cover
Contact Name
Dr. Hj. Mujizatullah
Contact Email
jeducandum@gmail.com
Phone
+6281343755509
Journal Mail Official
jeducandum@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Jl. AP. Pettarani No. 72 Makassar Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
ISSN : 24771619     EISSN : 26557738     DOI : https://doi.org/10.31969/educandum
Fokus kajian jurnal ini adalah berkaitan dengan penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Lingkup jurnal Lektur Keagamaan meliputi 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Keagamaan
Articles 157 Documents
KEBIJAKAN PENGELOLAAN PESANTREN BERBASIS MANAJEMEN RISIKO Damayanti, Sari Damayanti
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan saran kebijakan mengenai pengelolaan pesantren berbasis manajemen risiko. Tujuan pendidikan di Pesantren saat ini tidak hanya terfokus pada memperkaya pikiran santri dengan pelajaran agama, namun esensi utamanya peningkatan moral serta mengembangkan semangat akan nilai spiritual dan kemanusiaan. Melihat fenomena saat ini, fakta menunjukkan bahwa salah satu yang terjadi adalah merebahnya tindak kekerasan di lingkungan pesantren, hal ini tidak sejalan dengan tujuan pendidikan pesantren yang diusung sejak awal pendirian pesantren. Menyikapi situasi ini, perlu adanya inovasi perbaikan berupa pengembangan budaya sadar risiko dalam pengelolaan Pendidikan Islam di pesantren. Pengelolaan pendidikan islam berbasis manajemen risiko sangat penting karena selain belum adanya regulasi secara spesifik mengenai hal ini, penerapan manajemen risiko dilingkungan pesantren pun belum diterapkan. Adapun metode yang digunakan dalam pengkajian masalah ini dengan menggunakan teknik desk study. Dari hasil pengkajian ini diperoleh temuan bahwa saat ini belum terdapat suatu upaya untuk membangun budaya sadar risiko berupa pengarusutamaan pengelolaan pesantren berbasis manajemen risiko. Untuk mendukung desk study ini, dilakukan analis untuk melakukan proses pemetaan masalah serta pencarian solusi yang tepat terhadap masalah tersebut sehingga diperoleh saran kebijakan terkait penerapan manajemen risiko di lingkungan pesantren. Dari pengkajian ini, maka pengelolaan pesantren berbasis manajemen risiko perlu diterapkan dengan mengusung analisis strategi dalam pengelolaan pesantren berbasis manajemen risiko serta analisis kebijakan untuk menjawab tantangan dalam pemberlakuan manajemen risiko di lingkungan pesantren
TATA CARA BERPAKAIAN DAPAT MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN JIWA ANAK Mukhtar, A.Mustika
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakaian menurut islam adalah kain yang menutupi aurat yang membuat seseorang yang memakainya terlihat sopan, rapi, anggun, dan indah. Tata cara berpakaian seseorang melambangkan isi jiwanya, karena dengan cara berpakaian seseorang dapat diketahui gejala. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara berpakaian karena diduga masih ada sebagian masyarakat terutama yang hidup di pedesaan, tidak mempedulikan pakaian anak-anaknya Penelitian ini menggunakan desain library research, dengan menganilis literatur terkait dengan tata cara berpakaian dengan persfektif psikologi perkembangan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Pakaian adalah suatu kebutuhan yang mutlak dan merupakan cerminan jiwa dan wataknya, karena cara berbusana seseorang dapat diketahui gejala jiwanya, 2). Berpakaian yang tepat dan pantas mempengaruhi jasmani dan rokhani bagi seorang anak, utamanya pengaruh kejiwaan dalam perkembangannya, dan 3). Anak yang memakai pakaian yang kurang memenuhi syarat akan mengakibatkan si anak merasa rendah diri dan akhirnya akan minder dan menjauhi teman-temannya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MODERASI BERAGAMA PADA SD KATOLIK MUDER TERESA KOTA KUPANG Tokan, Gaspar
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter berbasis moderasi beragama padaanak harus dimulai sejak awal pada usia emas, karena usia dini adalah masa yang tepat untuk memberikan landasan karakter moderat. Penelitian ini membahas mengenai kondisi di SD Katolik Muder Teresa serta perannya dalam memberikan pendidikan karakter mengenai moderasi beragama di lingkungan instansi sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan sedikit penggambaran bahwa pengajaran tentang moderasi beragama dapat dimulai sejak anak masih berusia dini. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan tinjauan pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik yang terhimpun dari berbagai agama dapat dijadikan perantara pemberian pendidikan karakter khususnya terkait moderasi beragama. Pihak sekolah sadar bahwa pengajaran yang paling efektif adalah melalui pembiasaan. Peserta didik yang terbiasa dengan perbedaan dalam keyakinan beragama dapat menghargai pilihan masing-masing pribadi. SD Katolik Muder Teresa dapat dikatakan berhasil dalam memberikan pendidikan karakter pada Anak Usia Dini mengenai kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah ataupun perayaan sesuai ketetapan agama yang dianutnya tanpa mengganggu proses sosialisasi, aktualisasi diri, dan asimilasi dalam hidup bermasyarakat.
