cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Penyuluhan Dan Pendampingan Kader Dalam Screening Kanker Payudara di Desa Dasan Lekong [Counseling and Assistance for Cadres in Breast Cancer Screening in Dasan Lekong Village] Andini, Saskiyanti Ari; Sopiatun, Rita; Rusmini, Rusmini
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261317

Abstract

Breast cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia, mainly due to delayed early detection. Preventive efforts can be strengthened by empowering village health cadres to perform simple screening methods such as Breast Self-Examination (BSE) and Clinical Breast Examination (CBE). The counseling and mentoring program for cadres in Dasan Lekong Village aimed to improve their knowledge, skills, and confidence in recognizing early signs of breast cancer. Methods included lectures, interactive discussions, examination simulations, and field mentoring. The results showed increased cadre understanding of breast cancer screening techniques (SADARI). Moreover, cadres were able to apply these skills in assisting the community. In conclusion, cadre counseling and mentoring play an important role in strengthening early detection of breast cancer at the village level and supporting community health promotion and prevention efforts. Abstrak. Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia, terutama akibat keterlambatan deteksi dini. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan desa dalam melakukan skrining sederhana, seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Kegiatan penyuluhan dan pendampingan kader di Desa Dasan Lekong bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri kader dalam mengenali tanda awal kanker payudara. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan simulasi pemeriksaan, serta pendampingan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai teknik skrining kanker payudara sendiri (SADARI). Selain itu, kader mampu mengaplikasikan keterampilan tersebut dalam mendampingi masyarakat. Kesimpulannya, penyuluhan dan pendampingan kader berperan penting dalam memperkuat deteksi dini kanker payudara di tingkat desa, serta mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Teh Daun Salam Herbal Untuk Kesehatan Di Banjarmasin Utara [Training on the Preparation of Herbal Bay Leaf Tea for Health in North Banjarmasin] Melviani, Melviani; Komaliya, Risyda; Filemon, Dian DReki Fileni; Andriani, Ine; Rinjani, Lalu LElwin Tri Surya; Sagita, Ririn; Witin, Rafelita Septania Barek
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261354

Abstract

Abstract. Gout is a metabolic disease caused by elevated uric acid levels in the blood (hyperuricemia), which can lead to joint pain and inflammation. The prevalence of gout continues to rise in line with high-purine diets and unhealthy lifestyles. Bay leaves (Syzygium polyanthum) are known to contain active compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and essential oils that act as inhibitors of xanthine oxidase, the main enzyme involved in uric acid formation. Utilizing bay leaves in the form of herbal tea is an innovative preparation that can be developed as an alternative functional beverage beneficial for lowering uric acid levels. This community service program aims to provide training to empower women with the skills to make bay leaf-based tea as a herbal product beneficial for health. Based on the educational activities on the use of medicinal plants in the Alalak Utara neighborhood complex, particularly herbal bay leaf tea, there was a significant increase in residents' knowledge, from 52.7% before education to 94.8% after education, with an improvement of 42.1%. Abstrak. Asam urat merupakan penyakit metabolik akibat tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) yang dapat menimbulkan nyeri dan peradangan pada sendi. Prevalensi asam urat terus meningkat seiring dengan pola makan tinggi purin dan gaya hidup yang kurang sehat. Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang memiliki sebagai penghambat enzim xantin oksidase, enzim utama dalam pembentukan asam urat. Pemanfaatan daun salam dalam bentuk teh herbal merupakan salah satu bentuk inovasi sediaan yang dapat dikembangkan sebagai alternatif minuman fungsional yang bermanfaat dalam menurunkan kadar asam urat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk memberdayakan ibu-ibu dengan keterampilan membuat teh berbahan dasar daun salam sebagai produk herbal yang bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan kegiatan edukasi pemanfaatan tanaman obat di Komplek Kelurahan Alalak Utara, khususnya teh herbal daun salam, terjadi peningkatan pengetahuan warga yang signifikan, dari 52,7% sebelum edukasi menjadi 94,8% setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 42,1%.
Ramuan Tradisional, Tekanan Darah Terkendali: Solusi Alami Menurunkan Tekanan Darah [Traditional Remedies, Controlled Blood Pressure: A Natural Solution to Lower Blood Pressure] Rahimah, Asri; Alfi, Tegar Fernanda; Jannah, Siti Fatimah Noor Minal; Sa'diyah, Halimatus; Luon, Magdalena Ohe
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261339

