cover
Contact Name
Hartono
Contact Email
hartono@umko.ac.id
Phone
+6281930056716
Journal Mail Official
jurnal@umko.ac.id
Editorial Address
Lantai II Gedung Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Kotabumi Jln. Hasan Kepala Ratu No. 1052 Sindangsari Kotabumi Lampung Utara
Location
Kab. lampung utara,
Lampung
INDONESIA
Edukasi Lingua Sastra
ISSN : 16939263     EISSN : 26210673     DOI : https://doi.org/10.47637
Core Subject : Education, Art,
Edukasi Lingua Sastra (ELSA) (e-ISSN: 1693-9263 and p-ISSN: 2621-0673) has regularly published two times a year in April and September. The procedure starts with the submission process, review, revision, plagiarism check, and finally publish. Edukasi Lingua Sastra (ELSA) is a journal that contains articles in the form of critical analysis writing, research results in the fields of education, language, and literature. Focus and Scope An objective of the Edukasi Lingua Sastra (ELSA) is to promote the wide dissemination of the results of systematic scholarly inquiries into the broad field of educational research. The ELSA is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on education and languange. The ELSA invites manuscripts in the areas: Education Language Literature The ELSA accepts articles in any education and language related subjects and any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in education, language, and literature research
Articles 161 Documents
AGE AND CHILD LANGAUGE ACQUISITION Dewi Sartipa
Edukasi Lingua Sastra Vol 16 No 2 (2018): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.356 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v16i2.98

Abstract

Anak-anak bervariasi dalam perkembangan kemampuan berbicara dalam bahasa mereka. Namun, mereka mengikuti perkembangan alami untuk menguasai keterampilan bahasa. Ciri-ciri anak dalam berbahasa, yaitu mereka menggunakan bahasa mereka sepenuhnya untuk meminta informasi praktis yang mereka kurang pahami. Mereka telah belajar dua hal tentang bahasa dan mereka mengucapkan serangkaian kata-kata yang tidak terlalu berbeda dengan yang lain yang mereka dengar sepanjang hari. Dalam menggunakan bahasa, anak-anak menemukan beberapa kesulitan. Seorang anak dengan masalah bahasa mungkin dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, tetapi tidak dapat menyatukan lebih dari dua kata. Ucapan anak lain mungkin sulit dimengerti, tetapi dia mungkin menggunakan kata dan frasa untuk mengungkapkan ide. Anak lain mungkin berbicara dengan baik, tetapi mengalami kesulitan mengikuti arahan. Ada beberapa cara untuk membantu masalah anak-anak, seperti (1) menghabiskan banyak waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anak, bahkan selama masa bayi - berbicara, bernyanyi, dan peniruan bunyi dan gerak-gerik, (2) dimulai sedini mungkin, yaitu usia 6 bulan. Buku atau papan buku atau buku bergambar sesuai usia dapat mendorong anak-anak untuk melihat saat Anda menamai gambar, dan (3) menggunakan situasi sehari-hari untuk memperkuat bahasa dan ucapan anak-anak. Misalnya, beri nama makanan, tunjuk benda, dan lainnya.
COOPERATIVE LEARNING METHOD; HOW IT DOES INFLUENCE SPEAKING SKILL AT THE TERTIARY LEVEL? Asep Hardianto
Edukasi Lingua Sastra Vol 16 No 2 (2018): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.052 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v16i2.99

Abstract

Beberapa abad terakhir, penelitian pembelajaran Bahasa Inggris semakin berkembang dan konsep tentang pembelajaran kooperatif menjadi suatu hal yang banyak dibahas oleh banyak peneliti selama ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menginvestigasi pengaruh pembelajaran kooperatif—metode group investigasi—terhadap keterampilan berbicara. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental design dengan non-equivalent pretest-posttest design. Sampel penelitian diambil secara purposive dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Muhammadiyah Kotabumi. Mereka dibagi menjadi dua kelas yaitu group eksperimen (N:34) dan group kontrol (N:34). Instrumen yang digunakan adalah tes performa berbicara. Validasi instrument menggunakan expert-judgement dan inter-rater reliability untuk menguji reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan mahasiswa dalam berbicara menjadi lebih baik setelah diberi perlakuan metode pembelajaran kooperatif. Lebih jauh lagi, hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi informasi yang berguna untuk peneliti yang akan datang yang akan menggali lebih jauh tentang metode pembelajaran kooperatif terutama jenis group investigasi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS6 PADA PENGENALAN AKSARA LAMPUNG DI SEKOLAH DASAR Yulina dan Khusnul Khotimah
Edukasi Lingua Sastra Vol 16 No 2 (2018): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.14 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v16i2.100

