cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 223 Documents
Pendidikan Kesehatan Sex Education Mahasiswa Tingkat I Akper Yatna Yuana Lebak Sarma Eko Natalia Sinaga; Sumartini Sumartini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.179

Abstract

Pendidikan seks itu penting karena dapat menjembatani rasa keingintahuan anak tentang seksualitas yang lengkap, benar, jujur, yang sesuai dengan bertambah usianya. Adapun tujuan kegiatan ini adalah agar mahasiswa tingkat I AKPER Yatna Yuana Lebak mampu memahami tentang sex education dan menjauhkan diri dari pergaulan seks bebas. Pengabdian Masyarakat di AKPER Yatna Yuana Lebak ini dilakukan tanggal 08 Juli 2021, diikuti peserta yang berjumlah 53 orang dengan menggunakan daring melalui Google Meet. Pengumpulan data dengan Google Form yang dibagikan setelah pemberian pendidikan kesehatan. Sedangkan analisis pada pengabdian masyarakat ini adalah univariate. Hasilnya ada 50 (94.3%) mahasiswa yang menjawab benar untuk pertanyaan variabel pencegahan seks bebas yang merupakan jawaban tertinggi dari seluruh variabel, sedangkan pertanyaan variabel terendah untuk jawaban yang benar adalah faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya seks bebas sebanyak 21 (39.6%). Mahasiswa tingkat I AKPER Yatna Yuana lebak yang sudah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang sex education diharapkan dapat mengerti dan memahami tentang sex education pada tahap perkembangan remaja, dan dapat menjauhkan diri dari pergaulan seks bebas dengan cara memperkuat pondasi keimanan, dapat memilih teman bergaul (peer group) yang baik, tidak menonton film yang berbau seks dan tidak suka membicarakan hal-hal yang berbau seksual dan menjaga hubungan baik dengan orang tua.
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Gedangan, Kabupaten Sukoharjo Melalui Penerapan Prokes Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Dan Tuberkulosis Agnes Sri Harti; Muhammad Agung Krisdianto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.157

Abstract

Berdasarkan data update sebaran kasus positif karena Corona per tanggal 9 Oktober 2021 maka propinsi Jawa Tengah menduduki posisi tertinggi yaitu tercatat 145 kasus.  Pada tahun 2020, data tuberkulosis (TB) di Indonesia menunjukkan sebagian besar kasus (67%) terjadi pada usia produktif (15-54%), dan 9% usia anak 15 tahun terkena TB. Kesadaran masyarakat tentang penerapan protocol kesehatan 5 M masih minim. Ada beberapa alasan yang menyebabkan penerapan prokes antara lain merasa sesak nafas jika memakai masker karena tidak terbiasa pakai masker, enggan setiap kali harus cuci tangan dalam melakukan aktivitas, atau minimmya pemahaman dan pengetahuan tentang resiko penyakit COVID-19. Berdasarkan hal tersebut pendidikan kesehatan melalui penyuluhan pencegahan COVID-19 dan Tuberkulosis. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui pendidikan kesehatan atau penyuluhan mengenai penerapan protokol kesehatan 5 M  (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) untuk pencegahan COVID-19 dan TB. Metode dari kegiatan pendidikan kesehatan dalam bentuk pertemuan rutin ibu-ibu PKK setiap bulan dengan penerapan Prokes 5 M secara ketat melalui pemberian leaflet bergambar, diskusi aktif dua arah secara terbuka dan langsung antara ibu-ibu PKK dengan tim pelaksana kegiatan. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan dari kuisioner umpan balik dari peserta dan antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakar tersebut. Penerapan protokol kesehatan 5 M melalui pemberdayaan ibu-ibu PKK dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dapat dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan COVID-19 dan Tuberkulosis. Perlunya dukungan berbagai pihak sehingga penerapan Prokes 5 M dapat membantu Pemerintah dalam program pencegahan dan pengendalian COVID-19 dan Tuberkulosis.
Upaya Penyelamatan Generasi Muda Melalui Penyuluhan Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Dan Pemeriksaan Laboratorium Diah Prihatiningsih; Ni Luh Putu Devhy; Ika Setya Purwanti; Ni Wayan Desi Bintari; Anak Agung Gde Oka Widana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.146

