cover
Contact Name
Partini
Contact Email
partiniprasetia2@gmail.com
Phone
+6281378522370
Journal Mail Official
unisiagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri Jl. Provinsi Parit 1, Tembilahan Hulu Indragiri Hilir, Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 23015330     EISSN : 2598733x     DOI : https://doi.org/10.32520/agribisnis
Jurnal Agribisnis fokus mempublikasikan artikel artikel dalam bidang ilmu sosial ekonomi pertanian yang meliputi agribisnis mulai dari pengadaan sarana produksi, usahatani, agroindustri, pemasaran dan sarana penunjang termasuk sektor kelembagaan Agribisnis, serta penyuluhan pertanian, perencanaan pembangunan wilayah pertanian, pemberdayaan masyarakat petani dan kebijakan pembangunan pertanian . Scope/Ruang lingkup kajian jurnal Agribisnis mencakup hasil penelitian atau artikel review yang berkaitan dengan pertanian mulai dari hulu sampai hilir serta seluruh sektor pendukungnya.
Articles 138 Documents
PENGARUH PREMI PANEN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PANEN DI PTPN V KEBUN TANDUN KABUPATEN KAMPAR Citra Sania Ginting; Sakti Hutabarat; Jum’atri Yusri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2246

Abstract

Karyawan panen merupakan salah satu faktor produksi yang dibutuhkan di dalam perusahaan perkebunan. Karyawan panen harus memberikan prestasi kerja yang baik dengan cara meningkatkan kinerjanya yang dilihat dari kualitas dan kuantitas hasil panen. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja karyawan panen yaitu dengan adanya sistem premi panen dan kepuasan kerja di dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan panen, menganalisis pengaruh premi panen dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan panen. Penelitian ini dilakukan di PTPN V Kebun Tandun, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria karyawan panen yang bekerja di kelompok tanaman kelapa sawit yang memiliki umur tanaman, topografi, dan teknik pemanen yang sama. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 karyawan panen harian tetap. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis skala likert dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kepuasan kerja karyawan panen sangat puas. Secara simultan premi panen dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan panen. Secara parsial hanya premi panen yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan panen. Harvest employees are one of the factors of production needed in plantation companies. Harvest employees must provide good work performance by improving their performance as seen from the quality and quantity of the harvest. One of the factors that can improve the performance of harvest employees is the existence of a harvest premium system and job satisfaction within the company. This study aims to determine the level of job satisfaction of harvest employees, analyze the effect of harvest premiums and job satisfaction on the performance of harvest employees. This research was conducted at PTPN V Kebun Tandun, Tapung Hulu District, Kampar Regency using a purposive sampling method with the criteria of harvesting employees working in groups of oil palm plantations that have the same plant age, topography, and harvesting techniques. The sample in this study were 30 permanent daily harvest employees. The collected data were analyzed using the Likert scale analysis method and multiple linear regression analysis. The results showed that the perceptions of job satisfaction of harvest employees were very satisfied. Simultaneously harvest premium and job satisfaction have a significant effect on harvest employee performance. Partially, only the harvest premium has a significant effect on harvest employee performance.
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA DI KECAMATAN TEMPULING KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Nina Sawitri; Halim Perdana Kusuma; Yeni Afiza
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2272

Abstract

Gula kelapa merupakan salah satu gula yang berperan dalam industri makanan, baik di tingkat industri rumah tangga, industri kecil sampai besar. Pengusahaan gula kelapa tetap berkembang hingga saat ini, namun masih terbatas dibeberapa daerah dimana kesempatan kerja alternatif masyarakat relatif terbatas. Pendayagunaan kelapa untuk gula kelapa berkembang terutamadengan merosotnya harga kopra dan kelapa segar. Di pedesaan, pengusahaan gula kelapa merupakan kegiatan keluarga yang cukup berperan dalam memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan dan efisiensi serta besarnya nilai tambah produk dari usaha gula kelapa di Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan rata-rata sebesar Rp 1.308.164/bulan dan nilai efisiensi atau R/C yang diperoleh pada pengolahan gula kelapa adalah sebesar 1,34. Sedangkan nilai tambah nya sebesar Rp 1.339,96/Kg. Coconut sugar is one of the sugars that plays a role in the food undustry, both at the home industry level, small to large industries. Coconut sugar business continues to grow today, but is still limited in some areas where alternative employment opportunities for the community are relativelt limited. Untilization of coconut for coconut sugar has grown especially with the decline in the price of copra and fresh coconut. In rural areas, coconut sugar exploitation is a family activity that plays a significant role in providing added value. This study aims to determine the benefits and efficiency as well as the value added of the product from the coconut sugar business in Tempuling District, Indragiri Hilir Regency. The data analysis method used is the analysis of costs, revenues, profit, efficiency and added value. The result showed that with an average total cost of Rp. 3.605.002,39/month, the average revenue was Rp. 4.936.620,00/month, an average profit of Rp. 1.331.617,61/month and the efficiency value of R/C obtained in coconut sugar processing is 1,35. While the added value is Rp. 1.339,97/kg.
ANALISIS TATA NIAGA IKAN ASIN GULAMA DI KECAMATAN TANAH MERAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Elmira Rispawati; Partini Partini; Andi Yusapri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2280

