cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2024)" : 36 Documents clear
An analysis of speech act in whatsapp Syawal, La Ode Muhamad Irwin; Mardin, Muhammad Ikhwan; Saleh, Husna; Fuad, M. Noor; As’Ad, Muhammad
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024774

Abstract

Language is a crucial aspect of our lives, serving as a bridge for communication among individuals. People use language to convey emotions, ideas, desires, and feelings. One platform for communication is WhatsApp. Many people enjoy chatting on WhatsApp, but not all of them grasp the meaning behind each utterance spoken or sent by the speaker or sender. Various linguistic aspects, including speech acts, can be explored on WhatsApp, such as pragmatics, semantics, and sociolinguistics. This study aims to analyze the factors that lead to misunderstandings when performing perlocutionary acts on WhatsApp and how locutionary acts influence perlocutionary acts on the platform. The research findings identify several causes of misunderstandings in the communication process through WhatsApp. Firstly, incorrect punctuation usage contributes to misunderstandings. Secondly, typographical errors are another common factor. Thirdly, incomplete sentences resulting from typing too quickly make it challenging to comprehend the intended message. Fourthly, issues such as poor network connectivity lead to only a fraction of the message reaching the recipient. Additionally, locutionary acts represent the literal meaning of a sentence. The conclusion of this research is the impact of locution on perlocution depends on how effectively locution can convey instructions or meanings of the spoken sentence. If the utterance is not well-understood by the listener, they may not execute or comprehend the intended meaning, leading to perlocutionary acts and miscommunication between the individuals involved.
Sosialisasi Pendampingan Orang Tua Kreatif dalam Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini melalui Media Bahan Daur Ulang di TK Kreatif Cendekia Surabaya Asmara, Berda; Sunanto, Sunanto; Rulyansah, Afib; Puspitarini, Renny Candradewi
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024761

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Masyarakat adalah merupakan kewajiban sebagai seorang dosen selain Penelitian dan Pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran di Lembaga PAUD sangat diperlukan melalui permainan dan media yang menyenangkan dan yang sesuai dengan usia anak. Oleh sebab itu peraga sangat diperlukan dalam pembelajaran Anak Usia Dini. Media sangat diperlukan agar dapat menarik minat Anak Usia Dini. Pengadaan alat peraga sangat dibutukan, tidak harus beli dalam membuat permainan yang menyenangkan untuk Anak Usia Dini, bahkan bisa memakai dari bahan daur ulang atau bahan bekas yang masih bisa terpakai. Berdasarkan keadaan di lapangan seperti di atas maka kami mengadakan kegiatan berupa pengabdian masyarakat. Pengabdian Masyarakat yang akan dilakukan adalah pendampingan kepada orang tua untuk menumbuhkan karakter Anak Usia Dini melalui kegiatan permainan yang menyenangkan dengan menggunakan media bahan daur ulang atau bahan bekas yang masih bisa terpakai dan yang dikenal oleh anak. Pelaksanaan akan dilakukan di TK Kreatif Cendekia Surabaya dengan alasan FKIP UNUSA pada tahun-tahun sebelumnya telah menjalin kerjasama (MoU) dengan lembaga tersebut melalui Tri Dharma. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kreativitas orang tua dan menambah semangat dan antuasias anak usia dini selam SFH (School From Home).Abstact: The objective of Community Service is to fulfill an obligation as a faculty member, in addition to Research and Education. The implementation of learning in Early Childhood Education Institutions is essential through enjoyable games and media that are age-appropriate for the children. Therefore, instructional aids are crucial in the learning process of Early Childhood. Media is necessary to attract the interest of Early Childhood. The provision of teaching aids is imperative, and it is not necessary to purchase new items for creating enjoyable games for Early Childhood. Instead, recycled materials or reusable waste materials can be used. Based on the field conditions as described, we have organized community service activities. The Community Service to be undertaken involves assisting parents in nurturing the character of Early Childhood through enjoyable gaming activities using recycled materials or reusable waste materials familiar to the children. The implementation will take place at TK Kreatif Cendekia Surabaya, chosen because FKIP UNUSA had previously established a partnership (MoU) with this institution through Tri Dharma. This activity aims to enhance the creativity of parents and boost the enthusiasm and eagerness of early childhood children during SFH (School from Home).
Pelatihan Media Digital Edugame untuk Mengembangkan Multiple Intelligence Anak Usia 5-6 Tahun pada Era Revolusi Industri 4.0 Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Hardiningrum, Andini; Shari, Destita
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024640

