cover
Contact Name
Partini
Contact Email
partiniprasetia2@gmail.com
Phone
+6281378522370
Journal Mail Official
unisiagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri Jl. Provinsi Parit 1, Tembilahan Hulu Indragiri Hilir, Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 23015330     EISSN : 2598733x     DOI : https://doi.org/10.32520/agribisnis
Jurnal Agribisnis fokus mempublikasikan artikel artikel dalam bidang ilmu sosial ekonomi pertanian yang meliputi agribisnis mulai dari pengadaan sarana produksi, usahatani, agroindustri, pemasaran dan sarana penunjang termasuk sektor kelembagaan Agribisnis, serta penyuluhan pertanian, perencanaan pembangunan wilayah pertanian, pemberdayaan masyarakat petani dan kebijakan pembangunan pertanian . Scope/Ruang lingkup kajian jurnal Agribisnis mencakup hasil penelitian atau artikel review yang berkaitan dengan pertanian mulai dari hulu sampai hilir serta seluruh sektor pendukungnya.
Articles 138 Documents
Penentuan Status Pemanfaatan Ikan Teri (Stolephorus sp) di Perairan Selat Lalang Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau Zulkarnaini Zulkarnaini; Zuriati Murni; Hazmi Arief
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1551

Abstract

Ikan Teri (Stolephorus sp) merupakan salah satu sumberdaya ikan yang bernilai ekonomi penting dengan tingkat produksi yang meningkat di perairan selat Lalang. Meskipun sumberdaya ikan sebagai sumberdaya alam yang bersifat open access jika tidak dikelola dengan baik, maka pengelolaan sumberdaya perikanan tidak optimal dan berkelanjutan. Salah satu analisis yang digunakan untuk pengelolaan sumberdaya ikan ialah dengan menggunakan potensi maksimum lestari dari model Produksi Surplus Walter-Hilborn. Penelitian dilakukan di desa-desa yang menjadi penghasil sumberdaya ikan Teri di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau. Data yang digunakan adalah data hasil tangkapan dan upaya tangkap ikan teri yang diperoleh dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa status pemanfaatan ikan Teri ialah 70 %, dengan tingkat pengusahaan sebesar 41%. Ini menunjukkan bahwa, ikan Teri di Perairan Selat Lalang berada dalam status moderately exploited. The anchovies (stolephorus sp) need to be well managed, for although they are open access resources if not properly managed, fisheries resources are poorly maintained and sustainable. One approach to managing fish resources is with a production surplus model. As for the data method used is a secondary data analysis method, which USES a production surplus model. Analysis was done to acquire the best production model that could provide information on the extent of use and the completion of anchovies. Data from catch and catch fish were obtained from the registry service of siak district fisheries and livestock. Analysis suggests that the best surplus production model, which is used to assess the potential for anchovies, is the walter-hilborn model. The level of utilization for 2020 is 70 percent, with a 41% reduction rate. It shows that, anchovies in the lalang strait in the state of moderately expoited.
Kelayakan Usahatani Jagung (Zae Mays L.) di Lahan Tadah Hujan Desa Genengsari Kecamatan Polokarto Umi Nur Solikah; Tria Rosana Dewi; Abdul Bashir
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1572