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMAN 4 WAJO Hasnawati, Hasnawati; Netti, Netti
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan tindakan yang dilakukan guru di kelas yang menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan setiap siswa, sehingga kebutuhan setiap anak dapat terpenuhi secara menyeluruh, karena pembelajaran dikaitkan dengan minat, profil belajar dan kesiapan siswa sehingga tercapai peningkatan kreativitas belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kreativitas dengan menggunakan strategi pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran PAI setelah penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi di SMAN 4 Wajo serta langkah-langkah penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi yang data-datanya diperolah melalui observasi, wawancara dan dokumen. ditemukan seperti data tulisan, lisan dari informan serta observasi dari prilaku-prilaku yang diamati, Hasil penelitian menunjukkan; terdapat peningkatan kreativitas pada siswa, saat belajar pendidikan agama Islam setelah diterapkannya strategi pembelajaran berdiferensias, karena terbukti siswa memiliki kemampuan berfikir kritis, memiliki kepekaan emosi, berbakat dan daya imajinasinya tinggi Adapun langkah-langkah yang digunakan yaitu, 1) mendefinisikan tujuan pembelajaran dengan jelas, 2)memenuhi kebutuhan murid dengan melakukan pemataan kebutuhan murid sebelum membuat RPP, 3)menciptakan lingkungan belajar yang mengundang siswa untuk belajar, 4)manajemen kelas yang efektif, 5)penilaian dilaksanakan secara berkelanjutan
PENERAPAN MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI MADRASAH Pelu, Hanafi; Nur, Nurwafia
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara besar dan luas yang terdiri atas 37 Provinsi dan memiliki 17.500 pulau dan memiliki lebih-kurang 1000 bahasa yang sangat beragam. Seiring dengan munculnya fenomena paham keagamaan radikal, wacana moderasi beragama di Indonesia kembali muncul. Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan penerapan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Makassar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian metode penelitian kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan oleh penenlti pada tulisan ini adalah jenis deskriptif. Dimana jenis deskritif menitikberatkan pada proses mendiskripsikan tentang fenoma, gejala, peristiwa dan kejadian yang terjadi pada lingkungan masyarakat.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa; Perapan Moderasi Beragama dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, dengan demikian penerapan Moderasi Beragama dalam pembelajaran bahasa Inggris, guru bahasa Inggris telah melakuakannya dengan prinsip; toleransi, keterbukaan, keseimbangan, memberikan ruang kepada siswa untuk saling menghargai keperberbedaan pendapat, dan berfikir yang tidak mengabsolutkan kebenaran pribadi. Peran guru dalam menanamkan moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Ini menunjukkan bahwa peran guru dalam mendorong siswanya, terutama peserta didik muslim, untuk berpegang teguh terhadap nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Inggris, sehingga siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari sebagai upaya pencegahan tindakan radikalisme dan esktrisme. Dengan demikian, penelitian ini bisa menjadi referensi bagi guru bahasa Inggris untuk menanamkan nilai-nilai moderasi Islam yang pembelajaran bahasa Inggris Pembelajaran Bahasa Inggris, Madrasah, Moderasi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TATA CARA WUDHU BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR Al amin, Muh; Ikhsan, Muhammad; Salman, Muhammad