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edugame dalam mengembangkan berbagai aspek kecerdasan anak. Permasalahan mitra yang saat ini terjadi adalah Orang tua dan pendidik mungkin memiliki pemahaman yang terbatas tentang manfaat sebenarnya dan potensi risiko dari edugame dalam mengembangkan multiple intelligence anak usia 5-6 tahun, Keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung pembelajaran melalui edugame sangat penting. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah 80% anak-anak yang berpartisipasi menunjukkan minat dan keterlibatan yang tinggi dalam edugame. Anak- anak menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi melalui aktivitas edugame yang mendorong komunikasi verbal dan visual. Edugame mampu mengembangkan berbagai jenis kecerdasan, terutama kecerdasan kinestetik melalui permainan fisik dan kecerdasan linguistik melalui tantangan berbicara dan menulis, 90% orang tua merasa edugame mendukung pengembangan berbagai aspek kecerdasan anak-anak, 60% pendidik melaporkan adanya peningkatan dalam minat dan partisipasi anak-anak dalam proses belajar. Abstract: This Community Service Program aims to analyze the effectiveness of edugames in developing various aspects of children's intelligence. The current issue faced by partners is that parents and educators may have limited understanding of the actual benefits and potential risks of edugames in developing the multiple intelligences of 5-6-year-old children. Active parental involvement in supporting learning through edugames is crucial. The results of this community service show that 80% of participating children exhibit high interest and engagement in edugames. Children show improved communication skills through edugame activities that encourage verbal and visual communication. Edugames are capable of developing various types of intelligence, especially kinesthetic intelligence through physical games and linguistic intelligence through speaking and writing challenges. 90% of parents feel that edugames support the development of various aspects of their children's intelligence, and 60% of educators report an increase in children's interest and participation in the learning process.
Edukasi pencegahan infeksi dan perawatan luka post sirkumsisi pada anak di wilayah pesisir SDN 3 Lamokato Provinsi Sulawesi Tenggara Sukurni, Sukurni; HN, Muh. Rustam; Rahmawati, Rahmawati
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024698

Abstract

Sirkumsisi (circumcision/khitan) atau dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah “sunat” atau “supit”, adalah operasi pengangkatan sebagian, atau semua dari kulup (preputium) penis (WHO, 2007). Prosedur ini biasanya dilakukan untuk alasan agama, kebersihan, ataupun kosmetik. Sirkumsisi juga dapat mengurangi masalah yang timbul dari kondisi medis tertentu, seperti phimosis (kondisi dimana kulup tidak bisa ditarik kembali dari sekitar ujung penis). Secara medis, dikatakan bahwa sirkumsisi sangat menguntungkan bagi kesehatan. Banyak manfaat dari sirkumsisi yang diidentifikasi untuk mencegah infeksi saluran kemih, membuat penis menjadi bersih, penularan HIV, serta mengurangi resiko terkena karsinoma penis. Rendahnya pengetahuan tentang sirkumsisi menyebabkan anak takut melakukan sirkumsisi. Hal ini dikarenakan anak mendapatkan pengetahuan tentang sirkumsisi dan cara penyampaian yang salah. Orang tua memilih melakukan khitan pada anaknya dengan alasan sosial atau budaya seperti anak merasa malu jika belum melakukan khitan, sehingga ingin segera melakukannya. Anak melakukan khitan di usia 6-12 tahun atau ketika duduk dibangku kelas 3-6 Sekolah Dasar. Selain itu, khitan dilakukan sebagai alasan motivasi menuju kedewasaan pada anak. Sehingga petugas kesehatan harus meningkatkan pengetahuan anak dan orang tua tentang sirkumsisi. Sehingga anak memiliki motivasi yang kuat untuk menjalani sirkumsisi bukan karena paksaan orang tua dikarenakan alasan sosial atau budaya.
Pelayanan Publik dalam Pelaksanaan Perlindungan Warga Negara melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Putra, Eduard Awang Maha; Bahri, Putri Rizkika; Ananda, Suci Rizki; Safitri, Baiq Riska Anggi
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024805

