cover
Contact Name
Ivan Sunata
Contact Email
sunataivan@gmail.com
Phone
+6285274603444
Journal Mail Official
sunataivan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci Jl. Kapten Muradi, Kec. Sungai Liuk, Kerinci, Jambi, Indonesia 37112
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah
ISSN : 27146510     EISSN : 27156273     DOI : https://doi.org/10.32939/ishlah
Core Subject : Religion,
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah is a journal that publishes current original researches on ushuluddin, adab and dakwah phenomenon and studies related to social and cultural context in Indonesia in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies. The focus study of Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah are: Interpretation of the Quran and Hadis; Humanities and Philology; Islamic Historical and Cultural Studies; Islamic communication/public speaking (Tabligh); Islamic counseling (Irsyad); Da’wah management (Tadbir); Islamic community development (Tamkin); Religion Studies.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2025): Juni" : 12 Documents clear
The Inculturation of Religion and Culture in the Use of Trade Charms at Tanjung Bajure Market, Sungai Penuh City Satria, Oga; Pratama, M. Raditya Ridho
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.380

Abstract

This study examines the phenomenon of using Quranic verses as trade charms in Sungai Penuh City through the Living Qur'an approach, which highlights how the community interprets and applies sacred texts in the local economic context. This research employs a qualitative method with a phenomenological and reception approach to understand the meanings, beliefs, and perspectives of the community regarding this practice. Data were collected through in-depth interviews, observations, and literature studies. The findings indicate that the use of Quranic verses as trade charms stems from various motivations, ranging from the belief in blessings to efforts to attract customers. Community views on this practice are divided: some regard it as a legitimate effort as long as it aligns with Islamic teachings, while others see it as an abuse of sacred texts. The study also reveals a contestation between customary and religious authorities in assessing the legitimacy of this practice. This research aims to contribute to a deeper understanding of the relationship between local traditions, Islamic values, and community economic practices. Additionally, it opens a space for theological reflection on the use of religious symbols in economic contexts. Penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan ayat-ayat al-Qur'an sebagai penglaris dagangan di Kota Sungai Penuh, dengan menyoroti praktik masyarakat dalam memaknai dan menerapkan ayat-ayat suci dalam konteks ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan resepsi untuk memahami makna, keyakinan, dan pandangan masyarakat terkait praktik tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ayat-ayat al-Qur'an sebagai penglaris memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari keyakinan akan keberkahan hingga upaya menarik pelanggan. Pandangan masyarakat terhadap praktik ini terbagi menjadi dua: sebagian menganggapnya sebagai bentuk usaha yang sah selama tidak menyimpang dari ajaran Islam, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk penyalahgunaan ayat-ayat suci. Penelitian ini juga menemukan adanya kontestasi antara otoritas adat dan agama dalam menilai legitimasi praktik tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara tradisi lokal, nilai-nilai Islam, dan praktik ekonomi masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga membuka ruang diskusi untuk refleksi teologis tentang penggunaan simbol-simbol agama dalam konteks ekonomi.
A New Perspective on Gender: An Analysis of Surah Al-Ahzab Verse 35 with Muhammad Syahrur's Theory of Limits Hasanah, Nur; Shofa, Ida Kurnia; Nidhom, Khoirun
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.382

