heat Exchanger yang akan masuk ke dalam Continuous stirred-tank reactors (CSTR) menjadi 70◦C. Dari perhitungan menggunakan Ms. Excel didapatkan dimensi pipa dengan panjang hairpin 12 ft, nilai luas perpindahan panas sebesar 20,880 ft2, serta nilai Foulling Factor (Rd) hitung sebesar 0,002 dan nilai Foulling Factor (Rd) pembanding sebesar 0,002, sehingga dari hasil perhitungan tersebut spesifikasi Heat Exchanger sudah memenuhi syarat dilihat dari nilai Foulling Factor (Rd) hitung sama dengan Foulling Factor (Rd) ketentuan atau pembanding, yang mana Heat Exchanger dalam keadaan baik dan layak operasi.
PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK, JERAMI PADI DAN BATOK KELAPA SEBAGAI FILLER PHENOL FORMALDEHID RESIN PRODUKSI PT PAMOLITE ADHESIVE INDUSTRI Wicaksana, Irsandra Diviandhira Salsabilla; Suhariyadi, Faradina; Chalim, Abdul; Sulistio, Any
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.321

Abstract

Plywood merupakan salah satu produk yang diperoleh dengan menyusun bersilangan tegak lurus minimal tiga lembar kayu lapis (veneer). Salah satu produk dari PT Pamolite Adhesive Industri adalah Phenol Formaldehyde Adhesive yang digunakan untuk merekatkan lapisan veneer tipe WBP (Weather Boil Proof) yang dapat memberikan kekuatan tinggi dan sangat tahan terhadap kelembaban, mencegah delaminasi dan memberikan stabilitas suhu yang sangat baik. Untuk meningkatkan kualitas perekat phenol, maka perlu ditambahkan pengaplikasian bahan pengisi (filler) dari limbah eceng gondok, jerami padi dan batok kelapa. Dengan penambahan kadar yang bervariasi mulai dari 5% hingga 22% (w/w) masing-masing dari bobot perekat cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan komposisi tepung eceng gondok, jerami padi dan batok kelapa pada phenol terhadap viskositas, bonding strength dan delaminasi. Metode awal yang dilakukan adalah penentuan kadar filler terbaik untuk menentukan kadar filler, kemudian dilakukan percobaan mulai dari pembuatan glue line hingga pengaplikasian pada plywood dilanjutkan dengan pengujian viskositas, bonding strength dan delaminasi. Hasil pengujian menunjukkan jenis filler berpengaruh nyata terhadap keteguhan rekat plywood. Semakin besar kadar filler yang digunakan maka terjadi kenaikan viskositas. Sementara itu untuk uji delaminasi dari semua sampel tidak terjadi delaminasi terbuka atau biasa disebut dengan passed. Dari ketiga jenis filler tersebut hasil yang didapatkan cukup baik, namun hasil terbaik dari keseluruhan yaitu pada tepung batok kelapa dengan kadar 19%.
STUDY ON DOUBLE-EFFECT DISTILLATION PROCESS FOR SEPARATING METHANOL-WATER USING ASPEN PLUS V10 Putri, Zauziah Pramiswari; Lusiani, Cucuk Evi; Zhishan, Zhang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.384

Abstract

Methanol (also known as CH3OH, methyl alcohol, hydroxymethane, wood alcohol, or carbinol) is a widely used primary raw material. It is one of the first organic chemicals to find extensive laboratory and industrial use. Methanol and water are ideal binary systems that can be separated by conventional distillation. This study aims to separate methanol-water using a simulated double-effect distillation process in Aspen Plus. To obtain a higher purity of methanol and consider the high energy consumption of the distillation process, double-effect distillation with a double column was used. Furthermore, the single-column and double-effect distillation processes can be simulated by Aspen Plus software. The software version used in this simulation is Aspen Plus V.10 with NRTL thermodynamics methods as binary interaction parameters. The double effect distillation column was equipped with a heat exchanger, splitter, and pump. Moreover, a design specification is needed to get the purity of methanol as wanted. Compared to each column process, the temperature profile of each column process is directly proportional to the number of stages. By simulation process that has been carried out, the purity of methanol in the single-column process and double-effect distillation process is slightly different with 97.1% and 97.2%, respectively. In the double-effect distillation process, columns C1 and C2 save 0.6% and 0.37% of energy in the single-column process, respectively. It indicates that the double-effect distillation has obvious advantages over single-column distillation in terms of purity of methanol and energy saving.
PERHITUNGAN EFISIENSI EVAPORATOR (V-1) DI UNIT KILANG PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MINYAK DAN GAS BUMI CEPU Kubha, Catharina Bernadeta; Setyorini, Alvira Alwa; Chumaidi, Achmad; Jatmiko, Jatmiko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.482

Abstract

Evaporator merupakan salah satu alat utama di unit kilang PPSDM Migas Cepu yang sudah cukup lama digunakan sehingga perlu dilakukan perhitungan efisiensi evaporator. Perhitungan efisiensi dilakukan untuk mengetahui kelayakan evaporator tersebut untuk proses pengolahan minyak mentah di unit kilang PPSDM Migas Cepu. Perhitungan efisiensi evaporator dilakukan berdasarkan data dari unit kilang yaitu data kondisi evaporator, data densitas tiap komponen, data massa tiap komponen, dan data distilasi ASTM (American Society for Testing Material) tiap komponen mulai dari tanggal 7 – 11 Februari 2022 kemudian dilakukan perhitungan neraca massa dan dilanjutkan dengan perhitungan neraca panas. Dari perhitungan neraca massa dan neraca panas tersebut didapatkan efisiensi evaporator sebesar 58,76%. Nilai efisiensi tersebut menunjukkan bahwa evaporator yang ada di unit kilang PPSDM Migas Cepu kurang layak untuk digunakan dan perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi evaporator tersebut agar tidak mengganggu proses pengolahan minyak mentah.
PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN VARIASI JENIS FILLER DAN PLASTICIZER Fadlilah, Nada; Udjiana, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.470

Abstract

Sampah plastik masih menjadi masalah yang sukar dipecahkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menyebutkan limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun, sehingga dibutuhkan pembuatan plastik yang mudah terurai, salah satunya menggunakan biji mangga yang dapat digunakan sebagai materi polimer organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan plastik yang mudah terurai dari beberapa karakteristik berdasarkan standar yang telah ditentukan yaitu SNI 7188.7:2016. Pembuatan plastik menggunakan metode penelitian RAL faktorial (Rancangan Acak Lengkap yang disusun faktorial) menggunakan variasi plasticizer sorbitol dan polyethylene glycols (PEG) 400 serta kalsium silikat 4%, 6%, 8% dan seng oksida 4%, 6%, 8% sebagai variasi filler, kemudian melakukan beberapa pengujian berupa uji biodegradabilitas, water absorption, kuat tarik dan elongasi untuk mengetahui karakteristik parameter dari hasil pengolahan bioplastik. Perolehan uji biodegradabilitas terbesar didapatkan oleh sampel A1B1 (sorbitol & kalsium silikat 4%) sebesar 76%, pengujian kuat tarik pada sampel A3B3 (PEG 400 & seng oksida 8%) yaitu 1,6484 MPa, hasil perolehan elongasi terbaik terdapat pada sampel A2B3 (sorbitol & seng oksida 8%) sebesar 8% kemudian persentase nilai water absorption yaitu 5% pada sampel A3B1 (PEG 400 30% & seng oksida 4%). Hasil karakterisasi untuk observasi plastik biodegradable selain pengujian biodegradabilitas masih belum memenuhi standar kemasan plastik yang mudah terurai.