cover
Contact Name
Dr. Hj. Mujizatullah
Contact Email
jeducandum@gmail.com
Phone
+6281343755509
Journal Mail Official
jeducandum@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Jl. AP. Pettarani No. 72 Makassar Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
ISSN : 24771619     EISSN : 26557738     DOI : https://doi.org/10.31969/educandum
Fokus kajian jurnal ini adalah berkaitan dengan penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Lingkup jurnal Lektur Keagamaan meliputi 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Keagamaan
Articles 157 Documents
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPIT AR-RAHMAH Sulaeha Sulaeha
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPIT Ar-Rahmah Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggambarkan atau menjelaskan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentuHasil penelitian ini menemukan bahwa: pertama, dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII di SMPIT Ar-Rahmah Makassar, guru menempuh beberapa strategi yaitu; strategi pada proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ceramah. Dalam proses belajar pada masa Pandemi Covid 19, guru melakukan pembelajaran jarak jauh secara online dengan menggunakan media aplikasi google meet. Materi dibuat dalam bentuk presentasi power point atau konten video, lalu dibagikan lewat media whatsapp. Strategi lain yang digunakan yakni melibatkan peserta didik pada kegiatan ekstra kurikuler di sekolah Disamping itu, guru juga melakukan penugasan terhadap peserta didik agar merek terbiasa mengamalkan materi yang telah diberikan seperti praktik salat berjamaah. Untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran, guru melakukan evaluasi secara berkala. Kedua, faktor pendukung dari peningkatan mutu pembelajaran yaitu letak strategis sekolah yang sehingga memudahkan akses menuju fasilitas pendukung pendidikan. Disamping itu, sekolah juga dilengkapi dengan saran dan prasarana yang lengkap. Faktor pendukung lainnya, bahwa mayoritas peserta didik berasal dari keluarga sejahtera. Sedangkan, faktor penghambat yaitu kemampuan peserta didik yang tidak merata.
Suara dari Masa Silam: Berdirinya Madrasah Ibtidayyah Negeri 2 Tanah Toraja 1969-1980 Ira Hadrayani; Abd. Karim
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah di tengah pemukiman masyarakat Nasrani merupakan kondisi “spesial”. Dibutuhkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Kondisi inilah yang terjadi pada awal berdirinya Madrasah Ibtidayyah Negeri 2 Tanah Toraja. Mendirikan sekolah berciri Islam, terutama di daerah minoritas muslim bukan perkara mudah. Diperlukan perjuangan, kerja keras, dan tekad yang kuat. Studi ini berusaha menguak masa lalu sekolah tersebut. Dibangun pada tahun 1969, tidak lantas membuatnya menjadi sekolah yang diterima seluruh lapisan masyarakat. Berbagai macam penolakan menjadi pengiring dalam membangun sekolah tersebut. Namun pada akhirnya Madrasah Ibtidayyah menjadi simbol pluralitas dalam masyarakat Salubarani Tanah toraja. Bahwa keberagaman bukanlah menjadi penghalang dalam memanusiakan manusia dan membangun pendidikan. Artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah lisan dengan teknik wawancara, pengamatan langsung dan penelusuran dokumen madrasah.
IMPLEMENTASI E-LEARNING SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI MAN 1 KARANGANYAR Ahmad Faridi
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk (1) mendeskripsikan implementasi e-learning di masa pandemi Covid-19; (2) mengidentifikasi permasalahan pembelajaran di masa pandemi Covid-19; dan (3) menjelaskan solusi pembelajaran di masa pandemi Covid-19 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Karanganyar. Studi kasus ini dilaksanakan pada semester genap, bulan Maret sampai dengan Juni tahun 2020. Sumber data penelitian berupa artefak dan informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan analisis dokumen, wawancara mendalam, dan diskusi terpumpun. Teknik analisa data menggunakan Interactive model technique. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) platform yang digunakan dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Karanganyar adalah e-learning dengan variasi whatsapp, e-learning madrasah, google classroom, google form, google meet, dan zoom meet; (2) kesulitan akses signal dan penguasaan TIK merupakan masalah utama yang dihadapi siswa, orang tua, dan guru; (3) solusi yang diambil dalam pemecahan masalah adalah dengan penerapan blended learning. Untuk itu, agar pembelajaran di masa dan pasca pandemi bisa lebih efektif disarankan untuk menerapkan blended learning.