Abstract

This research was a research and development which aimed at developing a learning media based multimedia using adobe flash CS6 applied in Lampung alphabetics material in Elementary school level. This research development consisted of seven stages: (1) indentification of the problem; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) revision; (6) product try out; (7) product revision. This learning media has been validated by those who are expert in the related material and the one who is expert in design and media. Refering to the expert of material and the expert of design and media, it is found that the learning media met the appropriateness standard with grade “very satiesfying” meaning that the media is recommended to be implemented as a learning media at school. The try out was conducted throughout pretest and posttest given to the 1 class of SDN 4 Tanjung Aman consisting of 28 students in order to measure the students’ score before and after the teaching and learning process using this learning media. The data analysis used was normality, homogeneity, and t-test analysis. The result of independent t-test shows that the significant value (0,00) is less than the value of (0,05). Therefore, it reveals that the use of learning media based multimedia using Adobe flash CS6 is appropriate to be used in teaching Lampung alphabetics material.
PERANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA Sri Widayati
Edukasi Lingua Sastra Vol 17 No 1 (2019): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.267 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v17i1.101

Abstract

Teacher is a figure which the position is very important in education. Idealteacher always with their students in or out the class. Then, the teachers’ hearthalways reflected in daily life, not only as the symbol in the office. To be a goodteacher, someone must comprehend about all the materials, can make a goodplanning before teaching, have a good adaptation with the changing, alwaysimprove their ability, and know well about their students. The most important isthe teacher must have good sincere in teaching and learning proccess.
A STUDY OF STUDENTS’ ATTITUDE TOWARD LEARNING ENGLISH OF THE TENTH GRADERS IN SMAN 1 ABUNG SEMULI LAMPUNG UTARA Elis Susanti
Edukasi Lingua Sastra Vol 17 No 1 (2019): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.948 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v17i1.102

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing banyak dipengaruhi oleh faktor baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal yang berasaldari diri siswa yakni sikap yang direfleksikan siswa melalui tingkah laku mereka dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Bagaimana sikap yangditampilkan siswa akan menentukan tingkah laku, tindakan, dan keterlibatan siswa di dalam proses pembelajaran sehingga berujung pada tingkat pemahamansiswa atau kesuksesan siswa dalam mempelajari suatu materi. Oleh karenanya, agar dapat mengimplementasikan sebuah strategi yang baik, seorang gurupenting untuk mengukur atau megetahui bagaimana sikap siswa terhadap pembelajaran yang diimplementasikan sehingga akan menjadi bahan refleksi bagi guru untuk menentukan strategi yang akan diimplementasikan dalam rangka pencapaian target pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang akan menyelidiki sikap siswa terhapap pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan metode observasi. Subjek penelitian yakni kelas X IPA 5 diSMAN 1 Abung Semuli yang terdiri dari 32 orang. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama 8 (delapan) pertemuan diketahui bahwa siswa kelas X IPA 5 di SMAN 1 Abung Semuli merefleksikan sikap positif terhadap pembelajaran Bahasa Inggris. Oleh karenanya, disarankan agar guru terus mendesain aktivitaspembelajarn yang mampu memunculkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran Bahasa Inggris
PEMBELAJARAN KOLABORATIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK NEGERI 1 KOTABUMI Dewi Ratnaningsih; Septiana Septiana
Edukasi Lingua Sastra Vol 17 No 1 (2019): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.856 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v17i1.103

Abstract

The problem that will be examined in this article is collaborative learning in Indonesian language subjects at SMK Negeri 1 Kotabumi. The purpose of writingis to describe the application of collaborative learning in Indonesian language subjects at SMK Negeri 1 Kotabumi. Based on the results of reflection, obtainedsome lessons learned such as: a) collaborative learning tools development resulting in more directed learning plan designs, interactive learning media, and more interesting teaching materials, b) the application of teaching collaboration between teachers and lecturers makes the evaluation process learning is better covered, c) the use of collaborative learning methods opens space for teachers and lecturers to discuss so as to improve cooperative skills and improve the quality of learning in schools.
STUDENTS’ AMBIGUITY IN WRITING AN ESSAY Rulik Setiani
Edukasi Lingua Sastra Vol 17 No 1 (2019): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.827 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v17i1.104