Abstract

The manifestation of public services in health services is the establishment of the Social Security Organizing Agency (BPJS), but the concept and practice in the field are often contradictory. So this study aims to analyze the Concept and Practice of Public Services by BPJS Health. The writing method used is normative legal writing, using statutory and conceptual approaches. The results showed that BPJS Kesehatan as a health service institution was formed based on Law No. 24 of 2011 concerning BPJS and BPJS Kesehatan is obliged to have Public Service Standards. In practice, health services for patients with self-financing and insurance tend to be prioritized, while BPJS Health patients are always neglected. The factors causing the low quality of health services for BPJS Kesehatan patients are in terms of regulations, namely the absence of regulations related to standardization in the limitation of service quota provision. The law enforcement factor is due to the lack of maximum or optimal internal supervision functions from the Ministry of Health, Hospital Supervisory Board, and BPJS Health in ensuring that service restrictions do not occur in all Health Facilities. The facility factor, which is still inadequate and limited health workers and inadequate facilities provided such as limited rooms, medical equipment, and medicines—the community factor influences because in practice there are often bribes between some elements of the community.Abstrak: Manifestasi pelayanan publik dalam pelayanan kesehatan yakni dibentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan tetapi antara konsep dan prakteknya di lapangan kerapkali bertolak belakang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Konsep dan Praktek Pelayanan Publik oleh BPJS Kesehatan. Metode penulisan yang digunakan adalah penulisan hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa BPJS Kesehatan sebagai lembaga pelayanan kesehatan dibentuk atas dasar UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan BPJS Kesehatan berkewajiban untuk memiliki Standar Pelayanan Publik (SPP). Dalam prakteknya pelayanan kesehatan pasien dengan pembiayaan sendiri dan asuransi cenderung lebih diutamakan, sementara pasien BPJS Kesehatan selalu dianaktirikan. Adapun faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS Kesehatan yakni dari segi regulasi tidak adanya regulasi terkait dengan standarisasi dalam batasan pemberian kuota layanan. Dari faktor penegak hukum disebabkan kurang maksimal atau optimalnya fungsi pengawasan internal dari Kemenkes, Badan Pengawas Rumah Sakit dan BPJS Kesehatan dalam memastikan agar pembatasan layanan tidak terjadi di seluruh Fasilitas Kesehatan. Dari faktor sarana yakni masih kurang memadai dan terbatasnya tenaga kesehatan dan tidak memadainya fasilitas yang diberikan seperti terbatasnya ruangan, alat medis, dan obat-obatan. Faktor masyarakat mempengaruhi karena dalam praktiknya kerap kali terjadi sogok menyogok antara beberapa oknum masyarakat.
Efektifitas tea tree pada ibu hamil terhadap jerawat vulgaris di UPTD Puskesmas Sindang Kabupaten Indramayu Oktaviani, Pearly Otis Putri
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024783

Abstract

The prevalence of acne patients in Indonesia is approximately 80-85% among adolescents aged 15-18 years, 12% in women aged over 25 years, and 3% in the age group of 35-44 years. The purpose of this study is to determine the effectiveness of tea tree on pregnant women with vulgaris acne at the Sindang Community Health Center in Indramayu Regency. The population in this study includes all pregnant women with vulgaris acne at the Sindang Community Health Center in Indramayu Regency, totaling 30 individuals. Bivariate analysis in this study uses a paired sample t-test to observe differences before and after treatment. Based on the statistical test results using the Paired Samples Test, with the assistance of SPSS version 24 and a significance level of α = 0.05, the result is obtained with p = 0.000, which means p 0.05. Thus, H1 is accepted, indicating that tea tree is effective in treating vulgaris acne in pregnant women at the Sindang Community Health Center in Indramayu Regency. Furthermore, it is recommended to expand the research with a clinical trial design to gain a deeper understanding of the benefits and risks of using skincare products during pregnancy.
Pemberdayaan Remaja dalam Peningkatan Pengetahuan Tentang PHBS dan Gizi Seimbang melalui Pembentukan Remaja Penggerak Kesehatan Keluarga Yusran, Sartiah; Yuniar, Nani; Hidayanty, Healthy; Bahar, Hartati; Harleli, Harleli; Jumakil, Jumakil
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024748

Abstract

Remaja yang memiliki pengetahuan yang baik terkait PHBS dan gizi seimbang sangat penting sebagai salah satu pendukung terciptanya kebiasaan hidup sehat di keluarga dan Masyarakat. Perilaku ini akan memberikan dampak positif dalam pencegahan penyakit infeksi maupun non infeksi di masyarakat. Sasaran dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah para remaja usia 12-18 tahun yang secara sukarela dan bersedai berpartisipasi di Desa Watunggarandu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai PHBS dan gizi seimbang serta memberdayakan remaja dengan dibentuknya remaja penggerak Kesehatan keluarga. Remaja memperoleh edukasi dengan metode yang interaktif dan media yang menarik terkait PHBS dan gizi seimbang. Untuk memastikan edukasi yang diberikan memberikan efek terhadap pengetahuan remaja, dilakukan pengukuran sebelum dan setelah pemberian edukasi. Terdapat proporsi peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi. Di akhir kegiatan, dilakukan pembentukan dan pengukuhan sasaran kegiatan sebanyak 24 remaja penggerak Kesehatan keluarga, sebagai role model dalam menerapkan dan mendorong keluarga dan Masyarakat untuk mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan praktik gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari
Transformasi Struktur Ekonomi Kabupaten Lombok Tengah 2011-2022 Guna, Hendi Surya; Jufri, Akhmad; Yudha, I Dewa Ketut
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024787