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran ikan asin gulama dan besarnya marjin, farmer share, keuntungan pemasaran dan efisiensi pemasaran ikan asin gulama di Kecamatan Tanah Merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran ikan asin gulama di Kecamatan Tanah Merah yaitu saluran I pengusaha langsung ke konsumen, saluran II dari pengusaha ke pengecer kemudian konsumen dan saluran III Pengusaha ke pengumpul kemudian ke pengecer ke konsumen. Total biaya pemasaran saluran I sebesar Rp 515, saluran II Rp 515, dan saluran III Rp. Rp 1.115. Margin pemasaran saluran I Rp. 0, saluran II sebesar Rp. 5.000/Kg, saluran III sebesar Rp. 10.000/kg. Farmer share saluran I sebesar 100%, saluran II sebesar 88,89%, dan saluran III sebesar 80,00%. Efisiensi saluran pemasaran I sebesar 1,23%, saluran II yaitu 1,14%, dan saluran III yaitu 2,23%. The purpose of this study was to determine the marketing channel for salted gulama in Tanah Merah District and to determine the marketing margin, farmer share, marketing profit and marketing efficiency of salted gulama in Tanah Merah District. The results showed that there were 3 marketing channels for salted fish gulama in Tanah Merah District, namely channel I from entrepreneurs directly to consumers and channel II from entrepreneurs to retailers then consumers and channel III from entrepreneurs to collectors then to retailers to consumers. The total cost of channel I marketing is Rp 515, channel II Rp 515, and channel III Rp Rp. 1.115. Marketing margin of channel I Rp. 0, channel II Rp. 5.000/ Kg, channel III Rp 10,000/kg. Farmer share of channel I 100%, channel II 88.89%, and channel III 80,00%. The efficiency of marketing channel I is 1.23%, channel II is 1,14%, and channel III is 2.23%.
ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK INTERNAL DENGAN JARINGAN KOMUNIKASI PADA PETANI KOPI DI NAGORI HINALANG Grace Sonya Tondang; Rosnita Rosnita; Yulia Andriani
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2288

Abstract

Karakteristik petani adalah hal yang sangat mempengaruhi perilaku komunikasi yang dibentuk oleh petani kopi yang ada di Nagori Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalunngun. Karakteristik petani terdiri dari umur, pendidikan, tanggungan keluarga, pengalaman usahtani, luas lahan dan kekosmopolitan. Karakteristik petani perlu dilihat dari hubungannya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan kelompok, agar di peroleh satu pendekatan yang sesuai dengan karakteristiknya. Hubungan karakteristik petani dengan jaringan komunikasi dapat dilihat dari tingkat sentralitas, sentralitas global dan kebersamaan yang terbentuk. Sehingga. Untuk itu tujuan penelitian yaitu: (1) Mendeskripsikan karakteristik internal petani kopi di Nagori Hinalang (2) Menganalisis hubungan karakteristik internal dengan jaringan komunikasi pada petani kopi di Nagori Hinalang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu, yaitu sampel yang diambil merupakan kelompoktani yang aktif, dengan cara mengambil dua orang perangkat desa untuk memberikan informasi kunci tentang kelompok tani yang aktif. Total sampel yang di dapat yaitu sebanyak 46 petani. Hasil yang di peroleh dari karakteristik internal adalah petani dominan berusia produktif, dengan tingkat pendidikan katagori sedang, tanggungan keluarga kategori sedang, pengalaman usahatani kategori sedang, luas lahan kategori sedang, dan kekosmopolitan dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil uji korelasi menunjukan bahwa variable karakteristik petani kopi berhubungan dengan jaringan komunikasi adalah umur, tingkat pendidikan,luas lahan dan kekosmopolitan. The characteristics of farmers are things that greatly affect the communication behavior formed by coffee farmers in Nagori Hinalang, Purba District, Simalunngun Regency. Characteristics of farmers consist of age, education, family responsibilities, farming experience, land area and cosmopolitan. Characteristics of farmers need to be seen from their relationship with various things related to the group, in order to obtain an approach that is in accordance with their characteristics. The relationship between the characteristics of farmers and the communication network can be seen from the level of centrality, global centrality and togetherness that is formed. So that. For this purpose, the research objectives are: (1). Describe the internal characteristics of coffee farmers in Nagori Hinalang (2) Analyze the relationship between internal characteristics and communication networks for coffee farmers in Nagori Hinalang. The sampling technique used is purposive sampling with certain considerations, namely the sample taken is an active farmer group, by taking two village officials to provide key information about active farmer groups. The total sample obtained is as many as 46 farmers. The results obtained from internal characteristics are dominant farmers of productive age, with moderate level of education, moderate category of family dependents, moderate category of farming experience, medium category of land area, and cosmopolitan with moderate category. Based on the results of the correlation test, it is shown that the characteristics of coffee farmers related to the communication network are age, education level, land area and cosmopolitan.
ANALISIS PEMASARAN PINANG DI KELURAHAN KUALA LAHANG KECAMATAN GAUNG Hesti Handayani; Yuslizar; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2398

