cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Penerapan Aplikasi WarnaLyze sebagai Sarana Identifikasi Dini Gangguan Persepsi Warna pada Siswa [Application of WarnaLyze as an Early Identification Tool for Color Perception Disorders in Students] Magfira, Dike Bayu; Yudianto, Firman; Kurniastuti, Ima; Meutia, Nur Shabrina; Sulistiyani, Endang; Noventi, Iis
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251302

Abstract

Abstract. This study aims to develop and implement the digital application Warnalyze as a self-screening tool for color blindness detection in vocational education settings. The application is web-based and utilizes the digital Ishihara method, equipped with automatic documentation features, major recommendations, and a monitoring dashboard. The development process was carried out systematically through stages of design, training, trials, and functionality evaluation. Trials were conducted at SMKN 1 Driyorejo, involving 180 participants consisting of students and teachers. The implementation results showed that the application has a high accuracy rate (88–100%), is easy to use, and is well accepted by users. The diagnostic and major recommendation features are considered relevant in supporting academic counseling and career selection processes. The school has expressed its commitment to adopt the application as part of its regular visual health screening system. This study demonstrates that Warnalyze has the potential to be replicated in other educational institutions and supports inclusive education policies based on technology. The application makes a tangible contribution to the utilization of digitalization for improving the accessibility of visual health services in education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi digital Warnalyze sebagai alat skrining mandiri untuk deteksi buta warna di lingkungan pendidikan vokasional. Aplikasi dirancang berbasis web dengan metode Ishihara digital, dilengkapi fitur dokumentasi otomatis, rekomendasi jurusan, dan dashboard pemantauan. Proses pengembangan dilakukan secara sistematis melalui tahapan desain, pelatihan, uji coba, dan evaluasi fungsionalitas. Uji coba dilakukan di SMKN 1 Driyorejo dengan melibatkan 180 partisipan yang terdiri dari siswa dan guru. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tingkat akurasi tinggi (88–100%), mudah digunakan, dan diterima dengan baik oleh pengguna. Fitur diagnostik dan rekomendasi jurusan dinilai relevan dalam mendukung proses konseling akademik dan pemilihan karier. Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk mengadopsi aplikasi sebagai bagian dari sistem skrining kesehatan visual secara berkala. Penelitian ini menunjukkan bahwa Warnalyze berpotensi direplikasi di institusi pendidikan lain dan mendukung kebijakan pendidikan inklusif berbasis teknologi. Aplikasi ini memberikan kontribusi nyata dalam pemanfaatan digitalisasi untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan visual di dunia pendidikan.
Pentingnya membangun tim yang solid untuk meningkatkan strategi dan praktik dalam kewirausahaan di SMK Al-Islah [The Importance of Building a Solid Team to Enhance Strategies and Practices in Entrepreneurship at SMK Al-Islah] Yusuf, Sahala Ilzam Fidaroin; Bardi, Muzarri`ul; Innisak, Nirmala; Shona, Muhammad Aflach Afi
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251234