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi dalam pembelajaran abad 21 menjadi hal yang harus dilakukan oleh guru sehingga pembelajaran harus dilakukan secara interaktif, kreatif dan inovatif untuk mewujudkan pembelajaran yang tidak membosankan dan menjadi menarik. Guru harus mempunyai konsep pembelajaran dengan media yang selaras dengan pembelajaran abad 21, android merupakan salah satu alternatif konsep aplikasi untuk penerapan dalam media pembelajaran. Menguji, mengembangkan dan menghasilkan media pembelajaran yang didesain untuk berjalan di sistem operasi android dengan bahan ajar tata cara wudhu merupakan tujuan dilaksanakannya penelitian ini. observasi dan studi pustaka merupakan proses pengumpulan data pada penelitian ini , waterfall dipilih menjadi metologi serta pemodelan Unified Modeling Language (UML) dalam tahap proses perancangan. Perancangan media pembelajaran tersebut menggunakan Smart Apps Creator. Dengan aplikasi tersebut diharapkan proses pembuatan media pembelajaran dengan aplikasi android lebih praktis, meskipun tidak menggunakan kode program dan mengurangi biaya pembuatan. Setelah dilakukan pembuatan aplikasi, seluruh fungsi yang telah dibuat diuji menggunakan Black Box. Setelah melakukan pengembangan menggunakan aplikasi Smart Apps, penelitian ini menyajikan hasil yaitu sebuah aplikasi media pembelajarn interaktif android yang mudah digunakan, dengan sumber daya multimedia seperti gambar, video, audio, menyajikan tampilan antarmuka yang menarik, serta memberikan informasi dan konten yang familiar dengan pengguna yang mengakses aplikasi, sehingga siswa siswa mampu mengenal proses dan tata cara berwudhu dengan mudah dan mampu menyerap materi secara maksimal.
MEMBANGUN BUDAYA LITERASI SISWA MELALUI GERAKAN SATU ANAK SATU AKSI (GASAK) DENGAN PENDEKATAN INSPIRATIF Dahlan, Muh
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Satu Anak Satu Aksi (GASAK) adalah gerakan literasi sesuai potensi siswa dengan pendekatan inspiratif dari pendidik dan tenaga kependidikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkan budaya literasi siswa melalui program GASAK dengan pendekatan inspiratif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) untuk menemukan, atau mencari kebenaran dari sebuah dugaan dalam proses pembelejaran yang dilakukan oleh guru terhadap siswa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program GASAK dapat menumbuhkan budaya literasi siswa dengan pendekatan inspiratif, yang juga berdampak pada prestasi siswa SDN 45 di Kota Parepare. Impilikasi praktis dengan diimplementasikanya GASAK dibutuhkan program tindak lanjut yang akan dilaksanakan untuk mengoptimalkan pencapaian budaya literasi siswa secara derastis, meminimalisasi kendala yang muncul, menularkan program ini kepada sekolah lain yang memiliki masalah yang sama, dan mempromosikan gerakan satu anak satu aksi sampai pada tahap meningkatkan percaya diri siswa tampil di depan umum.