Abstract

Indonesia adalah negara agraris yang mayoritas penduduknya hidup dibidang pertanian. Pertanian merupakan sektor yang mampu menopang sektor pembangunan dan meyumpang pendapatan nasional yang cukup besar. Salah satu komoditas pengan yang mempunyai peran stategis adalah jagung, permintaan terhadap jagung dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya, pendapatan dan kelayakan usahatani usahatani jagung (Zae Mays L.) di lahan tadah hujan. Metode analisis yang digunakan sebagai berikut, total biaya dihitung dengan menjumlahkan biaya tetap dengan biaya variabel, penerimaan dihitung dengan mengalikan harga produk dengan jumlah produk, pendapatan dapat dihitung dengan mengurangi total penerimaan dengan biaya total, R/C rasio dapat dihitung dengan membandingkan antara total penerimaan dengan total biaya. Biaya total usahatani jagung di lahan tadah hujan dengan luas 0,4 Ha per garapan besar Rp. 4.257.071,-. Penerimaan usahatani jagung Rp. 6.240.000,-. Tingkat pendapatan usahatani jagung sebesar Rp.1.982.929,-. Kelayakan usahatani jagung sebesar 1,46 artinya hal ini berarti perbandingan menghasilkan nilai di atas nilai 1 (R/C rasio > 1), artinya kegiatan usahatani jagung layak diusahakan karena usahatani jagung memperoleh keuntungan yang ekonomis bagi petani. Indonesia is an agricultural country where the majority of the population lives in agriculture. Agriculture is a sektor that is able to support the development sektor and support a fairly large national income. One of the confectionery commodities that has a strategic role is corn, the demand for corn from year to year also increases. The purpose of this study was to determine the cost, income and feasibility of farming corn (Zae Mays L.) in rainfed land. The analytical method used is as follows, total costs are calculated by adding up fixed costs with variable costs, revenue is calculated by multiplying product prices by the number of products, revenue can be calculated by subtracting total revenues from total costs, R/C ratio can be calculated by comparing the total revenues with the total cost. The total cost of farming corn in rainfed land with an area of ​​0.4 ha per arable is Rp. 4.257.071,-. Revenue from corn farming Rp. 6.240.000,-. The income level of corn farming is Rp. 1,982,929,-. The feasibility of farming corn is 1.46, meaning that this means that the comparison produces a value above the value of 1 (R/C ratio > 1), meaning that maize farming activities are feasible because maize farming obtains economic benefits for farmers.
Model Jaringan Komunikasi Dalam Mengolah Lahan Tanpa Bakar Oleh Masyarakat di Kota Dumai Jeki rahman; Rosnita
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui metode pengolahan lahan tanpa bakar yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Dumai ,(2) mengetahui struktur jaringan komunikasi yang terbentuk antar individu dalam mengolah lahan tanpa bakar.Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kota Dumai tidak lagi melakukan pengolahan lahan dengan cara bakar melainkan sudah beralih dengan menggunakan metode dengan tanpa bakar, karena pemerintah memberlakukan larangan pembakaran dalam proses mengolah lahan. Struktur jaringan komunikasi yang terbentuk dalam mengolah lahan tanpa bakar yaitu membentuk struktur roda yang memusat pada satu individu dalam jaringan komunikasi, di Kelurahan Bangsal Aceh informasi terpusat pada aktor Muhammad Rizal sedangkan di Kelurahan Tanjung palas terpusat pada aktor Yustanto dan Warino, Sebaiknya struktur jaringan komunikasi yang terbentuk yaitu struktur semua saluran (all Channel) agar setiap individu dalam jaringan dapat melakukan interaksi secara timbal balik tanpa menganut siapa yang menjadi tokoh sentral dalam memperoleh informasi. This research aims to (1) knowing the method of processing land zero burning that people in the city of Dumai., (2) to know the structure a network of communication between individuals in processing land zero burning. The method of sampling used in this study is an application of the snowball sampling technique. The results showed that people in the city of Dumai stopped processing by burning but turned to the method of processing land zero burning,as the government imposed a ban on burning in the cultivation of land.The structure of communication networks in processing land zero burning that of forming wheel structures that dissolve in one indvidual within the communication network, in Bangsal Aceh village centered on Muhammad Rizal actor,while in Tanjung Palas village centered on yustanto and warino actors,it is better if the network communication that formed is the structure of all channels so that each individual in the network can interact reciprocally without adhering to the theory of who is the central figure in obtaining information.
Pendapatan Peternak Ayam Broiler Dengan Pola Kemitraan di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota : Mega Amelia Putri; Nila Sari Putri; Yuliandri Yuliandri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan dan pendapatan peternak ayam broiler dengan pola kemitraan di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan metode survey dan observasi langsung kelapangan menggunakan kuesioner, dengan 30 orang peternak yang bermitra. Analisis data dilakukan menggunakan analisis biaya, total penerimaan dan keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh biaya produksi ayam broiler dengan pola kemitraan sebesar Rp 162.319.201/periode dan Rp 33.420/ekor. Total penerimaan adalah Rp 174.638.833/periode dan Rp 35.956/ekor. Pendapatan peternak broiler selama satu periode adalah Rp 12.319.633/periode dan Rp 2.536/ekor. This study aims to analyze the costs, revenues and income of broiler breeders with a partnership pattern in Harau District, Lima Puluh Kota Regency. The study used survey methods and direct field observations using questionnaires, with 30 farmers who partnered. Data analysis was carried out using cost, total revenue and profit analysis. Based on the results of the research that has been done, the production costs of broiler chickens with a partnership pattern are Rp. 162,319,201/period and Rp. 33,420/head. The total revenue is Rp. 174,638,833/period and Rp. 35,956/head. The income of broiler breeders for one period is Rp. 12,319,633/period and Rp. 2,536/head.
Analisis Nilai Tambah Santan Kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Nina Sawitri; Partini Partini; Yeni Afiza; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1799

