cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 223 Documents
Pendidikan Kesehatan Tentang Deteksi Dini Keterlambatan Perkembangan Motorik Anak Anastasia Putu Martha Anggarani; Raditya Kurniawan Djoar; Elsa Davina Zefanya; Serti Dewi Wijaya
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.126

Abstract

Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Sekitar 5 hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peran petugas kesehatan termasuk fisioterapis untuk ikut serta meningkatkan derajat kesehatan. Salah satu cara meningkatkan derajat kesehatan yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan tentang deteksi dini keterlambatan perkembangan motorik anak. Tujuan dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan ini agar ibu-ibu di posyandu anak desa Gadung, Driyorejo dapat mengetahui dan mencegah terjadinya gangguan perkembangan motorik anak dengan melakukan deteksi dini pada anak. Metode yang digunakan yakni berupa penyuluhan dan pemberian leaflet. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang deteksi dini perkembangan anak dari yang sebelumnya sebesar 43% meningkat menjadi 75%. Oleh karena itu pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang deteksi dini keterlambatan perkembangan motorik anak sehingga ibu dapat mengetahui sedini mungkin bila anaknya mengalami keterlambatan perkembangan motorik dan dapat menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya Kata Kunci: Perkembangan motorik, penyuluhan, deteksi dini
Kepedulian dan Kesadaran Self-Safety Covid-19 Pada Masyarakat Komorbid di Wilayah Sumput Kecamatan Driyorejo Gresik Yesiana Dwi Wahyu Werdani; Abigael Grace Prasetiani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.212

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyerang semua orang dengan gejala sesak nafas dan beresiko menimbulkan kematian. Individu yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes mellitus, hiperurisemia, gagal ginjal dan penyakit jantung beresiko tinggi jatuh dalam derajat keparahan yang tinggi apabila terinfeksi covid-19. Kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit komorbid dan covid-19 belum sepenuhnya dipahami dan belum dilaksanakan secara optimal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengertian dan pemahaman masyarakat tentang penyakit covid-19 dan bahayanya, serta tentang self-safety pencegahan covid-19, dan juga mendeteksi kondisi fisik masyarakat terhadap penyakit komorbid. Metode yang digunakan adalah penilaian pengetahuan melalui pre-test pada google form, edukasi daring melalui whatsapp group peserta dengan pemberian video dan leaflet, skrining kesehatan untuk deteksi komorbid terhadap tekanan darah, gula darah acak dan uric acid yang dilakukan secara luring terbatas, edukasi singkat luring, dan post-test pengetahuan pasca edukasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon signed rank test terhadap pengetahuan didapatkan p = 0.000 yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca pemberian edukasi. Pada hasil skrining komorbid didapatkan tekanan darah pada kategori normotensi dan pra-hipertensi masing-masing berjumlah 33.3%, hipertensi stage 1 sejumlah 22.3% dan stage 2 sejumlah 11.1%. Hasil skrining uric acid sejumlah 64.8% memiliki kadar uric acid normal dan 29.6% memiliki uric acid tinggi. Hasil skrining gula darah acak sejumlah 95.4% normal dan 5.6% tinggi. Melalui edukasi dengan media whatsapp group dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat lebih baik dan skrining kesehatan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap komorbid yang dideritanya dan menjadi lebih peduli dalam upaya menerapkan self-safety terhadap penularan covid-19.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Bagi Masyarakat Desa Wisata Sepakung Menuju Desa Iklim Zulfa Falana Prihandani; Safnawati Khasanah; Yana Afian Nuraini; Irham Adhetya Sanggalangi; Klarensa Windy Asri; Kharisma Dewi; Muhammad Shaid Sangadji; Muhammad Auliyaa Syauqi Thoriq; Nina Widayati; Dwi Pamuji Sulistianto; Tiara Putri Ardiani; Slamet Supriyadi; Nur Amin
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.265

