cover
Contact Name
Nurul Huda
Contact Email
edulab@uin-suka.ac.id
Phone
+628562635571
Journal Mail Official
edulab@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, Papringan, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 25277200     DOI : https://doi.org/10.14421/edulab.2020.51-01
Core Subject : Education,
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan e-ISSN: 2527-7200 adalah majalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Pranata Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Majalah Ilmiah Edu Lab terbit setiap bulan Juni dan Desember setiap tahun. Majalah Ilmiah Edu Lab mengkhususkan diri pada pengkajian Pengembangan dan Pengelolaan Laboratorium.
Articles 227 Documents
Detection of Potential Occupational Health and Safety Risks (K3) in Nursing Education Laboratories: Deteksi Potensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Pendidikan Keperawatan Ajeng Titah Normawati; Cipto, Cipto; Vina Aditya Astuti
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.05

Abstract

Purpose – This research was conducted with the aim of minimizing various hazard risks to students, educators, and staff in nursing education laboratories through the implementation of HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Design/methods/approach – This research adopts a descriptive-analytic approach focusing on Occupational Health and Safety (K3) in nursing education laboratories. The HIRARC method is used to analyze hazard risks through the processes of hazard identification, risk assessment, and risk control. Data from hazard identification and risk assessment serve as the basis for determining risk control measures. Findings – Based on the analysis of occupational health and safety risk, it was found that the Nursing Laboratory at Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, has a low-risk hazard potential of 45%, a moderate-risk potential of 40%, and a high-risk potential of 15%. These risks stem from electrical equipment, sharp instruments, corrosive materials, and other laboratory environmental factors. The majority of the risks are low-level, and the results indicate that the Blora Nursing Laboratory is relatively safe for users to conduct activities. Research implications/limitations – This research illustrates the remaining potential for moderate and high risks in the laboratory, highlighting the need for hazard controls such as understanding Standard Operating Procedures (SOPs), provision of Personal Protective Equipment (PPE), and the safe use of laboratory facilities and equipment. Originality/value – The occupational safety and health risks in the Nursing Education Laboratory need to be regularly assessed as a basis for establishing hazard control measures in the laboratory. Abstrak Tujuan – Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meminimalkan berbagai risiko bahaya bagi siswa, pendidik, dan staf di laboratorium pendidikan keperawatan melalui penerapan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik yang berfokus pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium pendidikan keperawatan. Metode HIRARC digunakan untuk menganalisis risiko bahaya melalui proses identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Data hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian risiko. Temuan – Berdasarkan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja, ditemukan bahwa Laboratorium Keperawatan Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, memiliki potensi bahaya risiko rendah sebesar 45%, potensi risiko sedang sebesar 40%, dan potensi risiko tinggi sebesar 15%. Risiko ini berasal dari peralatan listrik, instrumen tajam, bahan korosif, serta faktor lingkungan laboratorium lainnya. Sebagian besar risiko berada pada tingkat rendah, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa Laboratorium Keperawatan Blora relatif aman untuk kegiatan pengguna. Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini mengilustrasikan adanya potensi risiko sedang dan tinggi yang tersisa di laboratorium, sehingga menyoroti perlunya pengendalian bahaya, seperti pemahaman terhadap Prosedur Operasional Standar (POS), penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), serta penggunaan fasilitas dan peralatan laboratorium secara aman. Keaslian/nilai – Risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Laboratorium Pendidikan Keperawatan perlu dinilai secara rutin sebagai dasar untuk menetapkan langkah pengendalian bahaya di laboratorium.
The Integration of Eco-Theology in Sekolah Alam Yogyakarta: A Living Quran: Integrasi Eco-Theology di Sekolah Alam Yogyakarta: Sebuah Living Quran Dwi Ratnasari; Luqyana Azmiya Putri; Febri Widiandari; Adhi Setiyawan
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.08