Abstract

Gender is a concept that describes the socially and culturally constructed differences in roles and responsibilities between men and women. In Islam, Surah Al-Ahzab verse 35 affirms gender equality in spiritual and moral aspects, emphasizing that both men and women have equal opportunities to achieve virtue. Muhammad Syahrur's Limit Theory also provides a new perspective on the flexibility of Islamic law in adapting gender norms to evolving social contexts. This study highlights the importance of understanding gender in building a more just and inclusive society while encouraging a more progressive interpretation of religious texts. This study examines gender equality in Surah Al-Ahzab verse 35 through the perspective of Muhammad Syahrur using the Limit Theory approach. This verse is considered a significant foundation that affirms the equality of roles between men and women in Islam. Employing a qualitative method and thematic interpretation approach, this study analyzes the minimum and maximum limits in Limit Theory to understand the implications of the verse on the concept of gender equality. The findings reveal that Muhammad Syahrur's interpretation offers a contextual approach relevant to universal values, while also providing critique against patriarchal views in traditional interpretations. This study emphasizes the relevance of the Qur'an as a guide supporting gender equality in various aspects of life. Gender merupakan konsep yang menggambarkan perbedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial dan budaya. Dalam Islam, Surah Al-Ahzab ayat 35 menegaskan kesetaraan gender dalam aspek spiritual dan moral, menunjukkan bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki peluang yang sama dalam mencapai kebajikan. Pendekatan Muhammad Syahrur dengan Teori Limit juga memberikan pemahaman baru tentang fleksibilitas hukum Islam dalam menyesuaikan norma-norma gender dengan konteks sosial yang berkembang. Studi ini menyoroti pentingnya pemahaman gender dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif, serta mendorong interpretasi yang lebih progresif terhadap teks-teks keagamaan. Penelitian ini mengkaji kesetaraan gender dalam Surah Al-Ahzab ayat 35 melalui perspektif Muhammad Syahrur dengan pendekatan Teori Limit. Surah tersebut dianggap sebagai salah satu landasan penting yang menegaskan kesetaraan peran laki-laki dan perempuan dalam Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan tafsir tematik, penelitian ini menganalisis batas minimum dan maksimum dalam Teori Limit untuk memahami implikasi ayat tersebut terhadap konsep kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Muhammad Syahrur menawarkan pendekatan kontekstual yang relevan dengan nilai-nilai universal, sekaligus memberikan kritik terhadap pandangan patriarkal dalam tafsir tradisional. Kajian ini memperkuat relevansi Al-Qur'an sebagai pedoman yang mendukung kesetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan.
Innovative Da'wah Strategies of Border Preachers in Strengthening the Values of Shari'a Islam in the Danau Paris Subdistrict, Aceh Singkil Tinambunan, Syarbaini; Abdurrahman, Zulkarnain
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.383

Abstract

Islamic Sharia in Aceh is implemented as a form of privilege regulated in Law No. 44/1999 on the implementation of the privileges of Aceh Province. Despite the privilege, the implementation of Islamic Sharia in Aceh still faces challenges, especially the low awareness of the community to implement it consistently. This research aims to analyze the strategies applied by da'i in raising public awareness of the implementation of Islamic Sharia in Danau Paris Sub-district, Aceh Singkil District. The focus of this research includes the condition of the implementation of Islamic Sharia in Danau Paris Sub-district, the da'wah strategy used, as well as the identification of challenges faced by da'i. This research uses a descriptive qualitative approach method, where data is obtained through in-depth interviews, participatory observation, and document study. This research reveals that the implementation of Islamic Sharia in Danau Paris Sub-district faces various obstacles, such as low religious understanding in the community, the influence of outside culture and globalization, the economic challenges of the community and the limitations of da'wah facilities. The da'i overcome these challenges through personal and family approaches, social and cultural approaches and collaboration with community leaders and the Islamic Sharia Office. Syariat Islam di Aceh diterapkan sebagai bentuk keistimewaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Provinsi Aceh. Meskipun memiliki keistimewaan, penerapan Syariat Islam di Aceh masih menghadapi tantangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjalankannya secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh para da’i Perbatasan dalam Menguatkan Nilai-nilai Syariat Islam di Danau Paris, Kabupaten Aceh singkil. Fokus penelitian ini meliputi kondisi penerapan Syariat Islam di Kecamatan Danau Paris, strategi dakwah yang digunakan, serta identifikasi tantangan yang dihadapi oleh para da’i. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan Syariat Islam di Kecamatan Danau Paris menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman agama di masyarakat, pengaruh budaya luar dan globalisasi, tantangan ekonomi masyarakat serta keterbatasan fasilitas dakwah. Para da’i mengatasi tantangan tersebut melalui pendekatan personal dan kekeluargaan,pendekatan sosial dan budaya serta kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan Dinas Syariat Islam.
Multicultural Islamic Preaching within a Plural Society: Ustaz Mursyidin’s Contribution in Penyengat Village, Siak Hasibuan, Perdamaian; Marpuah, Siti; Masbukin, Masbukin; Hanafi, Imam
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.384

