cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 223 Documents
Efektivitas Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Kesehatan Ibu Dan Anak Di Masa Pandemi Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Buleleng I Dwi Lestari; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Lina Anggaraeni Dwijayanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.223

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak sangat penting bagi ibu hamil. Kelas ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak yang dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilaksanakan di Puskesmas Buleleng I, masih banyak ibu hamil dengan faktor risiko dan yang belum mengikuti kelas ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Buleleng I. Metode yang digunakan adalah Quasi-Eksperimental dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Kegiatan ini dilakukan pada Desember 2022 sampai dengan Februari 2022, dengan teknik Total Sampling dimana jumlah peserta  sama dengan jumlah populasi adalah 70 responden. Data dianalisis menggunakan T-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dalam empat kali pelaksanaan kelas ibu hamil, terjadi peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan kelas ibu hamil. Dapat disimpulkan bahwa, kelas ibu hamil efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Buleleng I. Penulis berharap agar kelas ibu hamil dapat rutin dilaksanakan di Puskesmas Buleleng I dengan jumlah ibu hamil yang lebih banyak dan ibu hamil yang belum pernah mengikuti kelas untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi yaitu kematian ibu hamil.
Pijat Bayi Dan Perawatan Metode Kanguru Sebagai Upaya Peningkatan Berat Badan Pada BBLR Biyanti Dwi Winarsih; Sri Hartini; Diana Tri Lestari; Wahyu Yusianto; Noor Faidah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.210

Abstract

Indikator kesehatan bayi adalah dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi sesuai dengan usianya. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi peningkatan berat badan pada bayi adalah kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah. Bayi dengan berat badan lahir yang rendah membutuhkan perawatan khusus agar mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. Perawatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan berat badan adalah pijat bayi dan perawatan metode kanguru yang bermanfaat untuk mempercepat pengeluaran ASI, meningkatkan keberhasilan menyusu, dan meningkatkan perkembangan syaraf bayi. Tujuan umum dari pengabdian ini adalah memberikan peningkatan pengetahuan dan memotivasi ibu untuk dapat melakukan perawatan mandiri pijat bayi dan perawatan metode kanguru pada bayi berat badan lahir rendah.
Penerapan APD (Alat Pelindung Diri) Lengkap Untuk Menunjang Kesehatan Dan Keselamatan Kerja di Pabrik Tahu “Rukun” Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Gardha Rias Arsy; Anita Dyah Listyarini; Emma Setyo Wulan; Devi Setya Putri; Nila Putri Purwandari; Vera Fitriana; Serla Lidya; Eva Isyeh Wulandari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.224

Abstract

Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan atau kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja atau masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum. Yang meliputi sasarannya yaitu manusia dan medisnya. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi distribusi baik barang maupun jasa.  Penerapan penggunaan APD (Alat pelindung diri) penting dilakukan sebagai tanggung jawab pabrik untuk melindungi tenaga kerja dari bahaya keselamatan kerja dan kesehatan. APD tidak hanya digunakan pada petugas rumah sakit atau petugas kesehatan saja, namun setiap karyawan yang bekerja di area pabrik harus menggunaka APD juga. Pengggunaan alat perlindungan diri ini bertujuan untuk melindungi kulit atau badan dari kontak langsung dengan karyawan lain. Alat pelindung diri meliputi sarung tangan, masker, perlindungan mata, topi, gaun dan apron. Salah satu alat perlindungan diri yang digunakan untuk mencegah kontaminasi dengan yang lain adalah minimal penggunaan sarung tangan dan masker.
Penerapan Metode Door To Door Dalam Pendampingan Gizi Balita Stunting di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang Ervi Rachma Dewi; M. Husni Mubaroq; Devi Febriani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.220

Abstract

Stunting merupakan kondisi balita yang mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Faktor resiko stunting diantaranya status gizi, kebersihan lingkungan, makanan pendamping ASI, ASI ekslusif, berat badan lahir Data dari dinas kesehatan Kapupaten Rembang pada tahun 2020 menyebutkan kasus stunting terbanyak adalah di Kecamatan Pamotan dengan jumlah 261 kasus. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pemahaman responden tentang faktor resiko penyebab stunting. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah door to door melalui pendekatan, observasi, wawancara, dan sosialisasi serta pendampingan. Hasil dari pengabdian masyarakat diperoleh informasi responden berdasarkan usia, pendidikan, dan penghasilan keluarga. Kegiatan observasi didapatkan informasi tentang riwayat kehamilan, berat lahir bayi, pemberian ASI ekslusif, riwayat kelahiran, dan DDTK. Pada kegiatan wawancara didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yg kurang mengenai stunting sebanyak 35%. Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilakukan secara aktif dan antusias oleh responden. Simpulannya adalah pemahaman masyarakat pada faktor resiko stunting akan lebih efektif dalam melakukan intervensi terpadu pada kasus stunting balita. 
Evaluasi Pendampingan Keluarga Pada Program Vaksinasi Covid 19 Lanjut Usia (Lansia) di Puskesmas Banjar 1 Ni Putu Ayu Purnama Sari; Putu Dian Prima Kusuma Dewi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.219

