cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 223 Documents
PENGARUH SENAM TAICHI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA Gede Ivan Kresnayana; Kadek Ayu Suarmini; Indri Lutfiana; Nyoman Mandayani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 27, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.27.2.8-12

Abstract

ABSTRAKHipertensi, merupakan salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah.penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Senam Taichi dengan Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Panti Sosial Tresna Wreda. Penelitian kuantitatif ini merupakan studi analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Panti Sosial Tresna Wreda yang berjumlah 22 lansia. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji stastistic wilcoxon. Dari hasil ditemukan bahwa rata-rata umur responden pada penelitian ini adalah 61 tahun. Rata-rata tekanan darah sistole dan diastole sebelum diberikan senam adalah 139,7/84,7 mmHg sedangkan rata-rata setelah diberikan senam taichi ditemukan rata-rata sistole per diastole adalah 129,4/61,7 mmHg. Diharapkan Lansia dapat mempraktikan senam taichi setiap minggunya untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kualitas hidupnya terutama bagi lansia dengan hipertensi.Kata Kunci : Hipertensi pada lansia , Senam Taichi
MODEL PEMBERDAYAAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TERHADAP KEMANDIRIAN DALAM MERAWAT PASIEN TUBERKULOSIS Tuti Anggriani Utama; Titin Aprilatutini; Feni Eka Dianty; Nova Yustisia
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.1.26-36

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi permasalahan global. Kasus TB di provinsi Bengkulu sebanyak 17.419 jiwa dan 334 jiwa  di Kota Bengkulu. Untuk mengatasi masalah ini, maka keluarga perlu diberdayakan sebagai pengawas menelan obat (PMO). Tujuannya adalah terbangunnya model pemberdayaan PMO yang berpengaruh terhadap kemandirian salam merawat pasien TB. Desain penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Oktober 2021 di Puskesmas Nusa Indah, Pasar ikan, Telaga Dewa, Sukamerindu, Sawah lebar, Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.  Populasi adalah seluruh PMO yang memiliki anggota keluarga dengan TB aktif (0-2 bulan) pengobatan di puskesmas. Sampel berjumlah 28 responden. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan langsung dengan responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis data  menggunakan konstruk hipotesis Structural Equation Modeling (SEM) dan Model struktural dapat dievaluasi dengan nilai –T dan perkiraan. Penilaian setiap variabel harus 0.70, hal ini membuktikan bahwa variabel signifikan memiliki hubungan. Hasil penelitian menunjukkan model SEM yang dibangun didapatkan pengaruh positif secara tidak langsung karena nilai 70 berarti. Hal ini terlihat pada nilai : Faktor personal dengan indikator motivasi (95) dan sosial kultural (86) ; Faktor perilaku kognisi dengan indikator self efficasy (91) terhadap kemandirian (93) ; Faktor interpersonal terhadap perilaku kognisi ; Faktor health literacy dengan indikator pemahaman (70), Informasi (73) terhadap perilaku kognisi ; Faktor Dukungan keluarga dengan indikator situasi (91) terhadap kemandirian ; Faktor health literacy dengan indikator kompeten (83) terhadap kemandirian. Model health literacy dan video efektif terhadap kemandirian PMO. Kesimpulannya adalah kemandirian PMO dipengaruhi secara langsung oleh health literacy.Kata Kunci :  kemandirian, pemberdayaan, pengawas menelan obat, tuberkulosis,
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Liya Lugita Sari
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 3 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.3.20-30

Abstract

ABSTRAKWHO menyatakan kejadian anemia berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan HB normalnya 11 gr%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pagar Gading Bengkulu Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu hamil trimester III pada bulan Juni-Agustus 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Pagar Gading Bengkulu Selatan yang berjumlah 51 orang. Jenis data menggunakan data primer dan sekunder. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan jarak kehamilan 2 tahun (74.5%), status tidak KEK (66.7%), tidak sesuai dalam mengkonsumsi tablet Fe (60.8%), frekuensi ANC sesuai standar (58.8%) dan tidak mengalami anemia (62.7%). Kesimpulannya terdapat hubungan yang bermakna antara jarak kehamilan dengan kejadian anemia, terdapat hubungan yang bermakna antara status KEK dengan kejadian anemia pada ibu hamil, terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Diharapkan untuk dapat memantau pelaksanaan program KIA dalam kegiatan posyandu dan meningkatkan peran serta kader Posyandu untuk dapat memberikan penyuluhan pada ibu hamil tentang anemia dalam kehamilan.
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN MAKAN BAYI ANAK (PMBA) DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI KURANG (WASTING) PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS PORIS PLAWAD Laras Sitoayu; Helmi Imelda; Lintang Purwara Dewanti; Yulia Wahyuni
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.2.1-11