Abstract

Salah satu produk turunan kelapa yang diusahakan oleh masyarakat di Kecamatan Tembilahan adalah santan kelapa. Adanya usaha pengolahan santan kelapa diharapkan dapat memberikan solusi bagi pemasaran buah kelapa dan mampu meningkatkan nilai tambah dari buah kelapa. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui besarnya penerimaan dan keuntungan usaha pengolahan santan kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. (2) Mengetahui besarnya nilai tambah usaha pengolahan santan kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan dan nilai tambah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Rata-rata biaya total pada usaha pengolahan santan kelapa sebesar Rp. 28.234.959,56 per bulan, rata-rata penerimaan sebesar Rp. 34.339.200,00 per bulan, rata-rata keuntungan sebesar Rp. 6.104.240,44 per bulan. (2) Nilai tambah yang diperoleh pada usaha pengolahan santan kelapa sebesar Rp. 1.654,17. Rasio nilai tambah yang diperoleh adalah sebesar 32,34 %. One of the coconut derivative products cultivated by the community in Tembilahan District is coconut milk. The existence of a coconut milk processing business is expected to provide a solution for the marketing of coconuts and be able to increase the added value of coconuts. The purpose of this study was (1) to determine the amount of revenue and profits from the coconut milk processing business in Tembilahan District, Indragiri Hilir Regency. (2) to determine the added value of coconut milk processing business in Tembilahan District, Indragiri Hilir Regency. Analysis of the data used is the analysis of costs, revenues, profits and added value. The results of this study are: (1) The average total cost of the coconut milk processing business is Rp. 28,234,959.56 per month, the average revenue is Rp. 34,339,200.00 per month, the average profit is Rp. 6,104,240.44 per month. (2) The added value obtained in the coconut milk processing business is Rp. 1,654.17 per kg. The added value ratio obtained is 32.34%.
Analisis Bioekonomi Sumberdaya Ikan Baung di Perairan Umum Kabupaten Kampar Provinsi Riau Ulfa Rizki Pradini; Novia Dewi; Fajar Restuhadi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1800

Abstract

Kabupaten Kampar memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan yaitu salah satunya adalah kegiatan perikanan tangkap. Salah satu hasil tangkapan yang memiliki produksi tertinggi yaitu ikan baung. Kelestarian sumberdaya ikan baung akan terancam jika upaya pemanfaatan yang terus meningkat, dan tidak diupayakan langkah pengendalian. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis tingkat optimum pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap ikan baung secara biologi dan ekonomi di perairan umum kabupaten Kampar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan produksi optimal (Copt) pada MSY sebesar 61.510 ton/tahun dengan effort optimum (Eopt) 116.764 unit/tahun dan rente ekonomi sebesar Rp2.353.594.693.969. Produksi optimal (Copt) pada MEY sebesar 61.489 ton/tahun dengan effort optimum (Eopt) 114.567 unit/tahun dan rente ekonomi sebesar Rp2.354.461.065.478. Kampar Regency has potential that can be exploited, one of which is capture fisheries activities. One of the catches that has the highest production is Baung Fish. The sustainability of fish resources will be threatened if the use of efforts continues to increase, if no control measures are taken. The purpose of this study was to analyze the optimum level of biological and economic utilization of baung fishery resources in the public waters of Kampar district. This research was conducted in July-August 2020. The results showed that the optimal production (Copt) at MSY was 61,510 ton / year with optimum effort (Eopt) of 116,764 unit / year and economic rent of IDR 2,353,594,693,969. Optimal production (Copt) in MEY is 61,489 ton / year with optimum effort (Eopt) of 114.567 unit / year and economic rent of IDR 2,354,461,065,478.
ANALISIS TATANIAGA KOPRA PUTIH DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rano; Djaimi Bakce; Fajar Restuhadi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i1.1793