Abstract

Penelitian ini menganalisis perubahan struktur perekonomian di Kabupaten Lombok Tengah. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriftif. Data yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang diajukan adalah data sekunder, yaitu data time series dari tahun 2011-2022 yang menyangkut data PDRB Kabupaten Lombok Tengah dan Provinsi NTB. Alat analisis yang diguanakan dalam penelitian ini adalah location quotient, shift share, dan overlay. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama tahun 2011-2016 (sebelum adanya KEK Mandalika) terdapat 10 sektor basi dan 7 non basis, semua sektor termasuk sektor pertumbuhan progresif, pertumbuhan tertinggi selam periode trsebut dipegang sektor transportasi dan pergudangan sebesar Rp. 1.209.206,70 milyar, dan terdapat 10 sektor unggulan dan 9 sektor berkembang. Sedangkan tahun 2017-2022 (setelah adanya KEK Mandalika) terdapat 9 sektor basis dan 8 sektor non basis, 16 sektor termsuk sektor pertumbuhan progresif, sektor transportasi dan pergudangan termasuk sektor pertumbuhannya menururn sebesar Rp. -757.874,63 juta, dan terdapat 8 sektor unggulan, 7 sektor berkembang, dan 1 sektor mengalami penurunan. Maka ditarik kesimpulan bahwa tahun 2011-2016 (sebelum adanya KEK Mandalika) telah terjadi pergeseran struktur ekonomi dari sektor primer ke sektor teriser (sektor transportasi). Sedangkan tahun 2017-2022 (setelah adanya KEK Mandalika) terjadi pergeseran sektor ekonomi ke sektor sekunder (sektor konsruksi).
Pelatihan Pembuatan Kudapan Bolu Kukus Bayam Sebagai Makanan Tambahan Balita Pada Kader Posyandu Waraswanawati di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Muchtar, Febriana
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024766

Abstract

Pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan salah satu program pemerintah melalui posyandu untuk memenuhi asupan gizi balita. Pemberian makanan tambahan diartikan sebagai suatu upaya pencegahan masalah gizi dengan memberikan makanan tambahan kepada balita yang disesuaikan dengan umur balita untuk memenuhi asupan gizi sehingga mencapai status gizi yang baik. Makanan tambahan untuk balita dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh dengan harga terjangkau. Pengetahuan kader tentang pengolahan bahan pangan menjadi kudapan sehat bergizi untuk balita sangat penting karena jenis makanan tambahan berbahan baku lokal akan semakin bervariasi sehingga PMT tidak hanya berupa susu kemasan dan biskuit. Dalam pengelolaan posyandu, pengetahuan dan keterampilan kader menjadi hal penting dalam melakukan tanggung jawabnya selama pelaksanaan kegiatan posyandu. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada kader posyandu tentang pembuatan kudapan sehat bergizi dengan memanfaatkan sayur bayam. Pelatihan pembuatan bolu kukus bayam sebagai kudapan sehat bergizi ditujukan untuk kader posyandu tepatnya posyandu Waraswanawati di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan disertai praktik pembuatan bolu kukus bayam. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan bahwa kegiatan pelatihan pada kader posyandu berhasil memberikan pengetahuan tentang membuat kudapan sehat bergizi sebagai makanan tambahan balita dengan menggunakan bahan tambahan berupa sayur. Perlu dilakukan kegiatan pelatihan pengolahan produk pangan yang menggunakan pangan lokal sehingga makanan tambahan yang diberikan kepada balita dan ibu hamil lebih bervariasi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. 
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian Gizi Seimbang dengan Kejadian Stunting pada Balita Yulidar, Elfina
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024754

Abstract

Cases of stunting under five currently have the highest number when compared to other forms of malnutrition. Parents have an important role in fulfilling the nutrition of toddlers, especially the role of a mother as someone who is often with toddlers. If a mother has good knowledge, of course it will also affect a good attitude in fulfilling toddler nutrition. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers in providing balanced nutrition with the incidence of stunting in toddlers at the Cisungsang Community Health Center, Lebak Regency in 2023. The research design used a correlational method with a cross-sectional approach with data collection tools using questionnaires and analyzed univariately and bivariately. The sample in this study amounted to 60 respondents. The results showed that almost all 49 toddlers (81.7%) did not experience stunting, most of the respondents 39 (65.0%) had good knowledge and most of the respondents 37 (61.7%) had a positive attitude. The statistical test results showed that there was a relationship between knowledge in providing balanced nutrition and the incidence of stunting in toddlers with a value (p-value = 0.001) and there was a relationship between the mother's attitude in providing balanced nutrition with the incidence of stunting in toddlers with a value (p-value = 0.002). It is hoped that health workers will be able to provide education to the public about the nutritious food needed so that the incidence of stunting can be reduced with promotive, preventive and curative efforts from health workers.

Page 3 of 4 | Total Record : 36