cover
Contact Name
Erpin Harahap
Contact Email
erpinharahap@umt.ac.id
Phone
+6281316371691
Journal Mail Official
erpinharahap@umt.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis kemerdekaan 1/33 cikokol kota tangerang-Banten 15118
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan
ISSN : 19790074     EISSN : 25805940     DOI : https://doi.org/10.31000/rf
Rausyan Fikr adalah jurnal yang didirikan dari tahun 2008 oleh fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Tangerang Banten. jurnal rausyan fikr memuat penelitian-penelitian di bidang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Perbankan Syariah
Articles 192 Documents
MASJID SEBAGAI SUMBER PEMBENTUKAN KRETIVITAS MANUSIA BERKARAKTER Baehaqi Baehaqi
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 13, No 1 (2017): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v13i1.69

Abstract

Abstrak:Satu-satunya tempat ibadah yang mampu merepresentasikan aspek-aspek kemanusiaan adalah masjid, baik aspek seni, arsitektur, budaya, ekonomi, bahkan aspek politik. Masjid juga merupakan cerminan kemajuan berpikir suatu daerah bahkan bangsa, yang ditandai dengan munculnya aktivitas kehidupan sosial di masjid. Pola pengembangan model pendidikan masjid, pada akhirnya menuntut kemampuan mengejawantahkan berbagai kepentingan hidup manusia. Masjid yang di kemudian hari, juga dituntut mampu melahirkan generasi Muslim yang memiliki karakter sebagaimana perilaku Rasulullah SAW, yaitu karakter fathonah, amanah, siddiq, dan tabligh (fast).
PENDEKATAN HUMANISME DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Fathi Halimi
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 14, No 1 (2018): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v14i1.677

Abstract

Abstrak:Humanisme, secara sederhana adalah suatu sikap yang konsisten dalam membela kelangsungan dan keberadaan hidup manusia agar manusia tidak tenggelam dalam kehancuran atau kebinasaan. Humanisme dalam perspektif pendidikan islam adalah pendidikan yang memanusiakan manusia sesuai dengan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Pendidikan yang mengarah kepada pengkajian yang komprehenshif baik ilmu pengetahuan agama maupun umumKata kunci: Pendekatan, Humanisme dan Islam.
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MENURUT AL-QUR’AN Hikmat Kamal
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 15, No 2 (2019): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v15i2.1797

Abstract

Abstrak:Dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran diperlulan adanya model pemebelajaran yang memiliki ciri raasional teoritik logis, landasan pemikiran. tingkah laku mengajar, lingkungan belajar. Model pebelajaran al- qur’an meliputi sebuah komponen konsep pendidikan Islam, yang ditopang dengan pola pendidikan Rasulullah saw, sahabat Nabi dan ijtihad para ulama. Ayat-ayat yang digunakan dalam memilih pendekatan pembelajaran. diantara; Pendekatan akal atau ma’rifi. Pendekatan induksi (hukum yang bersifat umum). Pendekatan deduksi. Pendekatan Emosi. pendekatan yang dilakukan untuk menggugah daya rasa atau emosi peserta didik agar mampu meyakini, memahami dan mengahayati materi yang disampaikan). Pendekatan Ifradi (dilakukan untuk memberikan perhatian kepada peserta didik dengan karakter yang berbeda).  Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pendidikan dan al-Qur’an
PELAKSANAAN TUGAS GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI BELAJAR KELOMPOK Khoirul anwar
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 16, No 2 (2020): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v17i2.3037

Abstract

Abstract: The main problem in this research is how a teacher can improve student achievement. There are many ways to improve student achievement, including group study. Group learning here is learning carried out by more than one person in group learning. By learning groups of students can work together and exchange ideas between one student and another. so that students who are weak will be helped by students who have more advantages in learning. Student learning achievement is the result achieved by students after carrying out teaching and learning activities. In teaching and learning activities, there are many methods used to improve student achievement. In this research, the method used is the group learning method
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DALAM UPAYA MENGURANGI ANGKA PUTUS SEKOLAH Muh Turizal Husein
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 13, No 1 (2017): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v13i1.405

Abstract

Wajib Belajar sembilan tahun yang dicanangkan oleh Pemerintah sejak 2 Mei 1994 belum memenuhi target sehingga Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan Inpres Nomor 5 Tahun2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. Program BOS dilatarbelakangi oleh kenaikan harga BBM yang mengakibatkan turunnya dayabeli masyarakat yang berdampak negatif terhadap akses masyarakat miskin terhadap Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Sesuai UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan Pemerintah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.”
MADRASAH DAN SEKOLAH ISLAM ELIT DI INDONESIA Abdul Basyit
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 15, No 1 (2019): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v15i1.1366