Abstract

Tanaman pinang (Areca catehu L) merupakan tanaman yang sudah sangat dikenal oleh masyarkat akibat penyebaran secara alaminya cukup luas di berbagai daerah. Pinang memiliki banyak manfaat, namun saat ini banyak masyarakat hanya mengenal pinang sebagai tanaman yang bermanfaat untuk bahan makan sirih saja, padahal masih banyak manfaat lain antara lain sebagai tanaman penghijau, bahan bangunan, bahan ramuan tradisional, bahan baku industry kosmetik, kesehatan dan bahan pewarna pada industry teksil.Dari beberapa provinsi produsen pinang yang ada di Indonesia tercatat Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah produsen pinang dengan luas perkebunan pinang 19.521 Ha yang menyebar di hampir semua kabupaten yang ada. Salah satu kabupaten yang membudidayakan tanaman pinang di Provinsi Riau adalah Kabupaten Indragiri Hilir. Luas lahan pinang di kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2019 adalah 19.039 Ha. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran, besarnya marjin pemasaran,farmer share, keuntungan pemasaran dan efesiensi pemasaran pinang di Kelurahan Kuala Lahang Kecamatan Gaung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive (sengaja). Metode analisis yang digunakan adalah : (1) saluran pemasaran dan (2) analisis pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : total margin disaluran I sebesar Rp 9.000,- sementara efisiensinya adalah 6,66 % sedangkan total margin disaluran II sebesar Rp 8.500 dan nilai efiseinsinya sebesar 3.33%.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPANSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PROVINSI RIAU Jumatri Yusri Jum; Deya Rizki Rahmadani; Sakti Hutabarat
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2305