Abstract

This article examines the multicultural da'wah practices carried out by ustaz Mursyidin in Penyengat Village, Sungai Apit Subdistrict, Siak Regency, Riau—a traditional community of the Anak Rawa Tribe where most residents adhere to Christianity, Buddhism, and indigenous beliefs, while Muslims form a small minority. The study aims to explore the da'wah strategies used, identify the challenges faced, and analyze community responses within a multicultural setting. Using a qualitative character study approach, data were collected through interviews, participatory observation, and document analysis. Findings reveal that ustaz Mursyidin adopts a contextual and empathetic approach by engaging in da'wah bil hal, interfaith dialogue, and cultural negotiation. These strategies emphasize tolerance, participation, and exemplary conduct. The challenges include conflicts between Islamic values and local customs, as well as symbolic resistance. Nonetheless, the soft and inclusive methods employed led to a high level of acceptance among the community. This study affirms the relevance of multicultural da'wah theories, cultural da'wah, cross-cultural communication, and power relations as foundations for effective da'wah in pluralistic societies. Artikel ini mengkaji praktik dakwah multikultural yang dijalankan oleh Ustaz Mursyidin di Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau—sebuah komunitas adat Suku Anak Rawa di mana mayoritas penduduknya menganut agama Kristen, Buddha, dan kepercayaan lokal, sementara umat Islam merupakan kelompok minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi dakwah yang digunakan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menganalisis respons masyarakat dalam konteks multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi tokoh dan observasi partisipatif, disertai analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ustaz Mursyidin menerapkan pendekatan yang kontekstual dan empatik melalui dakwah bil hal, dialog lintas agama, dan negosiasi budaya. Strategi ini menekankan toleransi, partisipasi, dan keteladanan sosial. Tantangan yang dihadapi antara lain benturan nilai antara ajaran Islam dan adat lokal serta resistensi simbolik. Meskipun demikian, pendekatan yang lembut dan inklusif menghasilkan tingkat penerimaan yang tinggi dari masyarakat. Penelitian ini menegaskan relevansi teori dakwah multikultural, dakwah kultural, komunikasi lintas budaya, dan relasi kekuasaan sebagai fondasi dakwah yang efektif dalam masyarakat majemuk.
Strengthening the Strategy in Achieving the Achievements of the Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Caravan of Kerinci Regency at Jambi Provincial Level Usman, Usman; Vitaloka, Wulansari; Usman, A’zhami Alim
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.390