Abstract

Lansia adalah seseorang yang memiliki usia lebih dari atau sama dengan 60 tahun. Lansia dapat juga diartikan sebagai menurunnya  kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan struktur serta fungsi normalnya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas. Dukungan sosial secara alamiah diterima lansia dari interaksi sosial dengan orang-orang disekitarnya misalnya anggota keluarga, teman dekat, tetangga, ataupun relasi. Lansia di Indonesia umumnya tinggal di rumah bersama keluarga, sehingga keluarga sebagai salah satu sumber dukungan sosial memberikan arti penting bagi kehidupan lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan keluarga dan karakteristik demografi lanjut usia (Lansia) Penerima Vaksin Covid 19 di Puskesmas Banjar I. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif, rancangan crosscectional menggunakan pendekatan retrospektif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan bantuan google form. Sampel minimal yang digunakan dalam penelitian ini adalah 164 orang. dukungan keluarga sebagian besar yang tidak merasa cemas sebanyak 127 responden (77,4 %)  sedangkan yang merasa cemas sebanyak 37 responden (22,6%). Diharapkan kepada para keluarga yang memiliki lansia agar tetap memperhatikan kesehatan para lansia, selalu mendampingi lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan serta tetap mendukung lansia dalam mengikuti kegiatan vaksinasi covid 19. Diharapkan kepada pemerintah untuk meningkatkan profil informasi tentang vaksinasi covid-19 yang baik dan menempatkan label peringatan pada informasi yang kurang baik dengan cara memblokir website yang menyebarkan informasi palsu mengenai vaksin covid-19 yang beredar di sosial media.
Edukasi Pencengahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Ghodiq Ufthoni; Bagoes Widjanarko; Apoina Kartini; Tri Joko; Mochamad Abdul Hakam; Hendrixus Eko Surani Putro
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.221

Abstract

Virus dengue merupakan mikroorganisme yang sangat kecil hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Demi kelangsungan hidup, virus bersaing dengan sel manusia yang ditempati untuk kebutuhan protein. Penyakit demam berdarah dengue mengenai seseorang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti lebih tepatnya nyamuk betina dewasa, sebagian besar penderita sembuh dengan sendirinya, karena penyakit virus bersifat self limiting disease. Kenapa harus tetap diobati? Sebenarnya yang diobati adalah gejala yang timbul sebagai ‘akibat ulah’ virus seperti demam, syok, maupun perdarahan, oleh karena itu sampai sekarang belum ada obat yang dapat membunuh virus dengue. Tujuan dari edukasi kesehatan ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait demam berdarah dengue pada kader dan ibu-ibu meningkatkan PSN.Pelaksanaan kegiatan pada hari Jumat, 25 Februari 2022 di Balai RW 1 Kelurahan Pudakpayung, Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tatap muka, ceramah, tanya jawab, dan diskusi mengenai penyakit demam berdarah dengue. Kegiatan dapat berjalan baik dan lancar dan tanggapan kader serta warga sangat baik. Masyarakat merasa bahwa sebagai warga masyarakat dapat mengetahui atau memahami tentang pencengahan penyakit demam berdarah dengue.
Implementasi Digital Modern Wound Irigation Device (DMWID) di Bangsal Perawatan RS Islam Sultan Agung Semarang suyanto suyanto; Mohammad Arifin Noor
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.158

Abstract

Salah satu tindakan yang sering dilakukan oleh perawat di bangsal perawat adalah melakukan perawatan luka. Saat ini perkembangan alat perawatan luka sudah berkembang, hal ini sesuai hasil penelitian dosen FIK UNISSULA dengan alat irigasi luka yang diberi nama Digital Modern Wound Irigation (DMWID). Untuk penerapan dan kebermanfaatan alat tersebut, perlu  dilakukan upaya implementasi ke pasien yang dilakukan oleh perawat. Metode  pelaksanaan  kegiatan  dengan  metode  berbasis  kelompok  yang  dilakukan secara komprehensif yang mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat melalui pelatihan dan pendampingan. Pengabdian ini dilakukan secara offline dengan memberikan pengarahan secara langasung mengenai tujuan dan cara menggunakan alat MWID. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan perawat mengenai cara menggunakan alat DMWID.
Strategi Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat “KaMu BTS (Kader Muda Bergerak Tuk Sampah)” Di Kelurahan Hargobinangun Pakem Sleman Yogyakarta Mei Rianita Elfrida Sinaga; Daning Widi Istianti; Indrayanti Indrayanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.151

