cover
Contact Name
Frainskoy Rio Naibaho
Contact Email
frainskoy.rio.naibaho@gmail.com
Phone
+6281263676722
Journal Mail Official
cultivation@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara email: info@iakntarutung.ac.id
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teologi Cultivation
ISSN : 25810499     EISSN : 25810510     DOI : https://doi.org/10.46965/jtc
Journal of Teologi Cultivation (JTC) Journal of Religion and Christian Theological Education, published by the Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Indonesia, which contains articles on scientific research in the fields of Theology, Missiology, Theology Education and Teaching, History of Theology, Homiletics, Church Science, Catechetics, and Cultivation. The JTC is published biannual in July and December.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2025): JULI" : 15 Documents clear
Keyakinan Kepada Kristus Yang Mengubah Pola Pikir dan Cara Hidup Untuk Lebih Baik Simatupang, Oka; Manullang, Mei Dormauli; Sitanggang, Meliana Kristina; Hutasoit, Romenak; Damanik, Dapot
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2657

Abstract

Pola pikir dan cara hidup merupakan faktor penting yang menentukan arah perjalanan seseorang. Banyak orang mengalami perubahan positif ketika memiliki keyakinan yang kuat kepada Kristus. artikel ini akan menegaskan kembali pentingnya orang Kristen mengenali kebenaran Allah (inti iman Kristen sebagaimana yang diajarkan Alkitab) dan bergaul akrab dengan Allah. Tanpa mengenal Allah dengan benar maka orang Kristen akan memandang realita hidup ini dengan pesimis, keputus-asaan, tanpa pengharapan yang berakhir dengan kekecewaan kepada Allah. Orang percaya melihat realita hidup dari perspektif Allah sehingga memampukannya menjalani hidup dengan tetap beriman kepada Allah. Tulisan ini menggunakan metode studi kepustakaan dari beberapa literature. Penulis membuat kesimpulan bahwa Keyakinan kepada Kristus menanamkan nilai-nilai seperti kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan pelayanan, yang menggeser fokus hidup dari egoisme menuju altruism. Melalui pemahaman akan kasih dan pengampunan Kristus, seseorang dapat mengatasi pola pikir negatif, mengembangkan harapan, dan membangun pandangan hidup yang lebih positif.
Asal Mula Budaya Yang Ada di Dunia Berdasarkan Alkitab Damanik, Dapot; W. Ambarita, A. Joinher; Simanjuntak, Tomson; Lumbantoruan, Poibe A.; Sihombing, Pretti PN
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2621

Abstract

Asal mula budaya di dunia, menurut pandangan Alkitab, dapat dilihat melalui kisah penciptaan dan perkembangan umat manusia sejak awal sejarah. Dalam Alkitab, Tuhan menciptakan manusia pertama, Adam dan Hawa, yang ditempatkan di Taman Eden (Kejadian 2). Ketika mereka jatuh dalam dosa (Kejadian 3), umat manusia mulai menyebar ke seluruh dunia dan membentuk berbagai kelompok dengan tradisi dan cara hidup mereka sendiri. Keberagaman budaya ini tercermin dalam narasi seperti pembangunan Menara Babel (Kejadian 11), di mana Tuhan mengacaukan bahasa manusia, yang menyebabkan tersebarnya bangsa-bangsa dan lahirnya berbagai kebudayaan dengan bahasa, adat, dan cara hidup yang berbeda. Budaya menurut Alkitab juga berkaitan dengan bagaimana manusia menjalani hidup dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama. Hukum-hukum dalam Kitab Taurat dan ajaran-ajaran Yesus memberikan panduan moral dan etika bagi pembentukan budaya yang berlandaskan kasih, keadilan, dan kebenaran. Oleh karena itu, meskipun keberagaman budaya muncul sebagai akibat dari dosa dan perpecahan, Alkitab mengajarkan bahwa budaya yang sejati adalah yang mencerminkan kehendak Tuhan dan mengarahkan manusia kepada hidup yang selaras dengan ciptaan-Nya. Secara keseluruhan, Alkitab mengajarkan bahwa asal mula budaya terkait erat dengan ciptaan Tuhan, peristiwa sejarah umat manusia, serta pencarian akan pengertian dan hubungan yang benar dengan Tuhan.
Reinterpretasi Makna Terang Berdasarkan Matius 5:14-16 dan Implikasinya Bagi Panggilan Orang Kristen Di Dunia Kerja Purba, Eli Brigita; Jonathans, Kornelius Rulli; Nugrosho, Andreas Eko
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2644