Abstract

The achievements of the Kerinci Regency MTQ caravan at the provincial level had been degraded from 10 districts and cities. Kerinci occupies the last rank, namely 10 in 2023, and in 2024 it would rank 7th. This study explores how to develop strategies for achieving the achievements of the Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) caravan in the Kerinci district at the Jambi provincial level. This study used qualitative descriptive with semi-structured and unstructured data collection to explore data from participants by purposive sampling set by four people. The participant's names were created under a pseudonym to maintain their confidentiality. The results of the interviews were analyzed using the theories of data coding, theme identification, review, theme naming, and reporting. The results show the importance of an integrated strategy to improve the achievement of the Kerinci Regency Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) caravan at the Jambi Province level. The main steps include recruiting competent coaches, involving local and provincial coaches, and selecting potential participants to ensure the best quality. The coaching is carried out on an ongoing basis with a technical and mental approach, which local and provincial trainers coordinate. The coaching time is longer than six steps, with one wave lasting from five to 30 days and distributed within three months. Implementing a planned and directed strategy, Kerinci Regency has an excellent opportunity to improve the achievements of MTQ caravans sustainably at the provincial level to improve the achievements of MTQ caravans sustainably at the provincial level. Abstrak. Prestasi kafilah MTQ Kabupaten Kerinci di tingkat provinsi telah mengalami penurunan dari 10 kabupaten dan kota. Kerinci menempati peringkat terakhir, yaitu peringkat 10 pada tahun 2023, dan pada tahun 2024 mengalami perbaikan mendapatkan peringkat 7. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana mengembangkan strategi untuk mencapai prestasi kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kabupaten Kerinci pada tingkat provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data semi-terstruktur dan tidak terstruktur untuk mengeksplorasi data dari peserta yang dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari empat orang. Nama-nama peserta dibuat dengan menggunakan nama samaran untuk menjaga kerahasiaan mereka. Hasil wawancara dianalisis menggunakan teori pengkodean data, identifikasi tema, tinjauan, penamaan tema, dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya strategi terintegrasi untuk meningkatkan prestasi kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Kerinci di tingkat Provinsi Jambi. Bagian pertama merekrut pelatih yang kompeten, melibatkan pelatih lokal dan provinsi, serta memilih peserta yang berpotensi untuk memastikan kualitas terbaik. Bagian kedua, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan teknis dan mental, yang dikoordinasikan oleh pelatih lokal dan provinsi. Waktu pembinaan lebih dari enam gelombang, dengan satu gelombang berlangsung dari lima hingga 30 hari dan dibagi dalam tiga bulan. Dengan menerapkan strategi yang terencana dan terarah, Kabupaten Kerinci memiliki peluang yang baik untuk meningkatkan prestasi kafilah MTQ secara berkelanjutan di tingkat provinsi.
Analysis of Social Values in the Quran to Overcome the Occurrence of Social Withdrawal Zayyadi, Ach; Unsiyyah, Ummi Farhatil
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.392

Abstract

Social withdrawal refers to a condition in which individuals avoid engagement in social interactions. This condition contradicts human nature as social beings who depend on one another. This study aims to explore the social values found in the Qur'an that can help address the tendency toward social withdrawal and encourage the development of harmonious interpersonal relationships. The research employs a qualitative approach using a literature review method and thematic analysis of selected Quranic verses, such as Al-Hujurat (49:11), Al-Ma'idah (5:2), An-Nisa' (4:86), and Al-Mujadilah. The interpretation of these verses refers to classical and contemporary exegeses, including Fi Zilalil Qur'an, Tafsir Al-Munir, and Tafsir Al-Misbah, in order to uncover the meanings and messages contained within. The findings reveal that Qur'anic social values such as ukhuwah (brotherhood), mutual assistance, and empathy play a vital role in shaping a harmonious social order. Such an environment helps prevent social withdrawal by offering emotional and social support, while also encouraging active participation in healthy social interactions. Abstrak. Penarikan diri dari lingkungan sosial merujuk pada keadaan ketika seseorang menghindari keterlibatan dalam interaksi sosial. Kondisi ini bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya ukhuwah, silaturrahmi, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai sosial dalam Al-Qur'an yang dapat membantu mengatasi kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial serta mendorong terwujudnya hubungan yang harmonis antarindividu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka serta analisis tematik terhadap ayat-ayat dalam Al-Qur'an, seperti Al-Hujurat (49:11), Al-Ma'idah (5:2), An-Nisa' (4:86), dan Al-Mujadilah. Penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut merujuk pada tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Misbah untuk mengekplorasi makna social yang terkandung di dalamnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial Al-Qur'an seperti ukhuwah (persaudaraan), tolong-menolong, dan empati memiliki peran krusial dalam membentuk tatanan sosial yang harmonis. Lingkungan sosial yang demikian mampu mencegah terjadinya penarikan diri secara sosial dengan memberikan dukungan secara emosional maupun sosial, serta mendorong keterlibatan aktif dalam interaksi sosial yang sehat.
Diagnosing the Typology of the Human Psyche in the Qur’an: A Study of the Salim, Muqtashid, and Maridh Souls Nurusshobah, Nurusshobah; Wahid, Ilham Dhya'ul; Aini, Hafizatul
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.399