Abstract

Abstract. Building a solid team and effective leadership are key to entrepreneurial success, especially in vocational education environments such as SMK Al-Islah. Entrepreneurial success does not solely depend on brilliant ideas but also on the ability to form and manage teams effectively. Building a solid team requires a strategy for recruiting members with complementary competencies, as well as fostering a sustainable work culture and group collaboration. This approach not only enhances technical skills but also communication and conflict resolution abilities. Understanding strong entrepreneurial team management also prepares students to face social and economic challenges and cultivates a high level of social awareness. The community service programme at SMK Al-Islah Surabaya demonstrates an increase in students' understanding of leadership and team management concepts, as evidenced by improved post-test results and students' enthusiasm in discussions and practical projects. Practical training, such as creating organisational charts and job descriptions for a fictional company, significantly strengthens students' understanding of team management, self-development, and leadership. Through understanding self-leadership, building a solid team, the main functions of team management in running a business, and the main aspects of entrepreneurial leadership, students are expected to become economically competitive, socially conscious, and innovative entrepreneurs. Abstrak. Membangun tim yang solid dan kepemimpinan yang efektif adalah kunci keberhasilan kewirausahaan, terutama di lingkungan pendidikan kejuruan seperti SMK Al-Islah. Keberhasilan wirausaha tidak hanya bergantung pada ide cemerlang, tetapi juga pada kemampuan membentuk dan mengelola tim secara efektif. Pembentukan tim yang solid memerlukan strategi pencarian anggota dengan kompetensi yang saling melengkapi, serta pembangunan budaya kerja bersama yang berkelanjutan dan kolaborasi kelompok. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi dan penyelesaian konflik. Pemahaman tentang manajemen tim kewirausahaan yang kuat juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, serta menumbuhkan kepedulian sosial yang tinggi. Program pengabdian masyarakat di SMK Al-Islah Surabaya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa siswi terhadap konsep kepemimpinan dan manajemen tim, yang terlihat dari peningkatan hasil post-test dan antusiasme siswa dalam diskusi serta proyek praktis. Pelatihan berbasis praktik langsung, seperti membuat bagan organisasi dan deskripsi pekerjaan perusahaan fiktif, secara signifikan memperkuat pemahaman siswa tentang manajemen tim, pengembangan diri, dan kepemimpinan. Melalui pemahaman tentang memimpin diri sendiri, membangun tim yang solid, fungsi utama manajemen tim dalam menjalankan usaha, dan aspek utama kepemimpinan kewirausahaan, siswa diharapkan dapat menjadi wirausahawan yang kompetitif secara ekonomi, peduli sosial, dan inovatif.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mengaji dan Optimalisasi Peran Guru Serta Orang Tua Melalui Pendekatan Digital Dan Non-digital [Enhancing the Quality of Qur’an Learning and Optimizing the Roles of Teachers and Parents Through Digital and Non-digital Approaches] Rulyansah, Afib; Djazilan, M. Sukron; Yudianto, Firman; Maknunah, Fiena Barieroh
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251307

Abstract

Abstract. Low motivation and quality in Qur’an learning at elementary schools in Yosowilangun District, Lumajang, present a major challenge for strengthening Islamic religious education. An initial survey showed that only 42% of students have a high interest in Qur’an learning, while teacher and parent involvement in the learning process remains minimal and the utilization of technology is not yet optimal. This program aims to increase students’ motivation and learning outcomes in Qur’an studies, strengthen the competencies of teachers and parents in guidance, and optimize the use of both digital and non-digital technologies within the educational ecosystem. Implementation methods include intensive training for teachers and parents, the application of gamification, Islamic storytelling, the use of AI-based digital applications, and the development of an online student progress monitoring system. Program results show a significant increase in student learning motivation, teachers’ pedagogical competence, and parental involvement in supporting Qur’an learning at home. Additionally, the use of educational technology successfully expands the variety of learning methods and facilitates student progress monitoring. The program’s impact is evident not only in academic aspects but also in strengthening Qur’anic literacy culture and creating synergy among schools, families, and technology. This multidimensional contribution is expected to serve as an innovative model for the development of digital and collaborative religious learning in elementary schools, while also reinforcing the moral and religious foundations of the young generation in Yosowilangun sustainably. Abstrak. Rendahnya motivasi dan kualitas pembelajaran mengaji di sekolah dasar wilayah Kecamatan Yosowilangun Lumajang menjadi tantangan utama bagi penguatan pendidikan agama Islam. Survei awal menunjukkan hanya 42% siswa berminat tinggi dalam belajar mengaji, sementara keterlibatan guru dan orang tua dalam proses pembelajaran masih minim, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Program ini bertujuan meningkatkan motivasi dan hasil belajar mengaji siswa, memperkuat kompetensi guru serta orang tua dalam pendampingan, dan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital maupun non-digital dalam ekosistem pendidikan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan intensif bagi guru dan orang tua, penerapan gamifikasi, storytelling Islami, penggunaan aplikasi digital berbasis AI, serta pengembangan sistem pemantauan perkembangan siswa secara daring. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada motivasi belajar siswa, kompetensi pedagogis guru, serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak mengaji di rumah. Selain itu, penggunaan teknologi pendidikan berhasil memperluas variasi metode pembelajaran dan memudahkan monitoring perkembangan siswa. Dampak program tidak hanya terlihat pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan budaya literasi Al-Qur’an dan terciptanya sinergi antara sekolah, keluarga, dan teknologi. Kontribusi multidimensional ini diharapkan dapat menjadi model inovatif bagi pengembangan pembelajaran agama berbasis digital dan kolaboratif di lingkungan sekolah dasar, sekaligus memperkuat fondasi moral dan religius generasi muda di Yosowilangun secara berkelanjutan.
Aplikasi Mesin Pencacah (Chopper Machine) Dalam Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Dasar Kotoran Kambing Indraloka, Aldy Bahaduri; Hidayat, Fiko; Adhamatika, Adhima; Triardianto, Dimas
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024864