Abstract

ABSTRAKStatus Gizi kurang (Wasting) adalah kondisi berat badan balita yang tidak sepadan dengan tinggi badannya. Biasanya terjadi karena penurunan berat badan drastis akibat tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi harian balita dan biasanya disertai dengan satu atau lebih penyakit.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian makan pada bayi anak (PMBA) dan penyakit infeksi dengan gizi kurang (wasting) pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Poris Plawad. Metode Penelitian cross sectional dengan Perhitungan sampel berdasarkan rumus sampling uji 2 proporsi sehingga diperoleh  jumlah sampel sebanyak 100 orang sampel, menggunakan purposive sampling dengan kriteria balita berusia 6-24 bulan. Dilakukan uji statisik Chi-Square untuk mengetahui hubungan riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif, riwayat masih disusui ASI, praktik pemberian MP-ASI dan penyakit infeksi. Hasil : status gizi kurang (wasting) berhubungan dengan riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif , dan penyakit infeksi (p ≤ 0,05). Simpulan : riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif , dan penyakit infeksi memiliki hubungan dengan status gizi kurang pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Poris Plawad. Perlu adanya edukasi di masyarakat tentang 1000 HPK dan praktik Pemberian MP-ASI pada balita.  ABSTRACTmalnutrition status (wasting) is a condition  of toodlers’ weight  that disproportionate with their height.  Usually occurs due to extreme weight loss due to insufficient daily nutritional needs of toodlers and usually accompanied by one or more diseases. The aim of this study was to determine the correlation between the history of feeding in infants (PMBA) and infectious diseases. With malnutrition (wasting) in children 6-24 months of age at Poris Plawad Health Center.  The research method is cross sectional with the calculation of the sample based on tha 2 proportion test sampling formulain order to obtain a total sample of 100 people, using purposive sampling criteria with children 6-24 months of age. Chi-Square statistical test were carried out to determine the correlations between history of IMD, history of exclusive breastfeeding , and infectious diseases (p≤0.05). Conclusion: history of IMD, history of exclusive breastfeeding , and infectious diseases have a correlation with malnutrition status in children 6-24 months of age at Poris Plawad Health Centre. There need to be education in community about 1000 HPK and the practice .of providing complementary foods for toddlers. 
ANALISIS TINGKAT KEPADATAN LALAT DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH AIR SEBAKUL KOTA BENGKULU Pituari Pituari; Dirhan Dirhan; Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Sains Kesehatan Vol 27, No 3 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.27.3.9-17

Abstract

Angka kepadatan lalat merupakan salah satu cara penilaian sanitasi lingkungan di suatu wilayah, semakin tinggi angka kepadatan lalat, maka menunjukan bahwa wilayah tersebut dalam kategori sanitasi yang buruk. Penyakit-penyakit yang ditularkan oleh lalat antara lain disentri, kolera, typhus perut, diare dan lainnya yang berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk. Penularan penyakit ini terjadi secara mekanis, dimana kulit tubuh dan kaki-kakinya yang kotor merupakan tempat menempelnya microorganisme penyakit yang kemudian lalat tersebut hinggap pada makanan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksploratif dimana peneliti mencari angka kepadatan lalat di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional yaitu melakukan pengukuran sesaat menurut keadaan atau statusnya pada waktu observasi tanpa ada prosedur  lanjutan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kavling aktif dan pasif yang memungkinkan untuk dilakukan pengukuran yaitu berjumlah 3 kavling yaitu zona aktif 1, zona aktif 2 dan zona pasif. Masing-masing zona dilakukan pengukuran dengan fly grill pada 5 titik, dengan 10 kali pengulangan interval 30 detik. Pada zona aktif dilakukan penangkapan lalat dengan fly trap untuk identifikasi jenis lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistim pengolahan sampah di TPA air sebakul Kota Bengkulu menggunakan system Control Landfill. Tingkat kepadatan lalat tertinggi ada di zona aktif 1 dengan lima rata-rata tertinggi adalah 35 ekor, zona aktif 24,2 ekor dan zona pasif 18,52 ekor. Jenis lalat yang tertangkap sebagian besar adalah musca domestica (Lalat rumah) 73,56 % dan Calliphora vomitoria (lalat Hijau) 26,44 %. Kesimpulan : Tingkat kepadatan lalat di 3 zona adalah  zona aktif 1, aktif 2 dan zona pasif sangat padat. Disarankan untuk dilakukan pengendalian kepadatan lalat serta metode Control Landfill perlu diimplementasikan dengan baik. Kata Kunci : control landfill, fly trap, kepadatan lalat
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ASUPAN KALSIUM PADA MAHASISWA S1 GIZI DI UNIVERSITAS MH THAMRIN TAHUN 2021 Fransiska . Fransiska; Sarah Mardiyah
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 3 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.3.63-72