MODEL PEMBERDAYAAN USAHA EKONOMI SANTRI DI PESANTREN Sitti Radhiyah Ilyas S.; Husnul Fahimah Ilyas
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menarasikan model pemberdayaan usaha ekonomi di pondok pesantren. Pola Pemberdayaan yang dilakukan mencakup dua hal yaitu: pertama pemberdayaan penguatan ekonomi internal untuk menopang dan menunjang keberlangsungan pesantren; kedua pembekalan bagi santri memasuki dunia usaha setelah tamat di pesantren. Lokus penelitian di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash (PPMA) Lampoko, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Jenis studi ini bersifat kualitatif dengan mendeskripsikan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan kemudian dinarasikan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dengan stake holder Kementerian Agama, tokoh masyarakat, tenaga pengajar, pelaku usaha ekonomi yang menjadi mitra PPMA, melakukan observasi dan dokumentasi, serta studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa program yang dilakukan di PPMA yang menekankan pada program pemberdayaan usaha ekonomi santri pada soft skill, life skill, dan hard skill. Penguatan soft skill yang dilakukan bertujuan memberikan peluang kepada santri untuk mengembangkan keterampilan intra dan inter personalnya yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerjanya. Penguatan life skill bertujuan bagaimana mereka beradaptasi dan menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi di dunia usaha sehinga tetap survive, dan hard skill adalah keterampilan yang diajarkan dan dikembangkan melalui pendidikan formal yang terintegrasi dengan mata pelajaran tertentu, kemudian di kembangkan dalam pelatihan dan praktik di tempat unit usaha yang dimiliki PPMA. Ketiga penguatan ini penting diajarkan agar menjadi bekal santri PPMA setelah tamat dan dapat mendirikan usaha serta membuka peluang tenaga kerja.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PASCA PANDEMI COVID-19 DI MTs NEGERI 1 MAKASSAR Zulfikah Nur
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan suasana dan kondisi pembelajaran pasca pandemi covid-19 menarik untuk dikaji dan sekaligus menjadi bahan evaluasi pembelajaran. Aktivitas sosial masyarakat mulai normal, termasuk dunia pendidikan. Lembaga pendidikan mulai manata kembali kurikulum menuju kodisi seperti sediakala sebelum pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran efektivitas pembelajaran pasca pandemi covid-19 di Madrsah Tsanawiyah Negeri 1 Makassar. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, dan wawancara mendalam. Lokasi penelitian dilakukan di MTs Negeri 1 Makassar. Analisis data meliputi pengorganisasian data, kategorisasi data, dan menginterpretasi sesuai dengan pemaknaan. Efektivitas pembelajaran pada MTs Negeri 1 Makassar tidak terlepas dari kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran dan mengelola kelas, serta dukungan media online. Pelaksanaan belajar bagi peserta didik dan tugas-tugas belajar masih menggunakan aplikasi whatsapp grup dan e-learning madrasah. Pembelajaran dilakukan dengan memberikan tema besar dan dijelaskan secara umum kemudian siswa diberikan keleluasaan untuk mengembangkan melalui buku cetak atau dukungan media online (pembelajaran tertentu). Pembelajaran ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan nalar dan kreativitas siswa. Penilaian yang dilakukan oleh guru untuk melihat efektivitas pembelajaran, meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN MELALUI MADRASAH GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Arif Ahmad Djalaluddin; Arif Gunawan Santoso
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyikapi kelemahan dan kendala yang ada pada aplikasi EMIS, Balai Litbang Agama Semarang telah mengembangkan data madrasah dalam suatu Geographic Information System (GIS). Pengembangan MAGIS secara umum bertujuan untuk menyediakan database madrasah yang tidak hanya dalam bentuk tabulasi, melainkan data visual yang menggambarkan letak geografis yang dilengkapi rute menuju ke madrasah. Capaian pengembangan MAGIS pada jangka pendek adalah tersedianya data MAGIS untuk madrasah-madrasah yang ada di wilayah D.I. Yogyakarta. Ada beberapa tahapan kegiatan sehingga menghasilkan sistem MAGIS yang