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di BPP Genteng telah berhasil menerapkan adaptasi teknologi berupa aplikasi mesin pencacah dalam memproduksi pupuk organik yang berasal dari kotoran kambing. Dalam melakukan kegiatan produksi pupuk organik diperlukan bahan-bahan dasar yang telah tercacah dengan sempurna, maka dari itu diperlukan suatu mesin pencacah (Chopper Machine) yang memiliki fungsi memecah dan menghaluskan kotoran kambing menjadi partikel-partikel kecil yang halus. Kotoran kambing yang halus akan mempermudah proses fermentasi sehingga pupuk organik yang dihasilkan memiliki kualitas produk yang baik.Secara umum, proses pembuatan pupuk organik yang berbahan dasar kotoran kambing ini terdiri dari beberapa tahap yang meliputi persiapan bahan baku, peralatan dan mesin, penjemuran kotoran kambing, penggilingan atau pencacahan kotoran kambing, fermentasi kotoran kambing dan aplikasi pupuk organik. Kotoran kambing yang dikumpulkan dari kandang ternak harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur, setelah kering barulah kotoran kambing dapat dihancurkan dan dihaluskan dengan menggunakan mesin pencacah. Mesin pencacah ini memiliki keunggulan yaitu efisiensi waktu dan tenaga sehingga dapat mempermudah para petani maupun peternak ketika akan melakukan kegiatan produksi pupuk organik.
Transformasi Struktur Ekonomi Kabupaten Lombok Tengah 2011-2022 Guna, Hendi Surya; Jufri, Akhmad; Yudha, I Dewa Ketut
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024787

Abstract

Penelitian ini menganalisis perubahan struktur perekonomian di Kabupaten Lombok Tengah. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriftif. Data yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang diajukan adalah data sekunder, yaitu data time series dari tahun 2011-2022 yang menyangkut data PDRB Kabupaten Lombok Tengah dan Provinsi NTB. Alat analisis yang diguanakan dalam penelitian ini adalah location quotient, shift share, dan overlay. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama tahun 2011-2016 (sebelum adanya KEK Mandalika) terdapat 10 sektor basi dan 7 non basis, semua sektor termasuk sektor pertumbuhan progresif, pertumbuhan tertinggi selam periode trsebut dipegang sektor transportasi dan pergudangan sebesar Rp. 1.209.206,70 milyar, dan terdapat 10 sektor unggulan dan 9 sektor berkembang. Sedangkan tahun 2017-2022 (setelah adanya KEK Mandalika) terdapat 9 sektor basis dan 8 sektor non basis, 16 sektor termsuk sektor pertumbuhan progresif, sektor transportasi dan pergudangan termasuk sektor pertumbuhannya menururn sebesar Rp. -757.874,63 juta, dan terdapat 8 sektor unggulan, 7 sektor berkembang, dan 1 sektor mengalami penurunan. Maka ditarik kesimpulan bahwa tahun 2011-2016 (sebelum adanya KEK Mandalika) telah terjadi pergeseran struktur ekonomi dari sektor primer ke sektor teriser (sektor transportasi). Sedangkan tahun 2017-2022 (setelah adanya KEK Mandalika) terjadi pergeseran sektor ekonomi ke sektor sekunder (sektor konsruksi).
Pelatihan pembuatan bahan pembelajaran interaktif bagi guru-guru SMK Waskita Kabupaten Lampung Tengah Imanita, Myristica; Triaristina, Aprilia
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024831