Abstract

Purpose – This study aims to explore the integration of eco-theology in the Natural School of Yogyakarta, also known as Nurul Islam Integrated Islamic Elementary School. The research investigates how eco-theology is incorporated into the school’s activities, particularly those related to environmental awareness. Design/methods/approach – The study employs the concept of "Living Quran" which examines the Quran not merely as a textual entity but as a social phenomenon connected to its presence in specific contexts, focusing on a particular Natural School in Yogyakarta within a defined timeframe. Observations were conducted on activities directly related to the research theme, with respondents and informants unaware that they were being observed. Findings – The results indicate that Nurul Islam Natural School plays a significant role in fostering a generation that understands the interconnectedness between humans and nature. One of its programs, Outing, introduces students to nature through direct experiences. Another initiative, Family Conservation Day, encourages families to take ownership and responsibility for their surrounding environment. The Parent Market Day program allows students and their parents or guardians to participate in selling goods, with participants bringing their own products for sale. Lastly, the school organizes environmental care activities to instill a sense of responsibility toward nature. Research implications/limitations – This study demonstrates how Islamic education can integrate eco-theology through practical programs to enhance environmental awareness, transform students into agents of change, and promote a family-based collaborative approach. Originality/value – The findings provide a unique perspective on the direct implementation of Quranic values in environmental conservation within a Natural School setting, offering a novel contribution to the study of Islamic eco-theology. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi eco-theologhy di sekolah alam Yogyakarta atau dikenal juga sebagai Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Islam. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi eco-theology di sekolah alam dengan berfokus pada kegiatan-kegiatan sekolah yang berkenaan dengan kesadaran akan lingkungan hidup.  Desain/metode/pendekatan – Living Quran yang merupakan studi tentang al-Quran, tetapi tidak bertumpu pada eksistensi tekstual melainkan pada studi tentang sosial yang berhubungan dengan kehadiran al-Quran yang berfokus pada sekolah alam Yogyakarta tertentu dan mungkin masa tertentu pula. Kegiatan diamati terkhusus berhubungan dengan tema penelitian. Aktivitas ini dapat dilihat responden, informan tidak merasa bila diamati. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Alam Nurul Islam dapat memainkan peran penting dalam membentuk generasi yang memahami keterkaitan antara manusia dan alam. Outing merupakan salah satu program sekolah alam yang bertujuan untuk mengenalkan siswa dengan alam. Kemudian, Family Conservation Day yang memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mengambil kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar mereka. Marketday Orang Tua merupakan sebuah program berjualan yang pesertanya ialah siswa dan orang tua atau wali siswa itu sendiri. Para peserta marketday diperkenankan untuk membawa produk yang akan diperjual belikan. Terakhir ialah, aksi kepedulian lingkungan. Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini menunjukkan bagaimana pendidikan Islam dapat mengintegrasikan eco-theology melalui program praktis untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, menjadikan siswa agen perubahan, dan mendorong pendekatan kolaboratif berbasis keluarga. Orisinalitas/nilai – Temuan penelitian menawarkan perspektif unik tentang implementasi langsung nilai Al-Quran dalam konservasi lingkungan di Sekolah Alam, memberikan kontribusi baru pada studi eco-theology Islam.
Non-English Students’ Perception of Lecturer’s CBT (Code Mixing, Body Moving, and Translating) Strategy of English Teaching: Persepsi Mahasiswa Non-Inggris terhadap Strategi CBT (Code Mixing, Body Movements, dan Translating) Dosen dalam Pengajaran Bahasa Inggris Arsyad Sultan, Arni
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.07