Abstract

This article examines the Calling of Christians in their duties and responsibilities to be Light in the workplace world. Discussing the Biblical understanding of the concept of Light as an Interpretation of the Identity of Christians in their duties and responsibilities in the Workplace world. Christians as representatives of God are entrusted with the mandate to have an impact on the work environment, so that they become a testimony to many people and through them the name of God is glorified. This scientific paper uses a qualitative research method that is an exegetical study of the Bible text regarding the Meaning of Light as a Reinterpretation of the Calling for Believers in the workplace world. This study uses a Contextual, Grammatical or grammatical and Historical approach to the text of Matthew 5:14-16. This section also describes the Principles and values of truth from the Bible text related to the Calling of Christians to be Light in the workplace environment so that it can help them to realize and position their identity as a Reflection of the Light of Christ through their lives. The results of the study show an understanding of the concept of Self-Identity and the Calling of Believers as the Light of Christ in the Workplace world so that they as the Light have a great impact in the workplace world to become witnesses to the glory of Christ, so it can be concluded that the Reinterpretation of the Meaning of Light based on Matthew 5:14-16 has implications for the Calling of Christians in the Workplace Environment
Pandangan Alkitab terhadap LGBT: Kebenaran Firman Tuhan dan Tantangan Pastoral Hutabarat, Patuan Andre; Tarigan, Yan Pratama
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2620

Abstract

Isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) merupakan fenomena global yang menimbulkan tantangan serius bagi gereja dalam mempertahankan kesetiaan pada kebenaran Firman Tuhan sekaligus menyatakan kasih Kristus secara kontekstual. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Alkitab terhadap homoseksualitas, serta mengeksplorasi pendekatan pastoral yang relevan dalam menghadapi jemaat yang bergumul dengan orientasi seksual. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka yang mencakup teks Alkitab, literatur medis, dan dokumen pastoral. Hasil kajian menunjukkan bahwa Alkitab secara konsisten menolak praktik homoseksual dan mengganggap LGBT sebagai ekspresi penyimpangan dari rancangan Allah, namun penting juga mengajarkan pentingnya kasih, pemulihan, dan pendampingan pastoral. Gereja dipanggil untuk membedakan antara identitas pribadi dan perilaku moral, serta menghadirkan komunitas yang mampu merangkul tanpa mengompromikan kebenaran. Kajian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman teologis dan pastoral gereja kontemporer dalam merespons isu LGBT secara bijaksana dan berbelas kasih.
Church Involvement In The Tomohon International Flower Festival As An Eco-Theological In The Digitalization Era Nainggolan, Alon Mandimpu; Heydemans, Nency Aprilia; Manullang, Juanda
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2591

Abstract

This article aims to describe the church's involvement in the Tomohon International Flower Festival (TIFF) as an eco-theological action. TIFF 2022 is an annual festival organized by the Tomohon City Government to increase the ecological sensitivity of the church through nature conservation, flower preservation, and improving public welfare. Tomohon City is known as the city of flowers. Therefore, this festival is carried out by the government and supported by the church, and the community to make it a national and international tourist destination. TIFF strategies and impacts have been written about, but what is unique about the findings in this article is that none of the studies describe church involvement through ecotheological studies at TIFF. The use of digital religious practices such as social media or digital apps by churches can increase ecological awareness. This article uses qualitative research methods with data collection techniques, namely observation, interviews, and literature studies. The conclusion of the study is that TIFF 2022 is an appeal to the church to preserve, preserve and be responsible for this nature. The church responded well to TIFF's activities by actively participating in planting flowers both in the yard and in the garden. On the other hand, it needs attention from the younger generation and various parties to plant flowers as an effort to green local wisdom. The TIFF 2022 study uses various fields of contextual theological ecotheology and the discipline of sociology of religion. This research needs to be followed up in the study of environmental ethics, economics, eco-pastoral, environmental education with a broader context to help readers understand TIFF.
Evaluasi Kebijakan Pemberian Bantuan Dana Hibah Kepada Organisasi Keagamaan Pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Selatan Duha, Pelayaran; Siagian, Nalom; Silaban, Adanan; Hondo, Wantri
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2710

Abstract

This study aims to evaluate the grant policy provided to religious organizations in South Nias Regency. Using a qualitative approach and descriptive method, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that the policy has had a positive impact on social and religious programs; however, several weaknesses were identified, such as a lack of transparency, accountability, political interference, regional disparities, and limited oversight. The researcher recommends strengthening regulations, implementing objective selection processes, ensuring fair distribution, and developing participatory monitoring mechanisms to enhance the effectiveness and benefits of the policy for the community.
Teologi Penciptaan sebagai Paradigma Epistemologis dalam Menanggapi Krisis Kebenaran Era Post-Truth Santosa, Hansen; Antonius, Yosef; Mesakh, Jacob
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2658