Abstract

Kepadatan mineral tulang dapat berubah seiring waktu disebabkan ketidakseimbangan antara asupan kalsium dengan kecukupan kalsium yang dianjurkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan asupan kalsium di Prodi Gizi Universitas MH Thamrin tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan dilakukan pada bulan Juni 2021. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling dengan sampel berjumlah 106 orang dan dianalisis menggunakan uji chi square. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pengisian kuesioner melalui google form. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan 85,8% responden memiliki asupan kalsium kurang dengan rata-rata 467,5mg±317,1 atau setara dengan 38,9% AKG untuk responden berusia 17-18 tahun dan 46,7% AKG untuk responden berusia 19-21 tahun . Analisis bivariat menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi susu (p-value = 0,004) dan akvititas fisik (p-value = 0,010) memiliki hubungan yang signifikan dengan asupan kalsium. Kesimpulannya adalah asupan kalsium dipengaruhi oleh frekuensi konsumsi susu dan aktivitas fisik. Untuk responden dengan asupan kalsium cukup diharapkan mempertahankan asupan kalsiumnya. Disarankan responden dengan asupan kalsium kurang agar memperbaiki asupan zat gizi yang seimbang terutama asupan kalsium.
HUBUNGAN ANTARA HbA1C DENGAN TINGKAT KEPARAHAN RETINOPATI DIABETIKA PADA PASIEN DM DI KLINIK MATA NUSANTARA JAKARTA Pipit Chandra; Sri Rejeki Budi Rahayu; Ela Melani MS
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.2.44-51

Abstract

Retinopati diabetika merupakan komplikasi mikrovaskuler Diabetes Melitus (DM) ditimbulkan oleh pembuluh darah yang rusak dan bisa mengakibatkan kebutaan. Faktor yang paling sering menyebabkan Retinopati adalah buruknya kontrol glikemik. Pemeriksaan HbA1C adalah salah satu indikator untuk mengidentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara HbA1C dengan tingkat keparahan retinopati diabetika pada pasien DM di Klinik Mata Nusantara Jakarta periode April-Juni 2021. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data sekunder pada rekam medis pasien positif DM, pasien dengan diagnosa retinopati diabetik. Dengan jumlah sampel 40 pasien yang melakukan pemeriksaan HbA1C di Klinik Mata Nusantara.Cara pengambilan data dianalisis menggunakan uji Spearman. Kadar HbA1C buruk 8% sebanyak 5 orang 12,5% yang mengalami Non-Proliferative Diabetic Retinopthy (NPDR) dan 17 orang 42,5% yang mengalami Proliferative Diabetic  Retinopthy (PDR). Kadar HbA1C dengan tingkat keparahan retinopati diabetika pada pasien DM memiliki korelasi yang tinggi yaitu 0,61-0,80 dengan korelasi koefisien 0,690. Dari Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara HbA1C dengan tingkat keparahan retinopati diabetika pada pasien DM di Klinik Mata Nusantara Jakarta, yang secara klinis data pasien DM yang menderita penyakit komplikasi retinopati diabetik mempunyai kadar HbA1C yang buruk.
DEPRESI PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN SELAMA WABAH COVID 19 DI RUANG RAWAT INAP RSMY BENGKULU Feni Eka Dianty; Tuti Anggriani Utama; Maiyulis Maiyulis
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.1.12-24