Abstract

Minat masyarakat dalam mengusahakan perkebunan kelapa sawit dipengaruhi oleh harga kelapa sawit itu sendiri. Harga yang tinggi dianggap menguntungkan pekebun, sehingga pekebun melakukan pembangunan kebun-kebun baru untuk meningkatkan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspansi perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau dan mengetahui nilai elastisitasnya. Data penelitian merupakan data sekunder berupa time series dengan jangka waktu tahun 2000-2020. Analisis data terdiri dari spesifikasi model, estimasi model, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan perhitungan elastisitas. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan analisis regresi berganda harga TBS, karet dan CPO Malaysia tahun sebelumnya signifikan terhadap pertumbuhan luas perkebunan kelapa sawit rakyat, dengan nilai elastisitas harga TBS (0,0031%), harga karet (-0,0028), dan harga CPO (0,0014%). Pertumbuhan luas perkebunan kelapa sawit oleh perkebunan besar swasta secara signifikan dipengaruhi oleh harga TBS dan CPO Malaysia tahun sebelumnya, dengan nilai elastisitas harga TBS (0,0030%) dan harga CPO Malaysia (0,0028%). Kontribusi harga TBS, karet dan CPO Malaysia tahun sebelumnya terhadap perkebunan rakyat signifikan sebesar 88,6% dan pada perkebunan besar swasta signifikan sebesar 59,6%. Harga karet relatif lebih berpengaruh terhadap perkebunan rakyat daripada perkebunan swasta, sedangkan harga CPO Malaysia lebih berpengaruh terhadap perkebunan swasta daripada perkebunan rakyat. Community interest in cultivating oil palm plantations is influenced by the price of the oil palm itself. High prices are considered to be profitable for the smallholders, so the smallholders build new plantations to increase their income. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the expansion of oil palm plantations in Riau Province and determine their elasticity. The research data is secondary data in the form of a time series with a period of 2000-2020. Data analysis consists of model specification, model estimation, classic assumption test, hypothesis test, and elasticity calculation. The results of the study were obtained based on multiple regression analysis of the previous year's FFB, rubber and Malaysian CPO prices significantly to the growth of smallholder oil palm plantations, with price elasticity values ​​of FFB (0.0031%), rubber prices (-0.0028), and CPO prices ( 0.0014%). The growth in the area of ​​oil palm plantations by large private estates was significantly influenced by the prices of Malaysian FFB and CPO in the previous year, with price elasticity values ​​for FFB (0.0030%) and Malaysian CPO prices (0.0028%). The contribution of Malaysian FFB, rubber and CPO prices in the previous year to smallholder plantations was significant at 88.6% and to large private plantations it was significant at 59.6%. The price of rubber relatively has more influence on smallholder plantations than private plantations, while the price of Malaysian CPO has more influence on private plantations than smallholders.
Analisis Pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Pola Swadaya Di Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Diana Friska Putri Zal; Syaiful Hadi; Jum'atri Yusri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelembagaan pemasaran tandan buah segar (TBS) dan untuk menganalisis nilai margin serta efisiensi pemasaran kebun kelapa sawit pola swadaya. Permasalahan yang terjadi yaitu adanya keterbatasan jumlah produksi, belum tergabung kelembagaan kelompok tani, dan besarnya biaya pemasaran membuat pekebun bergantung kepada lembaga pemasaran. Penelitian ini dilakukan di Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu menggunakan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April 2022 hingga Januari 2023. Responden penelitian adalah lembaga pemasaran dan pekebun kelapa sawit di Desa Buluh Rampai. Responden lembaga pemasaran diambil dengan metode sensus dan pekebun diambil menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kelembagaan pemasaran TBS kelapa sawit pola swadaya di Desa Buluh Rampai yaitu pedagang pengumpul dan pedagang besar. Terdapat dua saluran pemasaran kelapa sawit yaitu saluran pemasaran I dimulai dari pekebun, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pabrik kelapa sawit (PKS). Saluran II dimulai dari pekebun, pedagang besar, dan PKS. Margin pemasaran pada saluran I sebesar Rp. 332,86/kg yang terdiri dari biaya sebesar 79,01 persen dan keuntungan sebesar 20,99 persen. Margin saluran II sebesar Rp. 208,12/kg yang terdiri dari biaya sebesar 70,28 persen dan keuntungan sebesar 29,72 persen. Saluran II, relatif lebih efisien dibandingkan saluran I. Study this aim to describe institutional marketing fresh fruit bunches (FFB) and to analyze margin values and efficiency marketing of oil palm plantations with a self-help pattern. The problems that occur are the limited amount of production, the institutionalization of farmer groups has not yet been incorporated, and the high cost of marketing makes smallholders dependent on marketing agencies. Study this done in the village reed Rampai Subdistrict Seberida Indragiri Hulu Regency use method surve . This research was conducted from April 2022 to January 2023. Research respondents are marketing agencies and oil palm planters in the village reed Rampai . Respondents from marketing agencies were taken using the census method and smallholders were taken using the snowball sampling method . Results study show that there are two institutions coconut FFB marketing palm pattern self-help in the village reed Rampai that is trader collectors and trader big . There are two marketing channels for palm oil namely channel marketing I starts from gardeners, merchants collectors, traders large, and palm oil mills ( POM ). Channel II starts from the planters, traders big, and POM. Marketing margins on channel I Rp 332,86 / kg which consists of a fee of 79,01 percent and a profit of 20,99 percent. Channel II margin of Rp. 208,12/kg which consists of a cost of 70,28 percent and a profit of 29,72 percent. S channel II, relatively more efficient than channel I.
UPAYA DAN STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KELAPA PADA MASA PEMULIHAN EKONOMI MASYARAKAT DESA DESA SUNGAI RAYA PASCA PANDEMI COVID 19 Siti Wardah; Abdul Hamid; M. Tira Noviandra; Rizky Hermanto Putra; Soeripto
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2483