Abstract

Should consist of one paragraph, should not exceed 200 words, and should contain the background and objective of the paper, its principal results, and its conclusions. Avoid using abbreviations and citations. Hypertension remains a major public health problem worldwide, particularly in developing countries where awareness and prevention efforts are still limited. This study aimed to evaluate the effect of health education using bay leaf (Syzygium polyanthum) as a natural preventive measure on the improvement of community knowledge about hypertension. A quasi-experimental design with pre-test and post-test was conducted involving 20 adult respondents from Kampung ketupat Rt 02. Data were collected through structured questionnaires assessing basic hypertension knowledge, understanding of the benefits of bay leaf, and awareness of dosage and safety. The results indicated a significant increase in the mean scores of respondents’ knowledge after the intervention, with an improvement of 28% in basic hypertension knowledge, 34% in understanding the benefits of bay leaf, and 33% in dosage and safety awareness. These findings demonstrate that health education using local medicinal plants can effectively enhance community understanding of hypertension prevention. The study suggests that integrating traditional knowledge into health promotion programs can serve as a sustainable approach to reducing hypertension risk at the community level. Abstrak. Terdiri dari satu paragraf, tidak melebihi 200 kata, dan memuat latar belakang serta tujuan penelitian, hasil utama, dan kesimpulan. Hindari penggunaan singkatan dan sitasi. Hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang di mana kesadaran dan upaya pencegahan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek edukasi kesehatan dengan menggunakan daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai upaya pencegahan alami terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test, melibatkan 20 responden dewasa dari Kampung Ketupat RT 02. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan dasar tentang hipertensi, pemahaman manfaat daun salam, serta kesadaran tentang dosis dan keamanan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata pengetahuan responden setelah intervensi, yaitu peningkatan sebesar 28% pada pengetahuan dasar hipertensi, 34% pada pemahaman manfaat daun salam, dan 33% pada kesadaran dosis dan keamanan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan menggunakan tanaman obat lokal dapat secara efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan hipertensi. Studi ini menyarankan bahwa integrasi pengetahuan tradisional ke dalam program promosi kesehatan dapat menjadi pendekatan yang berkelanjutan untuk mengurangi risiko hipertensi di tingkat masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Permen Kayu Manis: Herbal Lokal untuk Kesehatan [Cinnamon Candy Making Training: Local Herbal for Healt] Komaliya, Risyda; Melviani, Melviani; Filemon, Dian Reki Fileni; Andriani, Ine; Rinjani, Lalu Elwin Tri Surya; Sagita, Ririn; Witin, Rafelita Septania Barek
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261346

Abstract

Abstract. Cinnamon (Cinnamomum) is a popular spice due to its distinctive taste and aroma. However, because of a lack of knowledge about the health benefits of cinnamon, it tends to be used only as a flavoring agent. The aim of this program is to increase the local community’s knowledge and practical skills in the sustainable use of cinnamon, as well as to empower them to process cinnamon into high-value products with various health benefits. This program consists of three stages: preparation (survey and preparation of educational materials), implementation (education and training), and evaluation. Education was delivered directly using leaflets. The evaluation results showed that 18 participants (94.7%) experienced an increase in knowledge, and there was an improvement in the practical skills of participants as directly observed by the team. Participants were able to understand the process of making cinnamon candy as demonstrated and were able to practice it independently. Abstrak. Kayu manis (Cinnamomum) merupakan rempah yang populer karena rasa dan aromanya yang khas. Namun, karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat kesehatan kayu manis, rempah ini cenderung hanya digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat lokal dalam pemanfaatan kayu manis secara berkelanjutan, serta memberdayakan mereka untuk mengolah kayu manis menjadi produk bernilai tinggi dengan berbagai manfaat kesehatan. Program ini terdiri dari tiga tahap: persiapan (survei dan penyusunan materi edukasi), pelaksanaan (edukasi dan pelatihan), dan evaluasi. Edukasi diberikan secara langsung menggunakan leaflet. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 18 peserta (94,7%) mengalami peningkatan pengetahuan, dan terdapat peningkatan keterampilan praktis peserta yang diamati langsung oleh tim. Peserta mampu memahami proses pembuatan permen kayu manis yang telah didemonstrasikan dan dapat mempraktikkannya secara mandiri.
Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat [Empowering Cadres in Early Detection of Non-Communicable Diseases in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok] Mardiatun, Mardiatun; Wijayanti, Sri Puja Warnis; Mawaddah, Ely; Sentana, Aan Dwi; Hadi, Irwan
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261318