Abstract

Purpose – This inquiry attempts to investigate non-English students’ perception of lecturer’s particular strategy in English teaching namely CBT standing for code mixing, body moving, and translating. Design/methods/approach – The study is designed qualitatively. Data are collected through questionnaire by using purposive sampling. Findings – Based on the questionnaire, three findings have been resulted. Firstly, CBT strategy is necessary because students can practice their listening and speaking of certain vocabulary directly. If they hear the mixing words between English and Indonesian regularly, so it is possible for them to achieve good communication skill, and improve their knowledge of English vocabulary as well as its literal meaning. Second, CBT is important affectively because it keeps them enthusiastic in which they can imitate English pronunciation. Third, in the most effective way, non-English students prefer “complexity” in which lecturer performs word verbally and nonverbally. Lecturer says, translates, and demonstrates body language at that time lecturer says the mixing words.    Research implications/limitations – This strategy could be recommended in teaching English for non-English students at basic or beginner level in school or university. However, this current research only focuses on non-English department students at this level of proficiency in which it still needs further research for the implication of CBT in intermediate and higher level or students with non-English department background. Originality/value - This research facilitates one specific strategy in English teaching for non-English students at beginner or basic level of knowledge. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi mahasiswa non-Inggris terhadap strategi tertentu yang digunakan dosen dalam pengajaran bahasa Inggris, yaitu CBT yang meliputi code mixing, gerakan tubuh (body moving), dan penerjemahan (translating). Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini dirancang secara kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan teknik purposive sampling. Temuan – Berdasarkan hasil kuesioner, terdapat tiga temuan utama. Pertama, strategi CBT dianggap penting karena memungkinkan mahasiswa untuk melatih keterampilan mendengar (listening) dan berbicara (speaking) kosakata tertentu secara langsung. Dengan mendengar campuran kata antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia secara teratur, mereka berpotensi mencapai keterampilan komunikasi yang baik dan meningkatkan pengetahuan tentang kosakata bahasa Inggris beserta makna literalnya. Kedua, CBT dianggap penting secara afektif karena strategi ini menjaga antusiasme mahasiswa, di mana mereka dapat meniru pelafalan bahasa Inggris. Ketiga, dalam pendekatan yang paling efektif, mahasiswa non-Inggris lebih menyukai "kompleksitas," di mana dosen mengucapkan kata secara verbal dan non-verbal. Dosen berbicara, menerjemahkan, dan menunjukkan bahasa tubuh pada saat yang sama ketika dosen mengucapkan kata-kata campuran. Implikasi/batasan penelitian – Strategi ini dapat direkomendasikan untuk pengajaran bahasa Inggris kepada mahasiswa non-Inggris pada tingkat dasar atau pemula di sekolah atau universitas. Namun, penelitian ini hanya berfokus pada mahasiswa non-jurusan Inggris pada tingkat pemahaman ini, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan strategi CBT pada tingkat menengah dan lanjutan, atau pada mahasiswa dengan latar belakang non-jurusan Inggris. Orisinalitas/nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi pada strategi khusus dalam pengajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa non-Inggris pada tingkat dasar atau pemula.
Kahoot Application as an Interactive Medium in the Learning of “Qur'anic Teaching Methods and Tafsir”: Aplikasi Kahoot Sebagai Media Interaktif dalam Pembalajaran “Metode Pembelajaran Al-Qur’an dan Tafsir” Muslim, Yunita; Yulia Rakhma Salsabila; Zunus Arifin; Miftahul Janah
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.06