Abstract

This study aims to examine the typology of the human psyche in the Qur'an, focusing on three principal categories of the soul: salīm, muqtasid, and marīd. Employing a thematic approach to relevant Qur'anic verses, the research analyzes how the Qur'an portrays the inner states of the human soul and offers a conceptual foundation for understanding and addressing psychological challenges. The study is conducted through library research using a thematic exegesis (tafsīr) approach, complemented by an exploration of the views of both classical and contemporary scholars regarding the Qur'anic construction of human psychology. The findings reveal that the salīm soul is described as pure, free from polytheism, and firmly rooted in monotheism, representing the ideal state of spiritual wholeness. The muqtasid soul occupies a moderate position, symbolizing individuals who strive to balance purity and deviation a type particularly relevant in contemporary social contexts. Meanwhile, the marīd soul reflects a disturbed psychological condition caused by doubt, hypocrisy, or destructive desires, which the Qur'an addresses comprehensively through spiritual purification (tazkiyah al-nafs), the strengthening of faith, and psychospiritual therapy. This study highlights that the Qur'anic classification of the soul is not merely theoretical but also practical, offering both preventive and curative solutions to the moral and spiritual crises of modern society, and contributing to the advancement of Islamic psychology and character education. Penelitian ini bertujuan menguraikan tipologi kejiwaan manusia dalam Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada tiga kategori pokok jiwa, yaitu salīm, muqtasid, dan marīd. Dengan pendekatan tematik terhadap ayat-ayat terkait, kajian ini menelaah bagaimana Al-Qur’an memaparkan dinamika batin manusia dan menyediakan kerangka konseptual dalam memahami serta mengatasi persoalan psikologis. Penelitian dilaksanakan melalui studi kepustakaan dengan metode tafsir tematik (tafsīr maudhū‘ī), disertai telaah atas pandangan ulama klasik dan kontemporer mengenai konstruksi psikologi Qur’ani. Hasil kajian menunjukkan bahwa jiwa salīm digambarkan sebagai jiwa yang suci, bersih dari syirik, dan teguh dalam ketauhidan, mencerminkan kondisi ideal kematangan spiritual. Jiwa muqtasid berada dalam posisi tengah, mewakili individu yang berusaha menyeimbangkan antara kesalehan dan penyimpangan, sehingga relevan untuk konteks sosial modern. Adapun jiwa marīd menunjukkan kondisi kejiwaan yang terganggu oleh keraguan, kemunafikan, atau dorongan negatif, yang ditangani Al-Qur’an secara menyeluruh melalui pemurnian jiwa (tazkiyah al-nafs), penguatan iman, serta pendekatan terapi psiko-spiritual. Kajian ini menegaskan bahwa klasifikasi jiwa dalam Al-Qur’an bersifat aplikatif sekaligus konseptual, memberikan solusi preventif dan kuratif atas krisis moral-spiritual masa kini, serta mendukung pengembangan psikologi Islam dan pendidikan karakter.
Strategy of Permadani Dakwah Institution in Guiding Qur'an Village Program in Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District Soraya, Siti Fitria; Madya, Efi Brata
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.408