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam meningkatkan kualitas pembelaran melalui pelatihan pembuatan bahan pembelajaran interaktif. diera digitalisasi ini memiliki tantangan tersendiri bagi dunia Pendidikan. Informasi dengan mudah di dapat melalui dunia digital. Guru harus segera beradaptasi dengan perkembangan tersebut, guru harus mampu menggunakan teknologi dan memanfaatkan kecanggihan tekhnologi untuk proses pembelajaran melalui pelatihan ini diharapkan guru-guru SMK Waskita Bekri memiliki keterampilan baru tentang pembuatan bahan ajar interktif karena pelatihan ini sangatlah penting. Pada pelatihan ini guru akan diajarkan membuat video interaktif menggunakan beberapa aplikasi agar guru-guru dapat membuat pembelajaran semenarik mungkin yang membuat siswa merasa senang untuk mengamati video dan membaca teks atau konten yang terdapat pada video. Selain itu aplikasi ini memungkinkan guru untuk berkreasi menambahkan beberapa konten/uraian yang disematkan pada video. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah sosialisasi,pelatihan dan evaluasi. Target luaran yang dihasilkan adalah kemampuan guru SMK Waskita Kecamatan Bekri Lampung Tengah dalam membuat dan mendesain bahan pembelajaran interaktif.
Pelatihan Pembuatan Kudapan Bolu Kukus Bayam Sebagai Makanan Tambahan Balita Pada Kader Posyandu Waraswanawati di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Muchtar, Febriana
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024766

Abstract

Pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan salah satu program pemerintah melalui posyandu untuk memenuhi asupan gizi balita. Pemberian makanan tambahan diartikan sebagai suatu upaya pencegahan masalah gizi dengan memberikan makanan tambahan kepada balita yang disesuaikan dengan umur balita untuk memenuhi asupan gizi sehingga mencapai status gizi yang baik. Makanan tambahan untuk balita dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh dengan harga terjangkau. Pengetahuan kader tentang pengolahan bahan pangan menjadi kudapan sehat bergizi untuk balita sangat penting karena jenis makanan tambahan berbahan baku lokal akan semakin bervariasi sehingga PMT tidak hanya berupa susu kemasan dan biskuit. Dalam pengelolaan posyandu, pengetahuan dan keterampilan kader menjadi hal penting dalam melakukan tanggung jawabnya selama pelaksanaan kegiatan posyandu. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada kader posyandu tentang pembuatan kudapan sehat bergizi dengan memanfaatkan sayur bayam. Pelatihan pembuatan bolu kukus bayam sebagai kudapan sehat bergizi ditujukan untuk kader posyandu tepatnya posyandu Waraswanawati di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan disertai praktik pembuatan bolu kukus bayam. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan bahwa kegiatan pelatihan pada kader posyandu berhasil memberikan pengetahuan tentang membuat kudapan sehat bergizi sebagai makanan tambahan balita dengan menggunakan bahan tambahan berupa sayur. Perlu dilakukan kegiatan pelatihan pengolahan produk pangan yang menggunakan pangan lokal sehingga makanan tambahan yang diberikan kepada balita dan ibu hamil lebih bervariasi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. 
Pengaruh Konseling KB IUD Terhadap Sikap dan Minat Calon Akseptor KB di Puskesmas Melai Kecamatan Murhum Kota Bau-Bau Zulhaedah, Zulhaedah; Ismawati, Ismawati; Astuti, Astuti; Dai, Nilam Fitriani
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024886