Abstract

Abstract. Non-communicable diseases (NCDs) are a global health problem with high morbidity and mortality rates, especially in developing countries. One of the government’s efforts to reduce NCD rates is through the establishment of Integrated Counseling Posts (Posbindu) for NCDs, which involve health cadres in the early detection of risk factors. However, cadres' skills in anthropometric and blood pressure examinations remain limited due to a lack of training. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in early detection of NCDs in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok. The implementation methods included lectures, discussions, and demonstrations of anthropometric examinations (body weight, height, body mass index, waist circumference) and blood pressure measurements using a booklet as a media tool. The activity involved 30 health cadres from 11 villages, with 2-3 cadres representing each village. The results showed that before the training, most cadres had never received assistance related to early detection of NCDs. After counseling and demonstrations, all cadres were able to perform blood pressure and anthropometric examinations according to SOPs, calculate BMI, and record examination results on forms. Cadres’ skills improved along with high enthusiasm and direct assistance from the service team. In conclusion, education and demonstration-based training effectively increased cadres’ capacity in early detection of NCDs, thereby strengthening prevention and control efforts at the community level. Abstrak. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka PTM adalah melalui pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang melibatkan kader kesehatan dalam deteksi dini faktor risiko. Namun, keterampilan kader dalam pemeriksaan antropometri dan tekanan darah masih terbatas akibat minimnya pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini PTM di Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut) serta pengukuran tekanan darah dengan menggunakan media booklet. Peserta kegiatan berjumlah 30 kader kesehatan dari 11 desa dengan perwakilan 2-3 kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar kader belum pernah mendapatkan pendampingan terkait deteksi dini PTM. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi, seluruh kader mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan antropometri sesuai SOP, menghitung IMT, serta mencatat hasil pemeriksaan pada formulir. Keterampilan kader meningkat seiring dengan tingginya antusiasme dan pendampingan langsung oleh tim pengabdian. Kesimpulannya, pelatihan berbasis edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM, sehingga dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian PTM di tingkat komunitas.
Tinjauan Yuridis Terhadap Praktik Gratifikasi Jual Beli Jabatan Dalam Putusan Pengadilan [Juridical Review of the Practice of Gratification in Position Trading in Court Decisions] Mayanti, Alamanda Nur; Hartoyo, Hartoyo; Aranggraeni, Renda; Fathir, Muhammad Aqil
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261340

Abstract

Abstract. This study analyzes the legal review of the criminal act of buying and selling positions by the Regent of Nganjuk Regency based on Decision Number 64/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Sby. Buying and selling positions is categorised as bribery that damages the bureaucracy's integrity and state administrators' dignity. The method used is a sociological legal approach, which examines cases based on positive legal principles and their relevance to social conditions. The urgency of this study lies in the importance of enforcing the law against corrupt practices that undermine public trust in the government bureaucracy. The study results show that the defendant, Dupriono, was proven to have given Rp50,000,000.00 to the Regent of Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, to obtain the position of Head of Pace Sub-district. The panel of judges considered that the elements of the criminal offence charged by the Public Prosecutor had been fulfilled, and that the act was committed jointly with other parties. The judges' legal considerations were based on Article 5 paragraph (1) letters a and b, and Article 13 of Law Number 31 of 1999, in conjunction with Law Number 20 of 2001 concerning the Eradication of Corruption Crimes. The result shows that the defendant's actions constituted the criminal act of corruption in the form of gratification of office. This verdict emphasises the importance of enforcing anti-bribery laws as an instrument for maintaining the integrity of the bureaucracy and preventing abuse of authorities. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan yuridis terhadap tindak pidana jual beli jabatan oleh Bupati Kabupaten Nganjuk berdasarkan Putusan Nomor 64/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Sby. Praktik jual beli jabatan dikategorikan sebagai suap yang merusak integritas birokrasi dan martabat penyelenggara negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis, yaitu menelaah kasus berdasarkan asas hukum positif serta relevansinya dengan kondisi sosial. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya menegakkan hukum terhadap praktik korupsi yang melemahkan kepercayaan publik terhadap birokrasi pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa Dupriono terbukti memberikan uang sebesar Rp50.000.000,00 kepada Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, untuk memperoleh jabatan sebagai Camat Pace. Majelis hakim menilai bahwa unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum telah terpenuhi, dan perbuatan tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan pihak lain. Pertimbangan hukum hakim didasarkan pada Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b serta Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hasil menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi jabatan. Putusan ini menegaskan pentingnya penegakan hukum antisuap sebagai instrumen menjaga integritas birokrasi dan mencegah penyalahgunaan wewenang.
Komunikasi Interpersonal Customer Service dan Nasabah dalam Meningkatkan Pelayanan di Kantor Bank BNI Cabang Makassar [Interpersonal Communication Customer Service and Customers in Improving Service at the BNI Bank Office, Makassar Branch] Amal, Andi Ulfaizah; Akbar, Muhammad; Arianto, Arianto
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261347