Abstract

The Permadani Dakwah Institute (Association of Qur'anic Dakwah Youth), is an organization that focuses on building the young generation in an educational journey based on the Qur'an. This study aims to analyze the strategies carried out by the Permadani Dakwah Institute within the framework of the Qur'an Village development program in Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District. This study uses a qualitative descriptive approach, namely data obtained from in-depth interviews with the head of the institution, foundation, and teachers in program management. The results of the study indicate challenges and obstacles, such as the minimal role of youth and lack of support from the local government. The Qur'anic Village Managers overcome these obstacles by collaborating with the community, parents and the local government by organizing various dakwah programs, such as tafsir studies, dhikr, tasbih prayers, teenage dakwah overnight stays, children's post-maghrib studies and Permadani sharing. The strategies used have proven to be effective and efficient in building the Qur'anic generation in the Qur'anic Village. Lembaga Dakwah Permadani (Persatuan Pemuda Dakwah qur’ani), merupakan organisasi yang berkonsentrasi membangun generasi muda dalam menempuh pendidikan berlandaskan Al-Qur'an Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Lembaga Dakwah Permadani dengan rangka pembinaan program Kampung Qur'an di Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari wawancara mendalam terhadap ketua lembaga, yayasan, dan pengajar dalam pengelola program. Hasil penelitian menunjukkan terdapat adanya tantangan maupun hambatan, seperti minimnya peran pemuda dan kurangnya support dari pemerintah setempat. Para Pengelola Kampung Qur’ani mengatasi hambatan tersebut dengan melakukan kolaborasi ke masyarakat, orang tua dan Pihak pemerintah setempat dengan menyelenggarakan berbagai program dakwah, seperti pengajian tafsir, dzikir, sholat tasbih, mabit dakwah remaja, pengajian ba’da maghrib anak-anak dan Permadani berbagi. Strategi yang digunakan teruji efektif dan efisien dalam membangun generasi Qur’ani di Kampung Qur'an.
Analysis of the Term "Al-Ghulul " in QS. Al-Imran verse 161 Interpretation of Sayyid Quthb (A Study of Tafsir fii Zhilalil Qur'an) Saraswati, Aulia Niken; Shofa, Ida Kurnia; Nidhom, Khoirun
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.412

Abstract

This article examines Sayyid Quthb's interpretation of the term al-ghulul in QS. Āli-‘Imrān verse 161 and analyzes its relevance to the concept of corruption in a modern context. How is this term considered one of the terms for corruption in the Qur'an? This study uses a qualitative approach with a library research method, referring to the primary source, Tafsir Fī Ẓhilālil Qur'ān, and supported by secondary sources, through a descriptive-analytical approach based on thematic interpretation. The results of the study indicate that the term ghulul in QS. Āli-‘Imrān verse 161, according to Sayyid Quthb's interpretation, refers to one form of modern corruption, namely betrayal of public trust in the form of embezzlement of collective (shared) assets for personal or group interests. Artikel ini mengkaji penafsiran Sayyid Quthb terhadap term al-ghulul dalam QS. Āli-‘Imrān ayat 161 dan menganalisis relevansinya dengan konsep korupsi dalam konteks modern. Bagaimana term tersebut dikatakan sebagai salah satu term korupsi dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengacu pada sumber primer yaitu Tafsir Fī Ẓhilālil Qur’ān, serta didukung oleh sumber-sumber sekunder, melalui pendekatan deskriptif-analitis berbasis tafsir tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa term ghulul pada QS. Āli-‘Imrān ayat 161 menurut penafsiran Sayyid Quthb, merujuk pada salah satu bentuk korupsi modern yaitu pengkhianatan terhadap amanah publik berbentuk penggelapan harta kolektif (Bersama) demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
The Systematic and Authenticity Of Hadith In The Book Al-Ahadits Al-Mukhtarah By Buya Mawardi Muhammad (D. 1994) Azzahra, Annisa Fitri; Safri, Edi; Wusqa, Urwatul
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.445