Abstract

Mengatur jarak kehamilan dapat mencegah angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Anjuran BKKBN agar pasangan usia subur menunda kehamilan selama masa pandemi covid 19. Hamil di masa pandemi juga dinilai berisiko karena banyak fasilitas kesehatan dipenuhi oleh pasien Covid-19 sehingga bisa menimbulkan kecemasan berlebihan pada ibu. Kurangnya minat ibu untuk menggunakan kontrasepsi IUD di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling KB IUD terhadap Sikap dan Minat calon akseptor KB di Puskesmas Melai Kecamatan Murhum Kota Bau Bau. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu Nifas di Puskesmas Melai Kecamatan Murhum Kota Bau Bau sebanyak 55 Orang. Jumlah sampel sebanyak 51 orang dengan Teknik pngambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan uji statistik menggunakan uji Nonparametric Wilcoxon Test. Hasil uji Wilcoxon Rank Test diperoleh Sikap dengan nilai p-value sebesar 0,000  dan minat nilai p-value sebesar 0,000 (kurang dari 0,05) artinya ada pengaruh pemberian konseling KB IUD terhadap peningkatan Sikap dan minat calon akseptor KB di Puskesmas Melai Kecamatan Murhum Kota Bau Bau. Diharapkan kepada ibu yang telah memiliki Sikap positif agar kiranya menggunakan KB IUD untuk menekan kehamilan dan persalinan sebagai upaya penurunan kematian ibu dan bayi. Serta diharapkan keluarga ibu terutama suami untuk selalu memberikan dukungan dan motivasi agar semakin menguatkan minatnya untuk menggunakan KB IUD.
Hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian asi pertama (kolostrum) di wilayah kerja Puskesmas Kandang Mas Kota Bengkulu Rismayani, Rismayani; Maulani, Nurul; Arlenti, Lety
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024822

Abstract

Kolostrum adalah ASI pertama yang dihasilkan oleh ibu setelah melahirkan. Kolostrum mengandung berbagai nutrisi penting dan zat-zat pelindung untuk membantu membangun sistem kekebalan tubuh dan melindungi bayi dari infeksi dan penyakit pada awal kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan Ibu Menyusui Dengan Pemberian Asi Pertama (Kolostrum) di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Mas Kota Bengkulu. Jenis penelitian menggunakan metode survey analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Mas Kota Bengkulu yang melahirkan pada bulan Januari- Februari 2024. Sampel penelitian adalah ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Mas Kota Bengkulu diambil dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 36 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer, diolah secara univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat sebagian besar 20(55,6%) bayi tidak diberikan kolostrum, sebagian kecil 13(36,1%) pengetahuan ibu kurang mengenai kolostrum. Hasil analisa bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian asi pertama pada bayi baru lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Mas Kota Bengkulu.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian Gizi Seimbang dengan Kejadian Stunting pada Balita Yulidar, Elfina
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024754

Abstract

Cases of stunting under five currently have the highest number when compared to other forms of malnutrition. Parents have an important role in fulfilling the nutrition of toddlers, especially the role of a mother as someone who is often with toddlers. If a mother has good knowledge, of course it will also affect a good attitude in fulfilling toddler nutrition. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers in providing balanced nutrition with the incidence of stunting in toddlers at the Cisungsang Community Health Center, Lebak Regency in 2023. The research design used a correlational method with a cross-sectional approach with data collection tools using questionnaires and analyzed univariately and bivariately. The sample in this study amounted to 60 respondents. The results showed that almost all 49 toddlers (81.7%) did not experience stunting, most of the respondents 39 (65.0%) had good knowledge and most of the respondents 37 (61.7%) had a positive attitude. The statistical test results showed that there was a relationship between knowledge in providing balanced nutrition and the incidence of stunting in toddlers with a value (p-value = 0.001) and there was a relationship between the mother's attitude in providing balanced nutrition with the incidence of stunting in toddlers with a value (p-value = 0.002). It is hoped that health workers will be able to provide education to the public about the nutritious food needed so that the incidence of stunting can be reduced with promotive, preventive and curative efforts from health workers.