Abstract

Perubahan iklim merupakan salah satu isu yang hingga saat ini masih menjadi pembahasan hangat di semua pihak. Dampak perubahan iklim telah dirasakan hampir di seluruh negara di dunia termasuk perubahan cuaca bumi. Selain itu, dampak yang ditimbulkan dapat berupa kerugian ekonomi yang bernilai ratusan miliar dolar akibat bencana iklim maupun berupa kerugian yang meningkatkan tingkat morbiditas dan mortalitas masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberdayakan masyarakat desa Wisata Sepakung Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah untuk mengelola sampah lebih baik sehingga dapat meminimalisir dampak negatif perubahan iklim. kegiatan merupakan pelaksanaan kegiatan pelatihan yang terdiri dari tida kegiatan antara lain: a) workshop tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai jual; b) edukasi tentang bahaya sampah; dan c) bintek mengenai manajemen bank sampah. Kegiatan pelatihan, edukasi dan bintek ini diselenggarakan dan ditujukan bagi warga Desa Wisata Sepakung sebanyak 30 orang warga yang terdiri dari perangkat desa, pengurus BumDes, pengurus Karang Taruna dan warga. Kegiatan workshop, edukasi, dan bimbingan teknis tentang pengolahan sampah, bahaya sampah, dan manajemen bank sampah dapat meningkatkan pengetahuan warga Desa Sepakung secara signifikan (p=0,0001) yang ditunjukkan dengan antusiasme warga yang tinggi dan adanya peningkatan skor pengetahuan setelah seluruh kegiatan selesai diselenggarakan. Selain itu warga Desa Sepakung juga memiliki minat dan komitmen yang tinggi terhadap pengelolaan sampah melalui adanya bank sampah yang ditunjukkan dengan adanya kesepakatan pembentukan pengurus bank sampah serta kesepakatan lokasi tempat berdirinya bank sampah. Setelah diterapkannya kegiatan workshop, edukasi, dan bimbingan teknis tentang pengolahan sampah, bahaya sampah, dan manajemen bank sampah ini, diharapkan warga Desa Sepakung dapat menjadi Desa Wisata percontohan yang mempu mengintegrasikan konsep desa wisata dengan desa iklim yang siaga terhadap dampak negatif perubahan iklim.
Optimalisasi Pemberian MPASI Dengan Menu Olahan Ibu Berbasis Buku KIA 2020 Annif Munjidah; Nanik Handayani; Nailul Huda; Firdaus Firdaus
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.273

Abstract

Masalah gizi pada bayi dan anak disebabkan oleh pemberian ASI dan MP-ASI yag tidak tepat (segi  kuantitas dan kualitas). Jika anak usia 6-24 bulan tidak memperoleh cukup gizi dari MP-ASI, maka akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan kurang gizi. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan ibu balita dalam memberikan MPASI dengan menu olahan ibu berbasiskan buku KIA 2020. Pada bulan Maret – Juli 2022 di Kelurahan Wonokromo Surabaya dan di RW II Kelurahan Siwalankerto Surabaya. Sasaran pengabdian masyarakat yaitu seluruh ibu baduta (bayi bawah dua tahun) dan ibu balita (bawah lima tahun). Analisa data menggunakan Analisa deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat, ada peningkatan pengetahuan ibu balita terkait pemberian MPASI.
Efektifitas Information Processing Models (IPM) Tentang Pencegahan dan Penyebaran Covid 19 Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Muhammadiyah 2 Mojosari Lutfi Wahyuni; Tri Peni; Agus Haryanto; Rudi Hariono
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.176