Abstract

Menguatnya posisi lembaga pendidikan Islam tidak lepaskan dari upaya dinamika internal dalam tubuh pendidikan Islam berupa modernisasi, yang berkesinambungan dengan modernisasi Islam. Faktor yang menumbuhkembangkan keberadaan sekolah dan madrasah elit. Pertama, kesadaran untuk mendesain system pendidikan unggul. Kedua, menurunnya proses dan hasil pendidikan di sekolah-sekolah umum. Ketiga, skeptis terhadap proses dan hasil pendidikan pada pesantren dan madrasah. Keempat, peningkatan kemampuan ekonomi. Kelima, dukungan pemerintah dalam otonomi pendidikan swasta dan program pemerintah dalam upaya “internasionalisasi” semua level pendidikan di Indonesia.
BUDAYA ORGANISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Abdul Basyit
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 16, No 1 (2020): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v16i1.2491

Abstract

Abstrak:Budaya organisasi sebagai perekat sosial, dan berguna pula sebagai mekanisme kontrol yang membentuk perilaku anggota. Budaya organisasi merupakan nilai, kepercayaan bersama para anggota organisasi. Budaya organisasi akan memberikan dampak positif pada kinerja institusi secara umum, budaya organisasi akan mengarahkan perilaku para anggota organisasi. Dalam lembaga pendidikan Islam, budaya organisasi dalam pendidikan islam terus bertujuan untuk mengejawantahkan ajaran dan nilai-nilai Islam yang pada akhirnya akan menjadi budaya Islami.
RELASI PEMIMPIN DENGAN RAKYAT DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Asrori Mukhtarom
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 14, No 02 (2018): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v14i02.911

Abstract

Abstrak;Al-Qur’an menggambarkan relasi pemimpin dengan rakyat dengan harmonis dan seimbang diantara keduanya, misalnya ayat yang mengisyaratkan kewajiban pemimpin untuk menegakkan keadilan di tengah masyarakat (QS. An-Nisa [4] : 58), melindungi hak asasirakyat (QS. Al-An’am [6]: 151-152), dan menjaga keutuhan negara dari segala bentuk penjajahan dan penindasan (QS. Al-Anfal [8]: 60). Al-Qur’an juga mengisyaratkan kewajiban rakyat menaati pemimpinnya (QS. An-Nisa [5]: 59), membela negara (QS. Ali Imran [3]: 92), dan berperan serta dalam melaksanakan kebajikan (QS. Al-Maidah [5]: 2).Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode maudhû‘i, yaitu metode menghimpun seluruh ayat al-Qur’an yang memiliki tujuan dan tema yang sama. Kemudian menguraikannya dengan menjelajahi seluruh aspek yang dapat digali dengan merujuk pendapat para ahli tafsir.Kata kunci: Pemimpin, Rakyat, Al-Qur’an.
MEMBENTUK GENERASI ADABI DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN ISLAM Moh Aman
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 13, No 1 (2017): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v13i1.1983

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dan bersifat deskriptif analitik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa membentuk generasi adabi dalam perspektif pemikiran Islam adalah terbentuknya generasi beradab yang menjadi tujuan utama dari pendidikan Islam, yang kelak akan menjadi generasi teladan umat, karena adab adalah kemanusiaan yang dapat menghindarkan anak-anak dari berbagai penyimpangan. Karena itu para orang tua dan pendidik wajib mendidik anak-anak dengan adab, terutama adab kepada Allah, adab kepada Rasulullah SAW, adab kepada orang tua, adab terhadap ilmu, adab kepada guru dan masyarakat, sehingga anak-anak senantiasa menjadi generasi yang optimis dengan imannya dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Akan tetapi dalam pelaksanaannya adab tidak akan sempurna kecuali jika didalamya diterapkan lima pilar, yaitu hati nurani adab (moral conscience), paksaan adab (moral abligations), hukum adab (moral judgement), tanggung jawab adab (moral responsibility) dan ganjaran adab (moral reward). Dengan tetap mengacu kepada empat prinsip mendasar, yaitu menyeluruh, seimbang, sederhana dan realistis.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA MASA RASULULLAH Asrori Mukhtarom
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 13, No 2 (2017): Rausyan FIkr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v13i2.298

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan pada dasarnya merupakan upaya mendidik warga negara menjadi warga negara yang baik sesuai dengan ideologi dan politik bangsanya masing-masing. Selain berperan sebagai seorang Rasul, Muhammad berperan juga sebagai seorang kepala negara yang menyatukan masyarakat Arab yang heterogen, lalu merancang sebuah civilization (peradaban) yang dibangun berdasarkan kerjasama kelompok-kelompok terkait dengan prinsip-prinsip kebebasan, persamaan, dan persaudaraan. Praktek pendidikan kewarganegaraan yang dilakukan Nabi Muhammad patut dicontoh oleh siapapun, terlebih bangsa majemuk yang memilki potensi disintegrasi.

Page 8 of 20 | Total Record : 192