Abstract

The post-truth era has challenged the epistemological foundations of Christians by making personal perspectives, individual feelings or emotions, even subjective opinions, and popular narratives the new standards of truth. This distorts the meaning of objective truth or biblical truth, which should be rooted in the Word of God. This article proposes creation theology as an alternative epistemological paradigm to address this crisis. By emphasising God as the Creator and Source of all truth, creation theology provides a solid ontological and epistemological foundation for understanding truth that is stable, integral, and transcendent. This approach is based on qualitative-descriptive methodology through a literature review of theological texts and the post-truth paradigm. It can be concluded that the characteristics and epistemological implications of the post-truth era highlight the crucial role of creation theology as a reference or ontological and epistemological foundation for truth. Christian epistemology from the perspective of creation theology serves as a critique of the relativism and subjectivism that have become prevalent within Christian communities. Therefore, there is a need for pastoral and educational implications for the church: to actualise the paradigm of creation theology.
Mendengarkan Adat Batak Toba: Berteologi Kontekstual tentang Adanya Keyakinan Relasi Orang Hidup dengan Roh Leluhur Estomihi, Estomihi; Wibowo, Wahyu Satria; Singgih, Emanuel Gerrit
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2698

Abstract

This study is a contextual theological inquiry rooted in the spiritual tension experienced by Batak Toba Christians, who navigate between church prohibitions against engaging with ancestral spirits and their continued participation in cultural rites such as ziarah kubur (grave visitation) and mangongkal holi (exhumation ritual). The study seeks to reinterpret this tension theologically by adopting a posture of “listening” to local culture as an integral act of doing theology. “Listening” is understood not merely as empathetic openness, but as a theological act that creates space for transformative dialogue between the Gospel and indigenous tradition. Using a qualitative, literature-based approach with narrative-hermeneutic and reflective analysis, the research draws on Stephen B. Bevans’ Synthetic Model and the contextual insights of Imanuel Martasudjita. The findings suggest that Batak Toba rituals can be interpreted as means of grace, where believers encounter God within their historical and communal life. This study contributes to Indonesian contextual theology by integrating faith, culture, and Christian doctrine through an interpretive hermeneutic lens.
Keadilan Allah yang Radikal: Menafsirkan Perumpamaan tentang Pekerja di Kebun Anggur dalam Perspektif Teologi Pembebasan Simanjuntak, Mesak Leo Patra
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep keadilan Allah yang radikal melalui pembacaan perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur pada pembacaan injil Matius 20:1-16 dalam perspektif trologi pembebasan. Perumpamaan ini sering dipandang kontroversial karena dianggap bertentangan dengan pemahaman keadilan manusia yang berfokus pada imbalan berdasarkan  kerja atau usaha. Dengan menggunakan pendekatann hermeneutika teologi pembebasan, penulis ingin menganalisis bagaimana perumpamaan tersebut mengungkapkan visi keadilah Allah yang melampaui struktur hirarkis dan isu-isu ketidakadilan sosial-ekonomi yang menindas. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadilan Allah bersifat radikal, inklusif, dan transformatif, dengan cara memberikan prioritas kepada mereka yang terpinggirkan dan tertindas dalam tatanan sosial. Selain untuk memperluas perspektif tentang keadilan ilahi, pemahaman ini juga memberikan tawarn terhadap relevansi praktis bagi perjuangan melawan ketidakadilan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa perumpamaan ini menjadi sebuah landasan bagi pembentukan solidaritas sosial dan komitmen pembebasan dalam kehidupan beriman.
Menjadi Saksi dalam Memimpinan Jemaat: Telaah Teologis Kata Martus dalam 1 Petrus 5:1 dan Penerapannya dalam Konteks Sintua di HKBP Sormin, Derismauli
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2623

Abstract

Istilah martus dalam Perjanjian Baru tidak sekadar menunjuk kepada saksi mata, tetapi berkembang menjadi identitas teologis yang melekat pada pemimpin Kristen: seorang yang memikul kesaksian iman melalui pengajaran, keteladanan, dan keteguhan dalam penderitaan. 1 Petrus 5:1 menampilkan gambaran penatua sebagai saksi penderitaan Kristus yang dipanggil untuk menggembalakan jemaat dalam kasih dan kerendahan hati. Artikel ini bertujuan untuk menelaah makna teologis martus dalam 1 Petrus 5:1 sebagai fondasi spiritual bagi kepemimpinan gereja, serta mengevaluasi penerapannya secara kontekstual dalam peran sintua di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Melalui pendekatan biblis dan teologi kontekstual, tulisan ini menegaskan bahwa sintua bukan sekadar pejabat struktural gereja, melainkan martus yang terpanggil untuk menyatakan Kristus dalam perkataan, perbuatan, dan kesetiaan di tengah realitas jemaat masa kini. Dengan demikian, gereja lokal ditantang untuk memperkuat formasi teologis para pemimpinnya agar sungguh menjadi saksi yang hidup dan menggembalakan jemaat dalam terang salib Kristus.

Page 1 of 2 | Total Record : 15