Abstract

NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya, yang sering disalahgunakan dan merupakan salah satu masalah yang kompleks yang ada dimasyarakat yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif. Meskipun dalam kedokteran sebagian besar golongan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi pengobatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal, akan berkaitan sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas khususnya generasi muda. Penyalahgunaan narkoba dewasa ini semakin meningkat, khususnya dikalangan remaja, tak terkecuali pada masa pandemi Covid-19 ini. Kegiatan pengabdian masyarakat di SMK PGRI 2 Denpasar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang bahaya akibat penyalahgunaan dan pemeriksaan narkoba. Peserta pengabdian masyarakat merupakan siswa sekolah menengah atas kelas XII Administrasi Perkantoran yang berjumlah 41 siswa. Berdasarkan jenis kelamin, peserta pengabdian masyarakat terdiri dari 30 siswa perempuan (73,17%) dan 11 siswa laki-laki (26,83%). Kegiatan ini diawali dengan pengisian kuisioner pre-test pengetahuan tentang bahaya akibat penyalahgunaan dan pemeriksaan narkoba yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan oleh narasumber dan dilakukan kembali pengisian kuisioner post-test. Hasil dari pengisian kuisioner setelah dilakukan penyuluhan mengalami peningkatan yaitu sebesar 97,32% siswa memahami tentang bahaya akibat penyalahgunaan dan pemeriksaan narkoba. Selama melakukan penyuluhan siswa sangat antusias dalam mendengarkan pemateri, untuk itu diharapkan kegiatan ini digalakkan khususnya di dunia Pendidikan. 
Gambaran Layanan Isolasi Mandiri Dan Tracing Di Kabupaten Ogan Ilir Satrio Pakhrizki; Rizma Adlia Syakurah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.237

Abstract

Salah satu bentuk pencegahan penyebaran COVID-19 adalah melakukan pelacakan kontak (tracing). Pasien yang terinfeksi dengan gejala ringan kemudian diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Studi ini bertujuan untuk melihat gambaran layanan isolasi mandiri dan tracing di Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan Praktikum Kesehatan Masyarakat (Magang) dilaksanakan di Dinas Kesehatan Ogan Ilir sejak 5 Juli ? 2 Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan participant observation.  Objek yang diamati adalah pelaksanaan isolasi mandiri dan tracing di Kabupaten Ogan Ilir menggunakan pendekatan sistem teridiri dari input, proses, dan output. Hasil yang didapat kemudian dievaluasi dengan peraturan terakit dan referensi lainnya, termasuk buku dan artikel ilmiah. Komponen input yang terlibat terdiri dari beberapa pihak yaitu Dinas Kesehatan, Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan menyediakan Rumah Sehat. Pemantauan dilakukan oleh pihak puskesmas setiap hari selama 14 hari dengan mendatangi rumah pasien atau via telepon. Output pelaksanaan isolasi mandiri dan tracing didapatkan sebanyak 597 kasus positif diantaranya sebanyak 351 sembuh, 36 meninggal, dan 210 orang dalam perawatan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa layanan isolasi mandiri dan tracing kasus COVID-19 di Kabupaten Ogan Ilir sudah cukup baik. Namun, masyarakat belum memanfaatkan Rumah Sehat sebagai tempat untuk isolasi mandiri.  Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir diharapkan dapat menambah sumber daya manusia di layanan isolasi mandiri dan tracing, mengadakan sosialisasi tentang manfaat Rumah Sehat, melakukan evaluasi terhadap setiap kegiatan sasaran, pelaksana, lintas program dan lintas sektor terkait, serta pemantauan secara berkala.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dalam Tindakan Pencegahan Dan Penanggulangan Covid-19 Pada Masyarakat Desa Karangrejo Kabupaten Madiun Avicena Sakufa Marsanti; Akbar Azi Hendro Kartiko; Arista Dwi Rahmawati; Friska Tri Diana Sari; Istiqomah Istiqomah; Kukuh Krisnowo
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.120

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SARS-COV-2. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Pada umumnya infeksi COVID-19 dapat menimbulkan gejala yaitu demam (suhu38?C), batuk dan kesulitan bernapas. Selain itu dapat disertai dengan sesak memberat, fatigue, mialgia, gejala gastrointestinal seperti diare dan gejala saluran napas lain. COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO dan ditetapkan pemerintah sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit. Jumlah kasus COVID-19 di dunia telah mencapai 78.194.947 orang per 25 Desember 2020. Berdasarkan data KPCPEN (Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) di Indonesia terdapat pasien terkonfirmasi COVID-19 sebesar 700.097 jiwa. Provinsi Jawa Timur telah menempati posisi ke-2 di Indonesia dengan jumlah pasien positif COVID-19 sebesar 79.207. Sedangkan Kabupaten Madiun tercatat 307 kasus terkonfirmasi pada tanggal 23 Desember 2020. Secara spesifik jumlah pasien COVID-19 di Kecamatan Wungu sebesar 40 orang tercatat pada tanggal 23 Desember 2020. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat RT 15 Desa Karangrejo tentang tindakan pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional berdasarkan tahapan community diagnosis. Hasil dan pembahasan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat RT 15 Desa Karangrejo tentang tindakan pencegahan dan penanggulangan COVID-19 yang semula dengan nilai rata-rata 8.57 menjadi 9.5,  dengan nilai terendah 7 dan nilai tertinggi 10. Selain itu peran tenaga kesehatan juga sangat penting dalam memberikan pengetahuan mengenai COVID-19 serta sebagai edukator dan konselor bagi masyarakat itu sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini telah tercapai.
Pembuatan Wedang Uwuh Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Bersama Pengurus PKK Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kudus Dian Arsanti Palupi; Rifda Naufa Lina; Dwi Susiloningrum; Lilis Sugiarti; Yulia Pratiwi; Hasty Martha Wijaya; Annis Rahmawaty; Syauqi Afifatul Amiroh; Lidya Anita Safitri; Clara Destiana Caesary; Khoirin Nida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.240