Abstract

Selama masa pademi ini Siswa dituntut untuk belajar meskipun dengan media online (KuLON). Siswa diharapkan tetap mencari informasi terkait pencegahan dan penyebaran COVID-19 yang sedang mewabah. Pemberian informasi bisa di lakukan secara online melalui berbagai media.. Salah satu  cara pemberian informasi yang bisa di gunakan adalah Information Processing Models ( IPM ). Model ini didasari oleh teori belajar kognitif dan berorientasi pada kemampuan peserta didik memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya. Model  pembejaran Information Processing Models ( IPM) dimaknai sebagai suatu objek atau konsep yang digunakan untuk merepresentasikan sesuatu hal. Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yang lebih komprehensif, (Rusman. 2014). Tujuan pengabdian masyarakat ini Membuktikan Efektifitas Information Processing Models ( IPM ) tentang Pencegahan dan Penyebaran COVID- 19 terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Muhammadiyah 2 Mojosari. Desain ini menggunakan rancangan pra eksperimen dengan pendekatan pre post test non control group design Populasi pada penelitian ini berjumlah 113 siswa yang meliputi kelas 1,2 dan 3. Berdasarkan hasil penelitian Tingkat Pengetahuan siswa sebelum di berikan informasi sebagian besar kurang yaitu 62 orang atau 55% dan berdasarkan hasil Post test setelah berikan informasi sebagian besar cukup yaitu 53 orang atau 47%. Hasil Uji Statistik Wilcoxon Signed Ranks Test di dapatkan hasil ? = 0,000 ? = 0,05 sehingga ? ? berarti H1 diterima yang berarti Ada Pengaruh Information Processing Models (IPM) tentang Pencegahan dan Penyebaran COVID- 19 terhadap Tingkat Pengetahuan siswa, Semakin baik pengetahuan siswa tentang pencegahan dan penyebaran COVID- 19 maka dapat meningkatkan prilaku kesehatan siswa.
Gerakan Siswa Peduli Kesehatan Reproduksi Dalam Menghadapi Menarche Pada Siswa SDN Demak Ijo I Gamping Sleman Nurul Mahmudah; Menik Sri Daryanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.274

Abstract

Kesehatan reproduksi, sama halnya dengan kesehatan pada umumnya, adalah hak setiap manusia. Untuk mampu mencapainya, diperlukan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang benar dan komprehensif. Pengetahuan tersebut didapatkan melalui berbagai sarana, salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan merupakan cara yang paling penting dan efektif untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan oleh masyarakat, khususnya penduduk remaja. Survei World Health Organization tahun 2015, kelompok usia remaja (10-19 tahun) menempati seperlima jumlah penduduk dunia, dan 83% di antaranya hidup di negara-negara berkembang. Usia remaja merupakan usia yang paling rawan mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti kehamilan usia dini, aborsi yang tidak aman, infeksi menular seksual (IMS) termasuk Human Immunodeficiency Virus (HIV), pelecehan seksual dan perkosaan. Dengan adanya pendidikan, diharapkan masalah-masalah tersebut dapat dicegah. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan kepala sekolah di SDN Demak Ijo I Gamping Sleman, ditemukan masalah sebagai berikut : data siswa yang sudah menstruasi belum diketahui karena siswa masih malu- malu menyampaikan informasi kapan mulai menarche. Informasi yang mereka dapatkan dari orang tua bahwa orangtua hanya memberikan penjelasan secara singkat tentang menstruasi pertama. Remaja masa kini mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih cepat, termasuk percepatan maturasi dalam hal ini yaitu menarche. Kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan bagi siswa yang ada di lingkungan sekolah walaupun kondisi saat ini masih pandemi covid-19 tidak menghambat memberikan edukasi pada siswa. Menyerahkan “booklet persiapan menarche diera pandemi covid-19” kepada pihak sekolah untuk dibagikan kepada siswa dengan mematuhi protokol kesehatan adalah salah satu cara untuk melanjutkan pembelajaran siswa.Target luaran pengabdian masyarakat ini adalah terciptanya metode yang efektif tentang pendidikan kesehatan bagi siswa tentang kesehatan reproduksi bagaimana menghadapi menarche. Pembuatan booklet bagi siswa yang berisi tentang informasi bagaimana menghadapi menarche. 
Pemanfaatan Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Sebagai Suport Nutrisi Guna Peningkatan Daya Tahan Tubuh Pada Anak Dengan Kebutuhan Khusus Etik Pratiwi; Giri Susilo Adi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.204