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya petani kelapa di Desa Sungai Raya untuk meningkatkan pendapatannya dan kendala apa yang mereka hadapi dalam upaya memberikan kekuatan lebih kepada petani kelapa. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan kajian pustaka. Dimulai dengan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, maka digunakan metode analisis data. Temuan studi menunjukkan bahwa pendapatan petani dari pengolahan kelapa masih rendah dan upaya serta strategi pemerintah belum dimanfaatkan secara maksimal. Ada beberapa hal yang membuat sulitnya pemberdayaan petani kelapa. Salah satunya adalah petani kelapa belum mengetahui cara berinovasi dengan produk olahan kelapa. Ini karena petani kurang pendidikan, keterampilan, dan wawasan, yang membatasi kompetensi mereka, menyebabkan lambatnya pembangunan dan pendapatan ren
PERKEMBANGAN DAN DETERMINAN NILAI TUKAR PETANI TANAMAN PANGAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (PERIODE 2017-2021) Idiatul Fitri Danasari; Baiq Rika Ayu Febrilia; Sri Mulyawati
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2499

Abstract

Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang memiliki penyerapan tenaga kerja tinggi pada sektor pertanian. Untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani digunakan indikator Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPTP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan serta faktor-faktor yang mempengaruhi NTPTP di Provinsi Nusa Tenggara Bara pada periode 2017-2021. Metode penelitian ini adalah metode desk study, yang mana data NTPTP yang dikumpulkan bersamaan dengan data biaya upah buruh, teknologi dan komunikasi, serta biaya modal. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peranan peting dalam mempengaruhi PDRB Provinsi NTB selama periode 2017-2021. Perkembangan NTPTP Provinsi NTB dari nilai rata-rata mengalami peningkatan tiap tahunnya. Determinan upah buruh , biaya teknologi dan komunikasi menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel biaya modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap NTPTP di Provinsi NTB. West Nusa Tenggara is a province that has high employment in the agricultural sector. To measure the level of welfare of farmers, the indicator of Food Crop Farmers' Exchange Rate (NTTP) is used. The aims of this research were to analyze developments and factors influencing NTPTP in Nusa Tenggara Bara Province in the 2017-2021 period. The analytical method was used desk study method, which the data of NTPTP had collected with wage of labor, technology and communications, also capital. The results of the analysis showed that the agricultural sector plays an important role in influencing the GRDP of the NTB Province during the 2017-2021 period. The development of NTPTP in NTB Province from the average value has increased every year. The determinants of labor wages (X1 ), technology and communication costs (X2) show a negative and significant effect, while the variable cost of capital (X3) has a positive and significant effect on NTPTP in NTB Province.
PERAN INKUBATOR AGRIBISNIS DALAM PENGEMBANGAN EKOSISTEM KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PERTANIAN Faqihuddin Faqihuddin; Teguh Soedarto; Enok Sumarsih; Cici Aulia Permata Bunda
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2541

Abstract

Penciptaan wirausaha baru yang handal diperlukan suatu ekosistem kewirausahaan. Konsep inkubator agribisnis telah diciba diimplementasikan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengkaji konsep inkubasi agribisnis dalam upaya pengembangan ekosistem kewirausahaan berbasis pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data dan informasi hasil studi pustaka, observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur dikumpulkan kemudian diseleksi dan dilakukan validasi terhadap bukti-butki pendukung yang ditemukan. Dari hasil kajian diketahui bahwa perguruan tinggi di Indonesia telah melakukan upaya secara terstruktur melalui kurikulum dalam penyelenggaraan pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa. Konsep/model inkubasi agribisnis berperan dalam mewujudkan ketujuh pilar ekosistem kewirausahaan, namun demikian implementasi konsep tersebut terdapat pilar yang belum dilaksanakan sepenuhnya yaitu pilar regulasi yang mendukung, modal pembiayaan, serta pasar. Konsep inkubasi agribisnis disarankan untuk dapat menjadi instrumen dalam memperkuat proses penciptaan wirausaha baru yang berbasis komoditas pertanian bagi lulusan perguruan tinggi. The creation of reliable new entrepreneurs requires an entrepreneurial ecosystem. The concept of an agribusiness incubator has been implemented by several universities in Indonesia. This research was carried out by examining the concept of agribusiness incubation to develop an agricultural-based entrepreneurial ecosystem at the Faculty of Agriculture, University of Siliwangi. The method used is the descriptive qualitative method. Data and information from literature studies, observations, in-depth interviews, and literature studies were collected then selected and validated against the supporting evidence found. From the results of the study, it is known that universities in Indonesia have made efforts in a structured way through the curriculum in organizing entrepreneurship learning for students. The concept/model of agribusiness incubation plays a role in realizing the seven pillars of the entrepreneurial ecosystem, however, in the implementation of the concept some pillars have not been fully implemented, namely the pillars of supporting regulations, financing capital, and markets. The concept of agribusiness incubation is suggested to be an instrument in strengthening the process of creating new entrepreneurs based on agricultural commodities for university graduates.

Page 8 of 14 | Total Record : 138