Abstract

Purpose – This study aims to explore the implementation of the Kahoot application as an interactive learning medium in the course “Methods of Qur'anic Teaching and Tafsir” among students of the Qur'anic Studies and Tafsir (IAT) program at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Design/methods/approach – This study employs a descriptive qualitative approach to gain an in-depth understanding of students' experiences and perceptions in using Kahoot. Data were collected through in-depth interviews with several students who participated in learning activities using the Kahoot application and direct observations during the learning process. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques to identify students' responses and perceptions regarding the effectiveness of Kahoot.  Findings – The research findings reveal that the use of Kahoot significantly enhances student participation and creates a more interactive classroom environment. Students become more actively involved in classroom learning, not merely as passive listeners to the lecturer's explanations but as active participants in answering questions, engaging in discussions, and competing with their peers. The competitive and interactive game format helps students remain focused and more motivated to participate in the learning process. Additionally, it fosters students' creativity by allowing them to independently explore various aspects of the application, including question design, answers, and available methods.  Research implications/limitations – This study provides practical value in enhancing technology-based teaching methods, particularly in the Methods of Qur'anic Teaching and Tafsir course. It contributes to expanding the range of interactive learning approaches that align with technological advancements and the needs of students in the digital era. However, the study also highlights several limitations, such as reliance on a stable internet connection and varying levels of student adaptation in utilizing the application. These limitations impact the consistency of Kahoot's implementation and its effectiveness across different sessions. Originality/value  - The implementation of the Kahoot application as an interactive media in the Al-Qur'an and Tafsir learning process among IAT students at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta has made a significant contribution. In simple terms, this study demonstrates that the use of Kahoot makes learning more engaging and interactive. The application also assists lecturers in evaluating students' understanding of the material in a more enjoyable and effective way. Abstrak Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran interaktif pada mata kuliah Metode Pengajaran Al-Qur'an dan Tafsir di kalangan mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Desain/metode/pendekatan - Penelitian ini mengguanakan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman dan persepsi mahasiswa dalam menggunakan Kahoot. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sejumlah mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran menggunakan aplikasi Kahoot serta observasi langsung selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tema untuk mengetahui tanggapan dan persepsi siswa terhadap efektivitas Kahoot. Temuan - Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot secara signifikan meningkatkan partisipasi mahasiswa dan menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif. Data ini dibutktikan dengan adanya penerapan aplikasi Kahoot mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran di kelas. Mereka tidak hanya pasif mendengarkan penjelasan dosen, tetapi juga terlibat aktif dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan berkompetisi dengan teman-temannya. Format permainan yang kompetitif dan interaktif membuat mahasiswa lebih fokus dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu mahasiswa juga dapat meningkatkan kreativitas dengan memberikan kesempatan untuk memproses sendiri penggunaan aplikasi, baik dalam segi soal, jawaban, ataupun metode yang disediakan. Implikasi/batasan penelitian - Penelitian ini memberikan nilai praktis dalam meningkatkan metode pengajaran berbasis teknologi, khususnya pada mata kuliah tafsir dan pengajaran Alquran. Temuan ini juga dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pilihan metode pembelajaran interaktif yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan mahasiswa era digital. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa keterbatasan, seperti ketergantungan pada jaringan internet yang stabil serta adaptasi yang bervariasi di antara mahasiswa dalam memanfaatkan aplikasi ini. Keterbatasan ini mempengaruhi konsistensi implementasi dan efektivitas Kahoot di setiap pertemuan. Orisinalitas/nilai - Penerapan aplikasi Kahoot sebagai media interaktif dalam pembelajaran Alquran Tafsir di kalangan mahasiswa IAT UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Secara sederhana, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Penggunaan Kahoot juga dapat membantu dosen dalam mengevaluasi pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah diajarkan secara lebih menyenangkan.
Teachers' Perceptions of the Implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta: Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta Kusuma, Ica Lalitya; Hasanah, Enung; Sukirman, Sukirman
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.09