PENERAPAN GOAL ORIENTED EVALUATION MODEL PADA PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA Ambarita, Jenri; Talimbung, Vera
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan modul ajar merupakan agenda penting dalam implementasi kurikulum merdeka. bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan pelatihan penyusunan modul ajar kurikulum merdeka. Berdasarkan tujuannya, penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi yang mengadobsi metode yang dikembangkan oleh Tyler dengan langkah-langkah 1) Penetapan tujuan umum kegiatan, 2) Mengklasifikasikan tujuan, 3) Merumuskan Tujuan, 4) Menentukan waktu pencapaian tujuan, 5) Memilih dan mengembangkan teknik penilaian yang tepat, 6) Mengumpulkan data dan 7) Menganalogikan atau membandingkan data dengan tujuan. Dalam pengumpulan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, studi dokuemntasi dan pretest dan post-test, dan juga telaah dokumen terhadap modul ajar yang dihasilkan oleh para peserta kegitan. Adapun jumlah peserta terdiri dari 243 orang guru pendidikan agama Kristen yang dijadikan sebagai sample dalam penelitian. Penelitian ini dilaksanakan selamam proses pelatihan mulai 29 Juli – 03 Agustus 2022. Seluruh data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menyusun modul ajar. Dengan demikian disimpulkan bahwa pelatihan telah berhasil dilaksanakan karena peserta mampu menghasilkan modul ajar pada akhir kegiatan sesuai dengan ketentuan Kemendikbud
PEMAHAMAN KEBHINEKAAN SISWA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 MAKASSAR Hafiluddin, Hafiluddin; Labetubun, Surya Rahmah; Rahman, Sutejo
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman merupakan modal sosial dalam menumbuhkan sikap toleransi, yaitu menguatkan penghargaan atas perbedaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman kebinekaan peserta didik di Madrasah Tysanawiyah Negeri 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan sistem kualitatif dengan lokus MTs Negeri 1 Makassar. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengumpulkan data. Pemahaman kebinekaan peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Makassar diperoleh melalui mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan (kurikulum 2013/K13) yaitu mata pelajaran PPKn terdapat sub materi yang membahas keragaman masyarakat Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pada substansinya menjelaskan tentang makna Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan pada Lambang Negera Kita, kemudian menjelaskan keragaman dalam masyarakat kita sendiri, membahas pentingnya memahami keragaman masyarakat Indonesia, dan memberikan penjelasan mengenai pentingnya toleransi dalam keberagaman norma, suku, agama, ras, dan antargolongan. Penguatan kebinekaan peserta didik dapat dilakukan melalui kebijakan madrasah dalam membuat kegiatankegiatan madrasah seperti kegiatan olahraga, pentas seni budaya, lomba karya tulis ilmiah, atau lomba membuat cerita bergambar tentang keberagaman budaya bangsa Indonesia. Kebijakan ini dapat diinternalisai dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun dilakukan secara monolitik (program tersendiri).Pemahaman kebinekaan peserta didik juga didapatkan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Di lingkungan keluarga diajarkan bagaiman menghargai perbedaan agama, tolerasi beragama, dan menjaga kerukunan dengan pemeluk agama lain. Dari lingkungan masyarakat didapat melalui kegiatan perayaan hari-hari besar agama atau tradisi-tradisi budaya yang diadakan oleh pemerintah setempat melalui kegiatan panggung masyarakat secara terbuka.
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN 10 MANURUNGEKECAMATAN TANETE RIATTANG KABUPATEN BONE Herlina, Herlina; Haris, Abdul
EDUCANDUM Vol 8 No 2 (2022): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan literasi membaca merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas belajar siswa disekolah. Tujuan penelitian ini mengekplorasi implementasi gerakan literasi yang diterapkan dan faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan gerakan literasidi SDN 10 Manurunge. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan mengungkapkan fakta yang ada di lapangan dengan melakukan observasi, wawancara, dan menganalisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan metode tematik. Hasil penelitian mengungkap bahwa implementasi gerakan literasi di SDN 10 Manurunge dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan evaluasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pembiasaan siswa terbiasa membaca 15 menit sebelum pembelajaran, terbiasa memanfaatkan sudut baca dan terbiasa melakukan kunjungan ke perpustakaan. Pada tahap pengembangan dan evaluasi, literasi siswa lebih meningkat. Adapun faktor pendukung penerapan program literasi yakni adanya dukungan kepala sekolah, guru dan siswa, dan adanya perpustakaan sekolah, pojok baca di kelas serta peran aktif orang tua dalam melaksanakan monitoring kepada anaknya. Sedangkan faktor yang menghambatpenerapan kegiatan literasi yakni keterbatasan waktu untuk memaksimalkan kegiatan literasi danketersediaan buku belum memadai. Dengan diterapkannya gerakan literasi maka pembelajaran pendidikan agama Islam di SDN 10 Manurunge lebih meningkat.

Page 11 of 16 | Total Record : 157