Abstract

Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu wilayah yang memiliki hamparan kelapa terluas di Provinsi Riau, salah satu produk turunan kelapa yang dihasilkan adalah kopra putih. Efisiensi pemasaran kopra putih tergantung pada rantai lembaga tataniaganya serta jumlah pelaku yang terlibat dalam masing-masing rantai tataniaga. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui saluran pemasaran kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir 2) Mengetahui efisiensi pemasaran kopra putih. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling dan untuk pedangang menggunakan metode sensus. Hasil penelitian menunjukan bahwa(1)Terdapat tiga saluran pemasaran kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir (2) Efisiensi pemasaran kopra putih pada saluran pertama untuk kopra putih grade A sebesar 18 persen, grade B sebesar 21 persen, tingkat efisiensi pada saluran ke dua untuk kopra putih grade A 19 persen, grade B sebesar 22 persen, sendangkan tingkat efisiensi pada saluran tiga untuk grade C sebesar 1 persen, sehingga saluran ketiga lebih efisien dibandingkan saluran pertama dan kedua. Indragiri Hilir Regency is one of the areas that has the widest expanse of coconut in Riau Province, one of the coconut derivative products produced is white copra.EfisThe marketing efficiency of white copra depends on the chain of trading institutions and the number of actors involved in the mass productionieach tatania chainga.This study aims to 1) Knowing the marketing channels of white copra in Indragiri Hilir 2) Knowing the marketing efficiency of white copra. The sampling method in this study used the Accidental Sampling method and for traders using the census method. The results showed that (1) there were three marketing channels for white copra in Indragiri Hilir (2) The marketing efficiency of white copra in the first channel for grade A white copra was18 percent, grade B by 21 percent,efficiency level on the second line for grade A . white copra19 percent, grade B by 22 percent, while the efficiency level on channel three for grade C is 1 percent, so the third channel is more efficient than the first and second channels.
ANALISIS USAHA TAHU DI KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR Muneeb Ramadhan; Luhur Aditya P
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i1.1795

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui nkeuntungan dan kelayakann usaha produksi tahu di Kademangan Kabupaten Blitar. Metode pengolahan data dilakukan dengan nmenggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Total penerimaan sebesar Rp 3.180.975.000 per tahun dan total biaya sebesar Rp 2.958.744,600 per tahun. (2) Kelayakan agroindustri tahu layak untuk diusahakan, karena hasil dari analisis R/C Ratio yang didapat adalah 1,075 (R/C Ratio > 1) (3) Berdasarkan hasil analisis BEP produksi harus dapat memproduksi minimal 1.616.186,0465 potong dan 11,904,4 karung untuk mencapai titik impas, dan hasil produksi yang dihasilkan usaha industri tahu adalah 1.737.400 potong dan12.775 karung limbah / tahun. 4) Penerapan GMP (Good Manufacturing Practices) meliputi : lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, pengawasannproses, karyawan, nlabel atau keterangan produk, penyimpanan, pemeliharaan dan program sanitasi, dokumentasi dan pencatatan, npelatihan. 5) HACCP dan menganalisis usaha produksi tahu di Kademangan Blitar menetapkan titik kendali kritis CC. This study aims to determine the advantages and feasibility of tofu production business in Kademangan, Blitar Regency. The data processing method is qualitative and quantitative methods. The results of the study show that 1) Total revenue is Rp. 3,180,975,000 per year, total cost is Rp. 2,958,744,600 per year. 2) Feasibility of the tofu agroindustry is feasible, because the results of the R/C Ratio analysis obtained are 1.075 (R/C Ratio > 1) 3) Based on the results of the BEP analysis, production must be able to produce a minimum of 1,616,186.0465 pieces and 11,904.4 sacks to break even, and the production results of the tofu industry are 1,737,400 pieces and 12,775 sacks of waste/year. 4) The application of GMP (Good Manufacturing Practices) includes: location, building, sanitation facilities, process supervision, employees, product labeling or description, storage, maintenance and sanitation programs, documentation and recording, training. 5) HACCP and analyze the tofu production business in Kademangan Blitarn to determine the critical point of CC.
ANALISIS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA TANPA OLAH TANAH DAN DENGAN OLAH TANAH (Kasus di KWT Serumpun Indah, Desa Padang Lebar, Kecamatan Pino, Bengkulu Selatan) Fauzi emlan; Abasudi; Robiyanto; Jhon Firison; Harwi Kusnadi; Andi Ishak
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i1.1933