Abstract

Di Indonesia saat ini adalah maraknya penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona yang mampu mengakibatkan kematian. Bunga telang merupakan salah satu tanaman obat dan keluaraga yang saat ini dibudidayakan dan bisa dikonsumsi guna meningkatkan daya tahan tubuh. .Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi anak dengan kebutuhan khusus (tuna grahita) agar mereka bisa mengetahui, memahami bagaimana cara penegelolaan bunga telang guna peningkatan kesehatan dan daya tahan tubuh Kegiatan ini dilakukan dengan metode preeksperimental design , yakni memberikan olahan bunga telang diantaranya adalah singkong bunga telang, nasi bunga telang , dan infus water bunga telang , selain itu anak diberikan pula edukasi terkait bagaimana cara mengolah   bahan tersebut. Kegiatan dilaksanakan di SLB Negri Pembina Yogyakarta . Terdapat 30 peserta yang mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari 26 siswi dan 4 orang siswa.  Hasil evaluasi menunjukkan peserta dapat mengikuti kegiatan ini. Anak dengan kebutuhan khusus diberikan edukasi mengenai cara pembuatan infus water bunga telang khususnya menggunakan buah-buahan dengan hasil 26 anak (86,67%) anak memahami proses pembuatan ini. Sebanyak 27 anak (90%) memahami mengenai proses pembuatan nasi bunga telang, dan 25 anak (83,3%) anak memahami pula mengenai pembuatan singkong bunga telang. Rata-rata anak dengan gizi baik. Anak jarang mengalami sakit, dan dalam kurun waktu 1 minggu tidak ada anak yang terlaporkan mengalami gejala covid 19.
Efektivitas Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah di Padukuhan Benyo Putra, Muhammad GA; Makruf, Ahmad Khakhim; Wava, Muhammad Vika; Jannah, Anissa Nur; Rahmatina, Annisa; Fitrianti, Alfiana Nur; Azizah, Alifia Fitri Nurr; Safitri, Dewi Lala; Widamayanti, Lathifah Nur; Suryani, Lili; Meti, Meti; Dewi, Meyda Avita; Rahmawati, Nur Widya; Sari, Riyanti Novita; Jannah, Siti Naimatul; Marlina, Sinta
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.250

Abstract

Padukuhan Benyo merupakan salah satu dukuh yang ada di desa Sendangsari kecamatan Pajangan kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kami mahasiswa Universitas Alma Ata yang berjumlahkan 15 orang dari prodi yang berbeda-beda di tempatkan di padukuhan Benyo  untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik ( KKN-T ). Penduduk di Padukuhan Benyo sebagian besar didominasi oleh lansia. Lansia merupakan usia seseorang yang sudah memasuki pada fase akhir kehidupan dan berusia lebih dari 60 tahun. Banyak masyarakat terutama pra lansia hingga lansia mengeluhkan bahwa sering mengalami tekanan darah yang tidak stabil bahkan banyak yang mengalami tekanan darah tinggi ( Hipertensi ). Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan dari kegiatan senam lansia ini untuk menurukan tekanan darah secara bertahap dan perlahan, menstabilkan tekanan darah, dan memelihara tubuh agar lebih sehat dan bugar. Metode pelaksanaan yang diterapkan dalam kegiatan senam lansia yaitu demonstrasi di mulai dengan cara mengajarkan dan memperagakan gerakan senam yang dipimpin oleh pemandu senam yaitu seorang mahasiswa. Kemudian kelompok atau anggota senam yang terdiri dari lansia usia 50 tahun mengikuti gerakan yang sudah diperagakan. Gerakan senam dan musik sudah di sesuaikan dengan kebutuhan, yang terdiri dari senam hipertensi, senam kebugaran jasmani, dan senam kolesterol. Kegiatan senam lansia dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2022, 08 Juli 2022, dan 01 Agustus 2022 yang terhitung 3 hari yang bertempat di halaman posko KKN-T dan lapangan volly di Padukuhan Benyo. Hasil dari pelaksanaan kegiatan senam dan setelah beberapa kali dilakukan senam lansia secara rutin di Padukuhan Benyo sangat berpengaruh terhadap kesehatan lansia yang meningkat, hasil pengukuran tekanan darah yang normal dan tidak ditemukannya gejala hipertensi lainnya. Sehingga dapat disimpulkan senam lansia dapat menurukan tekanan darah secara bertahap dan perlahan.
Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Kampus melalui Pemeriksaan Kesehatan di Posyandu Institusi Soesanto, Edy; Olina, Yanuan Ben
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.290