Abstract

Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Dengan menulis siswa dapat menuangkan ide, pendapat, dan pikiranyasecara tertulis. Untuk dapat menulis esai dengan baik, hendaknya siswa/mahasiswa menguasai beberapa komponen bahasa yang lain, diantaranyameguasai struktur kalimat (grammar) dengan benar, menguasai dan memiliki perbendaharaan kata yang cukup, dan penggunaan tata ejaan serta tanda bacayang tepat. Sedangkan dalam menulis esai, juga harus memperhatikan tiga bagian esai yaitu diawali dengan paragraf pembuka, kemudian paragraf isi, dan diakhiri dengan paragraf penutup. Namun untuk menulis esai dengan susunan yang baik dan tepat (well organized) tidaklah mudah bagi siswa/mahasiswa. Pada kenyataanya kalimat yang mereka susun masih sering mengalami makna ganda atau ambigu. Ambigu dapat terjadi dalam tiga bentuk diantaranya ambigu dalam bentuk bunyi (Phonological ambiguity ), ambigu dalam kata (lexical ambiguity), dan ambigu dalam susunan kalimat (grammatical ambiguity).
GANGGUAN BAHASA DALAM PERKEMBANGAN BICARA ANAK Masitoh Masitoh
Edukasi Lingua Sastra Vol 17 No 1 (2019): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.083 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v17i1.105

Abstract

The problem in this article was about the language disorder in the speech development of children. The language disorder on the speech development of children were one of the type of communication disorder that indicate the children who experience the disorders process to use any symbols in language. The language disorder on speech development of children was happened cause there was a disorder on nerves system or abnormalities in related organ that related to the process to use the language and to childrens' speech which occurs due to injury or trauma when they were in prenatal, natal and postnatal. Beside that it could be also caused by the environment at the age of the development of the childrens' language and speech they were did not got a good stimulus. The childrens who experience those difficulties were late in having language development skills. This things could occur in phonology, semantics, and syntax problems so that the childrens was experience the difficulties in transformation that were highly required in communication activities. The handling goals thatcan be done for the children who had the language disorders in speech development was speech therapy, oral motor, and melody intonation.
AN INVESTIGATION OF LISTENING COMPREHENSION PROBLEMS ENCOUNTERED BY THIRD SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM AT BATURAJA UNIVERSITY Henny Yulia; Neti Lastri
Edukasi Lingua Sastra Vol 17 No 1 (2019): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.106 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v17i1.106

Abstract

Penelitian yang berjudul “Investigasi Masalah Pemahaman Mendengarkan yang Dihadapi oleh Mahasiswa Semester Ketiga Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Baturaja” membahas tentang masalah yang dihadapi oleh Mahasiswa Semester Ketiga terhadap Pemahaman Mendengarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah dominan yang dihadapi siswa dari lima faktor; materi mendengarkan, aspek linguistik, kurang konsentrasi, faktor pendengar, dan pengaturan fisik. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis dan mencari solusi tentang masalah. Penelitian ini dilakukan di Universitas Baturaja. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 program Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Baturaja. Jumlah populasi adalah 14 siswa dari satu kelas. Teknik total sampling digunakan untuk memilih satu kelas yang terdiri dari 14 siswa sebagai subjek dalam penelitian ini. Dari kelima faktor tersebut, peneliti mengetahui bahwa faktor kelima sebagai pengaturan fisik menjadi masalah dominan dari pemahaman menyimak sebagai hasil dari jawaban siswa, dari tabel, faktor kelima memiliki 34,86% sebagai persentase dominan, jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengaturan fisik adalah masalah utama terutama untuk kehilangan terkonsentrasi dengan kualitas rekaman yang buruk yang dihadapi oleh mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Baturaja.
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KREATIVITAS MELUKIS DI TAMAN KANAK-KANAK Eny Munisah
Edukasi Lingua Sastra Vol 17 No 1 (2019): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.27 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v17i1.107

Abstract

Multimedia learning is very near with visual communication. The visualization of concept which is given to the learner as the conbination of pictur, diagram,graph, draft, and chart should become one. Creativity is the origin, suitable,and functional. The origin and the suittable painting of kindergarten is periodic,typology, and other.Painting of kindergarden is a pra-chart periode, while typology is visual and non visual type the indication who seldom appear with painting of children is stereotype, tranparant, lying down, perpendicular, and finanity. There are three creatives personality, they are: 1). open with experience, 2). the ability to evaluate situation based on standars of personality, 3). the ability to do experiment to play with concept. The condition above is used as basic toimprove the ability of kindergarten in peinting. They will play computer, painting, make a creative something if every person has three criterias above so he/she has a good psychology that will support to create a creative creation.

Page 6 of 17 | Total Record : 161