Abstract

Infeksi virus Corona atau Covid-19disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Virus ini sangat cepat menular dari manusia kemanusia atau dari benda lain kemanusia, sehingga perawat sebagai garda terdepan dalam melayani pasien ini sangat cemas bahkan cendrung depresi merawat pasien covidnya karena takut tertular. Dilansir Medical News Today, responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah1.257 petugas kesehatan di34 rumah sakit di wilayah China. Itu adalah data yang diambil dari 29 Januari 2020 hingga 3 Februari 2020.  Tujuan penelitian ini adalah   untuk mengetahui secara mendalam tentang depresi dialami Perawat dalam merawat pasien selama wabah Covid-19 di Ruang Rawat Inap  RSMY Bengkulu” metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan indeep interview dengan beberapa orang perawat. Hasil yang didapatkan dari 10 partisipan depresi yang dialami menunjukkan bahwa semua partisipan mengalami stres berupa ketakutan khususnya pada peningkatan risiko terpapar, terinfeksi dan kemungkinan menginfeksi orang yang mereka cintai juga menjadi beban tersendiri. Banyak tenaga kesehatan harus mengisolasi diri dari keluarga dan orang terdekat meski tidak mengalami Covid-19. Saran dalam penelitian ini adalah dampak psikologis yang dialami oleh perawat perlu dijadikan pertimbangan kebijakan manajemen rumah sakit dalam memberikan dukungan psikologis dan pelatihan dalam menghadapi epidemi secara terencana.KATA KUNCI:Covid 19, Depresi, PerawatABSTRACTCorona virus infection or Covid-19 is caused by a coronavirus, which is a group of viruses that infect the respiratory system. This virus is very quickly transmitted from humans to humans or from other human objects, so that nurses as the frontline in serving these patients are very anxious and even tend to be depressed caring for their Covid patients for fear of contracting them. Reported by Medical News Today, the respondents involved in this study were 1,257 health workers in 34 hospitals in China. These are data taken from January 29, 2020 to February 3, 2020. The  purpose of this study was to know in depth about the depression experienced by nurses in caring for patients during the Covid-19 outbreak in the RSMY Bengkulu Inpatient Room. ”The method used in this study was qualitative with in-depth interviews with several nurses. The results obtained from the 10 participants who experienced depression showed that all participants experienced stress in the form of fear, especially the increased risk of being exposed, infected and the possibility of infecting their loved ones was also a burden in itself. Many health workers have to isolate themselves from their family and closest people even though they do not experience Covid-19. The suggestion in this study is that the psychological impact experienced by nurses needs to be taken into account in hospital management policies in providing psychological support.KEYWORDS:  Covid 19, Depresion, Nurse
INDEKS MASA TUBUH, USIA MENARCHE, DAN KEJADIAN DISMINORE PADA SISWI SMPN 1 KABUPATEN BENGKULU TENGAH Resty Dwi Sari; Sanisahhuri Sanisahhuri; Tria Nopi Herdiani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 27, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.27.2.13-18

Abstract

Indeks Masa Tubuh yang rendah dapat dikarenakan asupan makanan yang kurang, sehingga menimbulkan anemia yang merupakan salah satu faktor konstitusi yang dapat menyebabkan disminore primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks masa tubuh dan usia menarche dengan disminore pada remaja putrid di SMPN 1 bengkulu Tengah Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMP 1 Bengkulu Tengah Kelas 8  yang berjumlah 105 siswi pada tahun 2019 teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap sasarannya  menggunakan lembar kuisioner untuk variable indeks massa tubuh, usia menarche dan disminore melalui wawancara. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan: dari 105 responden terdapat 59 siswi (56,2%) yang mengalami disminore, 79 siswi (75,2%) dengan IMT normal, 83 siswi (79%) dengan usia menarche 12-14 tahun, ada hubungan antara IMT dengan disminore dengan kategori hubungan sedang, dan ada hubungan antara usia menarche dengan kejadian disminore dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan pihak SMPN 1 Kabupaten Bengkulu Tengah menggalakkan PIK-R sebagai salah satu tindakan edukatif pencegahan disminore. Kata kunci : indeks masa tubuh, usia menarche, disminore.
HUBUNGAN MOTIVASI DAN SIKAP DENGAN KEIKUTSERTAAN KEGIATAN POSYANDU Rina Aprianti; S. Effendi; Sanisahhuri Sanisahhuri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.1.37-45

Abstract

Keikutsertaan ibu dalam kegiatan posyandu balita merupakan salah satu indikator keberhasilan kegiatan posyandu. Cakupan pemanfaatan posyandu oleh ibu di Kelurahan Air Kati Kota Lubuklinggau masih rendah pada tahun 2018 yaitu sebesar 71,80%. Dampak dari ibu tidak aktif membawa anaknya ke posyandu adalah tumbuh kembang balita tidak terdeteksi dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi dan sikap ibu balita dengan keikutsertaan kegiatan Posyandu di Posyandu Cempaka Putih VI Kelurahan Air Kati Kota Lubuklinggau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Survey Analitik dan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian adalah ibu balita usia 12 bulan yang berkunjung ke Posyandu Cempaka Putih VI di Kelurahan Air Kati kota Lubuklinggau berjumlah 185 ibu. Sampel penelitian diambil dengan teknik Simple Random Sampling berjumlah 65 ibu. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder diolah secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Berdasarkan hasil ada hubungan yang signifikan antara, motivasi dan sikap ibu balita dengan keikutsertaan kegiatan Posyandu di Posyandu Cempaka Putih VI Kelurahan Air Kati Kota Lubuklinggau dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan kepada masyarakat di Desa Air Kati khususnya ibu balita untuk lebih aktif mengikuti kegiatan posyandu di wilayahnya untuk mendapat pelayanan kesehatan pemeriksaan kesehatan balita, pengukuran status gizi balita dan mendapatkan makanan tambahan bagi balita.Kata Kunci: keikutsertaan posyandu, motivasi, sikap

Page 11 of 23 | Total Record : 223