Abstract

Abstract. This study aims to describe the role of interpersonal communication between customer service officers and customers in improving service quality at Bank BNI, Makassar Branch. Specifically, it analyzes the reasons for the importance of interpersonal communication in service delivery, the communication processes between customer service officers and customers, as well as the inhibiting and supporting factors influencing its effectiveness. This research employs a qualitative descriptive approach and was conducted at three locations: BNI Makassar Branch, Arief Rate Sub-Branch, and Pettarani Sub-Branch. Data were collected through observation and in-depth interviews and analyzed descriptively. The results show that: (1) interpersonal communication plays a crucial role in creating quality service through empathetic and solution-oriented interactions that enhance customer trust and comfort; (2) customer service communication is considered effective and polite, with messages conveyed in a friendly and easily understood manner, both directly and through digital service media; and (3) the effectiveness of interpersonal communication is influenced by inhibiting factors such as differences in understanding, customers’ emotional conditions, long queues, and technical system disturbances, while supporting factors include staff friendliness and patience, a comfortable service environment, and clarity of information. Overall, effective interpersonal communication contributes significantly to improving service quality and customer satisfaction in the banking environment. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunikasi interpersonal antara customer service dan nasabah dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Bank BNI Cabang Makassar. Secara khusus, penelitian ini menganalisis alasan pentingnya komunikasi interpersonal dalam pelayanan, proses komunikasi antara customer service dan nasabah, serta faktor penghambat dan pendukung yang memengaruhi efektivitas komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Kantor Cabang BNI Makassar, KCP Arief Rate, dan KCP Pettarani. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) komunikasi interpersonal berperan signifikan dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas melalui interaksi empatik dan solutif yang meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan nasabah; (2) komunikasi customer service dinilai efektif dan sopan, dengan penyampaian pesan yang ramah dan mudah dipahami, baik secara langsung maupun melalui media digital; dan (3) efektivitas komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh faktor penghambat seperti perbedaan pemahaman, kondisi emosional nasabah, antrean panjang, serta gangguan teknis sistem, sementara faktor pendukung mencakup sikap ramah dan sabar petugas, kenyamanan ruang layanan, dan kejelasan informasi. Secara keseluruhan, komunikasi interpersonal yang efektif terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan nasabah di lingkungan perbankan.
Optimalisasi AI sebagai Asisten Pembelajaran: Integrasi Teknologi dengan Etiket Digital Bagi Guru di Sekolah Dasar [Optimizing AI as a Learning Assistant: Integrating Technology with Digital Etiquette for Teachers in Elementary Schools] akhwani, akhwani; Rulyansah, Afib; Rahayu, Dewi Widiana; Rihlah, Jauharotur
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261309