Abstract

Latar belakang: Meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) secara signifkan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, biaya yang besar dan teknologi tinggi. Peningkatan tren PTM diikuti oleh pergeseran pola penyakit, sebelumnya penyakit jenis ini biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia, akan tetapi kini mulai mengancam kelompok usia produktif. Apabila tren PTM usia muda naik, maka upaya Indonesia untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas menuju Indonesia maju pada 2045 mendatang akan sulit tercapai. Untuk mengatasi tingginya PTM, pemerintah telah membuat suatu terobosan program Posbindu PTM sejak tahun 2012. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan upaya deteksi dini, preventif dan promotif melalui pembentukan Posbindu PTM institusi di wilayah Universitas Muhammadiyah Semarang. Posbindu ini merupakan upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah penyakit tidak menular dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasinya.Metode: Keberhasilan pembentukan Posbindu PTM di desa belum diimbangi dengan jumlah Posbindu PTM di institusi. Dari sisi manajemen pelaksanaan, implementasi Posbindu PTM institusi sangat memungkinkan karena didukung dengan regulasi, sumber daya manusia/kader yang berpendidikan, partisipan/sasaran yang mengelompok di lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang serta waktu pelaksanaan berdasarkan kesepakatan. Hasil: Dengan adanya Posbindu PTM institusi, diharapkan menjadi daya ungkit bagi upaya kesehatan berbasis masyarakat khususnya deteksi dini, pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular. Terkait dengan beberapa alasan tersebut maka dilakukan progam pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan Posbindu PTM institusi Universitas Muhammadiyah Semarang. Dengan terbentuknya Posbindu PTM institusi maka semakin banyak usia dewasa yang sehat dan produktif melalui deteksi dini faktor risiko PTM dan upaya-upaya pencegahannya sehingga menjadi sumber daya yang tangguh untuk membangun ekonomi bangsa.  
Peningkatan Pemahaman Perawat Tentang Paliatif Care Saat Discharge Planning Pada Pasien Paliatif di RSUD RA Kartini Jepara Faidah, Noor; Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Alvita, Galia Wardha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.320

Abstract

Penyakit yang banyak diderita masyarakat saat ini beralih dari penyakit infeksi ke penyakit degenerative kronik. jumlah pasien dengan penyakit degenerative kronik menjadi jumlah kunjungan terbanyak yaitu penyakit Gagal ginjal kronik, diabetes mellitus, kanker dan stroke. Penyakit tersebut jika telah memasuki  stadium akhir maka mereka dinamakan pasien tahap paliatif. Berdasarkan hasil analisa banyak perawat yang kurang memberikan edukasi tentang penyakit yang diderita pasien baik untuk pasien itu sendiri ataupun keluarga saat mereka mau pulang dikarenakan kurangnya pemahaman tentang paliatif care.Metode dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan deskriptif obesrvasional dengan 12 sampel perawat di ruang rawat inap. Teknik pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan saat pre dan post test tentang peran perawat dalam discharge planning pada pasien paliatif. Setelah dilakukan penyampaian materi tentang peran perawat edukasi paliatif care terjadi peningkatan pemahaman perawat yang sebelumnya dalam pre test mendapatkan nilai rata-rata 61,67 naik menjadi nilai rata-rata 90. Pendidikan kesehatan ini diharapakan dapat mengubah perilaku perawat untuk dapat mengoptimalkan discharge planning pada psaien paliatif.