Abstract

Purpose – This study explores teachers' perceptions of the Implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. It aims to identify challenges and conveniences faced by teachers during its application, focusing on how the curriculum's core principles align with modern educational needs. Design/methods/approach – A qualitative descriptive approach was used, collecting data through semi-structured questionnaires completed by 21 teachers from various disciplines. The responses were analyzed thematically to highlight significant themes related to curriculum adaptation and execution. Findings – Key conveniences identified include enhanced teacher collaboration (33% of teachers reported positive experiences), relevance of teaching materials to students' real lives (19% of teachers appreciated this aspect), effective facilitation of the “Proyek Penguatan Profil Pancasila” (P5) (29% highlighted the benefits), and streamlined instructional content (19% acknowledged its positive impact). Conversely, challenges include implementing differentiated learning (24% of teachers found this particularly challenging), preparing for P5 (19% of teachers reported difficulties), developing the Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) (14% of teachers faced difficulties in developing ATP), and understanding students' individual characteristics (24% of teachers faced faced challenges in this area). These findings present areas requiring further support and emphasize the curriculum's transformative potential. Research implications/limitations – The study is limited to one institution with a relatively small sample size. Findings suggest successful curriculum implementation requires improved teacher training, resources, and structured guidance, especially for differentiated learning and P5 management. Originality/value – This research contributes to the limited literature on Kurikulum Merdeka in Indonesia. It provides insights for policymakers and practitioners to optimize teacher readiness and resource allocation, enhancing the curriculum’s impact on teaching efficacy and student outcomes. Abstrak Tujuan – Penelitian ini mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan kemudahan yang dihadapi guru selama penerapan kurikulum, dengan fokus pada kesesuaian prinsip-prinsip inti kurikulum dengan kebutuhan pendidikan modern. Desain/Metode/Pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner semi-terstruktur yang diisi oleh 21 guru dari berbagai disiplin ilmu. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait adaptasi dan pelaksanaan kurikulum. Temuan – Kemudahan utama yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi peningkatan kolaborasi antar guru (33% guru melaporkan pengalaman positif), relevansi materi ajar dengan kehidupan nyata siswa (19% guru mengapresiasi aspek ini), efektivitas fasilitasi “Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila” (P5) (29% menyoroti manfaatnya), serta penyederhanaan konten pembelajaran (19% mengakui dampak positifnya). Sebaliknya, tantangan yang dihadapi meliputi penerapan pembelajaran berdiferensiasi (24% guru mengalami kesulitan dalam aspek ini), persiapan P5 (19% guru melaporkan kendala), pengembangan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) (14% guru mengalami kesulitan dalam menyusun ATP), dan pemahaman terhadap karakteristik individu siswa (24% guru menghadapi tantangan dalam hal ini). Temuan ini menunjukkan area yang membutuhkan dukungan lebih lanjut serta menyoroti potensi transformatif kurikulum. Implikasi/batasan Penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu institusi dengan jumlah sampel yang relatif kecil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum memerlukan peningkatan pelatihan guru, penyediaan sumber daya, serta panduan yang lebih terstruktur, khususnya dalam pembelajaran berdiferensiasi dan pengelolaan P5. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang masih terbatas mengenai Kurikulum Merdeka di Indonesia. Studi ini memberikan wawasan bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pendidikan untuk mengoptimalkan kesiapan guru dan alokasi sumber daya guna meningkatkan efektivitas pengajaran serta hasil belajar siswa.
Exploring the Implementation of Modern Physics Practicum to Enhance the Science Process Skills of Indonesian Physics Education Students: Eksplorasi Pelaksanaan Praktikum Fisika Modern dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Pendidikan Fisika di Indonesia Sintiya, Lutfi Elma; Putranta, Himawan
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.10