Abstract

Minuman herbal/ jamu menjadi alternatif pengobatan untuk mengatasi gangguan kesehatan. Wedang uwuh adalah minuman herbal dengan bahan-bahan rempah yang berupa campuran daun, batang, ranting dan rimpang. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman yang diseduh, sedangkan uwuh berarti sampah. Wedang uwuh yang disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pembuatan minuman wedang uwuh, serta pentingnya meningkatkan imunitas tubuh dengan sediaan minuman herbal. Metode yang digunakan adalah deskriptif, ceramah,diskusi  dan praktek langsung pembuatan wedang uwuh bersama warga pengurus PKK desa Jepang Kecamatan Mejobo Kudus. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dilihat dari peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam membuat wedang uwuh secara tepat sesuai petunjuk yang telah disosialisasikan sebelumnya. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta dapat membuat wedang uwuh secara mandiri dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari bahan herbal yang digunakan untuk membuat wedang uwuh. 
JuPeg: Jus Pegagang, Sebagai Manajemen Nutrisi pada Kelompok Dewasa Tengah dalam Pengendalian Hipertensi Melalui Pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Sinduharjo Yogyakarta Etik Pratiwi; Giri Susilo Adi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.153

Abstract

Angka kejadian hipertensi di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 25,8% dengan 70% penderita mengalami hipertensi ringan. Beberapa tanaman obat sebagai ramuan tunggal pernah diteliti dapat menurunkan tekanan darah, salah satunya adalah pegagan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana cara pengolahan jus pegagan yang bisa dikonsumsi masyarakat secara teratur, sekaligus untuk mengetahui kondisi tekanan darah masyarakat secara periodik .Kegiatan ini dilakukan dengan metode preeksperimental design , yakni memberikan jus pegagan kepada 28 masyarakat  dan peneliti melakukan evaluasi tekanan darah secara periodic dalam waktu 2 bulan atau 3 periode. Kegiatan dilaksanakan di Pedukuhan Ngabean Wetan Kelurahan Sinduharjo, Yogyakarta . Terdapat mayoritas responden adalah laki laki 60,71% dengan usia dewasa pertengahan. Hasil pengukuran tekanan darah dari periode I, II, dan III adalah normal, namun sebanyak 10 – 35 % respondeng dengan hipertensi derajat I. Pada Program Jus Peg : Pemberian jus pegagang yakni pemberian jus pegagang pada masyarakat guna pengendali hipertensi (tekanan darah tinggi) , jus diberikan kepada masyarakat selama kurun waktu 2 bulan, dan masyarakat dilakukan evaluasi terhadap tekanan darah, mayoritas masyarakat memiliki tekanan darah normal. Masyarakat juga dilakukan evaluasi terhadap pencegahan hipertensi , khususnya terkait dengan pola makan dan aktivitas.  
Pengabdian Masyarakat Aplikasi Life Review Teraphy Dengan Snakes Ladders Game Untuk Meningkatan Fungsi Kognitif Lansia di Jambangan Surabaya Hidayatus Sya’diyah; Sukma Ayu Candra Kirana; Christina Yuliastuti; Nuh Huda; Dwi Priyantini; Dini Mei Widayanti; Qori ‘Ila Saidah; Ceria Nurhayati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.282