Abstract

Petani jagung di Desa Padang Lebar masih membudidayakan jagung tanpa olah tanah walau telah direkomendasikan PPL untuk membudidayakan jagung dengan sistem olah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan analisis usahatani jagung tanpa olah tanah dan dengan olah tanah. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Serumpun Indah Desa Padang Lebar Kecamatan Pino Kabuaten Bengkulu Selatan pada bulan Agustus sampai November 2021 pada lahan seluas 0,5 hektar. Data yang dikumpulkan meliputi biaya input masing-masing sistem olah tanah, hasil panen, dan hasil penjualan. Data dianalisis dengan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya jagung dengan olah tanah meningkatkan produktivitas tanaman jagung dan keuntungan usahatani dibandingkan dengan tanpa olah tanah. Sosialisasi hasil perlu dilakukan PPL untuk mendorong budidaya jagung dengan olah tanah kepada petani. Corn farmers in Padang Lebar Village still cultivate corn without tillage, even though it has been recommended by PPL to cultivate corn with tillage system. This study aims to compare the analysis of hybrid corn farming without tillage and with tillage. The research was carried out at KWT Serumpun Indah, Padang Lebar Village, Pino District, South Bengkulu Regency from August to November 2021 on an area of 0.5 hectares. The data collected includes the input costs of each tillage system, crop yields, and sales results. Data were analyzed by R/C ratio. The results showed that maize cultivation with tillage increased maize productivity and farm profits compared to no tillage. PPL needs to socialize the results to encourage corn cultivation by tillage to farmers. Keywords : Corn, Cost, Income, Revenue
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KUALITAS BUAH SEMANGKA DI KABUPATEN SIJUNJUNG Nike Karjunita; Juli Supriyanti; Kuswandi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i1.1935

Abstract

Semangka merupakan salah satu jenis buah yang banyak diminati oleh masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesukaan konsumen terhadap penampilan dan karakter fisik buah semangka yang beredar di Kabupaten Sijunjung. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Sijunjung pada Bulan September sampai dengan November 2021. Penelitian ini merupakan gabungan antara penelitian eksperimen, dan survey. Buah yang diuji preferensi ditanam terlebih dahulu di lahan petani. Penanaman mengacu kepada kaidah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga varietas semangka sebagai perlakuan, dan 6 ulangan. Alat yang digunakan alat tulis, dan bahan yang digunakan adalah 3 varietas semangka hasil panen petani di Jorong Ranah Sigading, yaitu varietas Serif Saga Agrihorti, Zona F1, dan Redin F1. Uji preferensi konsumen dilakukan segera setelah buah dipanen. Pengujian melibatkan 20 orang panelis, yang merupakan mahasiswa STIPER Sijunjung. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan 20 ulangan. Perlakuan pada percobaan ini adalah varietas semangka yaitu Serif Saga Agrihorti, Zona F1, dan Redin F1. Peubah yang diamati pada uji preferensi terdiri dari sembilan peubah, yaitu: bentuk buah, ukuran buah, tebal kulit buah, warna daging buah, tekstur daging buah, jumlah biji, kemanisan, rasa daging buah. Varietas semangka yang disukai konsumen di Kabupaten Sijunjung adalah Serif Saga Agrihorti. Varietas ini memiliki keunggulan pada bentuk buah, ukuran buah, tebal kulit buah, tekstur daging buah, dan kesukaan. Watermelon is one type of fruit that is in great demand by the public. This study aims to identify the level of consumer preference for the appearance and physical characteristics of watermelons circulating in Sijunjung Regency. The research was carried out at the Sijunjung College of Agricultural Sciences (STIPER) from September to November 2021. This research is a combination of experimental research, and surveys. The fruit that is tested for preference is planted first on the farmer's land. Planting refers to the rules of Randomized Completely Design with three varieties of watermelon as treatment, and 6 replications. The tools used are stationery, and the materials used are 3 varieties of watermelons harvested by farmers in Jorong Ranah Sigading, namely the Serif Saga Agrihorti, Zona F1 and Redin F1 varieties. Consumer preference tests were carried out immediately after the fruit was harvested. The test involved 20 panelists, who were students of STIPER Sijunjung. The experiment was arranged according to a completely randomized design with three treatments and 20 replications. The treatments in this experiment were watermelon varieties, namely Serif Saga Agrihorti, Zona F1, and Redin F1. The variables observed in the preference test consisted of nine variables, namely: fruit shape, fruit size, fruit skin thickness, fruit flesh color, flesh texture, number of seeds, sweetness, fruit flesh taste. The watermelon variety favored by consumers in Sijunjung Regency is Serif Saga Agrihorti. This variety has advantages in fruit shape, fruit size, fruit skin thickness, flesh texture, and preference.

Page 6 of 14 | Total Record : 138