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the perceptions of Indonesian physics education students in the implementation of modern physics practicums on students' science process skills. Design/methods/approach – The type of research used is descriptive research with a quantitative approach. The method used is a questionnaire survey to obtain data. Respondents in this research amounted to 34 respondents, with a purposive sampling technique. The data were analyzed using descriptive statistical techniques by classifying data in class intervals and frequencies, with each interval calculated to determine the distribution of data and converted into percentage form. Findings – The results of the study showed that Indonesian physics education students have a positive perception of modern physics practicums with 80% agreeing. The level of self-confidence in implementing SPS is still not stable with 41% of students feeling hesitant. For changes in knowledge and skills, 32% of students gave a negative response to the change. This shows that there is still doubt among students about the effectiveness of practicums in improving SPS. Research implications/limitations – Modern physics practicum provides a fairly good experience in improving students' understanding and confidence in SPS, but there are still challenges such as instability of confidence and doubts about its effectiveness. Therefore, evaluation of learning methods and further research are needed to explore the application of SPS in various institutions and analyze the factors that influence low student confidence. Originality/value – These findings suggest that although physics education students have positive perceptions of the lab, the instability of their confidence in science process skills indicates the need for more effective learning strategies to improve practical competence. The uncertainty in changes in students' knowledge and skills highlights the need for further evaluation of the design and implementation of the lab in order to truly strengthen science process skills optimally. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa pendidikan fisika di Indonesia terhadap pelaksanaan praktikum fisika modern terhadap keterampilan proses sains mahasiswa. Desain/Metode/Pendekatan – Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner untuk memperoleh data. Responden dalam penelitian ini berjumlah 34 orang, dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan mengklasifikasikan data ke dalam interval kelas dan frekuensi, kemudian setiap interval dihitung untuk menentukan distribusi data dan dikonversi ke dalam bentuk persentase. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan fisika di Indonesia memiliki persepsi positif terhadap praktikum fisika modern, dengan 80% menyatakan setuju. Tingkat kepercayaan diri dalam menerapkan keterampilan proses sains (KPS) masih belum stabil, di mana 41% mahasiswa merasa ragu. Adapun perubahan dalam pengetahuan dan keterampilan, 32% mahasiswa memberikan respons negatif terhadap perubahan tersebut. Hal ini menunjukkan masih adanya keraguan di kalangan mahasiswa mengenai efektivitas praktikum dalam meningkatkan KPS. Implikasi/batasan Penelitian – Praktikum fisika modern memberikan pengalaman yang cukup baik dalam meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri mahasiswa terhadap KPS, namun masih terdapat tantangan seperti ketidakstabilan kepercayaan diri dan keraguan terhadap efektivitasnya. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap metode pembelajaran serta penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan KPS di berbagai institusi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kepercayaan diri mahasiswa. Orisinalitas/Nilai – Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa pendidikan fisika memiliki persepsi positif terhadap praktikum, ketidakstabilan kepercayaan diri mereka dalam keterampilan proses sains mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kompetensi praktis. Ketidakpastian dalam perubahan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menyoroti perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap desain dan implementasi praktikum agar benar-benar dapat memperkuat keterampilan proses sains secara optimal.
Jogja madrasah digital in summative Arabic assessment: Usability, students’ perceptions, and linguistic challenges Ulya Alri Hanifa; Hamdun, Dudung; Maytsani Rabi’al Awwali; Novi Ramadani; Ilham Aziz Ramadhan; M. Adib Abdul Mujib
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2026.111.10

Abstract

Purpose – This study aimed to analyze the implementation of Jogja Madrasah Digital (JMD) in the Arabic Language End-of-Year Summative Assessment (ASAT) at MTsN 10 Sleman, students’ perceptions, and the advantages and challenges encountered during the assessment process. Design/methods/approach – This study employed a mixed methods approach with a convergent design and a case study framework. Data were collected through semi-structured interviews, observations, documentation, and questionnaires involving one Arabic language teacher and 30 students from grades VII B and VIII B. Qualitative data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while quantitative data were analyzed using descriptive statistics. Findings – JMD was used as the main platform for conducting the Arabic Language ASAT, covering assessment preparation, implementation, and supervision. Students demonstrated positive perceptions, with an average perception score of 81.7%. JMD was perceived as practical, accessible, and supportive of paperless assessment. However, several challenges were identified, including unstable internet connectivity, login difficulties, limitations in displaying Arabic text and fonts, and rigid scoring mechanisms for essay questions. These findings indicate that the effectiveness of JMD depends not only on the availability of technology but also on the suitability of its features for the characteristics of Arabic and the requirements of language assessment. Research implications/limitations – Optimizing JMD requires stronger infrastructure, improved Arabic text display, more reliable access and navigation, and more flexible assessment and scoring features. The study was limited to one madrasah, one teacher, and 30 students; therefore, its findings are contextual and are not intended for statistical generalization. Originality/value – This study provides a context-specific empirical perspective by examining JMD not merely as a technological platform but as an assessment environment for Arabic language learning. Its originality lies in connecting students’ perceptions and experiences with the technical, linguistic, and pedagogical dimensions of digital Arabic language assessment.