Abstract

This research is motivated by Federspiel's classification of hadith literature studies up to the 20th century, where one of its categories is reflected in the presence of the book Al-Ahadits Al-Mukhtarah by Buya Mawardi Muhammad. This book is a compilation of hadith used as teaching material in Islamic schools, and it serves as important evidence of the development of hadith studies in the Nusantara, particularly in Minangkabau. The focus of this research is on the 2 (second) chapter of the book Al-Ahadits Al-Mukhtarah, which has not been extensively studied before, as it contains hadiths on the themes of deeds and morals widely used in Islamic education. However, it has not been thoroughly examined in terms of writing systematics and hadith quality. Additionally, the writing of hadiths in that book in some parts does not fully adhere to the hadith writing rules formulated by scholars, necessitating a scientific study to assess its conformity with academic standards in the hadith discipline. This research uses a qualitative approach with content analysis and takhrij al-hadits bi al-lafzhi methods to trace hadiths in the main book, focusing on 40 hadiths, which are analyzed in terms of sanad and matan and their conformity with primary sources (al-mashadir al-ashliyyah). This study found that the systematics of hadith writing in the book tends to be concise and thematic to facilitate student’s understanding. However, several editorial errors were found in both the sanad and matan aspects, which were most likely caused by the lengthy copying process, the involvement of calligraphers, and the use of references from secondary sources. In terms of quality, 72.5% of the hadiths are classified as shahih, 2.5% as hasan, and 25% as dha’if with varying degrees of weakness in the chain of narration. These findings indicate that the purpose of compiling the book emphasizes the conveyance of moral values and religious messages. Therefore, a scientific verification process is needed to improve the text and the hadith narrators so that this book remains suitable for use in the context of education and hadith studies. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh klasifikasi Federspiel mengenai kajian literatur hadis hingga abad ke-20, di mana salah satu kategorinya tercermin dalam kehadiran kitab Al-Ahadits Al-Mukhtarah karya Buya Mawardi Muhammad. Kitab ini merupakan kompilasi hadis yang digunakan sebagai bahan ajar di sekolah-sekolah Islam, serta menjadi bukti penting berkembangnya kajian hadis di Nusantara, khususnya di Minangkabau. Fokus penelitian ini tertuju pada juz 2 dari kitab Al-Ahadits Al-Mukhtarah yang belum banyak dikaji sebelumnya, karena memuat hadis-hadis bertema amal dan akhlak yang digunakan secara luas dalam pendidikan Islam, namun belum diteliti secara mendalam dari segi sistematika penulisan dan kualitas hadis. Selain itu, penulisan hadis dalam kitab tersebut pada beberapa bagian tidak sepenuhnya mengikuti kaidah penulisan hadis yang telah dirumuskan oleh para ulama, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk menilai kesesuaiannya dengan standar keilmuan dalam disiplin hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan takhrij al-hadits bi al-lafzhi untuk penelusuran hadis dalam kitab induk terhadap 40 hadis, yang dianalisis dari segi sanad dan matan serta ditelusuri kesesuaiannya dengan sumber-sumber primer (al-mashadir al-ashaliyyah). Penelitian ini menemukan bahwa sistematika penulisan hadis dalam kitab cenderung ringkas dan tematis untuk memudahkan pemahaman siswa. Namun demikian, ditemukan sejumlah kekeliruan redaksi dalam aspek sanad maupun matan, yang dapat disebabkan karena proses penyalinan yang panjang, keterlibatan penulis kaligrafi, serta penggunaan rujukan dari sumber sekunder. Dari segi kualitas, sebanyak 72,5% hadist tergolong shahih, 2,5% hasan, dan 25% dha’if dengan kelemahan yang bervariasi. Temuan ini menunjukkan bahwa tujuan penulisan kitab ini lebih menekankan pada penyampaian nilai-nilai moral dan pesan keagamaan. Sehingga, diperlukan proses verifikasi ilmiah untuk memperbaiki redaksi dan mukharrij hadis agar kitab ini tetap layak digunakan dalam konteks pendidikan dan pengkajian hadis.

Page 1 of 2 | Total Record : 12