Abstract

Sampah menjadi salah satu pokok permasalahan lingkungan bukan hanya di Indonesia yang membutuhkan pengelolaan yang penting dan serius. Pulau Jawa merupakan daerah yang memproduksi sampah perhari yang cukup tinggi. Desa Wonorejo merupakan salah satu desa di Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang masyarakatnya memiliki kebiasaan membakar atau menimbun sampah, belum dapat memisahkan sampah organik dan anorganik. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan nilai ekonomi melalui pengelolaan sampah. Metode pendekatan yang dilakukan yaitu membentuk kader, memberikan pendidikan kesehatan tentang pengelolaan sampah, dan pelatihan membuat bros dari sampah anorganik kepada para pemuda di wilayah Kelurahan Hargobinangun Pakem Sleman Yogyakarta. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan didapatkan terbentuknya kader muda sebanyak 20 orang, peningkatan pengetahuan kader muda sebesar 80%, dan bros yang dapat dijual sebanyak 30 buah. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kelurahan Hargobinangun Pakem Sleman Yogyakarta yaitu kader pemuda yang terbentuk dapat mengetahui peran pemuda dalam pengelolaan sampah dan mengolah sampah menjadi memiliki nilai ekonomi.
Deteksi Dini Dan Penanganan Awal Bendungan Asi, Mastitis Dan Abses Payudara Pada Masa Pandemi Covid 19 Hinda Novianti; Yati Isnaini Safitri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.235

Abstract

Tenaga kesehatan dan kader tidak bisa mengumpulkan ibu hamil dan menyusui akibat pandemic covid, akibatnya banyak ibu menyusui yang tidak mengenali tanda maupun penanganan awal bendungan ASI, mastitis, dan abses payudara.   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu agar tidak sampai terjadiabses payudara maupun sepsis yang bisa berakibat kematian. Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan media e konseling menggunakan gadget untuk meminimalisir tatap muka. Keegiatan ini dilaksanakan di kelurahan Wonokromo Surabaya, sejak Februari-Juni 2021. Kader dan ibu menyusui diberikan video berisi materi serta kuesioner pretest dan posttest,  untuk mengukur tingkat pemahaman peserta.peserta berjumlah 49 orang. Hasil pretest yang berpengetahuan baik 55,1%, hasil posttest pengetahuan baik 83,7%. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan kemampuan dan pengetahuan ibu menyusui dan kader mengenali dan menangani awal kondisi bendungan asi, mastitis, dan abses payudara sehingga tidak terjadi peningkatan angka kesakitan dan kematian pada  ibu menyusui. Metode e konseling ini diharapkan bisa untuk materi lain untuk kesehatan masyarakat yang efektif di masa pandemic covid 19.
Paket “SEMBACO” Seperangkat Materi Edukasi Bebas COVID-19 Sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan COVID-19 Bagi Kader Kesehatan Asti Nuraeni; Prita Adisty
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.226

Abstract

Latar Belakang pada pengabdian masyarakat ini berdasarkan Kasus konfirmasi positif COVID-19 yang meningkat diwilayah Kelurahan Karangayu. Permasalahan yang muncul tidak ahanya fisik tetapi juga  masalah psikologis. Masyarakat mengalami reaksi emosional berupa ketakutan, perasaan stigmatisasi, kesepian, kebosanan, kemarahan, kegelisahan dan rasa ketidakpastian. Hasil survei yang dilakukan di wilayah Kelurahan Karangayu terkait tingkat pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 dalam kategori baik 88,5%, tetapi untuk sikap masih kurang 67,2%. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan COVID-19 melalui peran serta kader Kesehatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dimulai dengan prioritas masalah yang terjadi di wilayah Kelurahan Karangayu didapatkan kader kesehatan belum pernah mendapatkan informasi tentang pencegahan COVID-19, masyarakat mengalami kecemasan, kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan belum optimal. Solusi yang ditawarkan memberikan pelatihan kader Kesehatan melalui Paket SEMBACO untuk pencegahan COVID-19, selanjutnya dilakukan pembinaan dan pendampingan kader kesehatan dalam memberikan Paket SEMBACO dikegiatan POSBINDU PTM.  Hasil kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan persiapan melakukan rapat koordinasi terkait kegiatan yang akan dilakukan, melibatkan kader kesehatan untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dalam kegiatan POSBINDU PTM. Kegiatan pertama dilakukan dengan mengadakan pelatihan bagi kader kesehatan untuk materi pelatihan yang diajarkan meliputi penjelasan tenatang COVID-19, cara pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Kader Kesehatan yang terlibat berjumlah 29 orang, panduan kerja kader kesehatan tertuang dalam buku panduan Paket SEMBACO. Hasil pre test kader kesehatan tentang penguasaan materi yang diberikan dalam kategori kurang 40%, selanjutnya dilakukan kegiatan post test terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 50% dalam kategori baik. Kegiatan pengabdian masyarakat diakhiri dengan pembinaan dan monitoring dalam pelaksanaan POSBINDU PTM, kader kesehatan mampu meberikan edukasi terkait pencegahan COVID-19 dengan panduan Paket SEMBACO. Simpulan kejadian pandemic COVID-19 menimbulkan masalah fisik dan psikologis dimasyarakat, diperlukan peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan yang dilakukan secara teratur dan periodik. Salah satu uapaya yang bisa dilakukan kader kesehatan dengan memberikan paket SEMBACO yaitu sepaket Edukasi mencegah Wabah COVID-19 yang berisi tentang penjelasan COVID-19, dampak yang ditimbulkan fisik dan psiologis serta edukasi yang diberikan kepada masyarakat.

Page 10 of 23 | Total Record : 223