siap digunakan oleh masyarakat, pengelola madrasah, dan pengambil kebijakan di lingkungan Kementerian Agama. Data madrasah diambil melalui mekanisme pengumpulan data primer, bekerjasama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DIY, Tim Efektif MAGIS mampu menjangkau 363 lembaga, yang terdiri dari 186 madrasah ibtidaiyah (MI, 116 madrasah tsanawiyah (MTs), dan 61 madrasah aliyah (MA). Adapun kesimpulan pada penelitian ini adalah Sistem aplikasi MAGIS bisa dikembangkan menjadi database pendidikan agama dan keagamaan, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu. Dengan demikian, MAGIS dapat mendukung perbaikan pelayanan Kementerian Agama, khususnya pada aspek penyediaan data.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN MENGHAFAL Al-QUR’AN PADA PONDOK PESANTREN TAHFIZHUL QUR’AN AL-IMAM ASHIM MAKASSAR Abd. Samad Baso; Syamsuriyah Syamsuriyah
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi huffazh merupakan fardu kifayah sekalipun Al-Qur’an dapat direkam dan dicetak. Menghafal banyak kendalanya, terutama lupa dan jenuh. Rumusan masalah : (1) bagaimana manajemen perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menghafal Al-Quran? (2) Bagaimana manajemen pengarahan dan pengawasan pembelajaran menghafal Al-Qur’an?. Tujuan penelitian : (1) Mendeskripsikan manajemen perencanaan dan pelaksanaan Pembelajaran Menghafal Al-Qur’an; (2) Mendeskripsikan manajemen pengarahan dan pengawasan dalam Pembelajaran Menghafal Al-Qur’an. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Metode analisis data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengolahan data dalam penelitian adalah untuk mengubah data mentah menjadi data yang bermakna. Unit analisis penelitian ini adalah manajemen Pembelajaran Menghafal Al-Qur’an Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al-Imam Ashim Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, pengarahan dan pengawasan pembelajaran Al-Qur’an sangat layak diapresiasi. Untuk kesempurnaan manajemen Pembelajaran Menghafal santri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Imam Ashim Makassar peneliti mengharap kepada: (1) Stakeholder; (2) Pemerintah khususnya Kementerian Agama RI untuk membuat kebijakan/patron baku dalam Pembelajaran Menghafal santri, khususnya pada Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan.
PENGELOLAAN PELATIHAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Fachry Rahman
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkungan menjadi isu global dan menjadi perhatian dunia sampai saat ini. Indonesia juga terus berupaya dalam usaha pelestarian lingkungan hidup. Pemerintah telah lama mencanangkan program pembangunan berkelanjutan atau program pembangunan berwawasan lingkungan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan model pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah dalam program pembangunan berwawasan lingkungan. Informan utama penelitian ini adalah Pengelola pelatihan yaitu unsur Pimpinan BDK Makassar yaitu Kepala dan Kasubag TU sebagai penanggungjawab pengelolaan pelatihan, Widyaiswara serta unsur pelaksana (Perencana Program dan Jabatan Fungsional Tertentu/JFT Pengelola Barang Jasa). Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD), wawancara (interview), observasi (observation) dan dokumentasi (documentation). Model pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup di BDK Makassar ditinjau dari 2 aspek yaitu penerapan pelatihan yang ramah lingkungan dan pengembangan model pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BDK Makassar telah mempraktikkan kebijakan berwawasan lingkungan yang mendukung terciptanya lingkungan pelatihan yang bersih, hijau dan sehat. Pegawai sudah dilibatkan dalam berbagai aktivitas pelestarian lingkungan hidup seperti menanam pohon di lingkungan kantor, penghematan energi listrik dan air bersih, mengurangi penggunaan plastik dan menerapkan paperless. Penanaman pohon di lingkungan kantor belum menjalin kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup atau instansi yang menangani pengelolaan lingkungan hidup. Implikasi yang diharapkan dalam penelitian ini adalah pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup terus dikembangkan melalui aksi nyata dalam pengelolaan sampah, penyediaan Ruang Terbuka Hijau, penghematan listrik, air bersih, mengurangi penggunaan plastik, pengelolaan sanitasi dan Mandi Cuci Kakus (MCK), yang dapat dijadikan percontohan bagi lembaga pelatihan lainnya. Melalui model pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup diharapkan lembaga pelatihan ikut andil dalam mendukung dan berpartisipasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