Abstract

Abstract. This community service activity is motivated by the rapid advancement of AI in education and the need for teachers to adapt to changing times. Many teachers are still unprepared and less responsive in utilizing AI optimally. Teachers’ understanding and digital skills need to be balanced with digital etiquette. The use of AI is not only about technical proficiency but also ethical considerations. Training on optimizing AI as a learning assistant should be accompanied by digital etiquette intervention. The aim of this community service is to improve teachers’ understanding and skills in using AI, as well as to integrate digital etiquette into teaching practices. The community service method used is the drill and practice model with the ORPAER cycle (observe, reflect, plan, action, evaluation, reflect). The results show an increase in the integration of AI in terms of teachers’ understanding and skills in learning activities. Additionally, teachers’ awareness of digital etiquette when utilizing AI has also improved. Teachers’ digital etiquette needs to be nurtured and developed. This community service succeeded in enhancing teachers’ proficiency both technically and ethically. Teachers need to participate in similar training and continuously improve their understanding, including practical ethics. As role models for digital etiquette, teachers must possess responsibility and morality in utilizing AI. Ethics apply not only in the virtual world but also in the real world. Abstrak. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pesatnya kemajuan AI di bidang pendidikan dan kebutuhan guru untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Banyak guru yang masih belum siap dan sigap memanfaatkan AI secara optimal. Pemahamana, keterampilan digital guru perlu diimbangi dengan etiket digital. Pemanfaatan AI tidak sekedar kecakapan teknis tetapi juga etis. Pelatihan optimaliasi AI sebagai asisten pembelajaran perlu diintervensi dengan etiket digital. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan guru dalam menggunakan AI serta mengintegrasikan etiket digital dalam praktik pembelajaran. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakna adalah model drill and practices dengan menggukan siklus ORPAER (observe, reflect, plan, action, evaluation, reflect). Hasil pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan pada integrasi AI pada aspek pemahaman dan keterampilan AI dalam pembelajaran. Selain itu kesadaran guru terhadap etiket digital dalam memanfaatkan AI juga meningkat. Etiket digital guru perlu ditumbuhkembangkan. Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kecakapan guru dari segi teknis dan etis. Guru perlu mengikuti pelatihan sejenis dan meningkatkan pemahamannya secara berkelanjutan, termasuk etika praktis. Guru berperan sebagai teladan etiket digital maka guru harus memiliki tanggung jawab dan moral dalam memanfaatkan AI. Etika tidak hanya di dunia maya tetapi juga di dunia nyata.
Relevansi Theory Z terhadap Generasi Z di Dunia Kerja Modern: Pendekatan Narrative Review [The Relevance of Theory Z to Generation Z in the Modern Workplace: A Narrative Review Approach] Amalia, Firda Rachma; Wijaya, Jemi Cahya Adi; Mukti, Masetya
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261342

Abstract

Abstract. Theory Z, introduced by William G. Ouchi (1981), is a classical management approach that emphasizes trust, loyalty, employee involvement, and well-being. However, the emergence of Generation Z with its dynamic, digital, and flexibility-oriented characteristics raises questions about the relevance of Theory Z’s values in the context of the modern workplace. This article employs a narrative review method of ten scientific articles published between 2019 and 2025 that discuss the relationship between Theory Z, employee engagement, well-being, and the characteristics of younger generations in the workplace. The findings indicate that the core values of Theory Z remain relevant but require adaptation to the psychological and social dimensions of Generation Z, such as the need for flexibility, meaningful work, and holistic well-being. New concepts such as psychological sustainability and trust-based leadership emerge as modern reinforcements of Theory Z. Abstrak. Theory Z yang diperkenalkan oleh William G. Ouchi (1981) merupakan salah satu pendekatan manajemen klasik yang menekankan kepercayaan, loyalitas, keterlibatan, dan kesejahteraan karyawan. Namun, munculnya Generasi Z dengan karakteristik yang dinamis, digital, dan menuntut fleksibilitas kerja menimbulkan pertanyaan tentang relevansi nilai-nilai Theory Z dalam konteks dunia kerja modern. Artikel ini menggunakan metode narrative review terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan 2019–2025 yang membahas hubungan antara Theory Z, employee engagement, well-being, dan karakteristik generasi muda di tempat kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar Theory Z masih relevan, namun perlu adaptasi terhadap dimensi psikologis dan sosial Generasi Z, seperti kebutuhan akan fleksibilitas, makna kerja, dan kesejahteraan holistik. Konsep baru seperti psychological sustainability dan trust-based leadership muncul sebagai bentuk penguatan teori Z yang modern.
Integrating Javanese Culture into English Pronunciation and Vocabularies Learning at SDN Gading Surakarta Kurniawan, Donie Fadjar; Izza, Mohammad Ubaidul; Anandita, Meutia Rafa
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261351

Abstract

This community service is in the form of a spoken English workshop for beginners through the introduction and improvement of correct pronunciation skills and sufficient vocabulary. This is deemed necessary because it is a needed foundation whether the spoken English is correct or not and its use in the next stage. The method is descriptive qualitative design within a community service framework. The participants of this learning workshop are students of grades 4, 5, 6 of State Elementary School (SDN) Gading Surakarta with a composition of 10 students each with the school conducting the selection. The training time is July to August 2025. The teaching materials were developed based on the principles of contextual teaching and learning (Johnson, 2002), in which English such as number, color, simple phrase are introduced through familiar cultural content such as wayang, gamelan, batik, keris, joglo and various Javanese culture. The result of this training is that spoken English has been known and practiced by participating students. From the number 0 /ˈzɪəroʊ / to 100 /wʌn ˈhʌndrəd/;  colors and simple phrase such as white joglo (/waɪtjoglo/). This training also successfully integrated the Javanese culture into spoken English learning through pronunciation and vocabulary can significantly improve student engagement and understanding.