Abstract

Penurunan aktifitas metabolik di otak terjadi pada individu yang mengalami demensia. Untuk mengatasi masalah demensia yang terjadi pada lansia, tim pengabdian masyarakat STIKES Hang Tuah Surabaya melakukan kegiatan yang difokuskan pada peningkatan fungsi kognitif lansia demensia dengan menggunakan terapi modalitas Life Review. Terapi ini dapat diberikan karena mampu membantu lansia mengingat kejadian masa lalu dan kemampuan kognitif dapat diperbaiki. Terapi Life Review yang diberikan telah dimodifikasi dengan media Snakes Ladders Game dengan modifikasi ataupun merubah manfaat yang akan diperoleh saat melakukan modifikasi Snakes Ladders Game ini. Pengukuran hasil perubahan fungsi kognitif lansia dengan MMSE (Mini Mental State Exam) sebelum dan sesudah pelaksanaan terapi life review adanya penurunan tingkat demensia meskipun sedikit. Hal ini perlu kegiatan lanjutan untuk aplikasi life review teraphy dengan snake ladder.
Penyuluhan Pemeriksaan Narkoba dan Sosialisasi Pengenalan Fungsi Desain Formulir Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 di SMP Tawakkal Denpasar Anak Agung Gde Oka Widana; Ni Luh Putu Devhy; Ika Setya Purwanti; Ni Wayan Desi Bintari; Diah Prihatiningsih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.269

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotoprika, dan Zat Adiktif) tercatat semakin meningkat setiap tahunya. Realita tersebut telah membuktikan bahwa masyarakat masih belum sepenuhnya paham akan bahaya narkoba atau narkotika serta zat adiktif lainnya. Hal tersebut tentu memerlukan peran serta dari semua pihak, selain aparat terkait. Selain rendahnya pemahaman masyarakat akan bahaya narkoba, kekurangpahaman terkait dengan eksistensi formulir kesehatan juga merupakan masalah umum yang sering terlihat di masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan menggunakan metode penyuluhan secara online melalui aplikasi Zoom, karena mengingat pandemi Covid-19 masih berstatus membahayakan. Khalayak sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para Guru yang bertugas di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tawakkal Denpasar. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini dominan diikuti oleh peserta perempuan, dengan rentang usia terbanyak berumur 30 tahun atau lebih. Berdasarkan karakteristik profesi, sebagian besar peserta yang turut serta adalah Karyawan Swasta yaitu sebesar 83%. Dari hasi evaluasi, penyuluhan mengenai pemeriksaan Narkoba di SMP Tawakkal Denpasar memperoleh respon yang sangat baik, ditandai dengan atensi peserta melalui pertanyaan terkait keberadaan Narkoba jenis baru dan persentase tingkat kesembuhan pengguna Narkoba. Terkait sosialisasi fungsi desain formulir kesehatan juga memperoleh respon yang cukup baik, khususnya terkait dengan validitas dari Usaha Kesehatan Sekolah sebagai ruang implementasi catatan rekam medis siswa.
Implementasi Foot Spa Therapy Dalam Meningkatkan Sirkulasi Darah Area Kaki Pasien Diabetes Melitus Suyanto Suyanto; Mohammad Arifin Noor
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.173

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronik yang terjadi di seluruh negara di dunia, dan terus menerus mengalami peningkatan jumlah yang signifikan dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab terjadinya komplikasi DM pada area kaki disebabkan karena gangguan pembuluh darah. Pembulih darah yang cenderung menyempit dan kaku pada area kaki menyebabkan penurunan oksigen ke sel perifer, hal ini dalam jangka waktu yang Panjang akan menyebabkan terjadinya gangguan penurunan sensasi kaki, terjadi ulkus diabetik. Pengetahuan pasien DM dan keluarga terkait bagaimana menjaga sirkulasi darah pada area kaki cenderung menurun, hal ini memungkinkan resiko komplikasi semakin meningkat. Tujuan dari PKM   ini adalah agar setiap peserta kegiatan dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan foot SPA therapy di rumah.Hasil akhir dari program ini yaitu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan pasien DM dan atau keluarga dalam melakukan tindakan foot SPA therapy di rumah. Metode  pelaksanaan  kegiatan  dengan  metode  berbasis  kelompok  yang  dilakukan secara komprehensif yang mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat melalui pelatihan dan pendampingan. Pengabdian ini dilakukan secara offline dengan memberikan pengarahan secara langsung mengenai tujuan dan cara mempraktekkan foot SPA therapy. Setelah dilakukan pengarahan kemudian dilakukan demonstrasi cara melakukan foot SPA therapy pada kader Kesehatan kelurahan trimulyo. 25 kader terlibat dalam kegiatan ini.  Hasil dari kegiatan ini didapatkan pengetahuan kader mengenai hipertensi, DM dan  cara melakukan foot SPA therapy sebelum dilakukan pengabdian adalah 16 kader (64%) didapatkan pengetahunnya rendah. Setelah dilakukan kegiatan pengarahan dan demonstrasi didapatkan hasil bahwa sebanyak 24 kader (96%) didapatkan pengetahuannya adalah sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pada area kognitif seperti peningkatan pengetahuan tentang DM dan hipertensi serta prosedur Foot SPA Therapy.

Page 11 of 23 | Total Record : 223