ANALISIS BIPLOT PADA PEMETAAN INDEKS KARAKTER SISWA DAN PEMBANGUNAN MANUSIA PADA PROVINSI DI INDONESIA Muhammad Ihyakulumudin; Rita Sukma Dewi
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji mengenai pemetaaan karakter siswa danpembangunan manusia di Indonesia didasarkan pada Indeks KarakterSiswa dan Indeks Pembangunan Manusia. Pemetaan karakter siswamenggunakan 5 (lima) dimensi dalam Indeks Karakter Siswa yaitureligiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong-royong dan integritas.Pemetaan dilakukan dengan menggunakan analisis biplot yaitu upayamenyajikan segugus data berdimensi banyak menjadi tampilan visualdua dimensi. Hasil pemetaan diperoleh kelompok provinsi dengan indekskarakter siswa sangat tinggi yaitu Sumatera Barat, Riau, DaerahIstimewa Yogyakarta, Banten, Bali dan Kalimantan Timur dan kelompokprovinsi dengan indeks karakter siswa rendah Papua Barat, Papua danNusa Tenggara Timur. Beberapa provinsi dengan indeks karakter siswasangat tinggi memiliki kemiripan dalam aspek nilai religiusitas yangtinggi seperti Sumatera Barat, Riau, dan Banten dan provinsi dengankemiripan dalam aspek nilai nasionalisme yang tinggi seperti provinsiDaerah Istimewa Yogyakarta dan Bali. Dimensi religiusitas dannasionalisme merupakan dimensi yang penting dalam membangunkarakter siswa. Dimensi religiusitas cenderung berhubungan erat denganintegritas dan dimensi kemandirian cenderung berhubungan erat dengangotong royong. Dimensi integritas merupakan dimensi yang paling kuatdalam membentuk Indeks Karakter Siswa. Berdasarkan hasil analisisjuga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dansignifikan antara Indeks Karakter Siswa dengan Indeks PembangunanManusia dengan korelasi sebesar 0,755 dan signifikansi 0,000. Provinsidengan indeks pembangunan manusianya yang tinggi seperti DaerahIstimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, Bali, Banten, Sumatera Barat,dan Riau cenderung memiliki karakter siswa yang tinggi. Sebaliknyaprovinsi di Indonesia bagian timur seperti Nusa Tenggara Timur, PapuaBarat, dan Papua dengan tingkat pembangunan manusia yang rendahmemiliki karakter siswa yang rendah
PENGUASAAN ILMU DASAR PENDIDIKAN (PEDAGOGIK) SEBAGAI ELEMEN UTAMA KUALITAS PENGAJARAN GURU Suhaimi Suhaimi
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengetahuan dasar pendidikan (pedagogi) berkontribusi pada pembentukan kompetensi pedagogi guru, apakah kompetensi pedagogi berkontribusi pada kualitas pengajaran dan apakah kualitas pengajaran berkontribusi pada berkembangnya potensi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literature. Metode penelitian studi literature adalah suatu metode yang digunakan dengan mengumpulkan data-data literature melalui bacaan dan catatan kemudian mengolah data tersebut sesuai dengan konsep-konsep yang ditetapkan. Selanjutnya melakukan kajian teori-teori untuk menemukan suatu konsep dengan cara melakukan analisis katagori bagian teori kemudian mengklasifikasikan teori dan kajian menjadi suatu konsep. Dari hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa pengetahuan dasar pendidikan (pedagogi) memiliki kontribusi yang besar atas terbentuknya kompetensi guru. Penguasaan pedagogi juga memberikan dorongan kepada guru untuk selalu berusaha meningkatkan kemampuannya secara berkelanjutan. Hasil penelitian dan pembahasan juga menemukan bahwa kompetensi pedagogi guru memiliki kotribusi yang besar atas kualitas pengajaran. Guru memiliki kemampuan merencanakan pengajaran, melaksanakan pengajaran dan melakukan penilaian hasil pengajaran secara lebih baik. Hasil penilitian dan pembahasan juga menemukan bahwa kualitas pengajaran memberi kontribusi yang besar atas berkembangnya potensi peserta didik. Peserta didik dapat mencapai ketuntasan minimal dan memiliki sikap terpuji.

Page 10 of 16 | Total Record : 157